cover
Contact Name
Prof. Wimpy Santosa, Ph.D
Contact Email
wimpy@unpar.ac.id
Phone
+62222042004
Journal Mail Official
fstpt7@unpar.ac.id
Editorial Address
Jl. Ciumbuleuit No. 94 Bandung 40141, Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Transportasi
ISSN : 14112442     EISSN : 26151146     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Transportasi adalah jurnal ilmiah di bidang ilmu transportasi yang diterbitkan tiga kali setahun oleh Forum Studi Transportasi antar-Perguruan Tinggi (FSTPT). Makalah-makalah yang dimuat di jurnal ini merupakan makalah-makalah terbaik dari Simposium FSTPT yang diadakan setiap tahun. Selain sebagai wadah komunikasi ilmiah, penerbitan Jurnal Transportasi juga bertujuan untuk menyebarluaskan hasil-hasil penelitian yang berkaitan dengan bidang ilmu transportasi. Jurnal Transportasi terakreditasi yang kedua kali berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Nasional Republik Indonesia, Nomor 51/DIKTI/ Kep/2010 tanggal 5 Juli 2010.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,071 Documents
APPLICATION OF ARTIFICIAL INTELLIGENCE IN TRANSPORTATION DEMAND MANAGEMENT: DEVELOPMENT AND IMPLEMENTATION OF E-SUTRA ., Resdiansyah; ., Ircham; Sandjoko, Otto
Jurnal Transportasi Vol 13, No 3 (2013)
Publisher : Jurnal Transportasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1409.682 KB)

Abstract

Allowing traffic to grow to a level at which there is extensive and regular congestion is economically inefficient. Although the construction of additional roads can alleviate some of the effects of congestion, the benefits may be counterbalanced unless the growth in traffic volumes can be restrained. Therefore, another alternative is by implementing Transportation Demand Management (TDM), which means people still travel but at the same time the private car usage is reduced. This paper presents the development of an expert system for sustainable transportation (E-SUTRA) through implementation of TDM. The overall result of 69% accuracy indicates the high possibility of the E-SUTRA system to be used as an advisory tool for sustainable transportation through TDM.
INTEGRATED ROAD SAFETY APPROACH TOWARDS SAFER ROAD IN INDONESIA Sutandi, A. Caroline; Santosa, Wimpy
Jurnal Transportasi Vol 14, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Transportasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.636 KB)

Abstract

Safer road is a global issue in the world. Regarding road conditions, traffic conditions, and accident rate in developing countries, including Indonesia, safer road is crucial. Furthermore, the problem is worse because of a number of reasons i.e. data of road geometric, road pavement surface, road furniture conditions, and traffic accident are not well recorded, difference available recorded data among institutions, and beginning level of intelligent transportation systems implementation. Moreover, to reach safer road, all stakeholders involved (road authorities, industries, experts, road users) should work together. In order to reach integrated road safety approach, the aims of this study are to determine steps to decrease number and severity of traffic accident before, during, and after accident occur, and then to recommend road safety scheme towards safer road in Indonesia. Sustainable and consistent implementation of steps and road safety scheme leads to significant improvement of safer road in Indonesia. Keywords: safer road, accident rate, traffic accident, traffic condition  Jalan berkeselamatan merupakan isu global di dunia. Terkait dengan kondisi jalan, kondisi lalu lintas, dan tingkat kecelakaan di negara-negara berkembang, termasuk di Indonesia, jalan yang lebih aman sangat penting. Selain itu permasalahan lebih diperburuk oleh beberapa alasan, yaitu data geometrik jalan, kondisi permukaan perkerasan jalan, kondisi perlengkapan jalan, data kecelakaan lalulintas yang tidak tercatat dengan baik, perbedaan data yang tercatat di institusi-institusi terkait, dan implementasi sistem transportasi cerdas baru pada tahap awal. Untuk mencapai jalan yang berkeselamatan semua pemangku kepentingan yang terlibat (otoritas jalan, industri, ahli, pengguna jalan) harus bekerja sama. Dengan memperhatikan pendekatan keselamatan jalan terpadu, tujuan penelitian ini adalah menentukan langkah-langkah untuk mengurangi jumlah dan tingkat keparahan kecelakaan sebelum, selama, dan setelah kecelakaan terjadi serta merekomendasikan skema keselamatan jalan menuju jalan yang lebih aman di Indonesia. Keberkelanjutan dan penerapan yang konsisten langkah-langkah dan skema keselamatan jalan akan menghasilkan perbaikan yang signifikan akan jalan berkeselamatan di Indonesia. Kata-kata kunci: jalan berkeselamatan,tingkat kecelakaan, kecelakaan lalulintas, kondisi lalulintas
PENGARUH ALOKASI WAKTU TERHADAP PERILAKU PERJALANAN RUMAH TANGGA PENGGUNA SEPEDA MOTOR DI PUSAT KOTA SEMARANG Manullang, Okto Risdianto; Syabri, Ibnu; Tamin, Ofyar Z.; Sjafruddin, Ade
Jurnal Transportasi Vol 14, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Transportasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.536 KB)

