cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
ISSN : 02160439     EISSN : 25409689     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 716 Documents
POTENSI KAWASAN BUDIDAYA DI PANTAI UTARA INDRAMAYU SEBAGAI HABITAT BURUNG AIR Sofian Iskandar; M Bismark
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 2, No 5 (2005): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2005.2.5.423-429

Abstract

Studi potensi ekologi darilahan produksi dikawasanpantai utara Indramayu bertujuan untulcmengevaluasi nilai penting dari lahan tersebut sebagai habitat dalam melestarikan keanekaragaman jenis burung air. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa pada tahun 1988 di daerah lahan basah di Desa Singakerta dan sekitarnya dijumpai 27 jenis burung air di mana 14 jenis di antaranya merupakanjenis  burung rnigran. Namun dalam pengamatan ini hanya dijumpai delapan jenis burung air, di mana dua jenis di antaranya merupakan burung rnigran. Hampir seluruh lahan basah di Desa Singakerta dan sekitarnya telah berubah menjadi tambak dan persawahan. Berdasarkan basil penelitian ini disimpulkan bahwa lahan basah yang terdiri daritambak dan persawahan tersebut mempunyainilai fungsi esensial sebagai habitat dari berbagai jenis  burung air. Saat ini perubahan habitat yang terjadi oleh adanya perubahan  fungsi lahan telah mengancam keanekaragaman dan populasi jenis burung air. Karena berbagai fungsi habitat seperti sebagai penyedia sumber pakan, tempat perlindungan, tempat berkembang biak, dan perawatan anak telah rusak akibat aktivitas manusia. Kami merekomendasikan bahwa seluruh lahan basah di kawasan tersebut yang mempunyai nilai penting bagi perlindungan jenis burung air di luar kawasan konservasi, sebaiknya ditetapkan sebagai daerah perlindungan khusus, dan dikelola berdasarkan pengelolaan  sumberdaya alam berkelanjutan serta diatur oleh suatu Peraturan Daerah (Perda). Dengan demikian kawasan lahan basah tersebut masih tetap dapat dikeIola dan dimanfaatkan oleh masyarakat, dalam rangka meningkatkan pendapatan mereka; di lain pihak kawasan tersebut juga tetap dapat sebagai habitat bagi berbagai jenis burung air.
POTENSI HABITAT DAN PENDUGAAN POPULASI ORANGUTAN (Pango abelii Lesson 1827) DICAGAR ALAM DOLOK SIBUAL-BUALI SUMATERA UTARA Wanda Kuswanda; Sugiarti Sugiarti
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 2, No 6 (2005): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2005.2.6.555-556

Abstract

Orang utan termasuk satwaliar yang terancam punah pada habitat alaminya. Fragmentasi dan kerusakan habitat menjadi penyebab utama menurunnya populasi dan distribusi orangutan liar. Cagar alam dolok Sibual-buali adalah salah satu areal konservasi sebagai habitat alami orang utan di Sumatera Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi habitat dasn pendugaan populasi orangutan sebagai bahan acuan dalam pengelolaan cagar alam dan konservasi orang utan Sumatera. Pengamatan dilakukan pada dua areal penelitian, yaitu wilayah barat (Ack Nahara) dan Wilayah timur (Sialaman). Analisi vegetasi untuk mengetahui potensi habitat menggunakan metode garis transek yang dibuat sebanyak 10 petak contoh berukuran 20mx20m dengan jaraj anatar petak contoh 50 meter. Hasil analisis vegetasi tumbuhan yang ditemukan dikelompokan dalam sumber pakan dans ebagai pohon sarang orangutan. Pendugaan populasi dilakukan secara tidak langsung  berdasarkan penemuan sarang. Hasil Penelitian wilayah barat diperoleh sebanyak 53 jenis tumbuhan dan wilayah timur 39 jenis dimana 36 jenis diidentifikasi sebagai sumber  pakan orang utan. Jenis tumbuhan yang mendominasi aslaha medang nangka (Eleaocarpus obtusu), hau dolok (Eugenis sp), dan hoteng (Quercus maingayi) tumbuhan. Berdasarkan indeks kesamaan Jaccarad dan Sorensen menujukan bahwa kondisi habitat antara kedua wilayah penelitian tidak sama. Nilai dugaan kepdatan populasi berdasarkan penemuan sarang diwilayah barat sebesar 0,791 ekor/km2 dan Wilayah timur sebesar 0,271 ekor/km2.
PENGELOLAAN DAN PERILAKU BURUNG ELANG DI PUSAT PENYELAMATAN SATWA CIKANANGA, SUKABUMI Reny Sawitri; Mariana Takandjandji
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 7, No 3 (2010): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2010.7.3.257-270

