cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI)
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 1,420 Documents
Penggunaan DHCP Relay Agent untuk Mengoptimalkan Penggunaan DHCP Serverp pada Jaringan dengan Banyak Subnet Rudy Adipranata; Ibnu Gunawan
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2005
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada jaringan TCP/IP yang mempunyai jumlah komputer cukup banyak, diperlukan sebuah cara untukmengatur IP address pada masing-masing komputer tersebut dengan efisien. Pengaturan secara manual padamasing-masing komputer akan membebani tugas administrator jaringan yang bersangkutan. Masalah ini dapatdiatasi dengan menggunakan DHCP server. Dengan menggunakan DHCP server, maka IP address akandiberikan secara otomatis ke komputer yang terhubung aktif dalam jaringan tersebut.Tetapi pada jaringan komputer yang mempunyai banyak subnet, dengan hanya menggunakan DHCPserver, pada masing-masing subnet harus dipasang DHCP server karena setiap DHCP server hanya dapatmelayani komputer yang berada pada subnet dimana dia berada. Hal ini tentu tidak efisien karena harus adakomputer yang dialokasikan sebagai DHCP server pada masing-masing subnet. Untuk mengatasi hal ini, dapatdilakukan dengan menggunakan DHCP relay agent.DHCP relay agent ini bertindak sebagai penerus permintaan IP address dari masing-masing komputerpada subnet yang bersangkutan ke DHCP server yang ada pada jaringan, dimana DHCP server tersebut dapatterletak pada subnet yang berbeda. Jadi hanya diperlukan sebuah DHCP server yang dapat digunakan untukmelayani permintaan IP address dari masing-masing komputer pada seluruh subnet yang berada pada jaringantersebut. Pada makalah ini akan dibahas cara pengaktifan dan konfigurasi DHCP relay agent pada sistemoperasi Microsoft Windows Server 2003.Kata kunci: DHCP relay agent, server, jaringan komputer.
Perancangan Algoritma Load Balancing pada Topologi Dynamic Tree Jaringan Grid Computing Irfan Darmawan; Kuspriyanto Kuspriyanto; Yoga Priyana
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2009
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beban kerja dan manajemen infrastruktur merupakan fungsi utama yang diperlukan dalam suatu layananinfrastruktur komputasi grid. Dalam meningkatkan throughput infrastruktur grid, beban kerja (workload) suatuinfrastruktur dalam suatu jaringan perlu diperhatikan. Melihat perubahan pada topologi secara dynamic yaitudengan adanya penambahan atau pengurangan infrastruktur. Untuk merealisasikan tujuan di atas, strategi danalgorima load balancing telah direalisasikan. Beberapa strategi yang telah dibuat dengan mengasusikansekumpulan infrastruktur yang homogen yang dihubungkan dengan jaringan homogen. Dalam komputasi gridharus diperhatikan masalah-masalah heterogeneity, scalability and adaptability yang merupakan persoalanutama dalam suatu proses penentuan beban kerja suatu infrastruktur. Topologi dynamic adalah topologi yangterjadi karena adanya perubahan pada struktur arsitektur jaringan yang diakibatkan penambahan danpengurangan infrastruktur, yang akan mempengaruhi terhadap routing data. Pada paper ini, akan dibangunsuatu algoritma beban kerja pada komputasi grid. Didasarkan pada model topologi tree, algoritma yang akandibangun memiliki cirri-ciri: (i) topologi tree berlapis, (ii) mendukung heterogenitas dan scalable, dan (iii)secara umum tidak tergantung pada arsitektur grid pada umumnya.Kata kunci : Beban Kerja, Komputasi Grid, Dynamic Topologi
Pemodelan Learning Object Recommender berdasarkan Prior Knowledge pada Student Centered e-Learning Environment Harry B. Santoso; Zainal A. Hasibuan; Rendra Rahmatullah
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2008
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam proses pembelajaran seringkali diasumsikan bahwa pembelajar memiliki prior knowledge yangsama. Padahal dalam realitasnya tidaklah selalu demikian. Disinilah urgensinya fasilitas sistemperekomendasian bahan ajar (learning object recommender systems) untuk meningkatkan kualitas interaksidalam hal ini kegiatan diskusi dalam mengkonstruksi pengetahuan baru dengan mekanisme pengayaan priorknowledge pembelajar. Tulisan ini bertujuan untuk memperkenalkan sistem yang akan memberikan rekomendasibahan ajar berdasarkan informasi tentang prior knowledge pembelajar. Prior knowledge dapat diidentifikaasimenggunakan pre-test, mid-test, dan post-test assessment. Tiga tahapan assessment ini sangat berguna sebagaiinput sistem. Penelitian tahap awal ini sejalan dengan sistem e-Learning yang telah diimplementasikan saat inidi Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, yaitu Student Centered E-Learning Environment (SCELE)yang dikembangkan menggunakan Learning Management System berbasis open source, yaitu Moodle.
