cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 146 Documents
Pemetaan Daerah Rawan Gempabumi di Wilayah Sorong Provinsi Papua Barat berdasarkan Metode Probabilistic Seimic Hazard Analysis (PSHA) Lewerissa, Richard; Manobi, Theresia
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 1, No 4 (2013)
Publisher : PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1666.209 KB)

Abstract

Pemetaan daerah rawan gempabumi di wiayah Sorong Provinsi Papua Barat telah dilakukan berdasarkan analisis data sekunder sejarah gempabumi wilayah Sorong bersumber dari ANSS Catalog. Pemetaan wilayah ini didasarkan pada distribusi nilai percepatan tanah maksimum (Peak Ground Acceleration) menggunakan pendekatan Probability Seismic Hazard Analysis (PSHA) dengan probability of excedance 2% terkomputasi pada program komputer EQRISK dan analisis pohon logika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai percepatan tanah maksimum wilayah Sorong yang diperoleh mengikuti model seismisitas sumber seismik dan faktor geologi berkisar antara 300 – 1700 Gal atau 0.3 – 0.7 g dan dipetakan menggunakan program komputer ArcGIS 9.2, nilai kisaran ini dibagi kedalam beberapa kategori tingkat kerawanan gempabumi. Berdasarkan distribusi nilai percepatan tanah maksimum, wilayah Sorong dikategorikan kedalam daerah dengan tingkat kerawanan besar satu dan besar dua. Nilai tingkat kerawanan gempabumi besar satu berkisar antara 300 – 600 Gal meliputi daerah distrik Seget, distrik Beraur, sebagian distik Makbon dan Kota Sorong sedangkan tingkat kerawanan gempabumi besar dua berkisar antara > 600 Gal meliputi distrik Samate, distrik Sausapor, distrik Sorbar dan sebagian kecil distrik Makbon. Wilayah Sorong di Provinsi Papua Barat termasuk daerah dengan tingkat kerawanan gempabumi yang tinggi hal ini disebabkan karena wilayah Sorong merupakan daerah dengan banyaknya kejadian gempabumi  ≥ 5 SR dengan kedalaman dangkal ≥ 30 km serta keberadaan jalur Sesar aktif gempabumi Sorong-Yapen akibat pertemuan lempeng Eiruasia, lempeng Indo-Australia dan lempeng samudera Pasifik. Kata Kunci : Percepatan tanah maksimum, PSHA, Sorong, gempabumi
PEMBELAJARAN FISIKA KUANTUM MELALUI LESSON STUDY MENGGUNAKAN METODE DISKUSI KELOMPOK DI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA FKIP UNS Supurwoko, Supurwoko; Siti Aminah, Nonoh; Fitriana Masithoh, Dyah; Harjunowibowo, Dewanto
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.107 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk memperbaikan mutu pembelajaran Fisika Kuantum melalui lesson study menggunakan metode diskusi kelompok. Lesson Study merupakan suatu model untuk meningkatkan mutu pembelajaran melalui pengkajian pembelajaran yang mempunyai sifat kolaboratif dan berkelanjutan berlandaskan prinsip-prinsip kolegalitas dan mutual learning. Lessson study untuk pembelajaran fisika kuantum ini dilakukan 4 kali dalam 1 semester. Adapun metode yang digunakan dalam pembelajar ini adalah metode diskusi disertai tanya jawab yang dilakukan baik dalam kelompok kecil (2 sampai 5 orang) maupun kelompok yang tergolong besar (>15 orang). Penggunaan metode ini dan lesson study diharapkan permasalahan pembelajaran dikelas dapat diatasi.Hasil yang diperoleh selama pelaksanaan lesson study adalah sebagai berikut :1. Ada perbaikan perangkat pembelajaran yang mengarah pada perbaikan pembelajaran di kelas. hal ini nampak pada koreksi  RPP yang makin sedikit dari pertemuan I ke pertemuan IV.2. Keaktifan mahamahasiswa semakin meningkat dari pertemuan I ke pertemuan IV dalam diskusi dan dalam pengerjaan tugas, hal ini nampak pada saat “do” penemuan – penemuan yang menunjukkan mahamahasiswa tidak mencatat, tidak aktif dll semakin sedikit bahkan cenderung tidak ada.3. Pembagian kelompok yang bervariasi ternyata cukup membantu mahamahasiswa karena tidak membuat bosan meskipun tentunya akan menimbulkan masalah-masalah baru yang sebelumnya tidak teramati. hal ini nampak pada saat pertemuan ke IV yang menggunakan kelompok besar nampak ada mahamahasiswa yang pura – pura mamperhatikan sampai menulispun lupa.4. Pada lesson study ini ternyata ditemukan juga bahwa mahamahasiswa masih memerlukan bimbingan dalam mengerjakan soal – soal latihan meskipun konsepnya sudah dijelaskan dan didiskusikan, hal ini nampak pada waktu diberi soal untuk didiskusikan mereka sering kesulitan menyelesaikannya dan sering bertanya. Kata kunci: Lesson Study, Fisika Kuantum, diskusi kelompok.
ANALOGI SEBAGAI SUATU METODE ALTERNATIF DALAM PENGAJARAN SAINS FISIKA SEKOLAH Hasanah, Daimul
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 1, No 5 (2012)
Publisher : PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.938 KB)

