cover
Contact Name
Nova Triani
Contact Email
novatriani.agrotek@upnjatim.ac.id
Phone
+6281615451424
Journal Mail Official
plumulafaperta@upnjatim.ac.id
Editorial Address
Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur Lantai II, Fakultas Pertanian Jln. Raya Rungkut Madya, Gunung Anyar, Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi
ISSN : 20898010     EISSN : 26140233     DOI : https://doi.org/10.33005/plumula.v8i1
Jurnal Berkala Ilmiah Agroteknologi Plumula terbit dua kali dalam setahun, memuat suatu tinjauan terhadap hasil-hasil penelitian dalam bidang agroteknologi dengan topik agronomi, hortikultura, pemuliaan tanaman, ilmu tanah, bioteknologi pertanian, proteksi tanaman, dan topik lainnya yang berkaitan dengan produksi tanaman.
Articles 131 Documents
Aplikasi Asap Cair dan Pupuk Kotoran Kelelawar terhadap Pertumbuhan dan Hasil Padi (Oryza sativa L.) Anam, Choirul; Qibtiyah, Mariyatul; Sofyan, Misba Maulana
Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi Vol. 11 No. 2 (2023): Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/plumula.v11i2.200

Abstract

Padi merupakan komoditas tanaman pangan yang memegang peranan penting dalam kehidupan, dan ekonomi Indonesia. Banyak petani belum paham akan efek dari pemberian pupuk kimia. Salah satu upaya untuk meningkatkan produksi padi yaitu penggunaan asap cair dan pupuk kotoran kelelawar. Asap cair dapat meningkatkan sistem pertahanan tanaman dan memperbaiki kualitas tanah. Kotoran kelelawar merupakan pupuk yang ramah lingkungan dan kaya nutrisi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian konsentrasi asap cair dan pupuk kotoran kelelawar terhadap pertumbuhan dan hasil produksi tanaman padi (Oryza sativa L.). Penelitian ini dilakukan di Desa Bulubrangsi, Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan, pada bulan Februari sampai dengan Mei 2022. Metode analisis data menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial. Faktor pertama yaitu, konsentrasi asap cair dan faktor kedua yaitu macam pupuk kotoran kelelawar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan terbaik yaitu perlakuan konsentrasi asap cair 3% dan pupuk kotoran kelelawar cair dibandingkan dengan perlakuan yang lain. Ada interaksi antara kedua faktor perlakuan terhadap tinggi tanaman, jumlah anakan, bobot biji basah per tanaman, dan bobot 1000 biji.
Pengaruh Waktu Pemberian dan Konsentrasi Hormon NAA (Napthalene Acetic Acid) terhadap Pertumbuhan dan Hasil Stroberi (Fragaria ananassa Duch) untuk Mendukung Pengembangan Agrowisata di Desa Pancasari, Bali Khusni, Mazroatul; Rai, I Nyoman; Darmawati, Ida Ayu Putri
Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi Vol. 11 No. 2 (2023): Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/plumula.v11i2.201

