cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Tomalebbi
ISSN : 23556439     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Social,
Jurnal Pemikiran, Penelitian Hukum dan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Memuat Tulisan yang Menyangkut Pemikiran atau Gagasan Hasil Penelitian Hukum dan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan.
Arjuna Subject : -
Articles 374 Documents
KESADARAN HUKUM BERLALU LINTAS PENGEMUDI ANGKUTAN KOTA TRAYEK KODE E DI MAKASSAR SANTI .; FIRMAN MUIN
Jurnal Tomalebbi Volume III, Nomor 3, September 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.66 KB)

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan : 1) Untuk mengetahui  kesadaran hukum berlalu lintas pengemudi angkot-trayek kode E di Makassar dan 2) Untuk mengetahui upaya kepolisian Negara Republik Indinesia- Polwiltabes Makassar dalam meningkatkan kesadaran hukum berlalu lintas pengemudi angkot-trayek kode E di Makassar. Untuk mencapai tujuan tersebut maka peneliti menggunakan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Data yang telah diperoleh dari hasil penelitian diolah dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif untuk mengetahui kesadaran hukum berlalu lintas pengemudi angkot-trayek kode E di Makassar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa :1) Kesadaran hukum berlalu lintas pengemudi angkot-trayek kode E di Makassar masih rendah diukur berdasarkan pengetahuan hukum, pemahaman hukum, sikap hukum dan perilaku hukum yaitu mereka sama sekali tidak mengetahui dan tidak memahami Undang-undang nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan akan tetapi mereka cenderung mengetahui dan memahami rambu-rambu lalu lintas, namun kurang menghargai dan  kurang menaati peraturan tersebut, karena sudah menganggap pelanggaran sebagai kebiasaan, oleh karena itu dapat diketahui bahwa rendahnya  kesadaran hukum cenderung karena pelanggaran jadi yang paling dominan mempengaruhi kesadaran hukum berlalu lintas pengemudi angkutan kota trayek kode E di Makassar yaitu perilaku. 2) upaya kepolisian Negara Republik Indinesia-Polwiltabes Makassar dalam meningkatkan kesadaran hukum berlalu lintas pengemudi angkutan kota di Makassar yaitu : a. upaya preventif yaitu, dalam rangka menanggulangi terjadinya pelanggaran lalu lintas di Kota Makassar  pihak Satlantas Polrestabes Makassar melakukan upaya pencegahan dengan cara melakukan patrol-patroli rutin/oprasi rutin, menggelar razia kendaraan bermotor dan melaksanakan program peningkatan pengetahuan berlalu lintas dalam bentuk kegiatan : polisi sahabat anak, sosialisasi lintas universitas/police go to campus,keamanan berkendara, kampanye keselamatan lalu lintas, pembentukan organisasi terkait lalu lintas serta otomotif, KTL (Kawasan Tertib Lalu Lintas), sekolah mengemudi,  dan lain-lain. Dan b.Upaya represif yaitu Tilang, apabila tindak pelanggarannya berat sehingga menimbulkan kecelakaan maka dapat pula diberikan sanksi berupa kurungan penjara sesuai UU Nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan. Kata Kunci    : Kesadaran Hukum. Berlalu Lintas. Pengemudi Angkutan Kota Trayek Kode E. ABSTRACT: This study aims: 1) To determine the legal awareness of traffic-route public transportation drivers in Makassar E code and 2) To determine the policing effort of the Republic Indinesia- Polwiltabes Makassar in raising legal awareness of traffic-route public transportation drivers in Makassar E code. To achieve these objectives, the researchers used a technique of collecting data through observation, interviews and documentation. Data have been obtained from the results of the study were processed using descriptive qualitative analysis to determine the legal awareness of traffic-route public transportation drivers in Makassar E code. The results showed that: 1) Awareness of the law-traffic public transportation drivers-stretch code E in Makassar still low measured based on legal knowledge, understanding of the law, the attitude of law and legal behavior that they did not know and did not understand the Act No. 22 of 2009 about traffic and road transport but they tend to know and understand the signs of traffic, but less appreciated and less obey the regulation, because it considers the breach as a habit, therefore it can be seen that the lack of legal awareness tends for violations so most The dominant influence of traffic law awareness of city transport drivers E in Makassar route code that behavior. 2) efforts to police the Republic Indinesia-Polwiltabes Makassar in raising awareness of traffic laws transport drivers in the city of Makassar, namely: a. preventive measures that, in order to tackle violations of traffic in the city of Makassar party Satlantas Polrestabes Makassar prevention efforts by conducting patrol-routine patrol / oprasi routine, held a raid of a motor vehicle and implement programs for improving knowledge of traffic in the form of activities: police friend to children , socialization cross-university / go to campus police, road safety, traffic safety campaign, the formation of traffic-related organizations as well as the automotive, KTL (Region traffic Code), driving schools, and others. And b.Upaya Tilang repressive ie, if follow-heavy offense, causing an accident, it can also be given sanctions in the form of imprisonment in accordance with Law No. 22 of 2009 on traffic and road transport.Keywords: Legal Awareness. Traffic. The driver of the Municipal Transport Code Route E.
