cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue " Vol 1, No 5 (2012)" : 10 Documents clear
ANALOGI SEBAGAI SUATU METODE ALTERNATIF DALAM PENGAJARAN SAINS FISIKA SEKOLAH Hasanah, Daimul
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 1, No 5 (2012)
Publisher : PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.938 KB)

Abstract

Analogi memainkan peran yang sangat penting sebagai salah satu strategi pengajaran sains (fisika) dalam menunjang proses pembelajaran di sekolah. Strategi ini dapat digunakan sebagai salah satu metode alternatif untuk mengatasi hambatan komunikasi belajar antara guru dan siswa, khususnya jika siswa menghadapi kesulitan belajar dalam hal memahami materi ajar baru namun memiliki kemiripan alur berpikir dengan materi ajar sebelumnya. Artikel ini akan memperkenalkan dan membahas dua konsep utama, yaitu: konsep rujukan, materi ajar yang sudah dipahami sebelumnya oleh siswa; dan konsep target, materi ajar yang akan dipahamkan kepada siswa. Pembahasan kedua pada konsep tersebut akan disertai dengan beberapa contoh kasus dalam pengajaran fisika di sekolah. Tidak menutup kemungkinan bagi para guru di kelas, juga bagi para calon guru fisika, untuk memanfaatkan metode alternatif ini sebagai salah satu cara untuk meningkatkan keterampilan berpikir siswa. Selain itu, juga untuk meningkatkan pemahaman dan menghindari kesalahpahaman (miskonsepsi) bagi guru itu sendiri. Dengan demikian, pengayaan materi bahan ajar tidak hanya dapat dilakukan melalui latihan soal berulang dan berjenjang, melainkan juga dapat dilakukan dengan memperkenalkan paradigma baru agar diperoleh wawasan pemahaman materi ajar yang lebih luas dan komprehensif.Kata kunci: analogi, pengajaran dengan analogi (Teaching with Analogy, TWA).
PENGEMBANGAN MODUL IPA FISIKA SMP MATERI SUHU UNTUK SISWA TUNANETRA Arsadani Masruro, Erwin; Winarti, Winarti
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 1, No 5 (2012)
Publisher : PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (43.424 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesulita siswa tunanetra tingkat smp dalam belajar Fisika dan mengembangkan modul IPA Fisika materi Suhu untuk siswa tunanetra dalam bentuk braille.Penelitian ini adalah penelitian pengembangan atau Research and development (R&D) model prosedural, yakni model yang bersifat deskriptif, menunjukkan langkah-langkah yang harus diikuti untuk menghasilkan produk dan diadaptasi dari pengembangan perangkat model 4-D, yakni Define, Design, Develop, and Disseminate.Hasil penelitian menunjukkan minimya referensi buku yang dapat digunakan oleh siswa tunanetra dalam belajar IPA Fisika sehingga siswa hanya mengandalkan apa yang diperoleh dari guru, minimnya alat peraga yang memadai, siswa mengalami kesulitan dalam perhitungan matematis, rumus, dan analisis soal. Modul yang dikembangkan disesuaikan dengan kebutuhan siswa tunanetra.Kata kunci : Modul, Braille,Tunanetra, Fisika
ANALISIS KESULITAN SISWA DALAM MEMECAHKAN MASALAH FISIKA MENURUT POLYA Nur Jiwanto, Ikhbar; Purwanto, Joko; Murtono, Murtono
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 1, No 5 (2012)
Publisher : PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (764.384 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesulitan siswa dalam memecahkan soal fisika berdasarkan tahapan Polya kemudian memberikan solusi untuk mengatasi dan mencegah kesulitan tersebut.Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan menggunakan teknik analisa data secara induktif. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 63 siswa dari seluruh siswa kelas X SMA UII Banguntapan Bantul. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik sampling jenuh. Data pada penelitian ini diperoleh melalui observasi, wawancara, dan tes tertulis yang sering disebut teknik triangulasi. Data dari tes tertulis dianalisis berdasarkan pedoman penilaian dengan memperhatikan batas lulus ideal kemudian di persentase dari setiap tahapan-tahapan Polya sehingga dapat diketahui sejauhmana tingkat kesulitan siswa dari setiap tahapan Polya, dengan melihat kesulitan siswa ini bisa ditindak lanjuti untuk mencari upaya mengatasi dan mencegah kesulitan siswa tersebut.Hasil penelitian menunjukan bahwa kesulitan siswa dalam memecahkan masalah soal fisika dari masing-masing tahapan Polya adalah pemahaman soal (understanding) sebanyak 50,1% , sedangkan pada tahap rencana penyelesaian (planning) sebanyak 51,0%. Tahapan berikutnya yaitu tahap pelaksanaan rencana (solving) sebanyak 68,7% dan tahap terakhir peninjauan kembali (checking) sebanyak 85,7%. Data ini kemudian diperkuat dari hasil observasi dan wawancara. Dengan memahami kondisi yang demikian, maka perlu adanya sebuah solusi untuk mengatasi dan mencegah kesulitan siswa tersebut, salah satunya yaitu dengan remedial teaching. Kata kunci : kesulitan siswa, tahapan Polya, triangulasi.
PENERAPAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN KEMAMPUAN KOGNITIF SISWA Dewi Puspitasari, Yulia; Wiyono, Edy; Budiawanti, Sri
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 1, No 5 (2012)
Publisher : PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.926 KB)

