cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. purworejo,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Bahtera - Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
ISSN : 23560576     EISSN : 25798006     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Bahtera merupakan jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra dan Budaya. Jurnal ini sebagai media publikasi karya tulis ilmiah yang dihimpun oleh Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas Muhammadiyah Purworejo
Arjuna Subject : -
Articles 915 Documents
KAJIAN INTERTEKSTUALITAS NOVEL PEREMPUAN BERKALUNG SORBAN KARYA ABIDAH EL KHALIEQY DAN FILM KARTINI KARYA HANUNG BRAMANTYO DAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARANNYA DI KELAS XII SMA Ika Yuniarti; Kadaryati Kadaryati; Bagiya Bagiya
SURYA BAHTERA Vol 6, No 55 (2018): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (97.226 KB)

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan: (1) unsur intrinsik novel PBS karya Abidah El Khalieqy dan film Kartini karya Hanung Bramantyo; (2) intertekstualitas sastra meliputi persamaan, perbedaan, hipogram, dan transformasi; (3) rencana pelaksanaan pembelajarannya novel PBS Karya Abidah El Khalieqy dan film Kartini karya Hanung Bramantyo di kelas XII SMA. Sumber data penelitian ini adalah novel PBS dan film Kartini. Dalam pengumpulan data adalah teknik simak dan teknik catat. Teknik analisis data dilakukan dengan teknik analisis isi dan dalam penyajian hasil analisis digunakan metode informal. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa (1) unsur instrinsik tema dan fakta novel PBS (a) tema: usaha menuntut hak-hak perempuan; (b) alur: maju (Progresif); (c) tokoh: (i) tokoh utama: Annisa bersifat gigih atau pantang (ii) tokoh tambahan: Lek Khudori (protagonis), Hanan Abdul Malik (antagonis); (d) latar: (i) latar tempat: Pondok pesantren, (ii) latar waktu: pagi, (iii) latar suasana: bahagia dan menyedihkan. Unsur instrinsik film Kartini, (a) tema: usaha menuntut hak-hak perempuan; (b) alur: maju (Progresif); (c) tokoh: (i) tokoh utama: Kartini bersifat gigih atau pantang menyerah (ii) tokoh tambahan: Ario Sosroningrat (protagonis), Moeryam (antagonis); (d) latar: (i) latar tempat: pendopo (ii) latar waktu: pagi, (iii) latar suasana: bahagia dan mengharukan. (2) Intertekstual sastra persamaan novel PBS dan film Kartini, (a) tema: Usaha menuntut hak-hak perempuan, dan terjadi ekspansi; (b) beralur maju mengalami modifikasi; (c) tokoh utama: memiliki sifat yang hampir sama, mengalami modifikasi; (d) latar: (i) latar tempat mengalami modifikasi; (ii) latar waktu: pagi, siang, dan malam hari menga­­­lami modifikasi; (iii) latar suasana: bahagia, menyedihkan, dan mengharu­kan menga­lami modifikasi. Perbedaan novel PBS dan film Kartini: (a) tema: perjodo­han yang dilakukan kedua orangtua; (b) latar: (i) latar tempat: novel PBS terjadi di Yogyakarta dan film Kartini di Jepara. Hipogram: (a) ekspansi: tema; (b) konver­si: gaya bahasa­/diaolog; (c) modifikasi: tokoh dan latar tempat; (d) ekserp: latar suasana. Transformasi: wujud transformasi alur dan latar; (3) rencana pelak­sanaan pembelajaran di kelas XII SMA, (a) guru menyampaikan unsur intrinsik; (b) guru menyuruh siswa menganalisis unsur intrinsik; (c) siswa mempresen­tasikan hasil belajar­nya; (d) guru memberi tugas untuk menganalisis interteks­tualitas.   Kata kunci: Intertekstualitas, novel dan film, rencana pelaksanaan pembelajaran
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE, INTEGRITED, READING, AND COMPOSITION TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS TEKS NEGOSIASI PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 BULUSPESANTREN TAHUN AJARAN 2017/2018 Muhammad Amin Habibi; Sukirno Sukirno; Nurul Setyorini
SURYA BAHTERA Vol 6, No 55 (2018): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.225 KB)

