cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. purworejo,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Bahtera - Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
ISSN : 23560576     EISSN : 25798006     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Bahtera merupakan jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra dan Budaya. Jurnal ini sebagai media publikasi karya tulis ilmiah yang dihimpun oleh Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas Muhammadiyah Purworejo
Arjuna Subject : -
Articles 919 Documents
PEMANFAATAN CERITA RAKYAT “KAMANDAKA” SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK PADA SISWA KELAS X SMA MUHAMMADIYAH 1 GOMBONG Widji Setiowati; Bagiya Bagiya
SURYA BAHTERA Vol 1, No 07 (2013): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.294 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) langkah-langkah pembelajaran menyimak melalui pemanfaatan cerita rakyat “Kamandaka” pada siswa kelas X SMA Muhammadiyah 1 Gombong tahun pelajaran 2012/2013, (2) perubahan sikap perilaku siswa kelas X SMA Muham-madiyah 1 Gombong tahun pelajaran 2012/2013, setelah dilaksanakan pembelajaran menyimak melalui pemanfaatan cerita rakyat “Kamandaka”, (3) peningkatan keterampilan menyimak siswa kelas X SMA Muhammadiyah 1 Gombong tahun pelajaran 2012/2013, setelah dilaksanakan pembe-lajaran menyimak melalui pemanfaatan cerita rakyat “Kamandaka”. Pengumpulan data dilakukan dengan tes dan nontes.Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik kualitatif dan kuantitatif. Teknik penyajian hasil analisis yang digunakan adalah teknik informal. Pengecekan keabsahan data yang digunakan adalah teknik triangulasi metode dan triangulasi instrumen. Berdasarkan hasil ana-lisis data, dapat disimpulkan bahwa (1) langkah-langkah pembelajaran menyimak melalui pemanfa-atan cerita rakyat “Kamandaka” meliputi materi pembelajaran menyimak cerita rakyat, pemutaran rekaman cerita rakyat “Kamandaka”, diskusi unsur intrinsik dan ekstrinsik, mengerjakan soal, dan penyimpulan hasil belajar dan refleksi; (2) siswa mengalami perubahan perilaku positif terhadap proses pembelajaran menyimak melalui pemanfaatan cerita rakyat “Kamandaka”, hasil prasiklus sebesar 32,14%, siklus I sebesar 57,14%, dan siklus II sebesar 78,58% siswa memiliki keaktifan baik selama kegiatan pembelajaran sedangkan perhatian siswa dalam pembelajaran pada prasiklus sebe-sar 35,71%, siklus I sebesar 60,71%, dan siklus II sebesar 82,14%; dan (3) hasil keterampilan menyi-mak siswa mengalami peningkatan melalui pemanfaatan cerita rakyat “Kamandaka”, nilai rata-rata kelas prasiklus 60,87 meningkat sebesar 17,90% pada siklus I menjadi 71,77, siklus II nilai rata-rata kelas 79,58 yang berarti meningkat sebesar 11,14% dari siklus I.Kata kunci: keterampilan menyimak, cerita rakyat ”Kamandaka”.