Abstract

Pusat Penyelamatan Satwa Cikananga (PPSC) merupakan salah satu lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang memfasilitasi penyelamatan dan rehabilitasi  satwaliar, pelepasliaran satwaliar ke habitat alamnya, dan pendidikan program konservasi satwaliar. Tujuan penelitian adalah untuk mendapatkan informasi tentang pengelolaan dan perilaku burung elang di PPSC. Metode yang digunakan adalah tabulasi keragaman jenis burung elang dari tahun 2005-2008, rata-rata aktivitas perilaku diam, bergerak dan ingestif. Burung elang di PPSC berjumlah 65 individu, 14 jenis dan yang telah dilepasliarkan sampai tahun 2005 berjumlah 31 individu. Pengamatan di kandang menunjukkan aktivitas stasioner (diam) yang merupakan bagian perilaku diam sebesar 29,4% yang berlangsung lama dengan frekuensi kecil. Aktivitas ini dilakukan saat suhu lingkungan mulai naik atau tinggi dengan bertengger pada kayu. Perilaku bergerak yang sering dilakukan adalah terbang (18,46%), mendatangi pakan (13,20%), dan berjalan (10,39%). Perilaku makan dibedakan menurut jenis burung dan pakan. Pemberian pakan berupa mangsa hidup membangkitkan sifat liar, memperpendek waktu mendekati makan maupun aktivitas makan. Sanitasi burung elang dan lingkungan dilakukan dengan pemeriksaan kesehatan, pemberian obat-obatan, dan pembersihan kandang
PENGARUH APLIKASI ARANG TERHADAP PERTUMBUHAN AWAL Michelia Montana Blume DAN PERUBAHAN SIFAT KESUBURAN TANAH PADA TIPE TANAH LATOSOL Harris Herman Siringoringo; Chairil Anwar Siregar
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 8, No 1 (2011): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2011.8.1.65-85

Abstract

Penggunaan arang (biochar) sebagai salah satu bahan soil conditioner dalam bidang usaha hutan tanaman masih jarang digunakan, walaupun jumlah bahan baku berupa sisa-sisa tebangan hutan untuk diolah menjadi biochar sangat melimpah dan secara potensial tersedia untuk digunakan sebagai soil conditioner, oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi tentang efek positif arang halus dalam merangsang pertumbuhan jenis tanaman Michelia montana Blume umur enam bulan pada tipe tanah Latosol yang bertekstur liat di Kebun Percobaan Carita, Provinsi Banten. Aplikasi arang sebagai soil conditioner juga diharapkan dapat meningkatkan sejumlah parameter kesuburan tanah yang bergeser ke arah yang lebih baik. Kondisi iklim di Carita termasuk tipe B dengan rerata curah hujan tahunan sebesar 2.516 mm dengan temperatur minimum 22 derajat Celcius dan maksimum 33 derajat Celcius serta kelembaban udara antara 76-84%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi dosis arang halus 5% (v/v) cukup nyata menaikkan laju pertumbuhan awal tanaman M. montana Blume. Sementara efek positif aplikasi bahan arang terhadap sifat kesuburan kimia tanah tampak dalam hal naiknya pH, Ca2+, Mg2+, K+, KTK, KB, K2O, P2O5 dan turunnya kadar H+-dd dan Al3+ -dd. Aplikasi arang dapat memperbaiki kualitas kesuburan tanah yang signifikan pada tipe tanah Latosol yang bertekstur liat. 
KONSUMSI DAN PALATABILITAS PAKAN BURUNG BAYAN SUMBA (Eclectusroratus cornelia Bonaparte) DI PENANGKARAN R. Garsetiasih; Mariana Takandjandji
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 3, No 1 (2006): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2006.3.1.75-82

