cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 146 Documents
IMPLEMENTASI INDUKSI MAGNET MELALUI EKSPERIMEN SEDERHANA UNTUK MEMUDAHKAN PEMAHAMAN SISWA TENTANG TERJADINYA MEDAN PUTAR PADA MESIN LISTRIK 2 PHASA DI SEKOLAH KEJURUAN Suseno, Jarot; Toifur, Moh.
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 1, No 5 (2012)
Publisher : PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (807.461 KB)

Abstract

Telah dilakukan eksperimen untuk menentukan hubungan antarabeda fase (cos q) dan kecepatan putar (w) dari rangkaian listrik tertutup AC untuk menjelaskan kepada siswa tentang terjadinya medan putar pada mesin listrik 2 phasa. Penentuan beda fase dilakukan dengan memvariasi nilai kapasitas kapasitor (C) dalam rangkaian serta mengamati kecepatan putar jarum kompas yang diletakkan di antara dua pasang kumparan yang saling berhadapan. Beda fasediamati dengan menghubungkan rangkaian dengan layar CRO (Osiloskop) sedangkan periode putar dapat diamati dengan meletakkan sensor LDR yang disinari dengan sinar LASER dan dihubungkan dengan komputer melalui interface labpro dan software program logger pro 3.8.3. Dari eksperimen dan data eksperimen, maka disimpulkan, pertama dengan panduan prosedur eksperimen, siswa dengan mudah dapat memahami rangkaian sederhana tentang terjadinya medan putar pada listrik AC. Kedua dengan merubah nilai C pada rangkaian siswa dapat mengamati adanya perubahan kecepatan putar jarum kompas. Dan ketiga pada data eksperimen nilai C = 1 mF starting jarum kompas sulit dilakukan karena sudutfase (q) mulai mengalami penurunan dimulai sudut88,95°dengan kecepatan putar jarum kompas 6718,53 rad/s. Hal inidisebabkan sudut tersebut menurun mendekati fase yang sama antara lilitan utama (Lu) dan lilitan bantu( Lb). Sedangkan pada C = 100 mF starting jarum kompas mulai mudah dilakukan karena dengan sudut fase (q) sebesar 36,99°kecepatan putar jarum kompas sebesar 10236,73 rad/s. Karena pada nilai kapasitor C = 100 mF sudut fase mulai mengalami naik sampai sudut 90°. Kata kunci :Induksi Magnet, Medan Putar, Listrik Dua Phasa.
KARAKTERISASI GaAs DENGAN PHOTOLUMINESCENCE LASER ARGON Surantoro, Surantoro
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3305.005 KB)