STUDI TENTANG PELAYANAN KESEJAHTERAAN WARGA PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA GAU MABAJI DI KECAMATAN BONTOMARANNU KABUPATEN GOWA NURUL CHAIRI NURDIN; HASNAWI HARIS
Jurnal Tomalebbi Volume IV, Nomor 2, Juni 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.101 KB)

Abstract

ABSTRAK : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, pelaksanaan program kerja di PSTW Gau Mabaji, Tingkat kesejahteraan lansia di PSTW Gau Mabaji dan Hambatan yang terjadi selama pelaksanaan program pelayanan kesejahteraan di PSTW Gau Mabaji. Untuk mencapai tujuan tersebut maka peneliti menggunakan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Data yang telah diperoleh dari hasil penelitian diolah dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Pelaksanaan program kerja di PSTW Gau Mabaji berjalan baik, terbukti dari seluruh program kerja yang dilaksanakan, tak ada satu pun yang terhambat dan tidak terlaksana ditambah pendanaan yang lancer dari pihak pemerintah. (2) Tingkat kesejahteraan lansia di PSTW Gau Mabaji sangatlah baik dan sangat memenuhi standar. Lansia yang hidup sudah lama di panti tersebut merasa sangat nyaman dan aman berada disana ditambah pelayanan yang sangat baik oleh pihak pegawai. (3) Hambatan dalam melaksanakan program pelayanan di PSTW Gau Mabaji hamper tidak ada. Itu dikarenakan semua yang dibutuhkan pihak panti sudah tersedia. Adapun hambatan itu datangnya dari pihak lansia itu sendiri yang tidak bisa untuk diatur. Kata Kunci: Pelayanan, Program Kerja, Tingkat Kesejahteraan  ABSTRACT: This study aims to find out, the implementation of work programs in PSTW Gau Mabaji, Level of welfare elderly in PSTW Gau Mabaji and Barriers that occur during the implementation of welfare services program in PSTW Gau Mabaji. To achieve these objectives, the researchers used data collection techniques through interviews, observation and documentation. The data have been obtained from the results of the study processed by using descriptive qualitative analysis. The result of the research shows that: (1) The implementation of work program in PSTW Gau Mabaji runs well, as evidenced from all work programs implemented, nothing is hampered and not implemented plus financially funded from the government. (2) The level of elderly welfare in PSTW Gau Mabaji is very good and very meet the standards. Elderly elderly living in the orphanage feel very comfortable and safe to be there plus excellent service by the employee. (3) Barriers in implementing service programs in PSTW Gau Mabaji are almost absent. That's because all the required parties are available. The barriers come from the elderly themselves who can not be arranged. Keywords: Service, Work Program, Level of Welfare
IMPLEMENTASI ADAT PERKAWINAN TANA TOA. DI DESA TANA TOA, KECAMATAN KAJANG, KABUPATEN BULUKUMBA RISWANTO .; SANGKALA IBSIK
Jurnal Tomalebbi Volume III, Nomor 1, Maret 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.203 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan upacara adat perkawinan di Desa  Tana Toa, untuk mengetahui dan memperoleh data mengenai hal-hal spesifik yang terdapat dalam upacara adat perkawinan di Desa Tana Toa, dan untuk mengetahui faktor yang mendukung/mempertahankan upacara adat perkawinan di Desa Tana Toa. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dan populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyakat Di Desa Tana Toa yang berjumlah 304 KK, kemudian ditarik sampel sebanyak 30 informan. Dengan menggunakan teknik purposive sampling yaitu penarikan sampel yang dilakukan secara sengaja dengan kriteria tertentu. Pengumpulan data dilakukuan dengan teknik wawancara mendalam dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1). Pelaksanaan upacara adat perkawinan yang dilaksanakan oleh masyarakat Tana Toa meliputi: a. Songka Bala (Tulak bala), b. pekanre bunting, c. Mappaccing, d. pakanre adat, dan e) menjemput. 2). Hal-hal spesifik yang terdapat pada upacara adat perkawinan di Desa Tana Toa mencakup makna, proses pelaksanaan, dan tujuan yang berbeda, meliputi: a. Songka Bala (Tulak bala), b.Mappaccing dan c. pakanre adat. 3) Faktor-faktor yang mendukung/mempertahankan upacara adat perkawinan di Desa Tana Toa, yakni a. kesadaran masyarakat itu sendiri, b. melestarikan budaya, c. adanya penerapan sanksi.KATA KUNCI: Implementasi, Adat, Perkawinan This study aims to investigate the implementation of traditional wedding ceremony in the village of Tana Toa, to identify and acquire data on specific matters contained in traditional wedding ceremony in the village of Tana Toa, and to identify factors that support / maintain a traditional wedding ceremony in the village of Tana Toa , This study is a qualitative descriptive study and the population in this study are all part of society in the village of Tana Toa