cover
Contact Name
-
Contact Email
teknobuga@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
teknobuga@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang, Gedung E7 Lantai 2, Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang, Jawa Tengah, Indonesia, 50229.
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Teknobuga : Jurnal Teknologi Busana dan Boga
ISSN : 20854056     EISSN : 25287087     DOI : http://dx.doi.org/10.15294/teknobuga
Core Subject : Engineering,
Teknobuga : Jurnal Teknologi Busana dan Boga publishes original research articles on the recent issues related to fashion, food, beauty studies, home economics studies, hotel and tourism management, and vocational education
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2017)" : 20 Documents clear
Pengembangan Modul Interaktif Busana Daerah sebagai Media Pengenalan Budaya Indonesia Sholikhah, Roudlotus
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v5i2.15365

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh bahan ajar yang aktif, kreatif, dan inovatif dalam mata kuliah Busana Daerah yang merupakan mata kuliah untuk pengenalan budaya di bidang Industri Kreatif pada Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga. Penelitian dirancang melalui tahapan berikut ini: (1) melakukan survey terhadap dosen dan mahasiswa Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (konsentrasi busana) untuk mengetahui pembelajaran mata kuliah Busana Daerah (2) Mengembangkan bahan ajar pada mata kuliah Busana Daerah, (3) Validasi bahan ajar modul interaktif oleh ahli materi Busana Daerah dan Ahli media (4) Revisi bahan ajar modul pada mata kuliah Busana Daerah, (5) Uji coba pada mahasiswa yang sedang menempuh mata kuliah Busana Daerah. Penelitian ini telah berhasil mengembangkan Modul interaktif Busana Daerah yang sesuai untuk pembelajaran. Kesesuaian modul ini dapat dilihat dari sisi sistematika penyusunan modul. Modul ini telah memenuhi kriteria standar penyusunan modul sebagaimana standar sistematika modul. Dari sisi karakteristik modul, modul disusun sesuai kaedah karakteristik modul sehingga dapat digunakan mahasiswa untuk belajar secara mandiri (self instructional). Modul interaktif yang dikembangkan peneliti telah dinyatakan layak oleh para validator yang terdiri dari ahli media dan ahli materi. Ahli media maupun ahli materi menyimpulkan bahwa kelayakan modul ini terletak pada kategori baik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Modul interaktif Busana Daerah yang telah dikembangkan telah layak untuk digunakan dalam pembelajaran Mata Kuliah Busana Daerah sebagai pengenalan budaya Indonesia.
Kesiapan Mahasiswa Menjadi Beauty Operator Pratama Melalui Mata Kuliah Perawatan Kulit Wajah Agustin, Eny Widhia; Ihsani, Ade Novi Nurul; Astuti, Widya Puji; Ariyanti, Erni Eka
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v5i2.15370

Abstract

Pendidikan merupakan kunci utama dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan sumber daya manusia. Pendidikan bertujuan untuk Memberikan perubahan kepada peserta didik baik pengetahuan, sikap, tingkah laku, keterampilan, daya reaksi, daya penerimaan dan aspek-aspek lain yang ada pada individu. Perubahan-perubahan kearah positif tersebut mengarah pada kesiapan mahasiswa. Kesiapan adalah keadaan kapasitas yang ada pada diri siswa dalam hubungan dengan tujuan pengajaran tertentu. Prodi Pendidikan Tata Kecantikan Unnes merupakan salah satu Prodi yang tidak hanya mencetak mahasiswanya untuk menjadi tenaga pendidik tapi juga mencetak mahasiswa yang dapat berwirausaha di bidang kecantikan. Penelitian Kesiapan Mahasiswa menjadi Beauty Operator Pratama Melalui Mata Kuliah Perawata Kulit Wajah ini dilakukan di Prodi Pendidikan Tata Kecantikan pada mahasiswa semester IV FT. Metode yang digunakan yaitu metode diskriptif. Sampel penelitian yang digunakan adalah sampel total yang berjumlah 44 mahasiswa. Teknik pengumpulan data menggunakan angket. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran Kesiapan Mahasiswa untuk menjadi Beauty operator  pratama melalui mata kuliah Perawata kulit wajah ditinjau dari konsep dasar perawatan kulit wajah, teknik diagnosis perawatan kulit wajah, peralatan dan kosmetik perawatan kulit wajah, teknik perawatan kulit wajah yang didalamnya mencakup factor kegagalan perawatan kulit wajah dan perawatan pasca perawatan kulit wajah sebagai kesiapan menjadi beauty operator pratama. Data yang diperoleh dari penelitian, melalui angket mahasiswa dengan rata-rata 80,75%. Hal ini menerangkan bahwa sebagian besar mahasiswa semester IV Prodi Pendidikan Tata Kecantikan telah memiliki kesiapan menjadi Beauty operator pratama melalui Mata kuliah Perawatan kulit wajah. 
Perbaikan Kualitas Fisio - Kimia Tepung Kimpul (Xanthosoma Sagittifolium) dengan Metode Penepungan yang Berbeda Paramita, Octavianti; Ambarsari, Ambarsari
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v5i2.15369

