cover
Contact Name
Prof. Wimpy Santosa, Ph.D
Contact Email
wimpy@unpar.ac.id
Phone
+62222042004
Journal Mail Official
fstpt7@unpar.ac.id
Editorial Address
Jl. Ciumbuleuit No. 94 Bandung 40141, Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Transportasi
ISSN : 14112442     EISSN : 26151146     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Transportasi adalah jurnal ilmiah di bidang ilmu transportasi yang diterbitkan tiga kali setahun oleh Forum Studi Transportasi antar-Perguruan Tinggi (FSTPT). Makalah-makalah yang dimuat di jurnal ini merupakan makalah-makalah terbaik dari Simposium FSTPT yang diadakan setiap tahun. Selain sebagai wadah komunikasi ilmiah, penerbitan Jurnal Transportasi juga bertujuan untuk menyebarluaskan hasil-hasil penelitian yang berkaitan dengan bidang ilmu transportasi. Jurnal Transportasi terakreditasi yang kedua kali berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Nasional Republik Indonesia, Nomor 51/DIKTI/ Kep/2010 tanggal 5 Juli 2010.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,071 Documents
A USER PERCEPTION MODEL CONCERNING SAFETY AND SECURITY OF PARATRANSIT SERVICES IN BANDUNG, INDONESIA Joewono, Tri Basuki; Kubota, Hisashi
Jurnal Transportasi Vol 5, No 1 (2005)
Publisher : Jurnal Transportasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (105.5 KB) | DOI: 10.26593/jt.v5i1.1780.%p

Abstract

Abstract Safety and security in public transportation, Angkutan Kota or paratransit included, are among the commonly poor aspects in Indonesia. The objective of this research is to describe user perception of safety and security aspects in paratransit operation and to develop a model to predict and explain user choice in the future when there is an improvement. Users stated that the conditions of safety and security could be categorized as fair to dangerous. Realizing the condition, users still want to use paratransit because they have no other mode and paratransit can easily be found. The main reason for safety problems was the low degree of awareness of the driver in operating the car, while the main reason for security problems was the low degree of law enforcement and limited number of policemen (security officers). Users stated that the most responsible stakeholder in safety and security was the operator (driver and owner) and the police. Each aspect has two models using binomial logistic regression, namely a model with and without experience of accidents or criminal incidents. All models seem quite appropriate ones, as shown by their statistical measurement. Incorporating user experience improved the model fitness and improved the model in describing traveler characteristics.Keywords: paratransit, safety, security, perception, model.
OPTIMALISASI RUTE PENGUMPULAN SAMPAH DI KAWASAN PERUMAHAN PESONA KHAYANGAN DENGAN MODEL PENYELESAIAN TRAVELLING SALESMAN PROBLEM Sukarmawati, Yuliana; Nahry, Nahry; M. Hartono, Djoko
Jurnal Transportasi Vol 13, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Transportasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.136 KB) | DOI: 10.26593/jt.v13i1.511.%p

Abstract

The population in Depok is growing in line with the growth of garbage produced. This issue should be balanced with the availability of proper waste management facility, such as providing waste collection vehicles. Pesona Khayangan residence is one of the area in Depok which has waste collection door-to-door service. The limited number of waste collection vehicles make it inefficient to reduce the mounting garbage. This research is aimed to determine the optimal route of waste collection in term of time and cost. The Travelling Salesman Problem is used to model the optimization problem. The solution shows that there is time and distance efficiency on the proposed route and it has successfully saved 50.2 minutes and 0.9 km per service operation.Keywords: waste collection, routing, travelling salesman problem
KORELASI EMISI KENDARAAN DENGAN BIAYA PENYELENGGARAAN JALAN Sekaryadi, Yudi; Santosa, Wimpy
Jurnal Transportasi Vol 16, No 2 (2016)
Publisher : Jurnal Transportasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.167 KB) | DOI: 10.26593/jt.v16i2.2360.%p

