cover
Contact Name
Globila Nurika
Contact Email
nurikaglobila@unej.ac.id
Phone
+6281235181803
Journal Mail Official
ikesma@unej.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Masyarakat (IKESMA)
Published by Universitas Jember
ISSN : 18297773     EISSN : 26847035     DOI : https://doi.org/10.19184
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKESMA) diterbitkan oleh Fakultas Kesehatan Masyarakat Uiversitas Jember sejak tahun 2005 dengan frekuensi terbitan 2 kali dalam satu tahun (Maret dan September). Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKESMA) menerbitkan artikel penelitian di bidang kesehatan masyarakat dengan topik kajian: administrasi dan kebijakan kesehatan, kesehatan lingkungan, kesehatan dan keselamatan kerja, gizi masyarakat, epidemiologi, promosi. kesehatan dan ilmu perilaku, kesehatan ibu dan anak, kesehatan reproduksi, biostatistika, sistem informasi kesehatan, dan demografi/kependudukan. Pada Bulan Agustus 2020, Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKESMA) memulai kolaborasi dengan Perhimpunan Sarjana dan Profesional Kesehatan Masyarakat Indonesia (PERSAKMI) untuk penerbitan jurnal. Sejak tahun 2022, Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKESMA) meningkatkan frekuensi terbitan menjadi 4 kali dalam satu tahun (Maret, Juni, September, dan Desember).
Arjuna Subject : -
Articles 432 Documents
DAMPAK PANDEMI COVID-19 PADA LAYANAN KESEHATAN IBU DAN ANAK (KIA) DI KOTA DEPOK Yulia, Rizki; Syafiq, Ahmad; Pratomo, Hadi; Sulastri, Nur Eulis
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 17 No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/ikesma.v17i2.25067

Abstract

Kota Depok menerapkan kebijakan PSBB yang berdampak pada pelayanan KIA. Adanya pandemi memperberat tantangan dalam memberikan pelayanan sehingga terdapat kekhawatiran terancamnya asuhan pada ibu dan anak. Tujuan penelitian ini adalah menilai dampak pandemi COVID-19 terhadap layanan KIA dan menganalisis layanan KIA yang paling terpengaruh dalam masa pandemi COVID-19. Studi dilakukan terintegrasi program “e-Monev untuk Pemulihan Pelayanan KIA, KB dan Gizi dari Dampak Pandemi COVID-19” yang dilaksanakan Direktorat Kesehatan Keluarga, Ditjen Kesehatan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI. Pelayanan KIA dikelompokan menjadi 4 yaitu: layanan kehamilan K1, layanan kehamilan K4, layanan persalinan di fasilitas kesehatan, dan pemantauan pertumbuhan dan perkembangan di Posyandu. Studi menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif menggunakan data kunjungan bulanan pada periode Januari-September tahun 2019 dan 2020 dari Dinkes Kota Depok. Data kualitatif dikumpulkan melalui wawancara mendalam menggunakan aplikasi zoom meeting dan e-survey menggunakan aplikasi Google Formulir. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya penurunan hampir pada seluruh Januari hingga September, kecuali terdapat kenaikan cakupan K1 bulan Juli sebesar 0,48% dan Agustus sebesar 2,18%; kenaikan cakupan K4 bulan Juli sebesar 2,1% dan Agustus sebesar 2,88%; pertolongan persalinan hanya bulan Juli yang mengalami kenaikan (3.21%); capaian pemantauan tumbuh kembang hanya bulan Agustus yang mengalami kenaikan (15,08%). Kesimpulan dari studi ini adalah terjadi penurunan pada cakupan K1 dan K4, cakupan persalinan di fasilitas kesehatan dan pemantauan tumbuh kembang balita. Layanan KIA yang paling terpengaruh pada pandemi COVID-19 adalah pemantauan tumbuh kembang balita.
ANALISIS CEMARAN LOGAM BERAT ARSEN, TIMBAL, DAN MERKURI PADA MAKANAN DI WILAYAH KOTA SURABAYA DAN KABUPATEN SIDOARJO JAWA TIMUR Dewi, Eva Rosdiana
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 18 No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/ikesma.v18i1.20529

