cover
Contact Name
Firman Sidik
Contact Email
firmansidik@iaingorontalo.ac.id
Phone
+6281356113648
Journal Mail Official
tadbirmpi@gmail.com
Editorial Address
IAIN Sultan Amai Gorontalo, Jl. Gelatik No. 1, Heledulaa Utara, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo
Location
Kota gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
ISSN : 23386673     EISSN : 24428280     DOI : https://doi.org/10.30603/tjmpi
Core Subject : Education,
Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam is a scientific journal that published by IAIN Sultan Amai Gorontalo. This journal encompasses research articles, original research report, reviews in Islamic education in any fields including: Policy in Education, Leadership in Education, School/Madrasah/Pesantren Management, Higher Education Management, Management of Curriculum and Educational Programs, Regulation and Supervision in Education, Education Management Information System, Management of Educational Institutions, Islamic Education and Education.
Articles 450 Documents
Manusia dan Kebudayaan (Manusia dan Sejarah Kebudayaan, Manusia dalam Keanekaragaman Budaya dan Peradaban, Manusia dan Sumber Penghidupan) Mahdayeni Mahdayeni; Muhammad Roihan Alhaddad; Ahmad Syukri Saleh
Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 7 No 2 (2019): Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : LP2M IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30603/tjmpi.v7i2.1125

Abstract

Keragaman dalam masyarakat majemuk merupakan sesuatu yang alami yang harus dipandang sebagai suatu fitrah. Hal tersebut dapat dianalogikan seperti halnya jari tangan manusia yang terdiri atas lima jari yang berbeda, akan tetapi kesemuanya memiliki fungsi dan maksud tersendiri, sehingga jika semuanya disatukan akan mampu mengerjakan tugas seberat apapun. Untuk menyadari hal tersebut, Bhinneka Tunggal Ika memiliki peran yang sangat penting. Pengembangan multikulturalisme mutlak harus dibentuk dan ditanamkan dalam suatu kehidupan masyarakat yang majemuk. Jika hal tersebut tidak ditanamkan dalam suatu masyarakat yang majemuk, agar kemajemukan tidak membawa pada perpecahan dan konflik. Indonesia sebagai bangsa yang multikultural harus mengembangkan wawasan multikultural tersebut dalam semua tatanan kehidupan yang bernafaskan nilai- nilaikebhinekaan. Membangun masyarakat multikultur Indonesia harus diawali dengan keyakinan bahwa dengan bersatu kita memiliki kekuatan yang lebih besar.
Gaya Kepemimpinan Kepala Madrasah Dalam Meningkatkan Kompetensi Pedagogik Guru di Madrasah Ibtidaiyah Kota Gorontalo Marianti Marianti; Razak Umar; Ruwiah A. Buhungo
Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 7 No 2 (2019): Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : LP2M IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30603/tjmpi.v7i2.1127

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah yaitu: Untuk mengetahui gaya kepemimpinan kepala madrasah di MI Al-Khairaat kota gorontalo provinsi gorontalo, mengetahui gaya kepemimpinan kepala madrasah dalam meningkatkan kompetensi pedagogik guru di mi al-khairaat kota gorontalo provinsi gorontalo, mengetahui upaya yang dilakukan kepala madrasah dalam meningkatkan kompetensi pedagogik guru di mi al-khairaat kota gorontalo provinsi gorontalo. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif yaitu penelitian yang berusaha menyuguhkan dengan sistematis dan cermat fakta-fakta aktual dan sifat populasi tertentu. Teknik pengumpulan data digunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan yaitu reduksi data, Data Display dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peneliti menarik kesimpulan yaitu: Gaya kepemimpinan Kepala Madrasah di MI Al-Khairaat Kota Gorontalo Provinsi Gorontalo bersifat demokratis, dan selalu menjunjung tinggi keputusan-keputusan yang di sepakati bersama. Sehingganya dalam meningkatkan kompetensi guru khususnya kompetensi pedagogik, karena Kemampuan kompetensi pedagogik merupakan salah satu kompetensi yang wajib dimiliki oleh setiap guru. Semakin baik kompetensi pedagogik guru yang dimiliki tersebut maka semakin baik pula kemampuannya dalam mengelolah pembelajaran. Dimana Kepala Madrasah selalu memotivasi guru, membuka peluang kepada seluruh guru untuk melanjutkan pendidikan dan pelatihan-pelatihan, seminar, dan workshop dengan terbaik dengan peningkatan kompetensi pedagogik guru. Dan menerapkan disiplin serta melakukan supervisi. Implikasi dari hasil penelitian ini bahwa gaya kepemimpinan kepala madrasah yang bersifat demokratis mampu meningkatkan kompetensi guru khususnya kompetensi pedagogik guru, baik dengan upaya pengelolaan dalam pembelajaran ataupun semacamnya, hanya saja dalam meningkatkan kompetensi pedagogik guru perlu adanya penekanan dari kepala madrasah dalam menerapkan kedisiplinan agar peningkatan dapat tercapai dengan baik.
