cover
Contact Name
Globila Nurika
Contact Email
nurikaglobila@unej.ac.id
Phone
+6281235181803
Journal Mail Official
ikesma@unej.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Published by Universitas Jember
ISSN : 18297773     EISSN : 26847035     DOI : https://doi.org/10.19184
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKESMA) diterbitkan oleh Fakultas Kesehatan Masyarakat Uiversitas Jember sejak tahun 2005 dengan frekuensi terbitan 2 kali dalam satu tahun (Maret dan September). Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKESMA) menerbitkan artikel penelitian di bidang kesehatan masyarakat dengan topik kajian: administrasi dan kebijakan kesehatan, kesehatan lingkungan, kesehatan dan keselamatan kerja, gizi masyarakat, epidemiologi, promosi. kesehatan dan ilmu perilaku, kesehatan ibu dan anak, kesehatan reproduksi, biostatistika, sistem informasi kesehatan, dan demografi/kependudukan. Pada Bulan Agustus 2020, Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKESMA) memulai kolaborasi dengan Perhimpunan Sarjana dan Profesional Kesehatan Masyarakat Indonesia (PERSAKMI) untuk penerbitan jurnal. Sejak tahun 2022, Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKESMA) meningkatkan frekuensi terbitan menjadi 4 kali dalam satu tahun (Maret, Juni, September, dan Desember).
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 20 No 2 (2024)" : 8 Documents clear
ANALYSIS OF FACTORS CAUSED BY PATIENT COMPLAINTS AT PUYUNG HEALTH CENTER Fitriana, Huniza; Menap, Menap; Khaliq, Abdul
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 20 No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/ikesma.v20i2.45537

Abstract

One of the issues that health facilities, including community health centers, had to address was patient complaints. Therefore, the aim of this research was to analyze the factors that caused patients to complain at the Puyung Health Center. To identify these causal factors, several hypothetical variables were used, such as patient perceptions, facilities and infrastructure, service procedures, officer competency, and officer discipline. The research design employed was analytical-observational, using a cross-sectional approach. The sample in the study consisted of 94 patients. The instrument in this research was a questionnaire for each variable. The data were then analyzed using bivariate analysis (crosstab) to determine the relationship between the independent and dependent variables and a multivariate logistic regression test to identify the independent variables that caused patient complaints. The results of the research revealed that there was an individually significant relationship between patient complaints and patient perceptions, facilities and infrastructure, service procedures, officer competence, and officer discipline. In addition, information was obtained that service procedures were the dominant factor that significantly caused patient complaints at the Puyung Community Health Center.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN TINGKAT KEPATUHAN PENGOBATAN PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI KOTA TERNATE Buyung, Sonia; Armaijn, Liasari; Toka, Wahyunita Do
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 20 No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/ikesma.v20i2.46569

Abstract

Diabetes Melitus (DM) tipe 2, suatu penyakit kronik dengan hiperglikemia persisten akibat defek sekresi dan resistensi insulin ini masih menjadi ancaman kesehatan dunia hingga saat ini dikarenakan morbiditas, mortalitas, kejadian komplikasi serta pengeluaran biaya kesehatannya yang tinggi. DM tipe 2 memerlukan penatalaksanaan jangka panjang sehingga peran pasien terkait kepatuhan pengobatan menjadi krusial dalam mencapai tujuan pengobatan. Kepatuhan pengobatan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, terutama pengetahuan pasien. Penelitian ini dilakukan untuk mengeksplorasi hubungan antara tingkat kepatuhan pengobatan dan tingkat pengetahuan pasien DM tipe 2 di Kota Ternate, tepatnya di Puskesmas Kalumata. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional terhadap 109 sampel yang diperoleh dengan metode consecutive samplingmenggunakan kuesioner DKQ-24 dan MMAS-8. Dari total 109 sampel ditemukan distribusi pasien terbanyak pada kelompok usia 56-65 tahun (35,8%), jenis kelamin perempuan (66,1%), tamatan SMA sederajat (44%), Ibu Rumah Tangga (44%), telah berobat selama 6 bulan atau lebih (77,1%), memiliki riwayat DM dalam keluarga (58,7%), berpengetahuan cukup (45,9% ) dan memiliki kepatuhan pengobatan sedang (36,7%). Analisis korelasi spearman menghasilkan nilai signifikansi (p value) sebesar <0,001 dan koefisien korelasi (r) sebesar 0,739. Hasil tersebut mengindikasikan adanya korelasi yang signifikan dan kuat, dengan arah korelasi positif, antara tingkat pengetahuan dan tingkat kepatuhan pengobatan pada pasien DM Tipe 2 di Puskesmas Kalumata Kota Ternate.
PARENTAL SMOKING BEHAVIOR AND UNDERWEIGHT AMONG CHILDREN AGED 5-12 YEARS: EVIDENCE FROM RISKESDAS 2018 Engelina, Bunga Ellen; Sufyan, Dian Luthfiana; Simanungkalit, Sintha Fransiske; Wahyuningsih, Utami
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 20 No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/ikesma.v20i2.46515

