cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
tahrirstain@yahoo.com
Editorial Address
Jln. Pramuka 156 Ronowijayan IAIN Ponorogo
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Al-Tahrir: Jurnal Pemikiran Islam
ISSN : 14127512     EISSN : 25022210     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
Al-Tahrir: Jurnal Pemikiran Islam is published by IAIN Ponorogo twice a year in May and November on the development of Islamic thought and have accredited Sinta 2 based on decree of Direktur Jenderal Penguatan Riset Dan Pengembangan Kementerian Riset, Teknologi, Dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Number: 34/E/Kpt/2018, Date 10 December 2018. Al-Tahrir: Jurnal Pemikiran Islam invites enthusiasts studies Islamic thought to contribute articles in accordance with scientific standards. Editors reserve the right to revise without changing the content and purpose of writing.
Arjuna Subject : -
Articles 349 Documents
Construction of Buginese Local Wisdom on the Paradigm of Sharia Banking Development in South Sulawesi Syaparuddin Syaparuddin
AL-TAHRIR Vol 19, No 1 (2019): Islam & Local Wisdom
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/altahrir.v19i1.1574

Abstract

Abstract: This study aims to assemble Buginese local wisdom into a paradigm in order to develop sharia banking in South Sulawesi. Based on this purpose, the design used is descriptive qualitative design. It means that it describes qualitatively a paradigm built on Buginese local wisdom to develop sharia banking in South Sulawesi. The approach used is cultural and economic approach. While the focus of this study is the economic values of Buginese local wisdom. Therefore, the data used in this study come from Lontara', documents and related books and references. Using literature study in collecting these data and were analyzed with content analysis and inter-text analysis. The result of this study is that the paradigm that can be built on the economic values of Buginese local wisdom, is the humanist paradigm, namely "Buginese Humanist". This paradigm leads to a view of subjectivity based on human consciousness, and more emphasis on human values. If this is adopted in the developing sharia banking, the Buginese society will not think long to deal with sharia banking. Therefore, local wisdom should be used as the basis for building a paradigm to develop sharia banking in South Sulawesi. If this is used as a paradigm in developing sharia banking. Therefore, local wisdom must be a paradigm in developing sharia banking in South Sulawesiالملخص: تهدف هذه الدراسة إلى بناء نموذج على الحكمة المحلية البوغيسية لتطوير المصرفية الإسلامية في سولاويسي جنوبية. وبناءًا على هذا الغرض، فإن التصميم المستخدم هو التصميم النوعي الوصفي. وهذا يعني أنه يصف نوعًا من النماذج المبنية على الحكمة المحلية البوغيسية لتطوير المصرفية الإسلامية في سولاويسي جنوبية. النهج المستخدم هو النهج الثقافي والاقتصادي. في حين أن تركيز هذه الدراسة هو القيم الاقتصادية للحكمة المحلية البوغيسية. ولذلك، فإن البيانات المستخدمة في هذه الدراسة تأتي منلونتارا (Lontara) ، والمستندات والكتب والمراجع ذات الصلة. استخدام دراسة الأدب في جمع هذه البيانات وتحليلها مع تحليل المحتوى والتحليل بين النصوص. نتيجة هذه الدراسة هي أن النموذج الذي يمكن بناؤه على القيم الاقتصادية للحكمة المحلية البوغيسية، هو النموذج الإنساني، أي "الإنساني البوغيسي". هذا النموذج يؤدي إلى رؤية ذاتية تعتمد على الوعي البشري، والمزيد من التركيز على القيم الإنسانية. إذا تم اعتماد ذلك في تطوير المصرفية الإسلامية، فإن مجتمع البوغيس لن يفكر طويلاً في الارتباط بالمصرفية الإسلامية. لذلك، ينبغي استخدام الحكمة المحلية كأساس لبناء نموذج لتطوير المصرفية الإسلامية في سولاويسي جنوبية.Abstrak: Tujuan studi ini adalah untuk merangkai kearifan lokal etnis bugis menjadi suatu paradigma dalam rangka mengembangkan perbankan syariah di Sulawesi Selatan. Berdasarkan pada tujuan penelitian tersebut di atas, maka desain yang digunakan adalah desain deskriptif kualitatif. Artinya, penelitian ini menggambarkan secara kualitatif paradigma yang dibangun dari kearifan lokal etnis bugis dalam mengembangkan perbankan syariah di Sulawesi Selatan. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kultural dan ekonomi. Sementara fokus penelitian ini adalah nilai-nilai ekonomi kearifan lokal etnis Bugis. Karena itu, data yang digunakan dalam penelitian ini bersumber dari Lontara’, dokumen dan buku-buku serta referensi yang terkait. Dalam mengumpulkan data-data tersebut digunakan studi pustaka. Data-data yang telah terkumpul dianalisis dengan content analysis dan inter-text analysis. Hasil penelitian ini yaitu bahwa paradigma yang bisa dirangkai dari nilai-nilai ekonomi kearifan lokal etnis bugis adalah paradigma humanis, yakni “Humanis Buginis”. Paradigma ini bermuara pada pandangan subyektivitas yang berpijak pada kesadaran manusia, dan lebih menekankan kepada nilai-nilai kemanusiaan. Jika ini yang dijadikan paradigma dalam mengembangkan perbankan syariah, maka masyarakat bugis tidak akan berpikir panjang untuk berhubungan dengan perbankan syariah. Karena itu, kearifan lokal harus bisa dijadikan sebagai paradigma dalam mengembangkan perbankan syariah di Sulawesi Selatan.
PANDANGAN ISLAM DAN PSIKOLOGI TERHADAP TRANSFORMASI PEREMPUAN Nurussakinah Daulay
AL-TAHRIR Vol 15, No 2 (2015): Transformasi Perempuan dalam Masyarakat Islam
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/al-tahrir.v15i2.266