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan:  (1) pengaruh model CIRC (Cooperative, Integrited, Reading, and Compo­si­tion) terhadap motivasi siswa kelas X SMA Negeri 1 Buluspesantren; (2) pengaruh model CIRC terhadap kemampuan menulis teks negosiasi siswa kelas X SMA Negeri 1 Buluspesantren; (3) perbandingan kemampuan menulis teks negosiasi dengan model CIRC dan model konvensinal. Populasi dalam penelitian ini adalah SMA Negeri 1 Buluspesantren dan sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas X IPA 1 sebagai kelas eksperimen dan kelas X IPA 2 sebagai kelas kontrol. Data penelitian diperoleh melalui tes untuk mengetahui kemampuan menulis teksnegosiasi siswa. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) model pembelajaran CIRC membuat siswa termotivasi dalam belajar. Hasil kuesioner pretest kelompok eksperimen sebelum menggunakan model pembelajaran CIRC menyatakan bahwa siswa ragu-ragu (56%) termotivasi dalam belajar, sedangkan hasil posttest siswa dalam kategori setuju (81%) bahwa siswa termotivasi dalam belajar, (2) terdapat pengaruh positif penggunaan model pembelajaran CIRC terhadap hasil menulis teks negosiasi siswa. Nilai rata-rata menulis teks negosiasi siswa kelompok eksperimen meningkat yaitu dari 64,10 menjadi 86,3. Hal tersebut terbukti setelah diperoleh uji t diperoleh nilai thitung>ttabel yaitu 15.147 > 0,349 hal tersebut menunjukan bahwa model pembelajaran CIRC berpengaruh terhadap kemampuan menulis teks negosiasi kelas eksperimen. (3) siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran CIRC hasilnya lebih baik dibandingkan dengan siswa yang diajar dengan menggunakan model konvensional. Nilai rata-rata posttest kelompok eksperimen yaitu 86,3 sedangkan nilai posttest kelas kontrol yaitu 70, 25 hal tersebut terbukti setelah perhitungan uji t diperoleh nilai thitung>ttabel yaitu 10.337 > 0,349 hal tersebut menunjukan bahwa perbedaan nilainya signifikan dengan nilai Sig. (2-tailed) 0,000. Kata kunci : model pembelajaran, CIRC, teks negoisasi, dan SMA.
ANALISIS PENDIDIKAN KARAKTER NOVELSABTU BERSAMA BAPAK KARYA ADHITYA MULYA DAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARANNYA DENGAN MODEL TIPE STUDENT TEAM ACHIEVEMENT AND DIVISION DI SMA Nur Aini; Sukirno Sukirno; Nurul Setyorini
SURYA BAHTERA Vol 6, No 55 (2018): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (91.034 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendeskripsikan: (1) unsur intrinsik dalam novel Sabtu  Bersama Bapak; (2) nilai pendidikan karakter novel Sabtu Bersama Bapak; dan (3) rencana pelaksanaan pembelajaran novel Sabtu Bersama Bapak sebagai bahan pembelajaran sastra di SMA. Penelitian ini merupa­kan penelitian deskripsi kualitatif. Fokus penelitian ini adalah nilai pendidikan karak­ter novel Sabtu Bersama Bapak karya Adhitya Mulya. Data yang digunakan adalah keseluruhan teks novel dan buku tambahan  tentang sastra, dan pendidikan karak­ter. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik studi pustaka. Instru­men penelitian  yang digunakan adalah peneliti itu sendiri dibantu dengan buku pencatat data. Analisis data dilakukan dengan metode analisis isi. Teknik penyajian hasil analisis dengan teknik informal. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa: (1) unsur intrinsik dalam novel Sabtu Bersama Bapak sebagai berikut; (a) tema fisik (percinta­an), tema organik/moral (masalah keluarga); (b) tokoh dan penokohan, tokoh utamanya adalah Cakra: laki-laki yang pintar dan bijkasana, sedangkan tokoh tam­bahannya, yaitu Ibu Itje: seorang ibu yang baik dan sayang kepada anaknya, pak Gunawan: seorang sumi yang bak dan bijaksana, Satya: seorang ayah yang mudah marah namun sayang pada anaknya, Rissa: seorang istri ibu yang baik, Ryan: anak yang baik pada orang tuanya, Dani: anak kecil yag polos, Miku: anak kecil yang  ma­sih sangat polos. Ayu: wanita cantik, baik dan pintar, Salman:  laki-laki pintar dalam