cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL ILMU PERTANIAN
ISSN : 08521077     EISSN : 24427306     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Ilmu Pertanian "AGRIUM" adalah publikasi ilmiah yang diterbitkan dua kali dalam setahun untuk mengkomunikasikan hasil-hasil penelitian ataupun review yang dirancang sebagai sarana komunikasi untuk para ilmuwan/peneliti yang terkait dengan bidang pertanian.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 25, No 1 (2022)" : 10 Documents clear
Pengaruh Dosis Silika Gel Pada Beberapa Lama Simpan terhadap Performansi Fisiologis Benih Kacang Tanah Varietas Kelinci Nana Ariska; Dewi Junita; Sumeinika Fitria Lizmah; Mila Amalia
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 25, No 1 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v25i1.8295

Abstract

Rendahnya daya simpan benih kacang tanah merupakan salah satu permasalahan dalam produksi kacang tanah. Silica gel merupakan suatu bahan desikan untuk menjaga kelembaban selama masa simpan sehingga mutu benih kacang tanah dapat dipertahankan selama masa simpan. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji pengaruh penggunaan beberapa dosis silika gel terhadap daya simpan benih kacang tanah varietas kelinci. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Benih Fakultas Pertanian Universitas Teuku Umar. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan perlakuan dosis Silika Gel (A) terdiri dari 4 taraf yaitu: 0 g tanpa silika gel (A1), 10 g silika gel (A2), 20 g silika gel (A3) dan 30 g Silika gel (A4). Parameter viabilitas dan vigor benih terdiri dari Daya kecambah (DB), Kadar Air, Indeks Vigor (IV), Potensi Tumbuh Maksimum (%), Kecepatan Tumbuh Relatif (KCT-R), serta keserempakan tumbuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa. Dosis silika gel 30g merupakan dosis terbaik terhadap viabilitas dan vigor benih kacang tanah, penggunaan dosis silica gel yang terlalu rendah akan berdampak negatif terhadap performansi fisiologis benih kacang tanah.
Pertumbuhan Bibit Kakao Pada Berbagai Komposisi Media Tumbuh di Pembibitan Sutarmin D. Hi. Ahmad; Sjarifuddin Ende; Salawati Salawati; Lukman Lukman
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 25, No 1 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v25i1.10150

Abstract

Secara nasional tanaman kakao berproduksi masih dibawah potensi genetiknya, banyak faktor yang menyebabkan tanaman kakao belum mampu mengekspresikan kemampuan genetiknya dalam berproduksi, salahsatunya adalah faktor eksternal berupa media tumbuh pada pembibitan. Kondisi bibit akan menentukan kemampuan produksi kakao di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi media tumbuh tanaman kakao. Penelitian ini telah dilaksanakan di Tuweley kabupaten Tolitoli pada tahun 2021, menggunakan rancangan lapangan acak kelompok, 6 perlakuan, 3 ulangan, masing masing ulangan terdiri dari 5 bibit yang dirawat polybag berkapasitas 3 kg tanah kering udara, perawaatan tanaman selama 90 hari setelah tanam (HST) komposisi media adalah tanah, pupuk kandang ayam, dan serbuk gergaji dengan perbandingan volume/volume antara lain: media tanah (wo); perbandingan tanah; Pupuk kandang:Serbug gergaji 1:1:1 (w1), 1:2:1 (w2). 1:3:1 (w3), 1:1:2 (w4), 1:2:2 (w5). Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi media tumbuh 1:1:2 (w4), merupakan komposisi terbaik terhadap parameter tinggi tanaman, jumlah daun, berat basah dan kering tunas, berat basah dan kering akar serta luas daun.
Pengaruh Frekuensi Penyiraman dan Volume Air terhadap Pertumbuhan Tanaman Sawi Pakcoy Pada Media Tanam Campuran Arang Sekam dan Pupuk Kandang Christian Ardianto Nugroho; Andree Wijaya Setiawan
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 25, No 1 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v25i1.8471

