cover
Contact Name
Prof. Wimpy Santosa, Ph.D
Contact Email
wimpy@unpar.ac.id
Phone
+62222042004
Journal Mail Official
fstpt7@unpar.ac.id
Editorial Address
Jl. Ciumbuleuit No. 94 Bandung 40141, Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Transportasi
ISSN : 14112442     EISSN : 26151146     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Transportasi adalah jurnal ilmiah di bidang ilmu transportasi yang diterbitkan tiga kali setahun oleh Forum Studi Transportasi antar-Perguruan Tinggi (FSTPT). Makalah-makalah yang dimuat di jurnal ini merupakan makalah-makalah terbaik dari Simposium FSTPT yang diadakan setiap tahun. Selain sebagai wadah komunikasi ilmiah, penerbitan Jurnal Transportasi juga bertujuan untuk menyebarluaskan hasil-hasil penelitian yang berkaitan dengan bidang ilmu transportasi. Jurnal Transportasi terakreditasi yang kedua kali berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Nasional Republik Indonesia, Nomor 51/DIKTI/ Kep/2010 tanggal 5 Juli 2010.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,071 Documents
AKSESIBILITAS DAN PENGARUHNYA TERHADAP PEMBANGUNAN DI PERDESAAN: KONSEP MODEL SUSTAINABLE ACCESSIBILITY PADA KAWASAN PERDESAAN DI PROPINSI SULAWESI TENGGARA Magribi, La Ode Muhamad; Suhardjo, Aj.
Jurnal Transportasi Vol 4, No 2 (2004)
Publisher : Jurnal Transportasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (92.358 KB)

Abstract

Abstrak Secara spasial, selama ini pembangunan infrastruktur masih terfokus di kawasan perkotaan, masih sedikit perhatian pembangunan ditujukan pada daerah-daerah perdesaan yang berimplikasi pada tidak meratanya hasil-hasil pembangunan dinikmati oleh segenap masyarakat, dan terjadi kesenjangan kualitas hidup masyarakat, baik dalam level desa-kota secara makro, maupun dalam level perdesaan yang dibedakan berdasarkan tingkat aksesibilitasnya secara mikro. Penelitian ini dilakukan untuk melihat lebih jelas bagaimana kesejangan pembangunan yang terjadi pada level mikro,serta menganalisis hubungan antara peningkatan aksesibilitas dengan peningkatan pembangunan.Pada penelitian ini akan dikaitkan antara karakteristik aksesibilitas pada kawasan perdesaan dengan variabel-variabel pembangunan, income perkapita, mobilitas, kepadatan penduduk, dan kepadatan aktivitas, sehingga masing-masing variabel tersebut dapat dimodelkan dan diuji taraf signifikansinya pada tingkat signifikansi a = 5%, serta diujikan dalam suatu blok persamaan simultan dengan menggunakan analisis regresi, dan metode penyelesaian persamaan simultan dengan sistem iterasi Gauss-Seidel. Sampel terdiri dari tiga buah kecamatan (Kecamatan Tinanggea, Kecamatan Poleang Timur, dan Kecamatan Watubangga), dan dari masing-masing kecamatan tersebut dipilih tiga buah desa, sehingga total sampel desa sebanyak sembilan buah desa, dari sembilan desa tersebut dipilih secara acak masing-masing 40 buah rumah tangga (total rumah tangga sebanyak 360 buah, dan sampel individu sebanyak 984 orang responden).Beberapa hasil dan kesimpulan penting yang diperoleh dari penelitian ini adalah: peningkatan yang terjadi pada variabel aksesibilitas mengakibatkan peningkatan yang cukup signifikan pada variabel-variabel independen lainnya seperti pembangunan, income, mobilitas, kepadatan penduduk, dan kepadatan aktivitas. Peningkatan pembangunan, peningkatan pendapatan perkapita masyarakat, perbaikan mobilitas, dan peningkatan aksesibilitas pada suatu lokasi menjadi daya tarik bagi migran untuk datang beraktivitas maupun tinggal pada lokasi tersebut, sehingga kepadatan penduduk juga akan semakin tinggi. Lokasi dengan akses yang lebih baik cenderung mempunyai kepadatan penduduk yang lebih tinggi. Desa dengan akses baik hingga sedang memiliki partisipasi dan peranan wanita yang lebih baik dari aspek pekerjaan, pendidikan dan pendapatan jika dibandingkan dengan desa berakses jelek.Kata-kata kunci: aksesibilitas, mobilitas, urbanisasi, kemiskinan, perdesaan
SIMULASI MANAJEMEN LALULINTAS UNTUK MENGURANGI KEMACETAN DI PERUMAHAN JEMUR ANDAYANI Setiawan, Rudy
Jurnal Transportasi Vol 8, No 2 (2008)
Publisher : Jurnal Transportasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.706 KB)

