cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. purworejo,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Bahtera - Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
ISSN : 23560576     EISSN : 25798006     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Bahtera merupakan jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra dan Budaya. Jurnal ini sebagai media publikasi karya tulis ilmiah yang dihimpun oleh Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas Muhammadiyah Purworejo
Arjuna Subject : -
Articles 919 Documents
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS PUISI DENGAN TEKNIK AKROSTIK DAN MEDIA GAMBAR PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 33 PURWOREJO TAHUN PELAJARAN 2016/2017 Nanda Putriningsih; Bagiya Bagiya; Nurul Setyorini
SURYA BAHTERA Vol 5, No 48 (2017): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (54.357 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) proses pembelajaran menulis puisi siswa kelas VII SMP N 33 Purworejo; (2) motivasi siswa dalam pembelajaran menulis puisi setelah menggunakan teknik akrostik dan media gambar; (3) hasil peningkatan menulis puisi siswa setelah menggunakan teknik akrostik dan media gambar. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang terdiri dari tiga tahap penelitian, yaitu prasiklus, siklus I, dan siklus II. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII-F SMP N 33 Purworejo tahun pelajaran 2016/2017. Teknik pengumpulan data yang digunakan, yaitu teknik tes dan nontes. Selain itu, teknik analisis data yang digunakan, yaitu teknik kuantitatif dan kualitatif. Penulis menggunakan teknik penyajian data dengan teknik informal. Pada penelitian ini taraf keberhasilan siswa dalam menulis puisi minimal 75% dengan KKM 75. Pada hasil penelitian ini ditunjukkan bahwa (1) secara proses adanya peningkatan pelaksanaan pembelajaran pada aspek orientasi keberhasilan, antisipasi kegagalan, inovasi, dan tanggung jawab, (2) peningkatan secara produk dapat dilihat dengan adanya peningkatan nilai menulis puisi siswa pada tahap prasiklus nilai rata-rata siswa dalam menulis puisi 69,13, pada siklus I meningkat menjadi 73,69, dan pada siklus II meningkat menjadi 78,44. Hasil tersebut menunjukkan bahwa penerapan teknik akrostik dan media gambar dapat meningkatkan keterampilan menulis puisi siswa kelas VII SMP Negeri 33 Purworejo tahun pelajaran 2016/2017. Kata kunci: keterampilan menulis puisi, teknik akrostik, media gambar
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS PUISI DENGAN TEKNIK TERATAI (TERTUN, AMATI, RANGKAI) PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 WATUMALANG KABUPATEN WONOSOBO Purwanti Purwanti; Sukirno Sukirno; Kadaryati Kadaryati
SURYA BAHTERA Vol 5, No 48 (2017): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (57.56 KB)

Abstract

  Abstrak : 2017. “Peningkatan Kemampuan Menulis Puisi dengan Teknik Teratai (terjun, amati, ramgkai) pada Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Watumalang Kabupaten Wonosobo”. Skripsi. Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Universitas Muhammadiyah Purworejo. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan (1) proses pembelajaran menulis puisi dengan Teknik Teratai pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Watumalang, (2) peningkatan prestasi siswa dalam keterampilan menulis puisi dengan Teknik Teratai pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Watumalang, (3) perubahan perilaku siswa terhadap penerapan Teknik Teratai dalam pembelajaran menulis puisi pada siswa kelas X SMA N 1 Watumalang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian tindakan kelas (PTK) model Shoimin dengan dua siklus yang dilaksanakan pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Watumalang. Setiap siklus terdiri