Abstract

Abstract: Transformation of women, as a discourse and the idea of the movement, increasingly writhed after the International Women's Conference in Beijing in 1995. The big question is how to construct the transformation of women in the crush of fear of success through the frame of diverse perspectives. Through religion and psychology approach, this paper attempted to describe the transformation of women's movement which has been increasingly writhing in the era of globalization.  The data of the religious texts including Islamic religious texts showed that there was an equality between men and women, and husband and wife which were not only related to their rights they possessed , but also related to the obligations that must be carried out.   The transformation of women's movement, especially in the perspective of religion, found the historical momentum since the presence of Islam brought by Muhammad in the Arabian Peninsula. At this global era, the demands on  a role in the public sphere increasingly crystallized so that women were also required to actualize themselves in various social entities. Self-actualization in a variety of careers turned out to be in the form of a direct proportional relationship with the emergence of anxiety that led to conflict between selfhood on one side with public opinion which regarded it as a masculine figure on the other. This anxiety appeared when they, the women, were trapped between trying to reach a great achievement and their own shadows.الملخص :تحوّل المرأة كموضوع حديث وفكرة الحركة أصبح ممتدّا بعد اللقاء العالمي للمرأة في بيجنج سنة 1995. والسؤال المطروح هو كيف تشكيل هذا التحوّل في محور fear of success في ضوء كثير من وجهات النظر. حاولت هذه الدراسة – بالمدخل الديني النفسي – تصوير حركة تحوّل المرأة المتطوّرة في عصر العولمة. دلّت البيانات من النصوص الدينية أن هناك مساواة وتواز بين الرجل والمرأة وفي الأسرة بين الزوج والزوجة، كل منهما له حقوق وواجبات. هذه الحركة النسائية – خاصة في منظار ديني -  تجد فرصتها التاريخية المناسبة منذ ظهور الإسلام في الجزيرة العربية. وفي هذا العصر هناك متطلبات لظهور ودور المرأة في المجتمع. والواقع أن اتخاذ المرأة هذا الدور – في كثير من المناصب – أدي إلى نشوء الشعور بالهموم على الوعي بالنفس في جانب وبرأي المجتمع عنها في جانب آخر لأنهم اعتبرها امرأة. إذن وقعت المرأة في همّ بين المحاولة للحصول على الانجازات وظلّ نفسها.Abstrak: Transformasi perempuan, sebagai sebuah wacana dan ide gerakan, semakin menggeliat pasca Konferensi Perempuan Internasional di Beijing pada tahun 1995. Pertanyaan besarnya adalah bagaimana mengkonstruk transformasi perempuan dalam himpitan fear of success melalui bingkai beragam perspektif. Melalui pendekatan agama dan psikologi, tulisan ini mencoba untuk mendiskripsikan gerakan transformasi perempuan yang kian menggeliat di era globalisasi. Data-data teks keagamaan termasuk Islam menunjukkan bahwa terdapat kesetaraan antara laki-laki dan perempuan, terdapat equalitas antara suami dan istri tidak saja terkait dengan hak yang mereka miliki tetapi juga terkait dengan kewajiban yang harus diemban. Gerakan transformasi perempuan ini, khususnya dalam perspektif agama, menemukan momentum historisnya sejak kehadiran Islam yang dibawa oleh Muhammad saw di Jazirah Arab. Pada era global ini tuntutan peran dalam ranah publik semakin mengkristal sehingga perempuan juga dituntut untuk mengaktualisasikan diri dalam beragam entitas sosial. Aktualisasi diri dalam beragam karir ternyata berbanding lurus dengan munculnya kecemasan yang melahirkan konflik antara kedirian di satu sisi dengan opini publik yang menganggapnya sebagai sosok yang maskulin. Muncul kecemasan bahwa mereka, para perempuan, terjebak antara usaha meraih prestasi dengan bayangan diri.  Keywords: transformasi, perempuan, Islam, psikologi, aktualisasi, fear of success.
Changes in The Behavior of Religious Radicalism of Young Communities in The Mataraman Region, East Java Nur Kholis; Munardji Munardji; Nuril Mufidah; Salamah Noor Hidayati; Badrus Sholeh
AL-TAHRIR Vol 21, No 1 (2021): Islam: Liberalism and Fundamentalism
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/altahrir.v21i1.2858