Abstract

Abstract The use of cars by students, as a primary mode for commuting to and from school, has profound effects on school parking requirements and traffic congestion at the peak hour, especially if the school is located inside the residential area, such as Jemur Andayani, This paper aims to recognize the effect of the implementation of various potentials local area traffic management in reducing traffic congestion in Jemur Andayani residential area. The Trafik Plan to analyze eight potentials of local area traffic management. Schemes presents two alternative solutions to alleviate traffic congestion, consisting of opening which are open the access of the new bridge to reduce trip distance (alternative 4) and implementing several traffic lights to control traffic movement at the major intersections (alternative 8). Keywords: local area traffic management, trafikplan.
BIAYA PERJALANAN FUZZY UNTUK PEMBEBANAN LALULINTAS Kresnanto, Nindyo Cahyo; Tamin, Ofyar Z.
Jurnal Transportasi Vol 8, No 1 (2008)
Publisher : Jurnal Transportasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.4 KB)

Abstract

Abstract The main factor in trip assignment models is the perception of trip makers about their travel costs. In real condition, trip makers usually do not obtain accurate information to estimate their travel costs.  Travel costs are usually expressed using a linguistic term, such like “travel time from A to B is about 10 minutes”, which can not be measured precisely (values with a specific range). Using fuzzy method, the ”about” condition can be formulated in the term of fuzzy set with a value having lower-bound and upper-bound boundaries. The set is called fuzzy-travel-cost. In this paper, the trip assignment using fuzzy-travel-cost is compared with that using the deterministic travel cost. The result shows that fuzy-travel-cost model gives a better result than the deterministic travel cost model.Keywords: trip assignment model, fuzzy-travel-cost, fuzzy-shortest-path
HUBUNGAN ANTARA PERILAKU PENGEMUDI SEPEDA MOTOR PADA BERBAGAI KEADAAN LALU LINTAS JALAN DENGAN KARAKTERISTIK PENGEMUDI, KENDARAAN, DAN PERJALANAN Putranto, Leksmono S.; Pramana, Ady; Kurniawan, Helmy
Jurnal Transportasi Vol 6, No 1 (2006)
Publisher : Jurnal Transportasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (44.706 KB)

Abstract

Abstrak Keberadaan sepeda motor dalam jumlah yang sangat besar di jalan menyebabkan operasi lalu lintas yang rumit dan cenderung berbahaya. Untuk memahami potensi bahaya ini dilakukan wawancara terhadap 75 responden yang terdiri dari 50 mahasiswa dan 25 dosen/karyawan Fakultas Teknik Universitas Tarumanagara. Wawancara dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Kelompok pertanyaan pertama melipui data umum, data pekerjaan, data kesehatan, data kendaraan dan data penggunaan kendaraan responden. Kelompok pertanyaan ke dua meliputi perilaku responden pada berbagai situasi lalu-lintas. Analisis tabulasi silang dan Kendall’s tau-b dilakukan untuk mengetahui hubungan antara data kelompok pertama dengan data kelompok ke dua. Analisis Kendall’s tau-b dipilih karena teknik ini cocok untuk data yang berasal dari variabel ordinal yang mendominasi basis data untuk penelitian ini.Secara umum, pengemudi yang lebih tua cenderung lebih berhati-hati dalam bersepeda motor. Makin tua responden, makin kerap yang bersangkutan memeriksa kendaraan sebelum digunakan, makin jarang melanggar lampu merah, melewati garis henti saat menunggu lampu hijau, berkecepatan sangat tinggi, mendahului secara zig-zag, memotong dari kiri ke kanan, menggunakan jalan pada arah yang berkebalikan dari yang diizinkan, mengalami kecelakaan,  menggunakan telpon seluler saat mengemudi.Kata-kata kunci: Karakteristik pengemudi sepeda motor, perilaku, situasi lalu-lintas, Kendall’s tau-b
ESTIMASI PELAYANAN OPERASIONAL BUS LANE DI BANDUNG Kusuma, Gatot Perdana; Sutandi, A. Caroline; Santosa, Wimpy; Joewono, Tri Basuki
Jurnal Transportasi Vol 7, No 2 (2007)
Publisher : Jurnal Transportasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.806 KB)