Abstract

Budidaya sawi pakcoy membutuhkan waktu yang relatif singkat, yaitu dapat dipanen pada umur sekitar 40 hari setelah tanam. Sawi pakcoy merupakan tanaman yang mudah dibudidayakan, termasuk bagi pelaku non pertanian, namun pada kenyataannya faktor seperti ketersediaan air masih menjadi kendala bagi tanaman untuk dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian air terutama volume air dan frekuensi penyiraman terhadap pertumbuhan sawi pakcoy. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Faktorial yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama adalah frekuensi penyiraman setiap 2 hari sekali (F1) dan frekuensi penyiraman setiap 3 hari sekali (F2). Faktor kedua adalah volume air 620 ml (V1), 496 ml (V2), 372 ml (V3), dan 248 ml (V4). Perlakuan tersebut diulang sebanyak 4 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman yang memiliki hasil tertinggi diberi perlakuan dengan frekuensi penyiraman setiap 2 hari sekali dengan volume 620 ml (F1V1). Fungsi air pada pengamatan ini berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, bobot daun, jumlah daun, bobot basah tanaman, diameter tanaman dan tidak berpengaruh nyata terhadap luas daun.
Potensi POC Urin Kambing dalam Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Sayuran Bambang Surya Adji Syahputra
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 25, No 1 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v25i1.10149

Abstract

Sayuran merupakan bagian dari kelompok tanaman hortikultura yang mempunyai peranan sangat penting karena kemanfaatannya bagi manusia. Kandungan protein dan vitamin yang tinggi, sehingga sayuran banyak dikonsumsi untuk segala golongan masyarakat. Produksi sayuran semakin hari semakin diperlukan peningkatannya sesuai dengan pertambahan penduduk yang ada, sehingga dapat mencukupi untuk keperluan masyarakat. Kajian ini mengguakan Rancangan Petak Terpisah (RPT), yang mana Petak Utama (PU) adalah jenis sayuran (timun, terung dan kacang panjang), sedangkan anak petak (AP) adalah konsentrasi larutan POC urin Kambing (Uo=control, U1=200, U2=400, U3=600 dan U4=800 cc/L air). Ada 3 ulangan, dengan setiap plot terdiri dari 6 tanaman dan tanaman sampel ada 4 tanaman. Aplikasi POC urin kambing sebanyak 3 kali yaitu pada saat umur tanaman 2, 4 dan 6 minggu setelah tanam dengan dosis 250 cc/tanaman. Pupuk dasar diberikan berupa kompos feses kambing dengan dosis 5 kg setiap plotnya, untuk pengendalian hama, penyakit dan gulma dilaksanakan secara manual, tapi jika sudah melebihi ambang batas ekonomi digunakan cara kimia. Tinggi/panjang tanaman, jumlah buah dan berat buah pertanaman sampel, jumlah buah dan berat buah per plot merupakan parameter yang diukur. Hasil pengukuran yang telah dianalisis memberikan hasil yang mana semua parameter yang di ukur berbeda nyata,tetapi tidak ada interaksi antara petak utama dengan anak petak. Semakin tinggi konentrasi POC urin kambing semakin baik produksi tanaman sayuran tersebut, namun konsentrasi yang baik ada pada 600 cc/L larutan.
Peramalan Jumlah Produksi Kopi Di Jawa Timur Pada Tahun 2020-2021 Menggunakan Metode Seasonal Autoregressive Integrated Moving Average (Sarima) Faris Nasirudin; Mila Pindianti; Dhea Indah Syafira Said; Edy Widodo
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 25, No 1 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v25i1.8211

Abstract

Kopi adalah salah satu jenis komoditi perkebunan yang dapat diperdagangkan di bursa komoditi. Terdapat 32 provinsi di Indonesia sebagai penghasil kopi, salah satunya adalah Jawa Timur. Persentase produksi kopi di Jawa Timur mengalami penurunan yang cukup tinggi pada tahun 2018-2019, mengingat Jawa Timur ialah salah satu provinsi dengan pemberi kontribusi permintaan kopi terbesar, baik untuk kebutuhan ekspor maupun domestik. Selain itu, data yang menunjukkan keadaan produksi kopi di Indonesia pada tahun 2020/2021 masih sangat minim dan hanya merupakan perkiraan. Pada penelitian ini, peramalan akan dilakukan pada tahun 2020 hingga 2021 dengan memanfaatkan metode peramalan SARIMA (Seasonal Autoregresive Integrated Moving Average). Metode penelitian yang dilakukan dimulai dengan mengumpulkan data jumlah produksi kopi, menentukan metode peramalan, menentukan model SARIMA terbaik, menghitung peramalan, dan menarik kesimpulan. Model SARIMA terbaik yang digunakan adalah model SARIMA (0,0,1)(1,0,0) karena memiliki nilai MAPE terkecil yaitu 25,83. Jumlah produksi kopi di Indonesia dari tahun 2020 hingga 2021 menunjukkan pola peningkatan yang berarti terjadi peningkatan jumlah produksi kopi di Jawa Timur.
Respon Beberapa Varietas Jagung Manis terhadap Hasil Panen di Kecamatan Hamparan Perak Kabupaten Deli Serdang Sri Utami; Kiswah Nur Zikri; Widihastuty Widihastuty; Khayamuddin Panjaitan
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 25, No 1 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v25i1.10148

