cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 146 Documents
PROFIL KESALAHAN SISWA SMA DALAM PENGERJAAN SOAL PADA MATERI MOMENTUM DAN IMPULS Ani Rufaida, Sufi; Budiharti, Rini; Fauzi, Ahmad
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.104 KB)

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui: (1) jenis kesalahan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan soal-soal Momentum dan Impuls, (2) faktor-faktor yang menyebabkan siswa melakukan kesalahan dalam menyelesaikan soal-soal Momentum dan Impuls, (3) cara mengatasi terjadinya kesalahan siswa dalam mengerjakan soal-soal pada materi pokok Momentum dan Impuls.Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif yang dilakukan pada siswa kelas XI IPA 1 SMA Negeri 8 Surakarta. Sampel penelitian yang dipilih sebanyak 10 siswa dari 25 siswa kelas XI IPA 1, dengan teknik sampel bertujuan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, dan wawancara. Validasi data dilakukan dengan triangulasi data, yaitu membandingkan antara data hasil observasi guru dan siswa, data hasil ulangan harian siswa, dan data hasil wawancara dengan beberapa siswa. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian yang diperoleh: (1) Jenis kesalahan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan soal-soal pada materi pokok Momentum dan Impuls adalah kesalahan strategi (36%), kesalahan terjemahan (84%), kesalahan konsep (68%), kesalahan hitung (60%), dan kesalahan tanda (48%). Penyebab siswa melakukan kesalahan adalah: (a) Penyebab kesalahan strategi: siswa kurang teliti, dan belum dapat membedakan penggunaan simbol-simbol Fisika. (b) Penyebab kesalahan terjemahan: siswa kekurangan waktu, kurang teliti, lupa, bingung dengan simbol Fisika dan bahkan tidak tahu. (c) Penyebab kesalahan konsep: siswa belum memahami dan bahkan tidak tahu konsep-konsep yang terkandung dalam materi Momentum dan Impuls, akibat kurang belajar. (d) Penyebab kesalahan hitung: siswa kurang teliti, bingung dan tergesa-gesa dalam mengerjakan soal, karena kekurangan waktu, bahkan beberapa siswa tidak dapat melakukan operasi perhitungan dengan baik. (e) Penyebab kesalahan tanda: siswa lupa dan tidak teliti. (3) Cara mengatasi terjadinya kesalahan siswa adalah: (a) Guru diharapkan menggunakan media pembelajaran yang tepat pada proses belajar mengajar, untuk meningkatkan perhatian siswa pada materi, dan sebagai lahan memotivasi siswa dalam belajar Fisika. (b) Guru diharapkan menekankan konsep-konsep dasar yang harus dikuasai siswa pada materi pokok Momentum dan Impuls, di antaranya mengenai Hukum II Newton, Hukum III Newton, Hukum Kekekalan Momentum dan Hukum Kekekalan Energi Mekanik. (c) Guru diharapkan lebih teliti dalam mengkoreksi jawaban siswa ketika mengerjakan latihan soal-soal, baik pada bagian diketahui, ditanyakan, dan proses pengerjaannya. (d) Guru diharapkan lebih menekankan pentingnya mengerjakan banyak latihan soal dan memperhatikan penggunaan satuan dengan benar kepada siswa. (e) Guru diharapkan memberikan latihan soal secara berulang, dengan tipe soal yang hampir sama, sehingga siswa benar-benar menguasai konsep yang terkandung dalam soal. (f) Guru Fisika diharapkan bekerjasama dengan guru Matematika, untuk menekankan dasar matematis, misalnya mengenai perkalian, pembagian dan melakukan pindah ruas. (g) Siswa diharapkan meningkatkan konsentrasi belajar dan aktif dalam kegiatan pembelajaran. (h) Siswa diharapkan memahami konsep-konsep yang ada dan konsisten dalam penggunaan simbol-simbol Fisika. (i) Siswa diharapkan lebih giat mengerjakan soal-soal, dan tidak segan untuk bertanya kepada guru jika tidak bisa.Kata kunci: analisis, kesalahan, soal, Momentum dan Impuls, SMA
ANALISIS KESULITAN SISWA DALAM MEMECAHKAN MASALAH FISIKA MENURUT POLYA Nur Jiwanto, Ikhbar; Purwanto, Joko; Murtono, Murtono
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 1, No 5 (2012)
Publisher : PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (764.384 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesulitan siswa dalam memecahkan soal fisika berdasarkan tahapan Polya kemudian memberikan solusi untuk mengatasi dan mencegah kesulitan tersebut.Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan menggunakan teknik analisa data secara induktif. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 63 siswa dari seluruh siswa kelas X SMA UII Banguntapan Bantul. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik sampling jenuh. Data pada penelitian ini diperoleh melalui observasi, wawancara, dan tes tertulis yang sering disebut teknik triangulasi. Data dari tes tertulis dianalisis berdasarkan pedoman penilaian dengan memperhatikan batas lulus ideal kemudian di persentase dari setiap tahapan-tahapan Polya sehingga dapat diketahui sejauhmana tingkat kesulitan siswa dari setiap tahapan Polya, dengan melihat kesulitan siswa ini bisa ditindak lanjuti untuk mencari upaya mengatasi dan mencegah kesulitan siswa tersebut.Hasil penelitian menunjukan bahwa kesulitan siswa dalam memecahkan masalah soal fisika dari masing-masing tahapan Polya adalah pemahaman soal (understanding) sebanyak 50,1% , sedangkan pada tahap rencana penyelesaian (planning) sebanyak 51,0%. Tahapan berikutnya yaitu tahap pelaksanaan rencana (solving) sebanyak 68,7% dan tahap terakhir peninjauan kembali (checking) sebanyak 85,7%. Data ini kemudian diperkuat dari hasil observasi dan wawancara. Dengan memahami kondisi yang demikian, maka perlu adanya sebuah solusi untuk mengatasi dan mencegah kesulitan siswa tersebut, salah satunya yaitu dengan remedial teaching. Kata kunci : kesulitan siswa, tahapan Polya, triangulasi.
PERANGKAT SISTEM PENGUKURAN KONSENTRASI GAS METANA (CH4) PADA BIOGAS DARI HASIL FERMENTASI ENCENG GONDOK (EICHORNIA CRASSIPES) BERBASIS SENSOR TGS 2611 Choirul Anwar, Sidiq; Agung Rakhmadi, Frida; Rahmawati, Retno
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2455.659 KB)