Abstract

Abstract Air pollution from motor vehicle emissions on 7 provincial roads in West Java has different levels. This study discussed the relationship between the road maintenance costs and emissions from vehicles passing through the road. The results of this study show that there is strong correlation between the road maintenance cost with carbon monoxide, lead, and ozone. The correlation coefficients between the road maintenance cost and carbon monoxide, lead, and ozone are 0.964, 0.75, 0.83, respectively, which mean that there is very strong correlation. Meanwhile, the correlation coefficients between sulfur dioxide, nitrogen dioxide, and Total Suspended Particulate are 0.664, 0.257, -0.087, respectively, showing that the correlation is low. Keywords: air pollution, road construction, correlation analysis  Abstrak Pencemaran udara akibat emisi kendaraan bermotor pada tujuh ruas jalan provinsi di Jawa Barat mempunyai tingkat yang berbeda-beda. Pada studi ini dikaji hubungan antara biaya penyelenggaraan jalan dengan emisi yang berasal dari kendaraan-kendaraan yang melalui jalan tersebut. Hasil studi ini menunjukkan adanya korelasi yang kuat antara biaya penangangan jalan dengan tingkat beberapa jenis emisi, yaitu karbonmonoksida, ozon, sulfurdioksida, timbal, dan nitrogendioksida, yang berasal dari kendaraan yang melalui jalan tersebut. Koefisien korelasi antara Biaya Penyelenggaraan Jalan dengan karbon monoksida, timbal, dan ozon berturut-turut adalah 0,964, 0,752, dan 0,83, yang artinya terdapat korelasi sangat kuat. Sedangkan Biaya Penyelenggaraan Jalan dengan sulfur dioksida, nitrogen dioksida, dan debuberturut-turut adalah 0,664, 0,257, -0,087, yang berarti korelasinya lemah. Kata-kata kunci: pencemaran udara, penyelenggaraan jalan, analisis korelasi
THE IMPACT OF ROUTING OPTION ON TANGERANG BUS LANE CORRIDOR Alvinsyah, Alvinsyah; Halim, Udayalaksmanakartiyasa
Jurnal Transportasi Vol 12, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal Transportasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (762.337 KB) | DOI: 10.26593/jt.v12i1.467.%p

Abstract

The objective of this study is to analyze the impact of re-routing bus lane corridor on some performance indicators. The Tangerang Bus Lane is taken as a case study. The discussion is focused on comparison of service planning performance indicators such ridership, passenger-km, and bus-km. A primary survey on bus operational characteristics and user attitude is conducted. Prior to the analysis, some basic formula is derivedand modified and, then, performance indicators for both route option are estimated. The analysis is conducted by comparing the estimated indicators. The result shows that the alternative route gives better performance and yields to a need of re-evaluating the originally proposed route.Keywords: Bus lane, performance indicator, ridership, service productivity
IDENTIFIKASI PENILAIAN KINERJA PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN JALAN NASIONAL BERBASIS INDIKATOR SIDLACOM Sutio, Anggoro Ary; Mulyono, Agus Taufik
Jurnal Transportasi Vol 15, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal Transportasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.949 KB) | DOI: 10.26593/jt.v15i1.1846.%p

Abstract

Abstract The Committing Officer (PPK) as a manager of the national roads is responsible for the stability of the road construction in order to serve the traffic of vehicles with a safe, secure, and comfortable. PPK must have a performance based on SIDLACOM (survey, investigation, design, land acquisition, action programs, construction, operation, maintenance) in order to control the road handling in a comprehensive way. This study was carried out in the region of Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional V, Directorate General of Highways. The data analysis was conducted using IPA and CSI, factor analysis, and regression analysis. The results of this study indicate that there are many SIDLACOM indicators that affect the performance of the PPK. Key words: stability of road construction, road maintenance, SIDLACOM indicator  Abstrak Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) sebagai manajer ruas jalan nasional bertanggungjawab atas kemantapan konstruksi jalan agar dapat melayani lalu lintas kendaraan dengan selamat, aman, dan nyaman. PPK ini harus memiliki kinerja yang berbasis SIDLACOM (survey, investigation, design, land acquisition, action program, construction, operation, maintenance) agar dapat mengendalikan penanganan jalan secara komprehensif. Penelitian ini dilaksanakan di wilayah kerja Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional V, Ditjen Bina Marga. Analisis data dilakukan dengan metode IPA dan CSI, analisis faktor, dan analisis regresi. Hasil studi ini menunjukkan bahwa terdapat banyak indikator SIDLACOM yang mempengaruhi kinerja PPK. Kata-kata kunci: kemantapan konstruksi jalan, penanganan jalan, indikator SIDLACOM
ANALISIS KINERJA OPERASIONAL BONGKAR MUAT PETI KEMAS PELABUHAN TANJUNG EMAS SEMARANG Handajani, Mudjiastuti
Jurnal Transportasi Vol 4, No 1 (2004)
Publisher : Jurnal Transportasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (79.5 KB) | DOI: 10.26593/jt.v4i1.1761.%p