atas perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan tes dan nontes. Instrumen yang digunakan dalam pengambilan data berupa soal tes, observasi, angket,  catatan lapangan dan dokumentasi. Teknik analisis data digunakan adalah teknik kualitatif untuk menganalisis data yang diperoleh dari data nontes. Teknik kuantitatif untuk mengumpulkan hasil tes menulis puisi yang dapat diambil secara deskriptif. Nilai rata-rata untuk penilaian menulis puisi yaitu 75. Berdasarkan hasil analisis data penelitian ini disimpulkan (1) Proses pembelajaran keterampilan menulis puisi dengan Teknik Teratai untuk meningkatkan keterampilan menulis siswa dilakukan dalam tiga siklus, yaitu prasiklus, siklus I, dan siklus II. Langkah-langkah dalam pembelajaran menulis puisi dengan Teknik Teratai yaitu a. Guru mengajak siswa ke luar kelas untuk melihat langsung lingkungan sekolah, b. siswa mengamati lingkungan sekitar secara langsung, c. siswa merangkai kata-kata dengan pengalaman yang dilihat secara langsung, d. selanjutnya siswa menuangkan ide-idenya untuk ditulis menjadi puisi. Kemampuan menulis puisi dengan Teknik Teratai pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Watumalang Kabupaten Wonosobo Tahun Pelajaran 2016/2017 secara umum mengalami peningkatan. Pertama, rata-rata hasil tes kemampuan awal (prasiklus) hanya mencapai 65,09. Kedua, rata-rata hasil tes siklus I mencapai 71.76. Ketiga, rata-rata hasil tes siklus II mencapai 82,57. Perubahan perilaku siswa terhadap penerapan metode pembelajaran dengan Teknik Teratai dalam pembelajaran menulis puisi dapat diketahui dari hasil lembar kuesioner dan hasil observasi. Pada data lembar kuesioner dapat diketahui bahwa dari prasiklus, siklus I, siklus II mengalami peningkatan. Antusias siswa dalam mengikuti pembelajaran menulis puisi meningkat prasiklus 10 siswa, siklus I 15 siswa dan siklus II 17 siswa.   Kata kunci: menulis, puisi, metode pembelajaran Teknik Teratai
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS CERPEN DENGAN METODE VISUAL, AUDITORIAL, KINESTETIK (VAK) PADA SISWA KELAS VII A SMP NEGERI 26 PURWOREJO TAHUN PELAJARAN 2016/2017 Rina Dwi Winarni; Khabib Sholeh; Suryo Daru Santoso
SURYA BAHTERA Vol 5, No 48 (2017): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (73.072 KB)

Abstract

ABSTRAK: Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan: (1) proses pembelajaran menulis cerpen dengan metode visual, auditorial, kinestetik; (2) pengaruh metode  visual, auditorial, kinestetik terhadap aktivitas siswa dalam pembelajaran menulis cerpen; dan (3) peningkatan keterampilan siswa dalam menulis cerpen dengan metode visual, auditorial, kinestetik pada siswa kelas VII A SMP Negeri 26 Purworejo tahun pelajaran 2016/2017. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII A SMP Negeri 26 Purworejo. Selain itu, teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan teknik tes dan teknik nontes. Teknik validitas data dengan teknik triangulasi. Data dianalisis dengan teknik deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif, sedangkan penyajian data digunakan teknik informal. Berdasarkan penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa: (1) penggunaan metode visual, auditorial, kinestetik, yaitu siswa: (a) dibentuk menjadi beberapa kelompok, (b) menerima cerpen dari guru, (c) mencari unsur intrinsik dari cerpen, (d) menulis cerpen secara individu, (e) saling mengoreksi pekerjaan dengan teman satu kelompok, dan (f) membacakan hasil cerpen yang telah dibuat di depan kelas; (2) metode visual, auditorial, kinestetik berpengaruh baik terhadap aktivitas siswa dalam menulis cerpen. Hal ini dibuktikan dengan peningkatan aktivitas siswa dari prasiklus sampai siklus II. Pada prasiklus siswa yang mengikuti pembelajaran menulis cerpen sebesar 63%. Sementara itu, pada siklus I meningkat menjadi 72% dan pada siklus II meningkat lagi  menjadi 82%. (3) peningkatan keterampilan menulis cerpen dengan metode visual, auditorial, kinestetik terlihat pada meningkatnya jumlah ketuntasan siswa. Pada prasiklus siswa yang mencapai KKM hanya 2 siswa dengan nilai rata-rata 52,40, pada siklus I meningkat menjadi 13 siswa dengan rata-rata 65,27, dan pada siklus II menjadi 18 siswa dengan nilai rata-rata 72,03.   Kata Kunci: Keterampilan Menulis Cerpen, metode visual, auditorial, kinestetik  
