cover
Contact Name
Globila Nurika
Contact Email
nurikaglobila@unej.ac.id
Phone
+6281235181803
Journal Mail Official
ikesma@unej.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Masyarakat (IKESMA)
Published by Universitas Jember
ISSN : 18297773     EISSN : 26847035     DOI : https://doi.org/10.19184
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKESMA) diterbitkan oleh Fakultas Kesehatan Masyarakat Uiversitas Jember sejak tahun 2005 dengan frekuensi terbitan 2 kali dalam satu tahun (Maret dan September). Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKESMA) menerbitkan artikel penelitian di bidang kesehatan masyarakat dengan topik kajian: administrasi dan kebijakan kesehatan, kesehatan lingkungan, kesehatan dan keselamatan kerja, gizi masyarakat, epidemiologi, promosi. kesehatan dan ilmu perilaku, kesehatan ibu dan anak, kesehatan reproduksi, biostatistika, sistem informasi kesehatan, dan demografi/kependudukan. Pada Bulan Agustus 2020, Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKESMA) memulai kolaborasi dengan Perhimpunan Sarjana dan Profesional Kesehatan Masyarakat Indonesia (PERSAKMI) untuk penerbitan jurnal. Sejak tahun 2022, Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKESMA) meningkatkan frekuensi terbitan menjadi 4 kali dalam satu tahun (Maret, Juni, September, dan Desember).
Arjuna Subject : -
Articles 432 Documents
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPATUHAN MEMAKAI MASKER, MENCUCI TANGAN DAN MENJAGA JARAK SEBAGAI PENCEGAHAN PENULARAN COVID-19 Sutriyawan, Agung; Akbar, Hairil; Anri, Anri; Lolan, Yosef Pandai; Miranda, Tenike Gita
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 18 No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/ikesma.v18i1.24585

Abstract

Kota Bandung termasuk kedalam potensi penularan dan risiko penularan kedalam kategori sedang dengan jumlah kasus terbanyak ke-3 di seluruh Jawa Barat. Upa ya yang dilakukan untuk menekan penyeran kasus COVID-19 dengan penerapkan 3M (Memakai masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak serta menghindari kerumunan). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi kepatuhan memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak sebagai upaya pencegahan penularan COVID-19 Di Kota Bandung. Penelitian ini adalah studi cross sectional, teknik pengambilan sampel menggunakan Snowball, kuesioner online semi-terstruktur dikembangkan menggunakan formulir google. Peserta dalam penelitian adalah mereka memiliki akun media sosial dan memiliki akses ke Internet. Analisis data menggunakan uji chi-square nilai signifikansi sebesar 5% (0,05). Hasil penelitian menunjukan sebagian besar responden patuh memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak (63,4%). Faktor yang berperngaruh adalah pengetahuan (0,000), sikap (0,000), motivasi (0,004), peran tokoh masyarakat (0,040), dan ketersediaan tempat cuci tangan (0,030). Sedangkan variabel mempunyai masker dan tanda jaga jarak tidak dapat dibuktikan. Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan menggunakan metode longitudinal untuk meneliti variabel mempunyai maskar, tersedianya tempat cuci tangan, serta tanda jaga jarak terhadap kepatuhan masyarakat dalam melaksanakannya guna untuk mencegah penularan COVID-19.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN DEPRESI PADA REMAJA OVERWEIGHT-OBESITAS DI KABUPATEN JOMBANG Annahar, Cici Nia; Hendrati, Lucia Yovita
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 18 No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/ikesma.v18i1.27165