ANALISIS KESANTUNAN BERBAHASA DALAM ARGUMENTASI RUBRIK “PIKIRAN PEMBACA” SURAT KABAR KEDAULATAN RAKYAT EDISI JANUARI 2013, RELEVANSINYA SEBAGAI BAHAN PEMBELAJARAN MENULIS ARGUMENTASI, DAN SKENARIO PEMBELAJARANNYA PADA SISWA KELAS X SMA Eti Suryati; Mohamad Fakhrudin; Bagiya Bagiya
SURYA BAHTERA Vol 1, No 10 (2013): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (717.599 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan: (1) mendeskripsikan bentuk pematuh-an prinsip kesantunan berbahasa pada rubrik “Pikiran Pembaca” surat kabar Kedaulatan Rakyat edisi Januari 2013; (2) mendeskripsikan bentuk pelanggaran prinsip kesantunan berbahasa pada rubrik “Pikiran Pembaca” surat kabar Kedaulatan Rakyat edisi Januari 2013; (3) mendeskripsikan relevansi kesantunan berbahasa dalam rubrik “Pikiran Pem-baca” surat kabar Kedaulatan Rakyat edisi Januari 2013 dengan pembelajaran menulis argumentasi pada siswa kelas X semester 2 SMA; dan (4) mendeskripsikan skenario pembelajaran menulis argumentasi menggunakan media rubrik “Pikiran Pembaca” surat kabar Kedaulatan Rakyat edisi Januari 2013 pada siswa kelas X semester 2 SMA. Peng-umpulan data dilakukan dengan teknik observasi dan teknik dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan teknik padan jenis pragmatis. Penyajian hasil analisis data dilakukan dengan teknik informal. Berdasarkan hasil analisis data disimpulkan bahwa (1) bentuk pematuhan prinsip kesantunan berbahasa lebih banyak ditemukan daripada bentuk pe-langgaran prinsip kesantunan berbahasa, (2) bentuk pelanggaran prinsip kesantunan berbahasa lebih sedikit ditemukan daripada bentuk pematuhan prinsip kesantunan ber-bahasa, (3) kesantunan berbahasa dalam rubrik “Pikiran Pembaca” surat kabar Kedaulat-an Rakyat edisi Januari 2013 relevan sebagai bahan pembelajaran menulis argumentasi pada siswa kelas X semester 2 SMA pada kompetensi dasar 12.1., dan (4) skenario pem-belajaran menulis argumentasi menggunakan media rubrik “Pikiran Pembaca” surat ka-bar Kedaulatan Rakyat edisi Januari 2013 pada siswa kelas X semester 2 SMA dengan langkah-langkah, yakni pendahuluan, inti (eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi), dan pe-nutup.Kata kunci: kesantunan berbahasa, argumentasi, rubrik “Pikiran Pembaca”, bahan pem-belajaran, dan skenario pembelajaran.
PENINGKATAN KETEREAMPILAN MENULIS PUISI MENGGUNAKAN METODE KOLABORASI PADA SISWA MTs Harisun Harisun; Bagiya Bagiya
SURYA BAHTERA Vol 1, No 10 (2013): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.029 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) penerapan metode kolabo-rasi dalam pembelajaran menulis puisi pada siswa; (2) peningkatan prestasi belajar siswa setelah diterapkannya metode kolaborasi dalam pembelajaran menulis puisi; (3) penga-ruh metode kolaborasi terhadap motivasi siswa dalam pembelajaran menulis puisi. Sete-lah dilaksanakan penelitian dengan metode kolaborasi dalam pembelajaran menulis pu-isi, dapat disimpulkan: (1) pelaksanaan pembelajaran menulis puisi terdiri dari tiga tahap yaitu tahap prasiklus, tahap siklus satu, dan tahap siklus dua, (2) peningkatan kemampu-an menulis puisi siswa dengan menggunakan metode kolaborasi dapat dilihat dari tahap prasiklus dengan nilai rata-rata 65,63 meningkat pada siklus satu dengan nilai rata-rata 77,11 dan meningkat pada siklus dua dengan nilai rata-rata 80,46, (3) pengaruh meto-de kolaborasi terhadap motivaisi siswa pada kegiatan prasiklus dapat diketahui melalui hasil lembar pengamtan.Kata kunci: menulis puisi, metode kolaborasi
NILAI MORAL DALAM NOVEL LONTARA RINDU KARYA S. GEGGE MAPPANGEWA DAN SKENARIO PEMBELAJARANNYA DI SMA KELAS XI Panji Pradana; Bagiya Bagiya; Umi Faizah
