cover
Contact Name
Nova Triani
Contact Email
novatriani.agrotek@upnjatim.ac.id
Phone
+6281615451424
Journal Mail Official
plumulafaperta@upnjatim.ac.id
Editorial Address
Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur Lantai II, Fakultas Pertanian Jln. Raya Rungkut Madya, Gunung Anyar, Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi
ISSN : 20898010     EISSN : 26140233     DOI : https://doi.org/10.33005/plumula.v8i1
Jurnal Berkala Ilmiah Agroteknologi Plumula terbit dua kali dalam setahun, memuat suatu tinjauan terhadap hasil-hasil penelitian dalam bidang agroteknologi dengan topik agronomi, hortikultura, pemuliaan tanaman, ilmu tanah, bioteknologi pertanian, proteksi tanaman, dan topik lainnya yang berkaitan dengan produksi tanaman.
Articles 131 Documents
Pengaruh Penggunaan Pupuk Kascing, Pupuk Kandang Ayam, dan Pupuk Kandang Kambing terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bayam Merah (Amaranthus tricolor L.) Mutaqin, Yusuf Romadon Izul; Pitaloka, Dyah; Pratiwi, Anggraeni Hadi; Hakim, Arief Lukman; Abidin, Zainal
Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi Vol. 13 No. 1: Januari 2025
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/plumula.v13i1.239

Abstract

Bayam merah (Amaranthus tricolor L.) mengandung nutrisi yang lebih besar dari pada bayam lainnya. Pupuk kandang kambing, pupuk kandang ayam dan pupuk kascing termasuk pupuk organik yang dibutuhkan oleh tanaman bayam merah. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh masing-masing jenis pupuk terhadap bayam merah. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret-Mei 2024 di Dusun Sembon Kecamatan Ngajum Kabupaten Malang dengan ketinggian 588 m dpl dan suhu rata-rata 19-26°C. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan, yaitu P0 (Kontrol), P1 (Pupuk Kascing), P2 (Pupuk Kandang Ayam), dan P3 (Pupuk Kandang Kambing), dan diulang 6 kali. Analisis data menggunakan analisis ragam (ANOVA) dengan software DSAASTAT. Hasil analisis menunjukkan bahwa aplikasi pupuk kascing, pupuk kandang ayam dan pupuk kandang kambing berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, panjang tanaman, jumlah daun, diameter batang, luas daun, dan berat basah tanaman bayam merah daripada perlakuan kontrol pada umur 7 hst–35 hst.
Pengaruh Jenis Bahan Setek dan Konsentrasi IBA (Indole Butyric Acid) terhadap Pertumbuhan Tanaman Mint (Mentha arvensis) Shofia, Hanifah Salsabila; Dewanti, F. Deru; Sukendah
Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi Vol. 13 No. 1: Januari 2025
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/plumula.v13i1.217

Abstract

Tanaman mint (Mentha arvensis) merupakan bahan baku pembuatan minyak atsiri yang memiliki tingkat kebutuhan tinggi di pasar internasional. Pemenuhan kebutuhan tersebut dapat diwujudkan melalui peningkatan produktivitas tanaman seperti seleksi bahan tanam dan penggunaan zat pengatur tumbuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis bahan setek dan penambahan IBA (Indole Butyric Acid) dengan konsentrasi yang berbeda dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman mint. Penelitian ini dilaksanakan pada Oktober 2023 hingga Februari 2024 di wilayah Kota Blitar, Jawa Timur. Penelitian disusun menggunakan Rancangan Acak Lengkap 2 faktor yaitu jenis bahan setek serta konsentrasi IBA. Kombinasi setek pucuk dan IBA 20 ppm meningkatkan persentase setek hidup. Kombinasi setek batang dan IBA 20 ppm meningkatkan jumlah tunas pada 4 MST (minggu setelah tanam). Penggunaan setek batang menghasilkan jumlah tunas dan daun yang lebih tinggi pada 4 MST sedangkan setek pucuk menghasilkan jumlah tunas dan daun yang lebih tinggi pada umur 12 hingga 16 MST. Pemberian IBA sebesar 20 ppm mampu meningkatkan jumlah tunas dan jumlah daun pada 4 MST.
Induksi Mutasi Radiasi Sinar Gamma Kobalt-60 (60Co) terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kedelai Edamame (Glycine max (L.) Merr.) Yuatno, Fatma Ursila; Moeljani, Ida Retno; Makhziah
Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi Vol. 13 No. 1: Januari 2025
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/plumula.v13i1.219

