cover
Contact Name
Amirullah
Contact Email
amirullah8505@unm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.pattingalloang@unm.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Pattingalloang : Jurnal Pemikiran Pendidikan dan Penelitian Kesejarahan
Jurnal Pattigalloang adalah Publikasi Karya Tulis Ilmiah dan Pemikiran Kesejarahan dan ilmu-ilmu sosial.
Articles 334 Documents
Petani Jeruk di Desa Taraweang Kabupaten Pangkep 1982-2019 Ninik Suprianti Mandsary; Jumadi Jumadi; Asmunandar Asmunandar
PATTINGALLOANG Vol. 7, No. 3, Desember 2020
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jp.v7i3.16243

Abstract

Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui Latar bekang adanya Pertanian Jeruk di Desa Taraweang Kabupaten Pangkep.Untuk mengetahuai dinamika Petani Jeruk di Desa Taraweang Kabupaten Pangkep.Untuk mengetahui dampak pertanian Jeruk pada Petani di Desa Taraweang Kabupaten Pangkep tahun 1982-2019. Hasil pene;itian menunjukkan bahwa latar belakang adanya petani jeruk di Desa Taraweang karena tersedianya iklam dan tanah yang mendukung dan adanya inisiatif dari seorang tokoh masyarakat setempat yaitu bernama Bapak Tepu. Adapun perkembangan petani Jeruk tidak lepas dari petani dalam melakukan budidaya jeruk hingga saat ini. Adapun dampak yang ditimbulkan dengan adanya petani jeruk di Desa Taraweang kabupaten yaitu meningktanya tingkat pendapatan oleh para petani.Hal ini dibuktikan dengan data hasil wawancara oleh peneliti bahwa mereka sudah dapat memiliki kendaraan sendiri dari hasil penjualan jeruk dari waktu ke waktu.Selain itu meningkatnya tingkat pendidikan bagi para anak-anak petani.Hal dtersebut dapat dibuktikn dengan h data yang diperoleh dilapangan yaitu pada tahun 1989 jumlah masyarakat yang tidak sekolah sebnayak 50% dan di tahun 2018 jumlah masyarakat tidak sekolah sebanyak 18,9%. Hal ini menujukkan bahwa dengan adanya petani jeruk di Desa Taraweang dapat meningkatkan pendidikan bagi anak-anak petani karena adanya kesadaran bagi masyarakat itu sendiri.Metode penelitian yang dilakukan adalah yaitu metode sejarah dengan tahapan: (1)Heuristik, peneltiain ini menggunakan metode wawancara dan kajian pustaka yang diperoleh dari Perpustakaan Umum Universitas Negeri Makassar, Perpustakaan Wilayah Provinsi Sulawesi Selatan, Dinas Arsip dan Perpustakaan Sulawesi Selatan, Perpusakaan Umum Universitas Hasanuddin, serta buku-buku koleksi pribadi. (2)Kritik, (3) Interpretasi dan (4) Historiografi.Kata Kunci: Petani, Jeruk, Desa Taraweang
Darud Da’wah Wal Irsyad di Barru 1966-1998 Andi Masyithah Rahmah; Najamuddin Najamuddin; Bahri Bahri
PATTINGALLOANG Vol. 8, No. 1, April 2021
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jp.v8i1.18449

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan tentang Kondisi Darud Da’wah Wal Irsyad sebelum Orde Baru, serta Perkembangan dan dampak keberadaan DDI pada masa Orde Baru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa DDI merupakan organisasi masyarakat yang bersikap tidak terlibat atau bekerjasama dalam kegiatan partai politik. Namun yang terlibat hanya tokoh DDI dan Ketua Umum PB DDI. DDI mengalami beberapa perkembangan pada tahun 1971 yakni dengan mendirikan pesantren DDI Ulul Addariyah Kabbalangan di Pinrang, ditahun 1992 mendirikan pondok pesantren DDI Al-Ikhlas di Takkalasi. Dan terjadi penyesusaian kurikulim dengan Sekolah Negeri agar pesantren DDI diakui oleh pemerintah. Dampak keberadaan DDI dimasa orde baru yakni, terjadinya aksi protes para santri DDI kepada ketua umum PB DDI dan masyarakat tidak ingin menyekolahkan anaknya ke pesantren DDI, dan adanya perkembangan dari segi fasilitas pesantren DDI, adanya renovasi gedung yang didapatkan DDI dan perkembangaan pendidikan Agama Islam mendapatkan perhatian dari pemerintah. Metode penelitian yang dilakukan adalah dengan pendekatan Ilmu Sejarah dengan tahapan: (1) Heuristik, penelitian ini menggunakan kajian pustaka yang di perolah di perpustakan pesantren Darud Da’wah Wal rsyad di Barru, Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB), Perpustakan Umum Universitas Negeri Makassar, serta buku-buku koleksi pribadi. (2) Kritik, (3) Interpretasi dan (4) Historiografi.
Herman Nicolas Ventje Sumual: Studi tentang Keterlibatannya dalam Permesta (1957-1961) Nur Alfi Laila Badru; Mustari Bosra; Ahmadin Ahmadin
PATTINGALLOANG Vol. 7, No. 3, Desember 2020
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jp.v7i3.16319