SURYA BAHTERA Vol 2, No 11 (2014): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (590.882 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan: (1) unsur instrinsik dalam novel Lontara Rindu; (2) nilai moral novel Lontara Rindu; (3) skenario pembelajaran novel Lontara Rindu sebagai bahan pembelajaran sastra di SMA. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik studi pustaka. Instrumen penelitian yang dipakai dalam penelitian ini adalah kertas pencatat data yang digunakan untuk mencatat data nilai-nilai moral. Analisis data dilakukan dengan metode analisis isi. Teknik penyajian hasil analisis ini dilakukan dengan menggunakan teknik informal. Hasil penelitian ini disimpulkan bahwa (1) unsur instrinsik dalam novel Lontara Rindu sebagai berikut: (a) tema novel ini adalah kisah perjuangan Vito dalam mencari ayah dan saudara kembarnya untuk mengobati rasa rindu yang melandanya, (b) tokoh utamanya adalah Vito, sedangkan tokoh tambahannya adalah Halimah, Ilham, kakek Vito, dan Vino, (c) alur yang digunakan adalah alur maju, (d) latar: di Sulawesi Selatan, latar waktu: pagi, siang, sore, dan malam, sedangkan latar sosial dalam novel ini melukiskan status sosial masyarakat yang memegang teguh tradisi tolong menolong dan taat beribadah, (e) sudut pandang; orang kedua, (f) hubungan antar unsur yang terdapat dalam novel Lontara Rindu tersebut saling berhubungan yang membangun sebuah cerita. (2) nilai moral dalam novel Lontara Rindu ada empat yaitu nilai moral hubungan manusia dengan Tuhannya meliputi berdoa dan memuji Tuhan, nilai moral hubungan manusia dengan manusia lain meliputi keakraban, memberi semangat, persaudaraan, nilai moral hubungan manusia dengan alam sekitar meliputi memuji keindahan alam, dan nilai moral hubungan manusia dengan dirinya sendiri meliputi kasih sayang, pantang menyerah, sikap bijak, rasa rindu, jatuh cinta. (3). Skenario pembelajaran novel Lontara Rindu di kelas XI SMA dengan tahap pendahuluan guru mengkondisikan siswa agar siap menerimapelajaran, lalu pada kegiatan inti guru menerangkan materi unsur intrinsik dan nilai moral, kemudian guru menyuruh siswa untuk berdiskusi membahas unsur intrinsik dan nilai moral setelah itu siswa menyampaikan hasil diskusinya, dan pada tahap penutup guru merefleksi kegiatan pembelajaran serta menanamkan nilai moral yang terkandung di dalam novel Lontara Rindu Sesuai dengan kompetensi dasar menganalisis unsur-unsur intrinsik dan ekstrinsik novel Indonesia/ terjemahan.Kata kunci: Nilai Moral dan Skenario Pembelajaran
TINDAK TUTUR ILOKUSI TOKOH KAKEK DALAM FILM TANAH SURGA SUTRADARA HERWIN NOVIANTO, RELEVANSINYA DENGAN PEMBELAJARAN MENYIMAK, DAN SKENARIO PEMBELAJARANNYA DI KELAS X SMA Sri Utami Fatimah; Mohamad Fakhrudin; Bagiya Bagiya
SURYA BAHTERA Vol 2, No 11 (2014): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.968 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) bentuk-bentuk dan wujud tindak tutur ilokusi yang digunakan tokoh kakek pada film Tanah Surga; (2) relevansi kelima kategori tindak tutur ilokusi (asertif, direktif, komisif, ekspresif, dan deklaratif) tokoh kakek pada film Tanah Surga dengan pembelajaran menyimak di kelas X SMA; dan (3) skenario pembelajaran menyimak dengan menggunakan media film Tanah Surga. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilaksanakan dengan metode simak bebas lipat cakap (SBLC). Analisis dilakukan dengan metode padan dan metode agih. Bentuk-bentuk tindak tutur ilokusi yang dipakai tokoh kakek pada film Tanah Surga ditinjau dari kategori Searle terdiri dari (a) asertif; (b) direktif; (c) komisif; (d) ekpresif; dan (e) deklaratif; (2) relevansi tindak tutur ilokusi tokoh kakek dalam film Tanah Surga dengan pembelajaran menyimak di kelas X SMA menggunakan dua tujuan pembelajaran yaitu persepsi dan resepsi, dengan strategi pembelajaran meliputi: (a) materi, (b) proses, dan (c) hasil; (3) skenario pembelajaran didasarkan pada standar kompetensi 9. memahami informasi melalui tuturan. Kompetensi dasar yang menjadi acuan adalah 9.2 menyimpulkan isi informasi yang didengar melalui tuturan tidak langsung. Metode yang digunakan dalam pembelajaran, yaitu metode ceramah, penugasan, dan diskusi.Kata kunci: ilokusi, film Tanah Surga, tokoh kakek, skenario pembelajaran menyimak.
