cover
Contact Name
Uni Tawangsasi
Contact Email
ej_swara@upi.edu
Phone
+6285899792376
Journal Mail Official
ej_swara@upi.edu
Editorial Address
Universitas Pendidikan Indonesia Jl. Setiabudhi No. 229 Bandung, 40154
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
SWARA - Jurnal Antologi Pendidikan Musik
ISSN : 28072677     EISSN : 28072502     DOI : -
1. Musik 2. Pendidikan Seni Musik 3. Pembelajaran Seni Musik 4. Komposisi Musik 5. Penelitian Seni Musik 6. Pertunjukan Seni Musik 7. Seni Musik Tradisional 8. Musik Komputer 9. Musik Kontemporer 10. Musik Barat
Articles 131 Documents
PENERAPAN METODE DRILL PADA KEYBOARD UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN IRINGAN DALAM KEGIATAN EKSTRAKURIKULER DI SDN 1 CITALANG PURWAKARTA Haneu Fuzi Astuti; Tono Rachmad Pudjo Harto
SWARA - Jurnal Antologi Pendidikan Musik Vol 1, No 1 (2021): ANTOLOGI PENDIDIKAN MUSIK
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Musik UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berjudul “Penerapan Metode Drill pada Keyboard untuk Meningkatkan Kemampuan Iringan dalam Kegiatan Ekstrakurikuler di SDN 1 Citalang Purwakarta”, didasari karena di sekolah tersebut tidak ada guru yang bisa melatih siswa-siswinya dalam memainkan alat musik keyboard. Oleh karena itu peneliti mempunyai keinginan agar ada siswa dan siswi dari SDN 1 Citalang yang bisa mengiringi keyboard untuk berbagai kebutuhan seperti untuk kegiatan upacara bendera, pelombaan musik dan sebagainya. Hal ini juga didasari oleh kebijakan dari sekolah tersebut bahwa perlu dibuka kegiatan ekstrakurikuler keyboard untuk peningkatan pembelajaran dalam kegiatan ekstrakurikuler, dengan harapan kelak dapat digunakan pula untuk kegiatan intrakurikuler maupun untuk mengikuti lomba-lomba musik di luar sekolah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam mengiringi lagu. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian tindakan kelas (PTK) dengan menggunakan pendekatan kualitatif yang dilaksanakan dalam dua siklus. Partisipan yang menjadi subjek penelitian yaitu siswa kelas empat yang terdiri dari empat orang siswa pada siklus pertama dan dua orang siswa pada siklus kedua. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari proses pelatihan ekstrakurikuler keyboard ini yaitu kehadiran siswa, penguasaan materi dan perbandingan antara pre test dengan post test berdasarkan hasil pengamatan peneliti dengan observer.Kata Kunci:  metode drill, keyboard.
PELATIHAN MUSIK REBANA PADA KEGIATAN EKSTRAKURIKURER DI SDN MEKARSARI KECAMATAN CIPANAS KABUPATEN CIANJUR DALAM MEMPERTAHANKAN PRESTASI JUARA LOMBA Asrul Annas; Sukanta Sukanta
SWARA - Jurnal Antologi Pendidikan Musik Vol 1, No 3 (2021): ANTOLOGI PENDIDIKAN MUSIK
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Musik UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berjudul “Pelatihan Musik Rebana Pada Kegiatan Ekstrakurikurer di SDN Mekarsari Kecamatan Cipanas Kabupatn Cianjur Dalam Mempertahankan Prestasi Juara Lomba”. Penelitian ini yang bertujuan untuk mengkaji tentang proses pelatihan yang dilakukan dan hasil prestasi yang telah didapatkan dalam proses pelatihan musik rebana pada kegiatan ekstrakurikurer. Kegiatan ini adalah wujud kepedulian lembaga pendidikan terhadap pengembangan minat siswa dalam bidang musik. Selain itu pelatihan ekstrakurikurel musik rebana sangat kental dengan kegiatan islami baik dalam pelatihan musik rebana maupun vokal sholawatan. Dengan adanya kegiatan pelatihan musik rebana, siswa cenderung akan lebih mengerti akan pentingnya melestarikan dan mencintasi suatu tradisi. Adapun dukungan serta motivasi yang diberikan oleh lingkungan sekolah dan masyarakat umum yang berdampak terhadap semangat siswa untuk berlatih. Metode deskripsi digunakan untuk memperoleh data-data penelitian yang dibantu dengan teknik observasi wawancara dan dokumentasi. Temuan hasil tentang proses pelatihan diantaranya, bahwa pelatih menggunakan beberapa metode yang digunakan dalam proses pelatihan, yaitu metode ceramah, metode diskusi, metode program instruksi, metode demonstrasi, metode simulasi, dan metode diskusi. Adapun pada materi yang diberikan pelatih dalam proses pelatihan yaitu, materi mengenai variasi pola tabuh dan materi lagu yang akan digunakan, yang terakhir adalah hasil prestasi yang telah didapatkan pada proses kegiatan pelatihan musik rebana tersebut. Data disimpan melalui teknik reduksi, display, analisi, dan ferivikasi.