Abstract

Analogi memainkan peran yang sangat penting sebagai salah satu strategi pengajaran sains (fisika) dalam menunjang proses pembelajaran di sekolah. Strategi ini dapat digunakan sebagai salah satu metode alternatif untuk mengatasi hambatan komunikasi belajar antara guru dan siswa, khususnya jika siswa menghadapi kesulitan belajar dalam hal memahami materi ajar baru namun memiliki kemiripan alur berpikir dengan materi ajar sebelumnya. Artikel ini akan memperkenalkan dan membahas dua konsep utama, yaitu: konsep rujukan, materi ajar yang sudah dipahami sebelumnya oleh siswa; dan konsep target, materi ajar yang akan dipahamkan kepada siswa. Pembahasan kedua pada konsep tersebut akan disertai dengan beberapa contoh kasus dalam pengajaran fisika di sekolah. Tidak menutup kemungkinan bagi para guru di kelas, juga bagi para calon guru fisika, untuk memanfaatkan metode alternatif ini sebagai salah satu cara untuk meningkatkan keterampilan berpikir siswa. Selain itu, juga untuk meningkatkan pemahaman dan menghindari kesalahpahaman (miskonsepsi) bagi guru itu sendiri. Dengan demikian, pengayaan materi bahan ajar tidak hanya dapat dilakukan melalui latihan soal berulang dan berjenjang, melainkan juga dapat dilakukan dengan memperkenalkan paradigma baru agar diperoleh wawasan pemahaman materi ajar yang lebih luas dan komprehensif.Kata kunci: analogi, pengajaran dengan analogi (Teaching with Analogy, TWA).
UJI EFEKTIVITAS KOLOM FRAKSINASI DAN PEMVAKUMAN PADA PROTOTYPE TEKNOLOGI DESTILASI BIOETANOL TERHADAP PENINGKATAN KADAR ETANOL Kamas Utomo, Dewanto; P, Dyah; N. Q, Latifah; Harjunowibowo, Dewanto
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (96.919 KB)

Abstract

Bioetanol merupakan sumber energi alternatif terbarukan hasil fermentasi zat pati yang ramah lingkungan. Telah dilakukan penelitian untuk merancang bangun alat destilasi fraksinasi vakum skala rumah tangga untuk meningkatkan kadar bioetanol serta menguji efektivitas jumlah kolom terhadap peningkatan kadar etanol dan pengaruh vakumisasi terhadap efisiensi energi. Penelitian ini dilakukan dengan alat destilasi fraksinasi vakum 0,4 bar dan menggunakan dehidrator 100 gram zeolit alam. Dehidrasi dilakukan dengan melewatkan uap hasil evaporasi pada adsorben zeolit alam. Destilasi dilakukan dengan variasi jumlah kolom.Variabel penelitian meliputi tekanan, jumlah kolom, kadar etanol, volume destilat, dan penampung destilasi. Setiap pengambilan data, 1 liter bioetanol didestilasi selama 2 jam dengan mengontrol suhu kolom pada 31,2 oC.Hasil penelitian ini adalah alat destilasi vakum berkapasitas 5 liter bioetanol, kolom fraksinasi setinggi 190 cm dari pipa stainless steel, pipa adsorben zeolit kapasitas 500 gram, kondensor dengan sistem cooler, penampung destilat berbahan pyrex kapasitas 300 mL, dan pompa vakum modifikasi pompa air. Destilasi paling efektif menggunakan 5 kolom fraksinasi dengan kadar 95%, debit 65 mL/jam. Vakumisasi memberikan keunggulan pada proses destilasi yaitu konsumsi energi (kalor) yang kecil karena dapat dilakukan pada suhu yang rendah. Kata kunci :  bioetanol, destilasi fraksinasi, vakum, azeotrop, kadar etanol.
ULUL ALBAB SEBAGAI SOSOK DAN KARAKTER SAINTIS YANG PARIPURNA Basid, Abdul
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 1, No 4 (2012)
Publisher : PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (55.006 KB)

