cover
Contact Name
Nadirsah Hawari
Contact Email
nadirsahhawari@radenintan.ac.id
Phone
0812-72529387
Journal Mail Official
nadirsahhawari@radenintan.ac.id
Editorial Address
Jurusan Pemikiran Politik Islam Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama UIN Raden Intan Lampung Jl.Letkol Endro Suratmin No.1 Sukarame Bandar Lampung, 35131
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Tapis : Jurnal Teropong Aspirasi Politik Islam
ISSN : 02164396     EISSN : 26556057     DOI : 10.24042
Core Subject : Social,
Jurnal Tapis: Jurnal Teropong Aspirasi Politik Islam adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Program Studi Pemikiran Politik Islam (PPI), Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung. Jurnal Tapis membahas tentang tema-tema politik, pemerintahan dan isu-isu politik Islam kontemporer dengan frekuensi terbit sebanyak 2 kali dalam setahun yaitu bulan Juni dan Desember. Jurnal Tapis berkolaborasi dengan Asosiasi Program Studi Ilmu Politik (APSIPOL). Dewan Editorial Jurnal Tapis mengundang ahli, cendekiawan, praktisi, mahasiswa, dan intelektual untuk menyumbangkan naskah ke Jurnal. Naskah bisa berupa hasil penelitian, kajian literatur, dan studi pemikiran tentang perkembangan politik Islam di Indonesia. Naskah akan diulas menggunakan double-blind peer-reviewer. Dimana mitra bebestari berasal dari universitas dan institusi akademik nasional maupun internasional.
Arjuna Subject : -
Articles 231 Documents
FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB MENURUNNYA PEROLEHAN SUARA PARPOL ISLAM PADA PEMILU 2014 Triono, Triono
JURNAL TAPIS Vol 11 No 1 (2015): Jurnal Tapis : Jurnal Teropong Aspirasi Politik Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/tps.v11i1.843

Abstract

Abstrak Dinamika keberadaan partai politik Islam dalam pentas sejarah demokrasi di Indonesia mengalami dinamika perpolitikan yang belum stabil. Hal ini tidak terlepas dari pluralnya masyarakat Indonesia yang bukan hanya berisi orang Islam saja, melainkan majemuk dengan keberagaman agama lainnya. Dinamika tersebut dapat dilihat pada track record keikutsertaan partai politik Islam dalam perjalanan pemilihan umum di Indonesia. Perolehan suara parpol Islam yang cenderung menurun sejak era reformasi menjadi catatan dan pekerjaan rumah untuk segera diselesaikan. Banyak faktor  yang tentunya menjadi penyebab suara partai politik Islam kecil. Karakteristik dan ideologi partai menjadi pertaruhan penilaian masyarakat terhadap keberadaan partai-partai politik Islam. Kata Kunci: parpol islam, karakteristik, strategi
EXOGENEUS FORCE THEORY, SEBUAH ANTITESIS TEORI NEGARA OTONOM DALAM FORMULASI KEBIJAKAN PUBLIK (Studi Kasus Kebijakan Adaptasi Perubahan Iklim di Bandar Lampung) Mukhlis, Maulana
JURNAL TAPIS Vol 11 No 1 (2015): Jurnal Tapis : Jurnal Teropong Aspirasi Politik Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/tps.v11i1.844