Abstract

Abstrak Pelabuhan Tanjung Emas Semarang merupakan pelabuhan besar, di samping melayani angkutan penumpang dan barang umum, juga melayani bongkar muat peti kemas. Volume pengiriman barang menggunakan peti kemas melalui pelabuhan Tanjung Emas terus meningkat dari tahun ke tahun. Pengiriman barang dengan peti kemas memungkinkan barang digabung menjadi satu sehingga waktu pengoperasian lebih cepat, efektif, dan efisien. Selain itu, penggunaan peti kemas juga diharapkan dapat meningkatkan jumlah muatan yang bisa ditangani. Namun, pelayanan peti kemas pada terminal peti kemas Pelabuhan Tanjung Emas Semarang saat ini mengalami beberapa hambatan yang mempengaruhi kecepatan pelayanan peti kemas. Hambatan tersebut disebabkan antara lain: (1) kurang maksimalnya penggunaan gantry crane dan rubber tyred gantry dalam melayani bongkar muat peti kemas, (2) penataan peti kemas yang kurang teratur di lapangan penumpukan, (3) waktu pelayanan truk dari luar yang membawa peti kemas ekspor yang bersamaan dengan chassis truck yang melayani pemuatan ke kapal, sehingga memperlambat suatu proses; hal yang sama juga terjadi pada proses bongkar (impor), dan (4) jumlah chassis truck tidak memenuhi konfigurasi standar operasional. Penelitian ini bertujuan meningkatkan efisiensi pelayanan peti kemas dengan cara memperbaiki sistem penataan peti kemas di container yard sesuai dengan urutan pemuatan kapal dan memberikan prakiraan jumlah chassis truck yang digunakan untuk mencapai produksi gantry crane yang optimal. Metode penelitian yang digunakan adalah pengumpulan data primer melalui survei di lapangan dan data sekunder yang diperoleh dari instansi terkait. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teori antrean, sedangkan prakiraan arus peti kemas dengan perangkat lunak SPSS. Survei di lapangan dilakukan pada saat kapal sedang melakukan bongkar muat peti kemas, dengan asumsi bahwa tiap kapal akan dilayani secepat mungkin. Waktu pengamatan dilakukan sekitar 30 menit setelah proses bongkar/muat dimulai + 90 menit, pada waktu proses sudah mulai stabil. Hasil yang didapat dari penelitian ini berupa data dan informasi mengenai pola operasi dan proses bongkar muat peti kemas dan informasi mengenai kinerja alat yang digunakan dalam pelayanan bongkar muat peti kemas. Dari analisis yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa secara keseluruhan kelancaran operasi sangat bergantung pada pelayanan chassis truck di container yard berupa pengaturan pola penumpukan peti kemas di container yard maupun penggunaan rubber tyred gantry secara optimal. Dari kesimpulan di atas dapat direkomendasikan beberapa hal: (1) pengaturan penumpukan peti kemas di container yard sesuai dengan urutan berat dan tujuan, (2) penambahan jumlah chassis truck dari 22 unit menjadi 30 unit, sehingga kondisi pelayanan lebih optimal, dan (3) perlunya keberadaan seorang pengawas yang mengatur antrean chassis truck di gantry crane maupun di container yard.Kata-kata kunci: peti kemas, lapangan penumpukan, pola operasi
Cover Kulit dan Daftar Isi 4-1 Isi, Cover Daftar
Jurnal Transportasi Vol 17, No 3 (2017)
Publisher : Jurnal Transportasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.159 KB) | DOI: 10.26593/jt.v17i3.2861.%p

Abstract

Cover Kulit dan Daftar Isi 4-1
STRATEGI PENINGKATAN PANGSA PASAR ANGKUTAN UMUM DI KOTA SURAKARTA Budiarto, Arif; Sjafruddin, Ade; Santoso, Idwan; Alrasyid Sorah Lubis, Harun
Jurnal Transportasi Vol 10, No 3 (2010)
Publisher : Jurnal Transportasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.435 KB) | DOI: 10.26593/jt.v10i3.420.%p

Abstract

An important problem in urban areas is traffic congestion that occurs on the road network during the day. One cause of this problem is the high number of private car usage with low occupancy levels while public transport services are under-utilized, although the use of public transport is more efficient than that of private cars. Therefore, efforts to increase public transport use are needed to reduce transportation problems, such as traffic congestion. Mode choice is one important step in transportation modeling because this stage provides information necessary to evaluate the condition of the transportation network, including traffic congestion in the network. This model aims to determine the individual attributes and modes, which influence in selecting a mode among available modes, using the utility function parameters. Sensitivity of mode choice can be seen through the sign and magnitude of the parameters contained in this model. In this study, a simulation was conducted with a purpose to increase the market share of public transport in the City of Surakarta.Keywords: mode choice, utility function, public transport
PERBANDINGAN PENERAPAN TRAVEL DEMAND MANAGEMENT DI SINGAPURA DAN LONDON Prayudyanto, Muhammad Nanang; Tamin, Ofyar Z.
Jurnal Transportasi Vol 7, No 1 (2007)
Publisher : Jurnal Transportasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.313 KB) | DOI: 10.26593/jt.v7i1.1814.%p