totaling 304 households, then pulled a sample of 30 informants. By using purposive sampling technique sampling is done deliberately to certain criteria. Dilakukuan data collection with depth interview and documentation. The results of this study indicate that the results of this study indicate that: 1). Implementation of the traditional wedding ceremony held by the people of Tana Toa include: a. Songka Bala (Tulak bala), b. pekanre bunting, c. Mappaccing, d. pakanre customs, and e) pick. 2). Specifics contained in traditional wedding ceremony in the village of Tana Toa include the meaning, the implementation process, and different purposes, including: a. Songka Bala (Tulak bala), b.Mappaccing and c. pakanre customary. 3) Factors that support / maintain a traditional wedding ceremony in the village of Tana Toa, namely a. public awareness itself, b. preserve the culture, c. the imposition of sanctions.KEYWORDS: Implementation, Indigenous, Marriage 
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) PADA PELAJARAN PKN DI SMA NEGERI 1 WATANSOPPENG FITRIANI B; HASNAWI HARIS
Jurnal Tomalebbi Volume III, Nomor 3, September 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.446 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1). Pertimbangan guru menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada pelajaran PKn di SMA Negeri 1 Watansoppeng; 2). Cara guru menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada pelajaran PKn di  SMA Negeri 1 Watansoppeng; 3). Faktor yang dapat menghambat dan mendukung terlaksananya model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada pelajaran PKn di SMA Negeri 1 Watansoppeng. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Data yang diperoleh yaitu data primer yang didapat melalui terjun langsung ke lapangan untuk wawancara dan observasi, serta data sekunder yang diperoleh dengan pengkajian beberapa literatur yang berhubungan dengan penelitian. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pertimbangan guru menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada pelajaran PKn di SMA Negeri 1 Watansoppeng adalah: 1)  Memudahkan bagi guru mengenal tipe pembelajaran kooperatif dengan konsep kerja yang sederhana; 2) Melatih siswa untuk bekerjasama; 3) Melatih siswa untuk berinteraksi dan berkomunikasi dengan baik, melatih siswa aktif berdiskusi; 4) Melatih siswa untuk terhindar dari sifat individual dan ingin menang sendiri; 5) Guru harus menyesuaikan Kompetensi Dasar (KD) yang sesuai dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD yang materi pelajarannya banyak memuat aspek nilai, pengetahuan dan keterampilan. Adapun cara guru menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD sudah sesuai dengan langkah-langkah model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Faktor penghambat yaitu: 1) Siswa tidak memperhatikan guru saat mengajar; 2) Siswa lebih sering diam saat berdiskusi; 3) Siswa kurang menggunakan waktu seefesien mungkin;  4) Jumlah siswa yang banyak dalam kelas; 5) Suasana kelas yang panas. Adapun faktor pendukung yaitu: 1) Siswa senang mengunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD; 2) Siswa diajarkan cara bertanggung jawab dengan penyelesaikan tugas pelajaran; 3) Terciptanya hubungan yang akrab di kelas antara guru dan siswa begitupun siswa dengan siswa; 4) Dilengkapi sarana dan prasarana yang menunjang pembelajaran serta; 5) Guru yang sudah mampu menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD.Kata Kunci : Model Pembelajaran Kooperatif This study aims to determine: 1). Consideration teachers use cooperative learning model STAD on Civic Education in SMA Negeri 1 Watansoppeng; 2). How teachers implement cooperative learning model STAD on Civic Education in SMA Negeri 1 Watansoppeng; 3). Factors that can hinder and support the implementation of cooperative learning model STAD on Civic Education in SMA Negeri 1 Watansoppeng. This research is a qualitative descriptive study. Data obtained by the primary data obtained through direct foray into the field to interview and observation, and secondary data was obtained with an assessment of some of the literature related to the research. The data obtained and analyzed using qualitative descriptive analysis. The results showed that the consideration of teachers implement cooperative learning model STAD on Civic Education in SMA Negeri 1 Watansoppeng are: 1) Make it easier for teachers to know the type of cooperative learning with the simple concept of work; 2) To train students to work together; 3) To train students to interact and communicate well, train students to actively discuss; 4) To train students to avoid individual properties and to be selfish; 5) The teacher must adjust the Basic Competency (KD) in accordance with the model type STAD cooperative learning that lesson