Abstract

Kimpul termasuk salah satu komoditi sumber karbohidrat yang sampai sekarang kurang mendapat perhatian baik pembudidayaan secara ekstensif maupun secara intensif apalagi proses pengolahan tepungnya. Tepung kimpul merupakan produk olahan dari umbi kimpul yang mengalami proses pengeringan, penghalusan, dan pengayakan. Tepung kimpul mengandung karbohidrat, protein, lemak yang baik. Permasalahan yang terjadi ketika tepung kimpul ini akan dikonsumsi yaitu adanya rasa gatal yang disebabkan adanya senyawa kalsium oksalat. Metode pembuatan tepung kimpul bisa dilakukan dengan beragam metode yang akan menyebabkan perbedaan kualitas fisio-kimia dan fungsional tepung yang dihasilkan. Agar dapat dimanfaatkan secara optimal maka pengaruh proses pada kualitas fisio-kimia tepung perlu diketahui. Penelitian ini mempunyai tujuan jangka panjang yaitu mempelajari kualitas fisio-kimia tepung kimpul yang dihasilkan dari beberapa metode penepungan. Perbaikan kualitas tepung kimpul penting untuk dilakukan agar penggunaannya sebagai bahan baku dalam pengolahan pangan menjadi lebih luas. Melalui perbaikan metode ini diharapkan dapat diperoleh tepung kimpul dengan karakteristik yang diinginkan dan dapat diaplikasikan dalam pengembangan berbagai produk berbasis karbohidrat tinggi. Kesimpulan pada penelitian ini adalah pada hasil kandungan protein tertinggi pada sampel K1 ( tepung kimpul dengan metode pembuatan disawut lalu dioven ). Sedangkan pada kandungan lemak paling rendah pada sampel K3 ( tepung kimpul dengan metode pembuatan disawut, dikukus lalu dioven ). Pada kandungan karbohidrat dan serat sampel yang mempunyai kandungan tertinggi pada sampel K3 ( tepung kimpul dengan metode pembuatan disawut, dikukus lalu dioven ).
Analisis Preferensi Konsumen Terhadap Mie Instan Kari Aceh Sufiat, Suryati; Moulana, Rian; Hamid, Yuli Heirina; Suhairi, Laili; Faudhiah, Nurul
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v5i2.15366

Abstract

Mie termasuk salah satu makanan yang sangat digemari oleh masyarakat Aceh, makanan sepinggan ini dapat dijumpai hampir di setiap warung yang ada di Aceh. Konsumsi mie bagi masyarakat Aceh menduduki peringkat kedua tertinggi setelah nasi.Tujuan penelitian ini  untuk memperoleh resep standar mie instan bumbu kari Aceh, mengetahui karakteristik organoleptik  mie instan bumbu kari Aceh, dan daya terima konsumen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen yang dilakukan di Lab. Tata Boga-FKIP-Universitas Syiah Kuala Darussalam, Banda Aceh. Mie instan bumbu kari Aceh dinilai dengan uji organoleptik (warna, aroma, tekstur, rasa) oleh narasumber sebanyak 5 orang dengan uji pengamatan (Sensory Evaluation) dan uji penerimaan (Preference Test) oleh konsumen sebanyak 100 orang. Analisis data yang digunakan adalah uji LSD (Least Significant Different) pada taraf signifikansi 0.05 dan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Hasil analisis data menunjukkan bahwa,  menurut narasumber mie instan kari Aceh terbaik ditinjau dari  warna, tekstur dan rasa adalah pada perlakuan Tc, untuk aroma pada perlakuanTb. Sedangkan konsumen lebih meyukai perlakuan Ta, ditinjau dari segi warna dan aroma dan rasa, sedangkan untuk tekstur menyukai perlakuan Tc. Uji hipotesis dapat disimpulkan bahwa, hipotesis dapat diterima (H1) baik oleh narasumber maupun konsumen terhadap mie instan bumbu kari Aceh ditinjau dari segi warna, aroma, tekstur dan rasa. Simpulan ada pengaruh signifikan yang diberikan oleh narasumber dan konsumen terhadap karaketristik organoleptik  pada mie instan bumbu kari Aceh pada perlakuan Tc.
Pengembangan Model Pembelajaran Penyusunan Proposal Penelitian untuk Meningkatkan Keterampilan Penulisan Karya Ilmiah Mahasiswa Nurmasitah, Sita; Achmad, Uchiyah; Prasetyaningtyas, Wulansari; Fatati, Fatati
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v5i2.15371