Abstract

Abstract As a way to improve the service of public transportation, there is a plan to operate bus lane in the city of Bandung with Cibeureum-Cibiru as a selected route. The aim of this study is to estimate the number of passenger and also the operational characteristics of bus lane for 20 years, i.e. from 2007 up to 2027. By employing deterministic approach, several operational characteristics, i.e. frequency, headway, and number of bus, are estimated. Two types of bus are employed, i.e. medium and regular bus with 55 and 85 passengers. Number of passengers for the year of 2007 and 2027 are 1,562 and 2,321 passengers per hour per direction, respectively. In 2007, frequency for medium and regular bus is 14 and 10 bus per hour, while the headway is 4.3 and 6 minutes. Number of medium and regular bus for the year of 2007 is 27 and 20 units.Keywords: bus lane, pelayanan operasional, estimasi, angkutan umum.
MODEL PERMINTAAN PERJALANAN PENUMPANG ANTAR KOTA/KABUPATEN DENGAN MODA TRANSPORTASI DARAT: STUDI KASUS PROPINSI SUMATRA SELATAN Ledoh, Diyono Bambang; ., Dewanti; ., Widodo
Jurnal Transportasi Vol 5, No 2 (2005)
Publisher : Jurnal Transportasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (61.902 KB)

Abstract

Abstract Model permintaan perjalanan penumpang antar kota merupakan suatu model alternatif yang dapat digunakan untuk memprediksi jumlah perjalanan penumpang antar kota dengan moda transportasi darat. Pada studi ini dicoba untuk dikembangkan suatu model permintaan perjalanan penumpang tersebut dengan menggunakan data Propinsi Sumatra Selatan. Model ini diharapkan dapat digunakan sebagai suatu alat bantu dalam perencanaan transportasi darat di Propinsi Sumatra Selatan, serta sebagai dasar bagi penelitian selanjutnya. Dari studi ini diperoleh hasil sebagai berikut:(1)     Model untuk permintaan perjalanan penumpang antar kota menggunakan moda darat:(a)     Untuk waktu perjalanan antar kota kurang dari 4 jam:Y1 =  43429.75 exp (– 0.0000021 Z2  + 0.498 Z4 + 1.116 Z9 + 0.00000028 Z15 )             (b)     Untuk waktu perjalanan antar kota kurang antara 4 hingga 5 jam:Y1 = 5211554.99 exp (0.309 Z3 – 0.799 Z8 1.566 Z9 + 0.000000122 Z15 )(c)     Untuk waktu perjalanan antar kota lebih dari 5 jam:Y1 = 1.93 .10-10 exp (0.336 Z3 + 0.987 Z4 + 6.15 Z9 + 4.077 Z10 + 16.22 Zp + 0.00000054 Z15 )(2)     Model untuk permintaan perjalanan penumpang antar kota dengan menggunakan angkutan umum:(a)     Untuk waktu perjalanan antar kota kurang dari 5 jam:Y2 = 3332537957 exp ( 0.606 Z3 + 2.459 Z4 – 7.455 Z5+ 0.000017 Z6+1.089 Z9 – 5.39 Z10 )(b)     Untuk waktu perjalanan antar kota antara 5 hingga 7 jam:Y2 = 2.754  exp ( 1.983 Z3 – 0.753 Z4 +0.00017 Z6+4.25 Zq – 0.00000037 Z14+0.00000018 Z15)(c)     Untuk waktu perjalanan antar kota lebih dari 7 jam:Y2 =  93.10-35 Z3 3.089 Z6 12.96 Z10 8.42 Z14 -5.69  Z15 1.96 Kata-kata kunci: Model permintaan perjalanan, perjalanan antar kota, waktu perjalanan.
PERBANDINGAN PENERAPAN TRAVEL DEMAND MANAGEMENT DI SINGAPURA DAN LONDON Prayudyanto, Muhammad Nanang; Tamin, Ofyar Z.
Jurnal Transportasi Vol 7, No 1 (2007)
Publisher : Jurnal Transportasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.313 KB)