Abstract

Herman Nicolas Ventje Sumual dibesarkan oleh keluarga yang menjunjung tinggi nilai kekeluargaan. Jiwa pemimpin dan prestasi yang dimiliki Ventje  mempermudah dalam menyelesaikan pendidikannya dan hal tersebut menjadi penunjang keberhasilan dalam dunia organisasi. Riwayat organisasi dalam dunia keamanan dan pertahanan memberikan kemudahan dalam menjalani karir militernya hingga mendirikan Permesta. Terjadinya berbagai ketimpangan di berbagai daerah menjadi tujuan utama Permesta untuk memperbaiki keadaan tersebut. Permesta berakhir dengan tindak penyerahan diri terhadap Pemerintah pusat. Penelitian ini menggunakan metodologi sejarah dengan tahap yaitu heuristik (pengumpulan data), kritik (verifikasi), interpretasi (penafsiran) dan historiografi (penulisan sejarah). Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluarga Herman Nicolas Ventje Sumual memperoleh faktor terpenting yang menunjang keberhasilan pendidikan hingga karir militernya. Awal berdirinya Permesta lahir dari tindakan penentangan terhadap rezim Sukarno yang anti demokrasi oleh para politisi hingga para intelektual di kalangan militer dan ingin memperbaiki kembali pembangunan daerah yang terbengkalai serta kesejahteraan rakyat. Ventje memegang posisi penting dalam Permesta sebagai proklamator Piagam Perjuangan Permesta dan dijadikan sebagai ikon Permesta.Kata Kunci: Herman Nicolas Ventje Sumual, Permesta, Proklamasi Permesta AbstractHerman Nicolas Ventje Sumual was raised by a family that upheld the value of kinship. Ventje's leadership and achievements make it easier to complete his education and that supports success in the organization. The organization's history in the world of security and defense made it easier to pursue his military career until founding Permesta. The onsany of inequality in various regions became permesta's main goal to improve the situation. Permesta ended with a surrender to the central government. This research uses historical methodology with stages namely heuristics (data collection), criticism (verification), interpretation (interpretation) and historiography (historical writing). The results showed that Herman Nicolas Ventje Sumual's family had the most important factors that supported his educational success to his military career. The beginning of Permesta was born out of opposition to sukarno's anti-democracy regime by politicians to intellectuals in military circles and wanted to improve the rebuilding of abandoned areas and the welfare of the people. Ventje held an important position in Permesta as a proclamation of the Permesta Struggle Charter and became an icon of Permesta.Keywords: Herman Nicolas Ventje Sumual, Permesta, Permesta Proclamation
Perkembangan Musik Rap di Jogja (1993-2011) : Akulturasi Budaya Afro-Amerika Dengan Jawa Arsyi Firmansyah
PATTINGALLOANG Vol. 8, No. 1, April 2021
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jp.v8i1.20430