Abstract

Burung   bayan (Eclectus roratus cornelia Bonaparte) merupakan jenis burung endemik  Pulau Sumba dengan status  dilindungi  karena populasinya  yang terus   menurun.  Dalam  mengantisipasi kepunahan populasi  perlu dilakukan penangkaran  jenis  burung bayan tersebut   Tujuan  penelitian  ini  adalah untuk rnendapatkan  informasi tingkat konsumsi   dan palatabilitas  pakan burung bayan.  Penelitian ini dilakukan   di   penangkaran Oilsonbai, Kupang, Nusa Tenggara Timur pada bulan September 1999 sampai  Januari   2000.   Penelitian menggunakan   8 individu   burung terdiri   dari   4 individu  betina dan 4 individu  jantan  umur produktif (lebih dari 1  tahun) yang masing-rnasing dipelihara  dalam  kandang individu  berukuran 160 cm  x 120  cm x  100 cm.  Penelitian menggunakan  percobaan faktorial dengan dua faktor yaitu  jenis kelamin dan jenis pakan  yang berupa kacang-kacangan dan biji-bijian serta buah-buahan dan sayur-sayuran. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan  Acak Lengkap dengan empat ulangan.  Hasil  penelitian  menunjukkan   bahwa jumlah rata-rata konsumsi burung  bayan jantan sebcsar 205.43  gr/hari (255, I 1 kalori) dan burung  bayan betina 185,93  gr/hari (231,29   kalori). Jenis pakan yang paling   banyak dikonsumsi,  yang menunjukkan  jenis pakan yang paling  disukai, adalah  pepaya dengan  rata-rata  konsumsi 54,53 gr/hari (26,54 %)  untuk  burung  jantan dan 48. 74 gr/hari   (26.21%) untuk burung henna  berdasarkan hasil   analisis terhadap  konsumsi pakan berupa buah-buahan  dan sayur-sayuran  serta pakan berupa kacang-kacangan  dan biji-bijian diketahui  bahwa tingkat  konsumsi terhadap  tiap jenis pakan tidak  berbeda nyata  antara burung bayan jantan dan betina.
KEPADATAN POPULASI DAN KARAKTERISTIK HABITAT TARSIUS (Tarsius spectrum Pallas 1779) DI KAWASAN PATUNUANG, TAMAN NASIONAL BANTIMURUNG-BULUSARAUNG, SULAWESI SELATAN Maryatul Qiptiyah; Heru Setiawan
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 9, No 4 (2012): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2012.9.4.363-371

Abstract

 Tarsius merupakan salah satu satwa endemik Sulawesi yang dilindungi dan hidup, baik di hutan primer maupun hutan sekunder. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kepadatan populasi dan karakteristik habitat tarsius (Tarsius spectrum Pallas 1779) di Kawasan Patunuang, TN Bantimurung-Bulusaraung, Sulawesi Selatan. Penghitungan kepadatan populasi menggunakan metode transect line  dan concentration count, karakteristik habitat didekati dengan analisis vegetasi menggunakan metode kuadrat. Hasil penelitian manunjukkan bahwa tarsius hidup berkelompok antara  2-8 individu dengan kepadatan populasi di kawasan Patunuang yang didapatkan selama penelitian adalah sebesar 70,15 individu/km2. Habitat tarsius adalah hutan campuran dengan bambu (Bambusa multiflex) yang rapat sekitar celah tebing karst. Indeks Nilai Penting tertinggi pohon, tiang, pancang dan anakan masing-masing adalah kayu nona (Metrosideros sp.) (75,01), lambere (Melochia umbellata) (37,08), puca (Barringtonia racemosa (L.) Spreng) (19,31), dan bu’rung (Ailanthus sp.) (25,64).
STRUKTUR VEGETASI HABITAT PALEM KOL IRIAN (Licuala tllifera Becc.) PADA KAWASAN HUTAN PRIMER KALI WARAMUI DISTRIK MASNI KABUPATEN MANOKWARI Krisma Lekitoo; Hans F.Z. Peday; Rocky CH. Metalmety
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 2, No 6 (2005): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2005.2.6.581-595