Abstract

This aim of research are to improve (1) the student learning activities at VIII G of  8 Junior  High School at Surakarta academic year 2011/2012 on subject matter  Pressure. (2) the student cognitive aspect at VIII G of 8 Junior High School at Surakarta academic year 2011/2012 on subject matter  Pressure.This research used a Classroom Action Research with Kurt Lewin and Collaborative model that was held in two cycles. The cycles were started by preparation phase and then were continued execution phase that consist of action planning, action, observation, evaluation, and reflection. The research subject was VIII G of 8 Junior High School Surakarta student at academic year of 2011/2012, which was consist of 30 students in the subject matter Pressure. The techniques of collecting data were observation, interview with teacher, test, questionnaire and documentation. Techniques of data analysis were qualitative and quantitative.Based on result this research, it can be concluded that: (1) The application of CTL (Contextual Teaching and Learning) with model cooperative type NHT (Numbered Heads Together) can improve the student learning activities on subject matter Pressure in VIII G of 8 Junior High School in Surakarta academic year 2011/2012. It can be seen from the implementation of before cycle, cycle I and cycle II. Based on the indicators of activities can be concluded that: (a) student ask to teacher if there are uncleared explanation 6.66% at before cycle, 19.38% at cycle I, and 38.33% at cycle II, (b) student answer the teacher question independently 8.33% at before cycle, 34.51% at cycle I, and 46.66% at cycle II, (c) student give a perception for a friend opinion 1.66% at before cycle, 48.33% at cycle I, and 56.67% at cycle II, (d) student give an idea to solve the problem in group discussion 8.33% at before cycle, 60.00% at cycle I and 80.00 at cycle II, (e) student give the attention on the board or powerpoint slide during presentation of their teacher 72.33% at before cycle, 73.99% at cycle I and 96.66% at cycle II (f) student read physics book, module or student worksheet 35.11% at before cycle, 49.56% at cycle I, and 61.66% at cycle II, (g) student write the result of the problem in the discussion 20% at before cycle, 48.79% at cycle I and 88.33% at cycle II, (h) student write the object matter which has explained by teacher 65.01% at before cycle, 70.63% at cycle I and 90.00% at cycle II. (2) The application of CTL (Contextual Teaching and Learning) with model cooperative type NHT (Numbered Heads Together) can improve cognitive aspect on subject matter Pressure in VIII G of 8 Junior High School in Surakarta academic year 2011/2012. Based on 70 point as standard of minimum completion, the completed learning students were 66,67%  at cycle I and 86,67% at cycle II.Key words: CTL, Cooperative Model  NHT, Student Activities, Cognitive Abilities.
IMPLEMENTASI INDUKSI MAGNET MELALUI EKSPERIMEN SEDERHANA UNTUK MEMUDAHKAN PEMAHAMAN SISWA TENTANG TERJADINYA MEDAN PUTAR PADA MESIN LISTRIK 2 PHASA DI SEKOLAH KEJURUAN Suseno, Jarot; Toifur, Moh.
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 1, No 5 (2012)
Publisher : PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (807.461 KB)