Abstract

This study aims to describe and analyze behavioral changes in religious radicalism and the factors that influence these behavioral changes. This type of research is qualitative, using a case study approach—the place of a research area that is categorized as Mataraman culture. The primary consideration is that the character of this region adheres to the notion of integration of religion, culture, and politics, which can be called a society with a harmonious character. The facts on the ground show this community with a culture of harmony has been exposed to radical ideas, especially among teenagers. For example, there were two raids on people suspected of being exposed to radicalism in Tulungagung. Data collection techniques are in-depth interviews, observation, and documentation. The collected data were analyzed using Miles & Huberman's interactive model. The study results show that changes in behavior to become radical in religion are determined by several factors: the strength of belief, Daulah Islamiyyah as the subjective norm of the group, scriptural studies, and economic programs/activities to improve the welfare of members. These four factors strengthen the birth of the intention to turn into a radical in religion. A firm intention among youth serves to trigger the actualization of radical behavior in religion among youth. الملخصتهدف هذه الدراسة إلى وصف وتحليل التغيرات السلوكية في التطرف الديني ، والعوامل التي تؤثر على هذه التغيرات السلوكية. هذا النوع من البحث نوعي باستخدام نهج دراسة الحالة. مكان منطقة البحث المصنفة على أنها ثقافة ماتارامان. الاعتبار الرئيسي هو أن طبيعة هذه المنطقة تتمسك بفهم تكامل الدين والثقافة والسياسة ، والذي يمكن تسميته بمجتمع ذي طابع متناغم. تظهر الحقائق على الأرض أن هذا المجتمع الذي يتمتع بثقافة الانسجام قد تعرض لأفكار راديكالية ، خاصة بين المراهقين ، على سبيل المثال ، كانت هناك غارتان على الأشخاص المشتبه في تعرضهم للتطرف في تولونغاغونغ. تقنيات جمع البيانات هي المقابلات المتعمقة والملاحظة والتوثيق. تم تحليل البيانات التي تم جمعها باستخدام النموذج التفاعلي Miles & Hubermans. تظهر نتائج الدراسة أن التغيرات في السلوك ليصبح متطرفًا في الدين تتحدد بعدة عوامل هي ؛ قوة الإيمان ، الدولة الإسلامية كقاعدة ذاتية للجماعة ، والدراسات الكتابية ، والبرامج / الأنشطة الاقتصادية لتحسين رفاهية الأعضاء. هذه العوامل الأربعة تعزز ولادة نية التحول إلى راديكالية في الدين. تعمل النية القوية لدى الشباب على تفعيل السلوك الراديكالي في الدين بين الشباب. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis perubahan perilaku radikalisme beragama, dan faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan perilaku tersebut. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Tempat penelitian wilayah yang masuk kategori budaya Mataraman. Pertimbangan utamanya adalah karakter wilayah ini menganut paham integrasi agama, budaya, dan politik dapat disebut sebagai masyarakat berkarakter harmoni. Fakta dilapangan menunjukkan komunitas masyarakat yang berbudaya harmoni  ini telah terpapar paham radikal terutama kalangan remaja, misalnya dua kali terjadi penggerebekan orang yang diduga terpapar paham radikal di Tulungagung. Teknik pengumpulan datanya adalah Interview mendalam, observasi, dan dokumentasi. Data-data yang terkumpul dianalisis menggunakan model interaktif Miles & Hubermans. Hasil penelitian menujukkan bahwa perubahan perilaku menjadi radikal dalam beragama ditentukan oleh beberapa faktor, yaitu; kekuatan keyakinan, Daulah Islamiyyah sebagai norma subyektif kelompok, kajian-kajian yang bersifat skriptural, dan program/kegiatan ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan anggota. Keempat faktor ini menguatkan lahirnya niat untuk berubah menjadi radikal dalam beragama. Niat yang kuat pada kalangan pemuda berfungsi memicu aktualisasi perilaku radikal dalam beragama di kalangan pemuda. 
Menakar Cokroaminoto dalam Deretan Mufasir Nusantara M. Wiyono
AL-TAHRIR Vol 17, No 1 (2017): Islam Ortodoksi-Heterodoksi
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/altahrir.v17i1.590