Kajian Intertekstualitas Novel Ayat-Ayat Cinta Karya Habiburrahman El Shirazy dan Wanita Pendamba Surga Karya Risma El Jundi dan Rencana Pelaksanaan Pembelajarannya di SMA Rini Puji Astuti; Kadaryati Kadaryati; Bagiya Bagiya
SURYA BAHTERA Vol 5, No 48 (2017): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (58.362 KB)

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) unsur intrinsik, (2) intertekstualitas sastra meliputi persamaan, perbedaan, hipogram, dan transformasi yang terdapat dalam unsur intrinsik novel  AAC dan novel WPS, (3) rencana pelaksanaan pembelajaran novel AAC dan novel WPS di SMA. Sumber data penelitian ini adalah  novel AAC dan WPS. Teknik pengumpulan data penelitian ini adalah teknik observasi. Teknik analisis data dengan teknik analisis isi dan teknik penyajian hasil analisis menggunakan metode informal. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa (1) unsur intrinsik novel AAC dan WPS terdiri dari: (a) tema, (b) alur, (c) tokoh utama, tokoh tambahan, (d) latar tempa, latarwaktu, (e) latar sosial, (f) sudut pandang, (g) gaya bahasa. (2) Interteks­tualitas sastra meliputi persamaan terletak pada aspek: (a) tema: cinta kepada sesama manusia dan terjadi ekspansi, (b) beralur lurus mengalami modifikasi, (c) tokoh utama: memiliki sifat yang hampir sama dan mengalami modifikasi, (d) latar tempat: Masjid dan Rumah Sakit dan mengalami modifikasi, latar waktu: pagi, siang, dan malam hari dan terjadi modifikasi, (e) sudut pandang: persona pertama “aku”. Dan perbedaan: (a) tema: cerita sehingga menimbulkan ekspansi, (b) latar tempat: novel AAC terjadi di kota Mesir, sedangkan novel WPS terjadi di Turki, terjadi modifikasi, (c) gaya bahasa: novel AAC terdapat majas litotes, sedangkan dalam novel WPS terdapat majas asosiasi, terjadi ekspansi dan konversi, (3) Rencana pelaksanaan pembelajaran novel AAC dan novel WPS di SMA terdiri dari: (a) guru membagi kelompok, (b) guru menyuruh siswa maju ke depan, (c) siswa mempresentasikan hasil diskusinya, (d) guru mengarahkan pokok permasalahan, (e) guru memberi tugas untuk menganalisis intertekstualitas pada persamaan, perbedaan, hipogram, dan transformasi yang terdapat pada unsur intrinsik, (f) guru merefleksi hasil belajar siswa. Kata kunci: intertekstualitas, novel, rencana pelaksanaan pembelajaran  
KAJIAN INTERTEKSTUALITAS FILM ASSALAMUALAIKUM BEIJING KARYA GUNTUR SORHARJANTO DAN FILM WAALAIKUMSALAM PARIS KARYA BENNI SETIAWAN DAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARANNYA DI KELAS XI SMA Sri Wahyuningsih; Kadaryati Kadaryati; Bagiya Bagiya
SURYA BAHTERA Vol 5, No 48 (2017): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (64.327 KB)

Abstract

Abstrak: Tujuan skripsi ini adalah untuk mendeskripsikan: (1) unsur intrinsik, (2) intertekstualitas sastra meliputi persamaan, perbedaan, hipogram, dan transformasi, (3) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran film Assalamualaikum Beijing (AB) karya Guntur Sorharjanto dan Film Waalaikumsalam Paris (WP) karya Benni Setiawan di kelas XI SMA. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah film ABdan film WP. Dalam pengumpulan data digunakanteknikstudipustaka. Teknikanalisis data dengan teknik analisis isi dan dalam penyajian hasil analisis digunakan metode informal. Hasil penelitian disimpulkan bahwa: (1) unsur intrinsik film AB terdiridari: a) alur: lurus;b) tokoh: tokohutama: Asmara Nadia, Zhongwen, tokoh tambahan: Dewa dan Sekar; c) latar tempat: apartemen Asma, rumah, latar waktu: siang dan sore, latar suasana: menyenangkan, menyedihakan; d) dialog menggambarkan perasaan; e) tema: perjuangan cinta laki-laki demi wanita yang dicintainya; unsur intrinsik film WP terdiri dari; a) alur: lurus; b) tookh utama: Itje, Clement, tokoh tambahan: Dadang, Camille, Ine, Yayat; c) latar tempat: rumah Itje, rumah Clement, latar waktu: pagi dan siang, latar suasana: menyenangkan dan mengharukan; d) dialog menggambarkan perasaan dan dialog menggambarkan watak; e) tema: perjuangan cinta seorang laki-laki demi seseorang yang dicintai; (2) persamaan film AB dan film WP terdiri dari: a) alur: lurus mengalami modifikasi; b) tokoh utama: tokoh laki-laki mengalami modifikasi; c) latar tempat: rumah dan restoran, latar waktu: siang dan malam, latar suasana: menyenagkan dan menyedihkan, mengalami modifikasi; d) dialog: menggambarkan perasaan tokoh dan terjadi konversi; e) tema: perjuangan cinta seorang laki-laki demi seseorang yang dicintai dan terjadi ekspansi. Perbedaan kedua film terletak pada aspek: a) tokoh: film AB tokoh perempuan baik dan penyabar, sedangkan film WP tokoh utama perempuan kasar dan tidak sabaran, sehingga terjadi konversi; b) latar tempat: AB di Beijing, sedangkan WP di Paris sehingga terjadi ekspansi; c) tema: perjuangan cinta sehingga menimbulkan ekspansi; (3) rencana pelaksanaan pembelajaran film AB dan film WP di kelas XI SMA terdiri dari: a) guru menyampaikan materi pembelajaran, b) guru menyuruh siswa menganalisis unsur intrinsik film, c) siswa mempresentasikan hasil belajarnya, d) guru memberi tugas untuk membandingkan intertekstualitas pada persamaan dan perbedaan unsur intrinsik, e) guru dan siswa menyimpulkan hasil pembelajaran, f) guru merefleksi hasil belajar siswa.   Kata kunci: intertekstualitas, film, rencana pelaksanaan pembelajaran.
STRUKTUR DAN NILAI PENDIDIKAN NOVEL 5 CM KARYA DONNY DHIRGANTORO DAN RELEVANSINYA SEBAGAI MATERI PEMBELAJARAN SASTRA DI SMA Teguh Irianto; Bagiya Bagiya; Joko Purwanto
SURYA BAHTERA Vol 5, No 48 (2017): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (55.209 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) unsur intrinsik yang terdapat dalam novel 5 Cm karya Donny Dhirgantoro; (2) nilai pendidikan yang terdapat dalam novel 5 Cm karya Donny Dhirgantoro; dan (3) Relevansi novel 5 Cm karya Donny Dhirgantoro sebagai materi ajar apresiasi sastra di SMA. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah novel 5 Cm karya Donny Dhirgantoro. Data penelitian ini berupa kutipan-kutipan dari novel 5 Cm karya Donny Dhirgantoro. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik pustaka dan teknik simak dan catat. Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti itu sendiri dibantu kartu pencacat data, bolpoin, pensil dan buku-buku yang relevan yang mendukung sebagai acuan. Teknik analisis data menggunakan “content analysis” atau analisis isi. Penyajian hasil analisis menggunakan metode informal. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa (1) unsur intrinsik novel 5 Cm karya Donny Dhirgantoro terdiri dari: (a) tema dalam novel 5 Cm karya Donny Dhirgantoro adalah persahabatan, (b) Tokoh utama Arial memiliki karakter sederhana, menarik, periang, tenang, murah senyum, kurang perhatian dan tidak sombong; tokoh tambahannya yaitu Riani memiliki karakter cerdas, pandai, berkarisma, sederhana dan pandai; Zafran memiliki karakter pandai, tidak berpendirian, jujur dan kocak; Ian memiliki karakter suka tantangan, penggila bola, suka film porno, suka makan; Genta memiliki karakter baik, berjiwa pemimpin, berjiwa sosial, cerdas dan pandai. (c) Alur yang digunakan adalah alur maju.