cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Teknika
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 104 Documents
Rekayasa Traction Control System Mobil Berpenggerak Roda Depan Dengan Model Predictive Control Moh. Syariffuddien Zuhrie,
Teknika Vol 10, No 2 (2009)
Publisher : Teknika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam hal untuk memperbaiki kestabilan dan mampu kendali mobil sudah dilakukan dengan menambahkan sistem kontrol pengereman (Antilock Breaking System), Traction Control System dengan kendali pembukaan katup Throttle dan pengaruh pengereman. Traction Control System pada mobil penggerak roda depan dengan menggunakan Model Predictive Control akan dibahas pada penelitian ini. Pada prinsipnya sistem kendali pengereman dan Traction Control System ini berpengangan pada slip ratio   setting point pada kondisi pengereman maupun percepatan optimum.Penelitian ini akan menjelaskan analisa kestabilan Traction Control System mobil berpenggerak roda depan dengan Model Predictive Control dengan menggunakan program bantu Matlab. Untuk proses simulasi dibuat model dinamik Traction Control System secara lengkap dengan masukan Throttle Angle dan Brake Torque, serta keluaran kecepatan mobil (roda belakang), kecepatan roda depan dan slip. Breaking Control System or Antilock Breaking System fixes stability and steer ability of the vehicle and so is Traction Control System with throttle degree control and breaking system. Traction Control System on front wheel drive of vehicle with Model Predictive Control will be discussing on this research. Breaking Control System and Traction Control System used slip ratio   setting point in order to reach breaking condition and optimal speed.This research will explain about analysis of Traction Control System on front wheel drive of vehicle with Model Predictive Control, and it uses computer program such as Simulink of Matlab to simulate. This simulation made of Traction Control System dynamic model with throttle angle and brake torque as input, also vehicle speed, wheel speed and slip as output.    This analysis of vehicle stability will be focus on spin wheel to decrease some slip. Front wheel velocity will be comparing with vehicle speed, to be figuring some slip of vehicle.Model Predictive Control design, which is use in this research make vehicle speed of 42   reach settling time  =75 seconds. It was the fastest time of 50 seconds to cut slip ratio compare to others controllers.      
Dampak Kerusakan Vacuum Advancer Terhadap Konsumsi Bahan Bakar Pada Toyota 4K Mochamad Yadi,
Teknika Vol 10, No 2 (2009)
Publisher : Teknika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kerusakan vacuum advancer pada mobil bensin konvensional; jarang diperhatikan oleh pemiliknya.  Penelitian ini bertujuan untuk menentukan: Sejauh mana pengaruh kerusakan vacuum advancer terhadap konsumsi bahan bakar, pada putaran idle, sedang dan tinggi.Populasi penelitian ini adalah vacuum advancer  yang dipakai pada segala macam motor bensin. Sedangkan sampel penelitian ini adalah vacuum advancer yang dipakai pada motor bensin merek Toyota 4K. Rancangan penelitian menggunakan rancangan factorial 2 x 3. Teknik analisis data dengan uji – t dan anova satu arah.Hasil penelitian menunjukkan bahwa;  1) harga to > ttabel  ada perbedaan jumlah pemakaian bahan bakar pada putaran idle, sedang, maupun tinggi pada mobil Toyota 4 K baik yang vacuum advancernya bekerja baik maupun yang rusak; 2) hasil uji perbedaan  pemakaian bahan bakar pada motor bensin Toyota 4K yang menggunakan vacuum advancer yang bekerja baik Fo =  1510,9 > ttabel  = 3,23 ini menjelaskan bahwa makin naik putaran mesin makin banyak bahan bakar yang dikonsumsi pada mobil yang vacuum advacernya baik. Demikian juga pada mobil yang vacuum advacernya rusak makin naik putarannya makin banyak bahan bakar yang dikonsumsi Fo =  2.104 > ttabel  = 3,23; 3) dari hasil uji perbedaan pemakaian bahan bakar pada motor bensin merek Toyota type 4K pada mobil yang vacuum advacernya bekerja baik dibanding dengan mobil yang rusak vacuum advacernya  didapat Fo =  12,35 > ttabel  = 4 ini menjelaskan bahwa pada