cover
Contact Name
Nur Hidayah
Contact Email
iqtishad@uinjkt.ac.id
Phone
+62217401925
Journal Mail Official
iqtishad@uinjkt.ac.id
Editorial Address
Faculty of Shariah and Law, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Jl. Ir. H. Juanda 95, Ciputat, South Tangerang, Banten-15412
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Al-Iqtishad : Jurnal Ilmu Ekonomi Syariah (Journal of Islamic Economics)
ISSN : 2087135X     EISSN : 24078654     DOI : 10.15408/aiq.v14i1.
This journal focused on Islamic law on economics and finance studies and present developments through the publication of articles. Specifically, the journal will deal with topics, including but not limited to Islamic law on Islamic Banking, Islamic Marketing, Islamic Human Resources, Islamic Finance, Zakah, Waqf, Poverty Alleviation, Islamic Public Finance, Monetary Economics, Economic Development, Maqasid al-Shariah, Institutional Economics, Islamic management, Behavioural Economics and Finance, Corporate Governance, Risk Management, Shariah issues, Financial Engineering, Securitization and Sukuk, Islamic Capital Markets, Insurance and Takaful, Regulatory Issues, Corporate Social Responsibility in Islam and other topics which related to this area. The journal is intended to communicate original research and current issues on the subject. This journal warmly welcomes contributions from scholars of related disciplines.
Articles 707 Documents
Social capital and economic growth: empirical evidence from OIC countries Notolegowo, Hantoro Ksaid; Saleh, Samsubar
Al-Iqtishad: Jurnal Ilmu Ekonomi Syariah Vol. 11 No. 2 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/aiq.v11i2.10931

Abstract

This research investigates the effect of constructive social capital such as religious tolerance, political participation, and marriage; and destructive social capital such as the corruption culture and discrimination behavior towards the economic growth rate of member countries of the Islamic Cooperation Organization (OIC) 2014-2017. The results of the research estimation using the technique of fixed effect (FE) from the panel data of the OIC countries show that religious tolerance measured using the freedom of religion index (FRI) shows a positive and significant effect on the economic growth rate; political participation as measured by political rights index (PRI) has a significant negative effect on the economic growth rate; marriage measured using the percentage of married woman (PMW) has a positive effect on the economic growth rate but is not significant; corruption culture measured using corruption perception index (CPI) has a negative and not significant effect on the economic growth rate; and discrimination behavior measured using discrimination and violence against minorities index (DVI) shows a negative and not significant effect on the economic growth rate.Abstrak:Penelitian ini menginvestigasi pengaruh modal sosial konstruktif (modal sosial konstruktif) seperti toleransi beragama, partisipasi politik, dan pernikahan, serta modal sosial destruktif (modal sosial destruktif) seperti budaya korupsi dan perilaku diskriminasi terhadap tingkat pertumbuhan ekonomi negara-negara anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI) 2014-2017. Hasil estimasi penelitian menggunakan teknik fixed effect (FE) dari panel data negara-negara OKI menunjukkan bahwa toleransi beragama yang diukur menggunakan indeks kebebasan beragama (FRI) menunjukkan pengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat pertumbuhan ekonomi; partisipasi politik yang diukur menggunakan indeks hak politik (PRI) memberikan pengaruh negatif signifikan terhadap tingkat pertumbuhan ekonomi; pernikahan yang diukur menggunakan persentase wanita menikah (PMW) memiliki pengaruh positif terhadap tingkat pertumbuhan ekonomi namun tidak signifikan; budaya korupsi yang diukur menggunakan indeks persepsi korupsi (CPI) memberikan pengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap tingkat pertumbuhan ekonomi; dan diskriminasi perilaku yang diukur menggunakan indeks diskriminasi dan kekerasan terhadap minoritas (DVI) menunjukkan pengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap tingkat pertumbuhan ekonomi. 
The Implementation of Salam-Contract For Agriculture Financing Through Islamic-Corporate Social Responsibility (Case Study of Paddy Farmers in Tuban Regency Indonesia) Hudaifah, Ahmad; Tutuko, Bambang; Sawarjuwono, Tjiptohadi
Al-Iqtishad: Jurnal Ilmu Ekonomi Syariah Vol. 11 No. 2 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/aiq.v11i2.10933