Abstract

Telah dilakukan eksperimen untuk menentukan hubungan antarabeda fase (cos q) dan kecepatan putar (w) dari rangkaian listrik tertutup AC untuk menjelaskan kepada siswa tentang terjadinya medan putar pada mesin listrik 2 phasa. Penentuan beda fase dilakukan dengan memvariasi nilai kapasitas kapasitor (C) dalam rangkaian serta mengamati kecepatan putar jarum kompas yang diletakkan di antara dua pasang kumparan yang saling berhadapan. Beda fasediamati dengan menghubungkan rangkaian dengan layar CRO (Osiloskop) sedangkan periode putar dapat diamati dengan meletakkan sensor LDR yang disinari dengan sinar LASER dan dihubungkan dengan komputer melalui interface labpro dan software program logger pro 3.8.3. Dari eksperimen dan data eksperimen, maka disimpulkan, pertama dengan panduan prosedur eksperimen, siswa dengan mudah dapat memahami rangkaian sederhana tentang terjadinya medan putar pada listrik AC. Kedua dengan merubah nilai C pada rangkaian siswa dapat mengamati adanya perubahan kecepatan putar jarum kompas. Dan ketiga pada data eksperimen nilai C = 1 mF starting jarum kompas sulit dilakukan karena sudutfase (q) mulai mengalami penurunan dimulai sudut88,95°dengan kecepatan putar jarum kompas 6718,53 rad/s. Hal inidisebabkan sudut tersebut menurun mendekati fase yang sama antara lilitan utama (Lu) dan lilitan bantu( Lb). Sedangkan pada C = 100 mF starting jarum kompas mulai mudah dilakukan karena dengan sudut fase (q) sebesar 36,99°kecepatan putar jarum kompas sebesar 10236,73 rad/s. Karena pada nilai kapasitor C = 100 mF sudut fase mulai mengalami naik sampai sudut 90°. Kata kunci :Induksi Magnet, Medan Putar, Listrik Dua Phasa.
MEMBANGUN SISTEM DIAGNOSTIK KESULITAN BELAJAR FISIKA ONLINE BERBASIS INTEGRASI JEJARING SOSIAL DAN WEB Ardika Prihatama, Yuli; Sukarmin, Sukarmin
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 1, No 5 (2012)
Publisher : PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (47.203 KB)

Abstract

Teknologi Informasi dan Komunikasi merupakan bagian yang penting di era milenium ketiga. Aplikasi TIK telah dimanfaatkan di berbagai bidang layanan dalam bentuk produk-produk praktis yang berguna bagi masyarakat. Dalam bidang pendidikan salah satunya adalah e-learning yang diwujudkan dalam sistem diagnostik kesulitan belajar fisika online dirancang untuk menjadi solusi dalam memperbaiki kualitas pembelajaran fisika siswa.Sistem diagnostik kesulitan belajar fisika online adalah bentuk perpaduan antara web dan jejaring sosial yang terintegrasi. Jejaring sosial menjadi sarana untuk memperkenalkan sekaligus pintu masuk pengguna untuk mengikuti serangkaian tes diagnostik online. Setelah tes dilakukan, hasil akan disajikan dalam laporan kesulitan belajar secara kuantitatif dan kualitatif. Selanjutnya pengguna akan mendapatkan tips dan trik untuk memperbaiki kualitas belajarnya lewat pesan jejaring sosial Facebook dan Twitter.Sistem ini akan memberikan beberapa manfaat yang signifikan dalam memperbaiki kualitas pembelajaran fisika. Pertama, pengguna yang merupakan para siswa akan lebih tertarik untuk mengukur kemampuannya dalam memahami fisika, kemudian termotivasi untuk memperbaiki cara belajarnyaberdasarkantips dan trik yang diterima secara berkala. Kedua, guru akan terbantu untuk mengetahui potensi siswa dalam belajar fisika, sehingga dapat menyiapkan perencanaan pembelajaran yang lebih efektif dan efisien.Kesimpulannya, sistem ini adalah sebuah solusi yang akan meningkatkan kualitas pembelajaran fisika dengan pendekatan ke guru dan siswa secara langsung dalam suasana yang sesuai.Kata kunci: diagnostik, kesulitan belajar, online, web, jejaring sosial
PENGARUH PEMBELAJARAN KOOPERATIF MELALUI METODE PROBLEM SOLVING DAN PEMBERIAN TUGAS DITINJAU DARI KREATIVITAS SISWA Harsono, Harsono; Sunarno, Widha
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 1, No 5 (2012)
Publisher : PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.176 KB)