Abstract

Abstrak Usaha untuk meningkatkan suplai sistem jaringan jalan perkotaan dengan mengikuti kebutuhan (demand) terbukti semakin sulit terjangkau. Pertumbuhan demand berjalan sangat cepat dan tidak terkejar oleh pemenuhan suplai. Pendekatan baru yang muncul dalam dunia transportasi sejak kurun 1990 yang lalu adalah dengan memperkecil tingkat kebutuhan perjalanan. Travel Demand Management (TDM) merupakan usaha untuk memperkecil kebutuhan akan transportasi sehingga pergerakan yang ditimbulkan masih berada dalam syarat batas kondisi sosial, lingkungan, dan operasional (Ohta, 1998). Berbagai upaya TDM yang telah dilakukan di kota-kota besar/metropolitan negara lain (Singapura, London, Seoul, dan Trondheim) terbukti tidak mengurangi laju pertumbuhan ekonomi. Dampak TDM juga ditunjukkan oleh peningkatan kinerja kecepatan lalulintas dan berkurangnya delay. Penerapan TDM di Singapura dan London memiliki kekhasan tersendiri. Singapura sejak tahun 1998 telah menerapkan TDM dengan Electronic Road Pricing (ERP), berupa perangkat sistem full electronic, dengan sistem pembayaran langsung (direct payment) sehingga pengaruh terhadap akurasi database kepemilikan kendaraan terhadap kendaraan keluar-masuk kawasan TDM bukan menjadi concern utama. London, yang baru memulai penerapan TDM pada tahun 2003, mengandalkan sistem data base dalam melakukan pricing, namun belum mengoptimalkan sistem elektronik. Bagi Jakarta, kedua sistem ini memiliki daya tawar  yang berbeda. Singapura dengan ERP-nya akan membutuhkan biaya yang lebih besar untuk investasi dan pemeliharaan, sedangkan London lebih efisien tetapi akan mengubah pola pengelolaan data base SIM, BPKB, STNK, dan hal-hal lain yang terkait dan membutuhkan waktu lebih panjang. Makalah ini mengkaji faktor-faktor yang menjadikan proses transformasi penerapan TDM dengan mengambil pengalaman kota-kota Singapura dan London, dengan memberikan gambaran persoalan yang dihadapi oleh kota Jakarta. Kata-kata Kunci: Travel Demand Management, Road Pricing, ERP, Singapura, London, Jakarta
PENGARUH JUMLAH DAN KESALAHAN DATA ARUS LALU LINTAS TERHADAP AKURASI ESTIMASI MATRIKS ASAL TUJUAN (MAT) MENGGUNAKAN DATA ARUS LALU LINTAS Suyuti, Rusmadi; Tamin, Ofyar Z.
Jurnal Transportasi Vol 4, No 1 (2004)
Publisher : Jurnal Transportasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.87 KB)

