Articles
441 Documents
Hubungan Kecepatan Lari 30 Meter Dan Daya Ledak Otot Tungkai Terhadap Hasil Lompat Jauh Siswa
Riand Resmana;
Ardo Okilanda;
Iit Selviani
Wahana Didaktika : Jurnal Ilmu Kependidikan Vol. 21 No. 2 (2023): Wahana Didaktika Jurnal Ilmu Kependidikan
Publisher : Faculty of teaching training and education
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31851/wahanadidaktika.v21i2.11309
Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan kecepatan lari 30 meter terhadap hasil lompat jauh, mengetahui hubungan daya ledak otot tungkai terhadap hasil lompat jauh, mengetahui hubungan kecepatan lari 30 meter dan daya ledak otot tungkai secara bersama-sama terhadap hasil lompat jauh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasi. Populasi penelitian ini berjumlah 279 orang, Dari populasi diambil sampel sebanyak 15 % secara random atau dengan teknik Random Sampling. Dengan demikian diperoleh anggota sampel sebanyak 40 orang. Teknik analisis data yaitu dengan korelasi product moment dan korelasi ganda. Dari analisis data 1) terdapat hubungan yang signifikan antara kecepatan lari 30 meter terhadap Hasil lompat jauh siswa SMK Negeri 1 Solok Selatan thitung (3.94) > ttabel (1.69), 2) Terdapat hubungan yang signifikan antara daya ledak otot tungkai terhadap hasil lompat jauh siswa SMK Negeri 1 Solok Selatan thitung (4.80) > ttab (1.69), 3) terdapat hubungan yang signifikan antara kecepatan lari 30 meter dan daya ledak otot tungkai secara bersama-sama terhadap hasil lompat jauh siswa SMK Negeri 1 Solok Selatan Fhitung (12.17) > Ftabel (3.26). Dapat disimpulkan bahwa siswa yang memiliki kecepatan lari dan daya ledak otot tungkai yang baik juga memiliki kemampuan lompat jauh yang baik.
Pengembangan Modul Digital IPA Materi Sumber Energi Berbasis Contextual Teaching And Learning
Muhammad Rizki;
Erfan Ramadhani;
Ali Fakhrudin
Wahana Didaktika : Jurnal Ilmu Kependidikan Vol. 20 No. 2 (2022): Wahana Didaktika Jurnal Ilmu Kependidikan
Publisher : Faculty of teaching training and education
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31851/wahanadidaktika.v20i2.7193
Penelitian didasarkan oleh masalah peserta didik yang kesulitan dalam memahami materi IPA dan cenderung pasif dalam proses pembelajaran. Peserta didik juga belum pernah diberikan bahan ajar berupa modul digital. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengembangkan modul digital IPA materi sumber energi berbasis Contextual Teaching and Learning yang valid dan layak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian dan pengembangan (research and development). Modul digital yang dikembangkan menggunakan model ADDIE level 1 adapun tahapan penelitian pengembangan model ADDIE Level 1 dilakukan dengan membuat produk dalam hal ini peneliti hanya menghasilkan rancangan produk dan tidak disebarluaskan yaitu terdiri dari lima tahapan Analisis (potensi dan masalah serta pengumpulan data) Design, Development (validasi produk), Implementation dan Evaluation. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan lembar angket validasi, lembar angket pendidik dan lembar respon peserta didik. Hasil analisis data menunjukkan bahwa modul digital yang dikembangkan dengan kategori sangat valid berdasarkan lembar angket validasi para ahli media, ahli materi, dan ahli bahasa dengan nilai rata-rata kevalidan sebesar 91,09%. Modul digital yang dikembangkan dengan kategori sangat layak berdasarkan lembar angket respon peserta didik dalam uji coba dengan nilai rata-rata kelayakan sebesar 89% dan rata-rata kelayakan pendidik sebesar 89,09%. Berdasarkan hasil validasi dan kelayakan hasil uji coba dapat disimpulkan bahwa pengembangan modul digital IPA materi sumber energi berbasis Contextual Teaching and Learning dapat digunakan dalam proses pembelajaran.