GAMOLAN PEKHING LAMPUNG BARAT Hutapea, Clarisa Jesika Korina Tm.; Hartono, Tono Rachmad Pujo; Supiarza, Hery
SWARA - Jurnal Antologi Pendidikan Musik Vol 3, No 3 (2023): ANTOLOGI PENDIDIKAN MUSIK
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Musik UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/swara.v3i3.33763

Abstract

Gamolan Pekhing merupakan salah satu alat musik khas Lampung yang terbuat dari bambu dan dikenal juga dengan sebutan 'cetik' oleh masyarakat Lampung. Sebagai salah satu wujud kebudayaan lisan turun-temurun masyarakat, Gamolan Pekhing dimainkan saat acara adat dan saat ini sering dikolaborasikan dengan alat musik lain. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bahan baku, proses dan hasil dari pembuatan Gamolan Pekhing Lampung Barat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang berlokasi di Way Empulu Ulu, Kabupaten Lampung Barat dan Zairi sebagai narasumber utama. Ditemukan bahwa Gamolan Pekhing buatan Zairi ini menggunakan jenis bambu betung dan hijau sebagai bahan baku utama serta menggunakan tali nilon. Proses pembuatan meliputi penjemuran, pemotongan, penghalusan, pengecatan, pelarasan dan perakitan. Hasil dari pembuatan Gamolan Pekhing yang terdiri dari tujuh bilah nada dengan laras Gimol. Penelitian ini dapat digunakan sebagai standarisasi bagi masyarakat terutama perakit Gamolan Pekhing yang ada di Lampung Barat.
PEMBELAJARAN MUSIK KONTEMPORER SECARA DARING DI SMA NEGERI 19 BANDUNG Azra Mahira Ihzadila; Yudi Sukmayadi
SWARA - Jurnal Antologi Pendidikan Musik Vol 1, No 2 (2021): ANTOLOGI PENDIDIKAN MUSIK
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Musik UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berjudul Pembelajaran Musik Kontemporer Secara Daring di SMA Negeri 19 Bandung. Pembelajaran musik kontemporer secara daring merupakan proses pembelajaran yang dikembangkan dalam mata pelajaran Seni Budaya kelas XII tahun ajaran 2020/2021. SMA Negeri 19 Bandung adalah salah satu sekolah menengah atas umum yang mampu melaksanakan pembelajaran musik kontemporer secara daring. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui serta mengungkapkan bagaimana pemilihan materi yang guru ambil, proses hingga pada pada hasil akhir pada peserta didik dalam pembelajaran yang didapat. Berdasarkan pokok bahasan yang dikaji, metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif sehingga hasil penelitian dapat dideskripsikan secara terperinci. Berdasarkan hasil penelitian, pembelajaran dilakukan secara daring dengan menggunakan aplikasi platform digital seperti Zoom Meeting dan WhatsApp. Berbagai pemilihan materi serta metode yang dilakukan guru berdampak baik pada kompetensi para peserta didik baik dari segi pengetahuan maupun hasil ujian akhir keterampilan yang dikemas dalam bentuk video secara berkelompok.Kata kunci:   Pembelajaran daring, pembelajaran musik kontemporer, video pembelajaran daring.
