cover
Contact Name
Tri Ida Wahyu Kustyorini
Contact Email
triida@unikama.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
triida@unikama.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Sains Peternakan
ISSN : 23557338     EISSN : 25794450     DOI : -
Jurnal Sains Peternakan (JSP) is a peer review journal published by the Faculty of Animal Husbandry of Universitas Kanjuruhan Malang, with registered number ISSN 2579-4450 (online), ISSN 2355-7338 (print). JSP aims to publish unpublished scientific research on all aspects of Nutrition and Animal Feed, Animal Production, Animal Reproduction and Breeding, Animal Product Technology, Animal and Socio-Economic and Animal Health aspects. JSP will publish two issues in a year (June and December).
Arjuna Subject : -
Articles 231 Documents
Sifat Fisikokimia Yogurt dengan Berbagai Proporsi Penambahan Sari Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus) Siti Rahmawati Zulaikhah
Jurnal Sains Peternakan Vol 9 No 1 (2021): Jurnal Sains Peternakan
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jsp.v9i1.5388

Abstract

Pembuatan yogurt buah naga merah ini selain untuk meningkatkan nilai fungsional susu dan juga menghasilkan yogurt sinbiotik karena menggunakan probiotic dalam media prebiotik. Yogurt ini menggunakan starter konvensional yang mengandung bakteri asam laktat Streptococcus thermophillus dan Lactobacillus bulgaricus ditambah probiotic yaitu Lactobacillus acidhophillus. Penggunaan buah naga merah sebagai prebiotik karena kandungan gizi yang tinggi pada buah naga merah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik yogurt sari buah naga merah meliputi pH, total asam, kadar air, viskositas dan sineresis, dengan perlakuan penambahan sari buah naga merah yang berbeda. Manfaat dari penelitian ini adalah selain memberikan informasi tentang karakteristik yogurt sari buah naga merah yang dihasilkan dari penambahan berbagai level sari buah naga merah, juga untuk menghasilkan yogurt yang mempunyai nilai fungsional yang tinggi. Perlakuan penambahan level sari buah naga merah dalam pembuatan yogurt ini ada 4 level yaitu 0% (T0), 2% (T1), 4% (T2) dan 6% (T3). Rancangan lingkungan menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 3 kali ulangan sebagai blok. Data variabel pengamatan pH, total asam , kadar air, viskositas dan sineresis, apabila terdapat pengaruh perlakuan dilakukan uji lanjut dengan uji wilayah ganda Duncan. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penambahan level sari buah naga merah (0%, 2%, 4% dan 6%) tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap pH, total asam , kadar air, viskositas dan sineresis. Kata Kunci: Yogurt Sari Buah Naga Merah, Sifat Fisikokimia, Probiotik, Prebiotik
Analisa pendapatan peternakan sapi potong Di Kabupaten Lamongan (studi kasus pada koperasi kelompok peternak gunungrejo makmur Di Desa Gunungrejo Kecamatan Kedungpring, Kabupaten Lamongan) Ariani Trisna Murti; Karunia Setyowati; Hidayati Karamina
Jurnal Sains Peternakan Vol 9 No 1 (2021): Jurnal Sains Peternakan
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jsp.v9i1.5575