Abstract

This research is aimed at discovering a stable financial scheming formula or model that would be compatible with the natural characteristics of a paddy farming cycle in Tuban. The qualitative research employs the use of an active participatory community through the means of a focus group discussion, an in-depth interview and face to face interviews with respective stakeholders and key informants. The Salam contract, which is highly beneficial is a prospective f inancial scheme that terminates the long business chain found in most businesses in Indonesia. The Corporate Social Responsibility which is managed through the Syariah approach (I-CSR) from a company, can become the solution to bridge the gap found in the implementation of funds for a Salam contract. The Salam contract applicability is dependent on the Islamic farmer cooperatives (BMT), a unit of joint venture organization serving as the key players in the execution of the function of a paddy warehouse-trading agent and direct financing to farmers. Strong support also comes from the zakat, infāq, and shodaqoh institution (LAZ) whose role is educating and encouraging the paddy farmers’ skills and competency, especially to enable them access end-user markets using the aid of information technology Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk menemukan formula skema pembiayaan pertanian yang stabil sesuai karakteristik dengan alamah pertanian padi di Kabupaten Tuban. Metode penelitian kualitatif digunakan dalam menyelesaikan penelitian ini dengan partisipasi komunitas aktif melalui media diskusi kelompok, wawancara mendalam tatap muka dan observasi kepada informan kunci dan pihak yang terlibat secara langsung dalam tata niaga pertanian padi di Kabupaten Tuban. Kontrak salam adalah skema pembiayaan yang sangat menguntungkan bagi petani dan pada penerapannya mampu mengambil pembiayaan peran distributor dalam tata niaga pertanian padi. Islamic Corporate Social Responsibility (I-CSR) yang dikelola berdasarkan ekonomi syariah dari perusahaan yang beroperasi di prinsip wilayah Tuban bisa menjadi solusi dana yang dikembangkan untuk pembiayaan pertanian yang dihindari oleh perbankan karena siklus bisnis yang berbeda. Keberlangsungan kontrak salam pertanian untuk komoditas padi akan bergantung pada koperasi petani yang terdiri dari koperasi simpan pinjam Syariah (BMT), gudang padi, penggilingan padi dan unit perdagangan yang kesemuanya disebut sebagai KUB (Kelompok Usaha Bersama). Dukungan yang kuat juga berasal dari Lembaga zakat, infāq dan shodaqoh, yang memiliki peran untuk melakukan pelatihan keahlian petani dan membantu memenuhi kebutuhan dasar petani yang menjadi anggota dalam KUB.
Disharmonization of Wakalah Contract in Law Number 34 of 2014 and DSN-MUI Fatwa Number 122/DSN-MUI/II/2018 Hasan Ali, A.M
Al-Iqtishad: Jurnal Ilmu Ekonomi Syariah Vol. 11 No. 1 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/aiq.v11i1.11144

