cover
Contact Name
Muh. Sudirman
Contact Email
muh.sudirman@unm.ac.id
Phone
+6281355035326
Journal Mail Official
tomalebbi@unm.ac.id
Editorial Address
Jurusan PPKn dan Hukum FIS-H UNM, Gedung FIS UNM Lt. 1 Jalan Raya Pendidikan No. 1 Kampus UNM Gunungsari Baru, Makassar 90222
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
TOMALEBBI: Jurnal Pemikiran, Penelitian Hukum, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)
ISSN : 23556439     EISSN : 29623685     DOI : https://doi.org/10.56680/jt.v12i4
Core Subject : Humanities, Social,
Jurnal Tomalebbi merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) dan Hukum dengan fokus dan ruang lingkup kajian adalah pemikiran dan hasil penelitian hukum yang berkaitan dengan Ilmu Hukum, Hukum Adat, Hukum Islam, Hukum Ekonomi, Hukum Tata Negara, Perbandingan Hukum, Hukum Pidana, Hukum Perdata, Ilmu Pendidikan, Teknologi pendidikan dan pemebelajaran, Manajemen Pendidikan, Media pembelajaran, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
Articles 7 Documents
Search results for , issue "volume 13, nomor 3 (september 2026)" : 7 Documents clear
Persepsi Mahasiswa Terhadap Kehamilan di Luar Nikah (Studi pada Mahasiswa Universitas Negeri Makassar) Jeane Elisabet Hatmin; Mustaring Mustaring; Muh. Sudirman
Jurnal Tomalebbi Volume 13, Nomor 3 (September 2026)
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56680/jt.v13i3.86371

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi mahasiswa Universitas Negeri Makassar terhadap kehamilan di luar nikah, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi persepsi tersebut, serta menjelaskan implikasinya terhadap sikap dan perilaku mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan mahasiswa Universitas Negeri Makassar serta informan pendukung. Data dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa umumnya memandang kehamilan di luar nikah sebagai kehamilan yang terjadi tanpa adanya ikatan pernikahan yang sah menurut agama maupun hukum. Fenomena tersebut dipersepsikan sebagai perilaku yang bertentangan dengan norma agama, moral, sosial, dan budaya yang berlaku dalam masyarakat. Meskipun demikian, terdapat  perbedaan  pandangan  di kalangan mahasiswa, di mana sebagian masih menganggapnya sebagai isu yang tabu, sedangkan sebagian lainnya memandangnya sebagai fenomena sosial yang semakin sering terjadi akibat perubahan sosial dan perkembangan teknologi. Persepsi mahasiswa dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal yang saling berinteraksi. Faktor internal meliputi nilai moral, pemahaman agama, kontrol diri, pengalaman pribadi, dan pola pikir individu. Sementara itu, faktor eksternal mencakup lingkungan keluarga, teman sebaya, lingkungan pergaulan, media sosial, perkembangan teknologi, serta nilai budaya yang berkembang di masyarakat. Persepsi tersebut berimplikasi terhadap sikap dan perilaku mahasiswa, yang tercermin melalui kehati-hatian dalam bergaul, upaya menjaga batasan dalam interaksi dengan lawan jenis, munculnya empati dan dukungan sosial terhadap individu yang mengalami kehamilan di luar nikah, serta kesadaran untuk berperan sebagai agen perubahan sosial dalam menjaga nilai moral di lingkungan kampus dan masyarakat.
Implementasi Model Discovery Learning Dalam Pembelajaran Pendidikan Pancasila Untuk Mendorong Partisipasi Aktif Siswa DI SMAN 9 Makassar Milda Milda; Andi Kasmawati; Mustari Mustari
Jurnal Tomalebbi Volume 13, Nomor 3 (September 2026)
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56680/jt.v13i3.86642

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) bentuk penerapan model Discovery Learning dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila di SMAN 9 Makassar; (2) partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila melalui penerapan model Discovery Learning; dan (3) faktor pendukung serta faktor penghambat dalam penerapan model Discovery Learning pada proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif analitis. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas kepala sekolah dan guru di SMAN 9 Makassar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) penerapan Discovery Learning mengubah pembelajaran dari yang berpusat pada guru menjadi berpusat pada siswa. Guru berperan sebagai fasilitator dengan memberikan stimulus awal berupa video dan arahan melalui pendekatan 5W+1H. Proses pembelajaran dilakukan melalui diskusi, presentasi, dan penarikan kesimpulan sehingga mendorong siswa menjadi lebih aktif, kritis, komunikatif, dan mandiri dalam memahami materi; (2) partisipasi aktif siswa meningkat melalui keterlibatan dalam diskusi, keberanian mengemukakan pendapat dan bertanya, serta berkembangnya kemampuan berpikir logis dan kritis; dan (3) faktor pendukung meliputi fasilitas pembelajaran, peran guru, motivasi belajar, serta suasana kelas yang kondusif, sedangkan faktor penghambat meliputi distraksi penggunaan smartphone, perbedaan kemampuan siswa, ketimpangan partisipasi, dan keterbatasan waktu pembelajaran.Kata kunci: Discovery Learning, Pendidikan Pancasila, partisipasi aktif, pembelajaran berpusat pada siswa.
Urgensi Ijtihad dalam Menjawab Tantangan Kontemporer Hukum Islam Amiruddin Aminullah
Jurnal Tomalebbi Volume 13, Nomor 3 (September 2026)
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56680/jt.v13i3.88891

