cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. purworejo,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Bahtera - Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
ISSN : 23560576     EISSN : 25798006     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Bahtera merupakan jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra dan Budaya. Jurnal ini sebagai media publikasi karya tulis ilmiah yang dihimpun oleh Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas Muhammadiyah Purworejo
Arjuna Subject : -
Articles 915 Documents
NILAI MORAL NOVEL BULAN KARYA TERE LIYE DAN RENCANA PEMBELAJARANNYA DENGAN METODE GROUP INVESTIGATION DI KELAS XI SMA Nur Panca Pramudiyanto
SURYA BAHTERA Vol 3, No 31 (2015): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (61.003 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) tema dan fakta cerita, (2) nilai moral yang terdapat dalam novel Bulan karya Tere Liye., dan (3) rencana pelaksanaan pembelajaran novel Bulan karya Tere Liye di kelas XI SMA. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini berupa isi keseluruhan teks Novel Bulan karya Tere Liye. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik catat. Penyajian hasil analisis data menggunakan teknik Informal. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa (1) tema dan fakta cerita novel Bulan karya Tere Liye. meliputi: tema, tokoh dan penokohan, alur dan latar. Tema novel ini adalah tentang persahabatan antara Seli, Raib, dan Ali yang memiliki cita- cita ingin pergi ke bulan. Tokoh utama adalah Seli yang memiliki kemampuan yang menakjubkan karena tangannya bisa mengeluarkan petir. (2) Alur meliputi: penyituasian, pemunculan konflik, peningkatan konflik, klimaks, dan penyelesaian. Latar tempat, latar waktu, latar sosial budaya, dan latar suasana. Nilai moral novel Bulan karya Tere Liye. meliputi: hubungan manusia dengan tuhan, hubungan manusia dengan manusia lain termasuk hubungan dengan lingkungan sekitar, dan hubungan manusia dengan dirinya sendiri. Pembelajaran novel Bulan karya Tere Liye di kelas XI SMA dengan menggunakan model pembelajaran Group Investigation. (3) Langkah-langkah pembelajaran: guru membagi siswa ke dalam beberapa kelompok, yang terdiri dari dua sampai enam orang dan menjelaskan materi pelajaran kemudian guru juga menjelaskan tentang tugas serta cara mengerjakannya, siswa diberi kesempatan untuk mencari materi sesuai dengan kompetensi dasar pembelajaran yang berupa teori unsur intrinsik dan aspek nilai moral novel, kemudian siswa mendiskusikan hasil pencarian materinya dengan kelompok.   Kata kunci: tema dan fakta cerita, nilai moral, dan RPP di SMA.
NILAI PENDIDIKAN AKHLAK NOVEL BUMI CINTA KARYA HABIBURRAHMAN EL-SHIRAZY DAN SKENARIO PEMBELAJARANNYA DI KELAS XI SMA Nur Puji Lestari
SURYA BAHTERA Vol 3, No 31 (2015): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (37.601 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) struktur novel Bumi Cinta karya Habiburrahman El-Shirazy; (2) nilai pendidikan akhlak novel Bumi Cinta karya Habiburrahman El-Sirazy, (3) skenario pembelajaran novel Bumi Cinta karya Habiburrahman El-Shirazy di kelas XI SMA. Objek penelitian ini adalah teks novel Bumi Cinta karya Habiburrahman El-Shirazy. Fokus penelitian ini berupa nilai pendidikan akhlak novel Bumi Cinta karya Habiburrahman El-Shirazy serta skenario pembelajarannya di kelas XI SMA. Sumber data berupa novel, buku sastra, kutipan langsung dan tidak langsung. Instrumen penelitian yang digunakan adalah peneliti sendiri dengan bantuan kartu pencatat data. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode observasi. Teknik analisis data penelitian ini adalah analisis isi. Analisis disajikan dengan teknik penyajian informal. Dari  hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa (1) struktur novel Bumi Cinta karya Habiburrahman El-Shirazy; (2) nilai pendidikan akhlak yang berupa akhlak terhadap Allah Swt., akhlak terhadap Rasulullah Saw, akhlak pribadi, akhlak dalam keluarga, akhlak bermasyarakat; (3) skenario pembelajaran novel Bumi Cinta karya Habiburrahman El-Shirazy sesuai dengan kompetensi dasar 7.2 menganalisis unsur-unsur intrinsik dan ekstrinsik novel Indonesia. Model pembelajaran yang digunakan adalah model kooperatif Group Investigation. Metode yang digunakan, adalah metode ceramah, diskusi, tanya jawab, dan pemberian tugas. Langkah-langkah pembelajaran terdiri dari kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan penutup. Evaluasi yang digunakan dalam pembelajaran novel Bumi Cinta secara  tertulis dengan menggunakan tes esai.   Kata kunci: nilai pendidikan akhlak novel, skenario pembelajaran
ANALISIS NILAI PENDIDIKAN NOVEL BUNDA LISA KARYA JOMBANG SANTANI KHAIREN DAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN DI SMA KELAS XI Riswanto .
