cover
Contact Name
Tri Ida Wahyu Kustyorini
Contact Email
triida@unikama.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
triida@unikama.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Sains Peternakan
ISSN : 23557338     EISSN : 25794450     DOI : -
Jurnal Sains Peternakan (JSP) is a peer review journal published by the Faculty of Animal Husbandry of Universitas Kanjuruhan Malang, with registered number ISSN 2579-4450 (online), ISSN 2355-7338 (print). JSP aims to publish unpublished scientific research on all aspects of Nutrition and Animal Feed, Animal Production, Animal Reproduction and Breeding, Animal Product Technology, Animal and Socio-Economic and Animal Health aspects. JSP will publish two issues in a year (June and December).
Arjuna Subject : -
Articles 231 Documents
Tampilan Berat Jenis, Bahan Kering Tanpa Lemak, Kadar Air dan Titik Beku Susu Sapi Perah Friesian Holstein pada Pemerahan Pagi dan Sore di CV Ben Buana Sejahtera Kecamatan Jatinangor Kabupaten Sumedang Raden Febrianto Christi; Lia Budimulyati Salman; Nilawati Widjaja; Ajat Sudrajat
Jurnal Sains Peternakan Vol 10 No 1 (2022): Jurnal Sains Peternakan
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jsp.v10i1.7134

Abstract

The quality of good fresh milk is determined by the components of its composition. Water and milk dry matter are important constituents of milk components. Chemical properties are one part to determine the quality of milk. The purpose of the study was to determine the value of density, solid non fat, water content, and freez point of milk at morning and afternoon milking at CV Ben Buana Sejahtera farm, Jatinangor District, Sumedang Regency. The research method used is descriptive quantitative calculating the mean, standard deviation, and coefficient of variation with milk samples from 18 dairy cows with different lactation periods. 100 ml of milk was taken from each cow at different milking times, i.e. morning and afternoon, then put in a coolbox for testing of milk components such as density, solid non fat, water content, and freez point using lactoscan at the Dairy Production Laboratory. The results showed that the average density (1.026 VS 1.025), solid non fat (7.75% VS 7.42%), water content (85.75% VS 88.67%) and freez point (-0.5110C VS -0.4430C) milk in the morning and afternoon milking resulted in a difference. The conclusion showed that the component values ​​of density, solid non fat, water content, and freez point resulted in differences in the morning and afternoon milking. The quality of these components is still in normal condition in accordance with national standards. Keywords: density, solid non fat, water content, freez point, milk
Pengaruh Pemberian Maggot (BSF) Black Soldier Fly ke Dalam Ransum Pakan terhadap Konsumsi Pakan Ayam Petelur Dian Afikasari; Rifa’i; Rico Angriawan; Diyah Ayu Candra; Camal Adi Maskur; Dewi Konita Safikoh
Jurnal Sains Peternakan Vol 10 No 1 (2022): Jurnal Sains Peternakan
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jsp.v10i1.7249

Abstract

This study aims to determine the administration of maggot black soldier fly (BSF) flour in the ration to the feed consumption in layers. The purpose of this research is as information material for researchers, breeders and the community in developing and utilizing maggot black soldier fly (BSF) flour which can be used as feed alternatives in order to support laying hens business. This study uses a completely randomized design (CRD) with 3 treatments and 6 replications. Treatment P0 (commercial feed), P1 ( commercial feed + maggot flour 5%), P2 (commercial feed + maggot flour 10%). Research Results Data were tested using ANOVA. Further testing to determine the differences between the groups was performed using the DUNCAN test. The lowest feed consumption values ​​were found with P2 treatment and were significantly different from P1 and P0 treatments. The average feed consumption of laying hens in one month of treatment is (grams) 120.14. 199.19; 117: 16. BSF maggots can be used instead of adding protein to the feed of spawning chickens. This is evident from the fact that the lowest feed intake was 117.16 g / head / day with P2 treatment. The results of the study were consistent with the normal feed consumption of laying hens during the spawning season, ranging from 100-120 g / head / day.
Uji Organoleptik Mixed Fruit Yogurt dari Sari Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus) – Pisang Ambon (Musa paradisiaca) dengan Berbagai Level Penambahan Stabilizer CMC (Carboxy Methyl Cellulose) Siti Rahmawati Zulaikhah
Jurnal Sains Peternakan Vol 10 No 1 (2022): Jurnal Sains Peternakan
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jsp.v10i1.7250