Abstract

Makanan merupakan sumber energi untuk menunjang aktivitas manusia. Selain memberikan dampak positif, makanan dapat menimbulkan dampak negatif yaitu penyakit yang disebabkan oleh makanan (food borne disease). Kota Surabaya dan Kabupaten Sidoarjo merupakan kota/kabupaten di Jawa Timur yang memiliki wilayah pesisir dan industri yang cukup banyak. Kontribusi limbah industri lebih besar mencemari lingkungan dengan logam berat. Logam berat yang terakumulasi dalam tubuh jika melebihi batas maksimum dapat menyebabkan terganggunya fungsi jaringan, organ, kerusakan otak sampai kematian. Penelitian bertujuan untuk mengetahui kadar logam berat arsen, timbal, dan merkuri serta batas aman kandungan yang dapat dikonsumsi manusia. Metode penelitian ini adalah deskriptif dengan menganalisis hasil uji cemaran logam berat pada makanan. Sampel makanan terdiri dari 16 sampel untuk tiap uji cemaran logam berat arsen, timbal, dan merkuri. Hasil dari penelitian ini tidak ada makanan yang mengandung logam berat arsen. Makanan yang mengandung timbal adalah terasi dengan kadar timbal sebanyak 0,005-0,01 ppm. Makanan yang mengandung merkuri adalah kerang dan keong sawah dengan kadar merkuri sebanyak 0,005 ppm. Hasil pengujian makanan yang mengandung cemaran logam berat dapat berasal dari bahan baku, habitat, dan adanya pembuangan limbah industri di daerah aliran sungai. Kesimpulan penelitian adalah semua sampel makanan negatif mengandung arsen namun positif mengandung timbal dan merkuri di bawah batas aman kandungan logam berat, sehingga masih aman untuk dikonsumsi manusia. Saran yang dapat diberikan adalah pemerintah perlu melakukan kajian lebih lanjut terhadap makanan yang mengandung logam berat. Selain itu, pengawasan peredaran makanan perlu partisipasi aktif masyarakat untuk dapat meminimalkan terjadinya terjadinya pencemaran logam berat pada makanan.
ANALISIS FAKTOR PENYEBAB PENGGUNAAN KONTRASEPSI SELAMA MASA PANDEMI COVID-19 PADA PASANGAN USIA SUBUR DI KECAMATAN TEBING TINGGI KABUPATEN TANJUNG JABUNG BARAT Nurma, Dian Aprilia
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Special Issue: December 2021
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/ikesma.v0i0.27219

Abstract

Laju pertumbuhan penduduk di Indonesia mengalami peningkatan sebesar 1,49% atau bertambah 4,5 juta setiap tahunnya. Hal ini menyebabkan tidak sesuainya program pemerintah dalam menggalakkan program Keluarga Berencana (KB). Program KB mengalami penurunan selama masa pandemi COVID-19, hal ini disebabkan karena fasilitas kesehatan yang akan di akses masyarakat untuk mendapatkan program KB terbatas. Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional mencatat adanya penurunan drastis (35%-47%) pada penggunaan kontrasepsi, berkurangnya partisipasi penggunaan KB, dan akan berimbas kepada meningkatnya kelahiran bayi atau biasa disebut sebagai kejadian “baby boom” setelah pandemi COVID-19. Berdasarkan survei awal yang dilakukan kepada Pasangan Usia Subur (PUS) di Kecamatan Tebing Tinggi, terjadi penurunan penggunaan kontrasepsi sebesar 21,5% selama masa pandemi COVID-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab partisipasi penggunaan kontrasepsi selama masa pandemi COVID 19. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan analisis univariat dan analisis bivariat. Metode uji yang digunakan adalah chi square. Sampel penelitian adalah Pasangan Usia Subur (PUS) di Kecamatan Tebing Tinggi dipilih berdasarkan metode simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga variabel yang berhubungan dengan penggunaan kontrasepsi yaitu pengetahuan (p-value <0.001), dukungan suami (p-value <0.001) dan dukungan tenaga kesehatan (p-value <0.001). Jadi sangat disarankan para suami dapat memberikan dukungan kepada istri terkait penggunaan kontrasepsi, tenaga kesehatan juga berperan dalam memberikan dukungan fasilitas dan tenaga dalam memberikan pelayanan KB kepada akseptor KB. Penyuluh KB dan kader KB di setiap desa/kelurahan dapat memberikan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) kepada akseptor terkait kontrasepsi yang dapat meningkatkan jumlah akseptor KB.
HUBUNGAN PEKERJAAN MANUAL MATERIAL HANDLING DENGAN KELUHAN MUSCULOSKELETAL DISORDERS PADA PENGANTAR GALON Pratiwi, Arum Dian; Nurmaladewi, Nurmaladewi; Nasruddin, Nasruddin
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 18 No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/ikesma.v18i1.23851