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS CERPEN DENGAN MENGGUNAKAN METODE LATIHAN TERBIMBING PADA SISWA KELAS X SMA PANCASILA PURWOREJO TAHUN PELAJARAN 2012/2013 Wahyu Subodro; Bagiya Bagiya
SURYA BAHTERA Vol 2, No 11 (2014): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.968 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) peningkatan kualitas proses pembelajaran menulis cerpen melalui metode Latihan Terbimbing pada siswa kelas X SMA Pancasila Purworejo, (2) pengaruh metode Latihan Terbimbing terhadap aktivitas belajar siswa kelas X SMA Pancasila Purworejo, (3) peningkatan prestasi siswa dalam menulis cerpen setelah penggunaan metode Latihan Terbimbing pada siswa kelas X SMA Pancasila Purworejo. Setelah dilaksanakan penelitian dengan metode Latihan Terbimbing dalam pembelajaran menulis cerpen, dapat disimpulkan: (1) pelaksanaan pembelajaran menulis cerpen terdiri dari tiga tahap yaitu tahap prasiklus, tahap siklus satu, dan tahap siklus dua. (2) pengaruh metode Latihan Terbimbing dapat meningkatkan kualitas pembelajaran menulis cerpen. Pada setiap siklusnya aspek perhatian, gairah belajar, keaktifan dan motifasi meningkat. Pada siklus I, siswa memperhatikan penjelasan penulis 16 siswa atau 62,5%, pada siklus II meningkat sebanyak 21 siswa atau 87,5%. Pada siklus I siswa yang bergairah mengikuti pembelajaran menulis cerpen sebanyak 18 siswa atau 75%, pada siklus II meningkat sebanyak 22 siswa atau 95,9%. Pada siklus I siswa yang aktif sebanyak 19 siswa atau 79,16%, pada siklus II meningkat menjadi 23 atau 95,9%. Pada siklus I siswa yang serius dan termotivasi sebanyak 15 atau 62,5%, pada siklus II meningkat menjadi 32 siswa atau 98,8%. Terlihat dari hasil tes menulis cerpen siswa pada tahap prasiklus, siklus I, dan siklus II, (3) nilai rata-rata kelas mengalami peningkatan setelah menggunakan metode Latihan Terbimbing pada kegiatan menulis cerpen, hal ini dapat dilihat dari tahap prasiklus mencapai 68,37 kemudian setelah dilakukan siklus I meningkat menjadi 73,75. Pada siklus II, nilai rata-rata meningkat menjadi 78,45.Kata kunci: keterampilan menulis cerpen, metode Latihan Terbimbing.
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS PUISI DENGAN MEDIA GAMBAR PERISTIWA PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 PREMBUN TAHUN PELAJARAN 2013/2014 Dwi Suharsih; Sukirno Sukirno; Bagiya Bagiya
SURYA BAHTERA Vol 2, No 12 (2014): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.431 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) penggunaan media gambar peristiwa sebagai peningkatan kemampuan menulis puisi pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Prembun tahun pelajaran 2013/2014; (2) pengaruh penggunaan media gambar peristiwa terhadap minat dan sikap belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Prembun tahun pelajaran 2013/2014 dalam menulis puisi; (3) peningkatan kemampuan menulis puisi dengan media gambar peristiwa pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Prembun tahun pelajaran 2013/2014 setelah mengikuti pembelajaran menulis puisi dengan menggunakan media gambar peristiwa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan dua siklus yang dilaksanakan pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Prembun. Setiap siklus terdiri atas perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Hasil penelitian ini: (1) penggunaan media gambar peristiwa sebagai peningkatan kemampuan menulis puisi pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Prembun tahun pelajaran 2013/2014 terdiri atas prasiklus, siklus I dan siklus II; (2) pengaruh penggunaan media gambar peristiwa terhadap minat dan sikap belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Prembun tahun pelajaran 2013/2014 dalam menulis puisi dapat diketahui melalui hasil angket yang telah diisi siswa. Hasil angket terhadap minat belajar siswa rata-rata prasiklus sebesar 59,37%, sedangkan pada siklus I sebesar 65,62%, dan pada siklus II sebesar 71,87%. Hasil