Abstract

Abstrak Dalam perencanaan dan pemodelan transportasi sangat diperlukan tersedianya informasi pola pergerakan yang biasanya diwakili dengan Matriks Asal Tujuan (MAT). Untuk memperkirakan MAT berdasarkan data arus lalu lintas, data arus lalu lintas merupakan input utama yang sangat berpengaruh terhadap akurasi MAT yang dihasilkan. Tingkat akurasi MAT bukan saja dipengaruhi oleh lokasi pengumpulan data arus lalu lintas, akan tetapi dipengaruhi juga oleh jumlah data arus lalu lintas (ruas jalan) dan tingkat kesalahan dalam pengumpulan data arus lalu lintas tersebut. Oleh sebab itu, dapat dikatakan bahwa tidak seluruh ruas jalan perlu didapatkan informasi arus lalu lintasnya. Sehingga, sangat dibutuhkan suatu metode yang dapat menentukan jumlah optimum data arus lalu lintas serta kajian dampak kesalahan pada arus lalu lintas terhadap akurasi MAT yang dihasilkan. Untuk memperoleh jumlah optimum ini dilakukan dengan menggunakan 2 (dua) pendekatan, yaitu menggunakan data berdasarkan hasil urutan lokasi terbaik (sorted) serta berdasarkan hasil urutan secara acak (random). Sedangkan analisis kajian dampak kesalahan pada data arus lalu lintas dilakukan dengan cara memberikan variasi skenario kesalahan terhadap data arus lalu lintas. Hasil analisis untuk Kota Bandung menunjukkan bahwa penggunaan 500 buah data arus lalu lintas sudah menunjukkan tingkat akurasi yang cukup baik dalam estimasi MAT. Jumlah tersebut merupakan 22% dari total ruas jalan yang ada di Kota Bandung. Sedangkan tingkat kesalahan sampai dengan 20% merupakan kesalahan yang masih dapat ditolerir untuk menghasilkan MAT dengan tingkat akurasi yang cukup tinggi.Kata-kata kunci: perencanaan transportasi, pemodelan transportasi, pemilihan rute
A USER PERCEPTION MODEL CONCERNING SAFETY AND SECURITY OF PARATRANSIT SERVICES IN BANDUNG, INDONESIA Joewono, Tri Basuki; Kubota, Hisashi
Jurnal Transportasi Vol 5, No 1 (2005)
Publisher : Jurnal Transportasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (105.5 KB)

Abstract

Abstract Safety and security in public transportation, Angkutan Kota or paratransit included, are among the commonly poor aspects in Indonesia. The objective of this research is to describe user perception of safety and security aspects in paratransit operation and to develop a model to predict and explain user choice in the future when there is an improvement. Users stated that the conditions of safety and security could be categorized as fair to dangerous. Realizing the condition, users still want to use paratransit because they have no other mode and paratransit can easily be found. The main reason for safety problems was the low degree of awareness of the driver in operating the car, while the main reason for security problems was the low degree of law enforcement and limited number of policemen (security officers). Users stated that the most responsible stakeholder in safety and security was the operator (driver and owner) and the police. Each aspect has two models using binomial logistic regression, namely a model with and without experience of accidents or criminal incidents. All models seem quite appropriate ones, as shown by their statistical measurement. Incorporating user experience improved the model fitness and improved the model in describing traveler characteristics.Keywords: paratransit, safety, security, perception, model.
IDENTIFIKASI PENILAIAN KINERJA PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN JALAN NASIONAL BERBASIS INDIKATOR SIDLACOM Sutio, Anggoro Ary; Mulyono, Agus Taufik
Jurnal Transportasi Vol 15, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal Transportasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.949 KB)

Abstract

Abstract The Committing Officer (PPK) as a manager of the national roads is responsible for the stability of the road construction in order to serve the traffic of vehicles with a safe, secure, and comfortable. PPK must have a performance based on SIDLACOM (survey, investigation, design, land acquisition, action programs, construction, operation, maintenance) in order to control the road handling in a comprehensive way. This study was carried out in the region of Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional V, Directorate General of Highways. The data analysis was conducted using IPA and CSI, factor analysis, and regression analysis. The results of this study indicate that there are many SIDLACOM indicators that affect the performance of the PPK. Key words: stability of road construction, road maintenance, SIDLACOM indicator  Abstrak Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) sebagai manajer ruas jalan nasional bertanggungjawab atas kemantapan konstruksi jalan agar dapat melayani lalu lintas kendaraan dengan selamat, aman, dan nyaman. PPK ini harus memiliki kinerja yang berbasis SIDLACOM (survey, investigation, design, land acquisition, action program, construction, operation, maintenance) agar dapat mengendalikan penanganan jalan secara komprehensif. Penelitian ini dilaksanakan di wilayah kerja Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional V, Ditjen Bina Marga. Analisis data dilakukan dengan metode IPA dan CSI, analisis faktor, dan analisis regresi. Hasil studi ini menunjukkan bahwa terdapat banyak indikator SIDLACOM yang mempengaruhi kinerja PPK. Kata-kata kunci: kemantapan konstruksi jalan, penanganan jalan, indikator SIDLACOM