Abstract

Penelitian tentang karaterisasi GaAs dengan photoluminescence Laser Argon ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Besarnya panjang gelombang cahaya photoluminescence yang dihasilkan oleh GaAs yang disinari dengan Laser Argon. (2) Besarnya energi gap bahan GaAs pada suhu kamar. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimen, sebagai sampel penelitian adalah bahan semikonduktor GaAs; sedangkan analisis data dengan metode grafik dan persamaan differensial parsial. Berdasarkan analisis data dan pembahasan diperoleh kesimpulan bahwa: (1) Besarnya panjang gelombang cahaya photoluminescence yang dihasilkan oleh GaAs yang disinari dengan Laser Argon adalah 873,211 nm dan 874,601 nm. (2) Besarnya energi gap bahan GaAs pada suhu kamar adalah Eg = 1,42 eV. Kata kunci: karakterisasi, GaAs, photoluminescence, laser Argon.
INTEGRASI-INTERKONEKSI KEILMUAN SAINS DAN ISLAM DALAM PROSES PEMBELAJARAN FISIKA Makhdum Noor, Faiq
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 1, No 4 (2012)
Publisher : PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (43.375 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyusun sebuah sintaks pembelajaran terpadu antara materi fisika dan Al-Qur’an sehingga dapat membantu guru dalam melakukan proses pembelajaran terpadu tahap demi tahap.Penelitian ini termasuk dalam penelitian kualitatif. Penelitian ini diawali dengan mengamati proses pembelajaran yang telah dilakukan guru. Desain sintaks pembelajaran terpadu disusun oleh pengamat berdasarkan proses pembelajaran di kelas. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah desain sintaks pembelajaran terpadu. Desain tersebut diperoleh berdasarkan saran dari guru, konsultasi dengan dosen pembimbing dan dosen ahli lainnya. Sintaks pembelajaran terpadu dapat menjadi panduan bagi guru dalam menerapkan pembelajaran terpadu di kelas. Selain itu, siswa memperoleh pengalaman pembelajaran yang terpadu dan menyeluruh dari sudut pandang sains dan Islam.Data instrumen penelitian menunjukkan hasil yang berbeda pada setiap persepsi dari penerapan proses pembelajaran terpadu. Instrumen berdasarkan persepsi guru (76,19%), persepsi siswa (63,25%) dan persepsi pengamat (47,62%) mengindikasikan bahwa tidak semua sekolah telah menerapkan proses pembelajaran terpadu.Kata kunci: Proses pembelajaran, sintaks pembelajaran terpadu.
PENGEMBANGAN INSTRUMEN TES FISIKA SEMESTER GANJIL KELAS X SMA RSBI N. Qomariyatuzzamzami, Latifah; Sarwanto, Sarwanto; Budiawanti, Sri
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 1, No 3 (2012)
Publisher : PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (102.112 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian untukmengembangkan kisi-kisi dan instrumen tes Fisika Semester Ganjil Kelas X SMA RSBI berdasarkan KTSP dan A Level yang memiliki karakteristik internal serta tingkat validitas dan reliabilitas yang baik.Penelitian Research and Development (R&D)ini dilakukan dengan melibatkan beberapa komponen meliputi pakar/ expertbidang studi Fisika, mahasiswa, guru Fisika RSBI dan siswa Kelas X di SMA Negeri 1 Surakarta menggunakan metode 4-D yang dikembangkan oleh S. Thiagarajan, Dorothy S. Semmel, dan Melvyn I. Semmel. Data dikumpulkan dengan teknik dokumentasi dan tes. Analisis data menggunakan analisis butir meliputi uji validitas, daya beda, tingkat kesukaran, efektivitas distraktor, dan reliabilitas.Hasil penelitian berupa deskripsi prosedural proses pengembangan dan produk yang dikembangkan melalui tahap Define dengan analisis kurikulum dan analisis kebutuhan, Design meliputi penyusunan silabus dan kisi-kisi dengan metode adopsi berdasarkan kurikulum KTSP dan silabus A Level, serta penyusunan instrumen tes yang terdiri dari instrumen A dan instrumen B yang teruji validitasnya melalui expert judgement, Develop dengan uji coba, dan pelaksanaan Disseminate. Uji coba dilakukan melalui uji coba peer untuk memperoleh validasi peer reviewer dan uji coba terbatas dengan mengujikan masing-masing instrumen pada 15 siswa, sedangkan diseminasi dilakukanpada 61 siswa. Hasil diseminasi menunjukkan bahwa tes yang dikembangkan telah memenuhi karakteristik internal tes yang baik berdasarkan analisis butir soal berupa daya beda, tingkat kesukaran, dan efektivitas distraktor, tes yang dikembangkan memiliki validitas isi baik berdasarkan hasil telaah pakar dan reliabilitas yang tinggi (r11=0,781), produk akhir tes hasil penelitian pengembangan berupa 26 soal tes yang dapat dijadikan bank soal yang siap diimplementasikan, dan meskipun tes telah dikembangkan sesuai dengan standar, tes masih memiliki kelemahan, yaitu Bahasa Inggris yang dianggap sulit oleh siswa dan beberapa siswa menjawab soal dengan menebak dan mengandalkan keberuntungan.Kata Kunci: RSBI, pengembangan tes, 4-D,  valid dan reliabel
MEMBANGUN SISTEM DIAGNOSTIK KESULITAN BELAJAR FISIKA ONLINE BERBASIS INTEGRASI JEJARING SOSIAL DAN WEB Ardika Prihatama, Yuli; Sukarmin, Sukarmin
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 1, No 5 (2012)
Publisher : PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (47.203 KB)