Abstract

Downtown area is the area that located in the central of a city with a relatively close distance to the location of the activity and existing facilities and it is served by public transportation service, so that the number of private vehicles uses can be reduced. However, those conditions are not found in the downtown area of Semarang, where the number of motorcycle uses is high. That phenomenon needs to be observed from household scale as the main actors of trips. This study aims to investigate motor cycle travel behavior of households living in the downtowns area of Semarang. Based on the results it is found that husband and wife have different travel behavior along with their role in the household. Husbands have more trips related to work activities while wives have more trips related to household activities. Moreover, household travel behavior is different during weekdays and weekend. Variable which has the most influence on travel behavior in weekdays is daily activity that is accompany family members, while variables which have the most influence on travel behavior in weekend are non-daily activities such as recreation and visiting relatives. Pusat kota adalah kawasan yang menempati lokasi sentral dengan jarak relatif dekat dengan lokasi aktivitas serta fasilitas yang ada dan dapat diakses dengan jaringan pelayanan angkutan umum sehingga angka penggunaan kendaraan pribadi, khususnya bagi penduduk yang tinggal di dalamnya, dapat dikurangi. Namun kondisi tersebut tidak terjadi di pusat Kota Semarang karena angka penggunaan sepeda motor di sini cenderung tinggi. Fenomena tersebut perlu dicermati pada skala paling kecil, yaitu rumah tangga sebagai pelaku utama pergerakan. Tujuan penelitian ini adalah melakukan analisis perilaku perjalanan rumah tangga pengguna sepeda motor yang tinggal di kawasan pusat Kota Semarang. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa pasangan suami dan istri memiliki perilaku perjalanan yang berbeda dalam melakukan aktivitas rumah tangga. Pergerakan suami lebih banyak dilakukan untuk kegiatan bekerja sedangkan istri lebih banyak berperan dalam aktivitas rumah tangga. Selain itu perilaku perjalanan rumah tangga pada hari kerja dan pada akhir pekan juga berbeda. Variabel yang paling mempengaruhi perilaku perjalanan pada hari kerja adalah aktivitas harian, yaitu mengantar anggota keluarga, sedangkan variable yang paling mempengaruhi pada akhir pekan adalah aktivitas non-harian, seperti rekreasi, jalan-jalan dan mengunjungi kerabat.
KEBIJAKAN MENGATASI KEMACETAN DENGAN BERBAGI WAKTU PADA JAM PUNCAK Buchari, Erika
Jurnal Transportasi Vol 14, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Transportasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.229 KB)