hal pekerjaannya dan pintar dalam menarik hati perempuan; (c) alur yang digunakan yaitu alur campuran; (d) latar tempat, latar waktu, dan latar suasana; dan (e) sudut pandang dalam novel ini yaitu sudut pandang orang ketiga serba tahu; (2) nilai pendidikan karakter dalam novel Sabtu Bersama Bapak ada enam belas yaitu:  religi­us, jujur, toleransi, disiplin, kerja, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, menghargai prestasi, bersahabat/komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, tanggung jawab. (3) rencana pelaksanaan pembelajaran novel Sabtu Bersama Bapak karya Adhitya Mulya menggunakan  model Tipe  Student Team Achievement and Division (STAD). Evaluasi yang digunakan dalam pembelajar­an ini yaitu tertulis dengan menggunakan tes esai.   Kata Kunci: novel, nilai pendidikan karakter, rencana pelaksanaan pembelajaran
ANALISIS SOSIOLOGI SASTRA NOVEL MATAHARI KARYA TERE LIYE DAN SKENARIO PEMBELAJARAN MENULIS DI KELAS XII SMK Uty Puspitasari; Kadaryati Kadaryati; Bagiya Bagiya
SURYA BAHTERA Vol 6, No 55 (2018): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (103.303 KB)

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan: (1) struktur novel Matahari karya Tere Liye; (2) aspek–aspek sosiologi sastra; (3) hubungan antaraspek sosiologi sastra; dan (4) skenario pembelajaran menulis dalam pengajaran sastra novel Matahari karya Tere Liye di kelas XII SMK. Objek penelitian adalah novel Matahari karya Tere Liye. Fokus penelitian pada struktur karya sastra, aspek–aspek sosiologi sastra serta hubungan an–taraspek sosiologi sastra, dan skenario pembelajaran menulis dalam pengajaran sastra novel Matahari karya Tere Liye di kelas XII SMK. Sumber data penelitian adalah novel Matahari. Pengumpulan data dengan teknik baca, simak, dan catat. Analisis data dengan teknik analisis isi dan penyajian hasil analisis data digunakan teknik informal. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa: (1) struktur novel Matahari karya Tere Liye, yaitu: a) te–ma: persahabatan tiga remaja; b) tokoh dan penokohan, yaitu: 1) tokoh utama: Raib se–orang remaja penuh prasangka dan tidak pantang menyerah; Seli sosok perhatian dan selalu berpikir positif; dan Ali pemuda jenius dan cerdas serta 2) tokoh tambahan: orang tua Raib dan Seli, Faarazaraaf, dan Marsekal Laar; c) alur: maju–mundur; d) latar dibagi tiga: (1) latar tempat: sekolah, rumah Raib, lembah hijau, kota Zaramaraz, dan markas Dewan Kota; (2) latar waktu: pagi, siang, dan malam; dan (3) latar sosial–budaya ber–kaitan dengan masalah penamaan tokoh; e) sudut pandang: orang pertama serba tahu; dan f) amanat: persahabatan di atas segalanya dan hal paling utama; (2) aspek–aspek sosiologi sastra novel Matahari karya Tere Liye ada tiga aspek, yaitu: a) aspek kekera–batan: hubungan orang tua dengan anak; tiga sahabat, Raib dengan orang tua dari saha–batnya, dan tiga sahabat dengan orang lain; b) aspek moral: berprasangka buruk dan baik terhadap sahabat sendiri, kejujuran orang tua kepada anaknya, dan saling mem–bantu sahabat ketika kesulitan; dan c) aspek cinta kasih: cinta kasih orang tua kepada anaknya, sahabat, dan orang lain; (3) hubungan antaraspek sosiologi sastra novel Matahari karya Tere Liye: a) aspek kekerabatan dan moral: orang tua angkat baik, sahabat saling membantu, dan orang lain suka menolong; b) aspek kekerabatan dan cinta kasih: orang tua angkat menyayangi seperti anak kandungnya, sahabat saling mengasihi satu sama lain, dan orang lain mengasihi sepenuh hati; dan c) aspek moral dan cinta kasih: kebaikan hati orang tua yang tulus dalam menyayangi anaknya meski bukan anak kandungnya; dan (4) skenario pembelajaran menulis dalam pengajaran sastra novel Matahari karya Tere Liye di kelas XII SMK dilaksanakan dengan Kompetensi Dasar 3.9 Menganalisis isi dan kebahasaan novel dengan menggunakan.Kata kunci: sosiologi sastra, novel, skenario pembelajaran SMK.
