cover
Contact Name
Amirullah
Contact Email
amirullah8505@unm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.pattingalloang@unm.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Pattingalloang : Jurnal Pemikiran Pendidikan dan Penelitian Kesejarahan
Jurnal Pattigalloang adalah Publikasi Karya Tulis Ilmiah dan Pemikiran Kesejarahan dan ilmu-ilmu sosial.
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol. 12, No. 2 (2025)" : 11 Documents clear
Strategis Pendidikan dan Teknologi di Era Smart Society 5.0 Kamaruddin, Syamsu A
Jurnal Pattingalloang Vol. 12, No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pattingalloang.v12i1.72931

Abstract

Perkembangan sains dan pengetahuan pada prinsip-prinsip mendasar atas pengetahuan adalah bukan hanya output yang diharapkan tetapi “setting paradigm” menjadi tolok ukur untuk merespon perkembangan ilmu pengetahuan. Menurut Thomas Kuhn (1974) dalam satu bukunya yang berjudul “The structure of scientific revolution” memberikan dua pola perkembangan yakni; eksat sains bersifat statis dan berkembang secara evolusioner. Sementara social sains bersifat revolusioner dan berkembang secara dinamis. Teori-teori sosial berkembang dengan terus-menerus dari waktu ke waktu. Sehingga tidak mengherankan kalau kemudian perkembangan sains dan pengetahuan manusia demikian cepat dan agresif. Di berbagai negara atau tempat (Habitus menurut istilah Pierre Bourdieu) menjadi penting untuk me-maping perkembangan sains. Dan era revolusi industri sosial di berbagai negara juga sebagai penanda pergeseran peradaban ummat manusia akibat perkembangan sains dan penegtahuan manusia. Dan revolusi industri menjadi embrional bergesernya peran-peran manusia di dalam mengaksentuasikan prinsip-prinsip ilmu pengetahuan yang saat ini kita kenal dengan Smart Society 5.0 yakni suatu konsep masyarakat yang berpusat pada manusia dan mengintegrasikan pada tehnologi canggih untuk mengatasi tantangan sosial dan meningatkan kualitas hidup. Konsep ini sangat menenkankan pada kolaborasi antara manusia dengan tehnologi secara efektif, kreatif dan inovatif. Karena itu pendidikan memainkan peran penting dalam mempersiapkan masyarakat untuk memasuki era Society 5.0 dengan berfokus pada pengembangan keterampilan digital, pemikiran kritis, kreativitas dan kolaboratif.Kata Kunci : Strategis, Pendidikan, teknologi & smart society AbstractIn the development of science and knowledge on the basic principles of knowledge is not only the expected output but “paradigm setting” becomes a benchmark for responding to the development of science. According to Thomas Kuhn (1974) in one of his books entitled “The structure of scientific revolution” provides two patterns of development, namely; exact science is static and develops evolutionarily. While social science is revolutionary and develops dynamically. Social theories develop continuously from time to time. So it is not surprising that the development of science and human knowledge is so fast and aggressive. In various countries or places (Habitus according to Pierre Bourdieu's term) it is important to map the development of science. And the era of the social industrial revolution in various countries is also a marker of the shift in human civilization due to the development of science and human knowledge. And the industrial revolution became the embryonic shift in human roles in accentuating the principles of science that we currently know as Smart Society 5.0, namely a concept of a human-centered society and integrating advanced technology to overcome social challenges and improve the quality of life. This concept emphasizes collaboration between humans and technology effectively, creatively and innovatively. Therefore, education plays an important role in preparing society to enter the Society 5.0 era by focusing on developing digital skills, critical thinking, creativity and collaboration.Keywords: Strategic, Education, Technology & Smart Society
Konflik Politik Sriwijaya Dalam Prasasti Boom Baru Purnama Sari, Dini
Jurnal Pattingalloang Vol. 12, No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pattingalloang.v12i1.72045