SURYA BAHTERA Vol 3, No 31 (2015): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (31.671 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan unsure intrinsik novel Bunda Lisa Karya Jombang Santani Khairen, (2) nilai pendidikan novel Bunda Lisa Karya Jombang Santani Khairen, (3) rencana pelaksanaan pembelajaran novel Bunda Lisa Karya Jombang Santani Khairen di kelas SMA XI. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa (1) unsur intrinsik yang terdapat dalam novel Bunda Lisa mencakup enam aspek, terdiri dari: (a) tema: Perjuangan dalam meraih cita-cita, (b) watak tokoh yang dominan adalah kurang rasa tangggung jawab, (c) alur: alur maju-mundur/campuran, (d) latar terdiri dari latar tempat, latar waktu, dan latar sosial, (e) sudut pandang: sudut pandang orang ketiga serba tahu atau metode diaan, (f) amanat: menghadapi cobaan harus banyak bersyukur kepadaTuhan; (2) nilai pendidikan dalam novel Bunda Lisa meliputi (a) nilai pendidikan religius, (b) nilai pendidikan moral, (c) nilai pendidikan sosial; (3) rencana pelaksanaan pembelajaran di kelas XI SMA khususnya pada kelas XI semester I berdasarkan pada Standar Kompetensi 7.memahami berbagai hikayat, novel Indonesia/novel terjemahan dan Kompetensi Dasar 7.2 menganalisis unsur-unsur intrinsic dan ekstrinsik novel Indonesia/novel terjemahan.   Kata kunci: Nilai pendidikan novel,rencana pelaksanaan pembelajaran
NILAI PENDIDIKAN ANTI KORUPSI DALAM NOVEL ORANG-ORANG PROYEK KARYA AHMAD TOHARI DAN SKENARIO PEMBELAJARANNYA DI KELAS XI SMA Sigit Bambang Musarib
SURYA BAHTERA Vol 3, No 31 (2015): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.787 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) struktur novel Orang-orang Proyek, (2) nilai pendidikan antikorupsi dalam novel Orang-orang Proyek, dan (3) skenario pembelajaran unsur intrinsik dan nilai pendidikan antikorupsi novel Orang-orang Proyek Karya Ahmad Tohari.Pengumpulan data dilakukan dengan teknik baca dan catat. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis isi. Hasil analisis data disajikan dengan teknik informal. Berdasarkan dari hasil analisis data, disimpulkan bahwa (1) unsur intrinsik novel Orang-orang Proyek Karya Ahmad Tohari, meliputi tema, yaitu perjuangan mempertahankan idealisme; tokoh dan penokohan, yaitu Kabul sebagai tokoh utama dan beberapa tokoh lainnya yang dapat mendukung cerita; alur yang terdapat dalam novel yaitu alur maju atau progresif dengan tahapan alur yang terdiri dari penyituasian, pemunculan konflik, peningkatan konflik, klimaks, dan penyelesaian; latar, yang meliputi latar tempat, waktu dan sosial; sudut pandang yang digunakan dalam novel ini, yakni sudut pandang orang ketiga “dia” serbatahu; dan amanat dalam novel, yaitu orang yang berpendidikan harus menjalankan kewajiban sesuai dengan disiplin ilmunya dengan sebaik-baiknya; (2) nilai pendidikan antikorupsi novel Orang-orang Proyek Karya Ahmad Tohari, meliputi kejujuran, kepedulian, kedisiplinan, tanggung jawab, kerja keras, kesederhanaan, dan keberanian; (3) skenario pembelajaran unsur intrinsik dan nilai pendidikan antikorupsidengan langkah-langkah sebagai berikut (a) guru menginformasikan tujuan pembelajaran; (b) guru mempersiapkan media pembelajaran; (c) guru menjelaskan materi unsur intrinsik yang meliputi tema, alur, tokoh utama dan penokohannya, alur, sudut pandang dan amanatnya; (d) guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok; (e) guru memberikan tugas kelompok kepada siswa untuk membaca novel Orang-orang Proyek untuk dapat mengetahui unsur-unsur intrinsik serta nilai pendidikan antikorupsi; (f) guru menyuruh siswa untuk menyampaikan hasil diskusi;(g) guru mempersilahkan siswa lain untuk menanggapi hasil diskusi; (h) guru memberikan ulasan mengenai hasil diskusi sudah dilakukan;(i) evaluasi dilakukansecara tertulis dengan menggunakan teknik tes (tes esai) dan teknik nontes (kuesioner).   