Abstract

Pekerjaan manual material handling yang dilakukan oleh pengantar galon dapat menimbulkan beberapa keluhan pada tubuh seperti bahu, lengan, punggung, pinggang, pinggul dan pergelangan tangan yang disebut sebagai keluhan musculoskeletal disorders. Prevalensi musculoskeletal disorders berdasarkan hasil survei Health Safety Executive di Britania Raya menunjukkan sebanyak 507.000 pekerja mengalami musculoskeletal disorders tahun 2017, 469.000 pekerja tahun 2018, dan 498.000 pekerja tahun 2019. Prevalensi musculoskeletal disorders di Indonesia dan Sulawesi Tenggara berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2018 yakni 7,30% dan 5,63%. Adapun prevalensi penyakit sistem otot dan jaringan di Kota Kendari berdasarkan Profil Kesehatan Kota Kendari tahun 2017 yakni 7,66 %, 9,00% tahun 2018, dan 9,35% tahun 2019. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pekerjaan manual material handling dengan keluhan musculoskeletal disorders pada pengantar galon di Kota Kendari. Jenis penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Uji statistik yang digunakan yakni spearman rank. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pengantar galon yang berjumlah 356 orang dengan jumlah sampel yang diambil sebanyak 127 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara waktu, sikap tubuh dan risiko pekerjaan manual material handling dengan keluhan musculoskeletal disorders dan tidak terdapat hubungan antara kondisi kerja dengan keluhan musculoskeletal disorders. Pemilik usaha galon dan pengantar galon hendaknya membatasi waktu mengantar galon, menghindari sikap tubuh membungkuk, memperhatikan kondisi kerja atau depot, serta membatasi jumlah galon yang diangkat.
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN MANAJEMEN, PENGETAHUAN DAN SIKAP TERHADAP KEPATUHAN KARYAWAN PADA PROTOKOL PENCEGAHAN COVID 19 DI PT. ASURANSI SINARMAS JAKARTA Sangadji, Namira Wadjir; Aningsih, Aningsih
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Special Issue: December 2021
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/ikesma.v0i0.27115

Abstract

Kenaikan angka kasus COVID 19 dapat disebabkan karena faktor ketidak kapatuhan dalam menerapkan protokol kesehatan selama masa pandemi khususnya oleh para karyawan. Aktivitas bekerja di kantoran menyebabkan tingginya mobilitas dan interaksi sesama karyawan. Studi pendahuluan yang dilakukan di PT. Asuransi Sinarmas Jakarta ditemukan 68% karyawan belum patuh dalam melakukan pencegahan COVID 19 di tempat kerja. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui variabel –variabel yang berhubungan dengan kepatuhan karyawan terhadap protokol kesehatan di PT. Asuransi Sinarmas Jakarta. Metode yang dipakai yaitu metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September - Desember 2020. Pengumpulan data primer dilakukan melalui google form dan disebarkan secara daring. Populasi pada penelitian ini adalah semua karyawan di PT. Asuransi Sinarmas Jakarta. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 98 karyawan dengan metode pengambilan sampel secara total sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dengan persentase dan bivariat dengan uji Chi Square. Hasil menunjukan 30,6% karyawan tidak patuh pada tidakan pencegahan COVID 19 di tempat kerja. Variabel pengetahuan tentang COVID 19, sikap, dan dukungan manajemen perusahaan berpengaruh secara signifikan terhadap kepatuhan karyawan dalam protokol pencegahan COVID-19 di tempat kerja.
TEKNOLOGI TEPAT GUNA PORTABLE CHLORINATOR PADA SISTEM PENYEDIAAN AIR KOMUNAL PEDESAAN Roslan, Rosidi; Damalia, Fransisca Putri Intan; Mirasa, Yudied Agung
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 18 No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/ikesma.v18i1.27148