Abstract

Jagung manis merupakan komoditi yang banyak diminati dan dibudidayakan oleh masyarakat pada umumnya. Upaya untuk meningkatkan potensi hasil jagung manis dapat dilakukan dengan menerapkan sistem budidaya yang tepat, salah satu syarat budidaya tanaman yang dilakukan adalah dengan menggunakan varietas unggul. Terdapat banyak jenis varietas unggul namun belum diketahui keunggulannya bila ditanam di daerah Hamparan Perak karenanya perlu untuk dilakukan pengkajian beberapa varietas unggul jagung manis terhadap hasil panen. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan varietas jagung manis yang mampu beradaptasi di Kecamatan Hamparan Perak dan memberi hasil panen tertinggi. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli sampai September 2017 di Desa Klumpang Kecamatan Hamparan Perak Kabupaten Deli Serdang Provinsi Sumatera Utara. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Non Faktorial dengan 3 ulangan, terdiri dari varietas: V1= Bonanza F1, V2= Secada F1, V3= Glory, V4= Kumala, V5= Purple Jean, V6= Sweet Lady, V7= MB-01 Sweet, V8= Sweet Boy, V9= Gulaku. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan uji lanjut dengan DMRT. Hasil penelitian menunjukkan varietas Sweet Lady memberikan hasil panen tertinggi pada bobot tongkol per plot, bobot tongkol per hektar dan kadar gula yaitu 13,61 % brix. Hasil panen jagung manis terendah terdapat pada varietas Purple Jean.
Identification Of Microorganism Composition In Indigenous Microorganisms (Imo) Solutions Of Various Fruit Peels And Their Utilization In Organic Peanut Cultivation Elisabeth Sri Pujiastuti; Juli Ritha Tarigan; Yanto Raya Tampubolon; Ferlist Rio Siahaan; Susana Tabah Trina Sumihar
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 25, No 1 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v25i1.10151

Abstract

This paper consists of two researches. A research to identify the microbial composition and density of various types of indigenous microorganisms (IMO) solutions was carried out descriptively. Another research aimed to study the effect of the types of IMO on the growth and yield of peanut was carried out using a randomized block design with three replications and two treatment factors, namely the types of IMO consisting of IMO of tamarillo, pineapple and orange peels, and the dose of chicken manure with the levels of 0, 10, 20 and 30 tons/ha. The IMOs were applied at a concentration of 45 ml/liter, each. The results showed that the IMO of tamarillo, pineapple and orange peels contained different densities of at least six types of microbes, namely: Pseudomonas sp; Azotobacter sp; Bacillus sp; Actinomycetes sp; Streptomyces sp and P (phosphate) solubilizing microbes, but the type of IMO had no significant effect on plant height and stem diameter at 6 WAP as well as the number of filled pods and the yield per plot. The three types of IMO gave the same good effect, as indicated by the production of 197 percent compared to the yield potential of Gajah variety.
Pengaruh Komposisi Media Tanam Organik dan Dosis Pupuk Guano terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Tomat (Lycopersicon esculentum Mill.) Adella Puspita Sari; Nora Augustien; Hadi Suhardjono
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 25, No 1 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v25i1.9240

Abstract

Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui pengaruh komposisi media tanam organik dan dosis pupuk guano terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat (Lycopersicum esculentum Mill). Kegiatan penelitian dilaksanakan pada bulan April hingga Juni 2021 di lahan Fakultas Pertanian, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur, Kota Surabaya. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial dengan 2 faktor perlakuan dan diulang 3 kali. Faktor pertama komposisi media tanam organik (K) yang terdiri atas 3 taraf yaitu K1= tanah : kompos : vermikompos (2:1:1), K2= tanah : kompos : vermikompos (2:1:2) dan K3= tanah : kompos : vermikompos (2:2:1). Faktor kedua dosis pupuk guano (P) yang terdiri atas 5 taraf yaitu P0= 25 g/tanaman NPK 16:16:16 (kontrol), P1= 25 g/tanaman, P2= 30 g/tanaman, P3= 35 g/tanaman dan P4= 40 g/tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi komposisi media tanam organik dan dosis pupuk guano berpengaruh terhadap tinggi tanaman umur 21, 28 dan 35 HST, jumlah daun umur 49, 56, 63, 70, 77 dan 84 HST, jumlah tandan, jumlah buah per periode panen pada periode ke- 5, bobot buah per buah pada periode ke- 5, bobot buah per periode panen pada periode ke- 5, persentase fruit set, kadar gula buah dan kandungan klorofil.
Pengelolaan Tanaman Refugia Sebagai Mikrohabitat Musuh Alami Pada Tanaman Cabai Merah (Capsicum annum L.) Lisdayani Lisdayani; Henny Wahyuni
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 25, No 1 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v25i1.7997