TEKNIK PERMAINAN VIOLIN PADA KOMPOSISI MUSIK PARTITA NO. 2 IN D MINOR BAGIAN TIGA (SARABANDE) KARYA JOHANN SEBASTIAN BACH Annisa Fauzia; Agus Firmansah; Fensy Sella
SWARA - Jurnal Antologi Pendidikan Musik Vol 1, No 2 (2021): ANTOLOGI PENDIDIKAN MUSIK
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Musik UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Partita No. 2 in D Minor untuk solo violin karya Johann Sebastian Bach ini menjadi salah satu karya penting dalam dunia musik. Komposisi ini memiliki lima bagian, salah satunya adalah Sarabande yang terdapat pada bagian tiga. Penelitian yang berjudul “Teknik Permainan Violin Pada Komposisi Musik Partita No. 2 in D Minor Bagian Tiga (Sarabande) Karya Johann Sebastian Bach” bertujuan untuk mengetahui teknik permainan violin pada komposisi ini. Penelitian difokuskan pada teknik fingering dan teknik bowing yang terdapat pada komposisi Partita No. 2 in D Minor bagian tiga (Sarabande). Untuk mengungkap hal tersebut, teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitik. Data-data diperoleh melalui studi literatur berupa partitur, buku dan jurnal terkait, dokumentasi audio-visual, dan hasil wawancara dengan narasumber. Hasil penelitian menjelaskan mengenai teknik-teknik permainan violin yang digunakan pada komposisi ini, bagaimana suara yang dihasilkan ketika memainkan teknik tersebut, serta kesan yang ingin disampaikan dari komposisi tersebut. Penelitian ini dapat menjadi referensi bagi pemain violin dan guru musik.Kata kunci : Teknik Violin, Sarabande, Partita No. 2 in D Minor, J.S Bach
STRATEGI PELATIHAN PADUAN SUARA MAHASISWA UNIVERSITAS PADJADJARAN DIMASA PANDEMI COVID-19 Irvan Damara; Rita Milyartini; Yuliandani Yuliandani
SWARA - Jurnal Antologi Pendidikan Musik Vol 1, No 2 (2021): ANTOLOGI PENDIDIKAN MUSIK
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Musik UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Paduan Suara Mahasiswa Universitas Padjadjaran telah memiliki banyak prestasi baik Nasional maupun Internasional. Akibat pandemi Covid-19 latihan paduan suara harus dilaksanakan dengan strategi khusus. Maka dari itu hal tersebut menarik untuk diteliti. Penelitian ini meliputi kajian persiapan, proses, dan hasil akhir. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Data diperoleh dengan cara observasi latihan daring, wawancara melalui call Whatsapp, dan studi dokumen. Berdasarkan hasil penelitian, paduan suara mahasiswa Universitas Padjajaran melaksanakan latihan secara daring dan dengan model blended learning. Pada pembelajaran daring, tim teknis membagikan video pelatihan kepada anggota, setelah video pelatihan dipelajari secara mandiri, lalu dilanjutkan dengan latihan perkelompok suara di setiap minggunya secara daring. Selain itu juga diterapkan pelatihan dengan model blended learning yakni kombinasi latihan luring dengan daring. Maksimal anggota yang hadir luring 30 orang, sisanya mengikuti secara simultan secara daring. Lalu setelah itu ketika pemerintah menerapkan kebijakan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) maka latihan menjadi daring kembali dengan pola yang berbeda yaitu ada kelompok kecil dan kelompok gabungan. Di masa pandemi covid-19 ternyata pelatih, pengurus dan anggota berupaya untuk tetap menyelenggarakan latihan dengan strategi pelatihan yang bervariatif menggunakan teknologi.Kata Kunci : Strategi pelatihan, paduan suara, luring, daring
ANALISIS STYLISTIC CLAUDE DEBUSSY DALAM KARYA PIANO CLAIR DE LUNE Banjarnahor, Sapto Maranapi; Gustina, Susi; Gunara, Sandie
SWARA - Jurnal Antologi Pendidikan Musik Vol 3, No 3 (2023): ANTOLOGI PENDIDIKAN MUSIK