Abstract

Abstrak Teori negara otonom atau sering disebut dengan teori intervensi pemerintah adalah salah satu teori yang dapat menjelaskan bagaimana sebuah kebijakan publik dibuat. Meskipun sebuah kebijakan secara rasional tidak dapat memenuhi kelayakan ekonomi karena tidak terkait dengan penyediaan barang publik -misalnya-, maka menurut teori ini, negara tetap berhak untuk mengambil kebijakan. Dalam perspektif tujuan sosial guna menghindari adanya kerugian ekonomi, maka kebijakan adaptasi perubahan iklim dan adaptasi bencana di Indonesia layak dijadikan sebagai contoh kebijakan yang dapat dibuat menggunakan pendekatan ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apakah teori negara otonom tereplikasi dalam lahirnya kebijakan adaptasi perubahan iklim di Bandar Lampung atau justru dorongan eksogen (dalam hal ini ACCCRN dan RAN API) lebih dominan dalam mempengaruhi lahirnya kebijakan adaptasi perubahan iklim di kota ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa telah terjadi perbedaan ‘ketaatan’ dan keseriusan Pemerintah Kota Bandar Lampung terhadap adanya kebutuhan kebijakan (rasionalitas agenda setting) maupun terhadap dorongan eksogen. Kata Kunci: Dorongan Eksogen, Teori Negara Otonom, Kebijakan Publik  
GAYA KEPEMIMPINAN PEREMPUAN Fitriani, Annisa
JURNAL TAPIS Vol 11 No 2 (2015): Jurnal Tapis : Jurnal Teropong Aspirasi Politik Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/tps.v11i2.845

Abstract

Abstrak Penelitian ini difokuskan pada gaya kepemimpinan perempuan yang bertujuan menemukan model gaya kepemimpinan yang khas pada perempuan. Metode penelitian dilakukan berdasarkan kajian teoritis dari penulusuran jurnal-jurnal penelitian, buku dan makalah lainnya. Hasil penelitian-penelitian masalah gender umumnya menunjukkan tidak banyak perbedaan gender dalam hal organisasi. Namun jika gender dihubungkan dengan gaya kepemimpinan terlihat adanya gaya tertentu khas perempuan, tapi bukan karena perbedaan jenis kelamin, namun lebih pada factor karakteristik/tuntutan pekerjaan. Hal ini menunjukkan adanya pengaruh karakteristik pekerjaan dengan gaya kepemimpinan perempuan. Jika karakteristik pekerjaan dihubungkan dengan gaya kepemimpinan perempuan secara umum gaya kepemimpinan perempuan terbagi 2 (dua) yaitu gaya kepemimpinan feminism-maskulin dan gaya kepemimpinan transformasional-transaksional..Kata Kunci : Kepemimpinan, Perempuan, Feminism-Maskulin 
KHILAFAH ISLAMIYAH DAN PROFIL KEPEMIMPINAN PADA LEMBAGA KEAGAMAAN DI INDONESIA Zaeny, A.
JURNAL TAPIS Vol 11 No 2 (2015): Jurnal Tapis : Jurnal Teropong Aspirasi Politik Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/tps.v11i2.846

Abstract

Abstrak Khalifah dalam perspektif Islam mempunyai fungsi ganda, yaitu sebagai seorang pemimpin di muka bumi di satu sisi yang harus merealisasikan tugas sucinya (pembawa rahmat bagi alam semesta), dan sebagai hamba Allah di sisi lain (yang harus patuh dan tunduk  serta senantiasa terpanggil untuk mengabdikan dirinya di jalan Allah).Masalah khilafah  adalah masalah yang berhubungan dengan sosial, dimana di dalamnya terjadi interaksi timbal balik  (antara yang memimpin dan yang dipimpin) untuk mencapai tujuan yang sama. Mengenai rekruitment pemimpin Islam, Al-Qur’an dengan tegas menggariskan bahwa seorang pemimpin wajib diambil dari para “ahlul halli wal aqdi”, yakni para ilmuan yang dalam agamanya atau dari agamawan yang luas ilmunya dan dari para cendikiawan beragama yang berjiwa pegabdian, yang peduli terhadap masyarakat luas, bukan dari mereka yang memprioritaskan untuk kekayaandirinya sendiri, tetapi adalah mereka yang mempunyai jiwa ikhlas berkorban dan bekerja demi masyarakat dan negara Kata Kunci: Khilafah, Kepemimpinan, Lembaga Keagamaan 
DEMOKRATISASI DI INDONESIA: Refleksi atas Institusionalisasi Demokrasi dalam UUD, UU Pemda, dan UU Pilkada Irham, Muhammad Aqil
JURNAL TAPIS Vol 11 No 2 (2015): Jurnal Tapis : Jurnal Teropong Aspirasi Politik Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/tps.v11i2.848