Abstract

Saintis ulul albab merupakan sosok ilmuwan yang memiliki kedalaman spiritual (dzikir), intelektualitas yang mapan (fikir), kretatifitas dan aktivitas yang positif (amal shaleh). Sosok ulul albab meyakini bahwa dalam penciptaan alam semesta tersurat dan tersirat sumber-sumber ilmu pengetahuan. Ada empat karakteristik saintis ulul albab, Pertama, saintis ulul albab senantiasa mengingat akan Allah Swt dalam segala keadaan dan aktivitas, Kedua, saintis ulul albab terus-menerus melaklukan aktivitas ilmiah dengan meneliti dan mempelajari akan penciptaan alam semesta dan segala sesuatu yang menyertai penciptaan tersebut. Ketiga, dalam setiap akhir aktivitas ilmiahnya selalu diperoleh kesimpulan akhir bahwa segala seuatu yang diciptakan Allah Swt tiada yang sia-sia, Keempat, saintis ulul albab selalu yakin bahwa akan ada hari esok, oleh karena itu setelah melalukan perenungan, pemikiran dan penelitian selalu mensucikan Sang Sencipta seraya memohon supaya dihindarkan dari azab di hari kemudian jika selama melakukan aktivitas ilmiahnya melalaikan kemahakuasaan Allah Swt atas segala ilmu pengetahuan.                     Kata Kunci : Ulul Albab, Saintis, Paripurna
PENGEMBANGAN MOBILE LEARNING (M-LEARNING) BERBASIS MOODLE SEBAGAI DAYA DUKUNG PEMBELAJARAN FISIKA DI SMA Setiawati, Nopita; Kartika, Ika; Purwanto, Joko
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 1, No 3 (2012)
Publisher : PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (68.971 KB)