Kata Kunci : unsur intrinsik, nilai pendidikan antikorupsi, dan skenario pembelajaran
ANALISIS SOSIOLOGI SASTRA NOVEL NEGERI DI UJUNG TANDUK KARYA TERE LIYE DAN SKENARIO PEMBELAJARAN DI KELAS XI SMA Sigit Prasetyo Nugroho
SURYA BAHTERA Vol 3, No 31 (2015): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (32.37 KB)

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan: (1) unsur instrinsik; (2) aspek-aspek sosial novel Negeri Di Ujung Tanduk karya Tere Liye; (3) skenario pembelajaran di kelas XI SMA. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif kualitatif. Objek penelitian ini adalah aspek-aspek sosial novel Negeri Di Ujung Tanduk karya Tere Liye. Penelitian ini difokuskan pada (1) unsur instrinsik novel Negeri Di Ujung Tanduk karya Tere Liye; (2) aspek-aspek sosial novel Negeri Di Ujung Tanduk karya Tere Liye; (3) skenario pembelajaran di kelas XI SMA. Sumber data penelitian ini adalah novel Negeri Di Ujung Tanduk karya Tere Liye yang diterbitkan oleh PT Gramedia Pustaka Utama tahun 2013. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik pustaka, simak, dan catat. Teknik yang digunakan untuk menganalisis data adalah teknik analisis isi (content analysis) dan teknik yang digunakan penulis untuk menyajikan hasil analisis adalah teknik informal. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa (1) unsur-unsur intrinsik novel Negeri Di Ujung Tanduk karya Tere Liye meliputi tema, alur, penokohan, latar, sudut pandang, dan amanat. (2) Aspek-aspek sosial novel Negeri Di Ujung Tanduk karya Tere Liye meliputi aspek cinta kasih, aspek kekerabatan, aspek moral dan pendidikan; (3) skenario pembelajaran novel Negeri Di Ujung Tanduk karya Tere Liye di SMA menggunakan model STAD. Metode yang digunakan, yaitu: dengan metode ceramah, diskusi, Tanya jawab, dan pemberian tugas. Langkah-langkah pembelajaran terdiri dari kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan penutup. Evaluasi yang digunakan dalam pembelajaran novel Negeri Di Ujung Tanduk karya Tere Liye secara  lisan, dan tertulis dengan menggunakan tes esai. Kata kunci: sosiologi sastra, skenario pembelajaran
NILAI RELIGIUS NOVEL KETIKA TUHAN JATUH CINTA KARYA WAHYU SUJANI DAN SKENARIO PEMBELAJARANNYA DI SMA Sugeng Purwanto
SURYA BAHTERA Vol 3, No 31 (2015): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.322 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) unsur intrinsik novel Ketika Tuhan Jatuh Cinta karya Wahyu Sujani, (2) nilai religius novel Ketika Tuhan Jatuh Cinta karya Wahyu Sujani, dan (3) skenario pembelajaran novel Ketika Tuhan Jatuh Cinta karya Wahyu Sujani di kelas XI SMA. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Artinya, penulis membahas dan mengkaji novel tidak menggunakan angka, tetapi menekankan pada deskripsi. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa (1) unsur intrinsik novel Ketika Tuhan Jatuh Cinta saling berkaitan dan menyatu dengan nilai religius yang terdapat di dalamnya, (2) nilai religius novel Ketika Tuhan Jatuh Cinta karya Wahyu Sujani mencakup empat aspek, yaitu: (a) hubungan manusia dengan Tuhan; (b) hubungan manusia dengan manusia; (c) hubungan manusia dengan alam sekitar; (d) hubungan manusia dengan diri sendiri, dan (3) skenario pembelajaran novel Ketika Tuhan Jatuh Cinta karya Wahyu Sujani menggunakan model pembelajaran kooperatif group investigation. Dalam model pembelajaran group investigation langkah-langkahnya, yaitu: (a) membagi siswa ke dalam kelompok kecil yang terdiri dari  siswa; (b) memberikan pertanyaan terbuka yang bersifat analitis; (c) mengajak setiap siswa untuk berpartisipasi dalam menjawab pertanyaan kelompoknya secara bergiliran searah jarum jam dalam kurun waktu yang disepakati. Kata Kunci: nilai religius, novel, skenario pembelajaran
KAJIAN PSIKOLOGIS KEPRIBADIAN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL KAU, AKU, DAN SEPUCUK ANGPAU MERAH KARYA TERE LIYE DAN SKENARIO PEMBELAJARANNYA DI KELAS XI SMA Teguh Aryanto
SURYA BAHTERA Vol 3, No 31 (2015): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (34.061 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan (1) unsur intrinsik novel Kau, Aku dan Sepucuk Angpau Merah karya Tere Liye, (2) wujud kepribadian tokoh utama Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah karya Tere Liye, dan (3) skenario pembelajaran unsur intrinsik dan kepribadian tokoh utama yang terdapat dalam novel Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah karya Tere Liye di kelas XI SMA. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Sumber data penelitian adalah novel Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah karya Tere Liye. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis isi. Hasil analisis disajikan secara informal. Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa (1) unsur intrinsik dalam novel Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah terdiri dari tema, yaitu perjuangan hidup; alur dalam novel tersebut tergolong ke dalam alur campuran; tokoh dan penokohan, Borno sebagai tokoh utama; teknik pelukisan tokoh secara dramatik; latar terbagi menjadi (a) latar tempat meliputi Kota Pontianak dan Surabaya; (b) latar waktu meliputi pagi, siang, sore, dan malam; (c) latar sosial meliputi seorang anak nelayan, ketua PPSKT, dokter gigi, pengemudi sepit, anak orang kaya dan pemilik dan montir bengkel; latar dalam novel berfungsi sebagai metafora dan atmosfer; sudut pandang yang digunakan orang pertama tunggal; dan amanat, manusia harus bekerja keras. (2) Wujud kepribadian tercermin dari sikap dan perilaku tokoh utama dalam novel Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah meliputi penyabar, jujur, pemalu, pekerja keras, rendah hati, pemaaf dan ikhlas. (3) Skenario pembelajaran unsur intrinsik dan kepribadian tokoh utama novel Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah karya Tere Liye di kelas XI berdasarkan standar kompetensi dasar 7.2 menganalisis unsur-unsur intrinsik dan ekstrinsik novel Indonesia/novel terjemahan yang terbagi menjadi tiga tahap, yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tahap evaluasi dilaksanakan secara tertulis dengan teknik tes (tes esai) dan teknik nontes (kuesioner).   Kata kunci: unsur intrinsik, novel, kepribadian, dan skenario pembelajaran.