Kecerdasan Emosional Pendidik Muh. Arif
Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 4 No 1 (2016): Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : LP2M IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecerdasan emosional pendidik memerlukan latihan dan pelatihan, yakni melatih dan dilatih bagaimana membuka hati, dilatih untuk menahan emosi, dan cara mengambil tanggungjawab, dengan strategi pelatihan dengan memfokuskan pada: bagaimana mengetahui apa yang diinginkan dan dirasakan yakni bagaimana merasakan emosi-emosi dengan benar, serta bagaimana mengelola emosi dengan kreatif; kapan menahan dan kapan mengekspresikan perasaan, serta bagaimana mengaplikasikan pengetahuan tentang emosi ketika bekerja, ketika di rumah, di sekolah, di dalam kelompok-kelompok sosial, untuk meningkatkan hubungan dengan orang lain, dan membangun hubungan yang tulus dengan mereka terutama kepada peserta didik.
Penerapan Sistem Informasi Akademik (Siakad) Dalam Meningkatkan Layanan Akademik di Prodi Manajemen Pendidikan Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN Sultan Amai Gorontalo Herson Anwar
Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 4 No 1 (2016): Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : LP2M IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi informasi dan komunikasi dewasa ini sangat berkembang pesat disegala bidang. Konseptualisasi teknologi berimplikasi bahwa setiap kegiatan administrasi dan manajemen merupakan teknologi dan pasti memerlukan teknologi. Posisi teknologi tersebut semakin lebih penting ketika inovasi tersebut berhasil menggabungkan teknologi dan informasi. Sudah banyak pengguna yang menggunakan teknologi informasi dan komunikasi dalam kehidupan sehari-hari, yang mengalami eskalasi transformasi yang begitu dahsyat yang tidak mungkin terbayangkan sebelumnya, teknologi informasi telah merasuk begitu dalam hingga ke ranah-ranah terkecil dari kehidupan manusia, termasuk dalam penerapan sistem informasi akademik (SIAKAD) dalam meningkatkan kualitas layanan akademik di Prodi Manajemen Pendidikan Islam. Penerapan SIAKAD di Prodi MPI memiliki karakteristik yang unik karena menyediakan data yang dibutuhkan oleh pengguna yaitu dosen dan mahasiswa. SIAKAD yang komprehensif seharusnya dapat berhasil dalam penerapannya dan diterima oleh penggunanya. Salah satu faktor penentu keberhasilan dalam penerapan sebuah sistem yaitu ketika sistem dapat diterima oleh pengguna. SIAKAD yang dapat diterima oleh pengguna (mahasiswa dan dosen) dapat meningkatkan kualitas layanan akademik yang pada akhirnya berimplikasi pada peningkatan kualitas Prodi Manajemen Pendidikan Islam.