Abstract

Penelitian dilaksanakan di Desa Gunungrejo, Kecamatan Kedungpring, Kabupaten Lamongan. Penelitian ini akan dilakukan selama satu bulan yaitu mulai pada tanggal 01 Juli - 01 Agustus 2019. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis dan mengetahui pendapatan usaha ternak sapi potong pada Kelompok Peternak Gunung Rejo Makmur di Desa Gunungrejo, Kecamatan Kedungpring, Kabupaten Lamongan. Pengumpulan data dilakukan dengan cara pengamatan dan wawancara langsung terhadap peternak sapi potong yang tergabung dalam Kelompok Peternak Koperasi Gunung Rejo Makmur, Kedungpring, Kabupaten Lamongan sejumlah 93 orang dengan metode Purposive Sampling. Analisa data menggunakan analisa laba rugi, return cost ratio, break even point, dan payback period. Hasil analisa perhitungan 3 tahun terakhir yakni tahun 2017, tahun 2018, sampai dengan tahun 2019 menyatakan bahwa rataan pendapatan usaha penggemukan Koperasi Peternak Gunung Rejo Makmur sebesar Rp. 1.983.157.500 per tahun dengan hasil return cost ratio > 1 sebesar 2,50 pada tahun 2017, 1,72 tahun 2018, dan 1,8 pada tahun 2019. Perhitungan break even point pada tahun 2017 menghasilkan nilai sebesar 226,19/kg untuk produksi dan Rp. Rp 11.674.688/tahun untuk harga. Tahun 2018 didapatkan nilai sebesar 209,5 kg untuk break even point produksi, dan Rp 16.024.500/tahun untuk break even point harga. Break even point produksi dan harga pada tahun 2019 secara berurutan yaitu 275,45 kg serta besaran harga senilai Rp. 2.014.068/tahun. Analisa payback period pada tahun 2017 menghasilkan nilai sebesar 3,15, tahun 2018 sebesar 1,28, dan pada tahun 2019 senilai 4,2. Kesimpulan dapat ditarik berdasarkan hasil analisa perhitungan yang semua memenuhi kriteria. Sehingga usaha penggemukan peternakan sapi potong Koperasi Peternak Gunung Rejo Makmur dinyatakan layak untuk dijalankan dan dikembangkan lebih lanjut, dan diimbangi dengan pencatatan laporan keuangan yang lebih baik. Agar dapat mengetahui perputaran arus kas keuangan yang lebih akurat.
Pemanfaatan limbah cucian kefir grain sebagai agensia biokontrol untuk menekan pertumbuhan aspergillus flavus pada jagung (Zea mays) Tri Laras Wigati; Pusporini Pusporini; Haeruman Alamsyah; Mia Rahmawati; Titin Widyastuti
Jurnal Sains Peternakan Vol 9 No 1 (2021): Jurnal Sains Peternakan
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jsp.v9i1.5584

Abstract

Penurunan kualitas bahan pakan akibat kapang (jamur) dapat menurunkan produktivitas ternak dan melemahnya sistem kekebalan tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mencari konsentrasi limbah cucian kefir grain sebagai agensia biokontrol dalam upaya menekan pertumbuhan jamur Aspergillus flavus pada jagung. Materi penelitian yang digunakan jagung Madura pipilan yang sudah terkontaminasi Aspergillus flavus dan limbah cucian kefir grain. Metode penelitian yang digunakan ialah metode eksperimen. Rancangan penelitian yang digunakan ialah Rancangan Acak Kelompok pola faktorial dengan faktor pertama berupa konsentrasi limbah cucian kefir (0%, 25%, 50%, 75%, dan 100%) dan faktor kedua ialah lama penyimpanan (0, 1, 2, 3, dan 4 minggu). Variabel penelitian meliputi kadar asam lemak bebas (FFA) dan kadar aflatoksin jagung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi konsentrasi limbah cucian kefir grain dan lama penyimpanan tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap kadar asam lemak bebas. Hasil analisis kadar aflatoksin menunjukan bahwa perlakuan dengan konsentrasi 100% dan lama penyimpanan 1 minggu mampu menurunkan produksi aflatoksin sebesar 3,9%. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa limbah cucian kefir grain konsentrasi 100% berpotensi menghambat pertumbuhan kapang Aspergillus flavus pada jagung dengan daya simpan selama 1 minggu.
Kualitas Yoghurt Susu Kambing PE Dengan Suplementasi Ekstrak Buah Lakum Terhadap Viskositas, Total Asam dan Total Padatan Terlarut Edy Permadi; Fitri Suciati; Retno Budi Lestari
Jurnal Sains Peternakan Vol 9 No 1 (2021): Jurnal Sains Peternakan
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jsp.v9i1.5668