Abstract

The weakness of yogurt processing is the formation of syneresis, which will affect consumer preferences. Efforts to anticipate this used stabilizer, one of which is CMC (Carboxy Methyl Cellulose). The purpose of this study is to find out the influence of the addition of CMC stabilizer, the balance of red dragon fruit juice - ambon banana, and the interaction between the addition of CMC with the balance of red dragon juice - ambon banana to the sensory properties of mixed fruit yogurt. Research design using Randomized Group Design factorial pattern with 3 blocks or 3 replays. Factor 1) 4 cmc addition level 0%, 0.5%, 1% and 1.5% (b/v), factor 2) 3 red dragon juice balance: ambon banana (25:75, 50:50, and 75:25 with a total addition of 12%. Organoleptic testing of mix fruit yogurt was conducted by a rather trained panelist as many as 30 panelists for each block. The sensory test result data was analyzed with variance analysis, which was further tested with Duncan's new Multiple Ranges Test (DMRT). The variables observed in this sensory test are color, taste, texture, aroma and consumer preferences. The results showed that the addition of CMC influenced the sensory properties of taste, aroma texture and consumer preferences. The balance of red dragon fruit juice and banana ambon affects the sensory properties of colors, aromas and consumer preferences. There is no interaction between the addition of CMC with the balance of red dragon juice and banana ambon to the sensory properties of color, taste, texture and consumer preferences.
Produktivitas Padang Penggembalaan Alam di Desa Noemuke Kecamatan Amanuban Selatan Kabupaten Timor Tengah Selatan Merdan Seo; Aholiab Aoetpah; Melkianus Dedimus Same Randu
Jurnal Sains Peternakan Vol 10 No 2 (2022): Jurnal Sains Peternakan
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jsp.v10i2.7307

Abstract

Pemeliharaan ternak sapi melalui sistem semi intensif di padang penggembalaan alam Desa Noemuke, Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) terhambat oleh produksi hijauan yang berfluktuasi setiap musim. Penelitian ini dilakukan untuk mengukur produksi hijauan segar, bahan kering dan komposisi botanis di padang penggembalaan alam pada awal musim kemarau. Metode yang digunakan adalah survey, observasi dan pengukuran langsung di lapangan. Produksi hijauan dianalisis menggunakan metode Halls, dan komposisi botanis dianalisis menggunakan metode urutan bobot kering (dry weight rank). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rataan produksi hijauan segar dan bahan kering masing-masing 1,59 ton/ha dan 1,15 ton/ha. Komposisi botanis yaitu rumput 90,14%, leguminosa 5,36%, dan gulma 4,50%. Dapat disimpulkan bahwa produksi hijauan segar dan kering di padang penggembalaan alam Desa Noemuke masih rendah dan komposisi botanis tidak ideal. Disarankan agar meminimalisasi spesies gulma yang tidak palatabel untuk dimanfaatkan sebagai pupuk bokashi.
Estimasi Parameter Genetik Sifat Pertumbuhan Kambing Boer di PT. Gombek Boer Indonesia Alfan S. Winurdana; Resti Y. Rahmawati; Ahmat S. Fikri
Jurnal Sains Peternakan Vol 10 No 2 (2022): Jurnal Sains Peternakan
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jsp.v10i2.7500

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui estimasi heritabilitas kambing Boer di PT Gombek Boer Indonesia. Materi yang digunakan adalah 8 kambing jantan dan 37 betina. Metode penelitian menggunakan survei dan pencatatan data. Data yang diambil berupa data sekunder yaitu data recording Kambing Boer meliputi data bobot lahir dan bobot sapih. Data tersebut dikoreksi menurut jenis kelamin dan jenis kelahiran yang kemudian digunakan untuk menghitung heritabilitas. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa nilai heritabilitas untuk bobot lahir dan bobot sapih pada Kambing Boer berturut-turut adalah 0,38 ± 0,15 dan 0,26 ± 0,16. Nilai heritabilitas yang diperoleh dikategorikan tinggi untuk bobot lahir dan sedang untuk bobot sapih. Hasil perhitungan nilai heritabilitas yang masuk dalam kategori sedang dan tinggi dapat digunakan untuk melakukan program seleksi.
Kajian Penambahan Buah Naga Merah Bentuk Tepung dan Jus pada Pembuatan Yoghurt Susu Kambing terhadap Nilai pH, Total Asam dan Viskositas Siti Rahmawati Zulaikhah; S. A. Chayatul Luthfi
Jurnal Sains Peternakan Vol 10 No 2 (2022): Jurnal Sains Peternakan
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jsp.v10i2.7612