Abstract

Ekspor kedelai edamame (Glycine max (L.) Merr.) membutuhkan suplai yang berkesinambungan dan berkualitas. Kedelai edamame varietas Lokal Jember dapat ditingkatkan kualitas hasilnya melalui pemuliaan tanaman. Pemuliaan menggunakan metode mutasi berbasis radiasi sinar gamma 60Co menghasilkan sifat-sifat baru dalam waktu lebih singkat dibandingkan metode pemuliaan konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis radiasi sinar gamma 60Co terhadap produktivitas tanaman kedelai edamame varietas Lokal Jember. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari-Agustus 2023 di UPT Balai Pengembangan Benih Padi dan Palawija 2, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Penelitian disusun menggunakan rancangan single plant dengan 6 dosis perlakuan yaitu 0, 100, 200, 300, 400, dan 500 Gy, dan masing-masing dosis terdiri dari 35 tanaman Parameter pengamatan meliputi persentase perkecambahan, tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah polong, dan berat 100 biji. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan Uji T. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LD20 dan LD50 adalah 143,32 Gy dan 551,881 Gy. Dosis 400 Gy berpengaruh nyata terhadap tinggi dan jumlah daun tanaman kedelai edamame.
Potensi Paenibacillus polymyxa pada Media Molase terhadap Penyakit Layu Akibat Fusarium sp. pada Tanaman Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) Nur Syiami, Aning; Suryaminarsih, Penta; Mujoko, Tri
Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi Vol. 13 No. 1: Januari 2025
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/plumula.v13i1.221

Abstract

Tanaman cabai rawit (Capsicum frutescens L.) adalah salah satu tanaman yang bernilai ekonomis tinggi. Produktivitas tanaman cabai rawit seringkali terhambat oleh penyakit layu Fusarium sehingga memerlukan upaya pengendalian. Paenibacillus polymyxa merupakan bakteri antagonis yang dapat mengendalikan patogen penyebab Layu Fusarium (Fusarium sp.). Penelitian bertujuan untuk mengetahui potensi P. polymyxa pada media pembawa molase terhadap penyakit layu (Fusarium sp.) tanaman cabai rawit dan mengetahui konsentrasi media pembawa molase yang efektif bagi P. polymyxa dalam mengendalikan penyakit layu (Fusarium sp.). Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan menggunakan 4 taraf perlakuan dan menggunakan 4 ulangan. Data dianalisis menggunakan analisis sidik ragam dan uji lanjut Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5%. Hasil uji percobaan dilakukan uji lanjutan dengan BNJ 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan P. polymyxa + molase 30% efektif dalam menghambat dan menekan infeksi Fusarium sp. pada tanaman cabai rawit.
Analisis Kelas Kerawanan Longsor di Desa Jatiarjo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan Rizki, Fiorentina Cahaya; Widjajani, Bakti Wisnu; Purwadi
Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi Vol. 13 No. 1: Januari 2025
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/plumula.v13i1.231

Abstract

Tanah longsor adalah gerakan lapisan tanah, batuan, dan material lainnya di suatu lereng menurun ke bawah secara tiba-tiba. Kabupaten Pasuruan termasuk dalam kategori 3 besar daerah rawan longsor di Jawa Timur. Kerugian materiil akibat longsor di Kecamatan Prigen pada Februari 2019 menjadi dasar diperlukannya analisis kerawanan longsor sebagai dasar pengambilan keputusan untuk pencegahan dan mitigasi. Penelitian ini disusun untuk mengetahui dan memetakan tingkat kerawanan longsor di Desa Jatiarjo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode overlay di mana hasil pembobotan dari setiap parameter dihitung untuk menentukan kelas kerawanan longsor di daerah yang terdapat pada peta. Parameter penentu tingkat kerawanan longsor meliputi kemiringan lereng, curah hujan, tutupan/penggunaan lahan, jenis tanah, dan jenis batuan. Hasil menunjukkan bahwa wilayah di Desa Jatiarjo, Kecamatan Prigen dengan penggunaan berupa kebun campuran, tegalan dan semak belukar dan kelas kelerengan 25%-45% memiliki potensi kerawanan longsor. Potensi kerawanan longsor tertinggi terdapat pada wilayah dengan semua jenis penggunaan lahan dan kelas kelerengan lebih dari 45%.
Potensi Pemanfaatan Pembenah Tanah untuk Perbaikan KTK dan Daya Pegang Air pada Tanah Berpasir Kristanti, Nasya Ari; Sasongko, Purnomo Edi; Wijayanti, Fitri
Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi Vol. 13 No. 1: Januari 2025
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/plumula.v13i1.232