Abstract

Teknologi Informasi dan Komunikasi merupakan bagian yang penting di era milenium ketiga. Aplikasi TIK telah dimanfaatkan di berbagai bidang layanan dalam bentuk produk-produk praktis yang berguna bagi masyarakat. Dalam bidang pendidikan salah satunya adalah e-learning yang diwujudkan dalam sistem diagnostik kesulitan belajar fisika online dirancang untuk menjadi solusi dalam memperbaiki kualitas pembelajaran fisika siswa.Sistem diagnostik kesulitan belajar fisika online adalah bentuk perpaduan antara web dan jejaring sosial yang terintegrasi. Jejaring sosial menjadi sarana untuk memperkenalkan sekaligus pintu masuk pengguna untuk mengikuti serangkaian tes diagnostik online. Setelah tes dilakukan, hasil akan disajikan dalam laporan kesulitan belajar secara kuantitatif dan kualitatif. Selanjutnya pengguna akan mendapatkan tips dan trik untuk memperbaiki kualitas belajarnya lewat pesan jejaring sosial Facebook dan Twitter.Sistem ini akan memberikan beberapa manfaat yang signifikan dalam memperbaiki kualitas pembelajaran fisika. Pertama, pengguna yang merupakan para siswa akan lebih tertarik untuk mengukur kemampuannya dalam memahami fisika, kemudian termotivasi untuk memperbaiki cara belajarnyaberdasarkantips dan trik yang diterima secara berkala. Kedua, guru akan terbantu untuk mengetahui potensi siswa dalam belajar fisika, sehingga dapat menyiapkan perencanaan pembelajaran yang lebih efektif dan efisien.Kesimpulannya, sistem ini adalah sebuah solusi yang akan meningkatkan kualitas pembelajaran fisika dengan pendekatan ke guru dan siswa secara langsung dalam suasana yang sesuai.Kata kunci: diagnostik, kesulitan belajar, online, web, jejaring sosial
UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR FISIKA MATERI LISTRIK DINAMIS MELALUI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH PADA SISWA KELAS IX E SMP N 2 WURYANTORO TAHUN 2011-2012 Aji, Marseno
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.49 KB)