Abstract

Abstrack: Tjokroaminoto is a National hero and one of the pioneers of Indonesia’s independence. He was born and raised in a religious family which, to some extent, has influenced his thought and political views and activities. One of the most prominent ideas of Tjokroaminoto is the concept of Islamic socialism that has been well illustrated in his monumental book entitled ‘Islam dan Socialism’. The book is a response of Tjokroaminoto toward Karl Marx’s socialism in the west and Pan-Islamism in Turkey. Tjokroaminoto, in his book, significantly cites Quranic verses and hadith as the argumentative foundation of Islamic socialism, particularly on the concept of equality, brotherhood, and discussion for convention (musyawarah) as the main value of democracy. Due to the significant amount of Quranic verses cited by Tjokroaminoto, one of Islamic universities in Jakarta classify ‘Islam and Socialism’ as an exegesis book in the region of Nusantara. This means that the author is a Mufassir (the writer of a commentary on Quran). However, this assumption needs a further research and investigation in order to assure that the work of Tjokroaminoto can be counted as Quranic exegesis book. The investigation may include testing the work toward the valid criteria of authentic and reliable Quranic exegesis work, in terms of its method, type, and other significant features..الملخص :كان جوكروامينوتو هو الرائد إبطال تحريرة جمهورية الاندونيسيا ، ولد ونشئ في بيئة أسرية دينية حتى تؤثر على أفكاره فى فعلية السياسية والأنشطة. إحداها من مؤلفته عن مفهوم الاشتراكية الإسلامية التى تصب في الرسالة المشهورة بعنوان “Islam dan Sosialisme” هذا الكتاب يتضمن استجابة جوكروامينوتو على الاشتراكية كارل ماركس (Karl Marx) التي عامت في الغربية والحركة الإسلامية (Pan-Islamisme ) في تركيا في وقت واحد. و نقل جوكروامينوتو في مؤلفته كثيرة من آيات القرآن والسنة فى حجته, خاصة فى الحوار المساواة والأخوة والمشاورة فى ممارسة الديمقراطية. ولأجل عدد كثير من الآيات التي نقلت في ذالك الكتاب كان إحدى كلية دراسة العليا بجاكرتا، والإسلام والاشتراكية يدخل في تأليف تفسير الإندونيسي (Tafsir Nusantara) إن كان هذا الكتاب يعد من كتب التفسير فالمؤلفه يسمى المفسر . لتحصيل إلى هذا المفهوم يحتج إلى التحقيق العلمية للتأكدة بأنه من كتب التفسير .  وفقا نظرية كتاب التفسير من طريقته و منهجه و لونه ووشروط المفسر التي يجب إستوفيهاAbstrak: Tjokroaminoto adalah konseptor sekaligus pahlawan perintis kemerdekaan republik Indonesia, ia lahir dan dibesarkan di dalam lingkungan keluarga yang sangat religius sehingga mempengaruhi pemikiran dan aktifitas politiknya. Salah satunya adalah konsep sosialisme Islam yang ia tuangkan dalam sebuah karya monumental berjudul ‘Islam dan Socialisme’. Buku tersebut merupakan respon Tjokroaminoto terhadap sosialisme Karl Marx yang berkembang di Barat, bersamaan dengan sosialisme tersebut, berkembang pula Pan-Islamisme di Turki pada masa itu. Tjokroaminoto di dalam bukunya tersebut banyak mengutip ayat-ayat al Qur'an dan Sunnah sebagai papan bantalan argumentasi sosialisme Islam, terutama dalam konsep persamaan, persaudaraan dan musyawarah sebagai praktik demokrasi. Banyaknya ayat-ayat yang dikutip tersebut sehingga di salah satu perguruan tinggi negeri di Jakarta, Islam dan Sosialisme dimasukkan dalam deretan karya ‘tafsir nusantara’ yang berarti pengarangya adalah seorang mufasir. Perlu interogasi ilmiah lebih jauh untuk memastikan apakah karya tersebut sesuai dengan teori kitab tafsir dikaji dari perspektif metode, corak dan syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh mufasir.
Konstruksi Epistemologi dalam Filsafat Illuminasi Suhrawardi Mohammad Muslih
AL-TAHRIR Vol 12, No 2 (2012): Filsafat dan Teologi Islam
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/al-tahrir.v12i2.59