Abstract

Palembang is a capital city of South Sumatera, which has density of 4,020 people per square kilometer in 2012. Economic growth has given influences on traffic and as a result congestions happen in many roads. The aim of this study is to get the characteristics of congestion period and to divide congestion period by providing alternative work schedules in Palembang City. The method and analysis used is descriptive and matrix analysis. The results obtained from this study show that the peak hours occur between 05.00 and 09.00 in the morning. By adopting Transport Demand Management, staggered shift, two scenarios of sharing congestion periods are obtained. The first scenario suggests that the work schedule for government officials and labors (209,448 people) is 07.30 to 16.00 while the schedule for traders and students (233,086 people) is 09.00 to 17.30. The second scenario suggests that the work schedule for government officials and students (241,812 people) is 07.30 to 16.00 while the schedule for traders and labors (124,361 people) is 09.00 to 17.30. Keywords: Transport Demand Management, work schedule, peak hour  Kota Palembang, ibukota Provinsi Sumatera Selatan, mempunyai kepadatan penduduk 4.020 orang/km2 pada tahun 2012. Banyaknya produksi hasil alam dari bumi Sriwijaya ini mengakibat geliat pertumbuhan ekonomi cukup tinggi yang mengakibatkan terjadi kemacetan lalulintas di banyak ruas jalan di Palembang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik waktu macet dan merancang pembagian waktu pada jam sibuk di Palembang. Analisis yang dilakukan menggunakan metode deskripsi dan matriks. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa karakteristik jam sibuk di kota Palembang terjadi antara jam 05.00-09.00 pagi. Dengan mengadopsi model Transportation Demand Management, staggered shift, dihasilkan dua skenario pembagian waktu untuk mengurangi kemacetan lalulintas. Pada skenario pertama pegawai negeri sipil dan buruh, yang berjumlah 209.448 orang, bekerja antara jam 07.30 sampai jam 16.00 sedangkan pedagang dan murid/mahasiswa, yang berjumlah 233.086 orang, jam 09.00 sampai 17.30. Skenario kedua adalah mengatur PNS dan murid/mahasiswa,  yang berjumlah 241.812 orang, bekerja atau sekolah  jam 07.30  sampai 16.00 sedangkan pedagang dan buruh, yang berjumlah 124.361 orang, bekerja mulai jam 09.00 sampai 17.30. Kata-kata kunci: Transport Demand Management, jadwal kerja, jam puncak
KARAKTERISTIK POLA PERJALANAN DI KOTA YOGYAKARTA Ansusanto, J. Dwijoko; Priyanto, Sigit; Munawar, Ahmad; Wibisono, Bambang Hari
Jurnal Transportasi Vol 14, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Transportasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.585 KB)

Abstract

Yogyakarta has special transportation characteristics. Travel patterns in urban areas in Yogyakarta were determined by the urban population characteristics in Yogyakarta City. The spread of work places or school locations that are far away from the residential areas tend to generate transportation problems. Every day, many trips to work and school locations have to pass the city center which impact urban roads. This study aims to analyze the trip pattern in the City of Yogyakarta. The results show that motor cycles are the most transportation mode used by the travelers. It is also found that the majority of vehicles are used by a single traveler. Yogyakarta memiliki karakteristik khusus transportasi. Pola perjalanan di daerah perkotaan di Yogyakarta ditentukan oleh karakteristik populasi perkotaan di Kota Yogyakarta. Penyebaran lokasi tempat kerja atau sekolah yang terletak jauh dari tempat tinggal cenderung menghasilkan masalah transportasi. Setiap hari, banyak gerakan yang dilakukan untuk pekerjaan dan sekolah melintasi pusat kota yang berdampak ke jalan kota. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pola pergerakan di Kota Yogyakarta. Hasil yang didapat menunjukkan bahwa sepeda motor merupakan moda transportasi yang paling banyak digunakan. Selain itu mayoritas kendaraan hanya digunakan oleh satu orang pelaku perjalanan...
ARAH KEBIJAKAN PRASARANA TRANSPORTASI DI WILAYAH JAWA TIMUR BERDASARKAN PERSEPSI PEMANGKU KEPENTINGAN Wicaksono, Achmad; Wahyudi, Wahid; Mulyono, Agus Taufik
Jurnal Transportasi Vol 14, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Transportasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.897 KB)