Abstract

“Pengaruh Pembelajaran Kooperatif Melalui Metode Problem Solving dan Pemberian Tugas ditinjau dari Kreativitas Siswa.”(Studi Kasus Pembelajaran Fisika Pada Pokok Bahasan Gravitasi Bumi Siswa kelas XI IPA Semester 1 Tahun Pelajaran 2008/2009 SMA Taruna Nusantara ). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1) apakah ada pengaruh pembelajaran fisika dengan pembelajaran kooperatif melalui metode problem solving dan metode pemberian tugas terhadap prestasi belajar Fisika siswa pada kompetensi dasar gravitasi bumi. 2)  Apakah ada pengaruh siswa yang mempunyai kreativitas tinggi, sedang, dan siswa yang mempunyai kreativitasnya rendah terhadap prestasi belajar fisika siswa pada kompetensi dasar gravitasi bumi. 3)  Apakah ada interaksi antara metode problem solving dan metode pemberian tugas dengan kreativitas siswa terhadap prestasi belajar fisika pada kompetensi dasar gravitasi bumi.Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Agustus 2008 sampai dengan bulan Januari 2009. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas XI-IA SMA Taruna Nusantara tahun pelajaran 2008/2009 yang terdiri dari 8 kelas dengan jumlah siswa 245 siswa. Sampel berjumlah 122 siswa. Pengambilan sampel menggunakan teknik uji matcing kelas mulai dari kelas XI-IA-1 sampai dengan XI-IA-8. Sebagai variabel bebas dalam penelitian ini adalah pendekatan pembelajaran (pembelajaran kooperatif melalui metode problem solving dan pemberian tugas). Untuk variabel atribut adalah kreativitas siswa. Variabel terikatnya adalah prestasi belajar fisika pada ranah kognitif dan afektif. Data penelitian untuk prestasi belajar kognitif diperoleh dengan menggunakan metode tes setelah siswa mengikuti pembelajaran dalammkompetensi dasar Gravitasi Bumi. Ranah afektif diperoleh dengan mengobservasi sikap siswa dalam mengikuti pelaaran di kelas serta kreativitas diperoleh dengan memberikan angket.Analisis data menggunakan teknik Analysis of Varian (Anava). Dari hasil analisis data didapat : 1)  Terdapat perbedaan pengaruh pembelajaran kooperatif yang menggunakan metode problem solving dan pembelajaran kooperatif dengan metode pemberian tugas terhadap prestasi belajar fisika pada pengajaran gravitasi bumi yang memiliki taraf signifikansi 0,05 (p = 0,085).  2)  Tidak terdapat perbedaan pengaruh tingkat kreativitas siswa tinggi, sedang dan kreativitas rendah terhadap prestasi belajar fisika. Hal ini dapat diamati melalui tes normalitas Anderson-Darling didapat masing-masing p-value diatas dari taraf signifikansi (p > 0,05) baik metode problem solving maupun metode pemberian tugas untuk masing-masing tingkat kreativitasnya. 3)  Tidak terdapat interaksi antara metode problem solving dan metode pemberian tugas dengan kreativitas siswa terhadap prestasi belajar fisika pada  kompetensi dasar gravitasi bumi pada taraf signifikansi 0,05. Kata Kunci : pembelajaran kooperatif, metode problem solving, metode pemberian tugas,kreativitas siswa.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERUPA MAJALAH UNTUK MENINGKATKAN MINAT BACA SISWA SMP PADA MATERI CAHAYA Suprihatin, Chirana; Supurwoko, Supurwoko; Wahyuningsih, Daru
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 1, No 5 (2012)