material contains many aspects of values, knowledge and skills. As for how teachers use cooperative learning model STAD was in accordance with the steps of cooperative learning model STAD. While the factors inhibiting and supporting the implementation of cooperative learning model STAD, inhibiting factors, namely: 1) Students do not pay attention to the teacher while teaching; 2) Students are more often silent during the discussion; 3) Students are spending less time as efficiently as possible; 4) The number of students in a class; 5) The classroom atmosphere is hot. The supporting factors, namely: 1) Students are happy using cooperative learning model type STAD; 2) Students are taught how to be responsible with lessons task completion; 3) The creation of an intimate relationship in the classroom between teachers and students as well as students with students; 4) Equipped with facilities and infrastructure that support learning and; 5) Teachers who are already capable of using cooperative learning model STAD.Keywords: Cooperative Learning Model
DAMPAK GAME ONLINE TERHADAP MORAL ANAK DI DESA MALILI KECAMATAN MALILI KABUPATEN LUWU TIMUR NURLAELA .; SANGKALA IBSIK
Jurnal Tomalebbi Volume IV, Nomor 1, Maret 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.852 KB)

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk : 1) mengetahui dampak game online terhadap moral anak di Desa Malili Kecamatan Malili Kabupaten Luwu Timur . 2) menegetahui upaya orang tua dalam mengatasi perilaku yang tidak sesuai pada anak akibat seringnya memainkan game online di desa malili kecamatan malili kabupaten luwu timur. Untuk mencapai tujuan tersebut maka peneliti menggunakan teknik pengumpulan datadeskripsi kualitatif dengan proses pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara,dan dokumentasi . Dengan sumber primer sebanyak 10 orang tua anak dan 10 orang anak. Data yang di peroleh dari hasil penelitian diolah dengan menggunakan analisis kualitatif untuk mengetahui dampak game online terhadap moral anak di desa malili kecamatan malili kabupaten luwu timur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1. Bentuk perilaku moral pada anak yang di timbulkan akibat dari seringnya memainkan game online di desa malili kecamatan malili kabupaten luwu timur . meliputi (a). cenderung lebih malas belajar, (b) pikiran anak hanya focus pada game onliene , (c) perilaku emosional , (d) kurang peduli dengan lingkungan sekitarnya dan (e) belajar menegenal dunia internet . 2. Upaya orang tua dalam mengatasi perilaku yang tidak sesuai pada anak akibat seringnya memainakn game onlkine di desa malili kecamatan malili kabupaten luwu timur meliputi (a) meningkatkan pengawasan terhadap anak, (b) menerbitkan pengawasan terhadap anak , (c) memperketat peraturan di rumah ,(d) serta bekerja sama antara pihak sekolah. Kata Kunci      :   Game Online, Moral Anak  ABSTRACT: This study aims to: 1) know the impact of online games on children's morals in Malili Village, Malili District, East Luwu Regency. 2) to know the efforts of parents in dealing with inappropriate behavior in children due to frequent play online game in malili village, malili sub-district, east luwu regency. To achieve these objectives, the researchers used qualitative data collection techniques with data collection process using observation, interview, and documentation. With a primary source of 10 parent children and 10 children. The data obtained from the results of the study processed by using qualitative analysis to determine the impact of online games on child morals in malili village, malili sub-district, east luwu regency. The results showed that 1. The form of moral behavior in children who caused due to frequent play online game in malili village, malili sub-district, east luwu regency. includes (a). tend to be less lazy to learn, (b) the child's mind focuses only on onliene games, (c) emotional behavior, (d) is less concerned with the surrounding environment and (e) learns about the internet world. 2. Parental efforts to overcome inappropriate behavior in children due to frequent play of onlkine games in malili village, malili sub-district, east luwu regency, include (a) improving child control, (b) issuing supervision on children, (c) tightening regulations at home , (d) as well as working together between schools.Keywords: Online Game, Child Morale
IMPLEMENTASI PERATURAN DAERAH KABUPATEN GOWA NOMOR 15 TAHUN 2012 TENTANG RENCANA TATA RUANG WILAYAH KABUPATEN GOWA DI KELURAHAN SUNGGUMINASA KECAMATAN SOMBAOPU DEWI ANGRAENI; HERI TAHIR; FIRMAN MUIN
Jurnal Tomalebbi Volume IV, Nomor 3, September 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.494 KB)

Abstract