Abstract

Pembelajaran penyusunan proposal penelitian di perguruan tinggi harus dikelola dengan baik agar mampu mendorong mahasiswa mandiri dalam bernalar, mampu melihat keterkaitan antar konsep dan materi, mampu berkomunikasi tulis, dan mampu memecahkan masalah yang sedang dihadapi dalam hal penyusunan proposal penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui analisis kebutuhan model pembelajaran penyusunan proposal penelitian di Jurusan PKK FT UNNES untuk meningkatkan keterampilan penulisan proposal penelitian mahasiswa, 2) mengetahui model pembelajaran penyusunan proposal penelitian di Jurusan PKK FT UNNES untuk meningkatkan keterampilan penulisan proposal penelitian mahasiswa. Metode penelitian yang dipergunakan adalah metode penelitian dan pengembangan atau Research & Development (R&D), untuk menghasilkan suatu produk dan menguji efektifitas produk tersebut sesuai dengan tujuan pengembangan. Metode yang dipergunakan meliputi metode deskriptif dan evaluatif.  Penelitian dilaksanakan di Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang. Kegiatan pembelajaran penyusunan proposal yang dilakukan di Jurusan PKK FT UNNES ini meliputi: pemberian motivasi dalam penyusunan proposal penelitian bagi mahasiswa jurusan PKK FT UNNES, membentuk kelompok belajar, pelatihan penulisan proposal penelitian dan pendampingan. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode observasi dan unjuk kerja. Data yang terkumpul dianalisis dengan  deskriptif kuantitatif. Hasil analisis data penelitian ini adalah sangat penting dilakukan pengembangan model pembelajaran penulisan proposal penelitian bagi mahasiswa jurusan PKK FT UNNES dan dari hasil ujicoba produk model pembelajaran penulisan proposal penelitian diperoleh hasil 89% yang termasuk dalam kategori baik.
Pelatihan Pengolahan Buah Salak untuk Meningkatkan Potensi Salak Triastuti, U. Yuyun; Priyanti, Esteria
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v5i2.15367