Abstract

Transport infrastructure in East Java today has grown well, it has been proven from the significance effect to the economic growth of East Java Province. Therefore, it is necessary to assess the condition of existing transportation infrastructure currently in the region of East Java Province, and identify it’s weaknesses to be improved in the future. This study aims to identify problems and potential policy directions of transport infrastructure in the province of East Java in the future, particularly the priority of aspects to be improved. This study was conducted with a Focus Group Discussion (FGD), which has been used a questionnaire-based method called as IPA (Important Performance Analysis), with respondents are officers in the East Java Provincial Transport Department and representatives from the City and Regency Department of Transportation in the Province of East Java. The performance aspect that related with passenger which is identified to be improved are (a) integration aspects and (b) the capacity of the passenger activity. Related performance of freight transport that need to be improved are aspects: (a) integration of multi-modal services, (b) the regularity of the service, (c) ease accesses, (d) timeliness, (e) order, and (f) efficiency.  Keywords: transport policy, transport infrastructure, passengers and goods transport  Prasarana transportasi di Jawa Timur saat ini telah berkembang cukup baik, terbukti peranannya semakin terlihat dari signifikasi pertumbuhan ekonomi di Provinsi Jawa Timur. Oleh karena itu perlu dilakukan kegiatan untuk menilai kondisi prasarana transportasi yang ada saat ini di wilayah Provinsi Jawa Timur dan mengidentifikasi kelemahannya guna memperbaiki kondisi di masa mendatang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi masalah dan potensi arah kebijakan prasarana transportasi di Provinsi Jawa Timur di masa mendatang, khususnya terkait dengan prioritas aspek sasarannya. Penelitian ini dilakukan dengan  Focus Group Discussion menggunakan kuesioner berbasis metode Important Performance Analysisdan responden adalah semua pejabat di Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur dan perwakilan dari Dinas Perhubungan Kabupaten/Kota sewilayah Provinsi Jawa Timur. Kinerja terkait angkutan penumpang yang teridentifikasi perlu untuk ditingkatkan adalah (a) aspek keterpaduan dan (b) daya tampung untuk aktivitas penumpang. Kinerja terkait angkutan barang yang teridentifikasi perlu untuk ditingkatkan adalah aspek-aspek: (a) keterpaduan layanan multi moda, (b) keteraturan layanan, (c) kemudahan dicapai, (d) ketepatan waktu, (e) ketertiban, dan (f) efisiensi. Kata-kata kunci: kebijakan transportasi, prasarana transportasi, angkutan penumpang dan barang
KOORDINASI SIMPANG BERSINYAL PADA SIMPANG KENTUNGAN-SIMPANG MONJALI YOGYAKARTA Cahyaningrum, Fitria Purnayanti; Munawar, Ahmad
Jurnal Transportasi Vol 14, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Transportasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.872 KB)