angket terhadap sikap belajar siswa rata-rata prasiklus sebesar 37,5%, sedangkan pada siklus I sebesar 56,25%, dan pada siklus II sebesar 81,25%; (3) peningkatan kemampuan menulis puisi dengan media gambar peristiwa pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Prembun tahun pelajaran 2013/2014 setelah mengikuti pembelajaran menulis puisi dengan menggunakan media gambar peristiwa mengalami peningkatan. Pada prasiklus rata-rata kelas sebesar 59,40 dan siswa yang sudah memenuhi KKM ada 3 orang atau 9,37%. Pada siklus I rata-rata kelas menjadi 68,78 dan siswa yang sudah memenuhi KKM ada 15 orang atau 46,87%. Pada siklus II rata-rata kelas meningkat menjadi 74,31.Kata kunci: menulis puisi dan media gambar peristiwa
PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS SOSIAL NOVEL ANAK SEJUTA BINTANG KARYA AKMAL NASERY BASRAL DAN SKENARIO PEMBELAJARANNYA PADA SISWA KELAS XI SMA Sri Suyati; Kadaryati Kadaryati; Bagiya Bagiya
SURYA BAHTERA Vol 2, No 12 (2014): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (693.539 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) wujud pendidikan karakter berbasis sosial novel Anak Sejuta Bintang karya Akmal Nasery Basral, (2) hubungan antara novel Anak Sejuta Bintang karya Akmal Nasery Basral sebagai bahan pembelajaran dan pendidikan karakter berbasis sosial, (3) skenario pembelajaran novel Anak Sejuta Bintang karya Akmal Nasery Basral di kelas XI SMA. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskripsi kualitatif. Hasil penelitian disimpulkan bahwa (1) Wujud pendidikan karakter berbasis sosial novel Anak Sejuta Bintang karya Akmal Nasery Basral yaitu (a) berdoa, (b) taat, (c) bersyukur, (d) mandiri, (e) rasa ingin tahu, (f) (jujur), (g) disiplin, (h) pengabdian, (i) peduli lingkungan. (2) Hubungan antara novel Anak Sejuta Bintang sebagai bahan pembelajaran dan Pendidikan Karakter Berbasis Sosial meliputi (a) wujud pendidikan karakter berbasis sosial hubungan manusia dengan Tuhan terdapat 3 kategori dan diperoleh 18 data, (b) wujud pendidikan karakter berbasis sosial hubungan manusia dengan diri sendiri dikelompokkan menjadi 12 kategori dan diperoleh 72 data, (c) wujud pendidikan karakter berbasis sosial hubungan manusia dengan masyarakat dan bangsa dikelompokkan menjadi 5 kategori dan diperoleh 21 data, (d) wujud pendidikan karakter berbasis sosial hubungan manusia dengan sesama, alam sekitar, dan lingkungan sosial dikelompokkan menjadi 8 data dan diperoleh 41 data. (3) Skenario pembelajaran novel Anak Sejuta Bintang karya Akmal Nasery Basral pada siswa kelas XI SMA menggunakan pendekatan Jigsaw, yakni dengan pembelajaran Kompetensi dasar mengungkapkan hal-hal yang menarik dan dapat diteladani tokoh. Pendekatan Jigsaw merupakan pendekatan kooperatif dengan gaya belajar efektif dan menyenangkan. Berikut ini langkah-langkah pembelajaran Jigsaw yakni (a) kegiatan pendahuluan, (b) kegiatan inti, (c) kegiatan penutup. Dengan pendidikan karakter, siswa SMA termotivasi dalam berbagai bentuk pengajaran yang kooperatif, efektif, dan terarah dengan berbagai kegiatan seperti; penayangan film Anak Sejuta Bintang sebagai gambaran yang memperlihatkan pendidikan karakter berbasis sosial.Kata kunci: Pendidikan karakter berbasis sosial. Skenario pembelajaran
NILAI-NILAI MORALDALAM NOVEL AYAH MENGAPA AKU BERBEDA? KARYA AGNES DAVONAR DAN SKENARIOPEMBELAJARANNYA DI SMA KELAS X Taufik Taufik; Bagiya Bagiya