Prospek Kelanjutan Pendidikan Formal Anak Jalanan di Kota Gorontalo Baso Tola
Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 4 No 1 (2016): Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : LP2M IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini merupakan hasil penelitian yang dilakukan penulis terhadap gambaran masa depan kelanjutan pendidikan formal anak jalanan di Kota Gorontalo Tahun 2015. Eksistensi penelitian ini, menggali secara dalam kondisi pendidikan formal bagi anak bangsa yang pada dasarnya merupakan bekal sebagai pelanjut kelangsungan perputaran generasi. Urgensi pendidikan terhadap anak bangsa saat ini sangat terasa pengaruhnya baik dalam keluarga maupun masyarakat luas pada umumnya. Oleh karena itu pendidikan harus hadir pada setiap individu, karena tidak ada satupun alat yang dipergunakan manusia untuk dapat mengangkat kualitas sumber daya manusia kecuali dengan pendidikan, keutamaan dari tujuan utama pendidikan Islam ialah pembentukan akhlak dan budi pekerti (karakter) yang sanggup menghasilkan orang orang yang bermoral, laki-laki maupun wanita, memiliki jiwa yang bersih, kamauan keras, cita-cita yang benar dan akhlak yang tinggi, mengetahui arti kewajian dan pelaksanaannya, menghormati hak-hak manusia, mengetahui perbedaan buruk dengan baik, memilih satu fadhilah karena cinta pada fadhilah, menghindari suatu perbuatan yang tercela, dan mengingat Tuhan dalam setiap pekerjaan yang mereka lakukan. Semua hal ini dapat terjadi jika pendidikan sudah tertanam dalam sanubari setiap generasi sebagai pelanjut kelangsungan bangsa yang kita cintai bersama saat ini.Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak jalanan yang tersebar di Kota Gorontalo terbagi tiga kategori yakni, kategori anak jalanan, anak jalanan lintas Provinsi dan anak jalanan lintas Kabupaten. Kondisi seperti ini menunjukkan bahwa anak jalanan di Kota Gorontalo (asli penduduk kota Gorontalo) masih tergolong kategori anak jalanan, karena hanya kondisi dan situasi tertentu melakukan meminta minta. Selanjutnya anak jalanan lintas Provinsi dan Kabupaten merupakan mata pencahariannya sehari-hari yang kondisi anak jalanan ini yang sibuk menghiasi Kota Gorontalo yang dengan sendirinya jika tidak dicermati dan dikonfirmasi maka anak jalanan ini terlihat seperti penduduk asli Kota Gorontalo.
Eksistensi Pendidikan Agama Islam Dalam Membentuk Pendidikan Multikultural Satria Koni
Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 4 No 1 (2016): Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : LP2M IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Inti dari sebuah multikultural atau keberagaman budaya adalah suatu kemauan atau kehendak untuk menerima kelompok lain sebagaimana menyamakan dan mempersatukan kelompok yang lain. Multikultural pada kebudayaan, kesukuan, jenis kelamin, bahasa dan daerah yang berhubungan dengan agama menjadi sebuah pokok pikiran yang kontekstual yang menghubungkan pada masyarakat zaman sekarang. Prinsip yang paling mendasar dari kesetaraan, keadilan sosial, keterbukaan dan pengakuan terhadap perbedaan adalah sebuah prinsipnilai yang dibutuhkan manusia di tengah himpitan budaya dunia/ budaya global. Demikian pula, pendidikan yang sudah menjadi sarana yang tepat untuk mendirikan atau membangun kesadaran multikultural tersebut. itu adalah kebutuhan yang sangat mendesak untuk membentuk sebuah kurikulum dari pendidikan multikultural yang berisi beberapa bahan-bahan yang dengan itu mampu untuk memberikan beraneka ragam pandangan dari beberapa fenomena budaya.
Konsep Pendidikan Akhlak Anak Dalam Perspektif Al-Ghazali Tita Rostitawati
Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 4 No 1 (2016): Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : LP2M IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Imam Al-Ghazali seorang dari ahli fikir dan ahli tasawuf Islam yang terkenal dengan gelar “Pembela Islam” (Hujjatul Islam) banyak mencurahkan perhatian kepada masalah pendidikan. Menurut Imam Al-Ghazali seorang pendidik agar memperoleh sukses dalam tugasnya harus menggunakan pengaruhnya serta cara yang tepat arah. Bila dipandang dari segi filosofis, Imam Al-Ghazali adalah berfaham idealisme yang konsekuen terhadap agama. Dalam masalah pendidikan Imam Al-Ghazali berfaham empirisme oleh karena beliau sangat menekankan pengaruh pendidik terhadap anak didik. Misalnya didalam kitabnnya “Ihya’ ulum ad-Din” juz III, Imam Al-Ghazali menguraikan antara lain: “… metode untuk melatih anak adalah salah satu dari hal-hal yang amat penting. Anak adalah amanat yang dipercayakan kepada orang tuanya. Hatinya bersih, murni laksana permata yang amat berharga, sederhana dan bersih dari ukiran atau gambaran apapun. Ia dapat menerima setiap ukiran yang digoreskan kepadanya dan ia akan cenderung kearah manapun yang kita kehendaki (condongkan). Oleh karena itu bila ia dibiasakan dengan sifat-sifat yang baik, maka akan berkembanglah sifat-sifat yang baik itu pada dirinya dan akan memperoleh kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. Sebaliknya bila anak tersebut kita biasakan dengan sifat-sifat yang jelek, dan kita biarkan begitu saja maka ia akan celaka dan binasa.