Abstract

Produksi buah salak di Indonesia cukup melimpah, akan tetapi salak mudah mengalami kerusakan, hal ini tentu menjadi masalah tersendiri bagi masyarakat. Diperlukan penanganan lebih lanjut agar salak tidak sampai dibuang percuma yakni melalui kegiatan pengolahan hasil komoditas salak menjadi produk olahan makanan yang lebih tahan lama dan memiliki nilai jual tinggi. Upaya yang dapat dilakukan antara lain mengolah salak menjadi selai, dodol dan manisan. Pemberian pelatihan pengolahan hasil komoditas salak sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Tujuan dari penelitian ini yaitu: 1) peserta pelatihan dapat mengalami peningkatan pemahaman dan pengetahuan setelah mengikuti pelatihan; 2) peserta pelatihan dapat memproduksi 4 jenis produk olahan salak yang sehat dan aman yaitu selai salak, dodol salak original, dodol salak daun suji dan manisan salak; 3) peserta pelatihan dapat mengemas produk selai salak, dodol salak original, dodol salak daun suji dan manisan salak dengan benar. Untuk memastikan tujuan pelatihan tercapai maka perlu dievaluasi. Penelitian ini dilaksanakan di UPTD Perbibitan Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Semarang. Jumlah peserta pelatihan sebanyak 19 orang, peserta dibagi menjadi tiga kelompok kecil dan didampingi oleh instruktur selama praktik berlangsung. Evaluasi dari kegiatan ini dilakukan dengan mengevaluasi pemahaman dan pengetahuan peserta pelatihan menggunakan kuesioner pre test dan post test serta mengevaluasi hasil produk olahan salak yang dipraktikkan oleh peserta pelatihan. Hasil skor kuesioner pre test dan post test kemudian analisis menggunakan IBM SPSS Statistics 20. Hasil uji menggunakan Paired Sample T-Test menghasilkan kenaikan nilai sebesar 3,053 dengan nilai signifikasi sebesar 0,002 (p<0,05). Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa ada perbedaan yang signifikan tingkat pemahaman dan pengetahuan peserta pelatihan antara sebelum dan setelah pemberian materi pelatihan. Hal ini diperkuat juga dengan adanya perbedaan antara skor mean pre test dan mean post test. Skor mean pre test peserta pelatihan sebesar 53,68 dan setelah diberi materi pelatihan skor mean post test meningkat menjadi 56,74. Secara umum, untuk produk yang dipraktikkan oleh peserta telah sesuai dengan kriteria produk yang ditetapkan, sehingga dapat dinyatakan bahwa peserta telah mampu mengolah dengan baik berbagai aneka olahan salak.
Model Pendampingan Lanjut Usia Berbasis Home Care dalam Implementasi Pendidikan Vokasional Tati, Tati; Rinekasari, Nenden Rani; Jubaedah, Yoyoh
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v5i2.15379

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan layanan kesejahteraan sosial bagi lanjut usia di dalam kehidupan keluarga untuk mencapai kesejahteraan dan kebahagiaan dalam kehidupan lanjut usia atau lansia. Penelitian ini bertujuan mengembangkan Model Pendampingan Lanjut Usia Berbasis Home Care dalam Implementasi Pendidikan Vokasional. Pemecahan masalah dilakukan dengan menggunakan pendekatan Research and Development, melalui tahapan: Studi Pendahuluan, Pengembangan Model dan Validasi Model. Temuan dari penelitian ini, yaitu Model Pendampingan Lanjut Usia Berbasis Home Care dalam Implementasi Pendidikan Vokasional dirancang dalam bentuk program pendampingan berbasis Home Care bagi lansia tidak potensial, meliputi: aspek fisik, sosial, mental dan spiritual. Aspek fisik: a) Penyelenggaraan makanan lansia, b) Pakaian lansia, c) Kebersihan diri lansia, d) Mobilisasi lansia, e) Kebersihan kamar tidur lansia, dan f) Kesehatan lansia. Aspek Sosial: a) Komunikasi sosial lansia, b) Keikutsertaan atau partisipasi lansia dalam kegiatan masyarakat, dan c) Rekreasi lansia. Aspek Mental: a) Kecerdasan intelektual, b) Kecerdasan emosional, serta c) Kecerdasan moral. Aspek Spiritual: Bimbingan Keagamaan. Program pendampingan lanjut usia berbasis Home Care dirancang terdiri dari komponen: tujuan, sasaran, bentuk pendampingan, dan pelaksana program pendampingan; yang memiliki keunggulan pada peningkatan layanan sesuai kebutuhan lansia untuk mencapai kesejahteraan keluarga.
Pengetahuan Keterampilan Dasar Mengajar dalam Menyiapkan Guru Sekolah Menengah Kejuruan Achdiani, Yani; Rusliyani, Dwi Ayu
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v5i2.15368

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pengetahuan keterampilan dasar mengajar yang menjadi salah satu faktor keberhasilan dalam pelaksanaan praktik Program Pengalaman Lapangan. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh data mengenai penguasaan pengetahuan keterampilan dasar mengajar dalam menyiapkan guru sekolah menengah kejuruan. Kajian dan pembahasan pada penelitian ini menjelaskan tentang kajian literatur yang berkaitan dengan  keterampilan, yang meliputi: (1) keterampilan membuka pelajaran, (2) keterampilan menutup pelajaran, (3) keterampilan menjelaskan, (4) keterampilan bertanya, (5) keterampilan memberi penguatan, (6) keterampilan mengadakan variasi, (7) keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil, (8) keterampilan mengajar kelompok kecil dan mengajar perseorangan, (9) keterampilan mengelola kelas. Rekomendasi pada penelitian ini ditujukan kepada para calon guru SMK untuk selalu meningkatkan pengetahuan dan wawasannya mengenai keterampilan dasar mengajar.
Pengaruh Penambahan Labu Kuning dan Karagenan Terhadap Kualitas Inderawi Fruit Leather Tomat Ardanti, Anisa Ika Putri; Wahyuningsih, Wahyuningsih; Puteri, Meddiati Fajri
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v5i2.15380