Abstract

In recent years, underweight remains a medium public health problem in Indonesia, despite the substantial decrease in prevalence, still, this long-standing issue are potentially altering children physical growth and cognitive development. This current study aims to investigate the association between parental smoking behavior and underweight in children by analyzing secondary data of the 2018 Indonesia Basic Health Research (RISKESDAS). A total sample of 39,451 children aged 5-12 years were analyzed in this study. Anthropometric measurement of body weight was obtained to identify underweight. A structure questionnaire was employed to obtained information on child sex (male or female), age (5-8 or 9-12), type of residence (urban or rural), parental age (under or older than 35), education (high: higher education graduate or under), working status (working or not working) and smoking behavior both among mother and father in the last one month. Among those who smoked, the average number of cigarettes being smoked was also questioned, as well as the experience of indoor smoking. Data were analyzed using SPSS version 25. There were 8.4% of underweight children in this study, 89.8% of parents were smoker, who 74.8% of them were father, on average smoked 14 cigarettes per day and 98.8% of them smoked inside the house. Underweight was not significantly associated with parental smoking behavior, type of residence, parental age and parental working status. Higher odds of being underweight was found among children age 5-8 years (OR 1.08, p = 0.04, 95% CI). While boys were protective factor against underweight (OR 0.75, p < 0.01, 95% CI). Despite no association found between parental smoking behavior and children underweight in current study, however, it remains relevant to remind parents that their smoking behavior, especially inside living space may hinder children physical growth and cognitive development.
HUBUNGAN KUALITAS UDARA DALAM RUANGAN DAN FAKTOR INDIVIDU DENGAN SICK BUILDING SYNDROME (SBS) DI PT LEN INDUSTRI (PERSERO) Ba'amir, Ammar Bin Yasir; Diyanah, Khuliyah Candraning; Pawitra, Aditya Sukma
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 20 No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/ikesma.v20i2.47874

Abstract

Kualitas udara dalam ruangan dan karakteristik individu merupakan aspek yang dapat memengaruhi kesehatan dan kenyamanan karyawan. Buruknya kualitas udara dalam ruangan dapat menyebabkan berbagai risiko, salah satunya sick building syndrome. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara kualitas udara dalam ruangan dan faktor individu dengan sick building syndrome di PT Len Industri (Persero). Jenis penelitian ini yaitu observasional analitik dengan menggunakan desain penelitian cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh karyawan PT Len Industri (Persero) yang bertempat di gedung A lantai 3 sebanyak 80 karyawan yang terbagi di 6 ruangan sedangkan sampel yang diambil yaitu 44 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paling banyak responden berjenis kelamin laki-laki, berusia di bawah 40 tahun, paling banyak memiliki masa kerja di atas 5 tahun, dan mayoritas tidak merokok. Sebagian besar karyawan menempati ruangan dengan pencahayaan dan suhu yang tidak memenuhi standar menurut Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2018 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lingkungan Kerja, yaitu 300 lux untuk pencahayaan dan 23oC-26oC untuk suhu. Hasil uji Chi-Square menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pencahayaan dan suhu dengan sick building syndrome. Pihak dari PT Len Industri (Persero) diharapkan dapat menambah sumber pencahayaan dan melakukan perawatan air conditioner (AC) secara rutin.
ANALISIS KERUGIAN EKONOMI KELUARGA PADA BAYI BERAT LAHIR RENDAH DI KOTA TANGERANG SELATAN Putro, Wahyu Gito; Pranoto, Putri Septiani Azzahra; Darmawan, Kadek; Lahdji, Aisyah
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 20 No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/ikesma.v20i2.47881