Abstract

Artikel ini mengkaji secara filosofis konstruksi epistemologi Filsafat Illuminasi Suhrawardi dengan mengungkap argume nnya tentang proses keilmuan. Secara lebih khusus, akan menunjuk kan kritik Suhrawardi terhadap logika Peripatetik dan kemudian mem­posisikannya dalam proses penggalian ilmu. Kemudian mengungkap tawaran Suhrawardi yang ia klaim sebagai dapat mengantar manusia mem peroleh pengetahuan yang se benarnya, dengan menemukan syarat bagi suatu pengetahuan yang valid. Pemikiran demikian sudah tentu akan menjadi model keilmuan alternatif di tengah perkembang­an keilmuan yang bercorak rasiona listik. Dengan mengungkap anasir­anasir lebih dalam, bisa jadi pengetahuan model illuminasi ini dapat sebagai alternatif bagi krisis keilmuan modern saat ini. Ada beberapa per soalan yang di bahas, antara lain kegelisahan Suhrawardi atas problem logika dan persoalan validitas pengetahuan, lalu mengurai kan metode dasar Filsafat Isyraqiyah, dan yang paling pokok membahas struktur fundamental Logika Illuminasi. Tidak lupa artikel ini juga menunjukkan konsekuensi epistemologi Suhrawardi dengan tesis Tuhan itu merupakan objek “ kenal” bukan objek “ tahu”.
AKAD JUAL BELI DALAM TRADISI PASAR TERAPUNG MASYARAKAT BANJAR HM Hanafiah
AL-TAHRIR Vol 15, No 1 (2015): Islam dan Local Wisdom
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/al-tahrir.v15i1.170

Abstract

Abstract: Traditional trade of Banjar people in the floating market is unique since it is done in the market which is located in the middle of the river. In the transaction at the floating market, sellers and buyers still do sale and purchase agreement in accordance with the provisions of Islamic laws. In fact, the situation and condition at that time did not allow them to make transaction like sale and purchase as usual because the waves of the river could shake their canoes endangering their lives. According to scholars of syafi'iyah, the sale and purchase contract is not valid except with shigat which was pronounced", Meanwhile, according to Imam Malik, buying and selling are lawfully acceptable based on Islamic laws without being pronounced and can be done with understanding each other. Contract of sale can be done by the method of oral or act techniques. It means that oral technique was done by saying “ijab” for the seller and qabul for the buyer, while the method of action, which has been termed as al-mu'athah, is by giving goods intended by the owner based on the running contract of sale without saying ijab and qabul from one or both of them.الملخص : كانت عادة البيع والشراء للمجتمع " بانجار " في السوق العائم لها خصائصها لأنها كانت في وسط النهر. قام البائع والمشتري في هذا العقد بصيغة الإيجاب والقبول شرعيا كما أوجبه الشريعة الإسلامية، مع أن الظروف حين ذاك لا تسمح وقوع العقد العادي لأن السفن – كأداة مواصلة – تحرّكها أمواج النهر. يرى الشافعية أن عقد البيع لا يصحّ إلا بلفظ الإيجاب والقبول يقوله الطرفان ( البائع والمشترى)، لكنّ الإمام مالكا يرى أنه يصحّ العقد عن طريق التفاهم ( دون تلفظ الإيجاب والقبول). ويمكن أن يكون عقد البيع والشراء عن طريق اللسان والفعل. أما العقد عن طريق اللسان فيقول البائع  صيغة " الإيجاب " ويكون " القبول " من المشتري. أما عن طريق " الفعل " فيكون " بالمعاطاة " أي سلّم كل من الطرفين المبيع دون أن يتلفّظ كل منهما أو واحد منها لفظ الإيجاب والقبول.   Abstrak: Tradisi jual beli masyarakat Banjar di Pasar Terapung memiliki keunikan tersendiri karena dilakukan di pasar yang terletak di tengah-tengah sungai. Dalam transaksi di Pasar Terapung tersebut, penjual dan pembeli tetap melakukan akad jual beli (ijab qabul) sesuai dengan ketentuan hukum Islam, padahal sebenarnya situasi dan kondisi ketika itu tidak memungkinkan untuk transaksi jual beli biasa karena sampan yang mereka gunakan sebagai alat transportasi tersebut digoncang oleh ombak sungai. Menurut ulama syafi’iyah, “Tidak sah akad jual beli kecuali dengan shighat (ijab qabul) yang diucapkan”. Sedangkan menurut Imam Malik, “Jual beli itu telah sah dan dapat dilakukan secara dipahami saja (tanpa diucapkan)”. Akad jual-beli dapat dilakukan dengan metode ucapan lisan dan metode perbuatan. Metode ucapan lisan yaitu dengan adanya ucapan ijab dari penjual dan qabul dari pembeli. Sedangkan metode perbuatan (yang diistilahkan dengan al-mu'athah) yaitu dengan saling menyerahkan barang yang dimaksudkan oleh masing-masing dari pelaku akad jual beli, tanpa adanya ucapan ijab atau qabul dari keduanya, atau dari salah satunya.Keywords: akad jual beli, tradisi, masyarakat Banjar, pasar terapung
Digital Piety and the Transformation of Political Activism of Youth Hijrah Movement Ali Ja'far
AL-TAHRIR Vol 20, No 2 (2020): Islam and Politics
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/altahrir.v20i2.2172