Abstract

Abstrak Usaha untuk meningkatkan suplai sistem jaringan jalan perkotaan dengan mengikuti kebutuhan (demand) terbukti semakin sulit terjangkau. Pertumbuhan demand berjalan sangat cepat dan tidak terkejar oleh pemenuhan suplai. Pendekatan baru yang muncul dalam dunia transportasi sejak kurun 1990 yang lalu adalah dengan memperkecil tingkat kebutuhan perjalanan. Travel Demand Management (TDM) merupakan usaha untuk memperkecil kebutuhan akan transportasi sehingga pergerakan yang ditimbulkan masih berada dalam syarat batas kondisi sosial, lingkungan, dan operasional (Ohta, 1998). Berbagai upaya TDM yang telah dilakukan di kota-kota besar/metropolitan negara lain (Singapura, London, Seoul, dan Trondheim) terbukti tidak mengurangi laju pertumbuhan ekonomi. Dampak TDM juga ditunjukkan oleh peningkatan kinerja kecepatan lalulintas dan berkurangnya delay. Penerapan TDM di Singapura dan London memiliki kekhasan tersendiri. Singapura sejak tahun 1998 telah menerapkan TDM dengan Electronic Road Pricing (ERP), berupa perangkat sistem full electronic, dengan sistem pembayaran langsung (direct payment) sehingga pengaruh terhadap akurasi database kepemilikan kendaraan terhadap kendaraan keluar-masuk kawasan TDM bukan menjadi concern utama. London, yang baru memulai penerapan TDM pada tahun 2003, mengandalkan sistem data base dalam melakukan pricing, namun belum mengoptimalkan sistem elektronik. Bagi Jakarta, kedua sistem ini memiliki daya tawar  yang berbeda. Singapura dengan ERP-nya akan membutuhkan biaya yang lebih besar untuk investasi dan pemeliharaan, sedangkan London lebih efisien tetapi akan mengubah pola pengelolaan data base SIM, BPKB, STNK, dan hal-hal lain yang terkait dan membutuhkan waktu lebih panjang. Makalah ini mengkaji faktor-faktor yang menjadikan proses transformasi penerapan TDM dengan mengambil pengalaman kota-kota Singapura dan London, dengan memberikan gambaran persoalan yang dihadapi oleh kota Jakarta. Kata-kata Kunci: Travel Demand Management, Road Pricing, ERP, Singapura, London, Jakarta
FACE VALIDATION METHOD ALTERNATIVES FOR SHIPHANDLING FUZZY LOGIC DIFFICULTY MODEL Tjahjono, Tri; Benabdelhafid, Abdellatif; Priadi, Antoni Arif
Jurnal Transportasi Vol 14, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Transportasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.756 KB) | DOI: 10.26593/jt.v14i2.1393.%p

Abstract

The development of shiphandling difficulty model for ferry is based on the empirical experience through the Master of Ro-Ro ferries. The SHDMF is consisted from two parts which are the Analytic Hierarchy Process (AHP) and Fuzzy Inference System. Both parts had been validated through internal validation in the form of consistency test for the first part and robustness test for the second part. Further, the external/face validation is required to compare the proposed model with similar model through benchmarking approach. The benchmarking approaches are elaborated for the reliability, validity, possibility, efficiency and effectiveness. Through fuzzy group decision making method, the questionnaire survey is performed to verify the most appropriate approach based on the shiphandling simulator as the most preferred benchmarking tool by experts. Next, the proposed scenario is overviewed and discussed especially related to the advantages and drawbacks of shiphandling simulator. Keywords: shiphandling difficulty, fuzzy group decision making, internal validation Model pengukuran kesulitan pengendalian feri didasarkan pada pengalaman empiris melalui pernyataan nahkoda kapal feri Ro-Ro. SHDMF terdiri atas dua bagian, yaitu Analytic Hierarchy Process dan Fuzzy Inference System. Kedua bagian ini telah divalidasi melalui validasi internal dalam bentuk uji konsistensi untuk bagian pertama dan uji kehandalan untuk bagian kedua. Selanjutnya validasi atau wajah eksternal diperlukan untuk membandingkan model yang diusulkan dengan model yang diperoleh dari benchmarking. Pendekatan benchmarking dijabarkan untuk kehandalan, validitas, kemungkinan, efisiensi, dan efektivitas. Melalui metode fuzzy kelompok pembuatan keputusan, survei kuesioner dilakukan untuk memverifikasi pendekatan yang paling tepat dengan simulator pengendalian kapal sebagai alat yang paling disukai oleh para ahli untuk benchmarking. Selanjutnya skenario yang ditinjau-ulang dan dibahas terutama terkait dengan keuntungan dan kelemahan simulator pengendalian kapal. Kata-kata kunci: kesulitan pengendalian, fuzzy kelompok pembuatan keputusan, validasi internal