Abstract

Pesatnya kemajuan teknologi sudah merambah di semua bidang termasuk bidang pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk : 1) mengembangkan mobile learning pada materi pokok fluida statis untuk siswa SMA; 2)  mengetahui kualitas mobile learning berbasis moodle menurut ahli media, ahli materi dan guru Fisika SMA serta respon siswa terhadap mobile learning yang telah dikembangkan.Penelitian ini adalah penelitian pengembangan atau Research and Development (R&D) model prosedural, yakni model yang bersifat deskriptif, menunjukkan langkah-langkah yang harus diikuti untuk menghasilkan produk. Prosedur pengembangan mengikuti prosedur Brog dan Gall yang dapat dilakukan dengan melibatkan 5 langkah utama yaitu: 1) melakukan analisis produk yang akan dikembangkan; 2) mengembangkan produk awal; 3) validasi ahli dan revisi; 4) uji coba lapangan skala kecil dan revisi produk; 5) uji coba skala besar dan produk akhir. Pengumpulan data menggunakan lembar angket kualitas mobile learning berbasis moodle yang terdiri dari aspek teknis,aspek isi dan aspek desain.Data kualitas yang diperoleh diubah kedalam deskriptif kuantitatif.Hasil penelitian yang telah dikembangkan berupa: 1) media pembelajaranmobile learning menggunakan softwaremoodle berisi materi fluida statis untuk siswa SMA yang dapat diakses secara online melalui handphone; 2) Kualitas mobile learningyang telah dikembangkan adalah Sangat Baik (SB) berdasarkan penilaian ahli media dengan presentase 90,62% dari skor ideal, ahli materi 80,55% dari skor ideal sedangkan penilaian dari guru fisika 90,83% dari skor ideal; 3) Berdasarkan uji coba lapangan skala kecil diperoleh respon siswa Sangat Setuju (SS) dengan presentase 83,67%, sedangkan uji coba lapangan skala besar 91,08% dari skor ideal.Kata kunci: Mobile learning, moodle ,fisika
PENGEMBANGAN MODUL IPA FISIKA SMP MATERI SUHU UNTUK SISWA TUNANETRA Arsadani Masruro, Erwin; Winarti, Winarti
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 1, No 5 (2012)
Publisher : PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (43.424 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesulita siswa tunanetra tingkat smp dalam belajar Fisika dan mengembangkan modul IPA Fisika materi Suhu untuk siswa tunanetra dalam bentuk braille.Penelitian ini adalah penelitian pengembangan atau Research and development (R&D) model prosedural, yakni model yang bersifat deskriptif, menunjukkan langkah-langkah yang harus diikuti untuk menghasilkan produk dan diadaptasi dari pengembangan perangkat model 4-D, yakni Define, Design, Develop, and Disseminate.Hasil penelitian menunjukkan minimya referensi buku yang dapat digunakan oleh siswa tunanetra dalam belajar IPA Fisika sehingga siswa hanya mengandalkan apa yang diperoleh dari guru, minimnya alat peraga yang memadai, siswa mengalami kesulitan dalam perhitungan matematis, rumus, dan analisis soal. Modul yang dikembangkan disesuaikan dengan kebutuhan siswa tunanetra.Kata kunci : Modul, Braille,Tunanetra, Fisika
PENGEMBANGAN CERPEN IPA TERPADU SEBAGAI SUMBER BELAJAR MANDIRI UNTUK MENANAMKAN KARAKTER SISWA SMP/MTs KELAS VIII SEMESTER 2 Sulastri, Sulastri; Kartika, Ika
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (46.605 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan: (1) mengembangkan Cerpen IPA Terpadu sebagai sumber Belajar Mandiri untuk Menanamkan Karakter Siswa SMP/MTs Kelas VIII Semester 2; (2) mengetahui kualitas cerpen menurut ahli media, materi, karakter, sastra indonesia dan guru IPA SMP/MTs; (3) serta mengetahui respon siswa terhadap cerpen IPA Terpadu yang dikembangkan.Penelitian ini adalah penelitian pengembangan atau Research and Development(R&D) model prosedural, yakni model yang bersifat deskriptif, menunjukkan langkah-langkah yang harus diikuti untuk menghasilkan produk. Prosedur pengembangan mengikuti prosedur Borgdan Gall yang dapat dilakukan  dengan lebih sederhana dengan melibatkan 5 langkah utama yaitu: 1) melakukan analisis produk yang akan dikembangkan;2) mengembangkanprodukawal;3) validasi ahli dan revisi;4) uji coba lapangan skala kecil dan revisi produk; 5) uji coba lapangan skala besar dan produk akhir.Hasil penelitian ini: (1) berupa cerpen IPA Terpadu Sebagai Sumber Belajar Mandiri Untuk Menanamkan Karakter Siswa SMP/MTs Kelas VIII Semester 2; (2) kualitas cerpen berdasarkan penilaian ahli media, ahli materi, ahli karakter, ahli sastra indonesia dan guru SMP/MTs adalah sangat baik(SB) dengan persentase keidealan masing-masing ahli media 86,59%, ahli materi 76,49%, ahli karakter 77,38%, ahli sastra Indonesia 85,75%, dan guru SMP/MTs 74,45%. Sedangkan respon siswa terhadap cerpen IPA Terpadu sebagai sumber belajar mandiri untuk menanamkan karakter siswa SMP/MTs kelas VIII semester 2 pada uji coba lapangan skala kecil dan uji coba lapangan skala besar adalah sangat setuju(SS) dengan persentase keidealan77,75% dan 80,17%.Kata kunci:Cerpen, IPA Terpadu, Karakter
PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN FISIKA YANGMENARIKDAN MENANTANG DI SEKOLAH AKSELERASI Sunarno, Widha
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 1, No 4 (2012)
Publisher : PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.612 KB)