Aplikasi Algoritma Genetika untuk Penentuan Komposisi Bahan Pangan Harian Tedy Rismawan; Sri Kusumadewi
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2007
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah penentuan komposisi bahan pangan yang baik untuk dikonsumsi sehari-hari merupakan suatumasalah yang terlihat kecil namun sebenarnya sangat penting untuk kesehatan tubuh. Algoritma genetika yangmemiliki kehandalan dalam menghasilkan output yang optimal, dapat dimanfaatkan untuk masalah tersebut.Pada penelitian ini digunakan 138 data bahan pangan beserta kandungannya yang akan digunakan untukpengujian. Data-data tersebut akan diproses dengan metode algoritma genetika yang di dalamnya terdapatproses inisialisasi, evaluasi, rekombinasi, pindah silang dan mutasi. Dari data tersebut akan dibentuk sebuahpopulasi yang memiliki ukuran populasi sebesar 20 dan setiap kromosom memilki 10 gen dimana nilai masingmasingdari setiap gen merupakan indeks nomor bahan pangan pada basis data. Nilai probabilitas pindahsilang dan mutasi yang digunakan adalah 0.7 dan 0.05. Kombinasi bahan pangan terbaik merupakan bahanpangan yang apabila dijumlahkan masing-masing kandungan nutrisinya akan menghasilkan nilai yang palingdekat dengan jumlah kebutuhan dari setiap jenis kandungan nutrisi makanan yang diperlukan dalam sehari.Nilai jumlah kebutuhan secara keseluruhan untuk masing-masing bahan pangan diperoleh dengan perhitunganmenggunakan rumus yang ada.Kata kunci: Algoritma Genetika, Komposisi, Bahan Pangan.
IMPLEMENTASI E-LEARNING DENGAN PENDEKATAN PERSONAL LEARNING ENVIRONMENTS DAN ADDIE MODEL Arif Setiawan; Zulfah Aprilianti Trimiarsih
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2012
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan sistem e-learning pada lembaga pendidikan dan perusahaan telah banyak berkontribusi, terutama pada proses pembelajaran. Seiring pertumbuhan teknologi, khususnya internet, e-learning menjadi lebih baik dan memiliki dampak yang lebih pada pengguna. Sistem e-learning yang sedang berjalan atau sudah ada lebih identik dengan virtual classroom, yang memindahkan lingkungan pembelajaran ke dunia maya. Sehingga content learning hanya berasal dari pengajar, sedangkan pembelajar hanya dapat melakukan latihan soal dan mengambil materi pembelajaran yang disediakan. E-Learning semacam ini akan menciptakan pembelajaran yang berorientasi hanya pada hasil, bukan dari proses pembelajaran dan cenderung bersifat satu arah. Personal Learning Environments merupakan sebuah pendekatan pembelajaran e-learning yang dipengaruhi oleh perkembangan teknologi web 2.0, sehingga sering disebut juga sebagai konsep e-learning 2.0. Dengan dukungan penerapan ADDIE, yaitu salah satu pendekatan pengembangan konten yang sifatnya sistematik, linier dan dimungkinkan adanya iterasi ketika ada perubahan desain, maka sistem e-learning ini dapat menjadi optimal. Oleh karena itu dengan mengkombinasikan kedua pendekatan ini diharapkan dapat memberikan solusi, atau menambah khasanah dalam dunia e-learning agar tercipta lingkungan pembelajaran yang lebih terbuka dan bersifat kolaboratif serta mempunyai integrasi dengan layanan lain yang dapat membantu dalam proses pembelajaran. Seperti layanan web 2.0 yang sudah mulai banyak digunakan dan disukai, seperti blog, wiki, social network, social bookmarks, maupun social content yang lain. Sehingga pembelajar dapat menciptakan lingkungan pembelajaran sendiri yang bisa menambah minat untuk belajar, berkontribusi aktif dalam proses pembelajaran baik bagi dirinya maupun bagi pembelajar lain dan terciptalah pembelajaran dua arah.