ABSTRAK : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Implementasi Peraturan Daerah Nomor 15 Tahun 2012 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Gowa Di Kelurahan Sungguminasa Kecamatan Sombaopu. Untuk mencapai tujuan tersebut maka peneliti menggunakan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Data yang telah diperoleh dari hasil penelitian diolah dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif dengan data primer 8 orang informan dan menggunakan teknik penentuan informan yaitu purposive sampling.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Implementasi Peraturan Daerah Kabupaten Gowa Nomor 15 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Gowa Pasal 39 ayat 3 dalam rencana pemenuhan Ruang Terbuka Hijau Publik (RTH) Publik telah terlaksana pada beberapa kecamatan diantaranya Kecamatan Somba Opu telah terealisasi pembangunan ruang terbuka hijau untuk jenis taman kota dan hutan kota pada daerah Taman Sultan Hasanuddin dan Lapangan Syech Yusuf di Kecamatan Somba Opu, (2) Penataan dan pembenahan taman kota di Kelurahan Sungguminasa Kecamatan Sombaopu memasuki tahap pengerjaan akhir dan memasuki agenda pemeliharaan mulai dari pembuatan batas-batas, pengecatan pagar, pembersihan taman, penanaman tanaman dan pepohonan terus dilakukan, sedangkan untuk pengawasan tetap dilakukan secara terus menerus oleh pemerintah setempat baik dari kelurahan, kecamatan maupun dari pemerintah kabupaten sendiri, (3) Dalam merealisasikan penataan ruang terbuka hijau di Kelurahan Sungguminasa Kecamatan Sombaopu terdapat hambatan internal dan hambatan eksternal dalam proses pelaksanaannya. Hambatan internalnya yaitu salah satunya sasaran program target pencapaian ruang terbuka hijau publik hutan perkotaan tidak tercapai dengan maksimal karena pemerintah baru merealisasikan penataan di taman kota tetapi belum membenahi secara keseluruhan untuk kawasan hutan perkotaan. Sedangkan hambatan eksternalnya yaitu kurangnya kesadaran dari masyarakat untuk menjaga dan merawat ruang terbuka hijau secara sadar dan bersama.Kata Kunci: Implementasi, Rencana Tata Ruang ABSTRACT: This study aims to determine the Implementation of Regional Regulation No. 15 of 2012 on Spatial Planning of Gowa Regency in Sungguminasa Sub-District, Sombaopu Sub-District. To achieve these objectives, the researchers used data collection techniques through observation, interviews and documentation. The data have been obtained from the results of the research processed by using descriptive qualitative analysis with primary data 8 people informants and using the technique of determining the informant that is purposive sampling.Results of research indicate that: (1) Implementation of Gowa Regency Regulation No. 15 of 2012 on Spatial Planning Area Gowa Regency Article 39 paragraph 3 in the plan to fulfill Public Open Public Open Space (RTH) has been implemented in several districts such as Somba Opu Subdistrict has been realized green open space development for urban park type and city forest at Sultan Hasanuddin Park area and Syech Yusuf Field in Kecamatan Somba Opu, (2) The arrangement and improvement of the city park in Sungguminasa Sub-District, Sombaopu Sub-district, entering the final stage of work and entering the maintenance agenda starting from the creation of boundaries, fence painting, garden cleaning, planting and trees continue to be done, (3) In realizing the green open space arrangement in Sungguminasa Sub-District, Sombaopu Sub-district, there are internal constraints and external obstacles in the implementation process. Internal obstacles that is one of the target program target achievement of green open space public urban forest is not achieved maximally because the new government realize the arrangement in the city park but not yet fix overall for urban forest area. While the external obstacle is the lack of awareness of the community to maintain and maintain green open space consciously and together.Keywords: Implementation, Spatial Plan
STUDI TENTANG PENDEKATAN PEMBELAJARAN GURU PKN DI SMA NEGERI 2 SENGKANG ANDI JUWITA PUSPITASARI; MUHAMMAD AKBAL
Jurnal Tomalebbi Volume III, Nomor 1, Maret 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.933 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui sejauh mana pemahaman guru tentang pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa, (2) Mengetahui perlunya penerapan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa. (3) Mengetahui kendala yang mempengaruhi penerapan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif, populasinya adalah 4 orang guru PKn di SMA Negeri 2 Sengkang. Sedangkan sampel dari penelitian ini adalah 4 orang guru PKn di SMA Negeri 2 Sengkang dengan teknik penarikan sampel adalah sampel populasi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) Pemahaman guru tentang pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa tidak sepenuhnya dipahami oleh guru PKn di SMA Negeri 2 Sengkang karena terlihat dari peimplementasian pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa dikelas. 