Abstract

This research aimed to determine viscosity, total acid, and total dissolved solid of goat milk yogurt supplemented with lakum fruit extract. This research was designed used the Completely Randomized Design (CRD) with one factor namely concentration of addition lacum fruit extract P0: 0%; P1: 0.5%; P2: 1%; P3:1.5; P4: 2%; P5: 2.5% dan P6: 3% with 3 replication. The variables observed were viscosity, total acid, and total dissolved solid. The results showed that supplementation of lakum fruit extract had a significant effect (P<0.05) on total acid value ranged between 0.88-1.44% and 0.13-0.76 dPas, but had no significant effect (P> 0.05) to total dissolved solid with a value of 15.4-21.9%. This study concludes that PE goat's milk yogurt with the addition of lakum fruit extract affected the total acid and viscosity but did not affect the total dissolved solids. Therefore, the total acid produced in this study was following SNI yogurt. Keywords: Lakum fruit extract yogurt, viscosity, total acid, total dissolved solids, goat's milk
Perbandingan Kandungan Lemak, Protein, SNF, dan Berat Jenis Kolostrum Kambing Jawa Randu dan Peranakan Ettawa Di Kabupaten Sumedang (Comparison of Fat, Protein, SNF, and Density of Jawa Randu and Ettawa Crossbreeds Colostrum in Sumedang Regency) Raden Febrianto Christi; Dwi Suharwanto; Eka Wulandari
Jurnal Sains Peternakan Vol 9 No 1 (2021): Jurnal Sains Peternakan
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jsp.v9i1.5732

Abstract

Colostrum is the first liquid that comes out of the teat of dairy cattle. This liquid contains components or compounds that are good for newborn calves including protein, fat, carbohydrates, vitamins and minerals. The purpose of this study was to compare the quality of colostrum content in dairy goats in Sumedang Regency. The research was conducted at the Dairy Goat Farm owned by Mr. Hendar, Pamulihan District, Sumedang Regency, West Java. The research method used a paired t test with 20 head each of the Jawa Randu and Ettawa Crossbreeds of dairy goats at the same birth. Colostrum samples were taken from the morning and afternoon milking, which was 100 ml from each head and then put into a coolbox to test the fat, protein, SNF, and density content in the laboratory. The results showed that of fat, protein, SNF and density content of colostrum in Jawa Randu goats produced a significant effect (P <0.05) compared to colostrum of Ettawa crossbreeds. The conclusion shows that there is a difference between the quality of the colostrum content in Jawa Randu and Ettawa crossbreeds.
Pengaruh penggunaan berbagai pupuk organik padat terhadap jumlah daun, jumlah akar dan tinggi batang fodder jagung Hans Akerina; Tri Ida Wahyu Kustyorini; Waluyo Edi Susanto; Dimas Pratidina Puriastuti Hadiani
Jurnal Sains Peternakan Vol 9 No 1 (2021): Jurnal Sains Peternakan
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jsp.v9i1.5736

Abstract

The purpose of this study was to determine the effect of the use of various solid organic fertilizers on the number of leaves, number of roots and height of corn fodder. The materials used in this study were 3000 corn, rabbit urine, water, soil, vermicompost and manure. The method used was a field experiment using a completely randomized design (CRD) with solid organic fertilizer as treatment, while the research treatments included P0 = 100% soil media, P1 = 90% soil media + 10% vermicompos, P2 = 90 soil media. % + manure 10%, each treatment was repeated 4 times. Variable. research. this. is. number of leaves, number of roots and height of stems. The statistical analysis used was analysis of variance. If there is an influence, it is followed by the LSD test. Based on the results of the study, the effect of the use of various solid organic fertilizers showed that there was a very significant effect (P <0.01) on the number of roots and stem height, but the effect was not significant (P> 0.05) on the number of leaves of corn fodder. The highest value for the number of leaves was found in treatment P1 (1.75 pieces), the highest value for the number of roots in treatment P1 (4.30 leaves) and the highest value for stem height in treatment P1 (2.42 cm). Based on the results of the study, it can be concluded that the using 10% vermicompost fertilizer resulted in the best number of leaves, number of roots and height of the corn fooder
Evaluasi total asam dan padatan yogurt dengan penambahan pati talas lokal (Colocacia esculenta) pada masa inkubasi 18 jam suhu ruang Kupertus M Radang; Aju Tjatur Nugroho Krisnaningsih; Henny Leondro; Enike Dwi Kusumawati; Ari Brihandhono
Jurnal Sains Peternakan Vol 9 No 1 (2021): Jurnal Sains Peternakan
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jsp.v9i1.5737