Pelajaran dari Implementasi E-Government di Sragen Fathul Wahid
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2007
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberhasilan implementasi e-government di Sragen memunculkan pertanyaan tentang faktorpendukungnya.Wawancara dengan pengambil kebijakan, kajian dokumen, dan observasi lapangan menunjukkanberbagai pelajaran menarik. Keberhasilan tersebut tidak lepas dari kepemimpinan politik yang kuat dan visiyang jelas, pelibatan semua pihak, penyiapan sumberdaya manusia yang seksama, strategi implementasibertahap, pembangunan kemitraan dengan pihak eksternal, dan evaluasi yang dilakukan dengan baik.Kata kunci: e-governmet, faktor penentu keberhasilan, Sragen
Code Generator Python dari Bentuk XML Metadata Interchange (XMI) pada Unified Modeling Language (UML) 2.0 I Made Murwantara; Pujianto Yugopuspito; Johan Julianto Roestam
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2005
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Unified Modeling Language (UML) code generator tools are available to parsing UML diagrams intosource code. Currently, UML 2.0 tools that can parse into Python’s source code are still in work planningphase. This research aims to create UML code generator that can parse XML Metadata Interchange (XMI) intoPython’s source code. XMI defines the design of program using UML 2.0 standard. Design process of thisprototype uses UML standard version 2.0. On this research, algorithm for rules of parsing XMI into Python’ssource code was created.Keywords: UML, Python, Parsing
PERANCANGAN MODEL APLIKASI FUZZY DATABASE UNTUK MENANGANI KETIDAKSEMPURNAAN INFORMASI (IMPERFECT INFORMATION) PADA DATA QUESTIONER CUSTOMER RELATIONSHIP MANAGEMENT RUMAH SAKIT "X" LAMPUNG TENGAH Agus Suryana; Tri Susilowati
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2012
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam proses penerapan Customer Relationship Management pada badan usaha rumah sakit diperlukan sebuah basis data yang dapat mengakomodasi kebutuhan akan informasi yang diperlukan dalam proses penyimpan dan analisis data yang dihasilkan dalam setiap pelayanan jasa rumah sakit. Penggunaan model basis data relasional sangat efektif untuk data yang pasti dan tidak ambigu. Namun demikian pada kenyataannya, aplikasi sistem informasi rumah sakit yang menerapkan frame work CRM seringkali mengandung informasi yang tidak tepat (imprecise) dan tidak pasti (uncertain) didalamnya. Tidak konsisten, tidak tepat, tidak jelas, tidak pasti, dan dwi makna merupakan ketidaksempurnaan informasi (imperfect information) dalam basis data dan sistem informasi. Model basis data relasional yang ada saat ini tidak dapat mengakomodasi informasi yang tidak sempurna sehingga diperlukan sebuah pengembangan dan penyempurnaan model basis data relasional yang dapat memenuhi kebutuhan itu. Pada penelitian ini questioner kepuasan dan loyalitas pasien rumah sakit merupakan proses yang sangat menarik dalam menggali dan menganalisa informasi apa yang dirasakan (percept value) pasien terhadap produk pelayanan rumah sakit. Query Fuzzy Database dapat mengukur satisfaction degree dari query databases secara lebih natural sesuai dengan kondisi dan kebutuhan dari user.