Analisis Pemahaman Kompetensi Profesional Guru Pada Muatan Pembelajaran IPS SD Negeri 55/I Sridadi
Nur Rohayati;
Muhammad Sofwan;
Muhammad Sholeh
Wahana Didaktika : Jurnal Ilmu Kependidikan Vol. 20 No. 2 (2022): Wahana Didaktika Jurnal Ilmu Kependidikan
Publisher : Faculty of teaching training and education
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31851/wahanadidaktika.v20i2.7521
Hasil dari penelitian ini menunjukan, peranan guru sangat penting dalam membangun kualitas pendidikan. Profesional guru harus bisa dituntut untuk dapat memiliki kompetensi yang baik agar tujuan pembelajaran tercapai dengam baik. Namun di SD Negeri 55/I Sridadi pada saat melakukan observasi masih terlihat salah satu indikator tidak masuk dalam profesional guru. Ada 5 indikator yang harus dikuasai guru dalam profesional guru diantaranya (1) Menguasai materi, struktur dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang diampu, (2) Menguasai standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran yang diampu, (3) Mengembangkan mata pelajaran yang diampu secara skreatif, (4) Mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan melakukan tindakan reflektif, (5) Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi.                           Pada saat melakukan observasi SD Negeri 55/I Sridadi  Pada Muatan pelajaran IPS pada saat guru mengajar kurang bervariasi namun cukup sesuai dengan Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dalam Melaksanakan Pembelajaran dengan mengkaitkan teknologi informasi dan komunikasi guru sudah cukup paham dalam mengkaitkan teknologi fasilitas seperti proykter, akses internet dan anak juga sudah memiliki handphone sendiri disini terlihat guru cukup paham dalam menguasai cara penggunaan teknologi dalam mengkaitkan pembelajaan karena dilihat zaman pendidikan yang semakin maju. Hasil penelitian menunjukan bahwa guru SD Negeri 55/I Sridadi memiliki kompetensi profesional yang baik menguasai materi, struktur, konsep dan pola, menguasai standar kompetensi dasar dan kompetensi inti mata pelajaran, mengembangkan mata pelajaran, mengembangkan keprofesionalan dengan melakukan tindakan reflektif. Kata Kunci: : Analisis, Kompetensi profesional guru, muatan pembelajaran IPS.ÂÂ
Penerapan Model Resource Based Learning Terhadap Hasil Belajar Teori Sastra Mahasiswa
Masnunah Masnunah;
Hayatun Nufus;
Bila Monika
Wahana Didaktika : Jurnal Ilmu Kependidikan Vol. 20 No. 2 (2022): Wahana Didaktika Jurnal Ilmu Kependidikan
Publisher : Faculty of teaching training and education
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31851/wahanadidaktika.v20i2.7918
Dengan dilakukan penelitian mengunakan model pembelajaran Resource Based Learning bermaksud untuk mendapati munculnya pengaruh model pembelajaran Resource Based terhadap hasil belajar teori sastra mahasiswa. Bentuk penelitian yang dilakukan yaitu metode eksperemen pada ancangan deskriptif kuantitatif mengunakan desain pretest-posttest control group design. Pokok kajian mahasiswa prodi Bahasa Indonesia kelas 2A menjadi kelas eksperemen dan kelas 2B menjadi kelas control. Teknik pengumpulan data mengunakan tes. Keadaan ini benar dari hasil analisis data statistik yang diperoleh nilai thitung = 8,75 angka ini lebih besar dari ttabel ada uji t sebesar 2,306 dengan taraf signifikan 0,05%. Dengan demikian hipotesis penelitian yang menyatakan ada pengaruh pembelajaran model Resource Based Learning terhadap hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah teori sastra dengan kata lain Ha di terima Ho ditolak.
BIMBINGAN KONSELING DALAM PERSPEKTIF PERUBAHAN MORAL DAN TINGKAH LAKU SISWA DI SEKOLAH
Suid Saidi
Wahana Didaktika : Jurnal Ilmu Kependidikan Vol. 20 No. 2 (2022): Wahana Didaktika Jurnal Ilmu Kependidikan
Publisher : Faculty of teaching training and education
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31851/wahanadidaktika.v20i2.7963