Abstract

Perkembangan masyarakat modern yang ditandai oleh kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, globalisasi, serta munculnya berbagai persoalan baru telah menghadirkan tantangan yang semakin kompleks bagi hukum Islam. Berbagai isu kontemporer, seperti ekonomi syariah, teknologi digital, bioteknologi, kecerdasan buatan, hingga persoalan hak asasi manusia, sering kali belum ditemukan ketentuan hukumnya secara eksplisit dalam nash Al-Qur'an dan Sunnah. Kondisi tersebut menegaskan pentingnya ijtihad sebagai instrumen metodologis dalam menggali, menetapkan, dan mengembangkan hukum Islam agar tetap relevan dengan dinamika zaman tanpa mengabaikan prinsip-prinsip syariat. Artikel ini bertujuan menganalisis urgensi ijtihad dalam menjawab tantangan kontemporer hukum Islam. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif-deskriptif melalui analisis terhadap literatur klasik maupun kontemporer yang berkaitan dengan konsep ijtihad dan perkembangan hukum Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ijtihad merupakan mekanisme yang esensial dalam menjaga fleksibilitas (murūnah) dan adaptabilitas hukum Islam terhadap perubahan sosial. Melalui penerapan metode ijtihad seperti qiyās, maṣlaḥah mursalah, istiḥsān, sadd al-dharī'ah, serta pendekatan maqāṣid al-syarī'ah, hukum Islam mampu memberikan solusi terhadap berbagai persoalan baru secara kontekstual tanpa kehilangan legitimasi normatifnya. Oleh karena itu, revitalisasi metodologi ijtihad yang dilakukan secara kolektif, multidisipliner, dan berorientasi pada kemaslahatan menjadi kebutuhan mendesak dalam pengembangan hukum Islam di era kontemporer.
Peran Ganda Fungsionaris Lembaga Kemahasiswaan FIS-H UNM dalam Menjalankan Program Kerja dan Penuntasan Akademik Putri Rahayu; Andi Aco Agus; Mustaring Mustaring
Jurnal Tomalebbi Volume 13, Nomor 3 (September 2026)
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56680/jt.v13i3.84318

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran ganda fungsionaris BEM FIS-H UNM dalam menyeimbangkan pelaksanaan program kerja organisasi dengan penuntasan akademik. Tujuan penelitian adalah (1) mengidentifikasi tantangan utama yang dihadapi serta (2) menggambarkan kondisi penuntasan akademik selama masa kepengurusan dan kaitannya dengan keterlibatan organisasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta dianalisis secara deskriptif analitis.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan utama terletak pada tuntutan tanggung jawab organisasi yang memerlukan komitmen tinggi dalam menjalankan program kerja dan peran struktural. Selain itu, sistem periodesasi kepengurusan yang beririsan dengan tahapan akademik menyebabkan kesulitan dalam pengaturan waktu. Untuk mengatasi hal tersebut, fungsionaris menerapkan strategi seperti penentuan prioritas, perencanaan waktu yang efektif, serta komunikasi adaptif.Dari segi akademik, ditemukan bahwa dari 33 pengurus, 15 mahasiswa melampaui semester delapan hingga menyelesaikan masa kepengurusan. Hal ini dipengaruhi oleh ketidaksinkronan antara periodesasi organisasi dan kalender akademik, terutama bagi pengurus yang menduduki posisi pimpinan pada semester akhir. Sementara itu, sebagian pengurus lainnya tetap mampu menyelesaikan studi sesuai tahapan akademik. Penelitian ini juga menemukan bahwa keterlibatan dalam organisasi dimaknai secara ambivalen, yaitu sebagai hambatan dalam penuntasan akademik sekaligus peluang untuk mengembangkan kompetensi diri. Dengan demikian, hubungan antara peran akademik dan organisasi bersifat kontradiktif namun saling melengkapi dalam membentuk pengalaman mahasiswa. Kata kunci: Peran Ganda, Organisasi Kemahasiswaan, Program Kerja, Penuntasan Akademik, BEM FIS-H UNM
Impelemntasi Program Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Dampaknya Terhadap Masyarakat Di Negeri Administrasi Gale-Gale Kabupaten Maluku Tengah Ali Mahidia
Jurnal Tomalebbi Volume 13, Nomor 3 (September 2026)
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56680/jt.v13i3.89116