yang rusak vacuum advacernya  lebih banyak dibanding  dengan mobil yang vacuum advacernya  bekerja baik atau bekerja normal. Hal ini disebabkan karena waktu pembakaran yang disediakan pada mobil yang rusak vacuum advacernya  tidak cukup sempurna untuk pembakaran bahan bakar. Sehingga untuk mencapaio putaran yang sama lebih banyak dibutuhkan bahan bakar. Advancer vacuum damage on conventional gasoline cars; rarely noticed by owners. This research aims to determine: The extent to which the influence of vacuum Advancer damage to the fuel consumption, at idle round, medium and high.The research population was vacuum Advancer used on all kinds of motor gasoline. While the research sample was vacuum Advancer used in motor gasoline brand of Toyota 4K. The research design using 2 x 3 factorial design. Data analysis techniques to the test - t and one-way ANOVA.The results showed that: 1) the price to > TTable no difference in the amount of fuel use idle round, medium, or high on a Toyota 4 K vacuum advancernya either good or defective work, 2) test results of differences in fuel use in motor Toyota 4K gasoline that uses a vacuum that works well Advancer Fo = 1510.9 > TTable = 3.23 explains that the rising rev the engine the more fuel consumed in a vacuum advacernya good car. Similarly in a vacuum advacernya damaged cars rising rotation the more fuel consumed > TTable Fo = 2104 = 3.23; 3) of the test results of differences in fuel use in motor gasoline Toyota brand type vacuum 4K on the car that works well advacernya compared with the damaged car vacuum advacernya obtained Fo = 12.35 > TTable = 4 explains that in the broken vacuum advacernya more than a vacuum advacernya cars work better and work normally. This is because the burning time is provided on the damaged car vacuum advacernya not perfect enough to fuel combustion. So for the same rotation mencapaio more fuel is needed.
Pengaruh Penggunaan Kulit Kerang Pada Campuran Paving Stone Terhadap Kualitasnya Suprapto,
Teknika Vol 10, No 2 (2009)
Publisher : Teknika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Paving stone merupakan bagian dari bahan bangunan yang berfungsi sebagai perkerasan jalan, sebagai pengganti rabat beton, bahkan juga dipakai sebagai pengganti aspal. Keuntungan menggunakan paving stone adalah mudah pemasangannya dan tidak memerlukan bahan perekat, serta relatif lebih murah dibandingkan dengan bahan yang lain. Selain itu pemeliharaannya lebih mudah dan murah. Di sisi lain, ketersediaan bahan baku paving semakin lama semakin berkurang atau semakin terbatas. Untuk itu harus dicari bahan alternatif untuk mengurangi atau menggantikan pemanfaatan pasir sebagai bahan pokok. Alternatif yang diambil diantaranya pemanfaatan kulit kerang. Alasannya adalah cekungan pada bagian dalam kulit kerang mampu menangkap adonan pasir dan semen, sehingga dimungkinkan dapat memperkuat paving, dan cangkang pada bagian luar kulit kerang mempunyai tekstur bergelombang yang kecil-kecil, ini sangat membantu dalam proses pengerasan dan pengikatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penambahan kulit kerang pada campuran paving sampai 2,5 bagian dari bahan pengisi campuran paving dapat meningkatkan berat paving yang dihasilkan, tetapi penambahan lebih dari 2,5 bagian dari bahan pengisi campuran paving beratnya lebih kecil dibanding tanpa kulit kerang. Penambahan kulit kerang sampai 3 bagian dari bahan pengisi campuran paving dapat meningkatkan kuat tekan paving yang dihasilkan, tetapi penambahan lebih dari 3 bagian dari bahan pengisi campuran paving kuat tekannya lebih kecil dibanding tanpa kulit kerang. Ada hubungan yang signifikan antara berat dan kuat tekan, semakin berat paving yang dihasilkan, semakin besar kuat tekannya dan sebaliknya. Paving stone is part of functioning infrastruction material as street concreting, in the place of concrete rebate, even also is used in the place of asphalt. Advantage applies paving stone is the erection easy to and doesnt require cementing agent, and relative cheaper is compared to other material. Besides the keeping is easier and cheap. On the other side, availability of feedstock