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara signifikan tentang manfaat bimbingan pada siswa , dengan melakukan wawancara langsung pada siswa yang telah mendapatkan bimbingan konseling,sehingga penulis dapat mengukur tingkat manfaatnya bagi siswa yang bersangkutan.Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode kualitatif studi kasus, dan sesuai dengan yang diteliti yaitu sebuah kasus yang ada masyarakat,sehingga dapat secara langsung mengetahui,mengukur sejauh mana tingkat manfaarnya.Setelah dilakukan penelitian secara konprehensif kepada 12 orang siswa sebagai partisipan dan informan,penulis melihat masih adanya beberapa hal yang harus perlu pembenahan,agar system pelayanan bimbingan dapat berjalan sesuai dengan hasil yang diharapkan,kesimpulannya seperti hasil temuan dalam penelitian ini,bahwasanya bagian bimbingan ini selain perlu pembenahan juga perlu perhatian dari pemerintah,dan partisipasi masyarakat (orangtua),agar hasil bimbingan  mampu meciptakan sebuah kedisipilinan bagi siswa
Survey Pembelajaran Gerak Manipulatif Dalam Pembelajaran Pendidikan Jasmani Murid SDN Unggulan Bontomanai
Muhammad Harliawan;
Nur Indah Atifah Anwar
Wahana Didaktika : Jurnal Ilmu Kependidikan Vol. 20 No. 2 (2022): Wahana Didaktika Jurnal Ilmu Kependidikan
Publisher : Faculty of teaching training and education
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31851/wahanadidaktika.v20i2.7978
Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui gerak manipulatif dalam pembelajaran pendidikan jasmani murid SDN Unggulan Bontomanai, jenis penelitian yang digunakan dalampenelitian ini yaitu deskriptif kuantitatif dengan survey pembelajaran gerak manipulative, Analisis data hasil penelitian mengenai gerak manipulatif dalam passing bawah pada permainan bola voli murid SDN Unggulan Bontomanai Kabupaten Gowa. Selanjutnya menghitung nilai rata-rata hasil tes atau hasil belajar maka data tersebut disusun, diolah dan dianalisis secara statistik dengan menggunakan fasilitas komputer melalui program SPSS, Hasil penelitian yaitu gerak manipulative siswa dalam pembelajaran pendidikan jasmani  termasuk dalam kategori baik sekali. Berdasarkan kategorinya dari hasil penelitian yang masuk dalam kategori kurang sekali sebanyak 10 orang dengan persentase sebesar (28.6%), kategori sedang sebanyak 9 orang dengan persentase sebesar (25.7%), kategori baik sekali sebanyak 16 orang dengan persentase 45.7%. dari hasil tersebut maka kategori siswa berada dalam aktegori baik sekali.Berdasarkan hasil tersebut dapat dilihat bahwa rata-rata gerak manipulatif siswa dalam pembelajaran pendidikan jasmani murid SDN Unggulan Bontomanai siswa berada dalam kategori baik sekali yakni sebesar 45.7%, hal tersebut dapat dimaknai bahwa gerak manipulative anak sudah menunjukkan gerak yang sesuai dengan materi pembelajaran yang diajarkan sehingga mereka paham dan mengerti akan gerakan yang dilaksanakan pada materi tersebutKata Kunci: Pembelajaran, Gerak Manipulative
Peningkatan Aktivitas Belajar Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) Siswa SDN Sumber Agung Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Stad
Bambang Bambang
Wahana Didaktika : Jurnal Ilmu Kependidikan Vol. 20 No. 2 (2022): Wahana Didaktika Jurnal Ilmu Kependidikan
Publisher : Faculty of teaching training and education
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31851/wahanadidaktika.v20i2.8102
Penelitian tindakan kelas SDN Sumber Agung, dengan tujuan meningkatkan aktivitas belajar Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) melalui model pembelajaran STAD. Proses pembelajaran yang selama ini berlangsung untuk mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) terjadi secara konvensional, hal ini mengakibatkan hasil belajar belum selesai dengan apa yang diharapkan. Pembelajaran tipe STAD atau Tim Siswa Kelompok Prestasi merupakan salah satu pendekatan pembelajaran dengan cara mengelompokkan siswa menjadi beberapa kelompok kecil dengan pengaturan setiap anggota kelompok dan saling belajar dan membelajarkan yang berfokus pada keberhasilan seorang anggota kelompok akan berpengaruh terhadap keberhasilan kelompok. Aktifitas positif siswa belajar Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) mengalami peningkatan secara signifikan pada semua indikator dari siklus pertama ke siklus ke dua, sedangkan aktifitas negatif siswa belajar Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) semakin berkurang untuk semua indikator. Perubahan ini menunjukan bahwa minat dan semangat belajar siswa semakin maningkat dan pembelajaran menjadi efektif dan menyenangkan yang diikuti dengan meningkatnya hasil belajar siswa secara signifikan. Peningkatan hasil belajar Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) siswa dari siklus pertama ke siklus kedua merupakan dampak dari pembelajaran menggunakan model pembelajaran STAD.