(d) Latar yang terdapat dalam novel 5 Cm karya Donny Dhirgantoro: latar tempat meliputi: rumah Arial, Jakarta, Bogor, SMA, Cirebon, Ranu Pane, Ranu Kumbolo, dan Puncak Mahameru;  latar waktu terjadi tahun 1998 sampai dengan 2012 ketika zaman reformasi; dan latar sosial terjadi pada masyarakat modern yang telah terpengaruh oleh budaya konsumerisme dan budaya Individualitas, karena interaksi dengan masyarakat yang kurang. (e) Sudut pandang yang digunakan adalah orang ketiga “dia” serba tahu. (2) nilai-nilai pendidikan yaitu nilai pendidikan sosial meliputi keadilan, toleransi, tolong menolong, demokratis dan menghormati orang tua; nilai pendidikan moral meliputi tanggung jawab, jujur, bijaksana, disiplin, sabar, pekerja keras; pendidikan religius meliputi bersyukur, percaya adanya Tuhan, dan berdoa; nilai pendidikan estetika meliputi memberikan gagasan, mendidik, mengajak, menyampaikan pesan, dan memahami orang lain. (3) Relevansi novel 5 Cm karya Donny Dhirgantoro sebagai materi ajar apresiasi sastra di SMA pada standar kompetensi menyimak  dan pada kompetensi dasar membaca untuk memahami makna kata, bentuk kata, ungkapan, dan kalimat dalam konteks bekerja masih sangat relevan. Dengan melihat kenyataan dan keadaan tentang kegunaan serta manfaat keempat nilai pendidikan yang terdapat dalam novel untuk pembentukan sikap dan karakter anak didik di SMA.   Kata Kunci : nilai pendidikan, novel 5 Cm, relevansi pembelajaran sastra  
PENINGKATAN KEMAMPAUN MENULIS CERITA ANAK DENGAN METODE TWO STAY TWO STRAY PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 3 KROYA TAHUN AJARAN 2016/2017 Ulfa Faradina Dewi; Khabib Sholeh; Suryo Daru Santoso
SURYA BAHTERA Vol 5, No 48 (2017): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (54.646 KB)

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsi: (1) penerapan pembelajaran menulis cerita anak menggunakan metode two stay two stray pada siswa kelas VII SMP Negeri 3 Kroya; (2) pengaruh minat belajar siswa menggunakan metode two stay two stray pada siswa kelas VII SMP Negeri 3 Kroya; dan (3) peningkatan kemampuan siswa menulis cerita anak menggunakan metode two stay two stray pada siswa kelas VII SMP Negeri 3 Kroya. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII H SMP Negeri 3 Kroya Tahun Pelajaran 2016/2017 sebanyak 32 siswa. Penelitian ini terdiri dari tiga tahap, yaitu prasiklus, siklus I, dan siklus II. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan tes dan nontes. Dalam analisis data, digunakan teknik kualitatif dan kuantitatif. Untuk mengecek keabsahan data, digunakan teknik validitas data melalui triangulasi. Berdasarkan hasil analisis data, dihasilkan bahwa langkah-langkah proses pembelajaran menulis cerita anak menggunakan metode two stay two stray meliputi, siswa berdiskusi menentukan tema dan isi cerita anak dengan anggota kelompok yang teriri atas empat siswa, dua siswa dari setiap kelompok berkunjung ke kelompok lain, dua orang yang tinggal bertugas membagikan hasil diskusi, kembali ke kelompok masing-masing untuk membahas hasil informasi yang didapatkan, setiap siswa menulis cerita anak yang sesuai dengan informasi yang diperoleh. Minat belajar siswa menggunakan metode two stay two stray sangat baik. Hal ini terbukti dari persentase siswa ketika memperhatikan materi yang disampaikan guru pada tahap prasiklus sebesar 34,3%. Setelah menggunakan metode two stay two straymeningkat menjadi 87,5% pada siklus I dan meningkat lagi menjadi 93,75% pada siklus II.             Peningkatan kemampuan siswa dalam menulis cerita anak pada tahap prasiklus nilai rata-rata yang diperoleh sebesar 69.3, pada siklus I meningkat menjadi 7.6, dan meningkat lagi menjadi 86.2 pada siklus II.   Kata kunci: kemampuan menulis cerita anak, metode two stay two stray.