Abstract

Abstract: This paper explains about hijrah, a popular term among urban youths; it refers not only religious, but also political transformation. This activity has been  growing massively in the urban area through the internet and in the short after the fall of Soeharto regime where democracy and the technology has become more developed. Digitally, hijrah shapes the narration of being pious, religious and modern-fashionable look. Taking the data from field observation on the hijrah event and following the digital media, this paper attempts to investigate the historical root of hijrah and how the youth utilize modern technology to visualize and share their narration on being politically pious. Borrowing the idea from Birgit Meyer and Bayat about visualization and post-Islamism, this paper has found that although hijrah narration is close to fundamental religious activism and politically promotes Islamic political system, but the agenda has not succeeded. However, hijrah activity is successful in engaging youth through the events such as; sharing session, gathering, book review, festival and preaching which are specifically designed for youths.الملخص: يتناول هذا البحث عن الهجرة وهي مصطلح شائع بين شباب الحضر. ولا يشير هذا الموضوع الى التغير الديني ، بل حتى التغير السياسي. وازدهرت أنشطة الهجرة بعد سقوط سوهارتو بسرعة فائقة وكذلك الديموقراطية والتكنولوجيا . وكونت الهجرة في العالم الرقمي التقوى والدين والحداثة ايضا . آخذا المعلومات من المنهج الميداني مع تتبع الوسائل الهجرة الرقمية، تحاول هذا البحث التحقق عن جذور التاريخ وكيفية تعامل الشباب مع التكنولوجيا المعاصرة لتصور المسائل ونشر الروايات حول موضوع الصالح . نستعير فكر بيرجير ماير وبيات حول التصورية وما بعد الاسلامية ، تكشف هذا البحث موضوع الهجرة قريبة الى جذروية الدينية و من سياسيتها الى السياسية الشرعية ولكن لا تسير هذه الانشطة على ما يرام. ومن نا حية أخرى ، تربط انشطة الهجرة مع الشباب كالمناقشات والمحاضرات ومراجعة الكتب والتجمعات ترابطا وطيدا وناجحا لأنها خصصت مصممة للشبابAbstrak: Tulisan ini menjelaskan tentang hijrah. Sebuah terma yang popular di kalangan anak muda urban. Terma ini tidak hanya merujuk pada istilah akan perubahan keagamaan, tetapi juga perubahan politik. Aktifitas hijrah tumbuh pesat setelah runtuhnya regime Soeharto dimana demokrasi dan perkembangan teknologi semakin maju. Hijrah dalam dunia digital juga membentuk narasi akan kesalehan, keagamaan, dan modernitas. Penelitian ini mengambil data dari observasi lapangan serta mengikuti media digital hijrah. Tulisan ini berusaha menginvestigasi akar sejarah dari hijrah dan bagaimana anak-anak muda menggunakan teknologi modern untuk memvisualisasikan dan menyebarkan narasi tentang kesalihan. Meminjam ide dari Birgit Meyer dan Bayat tentang visualisasi dan post-Islamism, tulisan ini mengungkap bahwa meskipun narasi hijrah itu sangat dekat dengan fundamentalisme agama dan secara politis mendukung sistem politik berlandaskan Islam akan tetapi agenda ini tidak berjalan dengan baik. Sebaliknya, aktifitas hijrah yang mengikat anak muda melalui berbagai event seperti, sesi diskusi, gathering, bedah buku, festival, dan ceramah keagamaan telah sukses mengikat anak muda karena aktifitas itu secara khusus didesain untuk anak muda)   
Memaknai Kelas Menengah Muslim Sebagai Agen Perubahan Sosial Politik Indonesia Wasisto Raharjo Jati
AL-TAHRIR Vol 16, No 1 (2016): ISLAM DAN PERUBAHAN SOSIAL
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/al-tahrir.v16i1.342