Abstract

Two signalized intersections in Yogyakarta which began to experience traffic congestion problems are Kentungan and Monjali signalized intersections, located in the North Ring Road. The vehicles always stop at the intersection because they always get red signal. The data used in this study were collected by direct surveys, including vehicles volume, vehicles speed, signal time, and the geometric of both intersections. The data were then used to get the most saturated existing condition which becomes a reference in the determination of new cycle time and green phase distribution under optimal condition based on the signal coordination theory. From the analysis it was found that both intersections were not coordinated yet. From eleven scenarios, it was found that the new cycle time is 130 seconds with offset time for both directions is 70.93 seconds for both directions. Bandwidth obtained by coordination diagram is equal to 37 seconds for East direction and 32 seconds for West direction. Kedua simpang bersinyal di Yogyakarta yang mulai tidak terlepas dari masalah kemacetan adalah Simpang Kentungan dan Simpang Monjali, yang terletak pada Jalan Ring Road Utara. Permasalahan yang seringkali terjadi adalah kendaraan harus selalu berhenti pada tiap simpang karena selalu mendapat sinyal merah. Data yang dikumpulkan pada penelitian ini dilakukan dengan cara survei langsung, yang meliputi volume kendaraan, kecepatan tempuh kendaraan di kedua ruas, waktu sinyal, dan geometrik simpang. Data yang diperoleh digunakan untuk mendapatkan kondisi eksisting terjenuh yang akan menjadi acuan dalam merencanakan waktu siklus baru dan pembagian fase hijau yang paling optimal dengan memperhatikan teori koordinasi. Dari hasil analisis diketahui bahwa kedua simpang belum terkoordinasi. Dari sebelas alternatif perencanaan didapat waktu siklus baru sebesar 130 detik dengan waktu offset sebesar 70,93 detik untuk kedua arah. Berdasarkan diagram koordinasi didapat bandwidth sebesar 37 detik untuk arah dari Timur dan 32 detik untuk arah Barat.
KUALITAS PELAYANAN HALTE TRANS METRO BANDUNG Gultom, Hansen Samuel Arberto; Joewono, Tri Basuki
Jurnal Transportasi Vol 14, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Transportasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.295 KB)

Abstract

One important aspect of the quality of Trans Metro Bandung (TMB) is a stop (shelter). Analysis of service quality of a shelter is important because it is directly felt by the users. The purpose of this study is to analyze the level of importance and satisfaction of the shelter of TMB. The data used in this study is primary data. Results of analysis show that there is no significant difference of the respondents’ assessment for each aspect of quality of the shelter, both for the level of importance and satisfaction. The results also show that aspects with high level of importance did not experience as satisfaction. This study shows that there are several components perceived as importance but not satisfactory, which needs improvement or development, namely the cleanliness of bus stops, support facilities around the bus stops, and platform. Salah satu aspek penting layanan Trans Metro Bandung (TMB) adalah tempat pemberhentian (halte). Analisis tentang kualitas pelayanan sebuah halte penting untuk dilakukan dilakukan karena secara langsung dirasakan oleh pengguna. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat kepentingan dan kepuasan masyarakat terhadap halte TMB. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data primer. Dari analisis yang dilakukan diketahui bahwa tidak ada perbedaan nyata penilaian responden terhadap dua belas aspek kualitas halte, baik untuk tingkat kepentingan maupun tingkat kepuasan. Hasil analisis menunjukkan pula bahwa tingkat kepentingan yang tinggi tidak diikuti oleh tingkat kepuasan yang tinggi juga. Studi ini menunjukkan bahwa terdapat beberapa komponen halte yang menurut persepsi masyarakat penting tetapi tidak memuaskan dan membutuhkan perbaikan atau pengembangan, yaitu kebersihan halte, fasilitas pendukung di sekitar halte, dan tangga halte.
EKSPLORASI PERJALANAN MAHASISWA TERKAIT KEGIATAN KAMPUS BERDASARKAN CATATAN PERJALANAN Joewono, Tri Basuki; Rizki, Muhamad
Jurnal Transportasi Vol 14, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Transportasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.911 KB)

