cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI)
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 1,420 Documents
Pencarian Data Buku di Perpustakaan Berbasis PHP Audyati Gany; Sofyan Sofyan
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2006
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perangkat lunak berupa fasilitas pencarian data yang diaplikasikan untuk perpustakaan, dibuat dengan menggunakan bahasa pemograman HTML dan PHP, yang ditunjang oleh Apache Web Server dan MySQL sebagai database, akan membantu pengguna jasa perpustakaan dalam mencari informasi suatu buku yang diinginkan dan pengguna pun dapat saling berinteraksi dengan cara memberikan opininya mengenai kualitas suatu buku yang tampilan dari opini tersebut berupa rating dari tiap judul buku.Kata kunci: PHP, MySQL, HTML.
GLOBAL PASSWORD UNTUK KEMUDAHAN DI DALAM PENGGUNAAN, PENGONTROLAN, DAN KEAMANAN SISTEM Untung Rahardja; Valent Setiatmi
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2010
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Authentication diterapkan di dalam sistem informasi untuk menjaga kerahasiaan dan keamanan data. Cara yangumum digunakan adalah melalui pemberian password. Akan tetapi, proses authentication seperti ini justrudapat menimbulkan ketidaknyamanan baik bagi user maupun administrator, yakni apabila berada padalingkungan yang memiliki banyak sistem berbeda, dimana pada masing-masing sistem tersebut menerapkanproses authentication yang berbeda satu sama lain. Melalui metode global password, seorang user tidak harusmemasukkan password berulang-ulang untuk masuk ke dalam beberapa sistem sekaligus. Di samping itu,administrator juga tidak perlu menyesuaikan data pada masing-masing database sistem apabila terjadiperubahan terhadap data seorang user. Dalam artikel ini, diidentifikasikan masalah yang dihadapi perusahaandalam hal authentication menggunakan password pada sistem informasi berbasis web, didefinisikan 7 ciri khasdari konsep authentication dengan metode global password sebagai langkah pemecahan masalah, danditetapkan manfaat dari penerapan konsep baru tersebut. Selain itu, ditampilkan listing program yang ditulismenggunakan script ASP serta implementasinya pada Students Information Services (SIS) Online JRS diPerguruan Tinggi Raharja. Dalam metode global password, tidak hanya level keamanan yang diperhatikan,namun juga kenyamanan dan kemudahan baik dalam proses penggunaan maupun pada saat pengendalian.Kata Kunci: global password, authentication, keamanan, database, sistem informasi
Review Teknik, Teknologi, Metodologi dan Implementasi Pengenalan Gestur Tangan Berbasis Visi Andi Sunyoto; Agus Harjoko
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2014
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Semakin berkembangnya teknologi komputer dan pemanfaatannya dimasyarakat, model interaksi konvensional (mouse dan keyboard) akan menjadi hambatan pemanfaatan arus informasi antara manusia dan komputer. Pengenalan gestur berbasis visi menjadi alat yang alami untuk mensupport efisiensi dan intituitif interaksi antara manusia dan komputer. Pengenalan gestur (gesture recognition) adalah untuk mengenali makna dari ekpresi gerakan manusia, temasuk didalamnya tangan, lengan, wajah, kepala, dan atau tubuh. Pengenalan gestur tangan membantu mencapai peningkatan kemudahan yang diinginkan untuk interaksi manusia dan komputer (human computer interaction). Hal ini menjadi motivasi para peneliti dalam menganalisa computer vision-based dan interpretasi gestur tangan sebagai ranah penelitian. Penelitian ini menganalisa literatur tentang interaksi visual dari gestur tangan dalam kontek perannya dalam interaksi manusia dan komputer. Gestur tangan dapat diimplementasikan untuk aplikasi bahasa isyarat, rehabilitasi medis, vitual reality, dan game. Beberapa algoritma digunakan dalam pengenalan gestur meliputi hidden markov model, fuzzy clustering, jaringan syaraf tiruan. Pada tulisan ini membahas review tentang pengenalan gestur tangan berbasis visi meliputi teknik, metodologi, teknologi, dan implementasinya.