2) Perlunya penerapan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa disadari oleh guru PKn di SMA Negeri 2 Sengkang bahwa penerapan pembelajaran yang berpusat pada siswa sangat efektif untuk membangkitkan motivasi belajar siswa karena mendorong peserta didik untuk aktif membangun sikap, pengetahuan, dan keterampilannya sehingga peserta didik mampu lebih aktif mengembangkan potensi dirinya. 3) Kendala yang mempengaruhi penerapan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa adalah a) Kurangnya motivasi dari dalam diri peserta didik, b) Penggunaan media pembelajaran yang kurang maksimal dalam proses pembelajaran, c) Masih kurangnya kemampuan peserta didik untuk bekerjasama dalam kelompok kecil melakukan diskusi ringan, d) Pemberian izin untuk melakukan studi lapangan.Kata Kunci : Pendekatan Pembelajaran, GuruThis study aims to: (1) the extent to which teachers' understanding of the approach to student-centered learning, (2) Determine the need for the application of the approach student-centered learning. (3) Knowing the constraints that affect the application of the approach of student-centered learning. This research is a qualitative descriptive study, the population is 4 Civics teacher at SMAN 2 Sengkang. While the sample of this study is 4 Civics teacher at SMAN 2 Sengkang with sampling technique is a sample of the population. Data collection techniques used were observation, interviews, and documentation. Data analysis technique used is descriptive qualitative analysis. The results showed that: 1) understanding the approach teachers about student-centered learning is not fully understood by the Civics teacher at SMAN 2 Sengkang as seen from peimplementasian approach to student-centered learning in class. 2) The need for the application of the learning approach centered on the student realized by teachers of Civics at SMAN 2 Sengkang that the application of learning centered on students is very effective to arouse students' motivation for encouraging students to actively build attitudes, knowledge, and skills so that learners are able more actively develop her potential. 3) The constraints that affect the application of the approach centered learning students are a) lack of motivation of the learner, b) use of instructional media less than the maximum in the learning process, c) There is still a lack of the ability of learners to work in small group discussions light d) granting permission to conduct field studies.Keywords: Learning Approach, Teacher
PERLINDUNGAN HUKUM BAGI KONSUMEN ATAS PEREDARAN DAGING AYAM DI TINGKAT PASAR TRADISIONAL (STUDI PADA KANTOR DINAS PETERNAKAN KABUPATEN BONE) WAHYUDI RAMADHAN; FIRMAN UMAR
Jurnal Tomalebbi Volume III, Nomor 4, Desember 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.299 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui.: 1) Perlindungan hukum bagi konsumen terhadap peredaran daging ayam di tingkat pasar tradisional. 2) Upaya yang dilakukan oleh Dinas Peternakan Kabupaten  Bone dalam melindungi konsumen dari peredaran daging ayam yang tidak layak di pasar tradisional. Penelitian ini dilakukan di Dinas Peternakan, Dinas kesehatan, Pasar Sentral Palakka, pedagang/Pelaku usaha, dan konsumen.Penelitian ini adalah jenis penelitian Survey menggunakan pendekatan kualitatif dengan sumber data Primer dan sumber data Skunder, teknik pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi. Data yang telah diperoleh dari hasil penelitian diolah dengan menggunakan analisis kualitatif untuk mengetahui Perlindungan hukum bagi konsumen terhadap peredaran daging ayam di tingkat pasar tradisional, dan Upaya yang dilakukan oleh Dinas Peternakan Kabupaten  Bone dalam melindungi konsumen dari peredaran daging ayam yang tidak layak di pasar tradisional. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, menunjukkan bahwa: Perlindungan hukum bagi konsumen terhadap peredaran daging ayam di pasar tradisional belum belum maksimal sesuai yang diatur di dalam Undang-Undang Perlindungan Konsumen karena pengawasan yang hanya pada pemeriksaan dokumen. Mengenai kesehatan dan kehalalan daging ayam pun masih sulit untuk memberikan jaminan kepada masyarakat sebagai konsumen hal ini disebabkan salah satu syarat untuk menjadi daging sehat dan halal, ternak harus dipotong dengan mengikuti syarat-syarat khusus sesuai dengan agama yang di percayai  agar kesehatan dan kehalalan daging yang dihasilkannya dapat terjamin dan hal ini tidak dapat dibuktikan. Upaya Dinas Peternakan Kabupaten Bone untuk melindungi masyarakat yaitu penangulangan secara Prefentif dan Represif, Sosialisasi dan melakukan inspeksi mendadak cukup mampu utuk meminimalisasi peredaran daging ayam yang tidak layak di pasar tradisional.Kata Kunci: Perlindungan Hukum, Konsumen, Peredaran Ayam, Pasar Tradisional.  