Abstract

Travellers try to increase the efficiency of their travel by several methods. Current university students are expected as having more variety of activity, which change their travel behaviors. The aim of this study is to analyze the characteristics of students’ travel related with campus activities. The analysis was completed by developing several models based on travel diary which is filled in by student of Parahyangan Catholic University. Analysis shows that around 30% of students make several stops in their travel to or from campus. Analysis also shows a difference in the use of motorcycle and automobile in term of distance and travel time. It is found that decision in mode choice by student is influenced by gender, travel time, and frequency. Moreover, trip frequency and financial availability influence their travel time.                                                                                             Keywords: trip chain, students, travel diary  Pelaku perjalanan berusaha untuk mengefisienkan perjalanannya melalui beragam cara. Mahasiswa saat ini diduga memiliki aktivitas yang lebih beragam, sehingga perilaku perjalanannya berubah. Tujuan studi ini adalah menganalisis karakteristik perjalanan mahasiswa terkait kegiatan kampus. Analisis dilakukan dengan membangun sejumlah model berdasar data catatan perjalanan mahasiswa Universitas Katolik Parahyangan. Analisis menunjukkan bahwa sekitar 30% mahasiswa melakukan sejumlah perhentian dalam melakukan perjalanan menuju atau dari kampus. Selain itu diperoleh juga bahwa terdapat perbedaan dalam penggunaan sepeda motor dan mobil dalam hal jarak dan waktu perjalanan. Keputusan pemilihan moda oleh mahasiswa ditemukan dipengaruhi oleh jenis kelamin, waktu perjalanan, dan frekuensi. Adapun frekuensi perjalanan dan kemampuan finansial mempengaruhi waktu perjalanan mahasiswa. Kata-kata kunci: rantai perjalanan, mahasiswa, catatan perjalanan
PENENTUAN KRITERIA PEMILIHAN PROYEK KERJASAMA PEMERINTAH SWASTA DI BIDANG PERKERETAAPIAN INDONESIA ., Herman; Santosa, Wimpy; Sjafruddin, Ade
Jurnal Transportasi Vol 14, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Transportasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rail transportation is a mass transportation mode which needs high investment. Conventionally railway operation financing comes from government funds. However, the current financing of railway operation can come from the private sector. This is in line with Law No. 23 of 2007 stating that the private sector can play a role in railway operation, there should be a separation between the role of the regulator and the operator, and the elimination of monopoly in railway operations. The railway operations offered to the private sector could be through Public Private Partnership (PPP) scheme, which needs a set of criteria so that the project could benefit the government as well as the private parties. This study aims to develop criteria to be used as the base for decision making in the selection of PPP projects in the field of railways. These criteria are divided into two groups namely Must Criteria (Kriteria Utama) and Want Criteria (Kriteria Tambahan). The data used were obtained from interview involving some respondents The results show that the criteria for the selection of PPP consists of  30 sub-criteria including Must Criteria, 16 sub-criteria including Want Criteria, and 4 sub-criteria that do not belong to any of those groups. Kereta api adalah suatu moda transportasi masal yang penyelenggaraannya memerlukan investasi yang besar. Secara konvensional pembiayaan penyelenggaraan perkeretaapian bersumber dari dana pemerintah. Tetapi saat ini pembiayaan penyelenggaraan perkeretaapian dapat bersumber dari pihak swasta. Hal ini sejalan dengan Undang-Undang No. 23 Tahun 2007, yang menyatakan bahwa swasta dapat berperan dalam penyelenggaraan perkeretaapian serta adanya pemisahan antara peran regulator dan peran operator dan penghapusan monopoli dalam penyelenggaraan perkeretaapian. Penyelenggaraan perkeretaapian yang ditawarkan ke pihak swasta dapat melalui skhema Kerjasama Pemerintah Swasta, yang membutuhkan seperangkat kriteria sehingga kerjasama tersebut dapat menguntungkan pihak pemerintah maupun pihak swasta. Penelitian ini bertujuan mengembangkan kriteria yang menjadi dasar dalam pengambilan keputusan pemilihan proyek Kerjasama Pemerintah Swasta di bidang perkeretaapian. Kriteria-kriteria tersebut dibagi menjadi dua kelompok, yaitu Kriteria Utama dan Kriteria Tambahan. Data yang digunakan diperoleh dari wawancara dengan sejumlah responden. Dari penelitian ini diperoleh kriteria untuk pemilihan proyek KPS adalah 30 subkriteria yang termasuk kelompok Kriteria Utama, 16 subkriteria yang termasuk kelompok Kriteria Tambahan, dan 4 subkriteria yang tidak termasuk keduanya yang dapat digunakan sebagai kriteria pemilihan proyek Kerjasama Pemerintah Swasta.