Abstract

Setiap negara harus memprioritaskan penanganan masalah ini karena tingginya prevalensi kematian ibu dan bayi baru lahir. Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) merupakan faktor signifikan yang berkontribusi terhadap kematian bayi di Indonesia. Tingginya prevalensi kasus BBLR memiliki pengaruh langsung terhadap pembiayaan kesehatan, terutama untuk perawatan BBLR. Penelitian ini bertujuan untuk menilai beban keuangan yang dihadapi oleh keluarga yang memiliki bayi BBLR. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional untuk melakukan penelitian. Data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan sekunder yang diambil dari catatan tagihan rumah sakit. Populasi penelitian adalah keluarga yang memiliki bayi BBLR di RSUD Tangerang Selatan yang berjumlah 130, dengan jumlah sampel sebanyak 97 dengan teknik Lameshow. Dampak ekonomi keseluruhan pada keluarga yang memiliki bayi dengan BBLR meliputi biaya gabungan dari biaya langsung medis, biaya langsung non-medis, dan biaya tidak langsung. Hasil penjumlahan menunjukkan bahwa rata-rata beban ekonomi keluarga yang memiliki bayi BBLR adalah sebesar Rp. 27.704.792. Kerugian ekonomi keluarga yang dihasilkan dari hasil penjumlahan antara biaya langsung pengobatan, biaya langsung bukan pengobatan, dan biaya tidak langsung perlu dilakukan secara komprehensif. Sehingga kebijakan yang dibuat untuk menyelesaikan masalah ini dapat secara tepat disesuaikan dengan anggaran yang dimiliki.
TINJAUAN KUALITATIF DETERMINAN PERILAKU MEROKOK REMAJA DI KABUPATEN BANTUL, DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Wibowo, Marsiana; Trisnowati, Heni
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 20 No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/ikesma.v20i2.46739

Abstract

Perilaku merokok telah menjadi beban bagi Indonesia, baik kesehatan maupun ekonomi. Perilaku merokok menjadi faktor risiko dari penyakit tidak menular yang persentasenya terus meningkat. Tren perokok belum mengalami perbaikan, bahkan dikalangan remaja. Perokok yang memulai kebiasaannya di usia remaja memiliki kecenderungan menjadi perokok hingga dewasa. Menelusuri fenomena ini di DI. Yogyakarta, Kabupaten Bantul adalah kabupaten dengan persentase perokok remaja yang paling tinggi di antara kabupaten/kota lainnya. Determinan yang berhubungan dengan perilaku merokok telah banyak diteliti secara kuantitatif. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi determinan perilaku merokok remaja secara kualitatif. Desain yang digunakan adalah deskriptif. Subjek dipilih secara purposive, yang terdiri dari tujuh infoman, baik yang sebagai perokok aktif maupun mantan perokok. Peneliti menggunakan analisis tematik dalam proses analisis. Penelitian ini menghasilkan empat tema, yaitu faktor intrapersonal, interpersonal, lingkungan, dan tindakan merokok remaja. Faktor intrapersonal, interpersonal, dan lingkungan mempengaruhi terjadinya tindakan merokok remaja. Masing-masing faktor memiliki determinan yang menjelaskan pengaruhnya terhadap tindakan dan perilaku merokok remaja. Peneliti menggarisbawahi pentingnya orang tua dan remaja mengontrol faktor interpesonal remaja karena usia remaja adalah periode perkembangan psikologis untuk pencarian jati diri menuju kedewasaan. Determinan-determinan tersebut penting untuk diperhatikan dan menjadi landasan dalam mengembangkan program intervensi perilaku merokok remaja.
IMPLEMENTASI WATER, SANITATION, AND HYGIENE (WASH) KELUARGA BADUTA STUNTING DI WILAYAH PERTANIAN KABUPATEN JEMBER Ratnawati, Leersia Yusi; Nafikadini, Iken; Ningtyias, Farida Wahyu; Prasetyowati, Irma; Bumi, Candra
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 20 No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/ikesma.v20i2.43772