Abstract

Abstrak Institusionalisasi demokrasi di Indonesia menjadi salah satu agenda penting Reformasi yang gencar dilaksanakan pasca-tumbangnya Orde Baru pada 1998. Namun demikian, institusionalisasi ini nampaknya belum menghasilkan kestabilan dalam sistem perpolitikan hingga saat ini. Dalam mengevaluasi jalannya proses institusionalisasi yang telah dilakukan sejauh ini, beberapa persoalan mendasar mesti kita cermati, antara lain persoalan terkait desentralisasi dan otonomi daerah. Terkait hal ini, penting juga untuk menelaah berbagai perubahan dalam proses pemilihan kepala daerah. Dengan menerapkan perspektif neo-institusionalisme dalam mendekati persoalan-persoalan tersebut, tulisan ini ditujukan untuk melakukan refleksi atas UUD, UU Pemda, dan UU Pilkada. Melalui refleksi ini akan dapat kita lihat bagaimana sebenarnya proses institusionalisasi demokrasi berlangsung di Indonesia hingga hari ini. Kata Kunci: Institusionalisasi, desentralisasi, Otonomi Daerah
KETERLIBATAN PEREMPUAN DALAM MEWUJUDKAN KESERASIAN SOSIAL PADA MASYARAKAT MULTIETNIK DI LAMPUNG Shonhaji, Shonhaji
JURNAL TAPIS Vol 13 No 1 (2017): Jurnal Tapis : Jurnal Teropong Aspirasi Politik Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/tps.v13i1.1397

Abstract

AbstrakKehidupan masyarakat hanya dapat diamati dari adanya interaksi sosial, hubungan timbal balik antar indvidu yang ada dalam masyarakat. Proses interaksi sosial bisa saja berujud persaingan dan konflik, namun sangat dimungkin berbentuk kerjasama yang pada akhirnya bermuara pada terciptanya keserasian sosial.  Terwujudnya suatu keserasian sosial, sangat ditentukan oleh bagaimana proses interaksi sosial itu berlangsung. Kehidupan sosial antarkelompok cenderung tegang (tense) manakala intensitas interaksi rendah. Sebaliknya manakala intensitas interaksi tinggi, maka kehidupan sosial antarkelompok cenderung cair dan akan diwarnai oleh kedamaian, keserasian dan harmoni sosial. Keserasian sosial antar kelompok lintas etnik dalam masyarakat multietnik, tidak dapat terlepas dari adanya keterlibatan kaum perempuan. Analisis sosiologis terhadap kiprah kaum perempuan pada sektor publik dalam masyarakat multietnik sebagaimana terungkap dalam penelitian ini, paling tidak dapat memberi gambaran lain bahwa kaum perempuan atau “wanito” tidak bisa dipandang sebelah mata (subordinatif) sebagai makluk lemah yang hanya berani ditata tetapi juga berani menata. Kaum perempuan tidak lagi diposisikan sebagai obyek tetapi lebih didudukkan sebagai subyek pembangunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kaum perempuan memiliki peran yang signifikan dalam mewarnai dinamika interaksi sosial antarkelompok etnik;  Kaum perempuan di desa Sukaraja, tidak lagi dianggap sebagai konco wingking yang hanya memiliki peran domestik sebagai istri dan ibu rumah tangga yang hanya mengurusi anak dan suami. Aktifitas mereka pada sektor publik dalam berbagai bidang, baik sosial, adat istiadat, ekonomi, politik, dan keagamaan, baik secara langsung maupun tidak langsung, berdampak pada  terwujudnya keserasian sosial  pada masyarakat multietnik. Kata Kunci; Kerlibatan perempuan, keserasian sosial, multietnik
MEMBANGUN HARMONI KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA DENGAN NILAI ISLAM DALAM PANCASILA Ruslan, Idrus
JURNAL TAPIS Vol 9 No 2 (2013): Jurnal Politik Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/tps.v9i2.1512