Abstract

Penelitian ini menganalisis konflik politik yang terdapat dalam Prasasti Boom Baru dan dampaknya terhadap perkembangan Kerajaan Sriwijaya. Prasasti ini mengandung sapatha terhadap pihak yang melanggar perintah raja, yang mencerminkan strategi politik kerajaan dalam menjaga stabilitas dan kewibawaannya. Penelitian ini menggunakan metode sejarah dengan tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Data diperoleh melalui observasi langsung terhadap Prasasti Boom Baru di Museum Negeri Sumatera Selatan serta wawancara dengan pegawai museum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis isi Prasasti Boom Baru dalam konteks politik Kerajaan Sriwijaya, mengidentifikasi bentuk konflik politik yang tercermin dalam prasasti tersebut, menjelaskan dampak konflik politik terhadap perkembangan dan stabilitas kerajaan, serta mengkaji peran prasasti sebagai alat legitimasi kekuasaan dan kontrol sosial dalam pemerintahan Sriwijaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Prasasti Boom Baru tidak hanya berfungsi sebagai dokumen hukum, tetapi juga sebagai alat politik untuk memperkuat otoritas kerajaan dan mencegah pemberontakan. Sriwijaya menghadapi berbagai tantangan politik, baik internal berupa ketidaksetiaan pejabat lokal maupun eksternal seperti serangan dari kerajaan lain. Dengan adanya prasasti ini, Sriwijaya berusaha menanamkan rasa takut dan kepatuhan kepada raja, yang pada akhirnya berkontribusi terhadap stabilitas kerajaan sebagai pusat perdagangan dan agama di Asia Tenggara.Kata Kunci : Konflik Politik, Sriwijaya, Prasasti Boom Baru
Motif Songket Tradisional Palembang dan Perkembangan Saat ini Wahyudi, Adji Tri; Hudaidah, Hudaidah
Jurnal Pattingalloang Vol. 12, No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pattingalloang.v12i1.72140

Abstract

Kain songket merupakan salah satu warisan budaya tak benda Orang. Terdapat berbagai jenis kain songket, tergantung pada kekhasan daerahnya, khususnya songket Palembang. Dibandingkan dengan kain songket dari daerah lain, kain songket Palembang memiliki karakteristik yang unik. Kain songket Palembang memiliki motif yang bagus, kualitas yang baik, dan cara pembuatan yang canggih, selain memiliki nilai sejarah. Salah satu jenis songket dengan berbagai motif yang menjadi representasi budaya Orang adalah songket palembang. Bagi masyarakat awam, sulit untuk mengidentifikasi kain songket dengan motif yang sama karena jenis motifnya yang sangat beragam. (Times New Roman 10, justify, spasi tunggal, dan cetak tegak).Kata Kunci : Motif, Songket, PalembangAbstractSongket cloth is one of Orang’s intangible cultural heritages. There are various types of songket cloth, depending on the characteristics of the region, especially Palembang songket. Compared to songket cloth from other regions, Palembang songket cloth has unique characteristics. Palembang songket cloth has beautiful motifs, good quality, and sophisticated manufacturing methods, in addition to having historical value. One type of songket with various motifs that represents Indonesian culture is Palembang songket. For the general public, it is difficult to identify songket cloth with the same motif because the types of motifs are very diverse Keyword: Motif, Songket, Palembang.
Prasasti Siddhayatra : Perjalanan Suci Datu Sriwijaya Rahmadani, Fitri; Hudaidah, Hudaidah
Jurnal Pattingalloang Vol. 12, No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pattingalloang.v12i1.72296

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana Dapunta Hyang dalam melakukan perjalanan suci. Perjalanan suci tersebut dijelaskan  dalam isi prasasti siddhayatra yang merupakan peninggalan kerajaan Sriwijaya. Dalam penelitian ini menggunakan metode historis  yang melalui empat tahapan yaitu tahap Heuristik yang dilakukan dengan cara mengunjungi secara langsung situs penemuan prasasti, ke dua yaitu Verifikasi sumber yang dilakukan dengan cara memvalidasi data yang sudah ada dengan cara internal dan eksternal, ke tiga yaitu Interpretasi melakukan sebuah analisis data yang berasal dari lapangan dan sumber pustaka, ke empat yaitu Historiografi  tahap penulisan artikel berdasarkan kebenaran sumber data yang diperoleh. Dari hasil penelitian yang dilakukan diperoleh data tentang proses Dapunta Hyang dalam melakukan pendalaman agama budha yang disebut dengan perjalanan suci dengan tujuan untuk melakukan ekspansi wilayah kekuasaannya
Hubungan Diplomatik Kerajaan Sriwijaya dan Kekaisaran China Abad ke-7 hingga ke-13 Masehi Sandi, Muhammad
Jurnal Pattingalloang Vol. 12, No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pattingalloang.v12i1.72424