Abstract

Abstract: This article aims at analyzing agenda of socio-political changes among Indonesian middle class muslim . Compared with other middle class groups, middle class muslim is a middle class which tends to have political sense toward political changes. It is caused by its political experiences they have got such as alienation, authoritarianism, and inequality. Those ironic experiences make Indonesian middle class become political agent. Political experiences which have happened in middle east such as Turkey, Iran, and Egypt become main preferention to analyze current situation. Therea are two prominent perspectives to see socio-political changes which are addressed to Indonesian middle class muslim:   post Islamism and Islam populism . The first perspective, political changes is synergically based on mutual cooperation between Islam, democracy, and liberalism. On the other hand, the second one, revolusion is placed as  the main strategy of affirmative political change done by middle class. More specifically, Islamist ideology rejects religious modernity and seeks to oppose Islam against secular, pluralistic and liberal understandings of the “emancipated self” and the democratic public sphere. Those both perspectives are then used to analyze case of Indonesian middle class muslims. This article will elaborate more deeply to analyze socio-political changes among Indonesian middle class muslims.الملخص: هذا الكتاب يحصل ليتخذ الفرق فى الثقفة والسياسيّة على الفنّ المتوسط للمسلمين الاندونسي اختلافا بالفنّ المتوسّط الاخرى. الفنّ المتوسط للمسلمين كان فنّا متوسطا سياسيّا على اختلاف السياسيّة. ذالك الفصل يشمل بكون السياسيّة المحصول كمثل رأي الناس. و يشمل ايضا هذا الكتاب يتّخذ على المعاشرة بالمعروف. كثرة حال السائريصير فنّا متوسّطا للمسلمين للدلالة السياسيّة. السياسيّة فى كون مثل المعاشرة فى العرب, كمثل مصرى, تركى, عير اختيار الاولى للتخاذ الفرق على الثقفة السياسيّة فى ذالك المكان. امّا الاوّل رأيان فى نظر فرق ثقفة السياسيّة بعلاملت فنّ متوسّط المسلمين. وهو بعد الاسلاميّة و الاسلامية الذى نصر المستضعفين. الرأي الاوّل, يحصل على الحضارة و دموكراتية و الحرّية. الرأي الثانى, يحصل على التغيّر بطريق الاوّل من تغيير السياسيّة  تأكيدا يعمل على الفنّ المتوسّط. رأيان يستقبل ليتّخذ فنّ المسلمين فى اندنسي. هذا الكتاب يصير فى تغيير ثقفة السياسية على فنّ متوسّط المسلمين فى اندنسي.Abstrak: Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis agenda perubahan sosial politik bagi kelas menengah muslim Indonesia.  Dibandingkan dengan kelas menengah lainnya, kelas menengah muslim adalah kelas menengah yang politis terhadap perubahan politik. Hal tersebut terkait dengan adanya pengalaman politis yang dialami seperti halnya alienasi, otoritarianisme, maupn juga ketimpangan. Berbagai kondisi satir itulah yang menjadikan kelas menengah muslim tampil sebagai agen politik. Pengalaman politik seperti yang terjadi dalam kasus masyarakat Timur Tengah seperti Mesir, Turki, dan Iran menjadi preferensi utama dalam menganalisis perubahan sosial politik yang ada. Terdapat dua perspektif penting dalam melihat agenda perubahan sosial politik yang dialamatkan oleh kelas menengah muslim yakni post-Islamisme dan Islam populisme. Perspektif pertama lebih mengandalkan adanya sinergi antara Islam, demokrasi, dan liberalisme. Perspektif kedua lebih mendudukkan revolusi sebagai jalan utama perubahan politik afirmatif yang dilakukan oleh kelas menengah. Kedua perspektif itulah yang kemudian dilihat dalam menganalisis kasus kelas menengah muslim Indonesia.  Tulisan ini akan mengelaborasi lebih dalam mengenai agenda perubahan sosial poltik dalam kelas menengah muslim Indonesia.
Metodologi Muslim Progresif dalam Memahami Pesan Sejati Al-Qur'an Mukhlis Mukhlis
AL-TAHRIR Vol 11, No 1 (2011): Studi Al-Qur'an dan Hadis
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/al-tahrir.v11i1.25

Abstract

Al-Quran is interpreted in different ways and approaches. Progressive Muslims, for instance, pay attention to three themes, namely social justice, gender equality, and pluralism. They propose their arguments based on the fundamental understading from (al­Hijr/15:29, Şād/38:71, and al-Nahl/16:90), namely: (1) every hu­man being has the same intrinsic glory, (2) the main mission of hu­man presence in the world is to fight for and uphold justice for all mankind, and (3) human being must be doing good deeds and be­have politely. Their approaches are: (a) critical engagement against the tradition, (b) multiple critique on modernity, c) a plurality of sources, and (d) self-positioning, beyond apologetics. Progressive Muslims have a hope to eliminate the uncertainty dilemma of Mus­lims, i.e between bound by tradition, and the need for responsive with the modernity.
Aksi Budaya Teo-Ekologi Melalui Integrasi Kurikulum Pendidikan Lingkungan Hidup Nur Kholis; Rofikatul Karimah
AL-TAHRIR Vol 17, No 2 (2017): Islam dan Ekologi
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/altahrir.v17i2.958