Abstract

Yoghurt susu kambing mempunyai kelebihan karena kandungan komponen fungsional dan nilai nutrisi yang lebih baik dibanding yoghurt susu sapi. Penambahan buah naga merah ditujukan akan menambah kandungan nutrisi dan menambah daya tarik konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penambahan level buah naga merah dalam bentuk jus dan tepung terhadap nilai pH, total asam dan viskositas yoghut susu kambing. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan bentuk buah naga merah yaitu tepung dan jus, masing-masing ada 3 (tiga) level yaitu 0, 6 dan 12% diulang sebanyak 4 kali. Variabel yang diamati adalah pH, total asam dan viskositas yoghurt. Data dianalisa menggunakan analisa variansi, apabila terjadi beda nyata diuji lanjut dengan BNJ (Beda Nyata Jujur). Respon dari masing-masing level buah naga merah diuji dengan uji orthogonal polinomial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan level buah naga merah bentuk tepung mempunyai respon hubungan kuadrater terhadap pH yoghurt dengan penambahan sebesar 7,3425% dan dihasilkan pH terendah sebesar 3,7556 dan respon hubungan yang linier terhadap total asam yoghurt. Penambahan level buah naga bentuk jus tidak berpengaruh terhadap pH dan total asam yoghurt, namun mempunyai hubungan linier dengan viskositas yoghurt, yang berarti semakin tinggi level buah naga merah semakin menurun viskositas yoghurt.
Penampilan Reproduksi Ternak Sapi Potong di Kabupaten Malang Selama Kasus PMK (Periode Maret Sampai Juni 2022) Mohamad Nurul; Rosyida F. Rinanti; Farida K. Astuti
Jurnal Sains Peternakan Vol 10 No 2 (2022): Jurnal Sains Peternakan
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jsp.v10i2.7620

Abstract

Wabah penyakit mulut dan kuku merupakan penyakit yang bersifat akut yang menyerang pada ternak berkuku ganda atau berkuku genap, lebih di kenal dengan penyakit PMK. Penyakit mulut dan kuku mengakibatkan kerugian yang sangat besar bagi peternak tidak sedikit ternak yang mengalami penurunan produksi serta penyebab kematian. Penampilan reproduksi guna untuk mengetahui produktifitas ternak sapi potong pada peningkatan populasi dan mencukupi ketersediaan daging. Sampel penelitian diambil pada peternak sapi potong di wilayah Kabupaten Malang. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive dengan beberapa inseminator yang ada di Kabupaten Malang. Pemilihan responden di ambil sesuai wilayah kerja dari inseminator berada di Kabupaten Malang. Analisis penelitain dengan cara deskriptif. Hasil penelitian bahwa pelaksanaan IB (inseminasi buatan) di wilayah Kabupaten Malang selama wabah PMK pada bulan Maret-Juni 2022 sebanyak 13.407 ekor sapi betina dengan persentase keberhasilan IB pertama sebanyak 10.579 ekor (78,9%), IB ke dua sebanyak 2293 ekor (17,10%) dan IB ke tiga sebanyak 535 ekor (3,99%). Tingkat keberhasilan IB dengan CR (Conception Rate) sebesar 78,9% menunjukkan perkembangan sapi potong selama wabah PMK di kabupaten malang dikategorikan dalam keadaan baik.  
Sifat Fisik dan Kimia Sari Jamur Tiram Putih (Pleurotus Ostreatus) Sebagai Bahan Penstabil Alami Yogurt Sjaloom Sakul; Sylvia Komansilan; Juliantje W. Pontoh
Jurnal Sains Peternakan Vol 10 No 2 (2022): Jurnal Sains Peternakan
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jsp.v10i2.7753