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika hubungan diplomatik antara Kerajaan Sriwijaya dan Kekaisaran China dari abad ke-7 hingga ke-13 Masehi. Studi ini meneliti berbagai aspek hubungan bilateral kedua kekuatan maritim tersebut, termasuk jalur perdagangan, pertukaran budaya, dan aliansi politik yang terjalin selama berabad-abad. Hubungan Sriwijaya-China dibangun di atas fondasi kepentingan ekonomi dan geopolitik yang saling menguntungkan. Perdagangan rempah, keramik, dan komoditas berharga menjadi pendorong utama hubungan diplomatik, yang diperkuat melalui kunjungan resmi, pertukaran utusan, dan pemberian upeti. Bukti-bukti arkeologis dan catatan sejarah dari dinasti Tang, dan Song menunjukkan intensitas hubungan ini, termasuk ekspedisi-ekspedisi diplomatik seperti yang dipimpin oleh I-Tsing pada abad ke-7. Hubungan diplomatik Sriwijaya-China tidak hanya berdampak pada kemakmuran ekonomi kedua belah pihak, tetapi juga berperan penting dalam penyebaran Buddhisme dan pertukaran pengetahuan di Asia Tenggara. Model diplomasi yang dikembangkan kedua kerajaan ini mencerminkan kecanggihan politik maritim kuno yang memberikan kontribusi signifikan terhadap pembentukan jaringan perdagangan internasional di kawasan Asia. Pola hubungan ini juga menjadi preseden bagi perkembangan diplomasi regional di masa-masa selanjutnya dan menawarkan perspektif historis yang berharga untuk memahami dinamika geopolitik kontemporer di kawasan Indo-Pasifik.
Nilai Sejarah Masjid Al-Ridwan sebagai Masjid Tertua di Baturaja dalam Konteks Penyebaran Islam Apsari, Nadia Dwi; Hudaidah, Hudaidah
Jurnal Pattingalloang Vol. 12, No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pattingalloang.v12i1.74700

Abstract

AbstrakArtikel ini membahas Masjid Al-Ridwan sebagai masjid tertua di Baturaja dan perannya dalam proses penyebaran Islam secara lokal di Sumatera Selatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap nilai sejarah dan peran sosial Masjid Al-Ridwan dalam konteks Islamisasi masyarakat Baturaja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode historis, mengandalkan data primer dan sekunder melalui studi pustaka dan dokumentasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa masjid ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat sosial dan budaya yang mencerminkan akulturasi Islam dan tradisi lokal. Masjid Al-Ridwan memiliki nilai historis yang tinggi dan tetap relevan sebagai simbol keislaman dan identitas masyarakat Baturaja hingga masa kini.
Perang Jawa 1825-1830: Peran Pangeran Diponegoro Dalam Perang Jawa Serta Dampak Stabilitas Sosial-Ekonomi Masyarakat Jawa Dan Kolonialisme Belanda Novitri, Sheila; Kurniawati, Nurul; Ramdhani, Muhammad Barkah
Jurnal Pattingalloang Vol. 12, No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pattingalloang.v12i1.76472