Abstract

Intervensi Water, Sanitation and Hygiene (WASH) terbukti dapat menurunkan 860.000 kematian anak akibat kekurangan gizi salah satunya stunting. Karakteristik wilayah pertanian memiliki korelasi dengan kejadian stunting baik dari aspek sosio ekonomi maupun cemaran lingkungan dan penggunaan pestisida maupun pupuk. Kabupaten Jember dengan angka stunting tertinggi di Jawa Timur juga memiliki beberapa wilayah pertanian dengan stunting yang tinggi. Tujuan dari penelitian adalah untuk menganalisis impelementasi WASH pada keluarga baduta stunting di wilayah Pertanian Kabupaten Jember. Penelitian ini merupakan penelitian obervasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah anak usia 6 – 23 bulan kriteria utama orang tua memiliki mata pencaharian sebagai petani. Teknik pengumpulan data dengan Proportionate Stratified Random Sampling dan dianalisis menggunakan chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indikator WASH yang berkaitan dengan akses sumber air minum, pengolahan air, serta kebiasaan cuci tangan pada saat sebelum dan sesudah beraktivitas pada keluarga baduta stunting di wilayah pertanian sudah baik. Namun, indikator pengolahan sampah menunjukkan implementasi yang masih rendah karena kondisi tempat sampah yang tidak saniter, pengolahan secara dibakar serta tumpukan sampah yang menjadi tempat perkembang biakan rodent. Selain itu, akses jamban sehat juga masih rendah yang dibuktikan dengan masih adanya masyarakat yang melakukan praktik BABS ke sungai. Hasil statistik menunjukkan indikator WASH tidak secara signifikan berhubungan dengan stunting. Satu indikator yang berkorelasi dengan kejadian stunting adalah banyaknya tikus yang berada di lokasi sampah. Implementasi WASH perlu dilakukan terutama intervensi program pengolahan sampah untuk mengurangi tempat perindukan rodent yang dapat berkorelasi dengan penyakit infeksi sebagai determinan stunting.
PENGARUH POLA MAKAN TERHADAP KEJADIAN GASTRITIS PADA MAHASISWA Muttaqin, Salwa Zainum; Juwita, Citra Puspa
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 20 No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/ikesma.v20i2.47822

Abstract

Gastritis atau maag merupakan suatu kondisi mukosa lambung meradang yang prevalensi tinggi di Indonesia dengan angka kasus yang signifikan, seperti di Jakarta Timur mencapai 94.495. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pola makan dengan kejadian gastritis pada mahasiswa. Metode penelitian yang diterapkan adalah kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Pengumpulan sampel dilakukan melalui metode simple random sampling dengan responden sejumlah 110 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang diisi secara online, sementara analisis data dilakukan dengan menerapkan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kejadian gastritis pada populasi sebanyak 55,45% dan terdapat pengaruh antara pola makan dan kejadian gastritis pada mahasiswa, dimana mahasiswa yang memiliki pola makan tidak sehat akan beresiko 44,8 kali terjadi gastritis dibandingkan mahasiswa yang memiliki pola makan sehat (p value= 0,00; OR= 44,8; CI=14,2 – 141,3). Penting bagi mahasiswa memahami bahwa pola makan yang seimbang dan disertai dengan jenis makanan yang tepat dapat berkontribusi pada kesehatan yang optimal.

Page 1 of 1 | Total Record : 8