Abstract

BPKH, as a Hajj financial management institution in Indonesia, plays an essential role in evolving the Hajj Fund. With the biggest potential of the Muslim population in the world, Indonesia can administrate hajj finances in a larger scope by investing them on business lines, which are in accordance with sharia principles. However, the wakalah contract, as the foundation of agreement between the prospective pilgrims and the BPKH institution, is interpreted differently by Law Number 34 of 2014 and the DSN-MUI Fatwa Number 122/DSN-MUI/ II/2018. As a consequence, the difference causes disharmony between the two laws. The different interpretations of these regulations have led to some legal consequences. These are related to the determination of the responsible parties in the case of the failure in investment, which involve the government or BPKH as the hajj fund administrators. This paper is based on a qualitative inquiry, using regulations as the primary sources, supported by non-legal materials. Content analysis with normative juridical themes is used to analyze the legal system and principles. BPKH sebagai lembaga pengelola keuangan haji di Indonesia memiliki peranan penting dalam mengembangkan Dana Haji. Dengan potensi umat Islam terbesar di dunia, Indonesia dapat mengelola keuangan haji dalam ruang lingkup yang lebih besar dengan menginvestasikan keuangan haji pada lini usaha yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah. Namun akad wakalah sebagai dasar yang digunakan antara para calon jamaah haji kepada lembaga BPKH diinterpretasikan berbeda antara Undang-Undang No. 34 Tahun 2014 dengan Fatwa DSN-MUI No. 122/ DSN-MUI/II/2018 sehingga menimbulkan disharmonisasi pada kedua perundang-undangan tersebut. Perbedaan interpretasi peran wakil pada kedua perudang-undangan ini menimbulkan konsekuensi hukum berupa perbedaan penerima tanggung jawab yang melibatkan pemerintah maupun BPKH selaku pengelola keuangan haji apabila mengalami kegagalan investasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan data sekunder berupa peraturan perundangan-undangan, buku terkait, dan bahan non hukum. Teknik yang digunakan adalah content analysis dengan tema penelitian yuridis normatif yang menganalisis asas-asas dan sistematika hukum.
Tax Incentives For Indonesian Philanthropy: The Balance of Effectiveness of Pull Factor and The Role of The State Rosdiana, Haula; Murwendah, Murwendah; Inayati, Inayati
Al-Iqtishad: Jurnal Ilmu Ekonomi Syariah Vol. 11 No. 2 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/aiq.v11i2.11240

Abstract

This study aims to evaluate the tax policy on philanthropy in Indonesia. The data are analyzed using mixed approach. The findings of this study indicate that the lack of dynamics in current tax policy is not in harmony with the rapid development of increasingly varied philanthropic activities. Therefore, the donors and recipients face uncertainty related to taxation on philanthropy including tax treatment and tax incentives that can be obtained from the government. Applicable tax policies have not been able to provide incentives for various types of taxes. In other words, the policy of tax incentives on philanthropy activities has not been a pull factor fo rthe community to be more actively involved in philanthropy activities. Regulatory improvement is necessar y, including accommodation of incentives for all types of taxes on philanthropy in Indonesia. Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk mendorong kebijakan pajak filantropi di Indonesia. Data dianalisis dengan menggunakan pendekatan campuran. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa kurangnya dinamika dalam kebijakan perpajakan saat ini tidak selaras dengan perkembangan pesat kegiatan filantropi yang semakin bervariasi. Oleh karena itu, para donor dan penerima menerbitkan publikasi terkait perpajakan filantropi termasuk perlakuan pajak dan insentif pajak yang diperoleh dari pemerintah. Kebijakan pajak yang berlaku belum dapat memberikan insentif untuk berbagai jenis pajak. Dengan kata lain, kebijakan insentif pajak pada kegiatan filantropi belum menjadi faktor penarik bagi masyarakat untuk lebih aktif terlibat dalam kegiatan filantropi. Selain itu, masalah yang terkait dengan administrasi pajak masih ditemukan dalam implementasinya. Perbaikan regulasi diperlukan, termasuk insentif untuk semua jenis pajak untuk filantropi di Indonesia. 
The Effect of Financial Ratios, Maqasid Sharia Index, and Index of Islamic Social Reporting to Profitability of Islamic Bank in Indonesia Hosen, Muhammad Nadratuzzaman; Jie, Ferry; Muhari, Syafaat; Khairman, Muhammad
Al-Iqtishad: Jurnal Ilmu Ekonomi Syariah Vol. 11 No. 2 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/aiq.v11i2.11588