Abstract

Pemerintah telah mencanangkan Percepatan Target Program Sanitasi dan Air Minum Aman Tahun 2024 melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dan Sustainable Development Goals (SDGs) 2024–2030. Salah satu capaian SDGs 2030 yaitu meminimalisasi penyakit berbasis lingkungan. Dari total 21.829 Sarana Air Minum (SAM) di Indonesia, proporsi rumah tangga untuk keperluan minum menurut mata air tidak terlindungi adalah 2,5%. Kecamatan Karangrejo, Kabupaten Tulungagung memiliki satu mata air yang digunakan secara komunal dan berpotensi tercemar. Pencemaran air dapat berdampak pada kesehatan masyarakat, yaitu terjadinya penyakit bawaan air seperti diare. Penerapan teknologi tepat guna dapat menjadi salah satu teknik pengelolaan air untuk memenuhi standar mutu air bagi kebutuhan masyarakat. Penelitian ini bertujuan melakukan pemanfaatan teknologi tepat guna portable chlorinator pada sistem pengolahan air bersih komunal menjadi sehat dan aman bagi masyarakat. Penelitian ini merupakan penelitian terapan sebagai solusi pemecahan masalah yang ditemukan. Data yang dikumpulkan adalah pengambilan sampel air di lima titik pemantauan dan data pendukung berupa angka kejadian diare dan pemberdayaan masyarakat di Desa Sukodono sebelum dan sesudah pemasangan alat. Hasil penelitian menemukan adanya Coliform pada saat sebelum pemasangan alat, yaitu 20–41 MPN/100 ml. Setelahnya, alat mampu mendesinfeksi air dan menghasilkan 0 MPN/100 ml Total Coliform dan E. coli. Jumlah kasus diare pada kategori balita di Puskesmas Jeli mengalami kenaikan di tahun 2020. Hingga September 2021, kasus diare pada balita sebanyak 57,6% dari kasus diare pada semua umur. Kegiatan sosialisasi membuat masyarakat paham akan pentingnya air bersih dan salah satu upaya pencegahan penyakit waterborne disease melalui teknologi tepat guna.
POLA KONSUMSI PANGAN PENDUDUK USIA PRODUKTIF PADA MASA PANDEMI COVID-19 Mustakim, Mustakim; Efendi, Rusman; Sofiany, Intan Rosenanda
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Special Issue: December 2021
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/ikesma.v0i0.27203

Abstract

Pandemi COVID-19 telah mempengaruhi setiap lini kehidupan, termasuk pola konsumsi pangan. Sayangnya, perubahan yang terjadi dapat mengarah pada pola makan positif maupun negatif. Penelitian ini bertujuan untuk menelisik dampak pandemi COVID-19 terhadap pola makan. Jika ditemukan perubahan ke arah negatif dapat dilakukan antisipasi guna mencegah masalah kesehatan di kemudian hari. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan desain studi cross sectional. Populasi penelitian ini yaitu penduduk usia produktif di Kota Tangerang Selatan dan didapatkan sampel sebanyak 133 responden. Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan konsumsi makanan utama dan selingan, sayur dan buah, air putih, minuman rempah-rempah, suplemen, makanan ringan kemasan dan fast food serta penurunan konsumsi gorengan. Perubahan paling umum berupa peningkatan jumlah, ragam dan frekuensi konsumsi. Pengetahuan dan sikap gizi responden cenderung baik dan positif. Mayoritas responden kadang-kadang mempertimbangkan harga pangan dan mengalami peningkatan perilaku memasak. Sebanyak 51,9% responden rutin memantau berat badan dan 49,3% diantaranya mengalami kenaikan berat badan. Peningkatan konsumsi makanan ringan dan fast food dapat mengarah pada kenaikan berat badan. Ditambah lagi, konsumsi buah dan sayur yang belum mencukupi kebutuhan harian. Perlu ditemukan penyebab perubahan yang terjadi sehingga dapat dilakukan upaya guna mencegah masalah kesehatan di kemudian hari.
HUBUNGAN ANTARA FAKTOR INDIVIDU DAN KEJENUHAN DENGAN STRES KERJA PADA GURU SEKOLAH DASAR SEDERAJAT Rosanna, Siti Farihah; Hartanti, Ragil Ismi; Indrayani, Reny
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 17 No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/ikesma.v17i2.24783