Abstract: This study aims to determine .: 1) The legal protection for consumers against the circulation of chicken meat in a traditional market level. 2) The efforts made by the DVO Bone in protecting consumers from circulation unfit chicken meat in a traditional market. This research was conducted at the Department of Animal Husbandry, Department of Health, Central Market Palakka, merchant / business agent, and this is the kind of research konsumen.Penelitian Survey used a qualitative approach with data sources Primary and Secondary data sources, data collection through interviews and documentation. Data have been obtained from the results of the study were processed using qualitative analysis to determine the legal protection for consumers against the circulation of chicken meat at the traditional market, and the efforts made by the DVO Bone in protecting consumers from the distribution of chicken meat which is not feasible in traditional markets. Based on the results of research conducted, showed that: The legal protection for consumers against the circulation of chicken meat in a traditional market has not yet appropriate maximum set out in the Consumer Protection Act for surveillance only on the inspection document. Regarding health and halal chicken meat is still difficult to provide assurance to the public as a consumer it is because one of the requirements to become a healthy meat and halal, livestock must be cut to follow the special conditions in accordance with the religion that believes that health and halal meat it generates can be assured and this can not be proven. The DVO Bone efforts to protect the public, namely penangulangan in preventive and repressive, socialization and make unannounced capable enough weeks to minimize the circulation of chicken meat unfit in traditional markets.Keywords: Legal Protection, Consumers, The Circulation Of Chicken, A Traditional Market.  
INTEGRASI NASIONAL MELALUI PROGRAM TRANSMIGRASI DI SUKAMAJU KECAMATAN SUKAMAJU KABUPATEN LUWU UTARA DAHLIA .; SANGKALA IBSIK; MUH . SUDIRMAN
Jurnal Tomalebbi Volume IV, Nomor 3, September 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.152 KB)

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan. (1) untuk mengetahui bagaimana bentuk-bentuk integrasi nasional melalui program transmigrasi. (2) untuk mengetahui apakah hambatan yang dihadapi tidak terlaksananya integrasi dengan baik. Untuk mencapai tujuan tersebut maka penelitian menggunakan tehnik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan mengambil 6 orang yaitu Kepala Desa Sukamaju, Seksi Transmigrasi di kantor Dinasa Transmiograsi dan Tenaga Kerja, dan empat orang masyarakat Desa Sukamaju. Data yang diperoleh dari hasil penelitian yang diolah menggunakan tehnik analisis data kuanlitatif dengan tiga komponen utama yaitu reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1)  Bentuk-bentuk Integrasi Nasional melalui Program Transmigrasi, adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam bentuk integrasi di Desa Sukamaju dibidang  kemasyarakatan Terjadinya Persatuan dan kerjasama antara masyrakat transmigran dan masyarakat lokal dengan mengadakan kgiatan-kegiatan yang melibatkan transmigran dan lokal, dibidang politik keterlibatan dalam pemilukada, terpilihnya kepala desa dan anggota dewan yang bersama-sama masyarakat lokal dan transmigran memilih pemimpin yang mereka inginkan untuk menjadi pemimpin daerah, dibidang hukum di desa Sukamaju tidak adanya pelanggaran hukum diatas 5 tahun, yang ada hanya pelanggaran kecil seperti contohnya kenakalan remaja (2) hambatan, kendala yang dihadapi tidak terjadinya integrasi dengan baik, adapun kendala yang di hadapi sehingga tidak terjadinya integrasi dengan baik adalah berbedanya bahasa, kecemburuan sosial, ketidak relaan masyarakat lokal datangnya masyarakat transmigrasi, kurangnya pemahaman tentang hukum, kesalahpahaman antara masyarakat lokal dan transmigrasi sehingga terjadinya konflikKata Kunci : Integrasi Nasional, Program TransmigrasiABSTRACT: The aim of this study. (1) to find out how the forms of national integration through the transmigration program. (2) to find out whether the obstacles faced are not properly implemented. To achieve the objective, the research used data collection technique through observation, interview, and documentation by taking 6 people namely Sukamaju Village Head, Transmigration Section in Dinas Transmiograsi and Manpower office, and four Sukamaju Village people. The data obtained from the results of research processed using kuanlitatif data analysis techniques with three main components of data reduction, data presentation, conclusion and verification. The results show that: (1) Forms of National Integration through Transmigration