Page 26 of 108 | Total Record : 1071


Filter by Year

2004 2024


Filter By Issues
All Issue Vol. 24 No. 3 (2024): Jurnal Transportasi Vol. 24 No. 2 (2024): Jurnal Transportasi Vol. 24 No. 1 (2024): Jurnal Transportasi Vol. 23 No. 3 (2023): Jurnal Transportasi Vol. 23 No. 2 (2023): Jurnal Transportasi Vol. 23 No. 1 (2023): Jurnal Transportasi Vol. 22 No. 3 (2022) Vol. 22 No. 2 (2022) Vol. 22 No. 1 (2022) Vol. 21 No. 3 (2021) Vol. 21 No. 2 (2021) Vol. 21 No. 1 (2021) Vol. 20 No. 3 (2020) Vol. 20 No. 2 (2020) Vol. 20 No. 1 (2020) Vol. 19 No. 3 (2019) Vol. 19 No. 2 (2019) Vol. 19 No. 1 (2019) Vol. 18 No. 3 (2018) Vol 18, No 2 (2018) Vol. 18 No. 2 (2018) Vol. 18 No. 1 (2018) Vol 18, No 1 (2018) Vol. 17 No. 3 (2017) Vol 17, No 3 (2017) Vol 17, No 2 (2017) Vol. 17 No. 2 (2017) Vol. 17 No. 1 (2017) Vol 17, No 1 (2017) Vol 16, No 3 (2016) Vol. 16 No. 3 (2016) Vol. 16 No. 2 (2016) Vol 16, No 2 (2016) Vol 16, No 1 (2016) Vol. 16 No. 1 (2016) Vol 15, No 3 (2015) Vol. 15 No. 3 (2015) Vol. 15 No. 2 (2015) Vol 15, No 2 (2015) Vol 15, No 1 (2015) Vol. 15 No. 1 (2015) Vol 14, No 3 (2014) Vol. 14 No. 3 (2014) Vol. 14 No. 2 (2014) Vol 14, No 2 (2014) Vol 14, No 1 (2014) Vol. 14 No. 1 (2014) Vol. 13 No. 3 (2013) Vol 13, No 3 (2013) Vol 13, No 2 (2013) Vol. 13 No. 2 (2013) Vol. 13 No. 1 (2013) Vol 13, No 1 (2013) Vol 12, No 3 (2012) Vol. 12 No. 3 (2012) Vol 12, No 2 (2012) Vol. 12 No. 2 (2012) Vol 12, No 1 (2012) Vol. 12 No. 1 (2012) Vol. 11 No. 3 (2011) Vol 11, No 3 (2011) Vol. 11 No. 2 (2011) Vol 11, No 2 (2011) Vol 11, No 1 (2011) Vol. 11 No. 1 (2011) Vol. 10 No. 3 (2010) Vol 10, No 3 (2010) Vol 10, No 2 (2010) Vol. 10 No. 2 (2010) Vol 10, No 1 (2010) Vol. 10 No. 1 (2010) Vol. 9 No. 2 (2009) Vol 9, No 2 (2009) Vol. 9 No. 1 (2009) Vol 9, No 1 (2009) Vol. 8 No. 2 (2008) Vol 8, No 2 (2008) Vol 8, No 1 (2008) Vol. 8 No. 1 (2008) Vol 7, No 2 (2007) Vol. 7 No. 2 (2007) Vol. 7 No. 1 (2007) Vol 7, No 1 (2007) Vol 6, No 2 (2006) Vol. 6 No. 2 (2006) Vol. 6 No. 1 (2006) Vol 6, No 1 (2006) Vol 5, No 2 (2005) Vol. 5 No. 2 (2005) Vol 5, No 1 (2005) Vol. 5 No. 1 (2005) Vol. 4 No. 2 (2004) Vol 4, No 2 (2004) Vol. 4 No. 1 (2004) Vol 4, No 1 (2004) More Issue