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Musik UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/swara.v3i3.38440

Abstract

Tiada akhir pada suatu pergolakan, selalu timbul pertentangan suatu terhadap yang lainnya. Begitu juga aliran impresionisme pada periode romantik, muncul akibat pertentangan komposer-komposer saat itu menentang formalisme tradisional berupa aturan musik yang diajarkan pada instansi akademik di Paris. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis keunikan pengolahan melodi, ritmik, dan harmoni yang dilakukan Debussy dalam clair de lune  lalu kemudian mengambarkan dan mendeskripsikan temuan hasil analisis. Oleh sebab itu, penelitian inimenggunakan metode deskriptif analisis dengan pendekatan paradigma kualitatif. Ditemukan bahwa Dalam mengolah melodi, Debussy melakukan beberapa hal, seperti membuat suatu garis melodi, mengutamakan langkah second mayor dan minor, penggandaan melodi, melodi tumbuh secara organis, melodi ornamen. Dalam mengolah ritmik, Debussy menggunakan ritme aditif dan pengelompokan nada yang tidak sama. Sedangkan dalam pengolahan harmoni melakukan beberapa disonansi, open chord, appoggiatura, variasi harmoni sebagai unsur vertikal, penggunaan akor pararel, pentatonik, dan whole tone sebagai akor. Debussy membuat karya piano clair de lune sangat khas dengan gayanya sendiri dan mengolahnya secara vertikal dan horizontal. Selain itu karya ini mampu menggambarkan suatu bulan khas dengan cahayanya di malam hari yang begitu cerah, temaram, dan tenang. Hasil penelitian ini diharapkan Sebagai tambahan referensi atau bahan kajian repertoar yang dapat membantu dalam menganalisis suatu karya musik, khususnya karya Claude Debussy.Kata kunci : pergolakan, clair de lune, Claude Debussy, Moon, Stylistic
IDENTITAS MUSIKAL FARHAN REZA PAZ DALAM ARANSEMEN LAGU CINGCANGKELING FOR ACAPELLA CHOIR SATB Muhamad Abdul Azis; Susi Gustina
SWARA - Jurnal Antologi Pendidikan Musik Vol 1, No 2 (2021): ANTOLOGI PENDIDIKAN MUSIK
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Musik UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lagu Cingcangkeling sebagai salah satu kakawihan kaulinan barudak lembur di daerah Jawa Barat yang memiliki karakter ‘banyol’ telah menginspirasi beberapa arranger untuk menggubah lagu tersebut ke dalam berbagai bentuk, salah satunya ke dalam bentuk paduan suara seperti yang dilakukan oleh Farhan Reza Paz. Setiap arranger memiliki sudut pandang yang berbeda-beda terhadap lagu Cingcangkeling. Sudut pandang yang berbeda tersebut akan menghadirkan identitas musikal tersendiri di dalam karya aransemen yang telah mereka gubah. Oleh karena itu, penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui serta mengungkapkan identitas musikal dari Farhan Reza Paz dalam aransemen lagu Cingcangkeling for Acapella Choir SATB yang meliputi pengolahan melodi, pengolahan ritme, dan pengolahan timbre/warna suara. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitik, sehingga hasil dari penelitian ini ialah berupa data-data yang disajikan dalam bentuk deskripsi atau penjelasan secara terperinci mengenai informasi yang telah ditemukan selama proses penelitian. Hasil dari penelitian ini ialah identitas musikal Farhan Reza Paz dalam aransemen lagu Cingcangkeling for Acapella Choir SATB ini tersaji dalam pengolahan beberapa unsur musik, diantaranya ialah pengolahan melodi yang bervariasi, pengolahan ritme, serta pengolahan timbre/warna suara yang mampu menghadirkan suasana kekanak-kanakan dengan ‘banyolan’ yang menyenangkan sebagai hasil imajinasi dari Farhan Reza Paz sesuai dengan pengalaman masa kecilnya saat menyanyikan lagu Cingcangkeling dalam kaulinan barudak lembur.Kata kunci: Identitas musikal, aransemen, Cingcangkeling, melodi, ritme, warna suara