Abstract

Tanah berpasir memiliki kapasitas tukar kation (KTK) dan daya pegang air rendah dapat diperbaiki menggunakan pembenah tanah, di antaranya asam humat, pupuk silika, dan kompos bonggol pisang. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pemberian beberapa jenis pembenah tanah terhadap daya pegang air dan nilai KTK tanah serta mengkaji perlakuan terbaik dalam memperbaiki KTK dan daya pegang air pada tanah. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap dengan 8 perlakuan dan diulang sebanyak tiga kali. Perlakuan terdiri dari kontrol, asam humat, silika, kompos bonggol pisang, asam humat + silika, asam humat + kompos bonggol pisang, silika + kompos bonggol pisang dan asam humat + silika + kompos bonggol pisang. Dosis yang digunakan yaitu asam humat 40 kg ha-1 (0,08 g/polybag), silika 1 ton ha-1 (1,94 g/polybag), dan kompos bonggol pisang 1 ton ha-1 (1,94 g/polybag). Analisis data menggunakan Sidik Ragam (ANOVA) dan uji lanjut Beda Nyata Jujur pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan pembenah tanah kompos bonggol pisang meningkatkan nilai daya pegang air sebesar 16,84%. Pembenah tanah silika dapat meningkatkan nilai KTK sebesar 6,49 cmol kg-1.
Komparasi Metode Estimasi Evapotranspirasi Berbasis Cropwat dan Python (Studi Kasus: Chiang Mai, Thailand) Syahputra, Wahyu Nurkholis Hadi; Lazuardi, Adam Dika; Wijayanto, Yagus; Tanzil, Ahmad Ilham
Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi Vol. 13 No. 2: Juli 2025 (In Press)
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/plumula.v13i2.250

Abstract

Evapotranspirasi (ET) merupakan komponen penting dalam siklus hidrologi yang menggambarkan jumlah air yang menguap dari permukaan tanah, air, dan vegetasi akibat faktor iklim dan fisiologis tanaman. Estimasi laju ET sangat penting dalam pengelolaan kebutuhan air tanaman, terutama padi yang memerlukan air dua hingga tiga kali lebih banyak dibandingkan tanaman pangan lainnya. Berbagai perangkat lunak telah dikembangkan untuk mengestimasi ET, namun sebagian memiliki keterbatasan fitur dan akses, terutama karena bersifat berbayar. Saat ini, Python sebagai bahasa pemrograman yang banyak digunakan di berbagai sektor, termasuk pertanian, telah menghadirkan modul Pyet untuk estimasi ET. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan membandingkan hasil estimasi ET antara perangkat lunak Cropwat 8.0 dan modul Pyet Python dengan menggunakan data iklim harian tahun 2021 di Provinsi Chiang Mai, Thailand, dengan komoditas padi sebagai objek studi. Hasil menunjukkan bahwa modul Pyet memiliki potensi sebagai algoritma estimasi ET dengan korelasi tinggi terhadap hasil Cropwat (R² = 0,981), sehingga dapat diandalkan dalam analisis kebutuhan irigasi dan manajemen air pertanian.
Respon Pertumbuhan dan Produktivitas Tanaman Kedelai (Glycine max L.) Varietas Dering 1 terhadap Pemberian Rhizobium Rachmandhika, Yusuf; Pusparani, Syafina; Syahputra, Wahyu Nurkholis Hadi
Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi Vol. 13 No. 2: Juli 2025 (In Press)
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/plumula.v13i2.251