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS TEKS EKSPOSISI DENGAN METODE TWO STAY TWO STRAY PADA SISWA KELAS X SMK NEGERI 1 AMBAL TAHUN PELAJARAN 2016/2017 Umi Sobariyah; Khabib Sholeh; Suryo Daru Santoso
SURYA BAHTERA Vol 5, No 48 (2017): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (68.387 KB)

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsi (1) penerapan pembelajaran menulis teks eksposisi menggunakan metode two stay two stray pada siswa kelas X SMK Negeri 1 Ambal, (2) pengaruh metode two stay two stray pada siswa kelas X SMK Negeri 1 Ambal terhadap peningkatan minat belajar siswa, dan (3) peningkatan kemampuan siswa menulis teks eksposisi pada siswa kelas X SMK Negeri 1 Ambal dengan metode two stay two stray. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Penelitian ini terdiri atas tiga tahapan, yaitu prasiklus, siklus I, dan siklus II. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan tes dan nontes. Teknik tes berupa tes tertulis menulis teks eksposisi untuk mengetahui kemampuan menulis teks eksposisi siswa, sedangkan teknik nontes meliputi teknik observasi, angket, catatan lapangan, dan dokumentasi untuk mengetahui minat belajar siswa menggunakan metode two stay two stray. Dari hasil penelitian, peningkatan kemampuan siswa dalam menulis teks eksposisi dapat dilihat dari jumlah siswa yang mencapai nilai KKM. Pada tahap prasiklus siswa yang mencapai nilai KKM hanya 6 siswa, kemudian pada siklus I meningkat menjadi 19 siswa dan meningkat lagi menjadi 29 siswa pada siklus II. Dengan demikian, metode two stay two stray dapat meningkatkan minat dan kemampuan siswa dalam pembelajaran menulis teks eksposisi.   Kata kunci: kemampuan menulis teks eksposisi, metode two stay two stray.  
PENINGKATAN KEMAMPUAN BERBICARA BERBASIS KOOPERATIF TIPE STAD PADA SISWA KELAS XI SMA MUHAMMADIYAH PURWOREJO Cintya Nurika Irma; Bagiya Bagiya; Umi Faizah
SURYA BAHTERA Vol 1, No 07 (2013): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (625.372 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mendeskripsikan: (1) pembelajaran berbicara yang dikembangkan dengan pendekatan kooperatif tipe STAD; (2) perubahan sikap dan tingkah laku siswa setelah mengikuti pembelajaran berbicara menggunakan model kooperatif tipe STAD; dan (3) peningkatan prestasi belajar siswa kelas XI IPA se-mester II SMA Muhammadiyah Purworejo tahun pelajaran 2012/2013 setelah mengikuti pembelajaran berbicara menggunakan model kooperatif tipe STAD. Pengambilan data dilakukan dengan tes dan nontes. Dalam teknik analisis data, peneliti menggunakan me-tode kualitatif. Teknikpenyajianhasilanalisis data yang digunakan adalah metode penya-jian informal. Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa (1) penerapan model pembelajaran berbasis kooperatif tipe STAD meliputi materi pembelajaran dan pembagian tim, menentukan skor awal, membangun tim, tes individu, dan penghargaan kelompok; (2) siswa mengalami perubahan perilaku positif terhadap proses pembelajar-an berbicara melalui model pembelajaran kooperatif tipe STAD, hasil prasiklus sebesar 85%, siklus I 90%, dan siklus II 90% siswa memiliki perhatian baik selama kegiatan pem-belajaran sedangkan aspek aktif dala mpembelajaran pada prasiklus sebesar 75%, siklus I 90%, dan siklus II 95%; dan (3) hasil kemampuan berbicara siswa mengalami peningkat-an melalui model pembelajaran kooperatif tipe STAD, nilai rata-rata pada prasiklus sebe-sar 67,4, siklus I 74,4, dan siklus II sebesar 84.Kata Kunci: kemampuan berbicara, pembelajaran kooperatif, student team achieve ment divisions(STAD).