Abstract

Kendala terbesar pada budidaya tanaman stroberi di agrowisata Desa Pancasari, Buleleng, Bali adalah kerontokan bunga dan buah. Upaya untuk mengatasi hal tersebut dapat dilakukan dengan pemberian NAA (Napthalene Acetic Acid). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi NAA dan waktu aplikasi pada pertumbuhan dan hasil stroberi. Penelitian dilaksanakan di Desa Pancasari pada bulan November 2020-April 2021. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan dua faktor. Faktor pertama adalah konsentrasi NAA terdiri atas empat taraf, yaitu 0, 50, 100, dan 200 ppm. Faktor kedua adalah waktu aplikasi terdiri atas 3 taraf, yaitu aplikasi pada fase berbunga, fase berbuah, dan fase berbunga + berbuah. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi NAA 200 ppm meningkatkan hasil stroberi yaitu bobot per buah sebesar 12,52% (1,88 g) dan diameter buah sebesar 10,46% (2,35 mm). Waktu aplikasi NAA pada fase berbunga + berbuah meningkatkan jumlah buah panen per tanaman sebesar 40,55% (4,45 buah), diameter buah sebesar 8,68% (1,98 mm) dan bobot buah panen per tanaman 71,78%. Sementara waktu aplikasi NAA pada fase berbunga meningkatkan pertumbuhan pada persentase fruit set sebesar 25,13% (114,33 g), jumlah bunga per tanaman sebesar 93,81% (2,58 kuncup, jumlah buah terbentuk per tanaman 80,85% (70,25 buah), serta total padatan terlarut sebesar 16,03% (1,39 brix). Interaksi antara konsentrasi NAA dan waktu aplikasi berpengaruh nyata terhadap tinggi per tanaman dan bobot buah panen per tanaman. Kombinasi konsentrasi NAA 100 ppm dan waktu aplikasi pada fase berbunga + berbuah dapat menekan tinggi per tanaman sebesar 2,14 cm atau menekan 8,72%, tetapi meningkatkan bobot buah panen per tanaman sebesar 263,26 g atau meningkat 236,45%.
Pengaruh Aplikasi Bakteri Azotobacter sp. dan Dosis Pupuk Kotoran Kambing terhadap Serapan Nitrogen, Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung (Zea mays L.) Maknuna, Luk Luil; Soeparjono, Sigit
Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi Vol. 11 No. 2 (2023): Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/plumula.v11i2.202

Abstract

Tanaman Jagung (Zea mays L.) merupakan tanaman pangan yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia setelah padi. Produksi jagung Indonesia beberapa tahun terakhir cenderung mengalami penurunan. Hal ini  disebabkan diantaranya oleh adanya masalah kesuburan tanah dan kondisi unsur hara yang tidak tercukupi terutama unsur hara Nitrogen (N). Perbaikan kesuburan tanah, peningkatan serta penjagaan ketersediaan unsur hara N dalam tanah dapat ditingkatkan dengan melakukan pemupukan berimbang berupa penerapan bakteri Azotobacter sp. yang dikombinasikan dengan pupuk kotoran kambing. Penelitian ini bertujuan adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi bakteri Azotobacter sp. dan dosis pupuk kotoran kambing yang sesuai terhadap serapan N, pertumbuhan dan hasil tanaman jagung. Pelaksanaan penelitian ini pada bulan Mei sampai dengan November 2022 di Desa Singojuruh, Kabupaten Banyuwangi. Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor perlakuan dan ulangan 3 kali. Faktor pertama yaitu Konsentrasi Bakteri Azotobacter sp. (N) dengan 3 taraf yaitu N0: tanpa BPN (Bakeri Penambat Nitrogen), N1: 10 ml/L BPN Azotobacter sp., N2: 20 ml/L BPN Azotobacter sp., sedangkan faktor kedua yaitu K0 = tanpa pupuk kotoran kambing, K1 = 10 ton/ha K2 = 15 ton/ha K3 = 20 ton/ha. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kombinasi perlakuan konsentrasi bakteri Azotobacter sp. 20 ml/L dengan dosis pupuk kotoran kambing 20 ton/ha (N2K3) memberikan pengaruh nyata terhadap serapan N, pertumbuhan dan hasil tanaman jagung.
Penilaian Kualitas Air pada Berbagai Penggunaan Lahan di Subsub DAS Kali Gunting Bagian Hulu Jombang Diyaurrachman, Diyaurrachman; Widjajani, Bakti Wisnu; Priyadarshini, Rossyda
Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi Vol. 11 No. 2 (2023): Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/plumula.v11i2.203