Abstract

This study aims to analyze the performance of Capital Adequacy Ratio (CAR), Financing to Deposit Ratio (FDR), Net Income Margin (NIM), Operating Expenses Ratio (OER), Maqasid Sharia Index (MSI), and Index of Islamic Social Reporting (ISR) to influence the level of profitability. The main purpose of this study is to complete the previous research with try to add the variables MSI and Index of ISR to estimating the change of profitability of Islamic banks in Indonesia. The study conducted eight Islamic Banks to be analyzed in the period from 2010 to 2012. The tool of analysis is used multiple linear regression for predicting the level of profitability. The results of the study show that all of the independent variables are significantly affected simultaneously to the level of profitability. Partially, NIM and OER are significantly affected by the level of profitability. The low level of Maqasid Sharia Index and Islamic Social Reporting implementation of the Islamic banks in Indonesia in the period of the study proves that these two variables are not the main indicator or a major achievement of most Islamic banks, even though Islamic banks should refer to attain mashlalah (public interest).Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja yang ditunjukkan oleh rasio Capital Adequacy Ratio (CAR), Financing to Deposit Ratio (FDR), Net Income Marging (NIM), Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO), Indeks Maqashid Syariah (MSI), dan Indeks Islamic Social Reporting (ISR) terhadap profitabilitas bank syariah di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah melengkapi penelitian-penelitian sebelumnya dengan menambahkan variabel MSI dan ISR untuk mengestimasi profitabilitas bank syariah di Indonesia. Penelitian ini menggunakan data tahunan pada delapan bank syariah pada periode antara tahun 2010 hingga 2012 dimana penelitian ini menggunakan metode regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara simultan seluruh variabel independen mempengaruhi profitabilitas bank syariah secara signifikan. Secara parsial hanya NIM dan BOPO yang berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas. Lemahnya pengaruh Indeks Maqashid Syariah dan Indeks Islamic Social Reporting menunjukkan bahwa kedua variabel tersebut bukanlah faktor utama dalam pencapaian bank syariah, meskipun bank syariah juga harus memperhatikan faktor mashlahah.
Non-Performing Finance in Sharia Financial Institutions in Indonesia: A Case Study of BPRS Adeco (Aceh Development Corporation) Hidayah, Nur; Tabrani, Tabrani
Al-Iqtishad: Jurnal Ilmu Ekonomi Syariah Vol. 11 No. 1 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/aiq.v11i1.11696

Abstract

High level of Non-Performing Finance (NPF) has become one of the risks faced by intermediary financial institutions, including Islamic banks. Indonesia’s Financial Authority found that NPF ratio of Islamic banks is relatively higher (4,12%) that one of the conventional banks (OJK, 2017). Literature indicates the influence of the bank’s internal and external factors on high NPF. This study aims to analyze the factors that influence the high level of NPF and its settlement and strategies to reduce the level of NPF in Sharia Rural Banking (BPRS/Bank Perkreditan Rakyat Syariah). Taking BPRS Adeco (Aceh Development Corporate) located in Langsa City District, Aceh, as a case study, this research takes a qualitative approach. Through a survey to 26 BPRS Adeco employees and semi-structured interviews with four employees, this study found three factors leading to an increase in the NPF ratio, namely weak bank’s financing risk management, changing economic conditions and regulations, and the conditions of customers who are vulnerable to socio-economic change. Tingkat Non-Performing Finance (NPF) yang tinggi telah menjadi salah satu risiko yang dihadapi oleh lembaga keuangan perantara, termasuk bank syariah. Otoritas Keuangan Indonesia menemukan bahwa rasio NPF bank syariah relatif lebih tinggi (4,12%) dibandingkan bank konvensional (OJK, 2017). Studi terdahulu menunjukkan pengaruh faktor internal dan eksternal bank terhadap NPF tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi tingginya level NPF dan solusinya, serta strategi untuk mengurangi tingkat NPF di Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS / Bank Kredensial Syariah). Penelitian ini menjadikan BPRS Adeco (Perusahaan Pembangunan Aceh) yang berlokasi di Kabupaten Kota Langsa, Aceh sebagai kasus, dengan menggunakan kualitatif. Melalui survei terhadap 26 BPRS Karyawan Adeco dan wawancara semi-terstruktur dengan empat karyawan, penelitian ini menemukan tiga faktor yang menyebabkan peningkatan rasio NPF, yaitu lemahnya manajemen resiko bank, perubahan kondisi dan regulasi ekonomi, dan kondisi konsumen yang rentan terhadap perubahan sosial ekonomi.
The Impact of Religiosity on the Relationship between Corporate Social Responsibility (CSR) and Organizational Commitment Sumunar, Kurnia Indah; Jannah, Lu'lu'ul; Anita, Anita
Al-Iqtishad: Jurnal Ilmu Ekonomi Syariah Vol. 14 No. 1 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/aiq.v14i1.13160