Abstract

AbstrakPenelitian ini membahas tentang Peran Pangeran Diponegoro dalam Perang Jawa periode 1825- 1830 serta Dampak Stabilitas Sosial-Ekonomi Masyarakat Jawad dan Kolonialisme Belanda. Latar belakangnya yaitu kehadiran bangsa-bangsa Belanda di Indonesia, terutama di Yogyakarta membuat berbagai macam masalah salah satunya dengan terlalu ikut campur masalah internal keraton dan menerapkan politik pecah belah dikalangan pejabat-pejabat keraton, sehingga pemerintahan didalam keraton menjadi kacau. Karena pokok penelitian ini adalah masa lalu, maka metode penelitian yang digunakan adalah metode Sejarah atau historis. Metode historis adalah proses atau aktivitas yang digunakan untuk berkonsentrasi pada sumber atau peninggalan dari masa lalu secara menyeluruh dan mendokumentasikan penemuan berdasarkan fakta. Langkah dalam penelitian sejarah meliputi Heuristik, Kritik, Interpretasi dan Historiografi. Dampak setelah perang bagi masyarakat Jawa adalah batas wilayah antara Kesultanan Yogyakarta dan Kesunanan Surakarta berubah, dan memperburuk sistem ekonomi masyarakat apalagi dengan diterapkannya sistem tanam paksa. Sedangkan dampak bagi masyarakat Belanda adalah Belanda mampu menguasai Jawa dan berhasil menerapkan sistem tanam paksa (cultuur stelsel) dari tahun 1830 hingga 1870.Kata Kunci : Pangeran Diponegoro; Perang Jawa; Kolonial Belanda; Masyarakat Jawa
Transformasi Pabrik Gula Colomadu: dari Suikerfabriek hingga Menjadi Destinasi Pariwisata, 1998-2020 Ramadhan, Fauzan Syahru; Maziyah, Siti; Baihaqi, Ahmad Fauzan; Meliala, Bryna Rizkinta Sembiring
Jurnal Pattingalloang Vol. 12, No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pattingalloang.v12i1.72295

Abstract

Artikel ini membahas tentang transformasi Pabrik Gula Colomadu dari 1998 hingga 2020. Penelitian ini menggunakan metode sejarah yang terdiri atas empat tahap yaitu heuristik (pengumpulan sumber), kritik (pengujian sumber), interpretasi (penafsiran sumber), dan historiografi (penulisan). Tujuan dari kajian ini adalah melihat perubahan Pabrik Gula Colomadu yang sebelumnya merupakan pabrik gula yang aktif beropreasi, namun sempat dilakukan penutupan oleh PTPN IX pada 1 Mei 1998 karena kekurangan bahan baku tebu untuk memproduksi gula. Pabrik Gula Colomadu selama kurang lebih 20 tahun mangkrak sejak dilakukan penutupan oleh PTPN IX, maka Pemerintah Republik Indonesia pada 8 April 2017 melalui konsorsium BUMN dengan membentuk PT. Sinergi Colomadu melakukan revitalisasi terhadap bekas Pabrik Gula Colomadu dengan menggunakan konsep adaptive reuse. Hasil kajian ini menjelaskan bahwa pada 24 Maret 2018, bekas Pabrik Gula Colomadu berubah menjadi salah satu tempat destinasi pariwisata di Kabupaten Karanganyar dengan mengubah nama menjadi “De Tjolomadoe” dan beralih fungsi menjadi cultural center, museum, tempat kegiatan MICE, serta sebagai comercial area.
Jejak Roda Tiga Ke Roda Empat:Perubahan Moda Transportasi Semarang 1962-1983 Saputra, Hermawan Rizqi; Wijayati, Putri Agus
Jurnal Pattingalloang Vol. 12, No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pattingalloang.v12i1.73884