KAJIAN INTERTEKSTUALITAS PUISI KITA ADALAH PEMILIK SAH REPUBLIK INI KARYA TAUFIQ ISMAIL DAN PUISI GERILYA KARYA W.S. RENDRA DAN SKENARIO PEMBELAJARANNYA DI KELAS X SMK Yulia Fatfa Azizah; Kadaryati Kadaryati; Nurul Setyorini
SURYA BAHTERA Vol 6, No 55 (2018): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (103.391 KB)

Abstract

Abstrak: Tujuan skripsi ini adalah mendeskripsikan(1)hipogram dan teks transformasipuisi Kita adalah Pemilik Sah Republik Ini karya Taufiq Ismail dan puisiGerilya karya W.S. Rendra, (2) intertekstualitas sastra dengan persamaan dan perbedaan unsur bentuk fisik dan batin puisi Kita adalah Pemilik Sah Republik Ini karya Taufiq Ismail dan puisi Gerilya karya W.S. Rendra, (3) skenario pembelajaran puisi Kita adalah Pemilik Sah Republik Ini karya Taufiq Ismail dan puisi Gerilya karya W.S. Rendra di kelas X SMK.Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan intertekstualitas. Pendekatan tersebut bertujuan untuk mencari hubungan intertekstualitas antara puisi Kita adalah Pemilik Sah Republik Ini dan puisi Gerilya. Sumber data penelitian ini adalah puisi Kita adalah Pemilik Sah Republik Ini (KAPSRI) dan puisi Gerilya (G). Teknik pengumpulan data penelitian ini adalah observasi. Teknik analisis data dengan teknik analisis isi dan teknik penyajian hasil analisis menggunakan metode informal. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa (1) puisi Gerilya karya W.S. Rendra merupakan hipogram dari puisi Kita adalah Pemilik Sah Republik Ini karya Taufiq Ismail dan puisi Kita adalah Pemilik Sah Republik Ini karya Taufiq Ismail merupakan transformasinya, (2) intertekstual sastra persamaan puisi KAPSRI dan Gerilyaterletak padaaspek: a) tema: perjuangan/patriotisme mengalami ekspansi, b) nada dan suasana: nada kritik untuk menimbulkan suasana penuh pemberontakan mengalami modifikasi. Perbedaan puisi KAPSRI dan Gerilya: a) perasaan: perasaan yang ditimbulkan oleh puisi Gerilya adalah perasaan sedih, prihatin karena seseorang pahlawan yang harus gugur di medan perang, sedangkan pada perasaan yang ditimbulkan pada puisi KAPSRI Ini menggambarkan perasaan geram yang ditonjolkan karena penyair merasa bahwa ketidakadilan sudah begitu merajalela sehingga menimbulkan ekspansi, (3) Skenario Pembelajaranpuisi KAPSRI dan puisi Gerilyayakni pada KD 3.16 dan KD 3.17, menggunakan model pembelajaran TS-TS, evaluasi dilakukan dengan evaluasi aspek kognitif, aspek psikomotorik, dan aspek afektif.   Kata kunci: intertekstualitas, puisi, dan skenario pembelajarannya.