Abstract

Remaja overweight-obesitas rentan mengalami penyakit tidak menular, salah satunya adalah depresi. Peningkatan jumlah remaja overweight-obesitas menimbulkan peningkatan kejadian depresi. Hal ini dapat mempengaruhi penurunan kualitas hidup remaja. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan depresi pada remaja overweight-obesitas. Penelitian ini merupakan observasional analitik dengan rancang bangun cross sectional. Responden berjumlah 43 remaja usia 15 – 19 tahun dengan overweight-obesitas di Kabupaten Jombang. Variabel bebas penelitian ini adalah jenis kelamin, binge eating, dan persepsi citra tubuh. Sedangkan variabel terikatnya adalah depresi. Peneliti mengumpulkan data menggunakan angket online. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret – Mei 2021. Sampel dipilih dengan accidental sampling. Analisis data menggunakan uji korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar remaja overweight-obesitas tidak mengalami depresi sebesar 69,8%, sebagian besar tidak mengalami binge eating sebesar 62,8%, dan sebagian besar responden memiliki ketidakpuasan tubuh sedang sebesar 41,9%. tidak ada hubungan yang signifikan antara jenis kelamin, binge eating dengan kejadian depresi pada remaja overweight-obesitas. Sedangkan variabel persepsi citra tubuh memiliki hubungan yang siginifikan dengan kejadian depresi pada remaja overweight-obesitas. Depresi pada remaja overweight-obesitas paling banyak berjenis kelamin perempuan, memiliki ketidakpuasan citra tubuh sedang, dan tidak mengalami binge eating. Remaja dengan overweight-obesitas disarankan untuk menerapkan pola hidup sehat, mengubah stigma penurunan berat badan menjadi peningkatan perilaku hidup sehat, meningkatkan kepercayaan dan kepuasan diri dan melakukan konsultasi gizi dan psikologis apabila diperlukan.
AKTIVITAS FISIK PADA REMAJA DENGAN KEGEMUKAN; SISTEMATIK REVIEW Jeki, Andicha Gustra; Isnaini, Ike Fitria
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 18 No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/ikesma.v18i1.24902

Abstract

Kegemukan merupakan masalah yang serius di dunia, karena terus meningkat di semua negara sejak tahun 1980 - 2014 yaitu 5% - 11% pada pria dan 8% - 15% pada wanita, serta menyebabkan 3,4 juta orang meninggal dunia setiap tahunnya. Sementara di Indonesia kegemukan pada anak usia sekolah tahun 2018 masih tinggi yaitu 11,2% gemuk dan 4,8% obesitas pada usia 13-15 tahun, serta 9,5% gemuk dan 4% obesitas pada usia 16-18 tahun. Tinjauan literatur sistematis ini bertujuan untuk mengkonfirmasi hasil penelitian sebelumnya dan menentukan tindakan apa yang perlu dilakukan khususnya mengenai kegemukan pada remaja. Metode kompilasi literatur menggunakan tinjauan sistematis, diperoleh dari database PubMed.gov, The BMJ, Cambridge.Core dan Google Scholar yang tersedia online dan diakses pada 25 November 2019 – 25 Januari 2020, yang berupa penelitian asli, diterbitkan sejak Desember 2014 – Desember 2019 tersedia teks secara lengkap, dengan kata kunci "Aktivitas Fisik dan Kegemukan Pada Remaja", intervensi dan/atau observasi, pada remaja laki-laki dan perempuan, rentang usia dalam kategori anak dan remaja. Setelah dilakukan pencarian dan skrining dengan kriteria inklusi dan eksklusi, diperoleh total 145 jurnal penelitian yang sesuai hingga pada akhir sejumlah 19 penelitian dianalisis secara sistematis, dengan tambahan 11 literatur dari Kemenkes RI, WHO dan beberapa penelitian terkait, sehingga total menjadi 30 literatur. Hasil tinjauan literatur ini menunjukkan bahwa anak-anak yang aktif secara fisik memiliki tingkat kebugaran jasmani dan status gizi yang lebih baik. Maka hendaknya anak-anak dan remaja diberikan lebih banyak kesempatan untuk melakukan aktivitas fisik, karena hal itu akan meningkatkan kebugaran jasmani dan menjaga status gizi anak di sekolah, sehingga secara sinergis dapat menekan tingginya angka kegemukan pada anak usia sekolah.
ANALISIS DETERMINAN PEMANFAATAN JAMBAN SEHAT DI DESA JIPANG KECAMATAN KARANGLEWAS, BANYUMAS Rahmatika, Nanda Tri; Salsabila, Aina Shofi; Rejeki, Dwi Sarwani Sri; Sari, Ellin Evitha; Rachmani, Nadia Nurazizah; Sudrajat, Nida Fauziah
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 18 No 3 (2022)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/ikesma.v18i3.29923