Program, while the results of research indicate that in the form of integration in Sukamaju village in the field of Community Occurrence Unity and cooperation between community transmigrants and local communities by holding activities involving transmigrants and local , in the field of political involvement in the election, the election of village heads and members of the council who together with local communities and transmigrants choose leaders they want to become regional leaders, law field in Sukamaju village no violation of law over 5 years, for example juvenile delinquency (2) obstacles, obstacles faced not the happening of integration well, as for obstacles faced so that no integration well is different language, social jealousy, not willingness of local community coming transmigration society, kuran the understanding of the law, misunderstanding between local communities and transmigration resulting in conflictKeywords: National Integration, Transmigration Program
PERSEPSI MASYARAKAT TENTANG EKSISTENSI MAPPERE DALAM ADAT PERKAWINAN DI DESA KANAUNGAN KECAMATAN LABBAKANG KABUPATEN PANGKEP SARINA .; MUHAMMAD ARSYAD MAF’UL
Jurnal Tomalebbi Volume III, Nomor 2, Juni 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.89 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui  persepsi masyarakat tentang adat mappere dalam perkawinan di Desa Kanaungan Kecamatan Labbakang Kabupaten Pangkep, 2) mengetahui pelaksanaan adat mappere sehingga masih eksis sampai saat ini, 3) mengetahui nilai-nilai sosial masyarakat. Penelitian menggunakan teknik pengumpulan data melalui observasi,wawancara, dokumentasi. Data yang diperoleh dari hasil penelitian diolah dengan menggunakan analisis deskriftif kualitatif untuk mengetahui persepsi masyarakat tentang eksistensi mappere dalam adat perkawinan di Desa Kanaungan Kecamatan Labbakang Kabupaten Pangkep, pelaksanaan adat mappere, nilai-nilai sosial masyarakat. Hasil peneltian ini menunjukkan bahwa: 1. Persepsi masyarakat Desa Kanaungan Kecamatan Labbakang kabupaten Pangkep Terhadap Eksistensi Mappere dalam Perkawinan  tergolong positif dan mendukung, mengingat  mappere Tidaklah bertentangan dengan nilai-nilai sosial dalam masyarakat  serta norma  agama, 2. Pelaksanaan adat Mappere sebelum akaq nikah mempelai laki-laki berayun enam kali putaran karena dia yang mendirikan ayunan, tapi pada saat duppa pere’ (diayungkanlah kedua mempelai secara bergantian) masing-masing diayung enam kali putaran, tiga kali putaran dengan menggunakan  sarung panjang ,dan tiga kali  menggunakan tali panjang, sebelum kedua mempelai diayung ada ritual terlebih dahulu yaitu macera manu( mengambil darah ayam dari jenggernya) dilanjutkan dengan menaikkkan kue tujuh  macam dan lappa-lappa tujuh buah sebagai pengikut ayunan, 3. Nilai-nilai yang terkandung dalam pelaksanaan adat mappere adalah nilai sosial dalam  masyarakat yaitu nilai kebersamaan dan memperarat tali kekeluargaaan ,nilai kerja sama dalam bentuk gotong royong dan adapun nilai religius  yaitu nilai kesyukuran dan nilai agama.Kata Kunci: Eksistensi Mappere, Adat  Perkawinan This study aims to: 1) determine the public perception of indigenous mappere in marriage in the District Kanaungan Village Labbakang Pangkep, 2) know the custom implementation mappere that still exist today, 3) determine the social values of society. The study used data collection techniques through observation, interviews, documentation. Data obtained from the results of the study were processed using descriptive qualitative analysis to determine the public perception of the existence of mappere in marriage customs in the village of the District Kanaungan Labbakang Pangkep, implementation mappere customs, social values of society. The results of this research show that: 1. The public perception Kanaungan village district subdistrict Labbakang Pangkep Against Mappere Existence in Marriage classified as positive and supportive, given mappere It is not contrary to the values of society and religious norms, customs Mappere 2. Implementation of the bride before marriage akaq man swinging six rounds because he who set up the swing, but when duppa pere '(diayungkanlah the bride alternately) each diayung six times a round, three rounds by using a glove length, and three times using a long rope, before No ritual the bride diayung beforehand that Macera manu (chicken blood taken from the comb) followed by menaikkkan seven kinds of cakes and lappas-lappas seven as followers swing, 3. the values contained in a custom implementation mappere is social value in the community is that togetherness and memperarat rope kekeluargaaan, the value of cooperation in the form of mutual assistance and as for the religious value is the value of gratitude and religious values.Keywords: Existence Mappere, Customary Marriages