Abstract

Non-financial performance variables such as corporate social responsibility (CSR) receive increased attention from stakeholders. This study examines whether CSR performance affects employees of Sharia financial institutions concerning organizational commitment and whether religiosity as a moderating variable strengthens or weakens that effect. Research on the role of employee performance toward CSR practices and the impact of those performances on employee behaviour is limited, especially in developing countries. In addition, the religiosity factor is still under consideration in terms of whether it affects employee performance. Based on information gathered from questionnaires distributed to employees of Sharia financial institutions in Indonesia, this study shows that CSR performance positively affects organizational commitment, and religiosity weakens the positive influence of CSR performance on organizational commitment. Employees feel CSR practices can affect their work performance because companies with good CSR practices could create a good reputation for their organization.  AbstrakVariabel kinerja non-keuangan seperti tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) mendapat perhatian yang besar dari para pemangku kepentingan. Penelitian ini menguji apakah kinerja CSR mempengaruhi karyawan lembaga keuangan syariah terhadap komitmen organisasi dan apakah religiusitas sebagai variable moderasi memperkuat atau memperlemah efek tersebut. Penelitian tentang peran kinerja karyawan terhadap praktik CSR dan dampak sikap tersebut terhadap perilaku karyawan masih terbatas, terutama dalam konteks negara berkembang. Selain itu, faktor religiositas masih dalam pertimbangan apakah berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Berdasarkan informasi yang dikumpulkan dari kuesioner yang dibagikan kepada karyawan lembaga keuangan syariah di Indonesia, penelitian ini menunjukkan bahwa kinerja CSR berpengaruh positif terhadap komitmen organisasi, dan religiusitas memperlemah pengaruh positif kinerja CSR terhadap komitmen organisasi. Karyawan merasa praktik CSR dapat mempengaruhi kinerja di tempat kerja karena perusahaan dengan praktik CSR yang baik dapat menciptakan reputasi yang baik bagi organisasi.
Political Economy From the Perspective of Ibn Khaldun Muslim, Moch Bukhari; Saepullah, Saepullah; Widayatsari, Any
Al-Iqtishad: Jurnal Ilmu Ekonomi Syariah Vol. 11 No. 1 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/aiq.v11i1.13341