Abstract

Penggunaan jamban sehat merupakan aspek yang sangat berpengaruh terhadap derajat kesehatan masyarakat. Desa Jipang merupakan desa dengan akses jamban sehat yang tergolong rendah di wilayah kerja Puskesmas Karanglewas. Pada tahun 2019 persentase penduduk dengan akses sanitasi jamban sehat hanya 14,8%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi penggunaan jamban sehat di Desa Jipang, Kecamatan Karanglewas, Banyumas. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 65 Kepala Keluarga (KK). Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat, dan multivariat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebanyak 34 (52,3%) responden menggunakan jamban sehat. Variabel jenis kelamin (p value=0,041) dan ketersediaan sarana dan prasarana (p value=0,000) memiliki hubungan yang bermakna dengan penggunaan jamban sehat. Variabel yang tidak berhubungan dengan penggunaan jamban sehat yaitu usia, pendidikan, pekerjaan, pendapatan, pengetahuan, sikap, peran tenaga kesehatan, dan dukungan keluarga. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa faktor yang paling mempengaruhi penggunaan jamban sehat di Desa Jipang Kecamatan Karanglewas adalah variabel ketersediaan sarana dan prasarana (OR = 9,958). Kata kunci: Faktor yang Mempengaruhi, Jamban Sehat, Buang Air Besar Sembarangan
ANALISIS PROGRAM PENCEGAHAN COVID-19 DI KAMPUS X JAKARTA Listyawati, Rohanita Winny; Lestari, Putri Winda
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 18 No 3 (2022)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/ikesma.v18i3.27191

Abstract

Sebuah penyakit baru telah menggemparkan seluruh dunia sejak akhir tahun 2019. Penyakit ini dikenal dengan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Tujuan penelitian untuk menganalisis program pencegahan Covid-19 di Kampus X Jakarta. Penelitian menggunakan metode deskripstif kualitatif. Objek penelitian adalah program pencegahan Covid-19 (prosedur dan kebijakan perusahaan di masa Pandemi Covid-19, program edukasi, sarana dan prasarana, aturan perjalanan, serta hambatan) di Kampus X Jakarta, informan sebanyak 6 orang. Data diambil dengan wawancara mendalam dan observasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kampus X sudah cukup kooperatif dalam mengikuti arahan pemerintah dengan membentuk tim untuk melaksanakan program pencegahan Covid-19. Telah ada prosedur dan kebijakan pencegahan Covid-19, program edukasi dan sarana prasarana. Namun implementasi di lapangan masih belum maksimal. Saran agar Kampus X menyediakan sarana prasarana yang belum ada, Tim Tanggap Covid-19 melakukan pengawasan secara maksimal, meningkatkan kesadaran civitas akademik dalam melakukan pencegahan Covid-19. Kata Kunci: Covid-19, Program pencegahan, Pandemi.
FAKTOR RISIKO DAN PENCEGAHAN ANEMIA PADA WANITA USIA SUBUR DI BERBAGAI NEGARA Pamela, Daniar Dwi Ayu; Nurmala, Ira; Ayu, Ratih Sekar
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 18 No 3 (2022)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/ikesma.v18i3.26510