Abstract

Term pembangunan dalam konteks ini tidak hanya diartikan sebagai bangunan pisik semata, akan tetapi juga pembangunan mental.  Indonesia dihuni oleh manusia yang memiliki kepercayaan yang beragama, mensyaratkan terjadinya harmonisasi antar agama.  Pancasila merupakan dasar negara Indonesia dan common platform masyarakat Indonesia, menjadi suatu yang sangat penting untuk dipahami secara bersama oleh masyarakat Indonesia.  Dalam konteks ini dapat ditegaskan bahwa segenap nilai Pancasila tidaklah bertentangan dengan Islam, sebagaimana yang dapat dilihat bahwa Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan merupakan kristalisasi dari spirit Islam.  Sehingga tidak beralasan untuk membenturkan antara Islam dan Pancasila.
‘MEMBANGUN’ NASIONALISME SEBAGAI SOLUSI UNTUK MENGATASI KONFLIK SARA DI INDONESIA Ruslan, Idrus
JURNAL TAPIS Vol 10 No 1 (2014): Jurnal Tapis : Jurnal Teropong Aspirasi Politik Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/tps.v10i1.1513

Abstract

Sebagai sebuah negara yang multi etnis serta memiliki berbagai macam keyakinan, Indonesia sangat rentan terjadi konflik yang bernuasan Suku, Agama, Ras,dan Antargolongan.  Maka untuk mengatasi atau paling tidak meminimalisir hal tersebut, diperlukan suatu sikap yang arif dan bijak yakni membangun semangat kebangsaan (Nasionalisme) pada semua elemen bangsa Indonesia.  Kesadaran semangat kebangsaan bahwa kita semua adalah hidup dalam satu rumah yakni Indonesia, termasuk juga melihat aspek historis bahwa para pendiri bangsa ini telah berjuang mencapai kemerdekaan dengan semangat nasionalisme yang tinggi, akan menghantarkan Indonesia menjadi negara yang damai.  
KONSEPSI DAN IMPLEMENTASI DEMOKRASI PANCASILA DALAM SISTEM PERPOLITIKAN DI INDOENSIA Agustamsyah, Agustamsyah
JURNAL TAPIS Vol 7 No 1 (2011): Jurnal Tapis : Jurnal Teropong Aspirasi Politik Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/tps.v7i1.1524

Abstract

AbstrakDemokrasi Barat yang dilahirkan oleh Revolusi Prancis tiada membawa kemerdekaan rakyat yang sebenarnya, melainkan menimbulkan kekuasaan kapitalisme, sebab itu demokrasi politik saja tidaklah cukup untuk mencapai demokrasi yang sebenarnya yaitu kedaulatan rakyat. Haruslah ada pula kedaulatan ekonomi, yang memakai dasar, bahwa segala penghasilan yang mengenal penghidupan orang banyak harus berlaku dibawah tanggungan orang banyak juga. Mengapa demokrasi selalu menjadi tema dan pilihan moral dalam perjuangan politik? Karena manusia menyadari dirinya memiliki kelemahan moral berupa kecenderungan untuk berkuasa dan menguasai orang lain. Jika kecenderungan ini melekat pada seseorang yang kebetulan tengah menggenggam kekuasaan dan disitu tidak ada mekanisme kontrol yang bisa memperingatkan dan mengendalikannya, maka biasanya rakyat yang akan menjadi korban.
DEMOKRASI YANG MENINDAS Ritaudin, M. Sidi
JURNAL TAPIS Vol 7 No 1 (2011): Jurnal Tapis : Jurnal Teropong Aspirasi Politik Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/tps.v7i1.1525