Melalui Bimbingan Kelompok Berbasis MGMP Dapat Meningkatkan Kompetensi Guru SMPN 3 Babat Supat dalam Penyusunan Proposal PTK
Asan Asan
Wahana Didaktika : Jurnal Ilmu Kependidikan Vol. 20 No. 2 (2022): Wahana Didaktika Jurnal Ilmu Kependidikan
Publisher : Faculty of teaching training and education
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31851/wahanadidaktika.v20i2.8105
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauhmana efektifitas penerapan pembimbingan kelompok dalam upaya meningkatkan kompetensi guru SMPN 3 Babat Supat dalam penyusunan proposal PTK yang bermanfaat bagi guru dalam peningkatan profesionalisme. Dalam pelaksanaan Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) ini sebanyak dua siklus, dimana masing-masing siklus terdapat empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Indikator keberhasilan dalam penelitian ini adalah Kompetensi Guru SMP Negeri 3 Babat Supat jika > 10% dari jumlah peserta pembimbingan telah memperleh nilai rata-rata ≥ 85,00. Hasil Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) pada siklus II diperoleh data sebagai berikut; (1) observasi pengawas 4,22; (2) observasi guru 4,14; (3) hasil kerja secara klasikal (84,02). Indikator keberhasilan telah terlampaui maka PTS dinyatakan berhasil, dan penelitian dihentikan pada siklus II. Bimbingan kelompok sangat efektif dalam upaya meningkatkan kompetensi guru SMPN 3 Babat Supat dalam penyusunan proposal PTK karena 90% dari jumlah peserta sebanyak 35 (tiga puluh lima) orang guru telah berhasil menyusun proposal PTK sesuai harapan. Disarankan kepala sekolah sejawat untuk melakukan kegiatan pembimbingan bagi guru yang menjadi tanggungjawabnya dalam upaya peningkatan kompetensi dalam kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB).
Penerapan Konsep Andragogi Pada Pembelajaran Online Sebagai Upaya Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis
Muhammad Irsyad Sayuti
Wahana Didaktika : Jurnal Ilmu Kependidikan Vol. 20 No. 2 (2022): Wahana Didaktika Jurnal Ilmu Kependidikan
Publisher : Faculty of teaching training and education
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31851/wahanadidaktika.v20i2.8220
Penelitian ini mengkaji tentang bagaimana optimalisasi penerapan konsep andragogi pada pembelajaran online yang dilakukan di masa pandemic covid-19 sebagai salah satu upaya yang digunakan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis seseorang. Penelitian deskriptif adalah penelitian yang digunakan peneliti pada penelitian ini. Peneliti mendeskripsikan fakta, data dan informasi yang diperoleh dari kajian kepustakaan seperti buku, jurnal hingga hasil penelitian yang berhubungan denga topik penelitian. Pada penelitian ini dijelaskan bahwasannya berbagai dampak dan pengaruh dirasakan oleh bangsa Indonesia akibat terjadinya pandami covid-19. Salah satunya adalah dampak yang dirasalakan sektor Pendidikan yang secara langsung dan pertama kalinya mampu mengubah model hingga sistem yang berlaku di Indonesia. Pengarh negative seperti degradasi yang semakin terlihat juga turut serta mewarnai problematika kongkrit yang terjadi. Hal ini tidak hanya terjadi pada anak-anak saja melainkan pembelajar dewasa yang seharusny sudah mampu memilah konsep dan perilaku yang sesuai juga perlu disorot mengingat figur seorang dewasa harusnya memberi contoh dan teladan. Oleh karena itu, perlu adanya pengembangan dan penerapan secara optimal konsep andragogi di kalangan pembelajar dewasa baik formal maupun non formal di Indoenesia. Secara teori dan factual di lapangan berbagai penelitian membuktikan bahwasaanya penerapan konsep andragogi ini dapat meningkatkan kemmapuan berpikir kritis seorang individu sehingga kedepannya individu tersebut mampu menempatkan dirinya secara benar di masyarakat.
Drug Abuse In The Perspective of Understanding Students In Junior High School
Septya Suarja;
Dosi Juliawati;
Hengki Yandri;
Rasmita Rasmita;
Randi Saputra
Wahana Didaktika : Jurnal Ilmu Kependidikan Vol. 21 No. 2 (2023): Wahana Didaktika Jurnal Ilmu Kependidikan
Publisher : Faculty of teaching training and education
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31851/wahanadidaktika.v21i2.11212
Drug abuse is a serious social problem in Indonesia. One of the factors that can influence the occurrence of drug abuse is the lack of understanding of students about the dangers of drugs. Therefore, this study explores students' understanding of drug abuse in junior high school. The research method used was quantitative, and the sample consisted of 100 junior high school students in Kerinci, which were taken using convenience sampling. The data were collected using a scale of students' understanding of drugs that had been tested for validity and reliability. The results showed that most students had a relatively good understanding of the dangers of drugs. However, there are still some students who do not understand the dangers of drugs, especially regarding the long-term impacts and legal consequences that can be obtained due to drug abuse. From the results of this study, it can be concluded that more intensive efforts are still needed to improve students' understanding of the dangers of drugs. Schools can develop more active and creative educational programs to improve students' understanding of the dangers of drugs and invite parents and the community to get involved in efforts to prevent drug abuse among adolescents. This conclusion can be used as a reference for developing programs and policies to combat drug abuse in Indonesia, especially among junior high school students.