PENINGKATAN STAMINA BERNYANYI MELALUI AKTIVITAS FISIK ANGGOTA PADUAN SUARA GITA MUDA KIRANA KABUPATEN BANDUNG Siti Kamilah; Fensy Sella
SWARA - Jurnal Antologi Pendidikan Musik Vol 1, No 3 (2021): ANTOLOGI PENDIDIKAN MUSIK
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Musik UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hampir seluruh sekolah tingkat SMA di Kabupaten Bandung mempunyai kelompok paduan suara. Tetapi, hanya satu yang memiliki strategi pelatihan dengan menggunakan pelatihan fisik yang menyerupai semi militer yaitu Gita Muda Kirana. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana stategi pelatih dalam melaksanakan pelatihan paduan suara dengan menggunakan pelatihan fisik sebagai materi latihannya. Metode deskriptif analisis digunakan untuk mengungkap bagaimana proses pelatihan fisik tersebut diterapkan. Peneliti melakukan observasi untuk mengetahui bagaimana proses pelatihan tersebut dan juga melakukan wawancara mendalam kepada pelatih dan salah satu alumni untuk mengetahui tujuan diaplikasikan pelatihan fisik. Wawancara dilakukan melalui media Whatsapp dan aplikasi zoom karena terkendala oleh pandemi Covid-19. Hasil penelitian menunjukan bahwa aplikasi pelatihan fisik pada paduan suara memberikan efek yang baik terhadap kebugaran jasmani dan pembentukan fisik sehingga berdampak pada kualitas dan stamina  nsuara para anggotanya. Efek pelatihan fisik dalam paduan suara menjadi materi penting yang dapat berimplikasi terhadap kemampuan para anggotanya.Kata kunci : pelatihan fisik, paduan suara, strategi 
PENGGUNAAN WHATSAPP DALAM PEMBELAJARAN DARING MATA PELAJARAN SENI BUDAYA OLEH MAHASISWA PROGRAM PENGENALAN PENGALAMAN LAPANGAN SATUAN PENDIDIKAN (PPLSP) Eccles Rianda Silalahi; Sandie Gunara; Iwan Gunawan
SWARA - Jurnal Antologi Pendidikan Musik Vol 1, No 2 (2021): ANTOLOGI PENDIDIKAN MUSIK
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Musik UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam masa pandemi COVID-19, kegiatan PPLSP yang semula pembelajaran tatap muka berubah menjadi pembelajaran daring. Popularitas WhatsApp mendorong mahasiswa untuk menggunakan WhatsApp dalam pembelajaran daring mata pelajaran seni budaya. WhatsApp merupakan salah satu jejaring sosial berbasis chat yang dipakai dalam pembelajaran daring di masa pandemi COVID-19. WhatsApp merupakan salah satu alternatif pilihan aplikasi pembelajaran yang tepat di masa pandemi yang menerapkan pembelajaran daring karena WhatsApp adalah aplikasi yang sederhana dan mudah dalam pengoperasiannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan, manfaat, dan tantangan yang dirasakan oleh mahasiswa PPLSP dalam menggunakan WhatsApp dalam pembalajaran daring mata pelajaran seni budaya. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dan desain penelitian adalah survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang dibagikan kepada 68 mahasiswa yang telah melaksanakan PPLSP Kependidikan S1 Semester Genap 2020/2021. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan statistik deskriptif dengan memfokuskan pada nilai rata-rata dan persentase tiap butir angket. Hasilnya menunjukkan bahwa mahasiswa PPLSP selalu menggunakan WhatsApp untuk berkomunikasi dengan siswa dengan 63,24%. Mahasiswa PPLSP juga sangat setuju dari manfaat fitur berbagi tautan, berbagi file (PDF, dokumen, spreadsheet, slideshow, dan lain-lain), dan grup dengan nilai rata-rata 4,49, 4,44, 4,34. Adapun tantangan yang dihadapi, mahasiswa PPLSP setuju dengan kurangnya keseriusan siswa dalam berdiskusi.Kata kunci : pembelajaran daring, mahasiswa PPLSP, WhatsApp, seni budaya

Page 6 of 14 | Total Record : 131