paving longer on the wane or increasingly limited. For the purpose must be searched material alternative of lessen or replaces exploiting of sand as component of fundamental. Alternative taken between of scallop-shell exploiting. The reason is basin at scallop-shell interior can catch sand dough and cements, causing is enabled able to strengthen paving, and shell at scallop-shell exterior has surging texture the small ones, this hardly assists in process of hardening and locking. Result of research indicates that addition scallop-shell to mixture paving to 2,5 part of mixture filler paving can increase weight paving yielded, but addition more than 2,5 part of mixture filler paving smaller. compared to without scallop-shell. Addition of scallop-shell until 3 part of mixture filler paving can increase compressive strength paving yielded, but addition more than 3 part of mixture filler paving the compressive strength is smaller compared to without scallop-shell. There is connection significan between weights and compressive strength, increasingly weight paving yielded, ever greater of the compressive strength is and conversely.
Efektifitas Perbandingan Antara Campuran Kapur Dan Fly Ash Terhadap Pengaruh Kuat Tekan Bebas Tanah Lempung Kembang Susut Machfud Ridwan,
Teknika Vol 10, No 2 (2009)
Publisher : Teknika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanah lempung kembang susut tergolong tanah jelek dan akan menimbulkan dampak yang kurang baik  apabila tanah tersebut digunakan langsung untuk suatu konstruksi bangunan.  Untuk itu tanah tersebut perlu dilakukan perbaikan yaitu dengan stabilisasi tanah. Dalam penelitian ini dilakukan stabilisasi tanah lempung kembang susut dengan Fly Ash dan Kapur.Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui manakah yang lebih efektif antara Fly Ash dan Kapur apabila digunakan sebagai stabilisasi tanah lempung kembang-susut.Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang dilakukan di Laboratorium Mekanika Tanah Jurusan Teknik Sipil FT- UESA. Dalam penelitian ini dilakukan 3 jenis test, yaitu test Atterberg Limit, Proctor Standart dan tes Kuat Tekan Bebas. Sedangkan Jenis Campuran ada 2 macam, yaitu tanah dengan campuran Fly Ash; dan tanah dengan campuran Kapur. Persentase campuran diberikan pada masing-masing tanah adalah 0 %, 5 %, 10 %, 15 % dan 20 %. Sehingga keseluruhan benda uji ada 9 buah.Hasil yang didapat dari penelitian ini penambahan Fly Ash  lebih efektif digunakan sebagai bahan stabilisasi pada tanah lempung kembang-susut  dibandingkan dengan penambahan Kapur. Penambahan Fly Ash sebesar 20 % pada tanah lempung kembang susut  dapat menyebabkan harga Kuat Tekan Bebas  meningkat  sebesar 52,35 %. Sedangkan penambahan Kapur 20 % pada tanah lempung kembang susut  menyebabkan harga Kuat Tekan Bebas  meningkat  sebesar 34,75 %. The swell-shrink of Clay classified as bad soil and will result in a less well if the land was used directly for a building construction. For that land needs to be done is by stabilizing the soil improvements. In this study the stabilization of swell-shrink of Clay with Fly Ash and Lime.The purpose of this study to find out what is more effective between Fly Ash and Lime when used as a stabilizing swell-shrink of Clay.This study is a research experiment conducted at the Soil Mechanics Laboratory Civil Engineering Department FT-UESA. In this study three types of tests, is Atterberg Limit test, Standard Proctor Test, and Unconfined Test. While there are 2 kinds of mixture type, that is the soil with a mixture of Fly Ash, and the soil with lime mixture. The percentage of the mixture given to each of the ground is 0%, 5%, 10%, 15% and 20%. So overall there are 9 pieces of test objects.The results of this study the addition of Fly Ash is more effectively used as a stabilization compared with the addition of lime. Addition of Fly Ash by 20% in swell-shrink of Clay can cause to increase by value of Unconfined Compression Strength in in the amount of 52.35%. While the addition of lime 20% on swell-shrink of Clay causes to increase by value of Unconfined Compression Strength in in the amount of 34.75%.