SURYA BAHTERA Vol 2, No 12 (2014): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (603.975 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan: (1) unsur intrinsik novel Ayah Mengapa Aku Berbeda?;(2)nilai-nilai moral novel Ayah Mengapa Aku Berbeda?; (3) skenario pembelajaran novel Ayah Mengapa Aku Berbeda?sebagai bahan pembelajaran sastra di SMA kelas X. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik studi pustaka dan teknik observasi. Teknik analisis data dilakukan dengan metode analisis isi. Teknik penyajian hasil analisis ini dilakukan dengan menggunakan teknik informal. Dari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa (1) unsur intrinsik dalam novel Ayah Mengapa Aku Berbeda? sebagai berikut: (a) tema novel ini adalah kisah perjuangan hidup seorang gadis tunarungu yang cacat sejak dilahirkan dalam menggapai impiannya, (b) tokoh utama dan tokoh tambahan, (c) alur yang digunakan adalah alur maju, (d) latar dalam novel ini terdiri dari latar tempat, latar waktu, dan latar sosial, (e) sudut pandang yang digunakan adalah sudut pandang persona pertama, (f) hubungan antarunsur yang terdapat dalam novel Ayah Mengapa Aku Berbeda? tersebut saling berhubungan yang membangun sebuah cerita, (2) nilai moral dalam novel Ayah Mengapa Aku Berbeda? ada empat yaitu nilai moral hubungan manusia dengan Tuhan, nilai moral hubungan manusia dengan manusia lain, nilai moral hubungan manusia dengan alam sekitar, dan nilai moral hubungan manusia dengan dirinya sendiri, (3) scenario pembelajaran novel Ayah Mengapa Aku Berbeda? di kelas X SMA dengan tahap pendahuluan guru mengkondisikan siswa agar siap menerima pelajaran, lalu pada kegiatan inti guru menerangkan materi unsure intrinsic dan nilai moral, kemudian guru menyuruh siswa untuk berdiskusi membahas unsur intrinsic dan nilai moral setelah itu siswa menyampaikan hasil diskusinya, danpadatahappenutup guru merefleksikegiatanpembelajaransertamenanamkannilai moral yang terkandung di dalam novel Ayah Mengapa Aku Berbeda? sesuai dengan kompetensi dasar menganalisis unsur-unsur intrinsik dan ekstrinsik novel Indonesia/ terjemahan.Kata kunci: nilai moraldan skenario pembelajaran
ANALISIS STRUKTURAL NOVEL BERLAYAR KE SURGA KARYA RAMADHA TSULATSI HAJAR DAN IMPLEMENTASINYA SEBAGAI BAHAN PEMBELAJARAN DI SMA Adi Nugroho; Bagiya Bagiya; Kadaryati Kadaryati
SURYA BAHTERA Vol 2, No 13 (2014): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (596.571 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) mendeskripsi-kan unsur-unsur struktur novel Berlayar ke Surga karya Ramadha Tsulatsi Hajar, (2) mendeskripsikan hubungan antarunsur novel Berlayar ke Surga, dan (3) mendeskripsikan analisis unsur struktural dalam novel Berlayar ke Surga karya Ramadha Tsulatsi Hajar dan implementasinya sebagai bahan pembelajaran di SMA. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Objek penelitian ini adalah teks novel Berlayar ke Surga. Fokus penelitian pada struktur sastra meliputi tema, fakta cerita, sarana sastra, hubungan antarunsur dan implementasinya sebagai bahan pembelajarannya di SMA. Dalam teknik pengumpulan data digunakan teknik observasi. Teknik yang digunakan untuk menganalisis data dalam novel Berlayar ke Surga adalah teknik analisis isi. Dalam penyajian hasil analisis, penulis menggunakan teknik penyajian informal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) novel Berlayar ke Surga karya Ramadha Tsulatsi Hajar bertemakan perjuangan seorang anak yang mencari anggota keluarganya yang hilang akibat bencana tsunami. Fakta cerita mencakup alur, tokoh dan penokohan, dan latar. Plot yang digunakan adalah plot maju (progresif). Tokoh dan penokohan dibagi berdasarkan tokoh utama yaitu Iqbal. Tokoh tambahan Sukma, Firdaus, Najla, Badli, Antin, Samsul, Najla, Zahra, Kakek Nurdin, Pak Widodo/juragan, Ustadz Haris, Ustadz Fauzan. Latar menggunakan latar tempat: Banda Aceh, kota Manado, Medan, Jakarta, Masjid Baiturrahman, pelabuhan, vila, Bunaken, Jakarta, Semarang, penjara, panti asuhan, Bandung, Cibodas, puskesmas, dan lain-lain. Latar waktu terdiri dari: pagi, siang, malam, jam, tahun, dan latar sosial masyarakat Aceh dengan kelas sosial menengah kebawah. Sarana sastra meliputi: judul, sudut pandang, gaya bahasa, dan nada dan ironi. Judul novel Berlayar ke Surga. Sudut pandang yang digunakan adalah sudut pandang orang ketiga. Gaya bahasa dan nada menggunakan gaya bahasa retoris dan kiasan. Nada dan ironi yang digunakan adalah ironi dramatis dan nada ironis. (2) Hubungan antarunsur terjalin begitu erat sehingga membentuk satu kesatuan cerita yang padu. (3) Novel Berlayar ke Surga dapat diimplemen-tasikan sebagai bahan pembelajaran dan diajarkan di SMA kelas XI karena dalam novel Berlayar ke Surga dapat memberikan pesan yang baik bagi siswa.Kata kunci: analisis struktural, bahan pembelajaran di SMA