Abstract

Salah satu jenis palem yang terdapat pada kawasan hutan Kali Waramui adalah jenis palem kol irian (Licuala  tilifera  Becc.). jenis palem ini merupakan salah satu jenis palem endemik Papua dan sangat berpotensi sebagai tanaman  hias lokal terutama bagi masyarakat yang berada pada daerah papua. Namun sampai saat ini informasi mengenai potensi dan habitat jenis palem tersebur pada kawasn hutan Kali Waramui masih sangat kurang sehingga langkah yang perlu diambil adalah melakukan penelitian pada kawasan hutan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi dan kondisi habitat jenis kol irian (Licuala tilifera) pada kawasan hutan primer Klai Waramui di Kampung Meikosa Disrtik Masni Kabupaten Manokwari yang terletak pada kawasan hutan dataran rendah Prafi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan teknik survey. Pengamatan terhadap palem Licuala tilifera dilakukan bersama-sama dengan tumbuhan berkayu (pohon) dengan menggunakan contoh samplig kombinasi plot dan jalur. Hasil penelitian menunjukan bahwa habitat Licuala tilifera terdiri dari 102 jenis vegetasi kayu berkayu dari 30 famili yang membetuk struktur dan komposisi hutan Kali Waramui. Vegetasi tumbuhan berkayu pada tingkat pohon yang dominan di antaranya pimelliodendron amboinensis, Alpitoinia microcorpa, Alstonia scholaris, dan Intsia Palembonica. Struktur populasi Licuala tilifera membentuk struktur populasi yang normal. Semai (55,17%) menempati dasar piramida, tumbuh muda (27,59%) menempati bagian tengah, dan puncak piramida ditempato oleh tumbhan dewasa(17,24%). Licuala tilifera pada kawasan Kali Waramui tumbuh baik pada ketinggian tempat 255-390m dpl, kelerangan 0-115%. kisaran kelerengan tersebut sanagat bervariasi dan memiliki kondisi habitat yang datar,lereng,lembah dan puncak, pada tanah-tanah dengan keadaan solum sedang, sedikit berbatu, banyak serasah atau bahan organik dan tanah umumnya kering, lembab, sedikit atau belumpur dengan naungan sedang sampai berat (60-90%), suhu optimum berkisar antara 27-30 C dan kelembaban berkisar antara 75-92%. Habitat demikian umumnya terdapat pada lembah-lembah dan lereng-lereng yang tidak curam (kelerengan<20%).
PENGARUH ZAT PENGATUR TUMBUH PADA PERBANYAKAN JATI MUNA SECARA KULTUR JARINGAN Nursyamsi Nursyamsi; Suhartati Suhartati; Abd. Qudus T
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 4 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2007.4.4.385-390

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi zat pengatur tumbuh BAP (Benzyl Amino Purin) yang optimum untuk perbanyakan jati muna secara kultur jaringan. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Kultur Jaringan Balai Penelitian Kehutanan Makassar, yaitu mulai bulan April sampai bulan Juni 2002. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan perlakuan konsentrasi BAP yaitu 0,5; 1,0; 1,5;2,5; 3,0; 3,5; dan 4,0 ppm, pada medium MS, diulang sebanyak lima ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 2,5 ppm BAP adalah konsentrasi yang optimum, yaitu menghasilkan rata-rata 3-5 tunas dengan tinggi tunas 4,0 cm; serta waktu mulai bertunas yaitu sekitar tujuh hari.
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PEMBANGUNAN PENANGKARAN RUSA SAMBAR (Cervus unicolor Kerr, 1792) DI KHDTK SAMBOJA, KALIMANTAN TIMUR Tri Sayektiningsih; Tri Atmoko; Amir Ma’ruf
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 11, No 2 (2014): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2014.11.2.143-153

Abstract

Informasi mengenai persepsi masyarakat di sekitar Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Samboja bermanfaat sebagai bahan pertimbangan dalam pembangunan penangkaran rusa sambar (Cervusunicolor Kerr, 1792) di kawasan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang persepsi dan kondisi sosial ekonomi masyarakat terhadap pembangunan penangkaran rusa sambar di KHDTK Samboja dan sekitarnya. Penelitian dilaksanakan pada bulan September 2010 di Desa Semoi Dua, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Pengumpulan data primer dilakukan melalui wawancara dengan responden terpilih menggunakan panduan. Penentuan responden dilakukan secara acak. Responden terdiri dari 30 kepala rumah tangga yang bermukim di RT 13 dan RT 14 Desa Semoi Dua. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa persepsi masyarakat Desa Semoi Dua terhadap pembangunan penangkaran rusa sambar kategori sedang, yaitu masyarakat mendukung pembangunan penangkaran rusa sambar, tetapi khawatir apabila kegiatan tersebut dapat menganggu aktivitas berladang mereka dan membatasi akses mereka  memperluas lahan garapan di dalam kawasan KHDTK. Faktor yang mempengaruhi persepsi masyarakatterhadap pembangunan penangkaran rusa sambar adalah pendapatan responden. Perekrutan masyarakat lokal sebagai pekerja penangkaran dapat menjadi solusi sekaligus mengurangi aktivitas berladang di dalamkawasan KHDTK Samboja.
REHABILITASI LAHAN KRITIS MELALUI PENGEMBANGAN HUTAN RAKYAT BERBASIS SISTEM KALIWU DI PULAU SUMBA Gerson ND. Njurumana; I Wayan Widhana Susila
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 3, No 1 (2006): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2006.3.1.19-30