Abstract

Pemanfaatan tumbuhan refugia lewat rekayasa ekologi ialah bagian dari teknologi pengendalian hama terpadu ( PHT) yang bertujuan pencapaian penyeimbang hayati hama serta musuh natural supaya terletak di dasar ambang ekonomi dan juga meningkatkan keragaman musuh alami sehingga dapat menurunkan serangan OPT pada tanaman cabai merah. Tujuan dari penelitian ini agar dapat menurunkan serangan OPT pada tumbuhan cabai merah, juga untuk mengetahui keragaman musuh alami (parasitoid, predator dan penyerbuk) yang terdapat pada tanaman cabai merah dengan menggunakan tanaman refugia. Metode penelitian ini menggunakan RAK dengan satu faktor yang terdiri dari 5 taraf perlakuan yaitu T0 = Kontrol, T1 = Tanaman Tagetes erecta, T2 = Tanaman matahari mini, T3= tanaman krisan ungu dan T4 = T.erecta + matahari mini + krisan ungu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan tanaman refugia dapat menurunkan serangan Hama pada tanaman cabai dan meningkatkan musuh alami. Penggunaan tanaman refugia terdapat 8 jenis musuh alami diantaranya terdapat 4 serangga sebagai predator, 1 serangga sebagai parasitoid dan 3 serangga sebagai penyerbuk
Pengaruh Paket Biochar Plus dan Azotobacter terhadap Pertumbuhan dan Hasil Padi Unggul Lokal Pada Tanah Podsolik Merah Kuning Maylani Lucky; Sutarman Gafur; Saeri Sagiman
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 25, No 1 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v25i1.8180

Abstract

Padi (Oryza sativa L) merupakan komoditi pangan utama di Indonesia yang kebutuhannya terus meningkat. Upaya peningkatan produksi beras saat ini terganjal oleh berbagai kendala, seperti konversi lahan sawah subur yang masih terus berjalan, penyimpangan iklim, penurunan kualitas sumber daya lahan yang berdampak terhadap penurunan atau pelandaian produktivitas. Salah satu cara untuk meningkatkan produksi padi adalah dengan cara pemanfaatan budidaya padi unggul lokal yang potensial dikembangkan pada lahan kering. Salah satu lahan kering yang digunakan yaitu tanah Podsolik Merah Kuning (PMK) dicirikan oleh pH tanah rendah ( 5,0), C-organik rendah, dan tingkat kesuburan tanah juga rendah. Untuk meningkatkan kesuburan tanah dapat dilakukan melalui pemberian bahan organik seperti biochar plus (biochar sekam padi + kompos + pupuk NPK). Penyedia nitrogen secara hayati adalah dengan memanfaatkan Azotobacter spitrogen hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh beberapa paket biochar plus dan bakteri Azotobacter sp terhadap pertumbuhan dan hasil padi lokal pada tanah PMK. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak terberbagi (RPB). Petak utama yaitu penggunaan Azotobacter sp (B) B0 = Tanpa Azotobacter sp, dan B1 = Menggunakan Azotobacter sp. Anak petak yaitu penggunaan paket biochar plus (A) terdiri dari A0 = Tanpa Biochar Plus, A1 = Biochar (7,5%) + Kompos 5% + NPK (600kg/ha), A2 = Biochar (7,5%) + Kompos 5% + NPK (300kg/ha), A3 = Biochar (7,5%) + Kompos 5%, A4 = Biochar (7,5%) + NPK (300kg/ha). Terdapat 10 kombinasi perlakuan dalam penelitian ini, setiap perlakuan di ulang 3 kali dan terdapat 3 tanaman sampel sehingga terdapat 90 tanaman sebagai unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan pemberian paket biochar plus berpengaruh nyata terhadap semua variabel pengamatan, sedangkan pemberian Azotobacter sp berpengaruh nyata terhadap jumlah anakan produktif. Paket biochar (7,5%) + kompos 5% + pupuk majemuk NPK (300 kg/ha) dianggap lebih efektif karena memberikan hasil yang sama dengan perlakuan yang memberikan hasil tertinggi.

Page 1 of 1 | Total Record : 10