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perkembangan musik rap di Yogyakarta, mengetahui proses peleburan budaya Jawa dengan budaya Hip-Hop, dan mengetahui pelaku Hip-Hop Yogyakarta dalam perkembangannya pada tahun 1993-2011. Penelitian ini memakai metode penelitian sejarah, dengan lima tahapan dalam prosesnya yaitu pemilihan topik, pengumpulan sumber, verifikasi, interpretasi, dan heuristik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa musik rap dinyanyikan pertama kali di Yogyakarta oleh grup rap bernama G-Tribe yang dipelopori oleh Ki Ageng Gantas pada tahun 1993, pada tahun 1995 G-Tribe menjadi ssatu-satunya rapper dari Yogyakarta yang masuk dalam sebuah album kompilasi musik rap seluruh Indonesia. Kemudian pada akhir tahun 90-an muncul grup rap yang namanya cukup besar di kalangan pecinta Hip-Hop Yogyakarta pada saat itu, yaitu Jahanam yang beranggotakan dua orang yaitu Mamox dan Balance. Hingga pada akhirnya pada tahun 2001 muncul sorang pegiat seni yang menaungi seluruh pelaku Hip-Hop di Yogyakarta yang bernama Marzuki Mohammad dengan membuat komunitas bernama Jogja Hip-Hop Foundation. Marzuki Mohammad membawa banyak perubahan dalam skena Hip-Hop Yogyakarta, salah satunya adalah menggabungkan unsur-unsur budaya Jawa dalam musik rap, acara pertama yang dibuat oleh Marzuki Mohammad dalam menyatukan kebudayaan lokal dengan musik rap adalah Poetri Battle, yang merupakan konser musik rap dengan lirik karya puisi lama hingga kontemporer. Dari acara tersebut kemudian musik rap yang dibawakan oleh JHF setelah itu lebih ke menekankan pada unsur-unsur Jawa, salah satu alasan mereka yang mendasar adalah sebagai identitas bahwa mereka merupakan orang Yogyakarta. Tahun 2011 lagu Jogja Istimewa dirilis dan mendapat banyak respon dari dalam maupun luar negeri.
Sekolah Rakyat di Enrekang, 1950-1959 Musdalifah Muchlis; Jumadi Jumadi
PATTINGALLOANG Vol. 6, No. 2, Agustus 2019
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pattingalloang.v6i2.12144

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi pendidikan di Enrekang sebelum tahun 1950, sistem  pendidikan sekolah rakyat dan  perkembangan sekolah rakyat di Enrekang tahun 1950-1959. Sistem dan perkembangan sekolah rakyat dalam penelitian ini berfokus pada kebijakan pemerintah, partisipasi masyarakat, guru sekolah rakyat, minat murid, kondisi dan peralatan sekolah. Jenis penelitian ini adalah penelitian Kualitatif, dengan menggunakan metode sejarah melalui tahapan: heuristik (pengumpulan sumber), kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekolah rakyat sudah ada pada masa pemerintahan Belanda tahun 1905 sedangkan di Enrekang tahun 1926 namun  nama Volkschool. Nama sekolah Rakyat dipakai setelah Indonesia merdeka. Kondisi Sekolah rakyat di Enrekang sebelum tahun 1950 masih dalam keadaan terbelakang namun setelah lima tahun merdeka keadaan sudah semakin membaik.  Sistem pendidikan sekolah rakyat setelah kemerdekaan terutama dalam kurikulum yang awalnya hanya belajar membaca, menulis dan berhitung kini semakin bertambah.seperti contohnya belajar sejarah. Sekolah rakyat di Enrekang mengalami perkembangan di lihat dari semakin banyaknya sekolah yang berubah dari SR 3 atau 4 menjadi 6 tahun karena jumlah siswa bertambah. Perkembangan tersebut karena adanya peran aktif masyarakat dan pemerintah yang turut andil dalam kemajuan pendidikan.Kata Kunci: Sekolah rakyat dan Enrekang.AbstractThis study aims to determine the condition of education in Enrekang before 1950, the education system of public schools and the development of community schools in Enrekang in 1950-1959. The system and development of community schools in this study focused on government policy, community participation, community school teachers, student interests, school conditions and equipment. This type of research is a qualitative study, using the historical method through stages: heuristics (source collection), source criticism, interpretation, and historiography. The results showed that the people's school had existed during the Dutch administration in 1905 while in Enrekang in 1926 the name was Volkschool. The name People's school was used after Indonesian independence. The condition of people's schools in Enrekang before 1950 was still underdeveloped, but after five years of independence the situation had improved. The education system of the people's schools after independence, especially in the curriculum which initially only learned to read, write and count is now increasing. For example studying history. Public schools in Enrekang are experiencing growth in view of the increasing number of schools that change from SR 3 or 4 to 6 years as the number of students increases. This development was due to the active role of the community and the government that contributed to the progress of education.Keywords: Community school and Enrekang
Perkembangan Akademi Teknik Radiodiagnostik dan Radioterapi (ATRO) Muhammadiyah Makassar, 1993-2018 nursyamsi Selfi; MUstari Bosra; Bustan Bustan
PATTINGALLOANG Vol. 6, No. 2, Agustus 2019
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pattingalloang.v6i2.10414