Publisher : PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (47.953 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengembangkan media pembelajaran Fisika berupa Majalah yang baik untuk SMP pokok bahasan Cahaya ditinjau dari minat baca siswa SMP.Penelitian ini termasuk penelitian pengembangan yang menggunakan metode research and development (R&D). Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model prosedural yaitu model yang bersifat deskriptif yang menunjukkan langkah-langkah yang harus diikuti untuk menghasilkan produk berupa media pembelajaran. Data diperoleh melalui wawancara, dan angket. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif.Berdasarkan hasil penelitian, media pembelajaran berupa Majalah Fisika yang telah dikembangkan, disimpulkan dalam kriteria baik. Dari hasil rata-rata uji coba minat baca siswa terhadap Majalah Fisika yang dikembangkan baik dari uji perorangan, uji kelompok kecil dan uji kelompok besar didapat hasil minat baca siswa senilai 72,9%. Hasil ini mengalami peningkatan sebesar 9,3% dari minat baca awal siswa. Sedangkan hasil rata-rata evaluasi terhadap kelayakan media  oleh evaluator ahli media dan ahli materi didapat kesimpulan media dalam kriteria baik dengan presentase sebesar 80,2%. Dapat simpulkan media pembelajaran berupa Majalah Fisika ini dalam kategori media baik  ditinjau dari minat baca siswa.Kata kunci : Media Pembelajaran, Majalah, Minat Baca, Metode Pengembangan
ANALISIS BUKU AJAR FISIKA SMA KELAS XI SEMESTER I PADA TINJAUAN KESALAHAN KONSEPNYA Taufik Hidayat, Anjar; Surantoro, Surantoro; Wiyono, Edy
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 1, No 5 (2012)
Publisher : PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (87.173 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) Mengetahui letak kesalahan konsep pada materi pokok Energi, Usaha dan Daya dalam buku teks Fisika berikut ini: (a) Setya Nurachmandani. 2009. FISIKA 2 Untuk SMA/MA Kelas XI. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional. (b) Koesmanto. 2006. KONSEP FISIKA Untuk SMA/MA Kelas XI. Surakarta: Mefi Caraka. (c) Karya Mikrajuddin Abdullah. 2006. FISIKA SMA dan MA Kelas XI Semester I. Jakarta: esis. (2) Mengetahui dari ketiga buku di atas, buku manakah yang paling baik digunakan oleh siswa dan guru jika dilihat dari kebenaran konsepnya dalam materi pokok Usaha, Energi dan Daya.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Subjek peneliutian ini adalah tiga buah buku ajar Fisika SMA kelas XI semester 1, yaitu: (a) Setya Nurachmandani. 2009. FISIKA 2 Untuk SMA/MA Kelas XI. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional. (b) Koesmanto. 2006. KONSEP FISIKA Untuk SMA/MA Kelas XI. Surakarta: Mefi Caraka. (c) Mikrajuddin Abdullah. 2006. FISIKA SMA dan MA Kelas XI Semester I. Jakarta: esis. Objek penelitian ini adalah konsep-konsep Fisika di dalam ketiga buku di atas, yang meliputi istilah, pengertian, penjelasan konsep, perumusan, simbol, satuan, besaran, diagram dan gambar. Teknik pengumpulan data adalah dengan kajian dokumen dan wawancara. Validitas data menggunakan teknik ketekunan atau keajegan pengamatan, triangulasi sumber data, uraian rinci, review informan kunci dan auditing. Analisis data menggunakan teknik analisis data kualitatif dengan metode interaktif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa masing-masing buku teks Fisika SMA kelas XI semester 1 mengandung kesalahan konsep. Jumlah kesalahan konsep yang terdapat pada ketiga buku teks Fisika SMA kelas XI semester 1 ialah: (a) buku karya Setya Nurachmandani: 9, (b) buku karya Koesmanto: 8, (c) buku karya Mikrajuddin Abdullah: 2.Dengan melihat jumlah kesalahan konsep yang terdapat di dalam masing-masing buku teks Fisika di atas, maka dapat disimpulkan bahwa buku teks Fisika berjudul FISIKA SMA dan MA Kelas XI Semester I karya Mikrajuddin Abdullah adalah buku teks yang paling baik kualitasnya di antara tiga buku teks Fisika yang diteliti. Kata kunci: Analisis isi, buku teks, kesalahan konsep
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR FISIKA DASAR I BERVISI SETS DENGAN APLIKASI SPREADSHEET Fauzi, Ahmad; Harjunowibowo, Dewanto
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 1, No 5 (2012)
Publisher : PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (87.536 KB)