Abstract

Telah berhasil dibuat seperangkat sistem pengukuran konsentrasi gas metana (CH4) pada biogas dari hasil fermentasi enceng gondok (Eichornia Crasipes) dengan menggunakan sensor TGS 2611. Sistem sensor ini mampu mendeteksi dan mengukur konsentrasi gas metana (CH4) yang ditampilkan pada LCD. Sistem sensor yang telah dibuat ini kemudian dilakukan karakterisasi agar layak digunakan sebagai alat ukur konsentrasi gas metana (CH4). Karakterisasi yang dilakukan secara statis, meliputi: linieritas, sensitivitas, jangkauan pengukuran, dan repeatabilitas. Hasil pengukuran yang ditampilkan melalui LCD dalam satuan ppm dan Volt. Perancangan sistem pengukuran ini menggunakan mikrokontroler ATmega8 sebagai pengontrol dari sinyal masukan dan keluaran. Hasil akuisisi data dari karakterisasi sensor yang telah diperoleh menunjukkan bahwa sistem sensor ini mempunyai linieritas dengan nilai korelasi antar variabel sebesar R2= 0.998, nilai sensitivitas sebesar 0.0004 Volt/ppm, zero of set sebesar 0.64 Volt, jangkauan pengukuran mencapai 0-4700 ppm, dan besarnya nilai error repeatability adalah 5.56%. Kata Kunci: Gas metana (CH4), Sensor TGS 2611, LCD, dan Mikrokontroler ATmega8
OPTIMALISASI PEMANFAATAN INSTRUMEN PENILAIAN SIKAP ILMIAH DALAM PEMBELAJARAN FISIKA BERBASIS PEMBINAAN NILAI-NILAI RELIGI Yusliana Ekawati, Elvin
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 1, No 4 (2012)
Publisher : PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.794 KB)