Efektivitas PKBM Dalam Pemberdayaan Masyarakat Pada Program Pengentasan Buta Aksara Oleh PKBM di Desa Gandasari Kecamatan Tolangohula Kabupaten Gorontalo Propinsi Gorontalo Naufal Ilma
Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 4 No 1 (2016): Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : LP2M IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PKBM adalah wadah kegiatan masyarakat yang diarahkan untuk mengembangkan keterampilan dan pengetahuan yang tepat dan sesuai dengan tuntutan kesempatan yang terbuka berdasarkan kebutuhan pasar, serta tersedianya sumber dan faktor pendukung lainnya yang terdapat di dalam masyarakat. PKBM sebagai salah satu lembaga pendidikan non formal yang berlangsung dikelola oleh masyarakat dapat menggali, menumbuhkan, mengembangkan dan memanfaatkan seluruh potensi yang ada di masyarakat, untuk sebesar-besarnya dalam pemberdayaan masyarakat sendiri. Pengentasan Buta Aksara oleh PKBM desa Gandasari sudah maksimal dilihat dari beberapa kegiatan yang dilakukan PKBM pada desa tersebut.
Model Penerapan Ict Untuk Peningkatan Kualitas Pembelajaran Alfian Erwinsyah
Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 4 No 1 (2016): Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : LP2M IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini mencoba mendeskripsikan model pemanfaatan/penerapan ICT serta beberapa hambatannya. ICT telah secara sistematis diterapkan melalui desain, pengembangan, pemanfaatan, manajemen, dan evaluasi. Hambatan dalam melaksanakan ICT umumnya berasal dari kurangnya personil, infrastruktur, hardware, dan software.
Probabilitas Bersyarat, Independensi dan Teorema Bayes Dalam Menentukan Peluang Terjadinya Suatu Peristiwa Lian G. Otaya
Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 4 No 1 (2016): Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : LP2M IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Probabilitas hanyalah suatu sistematika ilmu untuk mempelajari ketidakpastian. Seakurat-akuratnya model probabilitas yang digunakan, tetap saja ketidakpastiaan itu masih ada walau dengan kadar yang rendah. Ketidakpastiaan yang rendah itu pada gilirannya dapat menghasilkan hasil yang ekstrim. Jadi penting memahami apa yang bisa diberikan oleh teori probabilitas dan turunan-turunannya, termasuk dalam memahami teori probabilitas bersyarat dan independensi dalam suatu peristiwa. Masalah yang sering muncul dalam kehidupan sehari-hari adalah menentukan peluang akan terjadinya suatu kejadian, bila kejadian lain telah terjadi. Peluang seperti ini disebut probabilitas bersyarat. Dua peristiwa dikatakan bersyarat adalah jika terjadinya peristiwa yang satu akan mempengaruhi atau merupakan syarat terjadinya peristiwa yang lain. Jika peristiwa X dan Y merupakan peristiwa dependen (probabilitas bahwa Y akan terjadi jika diketahui bahwa X telah terjadi) P(X ∩ Y) = P(X) x P(Y/X). Sementara dua peristiwa dikatakan independen (bebas) jika terjadinya atau tidak terjadinya peristiwa satu tidak mempengaruhi atau tidak dipengaruhi oleh peristiwa yang lain. Jika X dan Y merupakan dua peristiwa yang independen, maka probabilitas untuk terjadinya kedua peristiwa tersebut adalah : P(X ∩ Y) = P(X) x P(Y).