Abstract

Salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia adalah dengan meningkatkan kualitas pendidikan sains (IPA). Dalam pembelajaran sains sedapat mungkin diusahakan agar konsep yang diajarkan mudah ditemui siswa di lingkungan sekitarnya. Pembelajaran bervisi SETS merupakan salah satu pendekatan pembelajaran yang diharapkan dapat mengembangkan kemampuan berfikir sehingga saat mempelajari sains siswa dapat mengintegrasikannya dengan unsur-unsur yang lain seperti teknologi, lingkungan dan masyarakat. Dalam pembelajaran fisika, pemahaman konsep sangatlah penting. Pemodelan gejala fisika secara matematis ini dapat menimbulkan kesulitan bagi mahasiswa untuk memahami makna fisis dari fenomena alam yang sesungguhnya terjadi. maka dipandang perlu untuk dibuat bahan ajar fisika bervisi SETS yang dilengkapi dengan beberapa aplikasi Spreadsheet untuk memvisualisasikan persamaan-persamaan matematis tersebut dalam bentuk tabel dan grafik agar lebih mudah dipahami.Tujuan penelitian ini adalah menghasikan bahan ajar fisika dasar I bervisi SETS dengan aplikasi Spreadsheet yang sesuai untuk mahasiswa SBI. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian pengembangan (R and D) yang meliputi tahap (1) studi pendahuluan dan (2) pengembangan model.  Penelitian ini dilaksanakan di Pendidikan Matematika  Jurusan PMIPA FKIP UNS. Data penelitian dikumpulkan melalui tes, wawancara dan angket. Data dari wawancara dan angket dianalisis dengan teknik deskriptif kualitatif sedangkan hasil tes dianalisis dengan gain ternormalisasi.Berdasarkan hasil uji coba bahan ajar Susunan bahan ajar fisika dasar I bervisi SETS dengan aplikasi Spreadsheet yang sesuai untuk mahasiswa SBI adalah bahan ajar  memenuhi urutan berikut: pendahuluan (uraian tentang pokok materi yang akan dipelajari dan hubungannya dengan SETS), analisis fenomena fisika dengan pendekatan matematik/pendekatan analitik tanpa bantuan Spreadsheet Excel, analisis fenomena fisika dengan pendekatan analitik dengan bantuan Spreadsheet Excel, analisis fenomena fisika dengan pendekatan numerik dengan bantuan Spreadsheet Excel, dan pendalaman materi berdasarkan analisis SETS. Hasil uji coba model praktikum dengan prinsip One on One  menunjukkan skor gain 0,54 yang tergolong sedang, hasil uji coba kelompok kecil menunjukkan skor gain 0,57. Gain diperoleh pada uji coba yang lebih luas adalah 0,50 yang tergolong sedang. Kata Kunci: Spreadsheet Excel, SETS, pemahaman konsep

Page 1 of 1 | Total Record : 10