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS TEKS NASKAH DRAMA DENGAN METODE CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 5 SATU ATAP SAPURAN TAHUN AJARAN 2014/2015 Ahmad Khisbulloh
SURYA BAHTERA Vol 3, No 32 (2015): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (72.638 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan; (1) penerapan pembelajaran menulis teks naskah drama dengan metode Contextual Teaching and Learning pada siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Satu Atap Sapuran Tahun Ajaran 2014/2015; (2) pengaruh pembelajaran menulis teks naskah drama dengan metode Contextual Teaching and Learning terhadap sikap dan minat siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Satu Atap Sapuran Tahun Ajaran 2014/2015; (3) peningkatan keterampilan menulis teks naskah drama pada siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Satu Atap Sapuran Tahun Ajaran 2014/2015 setelah memperoleh pembelajaran menulis teks naskah drama dengan metode Contextual Teaching and Learning. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 5 Satu Atap Sapuran. Subjek yang dikenai tindakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Satu Atap Sapuran Tahun Ajaran 2014/2015, dan objek dalam penelitian ini adalah kemampuan siswa dalam menulis teks naskah drama. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu melalui angket, observasi, teknik tes, wawancara, dan dokumentasi foto. Hasil penelitian ini: (1) penggunaan metode Contextual Teaching and Learning sebagai upaya peningkatkan keterampilan menulis teks naskah drama siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Satu Atap Sapuran terdiri atas prasiklus, siklus I, dan siklus II; (2) pengaruh penggunaan metode Contextual Teaching and Learning terhadap minat dan sikap belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Satu Atap Sapuran Tahun Ajaran 2014/2015 dalam menulis teks naskah drama dapat diketahui melalui hasil angket yang telah diisi siswa, observasi, dan dokumentasi foto. Hasil angket terhadap minat belajar siswa rata-rata  prasiklus sebesar 39% respon positif, 28,5% kadang-kadang, 35,2% respon negatif, sedangkan pada siklus I sebesar 45% respon positif, 31% kadang-kadang, 23,5% respon negatif, dan pada siklus II 72% respon positif, 15,5% kadang-kadang, 12,5% respon negatif. Hasil angket terhadap sikap belajar siswa rata-rata prasiklus sebesar   44%, sedangkan pada siklus I sebesar 60%, dan pada siklus II sebesar 86,67%; (3) peningkatan keterampilan menulis teks naskah drama setelah mengikuti pembelajaran menulis teks naskah drama dengan metode Contextual Teaching and Learning mengalami peningkatan.  Pada prasiklus rata-rata kelas sebesar 6,13 dan siswa yang sudah memenuhi KKM ada 2 orang atau 10%. Pada siklus I rata-rata kelas menjadi 7,05 siswa yang sudah memenuhi KKM ada 8 orang atau 40%. Pada siklus II rata-rata kelas meningkat menjadi 7,80 yang sudah memenuhi KKM ada 17 orang atau 85%. Mulai dari awal prasiklus hingga siklus II skor kemampuan penulisan teks naskah drama siswa telah mengalami peningkatan sebesar 1,68 atau sebesar 33,5% yaitu dari skor 6,13 menjadi 7,80. Kata kunci: Keterampilan, Menulis Naskah Drama, Metode Contextual Teaching and Learning
Peningkatan Keterampilan Menulis Puisi dengan Model Kancing Gemerincing dan Media Poster pada Siswa Kelas VII E SMP Negeri 36 Purworejo Tahun Pelajaran 2016/2017 Dian Rahmawati; Bagiya Bagiya; Nurul Setyorini
SURYA BAHTERA Vol 5, No 49 (2017): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (72.408 KB)

Abstract