Abstract

Subsub DAS Kali Gunting merupakan bagian hilir dari DAS Brantas yang mengalir di dua Kabupaten yaitu Kabupaten Mojokerto dan Kabupaten jombang. Kegiatan pertanian memberikan masukan bahan organik yang dapat meningkatkan kandungan bahan kimia dalam air sungai sehingga diperkirakan memengaruhi kualitas air sungai. Penurunan kualitas air ditandai dengan perubahan warna air dan bau padahal sebagian masyarakat di pinggiran sungai masih memanfaatkan air di kawasan Subsub DAS Kali Gunting untuk kebutuhan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kualitas air untuk lahan pertanian di Subsubdas Kali Gunting bagian hulu jombang sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 82 tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air. Wilayah pengambilan sampel dilakukan di Subsubdas Kali Gunting. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling (sampel tanah) dan grab sampling (sampel air). Pada pengambilan sampel tanah diambil sampel tanah utuh menggunakan ring setiap per penggunaan lahan dengan kedalaman 0-20 cm dan tanah terganggu sebanyak 3 titik per penggunaan lahan yang dikomposit sesuai kedalaman. Pengambilan sampel air 3 titik sampling. Parameter antara lain tekstur, permeabilitas, C-organik, porositas tanah, pH, DO, COD, BOD, TSS, TDS, N-amonia, N-nitrat, dan PO4-. Analisis data menggunakan uji korelasi dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan mutu air di Subsub DAS K. Gunting berdasarkan indeks pencemaran terendah (4,57) terdapat pada pada penggunaan lahan hutan yang termasuk dalam kategori cemar ringan. Indeks pencemaran tertinggi berkisar (5,45) terdapat pada penggunaan lahan kebun masuk dalam kategori cemar sedang. Hasil uji regresi linier berganda menunjukkan parameter BOD dan COD paling berpangaruh terhadap penurun kualitas air di Subsub DAS K. Gunting.
Pengaruh Dua Teknik Penanaman Vertical Garden dan Media Tanam pada Pertumbuhan serta Hasil Tanaman Selada Merah (Lactuca sativa var. Red rapid) Kasana, Adinda Fany; Nugrahani, Pangesti; Dewanti, Felicitas Deru
Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi Vol. 11 No. 2 (2023): Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/plumula.v11i2.204

Abstract

Jumlah penduduk Indonesia yang semakin bertambah serta meningkatnya kesadaran akan kebutuhan gizi dan kesehatan menyebabkan bertambahnya permintaan akan sayuran, termasuk selada merah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui budidaya tanaman selada merah (Lactuca sativa var. Red rapid) yang optimal melalui kombinasi media tanam dengan dua teknik penanaman vertical garden. Penelitian dilaksanakan  di dinding terbuka di lantai 2 di Blitar, Jawa Timur pada bulan April 2021 s/d Juni 2021. Penelitian disusun secara faktorial dengan Rancangan Petak Terbagi (Split Plot Design) dan 2 faktor. Faktor I sebagai faktor utama adalah teknik penanaman, yang terdiri dua taraf yaitu teknik penanaman menggunakan geotextile (GT) dan teknik penanaman menggunakan pot (PT). Faktor II dengan komposisi media yang terdiri dari tanah, arang sekam, dan cocopeat dengan maksimal berat 300 gram serta 5 ulangan pada masing-masing taraf. Lima taraf pada Vertical Garden teknik pot yaitu: PT0 (Tanah tanpa penambahan arang sekam dan cocopeat); PTS1 (Tanah dengan arang sekam perbandingan 1:1; PTS2 (Tanah dengan arang sekam perbandingan 2:1); PTC1 (Tanah dengan cocopeat perbandingan 1:1); PTC2 (Tanah dengan cocopeat perbandingan 2:1). Sedangkan lima taraf pada Vertical Garden teknik geotextile yaitu: GT0 (Tanah tanpa penambahan arang sekam dan cocopeat); GTS1 (Tanah dengan arang sekam perbandingan 1:1; GTS2 (Tanah dengan arang sekam perbandingan 2:1; GTC1 (Tanah dengan cocopeat perbandingan 1:1); GTC2 (Tanah dengan cocopeat perbandingan 2:1). Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa penggunaan macam media tanam dan teknik penanaman vertical garden memberikan pengaruh nyata pada hasil tanaman selada merah (L. sativa var. Red rapid).
Aplikasi Ekstrak Mimba dan Tembakau untuk Pengendalian Serangan Hama Ulat Grayak (Spodoptera litura F.) pada Tanaman Selada (Lactuca sativa L.) Ali, Haidar; Mujoko, Tri; Windriyanti, Wiwin
Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi Vol. 11 No. 2 (2023): Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/plumula.v11i2.205