Abstract

Penelitian bertujuan menguraikan sejarah dan perkembangan Akademi Teknik Radiodiagnostik dan Radioterapi (ATRO) Muhammadiyah Makassar, mengungkapkan latar belakang berdirinya, perkembangan tenaga pendidik, administrasi, mahasiswa,  kurikulum, sarana dan prasarana. Serta kontribusi ATRO Muhammadiyah kepada dunia pendidikan dan kepada masyarakat. Menggunakan metode historis dengan tahapan, heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan masih kurangnya tenaga rontgen khusunya di Kawasan Indonesia Timur. Awal berdirinnya tahun 1993, kampus ini bernama Akademi Penata Rontgen (APRO), kemudian pada tahun selanjutnya yakni pada tahun 1995 berubah menjadi Akademi Teknik Radiodiagnostik dan Radioterapi (ATRO) Muhammadiyah Makassar. ATRO Muhammadiyah Makassar mengalami perkembangan.Hal ini dapat dilihat dari perkembangan sarana dan prasarana, tenaga pendidik, tenaga administrasi dan mahasiswa. Kontribusi yang diberikan ATRO Muhammadiyah Makassar yaitu memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menempuh Pendidikan Tinggi Kejuruan dibidang Radiologi.Selain itu lulusan ATRO Muhammadiyah Makassar bekerja di Instansi milik pemerintah maupun SwastaKata kunci : Kampus, Radiologi, dan Muhammadiyah
Pengaruh Metode Pembelajaran Outdoor Study terhadap Motivasi Belajar Sejarah Siswa Kelas X IIS di MA DDI Cambalagi Maros Sukmawati Sukmawati; Jumadi Jumadi
PATTINGALLOANG Vol. 7, No. 3, Desember 2020
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jp.v7i3.16318

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode Outdoor Study terhadap motivasi belajar sejarah siswa kelas X IIS di MA DDI Cambalagi Maros. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen kuantitatif. Jenis penelitian yang digunakan adalah Quasi Eksperimental  dengan desain penelitian yaitu  Nonequivalet Control Group. Terdiri dari kelas kontrol dan kelas eksperimen. Instrumen penelitian yang digunakan adalah skala motivasi berupa angket untuk mengukur motivasi belajar sejarah siswa. Teknik analisis data digunakan yaitu analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial yaitu uji normalitas, uji homogenitas dan uji hipotesis (uji statistik non parametrik/ Uji Mann-Whitney). Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan melakukan pretest dan posttest yang diberikan kepada siswa berupa angket motivasi belajar diperoleh motivasi belajar sejarah siswa yang diajar dengan metode Outdoor Study (kelas eksperimen X IIS 2) lebih tinggi (47%) daripada hasil motivasi belajar sejarah siswa yang tidak diajar degan metode Outdoor Study/konvensional (kelas kontrol X IIS 1) (13%). Pengujian hipotesis motivasi belajar menghasilkan Zhitung= 3,04 pada taraf signifikan, α = 0.05 diperoleh Ztabel= 1,64. (3,04 > 1,64), Zhitung>Ztabel, maka H1 diterima dan H0 ditolak. Dapat dikatakan metode pembelajaran Outdoor Study berpengaruh positif terhadap motivasi belajar sejarah siswa.Kata Kunci: Outdoor Study, Motivasi Belajar, Sejarah.AbstractThis study aims to determine the effect of the Outdoor Study method on history learning motivation of class X IIS students at MA DDI Cambalagi Maros. This research is a quantitative experimental research. This type of research is a Quasi Experimental with a research design that is Nonequivalet Control Group. Consists of a control class and an experimental class. The research instrument used was a motivation scale in the form of a questionnaire to measure students' motivation to learn history. The data analysis technique used is descriptive statistical analysis and inferential statistical analysis, namely normality test, homogeneity test and hypothesis test (non-parametric statistical test / Mann-Whitney test). Based on the results of the study showed that by conducting a pretest and posttest given to students in the form of a learning motivation questionnaire, it was found that students 'history of learning motivation taught by the Outdoor Study method (experimental class X IIS 2) was higher (47%) than the results of students' history of learning motivation who did not. taught by the method of Outdoor Study / conventional (control class X IIS 1) (13%). Testing the learning motivation hypothesis resulted in Zcount = 3.04 at the significant level, α = 0.05 obtained Ztable = 1.64. (3.04> 1.64), Zcount> Ztable, then H1 is accepted and H0 is rejected. It can be said that the Outdoor Study learning method has a positive effect on students' motivation to learn history.Keywords: Outdoor Study, Learning Motivation, History. 
Universitas Al Asyariah Mandar dan Perkembangannya di Polewali Mandar, 2004-2018 Yahdiana Yahdiana; Ahmadin Ahmadin; Muh. Rasyid Ridha
PATTINGALLOANG Vol. 6, No. 2, Agustus 2019
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pattingalloang.v6i2.10840