ABSTRAK: tujuan penelitian ini ialah untuk mendeskripsikan : (1) proses pembelajaran menulis puisi pada siswa kelas VII SMP Negeri 36 Purworejo. (2) aktivitas dan motivasi siswa kelas VII SMP Negeri 36 Purworejo dalam pembelajaran menulis puisi setelah menggunakan model kancing gemerincing dan media poster. (3) peningkatan menulis puisi menggunakan model kancing gemerincing dan media poster pada siswa kelas VII E SMP Negeri 36 Purworejo. Dalam pelaksanaannya, peneliti menggunakan metode penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari (1) tahap perencanaan, (2) tahap pelaksanaan, (3) tahap pengamatan, (4) tahap refleksi. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah (1) teknik tes, dan (2) teknik nontes. Teknik analisis data yang digunakan adalah tenik kualitatif dan kuantitatif. Adapun dalam teknik penyajian hasil digunakan metode penyajian informal. Dari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa (1) penerapan pembelajaran menulis puisi dengan model kancing gemerincing dan media poster pada siswa kelas VII E SMP Negeri 36 Purworejo dilakukan dalam beberapa tahap, yaitu (a) guru menyampaikan materi yang dipelajari yaitu tentang menulis puisi; (b) guru menjelaskan langkah-langkah menulis puisi; (c) guru memberikan contoh puisi; (d) guru membagikan media poster untuk dicermati siswa; (e) guru menjelaskan model pembelajaran kancing gemerincing yang akan digunakan; (f) guru menghimbau siswa menulis puisi sesuai poster yang diamati dengan model kancing gemerincing; (g) guru menghimbau siswa menulis puisi dengan bahasa sendiri; (2) peningkatan kualitas menulis puisi dapat dikategorikan baik. Peningkatan tersebut dapat dilihat dengan meningkatnya aspek-aspek yang selalu di[erhatikan oleh peneliti dari tahap prasiklus, siklus I, dan siklus II; (3) peningkatan kualitas hasil menulis siswa dapat dilihat berdasarkan hasil pretes, nilai rata-rata menulis puisi masih dibawah KKM yaitu 61,13. Pada siklus I, nilai rata-rata kelas meningkat menjadi 79,52. Pada siklus II, nilai rata-rata mencapai 81,77. Berdasarkan hasil penelitian dapat dikatakan bahwa siswa sudah mampu menulis puisi dengan baik sesuai dengan kriteria ketuntasan minimal yang telah ditetapkan yakni dengan nilai 75. Kata Kunci: menulis puisi, media poster, model kancing gemerincing.
ANALISIS NILAI MORAL NOVEL SANDIWARA BUMI KARYA TAUFIQURRAHMAN AL-AZIZY DAN RENCANA PEMBELAJARANNYA DI KELAS XII SMA Catur Abi Nugroho; Sukirno Sukirno; Nurul Setyorini
SURYA BAHTERA Vol 5, No 49 (2017): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (63.007 KB)

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) unsur intrinsik novel Samdiwara Bumi Karya Taufiqurrahman al-Azizy(2) nilai moral novel Sandiwara Bumi Karya Taufiqurrahman al-Azizy, dan (3) rencana pelaksanaan pembelajaran novel Sandiwara Bumi karya Taufiqurrahman al-Azizy di kelas XII SMA. Objek penelitian ini adalah unsur intrinsik dan nilai moral sastra novel Sandiwara Bumi Karya Taufiqurrahman al-Azizy, dengan fokus penelitian pada nilai moral sastra meliputi hubungan manusia dengan tuhan, hubungan manusia dengan manusia, hubungan manusia dengan alam sekitar, hubungan manusia dengan diri sendiri, dan rencana pembelajarannya di kelas XII SMA. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, teknik pustaka, dan teknik simak catat, analisis data dilakukan dengan teknik content analisys. Analisis data menggunakan metode informal. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa (1) unsur intrinsik dalam novel Sandiwara Bumi Karya Taufiqurrahman al-Azizy  tema, yang terbagi menjadi dua macam meliputi (a) tema mayor yaitu perjuangan seorang ayah; (b) tema minor yaitu masalah bencana, masalah percintaan, dan masalah persahabatan (c) tokoh dan penokohan, tokoh utama, yaitu Hastadi, Baihaqi, Badrun tokoh tambahan: Mbah karyo, Lukman, Tini, Romlah, dll yang dapat mendukung cerita; alur meliputi tahapan penyituasian, kemunculan konflik, peningkatan konflik, klimaks dan penyelesaian; latar yang meliputi latar tempat, waktu, dan suasana; (2) nilai moral sastra dalam novel Sandiwara Bumi Karya Taufiqurrahman al-Azizy meliputi (a) aspek hubungan manusia dengan Tuhan; (b) aspek hubungan manusia dengan manusia; (c) aspek hubungan manusia dengan alam sekitar; (d) aspek hubungan manusia dengan diri sendiri; (3) rencana pembelajaran nilai moral sastra dalam novel Sandiwara Bumi Karya Taufiqurrahman al-Azizy di kelas XII SMA terdiri dari menyampaikan materi tentang unsur intrinsik novel dan nilai moral yang terdapat dalam karya sastra; membaca novel Sandiwara Bumi Karya Taufiqurrahman al-Azizy, mengidentifikasi dan menganalisis unsur intrinsik dan nilai moral sastra dalam novel Sandiwara Bumi Karya Taufiqurrahman al-Azizy secara berkelompok; membimbing peserta didik untuk mendiskusikan hasil diskusi setiap kelompok dengan kelompok lain; memberikan kesempatan peserta didik untuk melaporkan hasil pekerjaan, dan melakukan evaluasi pembelajaran. Kata kunci: moral sastra, novel, dan rencana pembelajaran.

Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 12, No 2 (2024): Jurnal Surya Bahtera Vol 12, No 1 (2024): Jurrnal Surya Bahtera Vol 11, No 2 (2023): Jurrnal Surya Bahtera Vol 11, No 1 (2023): Jurrnal Surya Bahtera Vol 10, No 2 (2022): Jurrnal Surya Bahtera Vol 10, No 1 (2022): Jurrnal Surya Bahtera Vol 9, No 2 (2021): Jurrnal Surya Bahtera Vol 9, No 1 (2021): Jurnal Surya Bahtera Vol 8, No 2 (2020): Jurnal Surya Bahtera Vol 8, No 1 (2020): Jurrnal Surya Bahtera Vol 7, No 3 (2019): Jurnal Surya Bahtera Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Surya Bahtera Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Surya Bahtera Vol 6, No 56 (2018): Jurnal Surya Bahtera Vol 6, No 55 (2018): Jurnal Surya Bahtera Vol 6, No 54 (2018): Jurnal Surya Bahtera Vol 6, No 53 (2018): Jurnal Surya Bahtera Vol 6, No 52 (2018): Jurnal Surya Bahtera Vol 6, No 51 (2018): Jurnal Surya Bahtera Vol 6, No 50 (2018): Jurnal Surya Bahtera Vol 5, No 49 (2017): Jurnal Surya Bahtera Vol 5, No 48 (2017): Jurnal Surya Bahtera Vol 5, No 47 (2017): Jurnal Surya Bahtera Vol 5, No 46 (2017): Jurnal Surya Bahtera Vol 5, No 45 (2017): Jurnal Surya Bahtera Vol 5, No 44 (2017): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 43 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 42 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 41 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 40 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 39 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 38 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 37 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 36 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 35 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 34 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 33 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 32 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 31 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 30 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 29 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 28 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 27 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 26 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 25 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 24 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 23 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 22 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 21 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 20 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 19 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 18 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 17 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 16 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 15 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 14 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 13 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 12 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 11 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 10 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 09 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 08 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 07 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 06 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 05 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 04 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 03 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 02 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 01 (2013): Jurnal Surya Bahtera No 01 (2012): Jurnal Surya Bahtera More Issue