Aplikasi Customer Relationship Management pada H2O Boutique Yulia Yulia; Shinta Wijaya; Oviliani Y. Yuliana
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2013
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Customer Relationship Management (CRM) merupakan strategi pemasaran perusahaan dalam menciptakan dan mempertahankan hubungan dengan pelanggannya. Butik H2O merupakan salah satu butik di Surabaya yang telah dikenal di kalangan remaja putri. Butik H2O ingin mencitrakan dirinya sebagai salah satu butik yang unik dan berbeda dari butik lainnya dengan memberikan pelayanan yang lebih baik dan memuaskan bagi tiap pelanggannya. Aplikasi CRM merupakan strategi yang muncul sebagai jawaban atas semakin ketatnya persaingan dan tingginya tuntutan konsumen terhadap tingkat layanan perusahaan yang dapat membantu pemilik perusahaan agar lebih dekat dan mengerti selera tiap pelanggannya. Hasil yang dicapai adalah sebuah sistem informasi yang dapat mengelola data pelanggan, promosi produk, transaksi penjualan dan pembelian, beberapa layanan bagi pelanggan untuk membina hubungan baik dengan pelanggan. Penerapan aplikasi ini diharapkan dapat meningkatkan jumlah pelanggan baru serta memberi layanan yang baik bagi pelanggan yang ada.
PERANCANGAN PEMILIHAN SISTEM INFORMASI PENJUALAN DI PT X DENGAN MENGGUNAKAN METODE CUT OFF POINT DAN AHP Yani Iriani
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2012
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. X merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dibidang penjualan pakaian kaos,celana,dan asesoris lainnya. Sistem penjualan perusahaan saat ini sering kali mengalami masalah-masalah yang akhirnya akan memperlambat proses penjualan. Masalah yang sedang dihadapi perusahaan saat ini adalah data penjualan perusahaan sering hilang, waktu pelayanan yang lama, belum adanya prosedur penjualan yang memadai, waktu pembuatan laporan yang cukup lama. Berdasarkan permasalahan-permasalahan yang dihadapi tersebut maka perlu dilakukan analisis keputusan terhadap kebutuhan sistem informasi penjualan.Oleh karena itu tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan pemilihan sistem informasi penjualan dengan pertimbangan yang lebih komprehensif dan obyektif sesuai dengan kebutuhan. Metode Cut off Point akan digunakan dalam hal memilih kriteria berdasarkan opini sejumlah responden/pengambil keputusan dengan memberikan indeks terhadap derajat kepentingan masing-masing kriteria dan dipergunakan sebagai komponen pembangun struktur hirarki Analytical Hierarchy Process (AHP).Berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan pendekatan metode cut-off point dan Analytical Hierarchy Proces (AHP) menunjukan bahwa sistem informasi dapat dijalankan dengan memperhatikan faktor-faktor yang dipentingkan dan seluruh aktor yang terlibat dalam rancangan system informasi penjualan
Optimalisasi Penjadwalan Audit di Inspektorat Daerah Kabupaten Cianjur Menggunakan Algoritma Genetika Alvi Yudistira; Esmeralda C. Djamal; Rezki Yuniarti
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2017
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program kerja Inspektorat Daerah kabupaten Cianjur salah satunya adalah audit ke 192 unit setiap tahunnya. Biasanya audit dilakukan 24 putaran dalam setahun, dengan delapan tim paralel, masing-masing tim berjumlah enam orang. Dari ketersediaan 55 orang Auditor, tidak mudah menjadwalkan audit mengingat terdapat persyaratan seperti spesifikasi tiap posisi yang tersedia, jumlah maksimum dan mininum frekuensi pemeriksaan Auditor serta tim yang sama tidak diperkenankan memeriksa dua putaran berurutan yang merupakan peraturan audit yang berlaku. Salah satu metode optimalisasi yang mempunyai keunggulan mendapatkan kombinasi yang memenuhi syarat tanpa harus mencoba seluruh kemungkinan adalah Algoritma Genetika. Penelitian ini telah membangun sistem optimalisasi penjadwalan audit di lingkungan Inspektorat Daerah kabupaten Cianjur menggunakan Algoritma Genetika. Sistem yang dibangun diujikan dengan dua kondisi masing-masing sebanyak 8 kali dengan 10000 evolusi. Pertama diuji mengunakan metode persilangan 24 titik, diperoleh pelanggaran terkecil sebesar delapan dan rata-rata pelanggaran sebesar 22. Kedua diuji mengunakan metode persilangan di antara dua titik, diperoleh pelanggaran terkecil sebesar 11 dan rata-rata pelanggaran sebesar 22. Pelanggaran tersebut terjadi pada aturan keempat dan kelima yang masih dapat ditoleransi. Solusi tersebut diperoleh cukup cepat yaitu dalam waktu 74 detik. Sistem telah diimplementasikan dalam perangkat lunak sehingga dapat digunakan di lingkungan Inspektorat Daerah kabupaten Cianjur.