Abstract

Anemia adalah suatu permasalahan kesehatan masyarakat secara global. Wanita usia subur adalah salah satu yang terkena dampaknya. Diketahui sekitar 528 juta (29,4%) wanita di seluruh dunia yang melahirkan mengalami anemia. Tujuan dari review ini adalah untuk menetukan prevalensi anemia pada wanita usia subur di dunia, dan mengidentifikasi faktor risiko yang paling banyak terjadi pada anemia di kelompok ini serta pencegahan yang paling efektif. Jenis penelitian ini berupa narrative literature review dengan sumber jurnal sebanyak 40 artikel berasal dari PubMed, Google Scholar, Elsevier ,BMC dengan terbitan 2015-2020 yang dikumpulkan mulai januari-juni 2021 dan setelah melalui proses screening dan kesesuaian dengan kriteria inklusi penelitian maka diperoleh 10 rujukan yang digunakan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukan prevalensi anemia tertinggi adalah di negara berkembang dan tipe anemia yang paling sering terjadi pada kelompok wanita usia subur adalah anemia yang disebabkan oleh nutrisi dan anemia pada penyakit kronis. Peningkatan risiko pada anemia berhubungan dengan beberapa faktor antara lain dengan penggunaan sumber air sebagai air minum, kehamilan, infeksi malaria pada saat kehamilan, variabel dari jumlah anggota keluarga dalam rumah tangga, pendapatan rumah tangga dalam setiap bulan, riwayat infeksi parasit pada pencernaan, durasi menstruasi, dan indeks masa tubuh sesuai dengan usia. Risiko pada anemia defisiensi zat besi berhubungan signifikan (P= 0.05) dengan menikah pada usia muda (19 tahun) dan paritas yang lebih tinggi, riwayat keluarga yang memiliki anemia defisiensi zat besi dan frekuensi konsumsi daging yang tidak rutin. Semua faktor risiko yang teridentifikasi perlu dipertimbangkan dalam menentukan strategi pencegahan dan pengendalian anemia pada wanita usia subur. Kata Kunci: anemia, wanita usia subur, faktor risiko, pencegahan
ANALISIS INSIDEN KESELAMATAN PASIEN BERDASARKAN KUALITAS TEAMWORK DAN COORDINATION MANAJEMEN RUMAH SAKIT ISLAM AHMAD YANI SURABAYA Adriansyah, Agus Aan; Setianto, Budhi; Sa'adah, Nikmatus; Lestari, Indah; Nashifah, Nur Sa'adah; Anggarwati, Fauziah Rizki; Arindis, Pinky Ayu Marsela
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 18 No 3 (2022)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/ikesma.v18i3.26515

Abstract

Peningkatan insiden keselamatan pasien di rumah sakit sering terjadi. Kerja tim antar individu dalam unit kerja dan koordinasi antar unit pelayanan merupakan salah satu upaya untuk mengurangi lejadian yang terkait dengan masalah keselamatan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peranan kerja tim antar individu dalam unit kerja dan koordinasi antar unit pelayanan terhadap terjadinya insiden keselamatan pasien (IKP) di rumah sakit. Penelitian ini dilakukan di RS Islam Surabaya pada tahun 2020, dilakukan secara deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Unit analisis ditentukan secara total sampling meliputi 18-unit kerja yang memberikan pelayanan kepada pasien dengan responden adalah pimpinan unit atau ruangan, penanggung jawab shift kerja dan penanggung jawab mutu keselamatan pasien. Pengumpulan data responden terkait kerja tim dan koordinasi dalam penanganan keselamatan pasien. Pengumpulan data dilakukan secara online dengan menggunakan google form, dan dianalisis menggunakan tabulasi silang serta pendekatan Pareto (memiliki keterkaitan jika ditemukan perbedaan >20% antara variabel bebas dan variabel terikat). Hasil penelitian menunjukkan mayoritas kerja tim sudah baik (83,3%), pelaksanaan koordinasi mayoritas masih kurang baik (83,3%) dan insiden keselamatan pasien masih tergolong tinggi (33,3%). Insiden didominasi oleh Nyaris Cedera dengan peringkat hijau, dan unit rawat jalan memiliki insiden tertinggi. Kerja tim dan koordinasi berperan penting terhadap insiden keselamatan pasien dengan selisih persentase masing-masing sebesar 40,0% (> 20,0%) dari setiap kategori pada kerja tim maupun koordinasi. Penelitian ini menunjukkan kerja tim dan koordinasi berperan penting terhadap terjadinya IKP di rumah sakit. Oleh sebab itu, perlu saling support antar individu dalam tim di setiap unit kerja serta rutin melakukan pertemuan secara bersama membahas patient safety. Kata kunci: insiden keselamatan pasien, kerja tim, koordinasi, rumah sakit
PENYULUHAN DENGAN MEDIA AUDIO VISUAL DAN METODE CERAMAH DAPAT MENINGKATKAN PENCEGAHAN TUBERKULOSIS Yanti, Budi; Heriansyah, Teuku; Riyan, Muhammad
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 18 No 3 (2022)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/ikesma.v18i3.27147