Abstract

Kurikulum Pembelajaran Fisika di sekolah akselerasi ditengarai sama dengan kurikulum sekolah regular hanya dilakukan penambahan jumlah jam pelajaran khususnya pelajaran MIPA, sehingga satu satuan jenjang pendidikan yang seharusnya tiga tahun dapat ditempuh hanya dua tahun. Ini mengakibatkan siswa akselerasi sangat disibukkan dengan tugas-tugas dari semua mata pelajaran.Penyelenggaraan Sekolah Akselerasi sebaiknya disesuaikan dengan  karakteristik siswa, guru, kurikulum dan sistem pembelajaran fisika yang disajikan. Sekolah Akselerasi perlu mengembangakan model pembelajaran dan media pembelajaran fisika yang sesuai dengan kebutuhan. Di Sekolah Akselerasi perlu dikembangkan model pembelajaran fisika yang menarik dan menantang bagi siswa maupun bagi guru sebagai pasilitatornya. Hal ini dimaksudkan  agar para siswa selalu bergairah dalam melakukan pembelajaran Fisika baik di sekolah maupun di rumah. Kajian ini dilakuakan secara deskriptif kualitatif, dan dilakukan atau berlaku bagi SMA yang menyelenggarakan akselerasi. Keluaran yang dihasilkan dapat berupa model dan media pembelajaran fisika yang sesuai dengan siswa akselerasi.
EVALUASI PROSES PEMBELAJARAN FISIKA DI KELAS X RSBI SMA N 3 SURAKARTA Widowati, Tutut; Budiharti, Rini; Yusliana Ekawati, Elvin
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 1, No 3 (2012)
Publisher : PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.691 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perencanaan proses pembelajaran,pelaksanaan proses pembelajaran, dan kendala-kendala yang dihadapi SMA N 3 Surakarta dalam melaksanakan program Rintisan Sekolah Berstandar Internasional (RSBI) pada proses pembelajaran Fisika di kelas X.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif menggunakan metode evaluasi dengan model CIPP. Penelitian dilakukan di SMA Negeri 3 Surakarta Tahun Ajaran 2011/2012. Sumber data pada penelitian ini diperoleh dari hasil wawancara, hasil kegiatan observasi dan hasil analisis dokumen. Responden yang diwawancarai dalam penelitian ini adalah Kepala Sekolah SMA N 3 Surakarta, Wakil Kepala Sekolah Bagian Kurikulum SMA N 3 Surakarta, Penanggung Jawab Program RSBI SMA N 3 Surakarta, Guru Fisika Kelas X RSBI SMA N 3 Surakarta, dan 30 siswa kelas X SMA N 3 Surakarta. Kelas yang diobservasi dalam penelitian ini adalah kelas X-3, kelas X-5, kelas X-7, kelas X-8 dan kelas X-10. Hasil penelitian menunjukkan bahwamasih terdapat aspek-aspek dalam perencanaan dan pelaksanaan proses pembelajaran Fisika di Kelas X SMA N 3 Surakarta yang belum sesuai dengan Standar Proses (SP) maupun standar program RSBI. Sedangkan kendala-kendala yang dihadapi SMA N 3 Surakarta dalam melaksanakan program RSBI pada proses pembelajaran Fisika beberapa diantaranya adalah, guru masih kesulitan dalam mengubah pola pikir siswa-siswinya yang masih terbawa pola pikir mereka ketika masih di SMP, kebanyakan siswa masih kesulitan dalam memahami materi yang disampaikan oleh guru dan dalam mengerjakan soal-soal Fisika baik yang berbahasa Indonesia maupun yang berbahasa Inggris serta belum terfasilitasinya kegiatan praktikum secara maksimal selama proses pembelajaran Fisika di kelas X RSBI SMA N 3 Surakarta. Selain itu, adanya kendala dalam menyetarakan segenap SDM di SMA N 3 Surakarta untuk menjadi level SBIdan pelaksanaan sister school antara SMA N 3 Surakarta dengan sekolah di Turki yang mengalami kemacetan.Kata kunci: evaluasi,RSBI, proses pembelajaran Fisika, SMA N 3 Surakarta

Page 3 of 15 | Total Record : 146