ANALISIS NILAI RELIGIUS PADA NOVEL PESANTREN IMPIAN KARYA ASMA NADIA DAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARANNYA DENGAN METODE INKUIRI DI KELAS XI SMA Zaimatul Khasanah; Sukirno Sukirno; Suryo Daru Santoso
SURYA BAHTERA Vol 6, No 55 (2018): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (90.523 KB)

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini untuk mendiskripsikan: (1) unsur intrinsik novel Pesantren Impian; (2) nilai religius novel Pesantren Impian; dan (3) Rencana Pelaksanaan Pembelajarannya di kelas XI SMA dengan metode inkuiri. Penelitian ini merupakan penelitian deskripsi kualitatis. Fokus penelitian ini ini adalah nilai religius dalam novel Pesantren Impian karya Asma Nadia dan rencana pelaksanaan pembelajaran-nya di kelas XI SMA dengan metode inkuiri. Sumber data penelitian ini novel Pesantren Impian karya Asma Nadia. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik pustaka. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis isi. Teknik penyajian data dilakukan dengan menggunakan teknik informal. Dari penelitian ini disimpulkan  bahwa (1) unsur intrinsik novel Pesantren Impian, yaitu (a) tema minor: masalah cinta kasih, teka-teki, kematian. Tema mayor sebuah perjalanan hidup Gadis untuk menemukan titik balik dan bertaubat. (b) Tokoh utama Gadis, tokoh tambahan yaitu: Umar, Rini, Teuku Hasan, Butet,  Eni, Bagus, Kusno, Anton, Sinta, dan Santi, (c) alur campuran; (d) latar tempat: Tiara Hotel, Pulau Lhok Jeumpa di, Pesantren Impian, Pantai, Perkebunan karet, dan RS. Darmo, latar waktu: dini hari, pagi hari, siang hari, sore hari, dan malam hari, latar  sosial: pandangan hidup Teungku Hasan dan kebiasaaan hidup perempuan Aceh untuk berkerudung, (e) sudut pandang orang ketiga ia, dan (f) amanatnya adalah bertaubatlah, jangan mengulangi lagi kesalahan-kesalahan masa lalu. Tidak ada kata telat, Allah selalu menerima taubat semua makhluknya jika benar-benar bertaubat. (2) Terdapat empat aspek nilai religius yaitu: (a) hubungan manusia dengan Tuhan meliputi: salat fardu, salat jamaah, membaca Al quran, mengaji/menuntut ilmu, menutup aurat, bersyukur, jujur, berdoa, dan bertaubat, (b) hubungan manusia dengan diri sendiri meliputi pantang menyerahdan mengingatkan diri sendirinya, (c) hubungan manusia dengan manusia yaitu: saling menghormati, tolong menolong, silaturrahim, peduli sesama, menikah dan musyawarah, dan (d) hubungan manusia dengan lingkungan yakni memanfaatkan dan membangun fasilitas umum. (3) Rencana pelaksanaan pembelajaran novel Pesantren Impian di kelas XI SMA diterapkan pada KD 3.11. Menganalisis pesan dari satu buku fiksi yang dibaca dengan  metode inkuiri.   Kata Kunci: unsur intrinsik, nilai religius, dan rpp.
ANALISIS NILAI PENDIDIKAN KARAKTER NOVEL MERINDU BAGINDA NABI KARYA HABIBURRAHMAN EL SHIRAZY DAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARANNYA DI KELAS XII SMA Anisa Setyaningrum; Bagiya Bagiya; Umi Faizah
SURYA BAHTERA Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (72.53 KB)

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) unsur intrinsik novel Merindu Baginda Nabi Karya Habiburrahman El Shirazy; (2) kebahasaan novel Merindu Baginda Nabi Karya Habiburrahman El Shirazy; (3) nilai pendidikan karakter novel Merindu Baginda Nabi Karya Habiburrahman El Shirazy; (4) rencana pelaksanaan pembelajaran novel Merindu Baginda Nabi Karya Habiburrahman El Shirazy di Kelas XII SMA. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Fokus penelitian ini adalah nilai pendidikan karakter novel Merindu Baginda Nabi karya Habiburrahman El Shirazy dan rencana pelaksanaan pembelajarannya di kelas XII SMA. Sumber data penelitian ini novel Merindu Baginda Nabi karya Habiburrahman El Shirazy. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik pustaka, teknik baca, dan teknik catat. Analisis data dilakukan dengan analisis isi. Teknik penyajian data dilakukan menggunakan teknik informal. Hasil penelitian ini meliputi: (1) unsur intrinsik novel Merindu Baginda Nabi karya Habiburrahman El Shirazy mencakup enam aspek, yaitu (a) tema: perjuangan seorang gadis dalam meraih prestasi yang disertai kerinduan teramat dalam kepada Baginda Nabi; (b) tokoh utama: Rifa, sedangkan tokoh tambahanny: Mbah Tentrem, Abah, Tuan Bill, Fiona, dan Bu Ririn; (c) alur: maju; (d) latar: tempat, waktu, suasana, dan sosial; (e) amanat: Pandai-pandailah bersyukur, teladani dan cintailah Baginda Nabi; (2) kebahasaan novel Merindu Baginda Nabi karya Habiburrahman El Shirazy mencakup tiga aspek, yaitu ungkapan, majas, dan peribahasa; (3) nilai pendidikan karakter novel Merindu Baginda Nabi karya Habiburrahman El Shirazy ada 15, yaitu: religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat/komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli sosial, tanggung jawab; (4) rencana pelaksanaan pembelajaran novel di kelas XII SMA yang terdapat dalam KD 3.9 menganalisis isi dan kebahasaan novel dilakukan dengan tahap pendahuluan guru mengondisikan siswa, lalu pada tahap inti guru mengelompokkan siswa untuk berdiskusi, dalam tahap penutup guru merefleksi kegiatan pembelajaran serta menanamkan nilai pendidikan karakter yang terdapat dalam novel untuk diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.   Kata kunci : pendidikan karakter, novel, rencana pelaksanaan pembelajaran
ANALISIS TINDAK TUTUR DIREKTIF DAN EKSPRESIF PADA FILM MY IDIOT BROTHER KARYA ALYANDRA DAN SKENARIO PEMBELAJARANNYA DI KELAS XI SMA Azizah Diah Pangesti; Bagiya Bagiya; Kadaryati Kadaryati
SURYA BAHTERA Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (58.194 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) tindak tutur direktif pada film My Idiot Brother karya Alyandra; (2) tindak tutur ekspresif pada film My Idiot Brother karya Alyandra; dan (3) skenario pembelajaran tindak tutur bagi siswa kelas XI SMA. Penelitian ini merupakan penelitian deskripsi kualitatif. Fokus penelitian ini adalah penggunaan tindak tutur direktif dan ekspresif pada film My Idiot Brother karya Alyandradan skenario pembelajarannya di kelas XI SMA. Sumber data dalam penelitian ini adalah film My Idiot Brother karya Alyandra. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik simak bebas libat cakap (SBLC), teknik transkripsi data, dan teknik catat. Analisis data dilakukan dengan metode analisis isi. Teknik penyajian data dilakukan dengan menggunakan teknik informal. Dari hasil penelitian ini disimpulkan: (1) tindak tutur direktif pada film My Idiot Brother karya Alyandraya itu sebanyak 48 tuturan yang terbagi menjadi menyuruh 18 tuturan, meminta 15 tuturan, mengajak 13 tuturan, menyarankan 1 tuturan, dan menantang 1 tuturan; (2) tindak tutur ekspresif pada film My Idiot Brother karya Alyandrayaitu sebanyak 34 tuturan yang terbagi menjadi mengucapkan selamat 8 tuturan, mengucapkan terima kasih 13 tuturan, menyalahkan 4 tuturan, dan mengeluh 9 tuturan; dan (3) skenario pembelajaran tindak tutur bagi siswa kelas XI SMA dilaksanakan dengan dasar KD 3.19 menganalisis isi dan kebahasaan drama yang dibaca atau ditonton dengan model pembelajaran pemecahan masalah (problem solving). Kegiatan