Efektifitas Perbandingan Antara Campuran Kapur Dan Fly Ash Terhadap Pengaruh Kuat Tekan Bebas Tanah Lempung Kembang Susut Nur Andajani,
Teknika Vol 10, No 2 (2009)
Publisher : Teknika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada umumnya Tanah ekspansif  mempunyai ciri-ciri kembang-susut yang besar, tanah akan mengembang  pada saat musim penghujan dan menyusut pada saat musim kemarau.  Besar pengembangan dan penyusutan tanah tersebut biasanya tidak merata dari satu titik ke titik yang lain. , sehingga hal  ini menyebabkan terjadi  perbedaan ketinggian dari permukaan yang semula rata menjadi tidak rata. Hal semacam inilah yang banyak menimbulkan kerusakan bagi struktur bangunan yang berada di atasnya. Salah satu upaya mengatasi hal ini dengan perbaikan/stabilisasi tanah menggunakan fly ash. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui seberapa besar pengaruh penambahan fly ash terhadap Potential Swelling pada tanah ekspansif.   Penelitian ini merupakan penelitian riset yang dilakukan di laboratorium.Variasi kandungan Fly Ash  yang digunakan adalah : 0%, 5%, 10%, 15%, 20% dan 25%. Metodologi yang dilakukan pada penelitian ini yaitu dengan melakukan tes sifat fisik tanah,  tes pemadatan proctor standart dan tes pengembangan tanah (swelling).Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa adanya penambahan 25% Fly Ash  dapat memperkecil Indeks Plastisitas pada tanah ekspansif sebesar 28,41%. Penambahan 25% fly ash dapat menurunkan Indek Plastisitas tanah ekspansif (IP) sebesar 46,03%. Penambahan fly ash sebesar 25 % efektif  dapat menurunkan Swelling Potensial pada tanah ekspansif.sebesar 82,61%. Klasifikasi swelling tanah ekspansif asli tergolong dalam Swelling Potential Tinggi, setelah diberi tambahan 25% Fly Ash klasifikasi swellingnya tergolong sedang In general, the expansive soil  discrete-shrinkage-swell of large, the soil will swell during the rainy season and shrink during the dry season. The swell and shrink Large are usually uneven ground from one point to another, So this causes the difference of altitude of the originally flat surface becomes uneven. This sort of thing is what a lot of damage to building structures that are in it. One effort to overcome this by improving / soil stabilization using fly ash. The purpose of this study to determine how much influence the addition of fly ash on Swelling Potential on expansive soil.This study is a research study conducted in laboratorium.Variasi content of Fly Ash used were: 0%, 5%, 10%, 15%, 20% and 25%. The methodology undertaken in this study is to test the physical properties of soil, standard Proctor compaction tests and soil development test (swelling).The study conducted showed that the addition of 25% Fly Ash can minimize Plasticity Index on expansive soil of 28.41%. The addition of 25% fly ash can reduce the expansive soil plasticity index (IP) of 46.03%. The addition of fly ash by 25% can effectively reduce the ground ekspansif.sebesar Swelling Potential 82.61%. Classification of expansive soil swelling Swelling native classified in the High Potential, after being given an additional 25% Fly Ash classification are classified swellingnya.