Optimalisasi Pemilihan Rute Ziarah Makam Para Wali di Pulau Jawa Menggunakan Algoritma Genetika Rizki Abdilah; Esmeralda C Djamal; Agus Komarudin
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2018
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyebaran agama Islam di Indonesia tidak lepas dari perjuangan para Wali yang tersebar di wilayah Indonesia tidak terkecuali pulau Jawa, tersebarlah para Wali di setiap kota yang ada di Indonesia sampai dengan wafat dan dimakamkan di kota yang mereka tempati. Hingga saat ini banyak sekali para peziarah yang datang hanya untuk berziarah dan mengenang jasa para Wali. Namun karena wilayah yang luas dan jumlah tempat yang banyak maka kerap kali terjadi keterlambatan waktu karena pemilihan rute yang kurang tepat dan mengakibatkan bahan bakar yang melebihi dari perkiraan. Oleh karena itu diperlukan sistem yang dapat memilih rute yang sesuai dengan persyaratan dan dapat memperkirakan alokasi bahan bakar. Algoritma Genetika adalah salah satu metode optimalisasi dalam beberapa kasus diantaranya adalah pemilihan rute. Sistem yang dibangun dapat memberikan rute yang baik bedasarkan jarak terdekat dan waktu tempuh tercepat untuk melakukan ziarah pada 40 titik makam yang ada di pulau Jawa. Mengadopsi proses genetika pada manusia tahapan mulai dari pembentukan kromosom untuk selanjutnya memasuki proses seleksi, persilangan dan mutasi hingga menghasilkan banyak generasi dan mengambil kromosom yang paling mendekati persyaratan. Setelah dilakukan pengujian sebanyak 10 kali pengujian dengan penghentian generasi, menghasilkan nilai kecocokan 930.032 pada generasi ke 41 dengan waktu yang dihabiskan sebanyak 18 menit. Sehingga menghasilkan rute yang optimal dengan menampilkan jarak, waktu, dan alokasi bahan bakar yang diperlukan. Diharapkan sistem dapat membantu para peziarah baik individu maupun dari perusahaan travel untuk menentukan rute yang paling optimal.
Pembuatan Aplikasi Pengolah Kata Sederhana Rila Mandala; Debby Paseru; Alfonso Mario Tumewu
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2007
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi yang berkembang saat ini, membuat perubahan yang besar bagi kehidupan manusia.Kemampuan komputer untuk mengolah data dan informasi sudah sangat baik. Contoh aplikasi yang seringdigunakan dalam mengolah kata adalah Microsoft Word milik Microsoft. Dan untuk pengunaannya pun, tidaklepas dari pembayaran lisensi kepada Microsoft. Hal ini tentu merupakan hal yang berat bagi sebagiankalangan, mengingat biaya yang dibutuhkan untuk membayar lisensi ini tidaklah kecil. Salah satu cara untukmengatasi masalah sebagian kalangan ini (pembayaran lisensi), adalah dengan membuat suatu aplikasiperangkat lunak pengolah kata sederhana dengan fitur-fitur yang umum digunakan dan yang bersifat freeware,artinya tidak perlu membayar lisensi jika ingin menggunakannya. Dalam membangun suatu aplikasi perangkatlunak, dibutuhkan suatu metodologi pengembangan sistem. Untuk itu, dalam mengembangkan aplikasiperangkat lunak pengolah kata sederhana ini, digunakanlah metodologi Rapid ApplicationDevelopment (RAD)dengan Unified Modelling Language (UML) sebagai alat bantu pemodelan datanya. Aplikasi perangkat lunakini dibuat dengan menggunakan bahasa pemrograman Microsoft Visual Basic 6.0 Enterprise Edition.Aplikasi perangkat lunak pengolah kata sederhana ini dibuat untuk membantu pengguna dalam mengolahkata/mengetik artikel dengan menyediakan fitur-fitur yang umum digunakan dan menambahkan fitur keamananuntuk data hasil olahan pengguna, serta memberikan kebebasan bagi pengguna dari segi biaya.Kata kunci: Perangkat lunak, Pengolah kata, RAD, UML, lisensi.

Page 87 of 142 | Total Record : 1420