pembelajaran dilakukan dengan tahap pendahuluan, guru mengondisikan keadaan siswa agar siap untuk menerima materi pelajaran yang disampaikan. Selanjutnya, pada tahap inti guru menjelaskan materi pembelajaran tentang tindak tutur direktif dan ekspresif pada film My Idiot Brother karya Alyandra. Selanjutnya, pada tahap inti, dilakukan dengan menggunakan model pembelajaran pemecahan masalah (problem solving), guru menyuruh siswa untuk berkelompok memecahkan masalah yaitu menentukan dialog yang termasuk tindak tutur direktif dan ekspresif pada film. Dalam tahap penutup, guru merefleksi kegiatan pembelajaran untuk membangun karakter siswa.   Kata kunci: tindak tutur direktif, ekspresif, film, dan skenario pembelajaran
NILAI KEISLAMAN DALAM NOVEL TKW MENCARI SURGA KARYA ASA SUZHANTY & ABD AZIS ANA DAN RENCANA PEMBELAJARAN DI KELAS XII SMA Banar Meilya; Bagiya Bagiya; Umi Faizah
SURYA BAHTERA Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (72.027 KB)

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan (1)unsur intrinsik; (2) kebahasaan; (3) nilai keislaman novel TKW Mencari Surga karya Asa Suzhanty & Abd Azis Ana; (4) rencana pelaksanaan pembelajaran novel TKW Mencari Surga karya Asa Suzhanty & Abd Azis Ana di kelas XII SMA. Dalampengumpulan data digunakan teknik pustaka. Dalamanalisis data novel TKWMencariSurgakaryaAsaSuzhanty&AbdAzis Ana digunakan teknik analisis isi. Penyajian hasilanalisis data dilakukandenganmetode informal. Dalampenelitianinidisimpulkan (1) unsur intrinsik novel meliputi (a) tema mayor: perjuangan dan pengorbanan dalam menjalani kehidupan keluarga sedangkan tema minor: kebimbangan perasaan, perjodohan, rumah tangga, perselingkuhan, perceraian, dan keuangan, (b) tokoh utama: Fatma (memilikikeinginankuatuntukberubah, pekerja keras, taat, cerdas, sabar dan tabah), tokoh tambahan: Pak Hadi, Ibu Anisa, Kiai Qodir, Umi, Farhan, Pak Komar, Ibu Marni, Siti, Andika Faizal, Mira, Fitri, Nyonya Wafa, Baba Kalid, Hasan, Nyonya Shamira, Fariz Ayed Muhammad, Rahma, Olis, dan Mang Dadang, (c) alur: maju, (d) latar tempat: Bandung, kampung Cicadas Subang, Arab Saudi, Makkah, pesantren, rumah Fatma, kediaman Pak Komar, PT Amanitama Berkah Sejati Jakarta, mushola kecil, perkebunan teh, rumah Nyonya Wafa, bandara, kantor polisi, apartemen Fariz, latar waktu: pagi, siang, sore, dan malam hari,latar sosial: keyakinan dan adat istiadat, (e) sudut pandang yang digunakan adalah orang ketiga tidak terbatas, (f) amanat: jangan menyerah dan terus bersabar dalam menghadapi cobaan; (2) kebahasaan: ungkapan dan majas; (3) nilai keislaman novel TKW Mencari Surga karya Asa Suzhanty & Abd Azis Ana meliputi (a) hubungan manusia dengan Allah: salat, berdoa, memuji Tuhan, thawaf,  bersyukur, mengucap salam, dan mengaji, (b) hubungan manusia dengan diri sendiri: iklhas, tabah, dan bersikap bijak, (c) hubungan manusia dengan manusia lain: memberi nasihat, tolong-menolong, rukun, dan menikah, (d) hubungan manusia dengan lingkungan alam: memuji keindahan alam; (4) rencana pelaksanaan pembelajaran novel TKW Mencari Surga karya Asa Suzhanty & Abd Azis Ana di kelas XII SMA dilakukandengan model pembelajaran Investigasi kelompok (Group Investigation). Langkah-langkah pembelajaransastra yang digunakandalampenelitianiniyaitusebagaiberikut: guru melakukan absensi siswa, guru menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa, guru melakukan presentasi, pembagian kelompok, guru melakukan kegiatan belajar secara kelompok, evaluasi hasil belajar siswa. Kata kunci: novel, nilai keislaman, dan RPP di SMA.