Evaluasi Tingkat Kebenaran Toponimi Pada Kelurahan Semolowaru Terhadap Peta Surabaya Karya Enrique Satriana Fitri M S,
Teknika Vol 10, No 2 (2009)
Publisher : Teknika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peta adalah gambaran unsur-unsur atau kenampakan-kenampakan abstrak,yang dipilih dari permukaan bumi,atau yang yang ada kaitannya dengan permukaan bumi atau benda-benda angkasa,dan umumnya digambarkan pada suatu bidang datar dan diperkecil atau diskalakan, serta ditambah tulisan sebagai pengenal. Sebuah peta dapat menyajikan informasi yang diungkapkan melalui bentuk simbol dan tulisan. Peta merupakan suatu sumber informasi yang sangat dibutuhkan keberadaannya bagi setiap orang. Sehingga, dengan adanya peta seharusnya orang atau masyarakat menjadi mengerti atau lebih mengerti dari sebelum mendapat peta.Peta memiliki banyak ragam baik berdasarkan macam, isi, skala maupun penggunaannya. Untuk mengetahui kebenaran toponimi peta Surabaya karya Enrique, maka dilakukan evaluasi terhadap peta Surabaya dengan peta Topografi buatan Badan Koordinasi Survey dan Pemetaan Nasional (Bakosurtanal). Dan untuk mengevaluasi kebenaran toponimi nya dilakukan dengan metode Ground truth. Setelah dianalisa didapat bahwa kebenaran toponimi peta Surabaya karya Enrique sebesar ±64,08%. Map is a picture of elements or abstraction phenomena, that is selected from earth surface, or existing of its bearing with the surface of earth or space object, and generally are depicted at one particular flat and to minimized or to scaled and also added by article as identification. A map can present the information which is laid open by form of symbol and article. Map represent are very required for information source its existence for every people. So that, with the existence of people map ought to or society become to understand or more understanding from before getting map.Map is own a lot of good manner pursuant to kinds of content, scale, and its use. To know the truth of toppponimy of map of Surabaya by Enrique, is hence evaluation to this Surabaya map with the topography map made by Survey and National Mapping Board (Bakosurtanal). And to evaluate the truth toponimy conducted with the method of Ground Truth (checking directly to field). While after analysed to be got that truth of toponimy of Surabaya map masterpiece of Enrique equal to ±64,08%.
Studi Mengenai Pemilihan Jenis Sikat Karbon Dan Aplikasinya Pada Alternator Pengisi Aki Mobil Gatot Widodo,
Teknika Vol 11, No 1 (2010)
Publisher : Teknika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi mengenai pemilihan sikat karbon sangat jarang sekali dilakukan dan ini sangat diperlukan sebagai informasi secara praktis tentang jenis-jenis dan karakteristik sikat karbon yang akan diaplikasikan pada alternator pengisi aki. Informasi ini dapat digunakan sebagai petunjuk/pengetahuan praktis bagi teknisi yang belum mengenal jenis dan karakteristik sikat karbon. Atas dasar itulah maka dilakukan penelitian tentang sikat karbon yang diaplikasikan pada alternator. Tujuan penelitian ini agar dapat diketahui dampak dari pemasangan sikat dengan berbagai macam jenis pada sebuah alternator. Setelah dilakukan penelitian diharapkan memberikan informasi praktis mengenai sikat karbon yang paling cocok diaplikasikan pada alternator. Dalam penelitian ini alternator sebagai media dibatasi hanya pada alternator mobil Mitsubishi L 300 dan beberapa variabel yang dijadikan sebagai kontrol. Prosedur dalam penelitian ini adalah dengan cara pemasangan beberapa jenis sikat karbon dalam rentang waktu, tempat, dan ukuran yang sama pada sebuah alternator. Kemudian dilakukan penelitian terhadap hasil output tegangan yang dikeluarkan dan juga seberapa besar tingkat keausan pada sikat karbon dan juga slip ring pada alternator. Setelah didapatkan data  penelitian dilakukan analisis sesuai dengan buku penunjang. Pengumpulan data juga dilengkapi dengan wawancara dengan ahli, dan brosur karakteristik sikat dari perusahaan produsen sikat karbon.  Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa sikat karbon yang paling cocok untuk aplikasi alternator pada mobil Mitsubishi L 300 adalah sikat dengan ketentuan tingkat ketahanan tekan yang tinggi, apparent density yang tinggi, berbahan tembaga dan graphite (electro-graphite) dan mempunyai nilai hambatan yang rendah.