Abstract

Pengelolaan   hutan yang menekankan  eksploitasi  menyebabkan    meningkatnya luas  lahan  kritis  dan degradasi ekosistem  hutan  secara  menyeluruh  luas  lahan  kritis  di  Nusa Tenggara  Timur  mencapai  28% dari  total  luas wilayah.  Sedangkan di  Pulau Surnba  jumlah  lahan   kritis  diperkirakan  paling sedikit   32% dari total luas daratan.  Peningkatan  lahan  kritis disebabkan  kebakaran  lahan dan hutan,       fragrnentasi  hutan  akibat penebangan liar dan perladangan serta faktor  alam  yang kurang  rnenunjang  perturnbuhan  tanaman. Hal  ini berdampak  negatif  terhadap daya dukung lingkungan dalam   menunjang  kebutuhan  manusia.  Penelitian ini bertujuan untuk  memperoleh alternatif  rehabilitasi lahan dan konservasi  melalui   pengembangan  hutan rakyat yang  berbasis  pada sistem social forestry  murni  masyarakat beserta kearifan  lokalnya.  Metode  pendekatan yang  digunakan adalah  observasi  langsung  terhadap karakteristik sistem     kaliwu, wawancara dan pengumpulan data  sekunder. Hasil penelitian  menunjukkan bahwa sistern kaliwu berpeluang  dikembangkan untuk   rehabilitasi lahan dan konservasi tanah dan air  di  Sumba. Keberadaan    sistem  kaliwu mampu menunjang  tata air, mendukung pendapatan    masyarakat  dengan nilsi  NPV positif  pada tingkat  pengembalian modal lebih dari  I 2%  per  tahun, keragaman jenis  tanaman  yang tinggi  serta dukungan  masyarakat. Keuntungan  pengembangan  sistem  kaliwu adalah  diperolehnya landasan pengelolaan lahan kritis dan konservasi yang berbasis lokal (mengakomodir karakteristik wilayah, sosial budaya, dan kearifan lokal) untuk menggugah peningkatan partisipasi masyarakat dalam pencapaian tujuan pengelolaan lahan.

Filter by Year

2004 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 19, No 2 (2022): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 19, No 1 (2022): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 18, No 2 (2021): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 18, No 1 (2021): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 17, No 2 (2020): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 17, No 1 (2020): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 16, No 2 (2019): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 16, No 1 (2019): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 15, No 2 (2018): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 15, No 1 (2018): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 14, No 2 (2017): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 14, No 1 (2017): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 13, No 2 (2016): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 13, No 1 (2016): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 12, No 2 (2015): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 12, No 2 (2015): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 12, No 1 (2015): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 12, No 1 (2015): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 11, No 3 (2014): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 11, No 3 (2014): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 11, No 2 (2014): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 11, No 2 (2014): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 11, No 1 (2014): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 11, No 1 (2014): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 10, No 3 (2013): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 10, No 3 (2013): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 10, No 2 (2013): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 10, No 1 (2013): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 9, No 4 (2012): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 9, No 4 (2012): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 9, No 3 (2012): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 9, No 3 (2012): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 9, No 2 (2012): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 9, No 1 (2012): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 8, No 4 (2011): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 8, No 4 (2011): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 8, No 3 (2011): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 8, No 3 (2011): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 8, No 2 (2011): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 8, No 2 (2011): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 8, No 1 (2011): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 8, No 1 (2011): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 7, No 4 (2010): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 7, No 4 (2010): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 7, No 3 (2010): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 7, No 3 (2010): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 7, No 2 (2010): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 7, No 2 (2010): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 7, No 1 (2010): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 7, No 1 (2010): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 6, No 2 (2009): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 6, No 2 (2009): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 6, No 1 (2009): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 6, No 1 (2009): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 5 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 5 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 4 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 4 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 3 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 3 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 2 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 2 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 1 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 1 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 6 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 6 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 5 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 5 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 4 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 4 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 3 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 3 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 2 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 2 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 1 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 1 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 3, No 5 (2006): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 3, No 4 (2006): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 3, No 3 (2006): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 3, No 2 (2006): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 3, No 1 (2006): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 2, No 6 (2005): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 2, No 5 (2005): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 2, No 4 (2005): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 2, No 3 (2005): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 2, No 2 (2005): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 2, No 1 (2005): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 1, No 1 (2004): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam More Issue