Page 12 of 108 | Total Record : 1071


Filter by Year

2004 2024


Filter By Issues
All Issue Vol. 24 No. 3 (2024): Jurnal Transportasi Vol. 24 No. 2 (2024): Jurnal Transportasi Vol. 24 No. 1 (2024): Jurnal Transportasi Vol. 23 No. 3 (2023): Jurnal Transportasi Vol. 23 No. 2 (2023): Jurnal Transportasi Vol. 23 No. 1 (2023): Jurnal Transportasi Vol. 22 No. 3 (2022) Vol. 22 No. 2 (2022) Vol. 22 No. 1 (2022) Vol. 21 No. 3 (2021) Vol. 21 No. 2 (2021) Vol. 21 No. 1 (2021) Vol. 20 No. 3 (2020) Vol. 20 No. 2 (2020) Vol. 20 No. 1 (2020) Vol. 19 No. 3 (2019) Vol. 19 No. 2 (2019) Vol. 19 No. 1 (2019) Vol. 18 No. 3 (2018) Vol 18, No 2 (2018) Vol. 18 No. 2 (2018) Vol. 18 No. 1 (2018) Vol 18, No 1 (2018) Vol. 17 No. 3 (2017) Vol 17, No 3 (2017) Vol 17, No 2 (2017) Vol. 17 No. 2 (2017) Vol. 17 No. 1 (2017) Vol 17, No 1 (2017) Vol 16, No 3 (2016) Vol. 16 No. 3 (2016) Vol. 16 No. 2 (2016) Vol 16, No 2 (2016) Vol 16, No 1 (2016) Vol. 16 No. 1 (2016) Vol 15, No 3 (2015) Vol. 15 No. 3 (2015) Vol. 15 No. 2 (2015) Vol 15, No 2 (2015) Vol 15, No 1 (2015) Vol. 15 No. 1 (2015) Vol 14, No 3 (2014) Vol. 14 No. 3 (2014) Vol. 14 No. 2 (2014) Vol 14, No 2 (2014) Vol 14, No 1 (2014) Vol. 14 No. 1 (2014) Vol. 13 No. 3 (2013) Vol 13, No 3 (2013) Vol 13, No 2 (2013) Vol. 13 No. 2 (2013) Vol. 13 No. 1 (2013) Vol 13, No 1 (2013) Vol 12, No 3 (2012) Vol. 12 No. 3 (2012) Vol 12, No 2 (2012) Vol. 12 No. 2 (2012) Vol 12, No 1 (2012) Vol. 12 No. 1 (2012) Vol. 11 No. 3 (2011) Vol 11, No 3 (2011) Vol. 11 No. 2 (2011) Vol 11, No 2 (2011) Vol 11, No 1 (2011) Vol. 11 No. 1 (2011) Vol. 10 No. 3 (2010) Vol 10, No 3 (2010) Vol 10, No 2 (2010) Vol. 10 No. 2 (2010) Vol 10, No 1 (2010) Vol. 10 No. 1 (2010) Vol 9, No 2 (2009) Vol. 9 No. 2 (2009) Vol. 9 No. 1 (2009) Vol 9, No 1 (2009) Vol. 8 No. 2 (2008) Vol 8, No 2 (2008) Vol 8, No 1 (2008) Vol. 8 No. 1 (2008) Vol 7, No 2 (2007) Vol. 7 No. 2 (2007) Vol. 7 No. 1 (2007) Vol 7, No 1 (2007) Vol 6, No 2 (2006) Vol. 6 No. 2 (2006) Vol. 6 No. 1 (2006) Vol 6, No 1 (2006) Vol 5, No 2 (2005) Vol. 5 No. 2 (2005) Vol 5, No 1 (2005) Vol. 5 No. 1 (2005) Vol. 4 No. 2 (2004) Vol 4, No 2 (2004) Vol 4, No 1 (2004) Vol. 4 No. 1 (2004) More Issue