Rancang Bangun Alat Penguji Karakteristik Pengaman Arus Lebih Berkapasitas Maximum Sutedjo, ; Indhana Sudiharto,
Teknika Vol 11, No 1 (2010)
Publisher : Teknika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Mini Circuit Breaker (MCB) dan Thermal Over Load(TOR) merupakan pengaman gangguan arus lebih pada jaringan listrik, karena MCB dan TOR memiliki kinerja yang baik untuk mengamankan jaringan listrik dari gangguan arus lebih. MCB maupun  TOR perlu diuji secara berkala untuk mengetahui karakteristik kondisi terbaru peralatan tersebut. Sehingga dapat diketahui karakteristik waktu kerja yang baru. Prinsip utama pengujian karakteristik MCB atau peralatan pengaman arus lebih yang lain  adalah mengalirkan arus  yang bervariasi ke peralatan tersebut, sehingga akan diketahui karakteristik waktu kerjanya. Pada umumnya pengujian karateristik MCB melakukan pembebanan secara manual, merubah arus dengan cara merubah beban dan menghitung waktu dengan pencatat waktu secara terpisah. Pada penelitian ini dibuat rangkaian pengontrol gelombang penuh satu fasa yang difungsikan sebagai peralatan penguji karakteristik pengaman arus lebih yang bekerja secara otomatis. Rangkaian yang dapat digunakan rangkaian pengontrol gelombang penuh satu fasa dengan beban resistif. Komponen utama adalah dua buah SCR (Silicon Controlled Rectifier) yang dirangkai secara bidirectional. Dan mikrokontroller sebagai pengatur besarnya arus yang diinjeksikan dan mencatat waktu kerja/trip peralatan yang diuji
Rancang Bangun Thermometer Digital Menggunakan Sensor IC LM35 Noor Tjahjono,
Teknika Vol 11, No 1 (2010)
Publisher : Teknika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Dalam makalah ini dibahas tentang rancang bangun thermometer digital menggunakan sensor IC LM35. IC LM35 banyak digunakan dalam alat-alat pendeteksi suhu karena memiliki sifat antara lain linieritas yang tinggi, rentang pengukuran yang lebar, dan disipasi panas yang rendah. Sistem thermometer digital yang dibuat memiliki beberapa bagian, yaitu bagian transduser, konverter A/D, multiplekser, decoder BCD to seven segment, display seven segment, dan  rangkaian catu daya. Dari hasil uji coba secara empirik diketahui bahwa alat yang dibuat mampu mendeteksi perubahan temperatur dari 0oC sampai dengan 99oC.
Pemanfaatan Energi Limpasan Air Untuk Pembangkit Listrik Microhydro Di Bozem Morokrembangan Surabaya Subuh Isnur Haryudo,
Teknika Vol 11, No 1 (2010)
Publisher : Teknika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini ditujukan untuk mengkaji potensi energi yang dibangkitkan untuk menggerakkan generator dalam upaya mencari sumber daya listrik alternative. Penggunaan data primer dalam system kerja instrument digunakan didalam pembuatan prototipe sebagai pembanding potensi energi yang tersedia dan mengujicobakan pada lokasi penelitian. Dengan pembuatan prototipe akan dihasilkan kajian dan inovasi baru dalam penyedian energi alternative di tempat yang tidak lazim dalam penempatan pembangkit Microhydro yaitu di daerah Bozem. Prediksi potensi energi teoritis tahunan bozem Morokrembangan Surabaya adalah 29.370 KWH untuk tiap pintu dan total 6 pintu adalah 176.220 KWH, musim hujan 25.900 KWH musim kemarau 14.500 KWH dan musim pancaroba 80.800 KWH sedangkan hasil ujicoba prototipe potensi energi yang ada bisa dikembangkan lebih lanjut.

Page 8 of 11 | Total Record : 104