Abstract

Internalisasi pendidikan karakter  dalam pembelajaran Fisika sangat tergantung dari peran guru dalam pengelolaan pembelajaran. Pada kajian ini, dibahas tentang pendidikan karakter yang berbasis pembinaan nilai-nilai religi dengan mengembangkan sikap ilmiah siswa dalam pembelajaran Fisika. Unsur penilaian menjadi salah satu faktor yang menjadi ujung tombak dalam keberhasilan proses pembinaan tersebut. Intrumen penilaian sikap ilmiah merupakan salah satu perangkat pembelajaran yang perlu dipersiapkan oleh seorang guru.Bentuk instrumen penilaian sikap ilmiah yang dapat dimanfaatkan secara optimal dalam pembelajaran Fisika yang berbasis pembinaan nilai-nilai religi antara lain: angket terbuka untuk self assessment (penilaian diri), lembar observasi, jurnal kelas, dan daftar pertanyaan untuk wawancara/diskusi kelas. Adapun beberapa nilai religi yang dapat dibina dengan memanfaatkan  instrumen tersebut, antara lain: sikap jujur, khusnudzon (berpikir positif), kedisiplinan, rendah hati dan saling menghargai. Agar pemanfaatan instrumen tersebut dapat digunakan dengan optimal, maka pembinaan nilai-nilai religi diterapkan sebagai amalan ibadah dalam kehidupan sehari-hari siswa yang dapat dipantau oleh guru, atau yang dapat dilaksanakan selama pembelajaran IPA di kelas.Kata Kunci: Penilaian Sikap Ilmiah, Pembelajaran Fisika, Nilai Religi
PENGARUH MOVING CLASS DAN BELAJAR DI PAGI HARI TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA Asriyadin, Asriyadin; Fatkhulloh, Fatkhulloh
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 1, No 3 (2012)
Publisher : PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (123.024 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan hasil belajar fisika antara siswa yang belajar melalui moving class dan siswa yang belajar di pagi hari. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen dengan studi komparasi yaitu untuk mengetahui perbandingan hasil belajar fisika melalui moving class dengan belajar di pagi hari. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMA N 2 Madiun tahun pelajaran 2011/2012. Sampel penelitian ini terdiri atas dua kelas yaitu kelas X-C dan X-D. Instrumen dalam penelitian ini adalah soal tes hasil belajar fisika materi gelombang elektromagnetik. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan t-test. Hasil analisis data, diperoleh rata-rata hasil belajar fisika melalui moving class dan belajar di pagi hari adalah 75,17 dan 73,59. Selanjutnya perbandingan hasil belajar fisika melalui moving class dengan belajar di pagi hari tersebut terlihat dari analisis diperoleh nilai thitung = 0,369 degan nilai signifikan = 0,713 karena nilai signifikan > α (0,05) maka H0 diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar fisika melalui moving class dengan belajar fisika di pagi hari. Kata kunci : moving class, belajar di pagi hari, hasil belajar
PENERAPAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN KEMAMPUAN KOGNITIF SISWA Dewi Puspitasari, Yulia; Wiyono, Edy; Budiawanti, Sri
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 1, No 5 (2012)
Publisher : PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.926 KB)

Abstract

This aim of research are to improve (1) the student learning activities at VIII G of  8 Junior  High School at Surakarta academic year 2011/2012 on subject matter  Pressure. (2) the student cognitive aspect at VIII G of 8 Junior High School at Surakarta academic year 2011/2012 on subject matter  Pressure.This research used a Classroom Action Research with Kurt Lewin and Collaborative model that was held in two cycles. The cycles were started by preparation phase and then were continued execution phase that consist of action planning, action, observation, evaluation, and reflection. The research subject was VIII G of 8 Junior High School Surakarta student at academic year of 2011/2012, which was consist of 30 students in the subject matter Pressure. The techniques of collecting data were observation, interview with teacher, test, questionnaire and documentation. Techniques of data analysis were qualitative and quantitative.Based on result this research, it can be concluded that: (1) The application of CTL (Contextual Teaching and Learning) with model cooperative type NHT (Numbered Heads Together) can improve the student learning activities on subject matter Pressure in VIII G of 8 Junior High School in Surakarta academic year 2011/2012. It can be seen from the implementation of before cycle, cycle I and cycle II. Based on the indicators of activities can be concluded that: (a) student ask to teacher if there are uncleared explanation 6.66% at before cycle, 19.38% at cycle I, and 38.33% at cycle II, (b) student answer the teacher question independently 8.33% at before cycle, 34.51% at cycle I, and 46.66% at cycle II, (c) student give a perception for a friend opinion 1.66% at before cycle, 48.33% at cycle I, and 56.67% at cycle II, (d) student give an idea to solve the problem in group discussion 8.33% at before cycle, 60.00% at cycle I and 80.00 at cycle II, (e) student give the attention on the board or powerpoint slide during presentation of their teacher 72.33% at before cycle, 73.99% at cycle I and 96.66% at cycle II (f) student read physics book, module or student worksheet 35.11% at before cycle, 49.56% at cycle I, and 61.66% at cycle II, (g) student write the result of the problem in the discussion 20% at before cycle, 48.79% at cycle I and 88.33% at cycle II, (h) student write the object matter which has explained by teacher 65.01% at before cycle, 70.63% at cycle I and 90.00% at cycle II. (2) The application of CTL (Contextual Teaching and Learning) with model cooperative type NHT (Numbered Heads Together) can improve cognitive aspect on subject matter Pressure in VIII G of 8 Junior High School in Surakarta academic year 2011/2012. Based on 70 point as standard of minimum completion, the completed learning students were 66,67%  at cycle I and 86,67% at cycle II.Key words: CTL, Cooperative Model  NHT, Student Activities, Cognitive Abilities.
MEDIA PEMBELAJARAN POWER POINT DAN METODE INKUIRI DILENGKAPI GAME ULAR TANGGA (POP-MI-GUT) DAPAT MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA MATERI KALOR SISWA KELAS VIIB SMP NEGERI 15 SURAKARTA SEMESTER 2 TAHUN PELAJARAN 2011/2012 Latifah, Siti
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (64.373 KB)