Abstract

Kejenuhan merupakan salah satu penyebab terjadinya stres kerja. Salah satu pekerjaan yang berisiko mengalami stres kerja adalah guru Sekolah Dasar Sederajat karena memiliki tanggungjawab yang lebih besar dan rutinitas kerja monoton. Stres kerja disebabkan oleh faktor individu yang meliputi jenis kelamin, usia dan masa kerja serta kejenuhan sehingga perlu dilakukan upaya pencegahan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara faktor individu dan kejenuhan dengan stres kerja pada guru Sekolah Dasar Sederajat di Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain cross-sectional. Populasi pada penelitian ini sebanyak 339 guru dengan sampel sebanyak 116 guru. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data primer yang didapatkan melalui angket online dengan menggunakan google form. Instrumen penelitian menggunakan Boredom Proneness Scale (BPS) untuk mengetahui kejenuhan dan Occupational Stress Inventory Revised (OSI-R) untuk mengetahui stres kerja. Analisis data bivariat dilakukan dengan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kelamin (р-value=0,585) dan masa kerja (р-value=0,203) tidak memiliki hubungan dengan stres kerja. Terdapat hubungan antara usia (р-value=0,049) dengan stres kerja dan tidak terdapat hubungan antara kejenuhan (р-value = 0,602) dengan stres kerja. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh kesimpulan bahwa terdapat responden yang mengalami kejenuhan dan stres kerja berat. Saran yang dapat diberikan kepada kepala sekolah adalah untuk melakukan evaluasi berupa sharing terkait hambatan yang dirasakan guru dan melakukan pelatihan untuk menunjang kompetensi yang dimiliki.
FAKTOR PREDISPOSISI IMPLEMENTASI SUAMI SIAGA SELAMA PANDEMI COVID-19 DI KABUPATEN JEMBER Kusumawardani, Devi Arine; Wahyuningtyias, Farida
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Special Issue: December 2021
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/ikesma.v0i0.27174

Abstract

Angka kematian Ibu meningkat selama masa pandemic COVID-19 pada tahun 2020 sebagai dampak kebijakan pembatasan kegiatan sosial. Akses masyarakat terhadap layanan kesehatan maternal menjadi terbatas sehingga penanganan komplikasi ibu hamil, bersalin, dan nifas menjadi terlambat. Suami memegang peranan penting dalam mencegah terjadinya keterlambatan tersebut melalui implementasi program Suami Siaga. Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi faktor predisposisi yang berhubungan dengan implementasi suami siaga. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain studi cross-sectional di wilayah Pusat Kesehatan Masyarakat Panti, kabupaten Jember selama Agustus sampai dengan November 2020. Sampel penelitian sejumlah 170 orang yang dipilih secara acak menggunakan cluster random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner terstruktur untuk mengukur implementasi suami siaga kemudian data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar suami termasuk dalam kategori suami tanggap dan siaga (85,88%). Faktor predisposisi yang berhubungan dengan implementasi suami siaga antara lain usia suami (p-value = 0,008), pengetahuan suami tentang persiapan persalinan dan pencegahan komplikasi (p-value = 0,002), dan jarak tempat tinggal ke fasilitas kesehatan (p-value = 0,000). Oleh karena itu, tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan perlu meningkatkan kegiatan edukasi dan sosialisasi terkait program Suami Siaga pada ibu hamil dan suami selama antenatal care sebagai pencegahan kematian ibu selama pandemic COVID-19.
EVALUASI SISTEM PROTEKSI AKTIF DAN SARANA PENYELAMATAN JIWA PADA HOTEL X DI KABUPATEN JEMBER Savitri, Regina Nanda; Indrayani, Reny; Akbar, Kurnia Ardiansyah
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 18 No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/ikesma.v18i1.22921

Abstract

Hotel termasuk dalam gedung bertingkat yang berpotensi mengalami kebakaran karena material yang ada dalam bangunan rawan terhadap penjalaran api. Karakteristik penghuni hotel juga sangat beragam karena berasal dari berbagai kalangan usia, kondisi fisik, kesehatan, pendidikan, pekerjaan, dan pengetahuan tentang kebakaran yang berbeda. Sistem pendeteksian merupakan komponen awal yang penting untuk pengamanan bahaya kebakaran. Prioritas selanjutnya adalah menyelamatkan penghuni dari asap kebakaran, karena sebagian besar penyebab kematian adalah asap kebakaran. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi penerapan sistem proteksi aktif kebakaran dan sarana penyelamatan jiwa sebagai upaya pencegahan dari bahaya kebakaran. Penelitian ini merupakan evaluatif dengan pendekatan kuantitatif. Unit analisis penelitian ini meliputi detektor, alarm, sprinkler, APAR, hidran, sarana jalan keluar, pintu dan tangga darurat, tempat berhimpun, dan lampu darurat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase penerapan sistem proteksi aktif kebakaran adalah 65,67% dengan kategori cukup dan persentase penerapan untuk sarana penyelamatan jiwa adalah 75,50% dengan kategori cukup. Hasil penilaian penerapan ini diperoleh dengan membandingkan kondisi aktual lapangan dengan ketentuan dari standar yang berlaku. Pihak hotel diharapkan mampu memperbaiki komponen yang rusak dan melakukan pemeliharaan pada komponen yang masih dalam kondisi baik agar tidak mengalami kerusakan dan dapat diandalkan.