Abstract

Kedelai (Glycine max L.) merupakan komoditas strategis penghasil protein nabati, namun produktivitasnya sering terhambat oleh defisiensi nitrogen. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh pemberian Rhizobium sp. terhadap pertumbuhan dan produktivitas kedelai varietas Dering. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan tiga perlakuan dosis Rhizobium (0 mg, 5 mg, dan 10 mg per tanaman) dan lima ulangan. Hasil menunjukkan bahwa dosis 5 mg meningkatkan tinggi tanaman secara signifikan (81,28 cm), sedangkan dosis 10 mg meningkatkan jumlah daun (23,8 helai), cabang (2,8 cabang), dan polong (38 polong per tanaman). Analisis statistik (ANOVA pada taraf signifikansi 5%) mengonfirmasi perbedaan nyata antar perlakuan. Simbiosis Rhizobium-kedelai efektif mendukung fiksasi nitrogen dan mengurangi ketergantungan pada pupuk anorganik. Dosis 10 mg direkomendasikan untuk produktivitas optimal.
Analisis Karakteristik Sifat Fisik dan Kimia Tanah Inceptisol di Desa Jember Lor, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember Purnama Sari, Retno; Basuki
Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi Vol. 13 No. 2: Juli 2025 (In Press)
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/plumula.v13i2.252

Abstract

Kabupaten Jember dikenal sebagai daerah pertanian dengan aktivitas pertanian yang cukup tinggi yang memiliki kondisi geografis dan iklim yang mendukung terbentuknya berbagai jenis tanah, salah satunya adalah Inceptisol. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik sifat fisik dan kimia tanah Inceptisol di Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember. Metode yang digunakan adalah pengamatan langsung terhadap profil tanah dengan kedalaman 150 cm untuk analisis sifat fisik, kimia tanah dan karakteristik lokasi. Hasil menunjukkan bahwa tanah  di lokasi memiliki dua horizon (A dan B) dengan warna tanah coklat tua dan coklat kekuningan, tekstur lempung liat berdebu dan lempung berpasir, struktur bulat menggumpal, konsistensi antara sangat gembur sampai sangat padat, dan plastisitas agak plastis sampai non plastis. Kandungan bahan organik sedang, tidak mengandung kapur dan mangan, serta pH tanah NaF 8. Kondisi lereng relatif curam (20%) dengan bahan induk tuf andesit, drainase cukup baik, dan potensi erosi ringan. Dapat disimpulkan bahwa lahan potensial untuk pertanian jika didukung oleh pengelolaan yang tepat seperti penambahan bahan organik dan konservasi tanah yang memadai.
Identifikasi Sifat Pemulihan pada Tanaman Cabai (Capsicum spp.): Implikasinya terhadap Pemuliaan Varietas Tahan Begomovirus Sandra, Yuke Mareta Ariesta
Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi Vol. 13 No. 2: Juli 2025 (In Press)
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/plumula.v13i2.257

Abstract

Penyakit kuning yang disebabkan oleh virus Begomovirus merupakan ancaman serius bagi budidaya cabai (Capsicum spp.), menyebabkan kerugian hasil hingga 80%. Penelitian ini mengidentifikasi mekanisme recovery pada genotipe cabai yang awalnya menunjukkan gejala parah tetapi mampu pulih seiring waktu. Sebanyak 19 genotipe cabai (C. annuum dan C. frutescens) diuji dengan inokulasi Begomovirus melalui vektor kutu kebul (Bemisia tabaci). Pengamatan gejala dilakukan setiap 10 hari hingga 60 hari setelah inokulasi, dengan keparahan penyakit (KP) dihitung menggunakan skor gejala (1–5). Hasil menunjukkan bahwa genotipe G2 (C. frutescens 'Bonita') mengalami recovery, ditandai penurunan KP dari 4 (daun kuning, keriting, dan kerdil) pada hari ke-30 menjadi 2 (daun tanaman kuning keriting) pada hari ke-60. Genotipe G14 paling tahan (KP 5,19%), sedangkan G12 paling rentan (KP 88,15%). Mekanisme recovery diduga melibatkan aktivasi hormon asam salisilat (SA) dan asam jasmonat (JA), serta silencing RNA virus. Temuan ini memberikan wawasan baru untuk pengembangan varietas tahan Begomovirus melalui pendekatan pemuliaan berbasis recovery.