Abstract

Hasil pengamatan peneliti pada saat pelaksanaan pembelajaran berlangsung di kelas IXE SMP Negeri 2 Wuryantoro tahun ajaran 2011-2012terasa  kurang antusias.Hasil Ulangan penjajakan pada materi Listrik Dinamis menunjukkan masih jauh dari harapan, yaitu sebagian besar siswa belum tuntas belajar  (59,4 %).Siswa dinyatakan tuntas belajar pada mata pelajarn IPA jika telah memperolih minimun 65.  Rendahnya hasil tes( ulangan) merupakan salah satu indikasi bahwa penguasaan konsep IPA oleh siswa masih rendah. Hasil tes IPA yang masih rendah ini diduga disebabkan oleh beberapa faktor antara lain kurangnya kemampuan guru dalam memilih model dan pendekatan pembelajaran  yang tepat serta kurang melibatkan siswa dan guru dalam kegiatan belajar mengajar (KBM) yang belum optimal.Tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah untuk meningkatkan prestasi belajar terhadap materi Listrik Dinamis melalui preses pembelajaran berbasis masalah di kelas IX E SMP Negeri 2 Wuryantoro Tahun Pelajaran 2011/2012 .Penelitian ini dilakasanakan pada semester gasal tahun pelajaran 2011/2012, dimulai pada pekan ketigabulan Oktober 2011 sampai dengan pekan  ketiga bulan Desember 2011 di SMP Negeri 2 Wuryantoro. Penelitian dilakukan di kelas IX E SMP Negeri 2 Wuyantoro yang terdiri atas 32 siswa, 17 siswa perempuan dan 15 siswa laki-laki.Pembelajaran Berbasis Masalah merupakan strategi pembelajaran di mana siswa belajar bersama dengan menggunakan masalah sebagai basis dalam pembelajaran. Pada model pembelajaran berbasis masalah diajarkan ketrampilan-ketrampilan khusus agar dapat menyelesaikan masalah dan.di akhir pembelajaran diadakan evaluasi. Hasilulangan harian meningkat dari siklus I,siklus II, baik dari prosentase ketuntasan klasikal maupun rata-rara kelas ulangan harian. Kenaikan tersebut sebesar 53,1 % untuk ketuntasan klasikal dan 13,5 Dari penelitian ini diperoleh kesimpulan bahwa penggunaan model pembelajaran berbasis masalah dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas IX E SMP Negeri 2 Wuryantoro  tahun pelajaran 2011/2012 pada materi Listrik Dinamis. Kata Kunci : Pembelajaran berbasis masalah,  Pretasi Belajar.
PENGARUH PERUBAHAN SUHU SINTERING PADA SINTESIS SUPERKONDUKTOR Pb2Ba2Ca2Cu3O9 Teguh Rahardjo, Dwi; Budiawanti, Sri; Rahmasari, Lita
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.469 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu menyelidiki pengaruh perubahan suhu sintering padasintesis superkonduktor Pb2Ba2Ca2Cu3O9berdasarkan struktur Planar Weight Disparity (PWD).  Metode yang digunakan untuk membuat bahan superkonduktor Pb2Ba2Ca2Cu3O9 adalah metode reaksi padatan. Karakterisasi bahan untuk menentukan apakah bahan yang dibuat sudah menjadi bahan superkonduktor, digunakan metode efek Meissner dan untuk menentukan fraksi volume bahan superkonduktor Pb2Ba2Ca2Cu3O9 digunakan profil hasil XRD.Suhu kalsinasi pada sintesis superkonduktor Pb2Ba2Ca2Cu3O9yaitu 800 ⁰C dan suhu sintering 810 ⁰C, 815⁰C, 820 ⁰C, 825⁰C, 830 ⁰C selama 24 jam. Hasil perhitungan fraksi volume Pb2Ba2Ca2Cu3O9 maksimum diperoleh pada suhu sintering 820 ⁰C dengan nilai fraksi volume 82,8 %.Kata kunci : Pb2Ba2Ca2Cu3O9 , metode reaksi padatan, dan sintering
STUDI EKSPLORASI KECOCOKAN PEMBELAJARAN FISIKA BERKARAKTER BERBASIS POTENSI PENCIPTAAN DAN FILOSOFI MANUSIA DALAM PERSPEKTIF PENDEKATAN ILMIAH Siti Aminah, Nonoh
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 1, No 4 (2012)
Publisher : PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.284 KB)