Abstract

Abstract: This study was intended to investigate universality reality in Islamic perspective, the development of theo-ecological culture at school, and its implementation of ecological education at school. This study was conducted in qualitative approach in case study method. This research was conducted at State Islamic Elementary School (Madrasah Ibtidaiyah Negeri) Tegalsari, Blitar, Indonesia. The objects of this study were the universality reality, the development of theo-ecological culture and ecological based education. The school headmaster, the vice headmaster, the teachers and the school committee were the subjects of the study. The data collection methods were in-depth interviews, and observation. Data validity was checked through credibility, transferability, dependability, and conformability techniques. Through four steps, validity was taken to ensure data confirmation. The data analysis consisted of data display, conclusion drawing, and verification. The article findings show that the creation of the universe has duality, ideasionality and theology. Therefore, human beings as the caliphs in the earth need to develop in themselves the ecological ethics. In addition, it was found that the development of ecological awareness at school was done through the processes of arranging the program main team, optimizing tasks and functions of internal and external school elements, and evaluating the program incidentally and regularly. Finally, the ecological education was implemented by teaching it as a local content subject as well as integrating it with other subjects.الملخص:هذا البحث يهدف أن يحلل عناصرا ;أولا مظاهر العالم من ناحية الإسلام, ثانيا ثقافة البيئة الدينية فى المدرسة و ثالثا تطبيق بيئة الحياة فيها.يختار الباحث مكان البحث هو المدرسة تاجال ساري (Tegalasri)  ولينجي(Wlingi)باليتار(Blitar) الإبتدائية الإسلامية الحكومية. يظهر هذا البحث بحثا كيفيا بجنس دراسة الحالة. موضوعه يحتوى مظاهر العالم و تثقيف البيئة الدينية و تطبيق التدريس نحو بيئة الحياة. مصادر الحقائق الرئيسي فيه رئيس المدرسة و وكيله و المدرسون ولجنة المدرسة. طريقة جمع الحقائق المستخدمة هي الوثائق و الملاحظة, و تحليلها بتقديم الحقائق والخلاصة و التثبيت ,و تفتيشها بصدوقة الحقائق و تحولها و ثقتها وثبوتها. يحصل هذا البحث ;اولا يبدع المدرسة بحالات العالم فيها حالة ثنائية و مثالية و دينية, هذا يجرى بأن يخلق الله الناس خليفة الأرض, عليهم أن يلازموا تطوير بيئة الحياة. ثانيا يبدع ثقافة بيئة الحياة بتصميم هيئة المنهج البئوي, وهي تكمل أعمال عناصر المدرسة خارجيا و داخليا و تقويم فى الوقت الحاضر والوقت المكتوب. ثالثا تطبيق تربية بيئة الحياة باضافة درسا خاصا عنها واتحد ماديتها فى كل دروس.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui realitas kesemestaan dalam perspektif Islam, pengembangan budaya teo-ekologi di sekolah, dan pelaksanaan pendidikan ekologi di sekolah. Penelitian ini dilakukan secara kualitatif dengan metode studi kasus. Penelitian ini dilakukan di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Tegalsari, Blitar, Indonesia. Objek penelitian ini adalah realitas kesemestaan, pengembangan budaya teo-ekologi dan pendidikan berbasis ekologi. Kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru dan komite sekolah adalah subyek penelitian. Metode pengumpulan data melalui wawancara mendalam, dan observasi. Validitas data diperiksa melalui teknik credibility, transferability, dependability, dan conformability. Melalui empat langkah, validitas diambil untuk memastikan konfirmasi data. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan verifikasi. Temuan artikel menunjukkan bahwa penciptaan alam semesta memiliki sifat dualitas, dan teologi. Oleh karena itu, manusia sebagai khalifah di bumi perlu mengembangkan dirinya dalam etika ekologis. Selain itu, ditemukan bahwa perkembangan kesadaran ekologi di sekolah dilakukan melalui proses penyusunan tim inti program, mengoptimalkan tugas dan fungsi unsur internal dan eksternal sekolah, dan mengevaluasi program secara insendentil dan teratur. Akhirnya, pendidikan ekologi dilaksanakan dengan mengajarkannya sebagai mata pelajaran muatan lokal dan mengintegrasikannya dengan mata pelajaran lain.