Pengembangan Metoda Self Tuning Parameter PID Controller dengan Menggunakan Genetic Algorithm pada Pengaturan Motor Induksi sebagai Penggerak Mobil Listrik Era Purwanto; Ananto Mukti Wibowo; Soebagio Soebagio; Mauridhi Hery Purnomo
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2009
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada saat ini PID kontroller masih banyak digunakan di berbagai sektor industri, karena ketangguhannyauntuk menghandel permasalahan yang ada di industri, tetapi terdapat satu kekurangan yaitu metode tuning,proses tuning harus dilakukan dengan cara coba - coba. Prosedur tuning lebih banyak dilakukan secara manualdengan metode trial and error yang belum tentu benar, untuk mengatasi permasalahan tersebut dibutuhkansuatu pendekatan alternatif yang dapat mencapai suatu tingkat automasi dari proses tuning dan orang yangmelakukan proses tuning tidak harus memiliki pengetahuan luas mengenai sistem pengaturan. Dalam kasus inimetode alternatif yang digunakan adalah Genetic Algorithm (GA). GA diimplementasi untuk mendapatkankombinasi parameter P,I, dan D dari kontroler PID dalam simulasi pengaturan kecepatan motor induksi tigafasa sehingga kecepatan motor dapat dipertahankan agar sama dengan kecepatan referensi dalam steady-state.Hasil dari simulasi yang dilakukan menunjukkan bahwa repons kecepatan yang dihasilkan sangatlah bagus.Kata Kunci: self-tuning, genetic Algorithm,dq-model,vector control
Rancangan Model Manajemen Pengetahuan untuk Mendukung Proses Pembentukan Tim Proyek Teknologi Informasi Azhari Azhari; Retantyo Wardoyo
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2005
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada makalah ini telah dikaji dan dianalisis pemanfaatan sistem manajemen pengetahuan dalam upayamengembangkan sebuah model pengetahuan anggota tim proyek-proyek untuk perusahaan teknologi informasi.Model manajemen pengetahuan yang dirancang terutama bertujuan untuk menangani atau memfasilitasi prosespenciptaan, pengaksesan, dan pemanfaatan kembali data, informasi atau pengetahuan-pengetahuan dari setiapanggota tim yang terlibat dalam proyek-proyek perusahaan. Secara menyeluruh, rancangan dari arsitektursistem manajemen pengetahuan tim proyek ini terdiri dari komponen-komponen master data proyek dananggota; basisdata karakteristik pengetahuan tim proyek yang berisi kemampuan, keahlian, kemajuan anggotatim; basisdata kriteria penentuan dan penilaian pengetahuan. Kemudian modul-modul agen seperti untukmanajemen askes pengetahuan, proses pemilihan, pembentukan dan pengalokasian posisi anggota tim ke dalamrencana proyek-proyek, serta model evaluasi kinerja tim berdasarkan produktivitas hasil kerja yang dicapai.Hasil utama dari rancangan model manajemen pengetahuan tim proyek ini adalah karakteristikkarakteristikpengetahuan dari semua anggota tim proyek dapat disimpan, bertambah dan berkembangmenyesuaikan menjadi pengetahuan tim lebih terkini. Sehingga dengan penerapan model manajemenpengetahuan tim proyek, pengetahuan-pengetahuan dapat dimanfaatkan secara bersama-sama sesuai denganbentuk pola yang diinginkan. Baik oleh para manager proyek perkantoran, manajer proyek, maupun setiapanggota tim internal dan eksternal. Bagi para manajer proyek perkantoran, pengetahuan tim dimanfaatkanuntuk lebih memudahkan melakukan analisis dan merencanakan pembentukan tim proyek-proyek perusahaanyang semakin lebih handal, sinergis, terpadu, berkualitas, dan seimbang. Terutama mengoptimalkanpemanfaatan ketersediaan sumber daya manusia perusahaan yang terbatas dalam menangani proyek-proyekperusahaan. Di samping itu, model manajemen pengetahuan ini juga dapat diakses oleh seluruh anggota timproyek baik internal maupun eksternal.Kata-kunci: Multiproject Team Building, IT Project Management, Human Resource Management, KnowledgeManagement, Intelligent Agent.