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui latar belakang berdirinya Universitas Al Asyariah Mandar (UNASMAN), perkembangan UNASMAN dalam kurung waktu 2004 hingga 2018 serta Peranannya di Kabupaten Polewali Mandar.Penelitian ini bersifat deskriptik historis, dengan menggunakan metodologi sejarah yang meliputi heuristik, dalam bentuk mengumpulkan sumber sebanyak-banyaknya, kritik sumber yang bertujuan untuk menilai dan menetukan sumber, interpretasi yaitu menentukan kedudukan suatu fakta secara proposional dan historiografi atau penyajian yang merupakan pengungkapan kisah sejarah secara tertulisHasil penelitian yang menunjukkan bahwa UNASMAN didirikan karena banyaknya lulusan SMA di daerah polewali Mandar yang ingin melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi tapi terkendala jarak, transportasi dan biaya hidup; UNASMAN dalam kurung waktu 2004-2018 telah mengalami perkembangan ini dibuktikan dengan bertambahnya jumlah mahasiswanya yang semakin meningkat, Sarana Prasarana dan juga tenaga dosennya; UNASMAN telah memberikan pengaruh yang Positif terhadap peranannya dalam pendidikan tinggi, Agama melalui pembinaan keagamaannya serta Budaya dalam pelestarian budaya lokal di Kabupaten Polewali Mandar.Berdasarkan hasil penelitian diatas disimpulkan bahwa UNASMAN mengalami perkembangan yang berlangsung dari tahun 2004-2018. Hal ini memberikan peranan besar bagi masyarakat maupun pemerintah.Kata Kunci: Unasman, Universitas, Polman This study aims to determine the background of the establishment of Al Asyariah Mandar University (UNASMAN), the development of UNASMAN in the period 2004 to 2018 and its role in Polewali Mandar Regency. This research is a historical descriptive, using historical methodology which includes heuristics, in the form of gathering as many sources many, source criticism that aims to assess and determine the source, interpretation that determines the position of a fact proportionally and historiographically or is a presentation that reveals a historical story in writing. colleges but distance, transportation and living costs; UNASMAN in the period 2004-2018 has experienced this development as evidenced by the increasing number of students who are increasing, Infrastructure Facilities and also lecturers; UNASMAN has had a positive influence on its role in tertiary education, Religion through fostering religion and Culture in the preservation of local culture in Polewali Mandar Regency. Based on the above research results it was concluded that UNASMAN underwent a development that lasted from 2004-2018. This gives a big role for the community and the government.Keyword: Unasman, University, Polman
Kajian Kelayakan Objek Lanskap Sejarah Eropa Berdasarkan Persepsi Masyarakat Kecamatan Ambarawa Nova Tri Surya; Alfred Jansen Sutrisno
PATTINGALLOANG Vol. 8, No. 1, April 2021
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jp.v8i1.19758

Abstract

Ambarawa termasuk salah satu daerah yang memiliki potensi aset sejarah peninggalan khas eropa serta dapat dimanfaatkan sebagai objek wisata sejarah. Objek wisata sejarah eropa tersebut memiliki potensi mendatangkan wisatawan yang dapat meningkatkan ekonomi bagi masyarakat sekitar. Wisatawan yang berkunjung pada objek wisata sejarah di Ambarawa mulai mengalami penurunan setiap tahunnya. Hal ini terjadi karena berkurangnya peran masyarakat, pengelola, dan dinas terkait untuk merawat setiap peninggalan sejarah eropa yang berada di Ambarawa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan potensi wisata sejarah eropa tersebut. Teknik analisis skoring digunakan untuk mengevaluasi objek lanskap sejarah eropa sebagai objek wisata sejarah. Hasil analisis diklasifikasikan dalam bentuk kelas potensi. Hasil analisis yang tergolong sangat layak didapatkan pada Museum Kereta Api Ambarawa, dan Benteng Willem 1 (Benteng Pendem). Hasil analisis yang tergolong kurang layak didapatkan pada Gereja Santo Yusuf (Gereja Jago), SDN Panjang 03 Ambarawa, Kantor Kecamatan Ambarawa, Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Ambarawa, dan Gedung Polsek Ambarawa serta Pegadaian Ambarawa. Hasil analisis yang tergolong kategori tidak layak yaitu Kawasan Pecinan Ambarawa. AbstractAmbarawa is one of the areas that has the potential for historical assets of typical European heritage and can be used as a historical tourist attraction. This European historical tourist attraction has the potential to bring in tourists who can improve the economy for the surrounding community. Tourists visiting historical attractions in Ambarawa are starting to experience a decline every year. This is due to the reduced role of the community, managers, and related agencies in caring for any European historical heritage in Ambarawa. This study aims to analyze the feasibility of the European historical tourism potential. The scoring analysis technique is used to evaluate European historical landscape objects as historical tourism objects. The results of the analysis are classified in the form of potential classes. The results of the analysis that are classified as very feasible are obtained at the Ambarawa Railway Museum, and Fort Willem 1 (Benteng Pendem). The results of the analysis that are classified as inadequate are obtained at the St. Yusuf Church (Gereja Jago), SDN Panjang 03 Ambarawa, Ambarawa District Office, Ambarawa Slaughterhouse (RPH), and Ambarawa Police Building and Ambarawa Pawnshop. The results of the analysis that are classified as inappropriate categories are Ambarawa Chinatown.
Radio Cempaka Asri Bulukumba 1989-2019 Nur Ismi; Bahri Bahri
PATTINGALLOANG Vol. 7, No. 3, Desember 2020
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jp.v7i3.17496