Abstract

Abstrak Indonesia kini disebut-sebut sebagai salah satu Negara the third largest democracy in the world, setelah India dan Amerika Serikat. Di sisi lain, Indonesia juga sebagai Negara terbesar yang berpenduduk Muslim, yang sangat akomoda-tif terhadap ideologi demokrasi tersebut, dengan harapan niali-nilai ajaran Islam dapat teraplikasi dalam kehidupan politik dan pemerintahan. Ironisnya, dengan atas nama rakyat, justru dijadikan alat  elit politik dan elit pemerintah “menindas” rakyatnya, sehingga Indonesia baru lepas dari penjajah asing, tetapi masih dijajah oleh kemiskinan, kebodohan dan ketertinggalan di segala bidang  dibanding dengan Negara-negara lain. Benarkah sistem demokrasi sesuai dengan karakter bangsa, atau malah menjadi monster yang siap memporak potandakan tatanan kehidupan NKRI.Kata  Kunci :  Demokrasi, Rakyat, Politik, Pemerintah, Negara

Page 6 of 24 | Total Record : 231


Filter by Year

2011 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 22 No 2 (2025): Jurnal Tapis : Jurnal Teropong Aspirasi Politik Islam Vol 21 No 1 (2025): Jurnal Tapis : Jurnal Teropong Aspirasi Politik Islam Vol 20 No 2 (2024): Jurnal Tapis : Jurnal Teropong Aspirasi Politik Islam Vol 20 No 1 (2024): Jurnal Tapis : Jurnal Teropong Aspirasi Politik Islam Vol 19 No 2 (2023): Jurnal Tapis : Jurnal Teropong Aspirasi Politik Islam Vol 19 No 1 (2023): Jurnal Tapis : Jurnal Teropong Aspirasi Politik Islam Vol 18 No 2 (2022): Jurnal Tapis : Jurnal Teropong Aspirasi Politik Islam Vol 18 No 1 (2022): Jurnal Tapis : Jurnal Teropong Aspirasi Politik Islam Vol 17 No 2 (2021): Jurnal Tapis : Jurnal Teropong Aspirasi Politik Islam Vol 17 No 1 (2021): Jurnal Tapis : Jurnal Teropong Aspirasi Politik Islam Vol 16 No 2 (2020): Jurnal Tapis : Jurnal Teropong Aspirasi Politik Islam Vol 16 No 1 (2020): Jurnal Tapis : Jurnal Teropong Aspirasi Politik Islam Vol 15 No 2 (2019): Jurnal Tapis : Jurnal Teropong Aspirasi Politik Islam Vol 15 No 1 (2019): Jurnal Tapis : Jurnal Teropong Aspirasi Politik Islam Vol 14 No 2 (2018): Jurnal Tapis : Jurnal Teropong Aspirasi Politik Islam Vol 13 No 2 (2017): Jurnal Tapis : Jurnal Teropong Aspirasi Politik Islam Vol 13 No 1 (2017): Jurnal Tapis : Jurnal Teropong Aspirasi Politik Islam Vol 12 No 2 (2016): Jurnal Tapis : Jurnal Teropong Aspirasi Politik Islam Vol 12 No 1 (2016): Jurnal Tapis : Jurnal Teropong Aspirasi Politik Islam Vol 11 No 2 (2015): Jurnal Tapis : Jurnal Teropong Aspirasi Politik Islam Vol 11 No 1 (2015): Jurnal Tapis : Jurnal Teropong Aspirasi Politik Islam Vol 10 No 2 (2014): Jurnal Tapis : Jurnal Teropong Aspirasi Politik Islam Vol 10 No 1 (2014): Jurnal Tapis : Jurnal Teropong Aspirasi Politik Islam Vol 9 No 2 (2013): Jurnal Politik Islam Vol 9 No 1 (2013): Jurnal Tapis : Jurnal Teropong Aspirasi Politik Islam Vol 8 No 2 (2012): Jurnal Tapis : Jurnal Teropong Aspirasi Politik Islam Vol 8 No 1 (2012): Jurnal Tapis : Jurnal Teropong Aspirasi Politik Islam Vol 7 No 2 (2011): Jurnal Tapis : Jurnal Teropong Aspirasi Politik Islam Vol 7 No 1 (2011): Jurnal Tapis : Jurnal Teropong Aspirasi Politik Islam More Issue