ANALISIS TINDAK TUTUR DALAM NASKAH DRAMA NYONYA-NYONYA KARYA WISRAN HADI DAN SKENARIO PEMBELAJARANNYA DI KELAS XI SMA Desty Rachmawati; Bagiya Bagiya; Umi Faizah
SURYA BAHTERA Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (60.46 KB)

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan (1) fungsi tindak tutur, dan (2) skenario pembelajaran tindak tutur dalam naskah drama Nyonya-Nyonya karya Wisran Hadi. Penelitian ini tergolong ke dalam penelitian kualitatif yang bersifat deskripsi. Sumber data penelitian ini adalah naskah drama Nyonya-Nyonya. Objek penelitian yang digunakan berupa tindak tutur dalam naskah drama Nyonya-Nyonya. Dalam pengumpulan data ini digunakan teknik simak. Instrumen penelitian ini berupa nota pencatat dan alat tulis. Teknik analisis yang digunakan adalah teknik padan.  Dalam  penyajian hasil analisis digunakan teknik informal. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa (1) fungsi tindak tutur meliputi (a) representatif (b) direktif  (c) ekspresif  (d) komisif (e) deklarasi, (2) Skenario pembelajaran tindak tutur representatif, deklarasi, ekspresi, komisif, dan deklarasi pada naskah drama Nyonya-Nyonya karya Wisran Hadi dapat diterapkan dalam pembelajaran drama/film dengan menggunakan metode Kuantum. Kegiatan awal pembelajaran dimulai dengan memberikan salam, memeriksa kehadiran peserta didik, dan menyampaikan tujuan pembelajaran. Kegiatan inti yang dilakukan saat proses pembelajaran meliputi 6 langkah. Langkah pertama dilakukanmenumbuhkan pemahaman dan minat terhadap aspek kebahasaan dan tindak tutur dalam naskah drama. Kedua, pendidik mengajak peserta didik untuk mengalami pembelajaran. Ketiga, peserta didik menamai hasil identifikasi yang telah dilakukan peserta didik. Keempat,pendidik  mendemontrasikan pembelajaran. Kelima, pendidik dan peserta didik mengulangi pelajaran. Keenam, pendidik dan peserta didik merayakan hasil pengalaman belajar peserta didik. Kata kunci: tindak tutur, naskah drama, dan skenario pembelajaran.

Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 12, No 2 (2024): Jurnal Surya Bahtera Vol 12, No 1 (2024): Jurrnal Surya Bahtera Vol 11, No 2 (2023): Jurrnal Surya Bahtera Vol 11, No 1 (2023): Jurrnal Surya Bahtera Vol 10, No 2 (2022): Jurrnal Surya Bahtera Vol 10, No 1 (2022): Jurrnal Surya Bahtera Vol 9, No 2 (2021): Jurrnal Surya Bahtera Vol 9, No 1 (2021): Jurnal Surya Bahtera Vol 8, No 2 (2020): Jurnal Surya Bahtera Vol 8, No 1 (2020): Jurrnal Surya Bahtera Vol 7, No 3 (2019): Jurnal Surya Bahtera Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Surya Bahtera Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Surya Bahtera Vol 6, No 56 (2018): Jurnal Surya Bahtera Vol 6, No 55 (2018): Jurnal Surya Bahtera Vol 6, No 54 (2018): Jurnal Surya Bahtera Vol 6, No 53 (2018): Jurnal Surya Bahtera Vol 6, No 52 (2018): Jurnal Surya Bahtera Vol 6, No 51 (2018): Jurnal Surya Bahtera Vol 6, No 50 (2018): Jurnal Surya Bahtera Vol 5, No 49 (2017): Jurnal Surya Bahtera Vol 5, No 48 (2017): Jurnal Surya Bahtera Vol 5, No 47 (2017): Jurnal Surya Bahtera Vol 5, No 46 (2017): Jurnal Surya Bahtera Vol 5, No 45 (2017): Jurnal Surya Bahtera Vol 5, No 44 (2017): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 43 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 42 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 41 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 40 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 39 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 38 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 37 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 36 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 35 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 34 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 33 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 32 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 31 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 30 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 29 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 28 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 27 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 26 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 25 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 24 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 23 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 22 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 21 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 20 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 19 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 18 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 17 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 16 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 15 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 14 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 13 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 12 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 11 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 10 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 09 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 08 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 07 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 06 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 05 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 04 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 03 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 02 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 01 (2013): Jurnal Surya Bahtera No 01 (2012): Jurnal Surya Bahtera More Issue