ANALISIS DEIKSIS DALAM TAJUK RENCANA HARIAN KOMPAS DAN RELEVANSINYA DENGAN PEMBELAJARAN MENULIS DI KELAS X Isnani, Isnani; Bagiya, Bagiya
SURYA BAHTERA Vol 1, No 07 (2013): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (600.035 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) bentuk-bentuk deiksis da-lam tajuk rencana harian Kompas tahun 2012; (2) distribusi deiksis dalam tajuk rencana harian Kompas tahun 2012; dan (3) relevansi penggunaan deiksis dalam tajuk rencana harian Kompas dengan Pembelajaran Menulis di SMA kelas X. Sampel dalam penelitian ini adalah dua ratus sembilan kalimat yang mengandung deiksis dalam 33 tajuk rencana harian Kompas edisi Oktober-Desember tahun 2012. Dalam pengambilan sampel, pene-liti menggunakan teknik sampling purposive. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi. Metode dan teknik analisis data yang digunakan adalah meto-de agih dengan teknik ganti. Dalam penyajian hasil analisis data digunakan teknik penya-jian informal. Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa: (1) bentuk-bentuk deik-sis dalam tajuk rencana harian Kompas tahun 2012 edisi Oktober-Desember dibagi men-jadi dua, yaitu deiksis eksofora yang terdiri dari deiksis persona, deiksis tempat, dan de-iksis waktu, serta deiksis endofora yang terdiri dari deiksis anafora dan katafora, (2) dis-tribusi deiksis pada bagian awal kalimat memiliki presentase sebesar 20,9%, deiksis yang berada di tengah kalimat memiliki presentase sebesar 64,1%, sedangkan presentase un-tuk deiksis pada akhir kalimat sebesar 14,0 %, (3) relevansi pembelajaran deiksis dengan materi menulis paragraf di kelas X SMA mencakup tujuan pembelajaran, materi pembe-lajaran, metode pembelajaran, langkah-langkah pembelajaran, sumber belajar, waktu pembelajaran dan penilaian dalam penggunaan deiksis pada kompetensi dasar menulis paragraf argumentatif.Kata Kunci: deiksis, tajuk rencana harian kompas, pembelajaran menulis

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 1 (2025): Jurnal Surya Bahtera Vol 12, No 2 (2024): Jurnal Surya Bahtera Vol 12, No 1 (2024): Jurrnal Surya Bahtera Vol 11, No 2 (2023): Jurrnal Surya Bahtera Vol 11, No 1 (2023): Jurrnal Surya Bahtera Vol 10, No 2 (2022): Jurrnal Surya Bahtera Vol 10, No 1 (2022): Jurrnal Surya Bahtera Vol 9, No 2 (2021): Jurrnal Surya Bahtera Vol 9, No 1 (2021): Jurnal Surya Bahtera Vol 8, No 2 (2020): Jurnal Surya Bahtera Vol 8, No 1 (2020): Jurrnal Surya Bahtera Vol 7, No 3 (2019): Jurnal Surya Bahtera Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Surya Bahtera Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Surya Bahtera Vol 6, No 56 (2018): Jurnal Surya Bahtera Vol 6, No 55 (2018): Jurnal Surya Bahtera Vol 6, No 54 (2018): Jurnal Surya Bahtera Vol 6, No 53 (2018): Jurnal Surya Bahtera Vol 6, No 52 (2018): Jurnal Surya Bahtera Vol 6, No 51 (2018): Jurnal Surya Bahtera Vol 6, No 50 (2018): Jurnal Surya Bahtera Vol 5, No 49 (2017): Jurnal Surya Bahtera Vol 5, No 48 (2017): Jurnal Surya Bahtera Vol 5, No 47 (2017): Jurnal Surya Bahtera Vol 5, No 46 (2017): Jurnal Surya Bahtera Vol 5, No 45 (2017): Jurnal Surya Bahtera Vol 5, No 44 (2017): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 43 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 42 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 41 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 40 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 39 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 38 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 37 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 36 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 35 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 34 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 33 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 32 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 31 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 30 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 29 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 28 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 27 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 26 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 25 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 24 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 23 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 22 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 21 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 20 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 19 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 18 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 17 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 16 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 15 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 14 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 13 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 12 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 11 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 10 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 09 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 08 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 07 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 06 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 05 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 04 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 03 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 02 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 01 (2013): Jurnal Surya Bahtera No 01 (2012): Jurnal Surya Bahtera More Issue