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Terpadu Fakultas Peternakan Universitas Kanjuruhan Malang dan Laboratorium Teknologi Pangan Universitas Brawijaya Malang, pada tanggal 1 Februari sampai 6 Maret 2019. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui Evaluasi Total Asam dan Total Padatan Yogurt dengan penambahan stabilizer pati talas lokal (Colocasia esculenta) pada masa inkubasi 18 jam suhu ruang. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah susu sapi segar, susu skim, starter dan pati talas. Metode yang digunakan adalah percobaan laboratorium dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan dalam penelitian ini adalah penambahan pati talas dengan berbagai level yaitu P0 (0%), P1(0,50%), P2 (1%), P3 (1,50%), dan P4 (2%), masing-masing perlakuan diulang sebanyak 4 kali. Variabel yang diukur pada penelitian ini adalah total asam dan total padatan yogurt. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis ragam, apabila terdapat perbedaan maka dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan level pati talas lokal (Colocasia esculenta) yang berbeda sebagai stabilizer memberikan pengaruh yang nyata (P˂0,05) terhadap total asam yogurt dengan starter berbagai jenis bakteri asam laktat. Pada level pati talas P3 (1,5%) dan P4 (2%) memberikan nilai total asam tertinggi masing-masing sebesar 1,01% kemudian berturut-turut P2 (1%) 0,97, P1 (0,5%) 0,93%, dan P0 (0%) yaitu 0,89%. Pada total padatan yogurt dengan penambahan level pati talas lokal (Colocasia esculenta) yang berbeda stabilizer memberikan perbedaan yang sangat nyata (P<0,01). Pada level pati talas P4 (2%) memberikan nilai tertinggi sebesar 13,25% kemudian berturut-turut P3 (1,50%) yaitu 12,23%, P2 (1%) 12,04%, P1 (0,50%) 11,9% dan P0 (0%) sebesar 11,8%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penambahan level pati talas lokal (Colocasia esculenta) 2% sebagai stabilizer memberikan kualitas yang optimal ditinjau dari total asam dan total padatan yogurt
Pengaruh penambahan gula kelapa kristal terhadap pH, total asam dan kadar sukrosa yogurt buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) Siti Rahmawati Zulaikhah; Arif Harnowo Sidhi; Laksmi Putri Ayuningtyas
Jurnal Sains Peternakan Vol 9 No 2 (2021): Jurnal Sains Peternakan
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jsp.v9i2.5874

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan gula kelapa Kristal terhadap pH, total asam dan kadar sukrosa yogurt buah naga merah (Hylocereus polyrhyzus). Perlakuan penambahan gula kelapa Kristal dalam pembuatan yogurt buah naga merah ini ada 4 level, yaitu 0% (T0), 5% (T1), 10% (T2,dan 15% (T3). Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 kali ulangan. Data variabel pengamatan berupa pH, total asam dan kadar sukrosa dianalisis menggunakan analisis variansi, dan apabila terjadi pengaruh yang nyata maka diuji lanjut dengan uji wilayah ganda Duncun (Duncan Multiple Range test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan penambahan gula kelapa kristal dari 0% sampai level 15% dalam yogurt buah naga merah tidak mempengaruhi pH dan total asam yogurt, tetapi mempengaruhi kadar sukrosa yogurt yang semakin meningkat. Kata Kunci: Yogurt Buah Naga Merah, Gula Kelapa Kristal, pH, Total Asam, kadar Sukrosa
Peranan lembaga kemasyarakatan usaha peternak sapi di masa pandemi covid-19 di Desa Abbokongan Kecamatan Kulo Kabupaten Sidenreng Rappang Angga Nugraha; Dhian Ramadhanty
Jurnal Sains Peternakan Vol 9 No 2 (2021): Jurnal Sains Peternakan
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jsp.v9i2.6015