Abstract

Studi ini bertujuan untuk mengetahui tentang Radio Cempaka Asri Bulukumba dengan menguraikan latar belakang berdirinya Radio Cempaka Asri Bulukumba, Perkembangan, dan dampak keberadaannya bagi masyarakat dan pemerintah. Hasil penelitian menujukan bahwa Radio Cempaka Asri Bulukumba berdiri karena hobi pendirinya serta tujuan untuk pemerataan penyebaran informasi, dalam perjalanannya Radio Cempaka Asri Bulukumba mengalami banyak perkembangan terutama dari aspek sarana dan prasarana seperti pembaharuan alat pemancar dan penambahan unit kerja untuk memaksimalkan penyiaran serta dilakukan pembaharuan program siaran yang mengikuti kebutuhan pendengar. Kehadiran Radio Cempaka Asri memberikan dampak positif bagi masyarakat dan pemerintah. Bagi masyarakat kehadiran stasiun radio membantu mereka memperoleh informasi, hiburan dan menjadi wadah aspirasi mereka. Bagi pemerintah kehadiran radio membantu memperlancar perekonomian daerah dan pemberdayaan SDM, pengusaha lokal memiliki media beriklan yang murah, serta alat propaganda pemerintah dalam memaksimalkan kebijakannya. Metode penelitian yang dilakukan adalah dengan pendekatan ilmu sejarah dengan tahapan: (1) Heuristik, dalam tahapan ini sumber diperoleh dari hasil wawancara kepada pihak terkait diperkuat oleh arsip dan juga buku-buku yang diperoleh dari perpustakaan wilayah provinsi Sulawesi Selatan, Perpustakaan Jurusan Pendidikan Sejarah UNM, Perpustakaan Umum Universitas Negeri Makassar, Badan Arsip dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Bulukumba. (2) Kritik, (3) Interpretasi dan (4) Historiografi.Kata Kunci: Informasi, Radio, Bulukumba AbstractThis study aims to find out about Radio Cempaka Asri Bulukumba by describing the background of the establishment of Radio Cempaka Asri Bulukumba, development, and the impact of its existence on society and the government. The results show that Radio Cempaka Asri Bulukumba was founded because of the hobby of its founder and the aim of evenly distributing information, along the way, Radio Cempaka Asri Bulukumba has experienced many developments, especially in terms of facilities and infrastructure such as renewing transmitters and adding work units to maximize broadcasting and updating broadcast programs. that follows the needs of the listener. The presence of Cempaka Asri Radio has a positive impact on society and the government. For the community, the presence of radio stations helps them get information, entertainment and become a place for their aspirations. For the government, the presence of radio helps smoothen the regional economy and empower human resources, local entrepreneurs have cheap advertising media, as well as government propaganda tools in maximizing their policies. The research method used is a historical approach with the following stages: (1) Heuristics, in this stage the sources obtained from interviews with related parties are strengthened by archives and also books obtained from the regional library of South Sulawesi province, the Library of the Department of History Education UNM, Makassar State University Public Library, Regional Archives and Libraries Agency of Bulukumba Regency. (2) Criticism, (3) Interpretation and (4) Historiography.Keywords: Information, Radio, Bulukumba