Abstract

Abstrak Tuberkulosis merupakan suatu penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Provinsi Aceh termasuk kedalam delapan besar angka kejadian tuberkulosis tertinggi di Indonesia. Penyakit ini menjadi ancaman khusus bagi tempat tertentu dengan lingkungan yang padat. Penelitian ini bertujuan untuk menilai perbedaan metode penyuluhan terhadap peningkatan pengetahuan, sikap dan perilaku pencegahan penyakit tuberkulosis. Penelitian ini menggunakan rancangan quasi eksperimen Non Equivalent control group dengan dua kelompok yaitu kelompok perlakuan dan kontrol pada santri laki-laki kelas sepuluh di Dayah Terpadu Inshafuddin Banda Aceh. Perlakuan yang diberikan adalah penyuluhan melalui penyampaian materi dengan media audio visual melalui metode ceramah yang dijelaskan langsung oleh dokter ahli. Waktu yang digunakan untuk penyuluhan ini berlangsung selama 1 jam dengan menggunakan peralatan presentasi seperti proyektor, sementara pada kelompok kontrol penyuluhan hanya menggunakan leaflet. Penelitian ini telah mengumpulkan keseluruhan responden yaitu 60 santri tingkat Sekolah Menengah Atas terdiri dari 30 santri laki-laki pada kelompok perlakuan dan 30 santri laki-laki pada kelompok kontrol dan ditemukan paling banyak usia 15 tahun (85%). Pada kelompok perlakuan didapatkan peningkatan pengetahuan; skor maksimal (18) sebelum perlakuan dan skor maksimal (20) sesudah perlakuan, peningkatan sikap; skor maksimal (63) sebelum perlakuan dan skor maksimal (86) sesudah perlakuan, dan peningkatan perilaku skor maksimal (62) sebelum perlakuan dan skor maksimal (86) sesudah perlakuan. Penelitian ini menunjukkan perbedaan signifikan peningkatan pengetahuan, sikap, dan perilaku setelah diberikan perlakuan (p<0.05). Penyuluhan menggunakan media audio visual melalui metode ceramah dapat meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku pencegahan TB di lingkungan pesantren sehingga hal ini dapat membantu program pengendalian TB Nasional. Kata Kunci: Penyuluhan, Tuberkulosis, Pengetahuan, Sikap, Perilaku
KAJIAN RISIKO KESEHATAN KESELAMATAN KERJA PENYEMPROTAN DISINFEKTAN PADA PETUGAS PEMAKAMAN COVID-19 Henary, Pratmasita Rahma; Indrayani, Reny
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 18 No 3 (2022)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/ikesma.v18i3.26817