Abstract

Tujuan dari penelitian adalah untuk melihat peranan suatu lembaga kemasyarakatan dalam suatu usaha peternak sapi potong. Penelitian dilakukan pada bulan Juli hingga Agustus 2021 pada kelompok ternak Berkah Bersama dengan total responden 12 anggota kelompok ternak dengan mengambil seluruh jumlah populasi peternak yang berada dalam kelompok ternak Berkah Bersama. Data dianalisis dengan menggunakan data deskriptif untuk menggambarkan karakteristik peternak dan peranan lembaga kemasyarakatan usaha peternakan sapi potong.Hasil penelitian menjelaskan bahwa Lembaga kemasyarakatan sangat berperan penting dalam pembangunan ekonomi dan pengembangan usaha peternakan, kelebihan dari lembaga ekonomi dalam pengembangan usaha peternakan adalah adanya kejelasan dalam pengambilan modal usaha dan memberi pedoman bagi peternak untuk memebentuk kelompok tani, dan berperan sebagai sistem pengendalian sosial, sedangkan kekurangannya yaitu, jumlahnya relative sedikit dan jaraknya cukup jauh dari pemukiman warga.Peran lembaga masyarakat didesa yaitu untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan pokok manusia yang pada dasarnya berfungsi untuk memberikan pedoman pada kelompok tani, bagaimana yang mereka harus bertingkah laku atau bersikap didalam menghadapi masalah-masalah dalam masyarakat, terutama yang menyangkut tentang cara/teknik bertani ternak yang baik, menjaga keutuhan masyarakat dan berbagai sistem pengawasan masyarakat.
Potret Usaha Peternakan Kerbau di Kabupaten Padang Pariaman Riza Andesca Putra; M. Ikhsan Rias; Fuad Madarisa
Jurnal Sains Peternakan Vol 9 No 2 (2021): Jurnal Sains Peternakan
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jsp.v9i2.6181

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik peternak, karakteristik usaha, sistem pemeliharaan, sistem pengelolaan pakan, sistem pengelolaan reproduksi, dan sistem pemasaran ternak kerbau di Kabupaten Padang Pariaman. Penelitian ini dilakukan di wilayah Kabupaten Padang Pariaman yaitu peternak di daerah terpilih pada bulan Juni sampai Juli 2021. Penelitian ini menggunakan metode survey dengan respondennya adalah peternak kerbau yaitu sebanyak 30 orang responden yang dipilih secara purposive. Penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa profil peternak kerbau di Kabupaten Padang Pariaman adalah : pada umumnya masih berusia produktif (60%), berpendidikan SD/sederajat (60%), berjenis kelamin perempuan (56,7%) dan telah memiliki pengalaman beternak >10 tahun (46,7%). Sementara profil usaha nya adalah : sebagian besar merupakan usaha sampingan (76,6%), masih berskala kecil (73,3%) dengan rata-rata ternak yang dipelihara 3,3 ekor per peternak, status kepemilikan ternak adalah ternak milik sendiri (73,3%), dan ternak berfungsi sebagai tabungan (73,3%). Sistem pemeliharaan ternak kerbau yang dilakukan masyarakat Kabupaten Padang Pariaman adalah pada umumnya dengan sistem semi intensif (90%) dengan pakannya adalah hijauan hasil merumput ditambah rumput potong (90%) tanpa memperhatikan jumlahnya. Sementara sistem reproduksi pada umumnya menggunakan kawin alam sembarangan (60%) serta pemasaran ternak masih melalui toke ternak/pedagang pengumpul (76,7%). Kata kunci: sistem pengelolaan, usaha peternakan kerbau