Abstract

Jamur tiram putih (Plurotus ostreatus) telah banyak dikenal dan dikonsumsi oleh masyarakat. Harga jamur ini relatif terjangkau, memiliki rasa yang enak dan bergizi. Ketersediaan jamur ini di pasaran juga cukup banyak. Beberapa kajian menyebutkan jamur tiram putih mengandung senyawa beta glukan.  Senyawa beta glukan dapat digunakan sebagai bahan penstabil alami diantaranya untuk pembuatan yogurt. Penelitian ini bertujuan mengetahui hasil analisis sifat fisik dan kimia sari jamur tiram putih Plurotus ostreatus sebagai penstabil alami dalam pembuatan produk yogurt. Dalam penelitian ini digunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan dalam penelitian ini adalah analisis sari jamur tiram putih dengan berbagai pengenceran. P0: menggunakan sari jamur tiram putih tanpa pengenceran, P1: sari jamur tiram putih dengan pengenceran 500 ml aquabidest, P2: sari jamur tiram putih dengan 1000 ml aquabidest. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang nyata pada kadar lemak, kadar air, pH dan viskositas. Untuk kadar protein, kadar abu dan karbohidrat tidak terdapat perbedaan yang nyata antar rata-rata perlakuan pengenceran (P>0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah sari jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) dapat dimanfaatkan sebagai bahan penstabil alami dalam pembuatan dan peningkatan kualitas yogurt.
Strategi Pengembangan Usaha Peternakan Babi Di Desa Tlekung Kecamatan Junrejo Kota Batu Karunia S. Suroto; Maria E. Neli; Ariani T. Murti
Jurnal Sains Peternakan Vol 10 No 2 (2022): Jurnal Sains Peternakan
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jsp.v10i2.7798

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui strategi pengembangan usaha Peternakan babi, mengetahui faktor apa yang mempengaruhi perkembangan peternakan babi, mengetahui letak usaha dari strategi usaha ternak babi di Di Desa Tlekung Kecamatan Junrejo Kota Batu. Analisa data menggunakan analisis SWOT. Alternatif strategi menurut output matriks SWOT yaitu, mempertahankan dan meningkatkan interaksi dengan manejer dan karyawan perusahaan, kemitraan, pelanggan dan lembaga memperluas jangkauan pemasaran, meningkatkan dan menjaga kualitas daging babi tersebut. Berdasarkan kajian terhadap peternakan babi di Desa Tlekung Kecamatan Junrejo Kota Batu dapat dikemukakan bahwa: 1. Berdasarkan matriks SWOT, peternakan babi dikembangkan untuk dapat bertahan dan bersaing, menghasilkan laba yang dibutuhkan peternak sebagai pelaku usaha. Rencana pertumbuhan bisnis merupakan ujung tombak untuk menghadapi persaingan saat ini. Desa Tlekung Kecamatan Junrejo Kota Batu Karakteristik pemasaran dan manufaktur menjadi kekuatannya. Kemungkinan untuk mengurangi ancaman adalah bantuan pemerintah untuk pertimbangan penyakit dan teknologi. 2. Strategi yang perlu ditingkatkan untuk pengembangan peternakan babi dan untuk mengetahui posisinya adalah strategi WT (Weakness and Threats), sebagai strategi yang paling dominan berdasarkan aktivitas bertahan, untuk minimalkan kelemahan dan hindari ancaman, sehingga dapat diterapkan pada peternakan babi di Desa Tlekung Kecamatan Junrejo Kota Batu. Peternakan petani kecil biasanya memelihara babi secara individual, yang membatasi akses mereka ke pasar, daya tawar, biaya pemasaran, kemungkinan pasar, keahlian, dan layanan pemerintah.
Tingkat Kesukaan Anak-Anak Terhadap Nugget Ayam Menggunakan Tepung Sorghum Merri D. Rotinsulu; Evacuree S. Tangkere; Agnitje Rumambi; Syalom Sakul
Jurnal Sains Peternakan Vol 10 No 2 (2022): Jurnal Sains Peternakan
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jsp.v10i2.8002

Abstract

Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui tingkat kesukaan anak-anak terhadap nugget ayam yang menggunakan tepung sorghum. Penelitian menggunakan 27 anak-anak dari berbagai umur yang dikelompokkan berdasarkan umur yaitu 1. Umur 5-6 tahun, 2. Umur 7-8 tahun, 3. Umur 9-10 tahun, dan 4. Umur 11-12 tahun. Kelompok dengan jumlah anggota terbanyak adalah  anak-anak umur 7-8 tahun (44,44%) dan paling sedikit adalah kelompok umur 9-10 tahun (11,11%). Tingkat kesukaan dalam penelitian ini dilihat dari cita rasa, tekstur, dan bentuk. Pengumpulan data melalui metode survey dan dianalisis dengan statistik deskriptif. Hasil analisis menunjukkan nugget bentuk batang lebih disukai anak-anak dibanding bentuk bulat dan segitiga. Citarasa dan tekstur yang lebih disukai adalah nugget dengan penambahan 100 g tepung sorghum dibanding 50 dan 150 g.