Abstract

Selada (Lactuca sativa L.) termasuk dalam famili Asteraceae yang merupakan salah satu komoditi yang memiliki nilai komersial dan prospek yang baik. Produktivitas tanaman selada di Indonesia mengalami peningkatan setiap tahunnya, namun adanya hama selada masih menjadi masalah tersendiri bagi petani selada. Ulat yang dikenal menyerang tanaman selada adalah ulat grayak (Spodoptera litura F) kehilangan hasil akibat serangan hama S. litura dapat mencapai 80% bahkan puso jika tidak dikendalikan. Salah satu tanaman pestisida nabati adalah tanaman tembakau (Nicotianae tabacum L.) Bagian yang sering digunakan adalah bagian daun dan batang. Daun tembakau kering mengandung 2–8% nikotin. Tanaman lain sebagai penghasil pestisida alami adalah tanaman mimba. Pestisida asal mimba mempunyai tingkat efektivitas yang tinggi dan berdampak spesifik terhadap organisme pengganggu. Beberapa penelitian membuktikan bahwa tingkat mortalitas pada pestisida nabati yang mengandung kombinasi daun mimba adalah mencapai 53%. Ini membuktikan bahwa daun mimba dapat dicampur dengan bahan lain agar efektifitasnya semakin meningkat. Penelitian menggunakan komposisi pestisida nabati tembakau dan mimba dengan konsentrasi 400 g/liter, 500 g/liter, dan 600 g/liter, dan juga dosis aplikasi 10 ml, 20 ml, dan 30 ml. Kombinasi dari masing-masing perlakuan diulang sebanyak lima kali ulangan. Penelitian dilakukan didalam ruangan laboratorium, dan larva ulat grayak diletakkan pada kotak pemeliharaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi tembakau dan daun mimba pada konsentrasi 600 g/liter dandengan dosis 20 ml efektif dalam menyebabkan mortalitas total larva S. litura F, selama 4 hari.
Pengaruh Ketebalan Mulsa Jerami Padi dan Jarak Tanam terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kacang Hijau (Vigna radiata L.) Bakri, Faizal; Soeparjono, Sigit
Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi Vol. 11 No. 2 (2023): Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/plumula.v11i2.206

Abstract

Tanaman kacang hijau (Vigna radiata L.) adalah jenis tanaman semusim yang termasuk ke dalam golongan tanaman kacang-kacangan. Tanaman ini mampu beradaptasi dengan cepat, berumur pendek, dan tahan kekeringan. Penanaman kacang hijau di lahan kering dapat menurunkan produktivitasnya karena memiliki tingkat evaporasi dan evapotranspirasi yang tinggi. Permasalahan tersebut dapat diatasi dengan pemanfaatan mulsa dan mengatur jarak tanam pada praktik budidaya untuk menciptakan kondisi lingkungan tumbuh yang lebih optimal. Pemanfaatan mulsa organik pada lahan kering dapat membantu untuk memenuhi nutrisi hara tanaman sehingga pertumbuhannya lebih optimal. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh interaksi perlakuan ketebalan mulsa jerami padi dan jarak tanam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang hijau. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan 3 kali ulangan. Hasil terbaik yang didapatkan dalam penelitian ini adalah penggunaan ketebalan mulsa sebesar 4,5 cm (B2) dan jarak tanam 40 x 25 cm (T2).
Pengaruh Konsentrasi dan Selang Waktu Pemberian Pupuk AB Mix terhadap Hasil Panen Buah Cabai Merah (Capsicum annuum L.) Dwi Utomo, Puput; Sulistyono, Agus; Widiwurjani
Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi Vol. 12 No. 1: Januari 2024
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/plumula.v12i1.137