Abstract

Artikel ini membahas tentang dinamika perubahan moda transportasi umum di Kota Semarang. Fokus permasalahan tentang perubahan dari moda beroda tiga, yaitu bemo digantikan oleh angkutan beroda empat, atau yang dinamakan Daihatsu. Penelitian ini menggunakan pendekatan sejarah sosial kota dan memanfaatkan sumber primer berupa surat kabar. Temuan menunjukkan bahwa perubahan yang terjadi pada moda transportasi umum tidak hanya dipicu pada pertimbangan teknis dan regulatif, tetapi juga pada pengaruh modernisasi kota, tekanan ekonomi, dan perubahan gaya hidup masyarakat urban. Transportasi merupakan bagian vital dari struktur sosial dan ekonomi kota. Dalam konteks Semarang sebagai kota pelabuhan, ibukota provinsi, kota perdagangan, sekaligus kota yang memiliki sejarah panjang, menjadi penting untuk mendapatkan perhatian dalam historiografi perkotaan. Selain itu, kota ini juga perlu mendapatkan tempat di dalam sejarah transportasi perkotaan pada periode kontemporer. Moda transportasi umum bertumbuh, berkembang, dan berubah dari waktu ke waktu.AbtractThis article discusses the dynamics of changes in public transportation modes in the city of Semarang. The focus of the problem is the change from three-wheeled modes, namely bemo replaced by four-wheeled transportation, or what is called Daihatsu. This study uses a social history approach to the city and utilizes primary sources in the form of newspapers. The findings show that changes that occur in public transportation modes are not only triggered by technical and regulatory considerations, but also by the influence of urban modernization, economic pressures, and changes in the lifestyle of urban communities. Transportation is a vital part of the social and economic structure of the city. In the context of Semarang as a port city, provincial capital, trading city, and a city with a long history, it is important to get attention in urban historiography. In addition, this city also needs to get a place in the history of urban transportation in the contemporary period. Public transportation modes grow, develop, and change over time.Keywords : Take Action; Prevent; Tackle; Narcotics; Semarang 
Segenggam Asa Di Tengah Keterbatasan: Kehidupan Anak Jalanan di Purwokerto Tahun 1999-2008 Humaeroh, Diana Hanifatul; Wijayati, Putri Agus
Jurnal Pattingalloang Vol. 12, No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pattingalloang.v12i1.73801

Abstract

 Keberadaan anak-anak yang menghabiskan waktu di jalanan merupakan fenomena yang sering muncul di kota. Adanya kelompok kecil ini tidak terlepas dari faktor kemiskinan yang sulit diputus mata rantainya. Disamping itu, lingkungan mereka tinggal memberi gambaran kuat bagi anak-anak yang tumbuh di dalamnya sehingga menjadikan jalanan sebagai cara mudah untuk memperoleh penghasilan. Hal ini diperparah dengan situasi krisis ekonomi yang menyebabkan peningkatan anak jalanan salah satunya di Purwokerto. Artikel ini mengkaji tentang kehidupan anak jalanan di Purwokerto dan peranan Biyung Emban sebagai Lembaga Swadaya Masyarakat yang bergerak dalam pembinaan terhadap anak jalanan. Penelitian ini menggunakan metode sejarah yang terdiri dari empat tahapan yaitu heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Sumber-sumber yang digunakan mencakup sumber primer berupa surat kabar, foto, dan hasil wawancara. Sumber sekunder yang digunakan berupa skripsi, buku, dan jurnal baik nasional maupun internasional yang relevan dengan topik penelitian. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa anak jalanan di kota Purwokerto terlibat dalam berbagai aktivitas ekonomi seperti mengamen, meminta-minta, mengumpulkan barang bekas dan ojek payung. Berangkat dari permasalahan diatas, Biyung Emban berupaya memberikan pembinaan terhadap kelompok kecil ini melalui pendidikan dan ketrampilan sebagai bekal kehidupan mereka.Kata kunci: Kota, Anak Jalanan, Biyung Emban, PurwokertoAbstractThe presence of children spending time on the streets is a common phenomenon in cities. The existence of this small group is closely tied to the cycle of poverty that is difficult to break. Additionally, the environment in which they live strongly influences the children growing up there, leading them to view the streets as an easy way to earn income. This situation is exacerbated by the economic crisis, which has led to an increase in the number of street children, including in Purwokerto. This article examines the lives of street children in Purwokerto and the role of Biyung Emban, a community based organization dedicated to supporting street children. This research employs a historical method consisting of four stages: heuristics, criticism, interpretation, and historiography. The sources used include primary sources such as newspapers, photographs, and interview results. Secondary sources include theses, books, and journals both national and international relevant to the research topic. Based on the research findings, it was found that street children in Purwokerto are involved in various economic activities such as busking, begging, collecting, scrap materials, and umbrella taxi services. Addressing these issues, Biyung Emban strives to provide guidance to this group through education and skill development as a foundation for their future lives.Keywords: City, Street Children, Biyung Emban, Purwokerto

Page 1 of 2 | Total Record : 11