Abstract

Tujuan penelitian secara khusus untuk membuktikan hasil belajar IPA pada standar kompetensi memahami wujud zat dan perubahannya, siswa kelas VIIB SMP Negeri 15 Surakarta semester 2 Tahun pelajaran 2011/2012 dapat meningkat setelah diberi pelajaran dengan menggunakan media pembelajaran Power Point dan Metode Inkuiri dilengkapi Game Ular Tangga (POP-MI-GUT).  Jenis Penelitian  : Penelitian tindakan kelas, dengan subyek siswa kelas VIIB berjumlah 32 siswa terdiri dari 16 siswa perempuan dan 16 siswa laki – laki. Ada 3 variabel yang menjadi fokus penelitian tindakan kelas ini yaitu Variabel input : siswa yang akan diberi tindakan, Variabel proses : berupa variabel pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran POP-MI-GUT, Variabel output : hasil belajar IPA siswa kelas VIIB pada standar kompetensi memahami wujud zat dan perubahannya. Rencana tindakan melalui dua siklus yaitu siklus I dan siklus II. Penilaian hasil proses pembelajaran adalah deskriptif prosentase untuk mengetahui peningkatan hasil belajar IPA pada standar kompetensi memahami wujud zat dan perubahannya. Apabila ada peningkatan hasil belajar IPA pada standar kompetensi memahami wujud zat dan perubahanny pada materi kalor, setelah proses belajar mengajar dengan menggunakan media pembelajaran POP-MI-GUT, maka dapat dikatakan indikator keberhasilan dalam penelitian ini sudah tercapai.            Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar IPA dengan menggunakan media pembelajaran POP-MI-GUT pada siklus I ada 22 siswa atau 68,75 % terlampaui dari KKM, ada peningkatan yang optimal 21,87 % dari kondisi awal 46,88 % dan pada siklus II ada 28 siswa atau 87,50 % terlampaui dari KKM, ada peningkatan  yang cukup signifikan sebesar 18,75 % dari siklus I. Kesimpulan: Dengan media pembelajaran POP-MI-GUT dapat meningkatkan hasil belajar IPA standar kompetensi memahami wujud zat dan perubahannya pada materi kalor, siswa kelas VIIB SMP Negeri 15 Surakarta.Kata kunci :media pembelajaran power point, metode inkuiri, game ular tangga, hasil belajar IPA
STUDI EKSPLORASI CARA MENDIDIK ANAK BERKARAKTER Jamzuri, Jamzuri
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 1, No 4 (2012)
Publisher : PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (546.591 KB)

Abstract

Karakter merupakan nilai-nilai perilaku manusia yang berhubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesama manusia, lingkungan, dan kebangsaan yang terwujud dalam pikiran, sikap, perasaan, perkataan, dan perbuatan berdasarkan norma-norma agama, hukum, tata krama, budaya, dan adat istiadat.Konfigurasi karakter dalam proses psikologis dan sosial-kultural tersebut dikelompokan dalam: Olah Hati (Spiritual and emotional development), Olah Pikir (intellectual development), Olah Raga dan Kinestetik  (Physical and kinestetic development), Olah Rasa Karsa (Affective and Creativity development). Cara Mendidik Anak Berkarakter, pada gambar 1 ada tiga masalah yang harus diolah ketika pendidik menghadapi manusia, ialah : memberi isi kepala (head) berkaitan dengan otak (kognitip), memberi isi hati berkaitan dengan nilai agama (moral) dan memberi keterampilan tangan (psikomotorik). Sehingga ketiganya membentuk sikap berbasis aqidah yang benar yang menumbuhkan akhlaq mulia, bermotivasi untuk mandiri dan berprestasi.Khusus untuk sekolah yang berbasis agama Islam ada 5 konsep yang dapat diterapkan dalam mengelola sekolah, sebagai berikut :Menanamkanaqidah yang benarbertaqwa hanya kepada Alloh.Membentukakhlak mulia mengacu pada panutan  Nabi Muhammad saw.Meningkatkan motivasi belajarmendorong  semangat belajar.Menumbuhkan kemandirianMelatih belajar mandiri.Menghasilkanprestasi tertinggiNilai UAN  tinggi masukrangking. Kata Kunci : Karakter nilai-nilai perilaku Manusia
PENGEMBANGAN TES DIAGNOSIS KESULITAN BELAJAR SEBAGAI DASAR PELAKSANAAN PEMBELAJARAN REMEDIAL FISIKA DALAM UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR Rahayu, Isti; Sukarmin, Sukarmin
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 1, No 3 (2012)
Publisher : PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (43.4 KB)