Prototype of Knowledge Management System for the Higher Education Institution in Indonesia Ilyas Nuryasin; Yudi Prayudi; Teduh Dirgahayu
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2013
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In this paper, we propose a model of knowledge management for higher education institution in Indonesia. The model consists of five processes (i.e. capturing, structuring, storing, disseminating and implemetation) and six critical success factors (i.e. vision, culture, management support, technology, education and motivation, and maintenance). Based on the model, we develop a prototype of knowledge management system that accomodates activities and processes in higher education institutions. The prototype is designed to support organization learning and can be used as knowledge repository in the organization.
Perencanaan Arsitektur Enterprise Penyelengaraan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Usulan: Dinas Perijinan) Sri Agustina Rumapea; Kridanto Surendro
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2007
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi dan sistem informasi di Indonesia saaat ini tidak hanya dimanfaatkan olehdunia industri tetapi juga dimanfaatkan oleh pemerintah dalam melakukan perannya menjalankanpemerintahan. Tetapi sayang fenomena yang terjadi adalah investasi yang besar di bidang TI dan SI seringkalitidak dibarengi dengan manfaat yang diperoleh oleh pemerintah (enterprise). Salah satu penyebabnya adalahpembangunan sistem informasi dilakukan tanpa membuat cetak biru enterprise terlebih dahulu sebagailandasan bagi pengembangan sistem informasi. Sehingga dengan perkembangan enterprise yang semakinkomplek mengharuskan enterprise tersebut melakukan kustomisasi terus-menerus terhadap sistem informasiyang telah dibangun yang tentu saja membutuhkan dana yang tidak sedikit. Duplikasi sistem informasi, tidakadanya integrasi sistem informasi yang satu dengan yang lain, plaftform yang berbeda antar tiap sisteminformasi juga menjadi faktor penyebab kegagalan suatu enterprise mendapatkan manfaat yang optimal daripengunaan TI dan SI.Suatu enterprise yang tumbuh dan menjadi lebih kompleks membuat management melakukan permintaanyang semakin besar terhadap fungsi sistem informasi. Mereka membutuhkan untuk dapat melakukan aksesterhadap data kapanpun dan dimanapun dengan mudah, akurat dan konsisten di seluruh departemen, sisteminformasi yang cepat mengikuti perubahan kondisi bisnis, dan dapat melakukan sharing data antar tiapdepartemen. Karena itu suatu cetak biru dari enterprise menjadi hal yang sangat penting untuk dibangunsebagai landasan dalam memanfaatkan IT dan SI yang digunakan untuk mencapai tujuan bisnis enterprisedengan menghasilkan informasi yang berkualitas. Kualitas ini harus direncanakan.Perencanaan Arsitektur Enterprise merupakan pendekatan yang modern untuk melakukan perencanaanterhadap kualitas data dan mencapai misi SI dan merupakan proses dalam mendefinisikan sejumlah arsitekturuntuk mengunakan informasi dalam mendukung bisnis dan rencana untuk mengimplementasikan arsitekturtersebut. Dari definisi diatas ada tiga hal penting yang perlu diperhatikan dalam Perencanaan ArsitekturEnterprise adalah, yang pertama adalah sejumlah arsitektur yang ditetapkan adalah arsitektur data, arsitekturaplikasi dan arsitektur teknologi. Arsitektur dalam kontesks ini adalah sebuah cetak biru, gambaran ataupunmodel.Enterprise dalam penelitian ini adalah penyelengara pelayanan perijinan satu pintu. PenyelenggaraanPelayanan Terpadu Satu Pintu adalah kegiatan penyelenggaraan perizinan dan non perizinan yang prosespengelolaannya mulai dari tahap permohonan sarnpai ke tahap terbitnya dokumen dilakukan dalam satutempat. Perubahan sistem penyelengaraan membutuhkan proses penyesuaian diantaranya adalah pembentukanorganisasi, proses bisnis, perumusan peraturan daerah, perancangan infrastruktur dan teknologi informasi,perancangan sistem informasi, dan pembentukan unit dan fasilitas organisasi. Pengembangan sistem informasidiharapkan dapat menjadi alat yang dapat membantu percepatan pencapaian tujuan Penyelengaraan PTSP.Cetak biru yang dihasilkan dengan Perencanaan Arsitektur Enterprise selanjutnya dapat digunakansebagai landasan dalam pengembangan Sistem Informasi sehingga diharapkan Sistem Informasi yang dibangundapat align, support dan fit dengan enterprise yang dalam hal ini adalah Dinas Perijinan sebagaipenyelenggara PTSP.Kata kunci: Perencanaan Arsitektur Enterprise, Arsitetur Data, Asitektur Aplikasi, Arsitektur Teknologi, CetakBiru, Sistem Informasi

Page 61 of 142 | Total Record : 1420