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 1 (2025): Jurnal Surya Bahtera Vol 12, No 2 (2024): Jurnal Surya Bahtera Vol 12, No 1 (2024): Jurrnal Surya Bahtera Vol 11, No 2 (2023): Jurrnal Surya Bahtera Vol 11, No 1 (2023): Jurrnal Surya Bahtera Vol 10, No 2 (2022): Jurrnal Surya Bahtera Vol 10, No 1 (2022): Jurrnal Surya Bahtera Vol 9, No 2 (2021): Jurrnal Surya Bahtera Vol 9, No 1 (2021): Jurnal Surya Bahtera Vol 8, No 2 (2020): Jurnal Surya Bahtera Vol 8, No 1 (2020): Jurrnal Surya Bahtera Vol 7, No 3 (2019): Jurnal Surya Bahtera Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Surya Bahtera Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Surya Bahtera Vol 6, No 56 (2018): Jurnal Surya Bahtera Vol 6, No 55 (2018): Jurnal Surya Bahtera Vol 6, No 54 (2018): Jurnal Surya Bahtera Vol 6, No 53 (2018): Jurnal Surya Bahtera Vol 6, No 52 (2018): Jurnal Surya Bahtera Vol 6, No 51 (2018): Jurnal Surya Bahtera Vol 6, No 50 (2018): Jurnal Surya Bahtera Vol 5, No 49 (2017): Jurnal Surya Bahtera Vol 5, No 48 (2017): Jurnal Surya Bahtera Vol 5, No 47 (2017): Jurnal Surya Bahtera Vol 5, No 46 (2017): Jurnal Surya Bahtera Vol 5, No 45 (2017): Jurnal Surya Bahtera Vol 5, No 44 (2017): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 43 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 42 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 41 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 40 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 39 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 38 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 37 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 36 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 35 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 34 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 33 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 32 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 31 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 30 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 29 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 28 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 27 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 26 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 25 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 24 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 23 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 22 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 21 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 20 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 19 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 18 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 17 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 16 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 15 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 14 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 13 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 12 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 11 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 10 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 09 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 08 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 07 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 06 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 05 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 04 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 03 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 02 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 01 (2013): Jurnal Surya Bahtera No 01 (2012): Jurnal Surya Bahtera More Issue