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh  penambahan labu kuning dan karagenan terhadap kualitas fruit leather tomat pada indikator warna, tekstur, aroma dan rasa. Selain itu juga untuk mengetahui kandungan Serat, Vitamin C, dan Betakaroten serta tingkat kesukaan masyarakat. Desain eksperimen menggunakan desain eksperimen pola faktorial 2x2. Data dianalisis menggunakan metode analisis faktorial atau analisis varian ganda (two way anova) dan uji lanjut Duncan. Kandungan Serat, Vitamin C, Betakaroten dianalisis dengan uji laboratorium, sedangkan analisis deskriptif prosentase untuk mengetahui tingkat kesukaan masyrakat.Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh interaksi penambahan labu kuning dan karagenan terhadap mutu inderawi pada indikator warna, tekstur, aroma, serta tidak ada pengaruh interaksi pada indikator rasa. Penambahan labu kuning secara mandiri berpengaruh terhadap warna, tesktur, aroma, dan rasa. Penambahan karagenan secara mandiri hanya berpengaruh terhadap tekstur.Hasil ujia kimia produk fruit leather A1B1 (Serat 1,89%, Vitamin C 0,76mg, Betakaroten 0,049 mg) A2B1 (Serat 2,07%, Vitamin C 0,74%, Betakaroten 0,0718) A1B2 (Serat 2,03%, Vitamin C 0,74mg, Betakaroten 0,06mg) A2B2 (Serat 2,175%, Vitamin C 0,67mg, Betakaroten 0,08mg) Hasil analisis tingkat kesukaan masyarakat menunjukkan sampel  A1B2 penambahan labu kuning 30% dan karagenan 0,8%   merupakan sampel yang paling disukai oleh masyarakat.
Perbandingan Penggunaan Media Model Proses Terhadap Hasil Menjahit Busana Safari Aminah, Barokatus; Musdalifah, Musdalifah; Wahyuningsih, Sri Endah
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v5i2.15364

Abstract

Busana safari merupakan busana pria dengan desain beragam, memiliki garis hias dan memakai lapisan pada badan. Kerumitan pembuatannya terdapat pada pola dan teknik menjahit dengan semi tailoring. Pemahaman dan keterampilan mahasiswa pada Mata Kuliah Manajemen Busana Pria masih kurang baik. Hasil pembuatan busana safari masih belum maksimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan penggunaan media model proses terhadap hasil menjahit busana safari. Metode penelitian yang digunakan adalah komparatif dengan populasi Busana safari merupakan busana pria dengan desain beragam, memiliki garis hias dan memakai lapisan pada badan. Kerumitan pembuatannya terdapat pada pola dan teknik menjahit dengan semi tailoring. Pemahaman dan keterampilan mahasiswa pada Mata Kuliah Manajemen Busana Pria masih kurang baik. Hasil pembuatan busana safari masih belum maksimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan penggunaan media model proses terhadap hasil menjahit busana safari. Metode penelitian yang digunakan adalah komparatif dengan populasi 46 mahasiswa yang terbagi menjadi 2 rombel. Pengambilan sampel menggunakan sampling jenuh. Rombel 1 digunakan sebagai kelas eksperimen yang menggunakan media model proses dan rombel 2 sebagai kelas kontrol yang tidak menggunakan media model proses. Analisis data mengunakan statistik nonparametrik karena data tidak normal dan tidak homogen. Hasil penelitian kelas kontrol memiliki rata-rata 2,56 dan kelas eksperimen 3,55. Hasil uji Mann-Whitney Test diperoleh nilai sign (0,040) < taraf sign (0,05) sehingga Ho ditolak. Simpulan terdapat perbedaan pada kedua kelas dan hasil menjahit yang lebih baik terdapat pada kelas eksperimen yang menggunakan media model proses. Disarankan penelitian lebih lanjut menggabungkan dengan salah satu metode pembelajaran Student Centered Learning atau menggabungkan dengan media lain yang sesuai untuk mata kuliah praktik dan menerapkan kartu kendali.

Page 1 of 2 | Total Record : 20