Abstract

Kebutuhan akan buah cabai merah (Capsicum annuum L.) tiap tahunnya semakin meningkat akibat pertambahan populasi manusia. Peningkatan jumlah kebutuhan cabai merah dapat diatasi melalui peningkatan produktivitas cabai merah dengan cara pemberian dan pengaturan selang waktu pemberian pupuk AB mix. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kombinasi terbaik antara konsentrasi dan selang waktu pemberian pupuk AB mix terhadap hasil panen tanaman cabai merah. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 2 faktor. Faktor pertama adalah konsentrasi pupuk dan faktor kedua adalah selang waktu pemberian, masing-masing faktor terdiri atas 4 taraf perlakuan sehingga terdapat 16 kombinasi yang diulang sebanyak 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi 2000 ppm dan selang waktu pemberian 1 hari sekali merupakan perlakuan terbaik pada parameter jumlah buah per minggu panen, bobot buah per minggu panen, bobot buah per buah, dan panjang buah.
Pengaruh Konsentrasi Nanopartikel Perak (AgNPs) dan 6-Benzylaminopurine (BAP) pada Media MS terhadap Multiplikasi Plantlet Pisang Cavendish (Musa acuminata) Maryam; Nugrahani, Pangesti; Makhziah
Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi Vol. 12 No. 1: Januari 2024
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/plumula.v12i1.140

Abstract

Pisang cavendish banyak dikonsumsi masyarakat di daerah tropis dan subtropis. Perbanyakan tanaman pisang cavendish melalui teknik kultur jaringan mampu menghasilkan bibit dalam jumlah banyak dalam waktu singkat. Nanopartikel perak (AgNPs) digunakan dalam kultur jaringan tanaman karena berpotensi sebagai biostimulator yang dapat meningkatkan laju pertumbuhan tanaman, memproduksi senyawa bioaktif, sebagai anti kontaminan, dan memungkinkan terjadinya transformasi genetik. 6-Benzylaminopurin (BAP) mampu memacu pembelahan sel, morfogenesis, dan pembentukan tunas dengan sifat yang lebih stabil serta tahan oksidasi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari sampai Juni 2023 dan bertempat di Laboratorium Bioteknologi, Fakultas Pertanian, UPNVJT. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap 2 faktor, konsentrasi AgNPs dan konsentrasi BAP. Hasil terbaik untuk multiplikasi diperoleh pada perlakuan AgNPs 1,5 ppm + 7 ppm BAP, dengan nilai rata-rata waktu muncul tunas 3 hari, jumlah tunas 12 tunas, dan jumlah daun 21,33 daun.
Pengaruh Konsetrasi Paclobutrazol dan Model Tanam terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Padi (Oryza sativa L.) Varietas Inpari-42 Fauziah, Imroatul; Sulistyono, Agus; Suhardjono, Hadi
Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi Vol. 12 No. 1: Januari 2024
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/plumula.v12i1.138

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi paclobutrazol dan model tanam yang tepat untuk pertumbuhan dan hasil tanaman padi. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei sampai Agustus 2023 di persawahan di Desa Turipinggir, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) dengan 2 faktor. Faktor pertama yaitu konsentrasi Paclobutrazol terdiri dari 4 taraf yaitu P0 = 0 ppm (Kontrol); P1 = 200 ppm; P2 = 400 ppm; P3 = 600 ppm. Faktor 2 : Model Tanam (M) yang terdiri dari 3 taraf yaitu M1 = Tegel; M2 = Sistem Tanam Jajar Legowo 2:1; M3 = Sistem Tanam Jajar Legowo 4:1 Data dianalisis menggunakan analisis sidik ragam dan uji lanjut beda nyata terkecil (BNT). Hasil menunjukkan bahwa perlakuan konsentrasi paclobutrazol 600 ppm menunjukkan pengaruh terbaik terhadap parameter jumlah tanaman, klorofil daun, jumlah malai, jumlah bulir, dan berat panen. Perlakuan model tanam jajar legowo 4:1 menunjukkan pengaruh terbaik pada jumlah malai dan bulir padi.

Page 11 of 14 | Total Record : 131