Abstract

The political economy encompasses the management of revenues and spending to achieve the social welfare of the community. Hence, development is not solely emphasized economic growth but also equity. This article discusses the political economy according to Ibn Khaldun, written in his book, Muqaddimah. This study concludes that that political budgets must be carried out in a balanced manner by establishing budget certainty and increasing the discipline in use of the budget. Legislators make laws, referring to the creation of income sources so that the community will be able to meet their needs independently, and the government can gather capabilities to carry out their duties and functions. Ibn Khaldun saw budget management as a means to solve public matters while also factoring the interests of rulers and governments. Ekonomi politik meliputi pengelolaan pendapatan dan pengeluaran untuk mencapai kesejahteraan sosial masyarakat. Karenanya, pembangunan adalah tidak semata-mata menekankan pertumbuhan ekonomi tetapi juga pemerataan. Artikel ini membahas tentang ekonomi politik menurut Ibnu Khaldun, ditulis dalam bukunya, Muqaddimah. Studi ini menyimpulkan bahwa anggaran politik harus dilakukan secara seimbang cara dengan menetapkan anggaran kepastian dan meningkatkan disiplin dalam penggunaan anggaran. Legislator membuat undang-undang, merujuk pada penciptaan sumber pendapatan sehingga masyarakat akan dapat memenuhi kebutuhan mereka secara mandiri, dan pemerintah dapat mengumpulkan kemampuan untuk melaksanakan tugas dan fungsinya. Ibn Khaldun melihat manajemen anggaran sebagai sarana untuk menyelesaikan masalah publik sementara juga anjak kepentingan para penguasa dan pemerintah.
The Role of Investment-Based Islamic Crowdfunding for Halal MSMEs: Evidence from Indonesia Abdullah, Zaki; Susamto, Akhmad Akbar
Al-Iqtishad: Jurnal Ilmu Ekonomi Syariah Vol. 11 No. 2 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/aiq.v11i2.13623

Abstract

Investment-based crowdfunding can serve as an alternative financing tool for Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) in Indonesia. The development of these services can also boost the progress of halal industry because both have integrated relationships. However, not all funding campaigns for crowdfunding services are successful. This study aims to analyze the development of Islamic crowdfunding business in Indonesia and factors affecting the success of funding campaigns in these services. Primary data obtained through interviews and literature review while secondary data is collected from 39 funding campaigns in 4 Islamic crowdfunding online services. Using a quantitative approach, it finds that funding target, campaign duration, payback periods and rate of return have positive effects on campaign success, while a minimum amount of investment has a negative effect. Finally, SWOT analysis was conducted to find out the challenges and opportunities for the halal industry in utilizing such Islamic crowdfunding service. Abstrak:Crowdfunding berbasis investasi dapat menjadi sarana pembiayaan alternatif bagi UMKM di Indonesia. Berkembangnya layanan tersebut turut mendorong kemajuan industri halal karena keduanya memiliki hubungan yang terintegrasi. Namun, tidak semua kampanye pendanaan pada layanan crowdfunding berhasil. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan usaha crowdfunding syariah dan faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan pendanaan pada layanan tersebut. Data primer diperoleh melalui metode wawancara dan kaji literatur sedangkan data sekunder diperoleh melalui 39 kampanye pendanaan pada 4 situs crowdfunding syariah. Target pendanaan, durasi kampanye, jangka waktu pengembalian dan tingkat bagi hasil memiliki pengaruh positif terhadap keberhasilan kampanye, sementara jumlah investasi minimal memiliki pengaruh negatif. Setelah melakukan penelitian dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif, analisis SWOT dilakukan untuk mengetahui tantangan dan peluang bagi industri halal dalam memanfaatkan layanan crowdfunding.
Society, Law and Economy: Contextualizing Ibn Khaldun's Thought Muslimin, Jm
Al-Iqtishad: Jurnal Ilmu Ekonomi Syariah Vol. 11 No. 2 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/aiq.v11i2.13778