Abstract

Penyemprotan disinfektan merupakan salah satu cara yang dilakukan untuk mencegah penularan Covid-19. Penyemprotan disinfektan mengandung cairan bersifat destruktif sehingga menimbulkan iritasi pada kulit, mata, dan saluran pernapasan. WHO tidak menyarankan penyemprotan disinfektan dilakukan ke tubuh manusia karena dapat membahayakan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi risiko kesehatan dan keselamatan kerja penyemprotan disinfektan pada petugas pemakaman Covid-19 di BPBD Kabupaten Lumajang. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan desain observasional. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan observasi menggunakan lembar Job Safety Analysisis. Penelitian dilakukan pada anggota Tim Reaksi Cepat sebanyak 21 orang yang menjadi petugas pemakaman Covid-19. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian petugas pemakaman Covid-19 pernah merasakan keluhan iritasi kulit seperti gatal-gatal, terasa terbakar, dan kulit pecah-pecah. Tingkat risiko penyemprotan disinfektan dibedakan berdasarkan tahapan kegiatannya yaitu saat pembuatan disinfektan dan saat penyemprotan disinfektan. Potensi risiko yang terjadi saat pembuatan disinfektan meliputi iritasi kulit, kulit pecah-pecah, terasa terbakar, dan iritasi mata yang tergolong dalam tingkat risiko acceptable serta gangguan pernapasan, sesak napas, dan sakit tenggorokan yang tergolong tingkat risiko priority 3. Saat penyemprotan disinfektan, terdapat tingkatan risiko yang terjadi mulai dari risiko yang acceptable hingga priority 1. Potensi risiko pada kategori acceptable meliputi terpeleset, tersandung, dan terjatuh yang dapat terjadi karena kurangnya konsentrasi ketika bekerja di malam hari. Sementara potensi risiko pada kategori priority 1 meliputi iritasi kulit, gatal-gatal, kulit pecah-pecah, terasa terbakar, dan kulit kemerahan. Saran yang dapat diberikan adalah dengan menggunakan APD saat pembuatan disinfektan seperti handscoon, masker, face shield serta menggunakan coverall yang tahan terhadap cairan. Kata Kunci: kesehatan keselamatan kerja, penyemprotan disinfektan, petugas pemakaman Covid-19
HUBUNGAN HIGIENE SANITASI DENGAN KEBERADAAN E.coli PADA MINUMAN OLAHAN DI KENDARI BEACH Fithria, Fithria; Yasnani, Yasnani; Alhajar, Hayatun Nufusi
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 18 No 3 (2022)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/ikesma.v18i3.30780

Abstract

Minuman tidak hanya patut bergizi dan menarik, namun pula patut bebas berdasarkan zat berbahaya misalnya bahan kimia, mikroorganisme, dan kontaminan lainnya Penyebab terkontaminasisinya makanan oleh Escherichia coli acapkalikali terjadi lantaran sanitasi pengelolaan makanannya yang tidak memenuhi syarat kesehatan. Salah satu jenis jajanan yang relatif berisiko merupakan berdasarkan jenis minuman. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan higiene dan sanitasi dengan keberadaan bakteri Escherichia coli pada minuman olahan di Kendari Beach Kota Kendari tahun 2022. Metode penelitian ini dengan penelitian kuantitatif dengan peneratan analitik observasional. Adapun desain dari penelitian ini termasuk kedalam penelitian cross sectional. Hasil penelitian ini menunjukkan dari 32 sampel minuman olahan di Kendari Beach Kota Kendari yang diuji terdapat 26 (81,2%) sampel yang ditemukan bakteri Escherichia coli dan 6 (18,8%) sampel minuman olahan tidak ditemukan Escherichia coli. Ada hubungan higiene penjamah minuman olahan dengan keberadaan bakteri Escherichia coli pada minuman olahan di Kendari Beach Kota Kendari tahun 2022 dengan p-value 0,023. Tidak ada hubungan sanitasi tempat minuman olahan dengan keberadaan bakteri Escherichia coli pada minuman olahan di Kendari Beach Kota Kendari tahun 2022 dengan p-value 0,083. Tidak ada hubungan sanitasi tempat minuman olahan dengan keberadaan bakteri Escherichia coli pada minuman olahan di Kendari Beach Kota Kendari tahun 2022 dengan p-value 0,072. Kata kunci: Minuman Olahan, Escherichia coli, Higiene Sanitasi