Page 24 of 108 | Total Record : 1071


Filter by Year

2004 2024


Filter By Issues
All Issue Vol. 24 No. 3 (2024): Jurnal Transportasi Vol. 24 No. 2 (2024): Jurnal Transportasi Vol. 24 No. 1 (2024): Jurnal Transportasi Vol. 23 No. 3 (2023): Jurnal Transportasi Vol. 23 No. 2 (2023): Jurnal Transportasi Vol. 23 No. 1 (2023): Jurnal Transportasi Vol. 22 No. 3 (2022) Vol. 22 No. 2 (2022) Vol. 22 No. 1 (2022) Vol. 21 No. 3 (2021) Vol. 21 No. 2 (2021) Vol. 21 No. 1 (2021) Vol. 20 No. 3 (2020) Vol. 20 No. 2 (2020) Vol. 20 No. 1 (2020) Vol. 19 No. 3 (2019) Vol. 19 No. 2 (2019) Vol. 19 No. 1 (2019) Vol. 18 No. 3 (2018) Vol 18, No 2 (2018) Vol. 18 No. 2 (2018) Vol. 18 No. 1 (2018) Vol 18, No 1 (2018) Vol 17, No 3 (2017) Vol. 17 No. 3 (2017) Vol 17, No 2 (2017) Vol. 17 No. 2 (2017) Vol. 17 No. 1 (2017) Vol 17, No 1 (2017) Vol. 16 No. 3 (2016) Vol 16, No 3 (2016) Vol. 16 No. 2 (2016) Vol 16, No 2 (2016) Vol 16, No 1 (2016) Vol. 16 No. 1 (2016) Vol 15, No 3 (2015) Vol. 15 No. 3 (2015) Vol. 15 No. 2 (2015) Vol 15, No 2 (2015) Vol. 15 No. 1 (2015) Vol 15, No 1 (2015) Vol. 14 No. 3 (2014) Vol 14, No 3 (2014) Vol 14, No 2 (2014) Vol. 14 No. 2 (2014) Vol 14, No 1 (2014) Vol. 14 No. 1 (2014) Vol 13, No 3 (2013) Vol. 13 No. 3 (2013) Vol 13, No 2 (2013) Vol. 13 No. 2 (2013) Vol. 13 No. 1 (2013) Vol 13, No 1 (2013) Vol 12, No 3 (2012) Vol. 12 No. 3 (2012) Vol. 12 No. 2 (2012) Vol 12, No 2 (2012) Vol. 12 No. 1 (2012) Vol 12, No 1 (2012) Vol. 11 No. 3 (2011) Vol 11, No 3 (2011) Vol. 11 No. 2 (2011) Vol 11, No 2 (2011) Vol 11, No 1 (2011) Vol. 11 No. 1 (2011) Vol. 10 No. 3 (2010) Vol 10, No 3 (2010) Vol 10, No 2 (2010) Vol. 10 No. 2 (2010) Vol 10, No 1 (2010) Vol. 10 No. 1 (2010) Vol 9, No 2 (2009) Vol. 9 No. 2 (2009) Vol. 9 No. 1 (2009) Vol 9, No 1 (2009) Vol 8, No 2 (2008) Vol. 8 No. 2 (2008) Vol 8, No 1 (2008) Vol. 8 No. 1 (2008) Vol 7, No 2 (2007) Vol. 7 No. 2 (2007) Vol. 7 No. 1 (2007) Vol 7, No 1 (2007) Vol 6, No 2 (2006) Vol. 6 No. 2 (2006) Vol. 6 No. 1 (2006) Vol 6, No 1 (2006) Vol 5, No 2 (2005) Vol. 5 No. 2 (2005) Vol 5, No 1 (2005) Vol. 5 No. 1 (2005) Vol 4, No 2 (2004) Vol. 4 No. 2 (2004) Vol 4, No 1 (2004) Vol. 4 No. 1 (2004) More Issue