Abstract

Economy and the law are the two inseparable things. There is always a relationship between the two. This writing explores the role of Ibn Khaldun (1332-1406 AD) in paving the way for creating foundations of socio-economic study. According to him, the role of law in economic activity can be seen from two sides, in two equal interests, namely: a. Law is seen from the dimensions of economic activity; and b. Law is seen from the dimension of the state over its authority. Departing from the economic goals, in fact to obtain the maximum profit, the law is merely seen as a useful external factor and can be utilized to secure the economic activities and objectives to be achieved. The essence of Ibn Khaldun’s thought is still relevant to the modern time. Departing from his ideas and comparing them to the western and modern ones, one may conclude that Ibn Khaldun’s philosophical analyses could be contextualized. Abstrak: Ekonomi dan hukum adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Selalu ada hubungan antara keduanya. Tulisan ini membahas peran Ibnu Khaldun (1332-1406 M) dalam membuka jalan bagi terbentuknya fondasi studi sosiologis. Menurutnya, peran hukum dalam kegiatan ekonomi secara umum dapat dilihat dari dua sisi, dalam dua hal yang sama, yaitu: a. visi undang-undang dilihat dari dimensi kegiatan ekonomi; dan b. hukum dilihat dari dimensi negara atas kekuasaannya. Berangkat dari tujuan ekonomi, bahkan untuk mendapatkan keuntungan yang maksimal, hukum hanya dipandang sebagai faktor eksternal yang berguna dan dapat dimanfaatkan untuk terjaminnya kegiatan ekonomi dan tujuan yang akan dicapai. Penelitian ini membuktikan bahwa esensi pemikiran Ibnu Khaldun masih relevan dengan masa modern. Berangkat dari ide-idenya dan membandingkannya dengan analisis arus pemikiran Barat, dapat disimpulkan bahwa filosofis Ibnu Khaldun sangat mungkin diperbarui kembali serta dikontekstualisasikan.

Filter by Year

2009 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 17 No. 2 (2025) Vol 17, No 1 (2025) Vol. 16 No. 2 (2024) Vol 16, No 2 (2024) Vol 16, No 1 (2024) Vol. 16 No. 1 (2024) Vol 15, No 2 (2023) Vol. 15 No. 2 (2023) Vol. 15 No. 1 (2023) Vol 15, No 1 (2023) Vol 14, No 2 (2022) Vol. 14 No. 2 (2022) Vol 14, No 1 (2022) Vol. 14 No. 1 (2022) Vol 13, No 2 (2021) Vol. 13 No. 2 (2021) Vol 13, No 1 (2021) Vol. 13 No. 1 (2021) Vol. 12 No. 2 (2020) Vol 12, No 2 (2020) Vol. 12 No. 1 (2020) Vol 12, No 1 (2020) Vol. 11 No. 2 (2019) Vol 11, No 2 (2019) Vol. 11 No. 1 (2019) Vol 11, No 1 (2019) Vol 10, No 2: July 2018 Vol. 10 No. 2 (2018) Vol. 10 No. 1 (2018) Vol 10, No 1: January 2018 Vol 9, No 2: July 2017 Vol. 9 No. 2 (2017) Vol. 9 No. 1 (2017) Vol 9, No 1: January 2017 Vol. 8 No. 2 (2016) Vol 8, No 2: July 2016 Vol 8, No 1: January 2016 Vol. 8 No. 1 (2016) Vol 7, No 2: July 2015 Vol. 7 No. 2 (2015) Vol. 7 No. 1 (2015) Vol 7, No 1: January 2015 Vol. 6 No. 2 (2014) Vol 6, No 2: July 2014 Vol. 6 No. 1 (2014) Vol 6, No 1: January 2014 Vol 5, No 2: July 2013 Vol. 5 No. 2 (2013) Vol 5, No 2: July 2013 Vol 5, No 1: January 2013 Vol 5, No 1: January 2013 Vol. 5 No. 1 (2013) Vol. 4 No. 2 (2012) Vol 4, No 2: July 2012 Vol 4, No 2: July 2012 Vol 4, No 1: January 2012 Vol. 4 No. 1 (2012) Vol 4, No 1: January 2012 Vol. 3 No. 2 (2011) Vol 3, No 2: July 2011 Vol 3, No 1: Januari 2011 Vol. 3 No. 1 (2011) Vol 3, No 1: Januari 2011 Vol 2, No 2: July 2010 Vol. 2 No. 2 (2010) Vol. 2 No. 1 (2010) Vol 2, No 1: January 2010 Vol 1, No 2: July 2009 Vol. 1 No. 2 (2009) Vol 1, No 1: January 2009 Vol. 1 No. 1 (2009) More Issue