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan hasil studi awal tentang urgensi tes diagnosis sebagai dasar pengembangan pembelajaran remedial fisika dan untuk menjelaskanpengaruh pembelajaran remedial terhadap peningkatan hasil belajar siswa.Telah diketahui bahwa pembelajaran remedial merupakan pembelajaran yang bersifat menyembuhkan atau membetulkan atau membuat jadi baik.Pembelajaran remedial merupakan bentuk pelayanan sekolah dengan memberikan pelayanan khusus (special treatment) bagi siswa yang mengalami kesulitan belajar. Pelaksanaan pembelajaran remedial akan berjalan efektif apabila didasarkan pada pengetahuan akan kesulitan belajar yang dialami siswa. Oleh karena itu, dilaksanakan tes diagnosis kesulitan belajar untuk mengetahui factor penyebab serta letak kesulitan belajar siswa. Terdapat dua cara tes diagnosis kesulitan belajar yaitu analisis jawaban tes diagnosis dan wawancara. Kesimpulan yang didapat adalah : (1) tes diagnosis kesulitan belajar merupakan sarana yang efektif untuk dijadikan dasar pengembangan pembelajaran remedial Fisika; (2)  pemberian pembelajaran remidiasi dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Berdasarkan kesimpulan diatas, maka dapat disarankan hal-hal sebagai berikut : (1) dalam meningkatkan prestasi belajar siswa yang berkesulitan belajar, diharapkan para pendidikmemberikan pelayanan khusus berupa pembelajaran remedial (2) tes diagnosis perlu dilakukan sebagai langkah awal pembelajaran remedial. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui letak kesulitan belajar siswa dan segala factor penyebabnya sebagai umpan balik bagi guru dan siswa dalam melaksanakan pembelajaran remedial.Kata kunci :tes diagnosis, pembelajaran remedial fisika, hasil belajar
PENGEMBANGAN VIDEO TUTORIAL SEBAGAI MEDIA DALAM BELAJAR MANDIRI MATERI BUNYI SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Ekawati, Ninda; Supurwoko, Supurwoko; Wahyuningsih, Daru
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (66.185 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis video tutorial sebagai media dalam belajar mandiri untuk materi Fisika SMP kelas VIII pokok bahasan Bunyi.Penelitian ini termasuk penelitian pengembangan yang menggunakan metode research and development (R&D). Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model prosedural yaitu model yang bersifat deskriptif yang menunjukkan langkah-langkah yang harus diikuti untuk menghasilkan produk berupa media pembelajaran.Data diperoleh melalui wawancara, angket dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif.Langkah pengembangan media video tutorial yang dilakukan yaitu analisis potensi dan masalah siswa, pengumpulan data, pembuaatan desain media, pembuatan media, validasi, uji coba, evaluai dan kesimpulan.Video tutorial yang dikembangkan memenuhi kriteria baik dapat dilihat dari hasil pengisian angket oleh ahli dan siswa, juga ditinjau dari peningkatan kemampuan kognitif siswa sebelum dan sesudah pemberian video tutorial.Media video tutorial dapat digunakan sebagai media dalam belajar mandiri bagi siswa, dapat ditunjukkan dari hasil pengisian angket belajar mandiri oleh siswa.Dari hasil uji coba dapat disimpulkan bahwa video tutorial Fisika pokok bahasan Bunyi untuk siswa SMP kelas VIIIyang telah dikembangkan, termasuk dalam kriteria baik sebagai media yang dapat digunakan dalam belajar mandiri. Hal tersebut ditunjukkan dari hasil penilaian ahli materi, ahli media, dan siswa memberikan rata-rata penilaian 84,25% dan dari hasil pengisian angket kemandirian belajar siswa memberikan rata-rata penilaian 82,84%.Kata kunci: video tutorial pembelajaran Fisika, kemampuan belajar mandiri siswa

Page 4 of 15 | Total Record : 146