Abstract

Jika ditinjau penciptaan manusia yang secara basyar dan insan sudah dirancang oleh Sang Pencipta manusia menjadi sedemikian rupa sehingga mampu belajar untuk tidak sekedar pandai tetapi lebih utama menjadi mulia atau berkarakter.Homo concord setara  makhluk adaptif dan transformatif , sebagai akibat dari sifat homo faber dan homo mensura. Sehingga manusia mampu belajar (homo educancum) sebagai modal untuk bertahan hidup bahkan merubah lingkungan sosialnya agar menjadi aman dan nyaman sesuai kehendakNyaSelain dari faktor kecerdasan, prestasi belajar siswa juga dipengaruhi oleh lingkungan siswa baik di sekolah, di rumah, maupun di luar rumah. Lingkungan yang kurang mendukung serta kurangnya perhatian orangtua siswa dalam mendukung anak-anaknya mengenyam dunia pendidikan dapat menyebabkan perkembangan kognitif, afektif, psikomotorik dan kepribadian anak atau siswa kurang  optimal.Struktur pembelajaran ilmiah menurut Prof Walter Klinger Phd (1997): Motivasi, penjabaran masalah,penyusunan Opini, perencanaan, percobaan, kesimpulan, abstraksi dan konsolidasi. Hal ini merupakan bagian dari sifat manusia sebagai insan yaitu memiliki Kemampuan untuk mendengar, melihat dan merasa. (76:2, 7:179, 46:26), Kemampuan untuk berbicara.(55:4), Kemampuan mengajar (manusia) dengan perantaran kalam, (96:4-5), Kemampuan berteknologi kekuatan (55:33), Kemampuan untuk berbuat baik atau menjadi bermoral (31:14) Kata Kunci : Karakter, homo faber, homo mensura, homo concord.
PENINGKATAN PRESTASI PEMBELAJARAN ALAT OPTIK DENGAN METODE GI PADA SISWA KELAS 8C SEMESTER GENAP SMP N 4 SURAKARTA TAHUN 2011/2012 Teguh Rahaju, Endang
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 1, No 3 (2012)
Publisher : PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.504 KB)

Abstract

Penguasaan Kompetensi Dasar Alat Optik  dalam mata pelajaran Fisika pada siswa kelas 8 SMP N 4 Surakarta semester genaptahun pelajaran 2010/2011 belum optimal.Tujuan penelitian: meningkatkan prestasi pembelajaran Kompetensi Dasar  Alat Optik  pada siswa Kelas 8 C Semester genap SMP Negeri 4 Surakarta Tahun 2012. Prosentase diperoleh dari kondisi awal 14 % tuntas KKM sedangkan setelah dilakukan penelitian maka diperoleh  pada siklus II  terdapat kenaikan 72,7% tuntas. Penulis menggunakan  metode GI (Group Investigation ) dalam pembelajaran  Kompetensi Dasar Alat Optik pada Siswa Kelas 8C SMP N 4 Surakarta Tahun 2011/2012 dapat lebih aktif dan kreatif dalam suatu kelompok diskusi dapat meningkatkan  prestasi secara optimal.Kata kunci : 1.Prestasi ,2. Alat Optik .3,GI
PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN IPA YANG BERBASIS KOMPUTER (ICT) BAGI GURU IPA SMP Sunarno, Widha
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (41.953 KB)

Abstract

Pembelajaran fisika perlu diupayakan agar menjadi menarik dan menantang bagi para siwa. Dalam kenyataannya pelajaran fisika disekolah menjadi momok bagi para siswa, karena dipandang sulit dan membosankan. Anggapan yang demikian ini perlu dirubah, dengan cara penyajian pelajaran fisika jangan terlalu banyak matematiknya, perlu dikemukakan dengan landasan penggunaan logika. Pembelajaran fisika dalam bentuk animasi simulasi dengan bantuan computer perlu dikembangkan.Bagi guru IPA khususnya fisika perlu ditingkatkan dalam kompetentensi pembelajaran fisika yang berbasis ICT. Pada kenyataannya para guru IPA belum semuanya memiliki kompetensi dalam penyusunan pembelajaran yang berbasis ICT. OLeh karena itu perlu diadadakan pelatihan-pelatihan secara kontinyu. Program pelatihan dapat dilaksanakan pada setiap hari Sabtu bertepatan dengan kegiatan MGMP bagi para guru fisika SMP di daerah Solo Raya. Instruktur atau tutornya dari para dosen fisika dalam rangka Pelaksanaan Tri Dharma PT, khusunya dalam Dharma Pengbdian Kepada Masyarakat.

Page 5 of 15 | Total Record : 146