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat merupakan proses implementasi keilmuan yang dipelajari di perguruan tinggi guna memberikan manfaat seluas luasnya bagi masyarakat. Kuliah Kerja Nyata adalah saat mahasiswa turun langsung kelapangan untuk berbagi ilmu dan pengalaman dengan masyarakat. KKN dapat meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan. Contohnya, kegiatan Jum’at Bersih, pada kegiatan ini Mahasiswa KKN di negeri Gale-gale telah berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan Ini seperti sebuah petualangan belajar di mana kita tidak hanya menjadi mahasiswa, tapi juga sahabat bagi masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan tahapan penelitian meliputi, observasi, wawancara dan dokumentasi. KKN di Negeri Administrasi Gale-gale adalah contoh nyata bagaimana program ini dapat memberikan perubahan positif. Dengan berbagai program yang dilakukan, dapat memberikan dampak positif untuk meningkatkan kualitas silaturahmi masyarakat yang baik.
Peran Kepolisian Dalam Penanggulangan Kenakalan Remaja Di Kelurahan Lembo Kecamatan Tallo Kota Makassar Putri Amelia handayani; Mustari Mustari; Rifdan Rifdan
Jurnal Tomalebbi Volume 13, Nomor 3 (September 2026)
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56680/jt.v13i3.85764

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis strategi kepolisian dalam penanggulangan kenakalan remaja di kelurahan lembo; serta mengidentifikasi hambatan yang dihadapi kepolisian dalam penanggulangan kenakalan remaja di kelurahan lembo kecamatan tallo kota makassar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan: Strategi kepolisian dalam penanggulangan kenakalan remaja di Kelurahan Lembo, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, dilaksanakan melalui pendekatan terintegrasi preventif (penyuluhan hukum, patroli rutin, forum koordinasi, dan program seperti "Pencucian Motor", represif (penangkapan, penyidikan, dan restorative justice), serta preemtif (penanganan akar masalah, kemitraan multisector, kegiatan positif, dan integrasi kearifan lokal Bugis-Makassar seperti sipakatau; Hambatan yang dihadapi Kepolisian dalam penanggulangan kenakalan remaja di Kelurahan Lembo, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, yaitu pengawasan internal lemah (lambat respon dan patroli) dan budaya organisasi represif yang menghambat inovasi, keterbatasan sarana-prasarana (kendaraan dan komunikasi), perkembangan modus kenakalan canggih (senjata, narkoba, media sosial), intervensi pihak lain (orang tua/tokoh masyarakat), rendahnya kepercayaan masyarakat, keterbatasan hukum-regulasi (kasus ringan sulit diproses).
Pembentukan Karakter Mandiri dalam Proses Pembelajaran Pendidikan Pancasila Melalui Platform Merdeka Mengajar di UPT SPF SMPN 5 Makassar Aulia Putri Maharani; Ahmad Jamalong; Hadyan Hashfi
Jurnal Tomalebbi Volume 13, Nomor 3 (September 2026)
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56680/jt.v13i3.84810

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) kemampuan peserta didik dalam melakukan aktivitas mandiri dalam proses pembelajaran Pendidikan Pancasila di UPT SPF SMPN 5 Makassar; (2) kemampuan peserta didik dalam menyelesaikan masalah secara mandiri dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila; serta (3) upaya sekolah dalam meningkatkan pembentukan karakter mandiri peserta didik melalui pembelajaran Pendidikan Pancasila dengan memanfaatkan Platform Merdeka Mengajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif berbasis pemecahan masalah. Sumber data terdiri atas data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis data kualitatif yang meliputi kondensasi data, penyajian data (data display), dan penarikan kesimpulan (conclusion drawing). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan peserta didik dalam melakukan aktivitas mandiri dan menyelesaikan masalah dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila berada pada kategori baik dan terus berkembang. Peserta didik mampu mengelola proses belajar secara mandiri, aktif berpartisipasi, menyelesaikan tugas tanpa ketergantungan penuh pada guru, serta memanfaatkan Platform Merdeka Mengajar. Upaya sekolah dalam membentuk karakter mandiri dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan melalui kebijakan sekolah, penerapan pembelajaran berbasis masalah dan proyek, pembiasaan refleksi diri, serta pemanfaatan Platform Merdeka Mengajar. Dengan demikian, pembelajaran Pendidikan Pancasila melalui Platform Merdeka Mengajar berperan penting dalam membentuk karakter mandiri peserta didik.

Page 1 of 1 | Total Record : 7