cover
Contact Name
jumani
Contact Email
jumaniani@gmail.com
Phone
+628125875659
Journal Mail Official
jumaniani@gmail.com
Editorial Address
Jurnal Agriculture and Forestry Faculty of Agriculture of University 17 August 1945 Samarinda, East Kalimantan. Jl. Ir. H. Juanda No.80 Samarinda, East Kalimantan. Phone 0541 743390. Email:agrifor@untag-smd.ac.id; jumaniani@gmail.com, URL:http://ejurnal.untag-smd.ac.id/index.php/AG
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan
ISSN : 14126885     EISSN : 25034960     DOI : https://doi.org/10.31293/af.v18i2
Core Subject : Agriculture,
Agrifor Journal is a scientific journal that contains writings in the form of research results, book review, conceptual studies, and scientific works in the field of Agriculture and Forestry concerning relevant cultivation.
Articles 561 Documents
Pengaruh Pemberian Pupuk Kandang Sapi Danzpthantu Terhadap Pertumbuhan Stek Batang Tanaman Buah Naga Daging Super Merah (Hylocereus costaricencis) dan Marisi Napitupulu, Asari
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 15, No 2 (2016): Oktober
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v15i2.2074

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk : (1) mengetahui pengaruh pemberian pupuk kandang sapi dan ZPT Hantu serta interaksinya terhadap pertumbuhan stek batang tanaman buah naga daging  super merah.Penelitian dilaksanakan di Kampung Empas Kecamatan Melak Kabupaten Kutai Barat, provinsi Kalimantan Timur selama 3 bulan dari bulan Maret sampai dengan Mei 2014.Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan percobaan faktorial 4 x 4 yang diulang sebanyak 6 kali. Faktor pertama adalah dosis pupuk kandang sapi (P) terdiri atas empat taraf yaitu : tanpa pupuk kandang sapi (p0), 15 g polibag-1 (p1), 25 g polibag-1 (p2), dan 35 g polibag-1 (p3). Faktor kedua adalah konsentrasi ZPT Hantu (H) terdiri atas empat taraf yaitu :tanpa ZPT Hantu (h0), 1 ml 1-1 air (h1), 2 ml 1-1 air (h2), dan 3 ml 1-1 air ( h3).Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) pengaruh pemberian pupuk kandang sapi berbeda sangat nyata terhadap muncul tunas,  panjang tunas pada umur 25, 50 dan 75 hari setelah tanam, lingkar tunas pada umur 25, 50 dan 75 hari setelah tanam, berat akar pada umur 75 hari setelah tanam dan panjang akar pada umur 75 hari setelah tanam. Pemberian pupuk kandang sapi dengan dosis 35 g polibag-1 (p3) menghasilkan pertumbuhan stek batang tanaman buah naga daging super merah yang paling baik. (2) Pengaruh pemberian ZPT Hantu berbeda sangat nyata terhadap muncul tunas, panjang tunas pada umur 25, 50 dan 75 hari setelah tanam, lingkar tunas pada umur 25, 50 dan 75 hari setelah tanam, berat akar pada umur 75 hari setelah tanam dan panjang akar pada umur 75 hari setelah tanam. Pemberian ZPT Hantu dengan konsentrasi 3 ml 1-1 air (h3) menghasilkan pertumbuhan stek batang tanaman buah naga daging super merah yang paling baik.dan (3) Pengaruh interaksi antara pupuk kandang sapi dan ZPT Hantu berbeda sangat nyata terhadap panjang tunas pada umur 50 hari setelah tanam. Pemberian pupuk kandang sapi  dengan dosis 35 g polibag-1 dan ZPT Hantu dengan konsentrasi 3 ml 1-1 air (p3h3) menghasilkan panjang tunas stek batang tanaman buah naga daging super merah yang paling baik. dan berbeda sangat nyata terhadap lingkar tunas pada umur 75 hari setelah tanam.Pemberian pupuk kandang sapi dosis 25 g polibag-1 dan ZPT Hantu dengan konsentrasi 3 ml 1-1 air (p2h3) menghasilkan lingkar  tunas stek batang tanaman buah naga daging super merah yang paling baik. tetapi  berbeda tidak nyata terhadap muncul tunas hari setelah tanam, panjang tunas pada umur 25 dan 75 hari setelah tanam, lingkar tunas pada umur 25 dan 50 hari setelah tanam, berat akar dan panjang akar pada umur 75 hari setelah tanam.
The Effect of Guano Walet Fertilizer and Ratu Biogen Foliar Fertilizer on the Growth and Yield of Tomato (Lycopercicum esculentum Mill.) Monza Variety Kristina, Dian; Rahmi, Abdul
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 17, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v17i2.3611

Abstract

This experiment aims to: (1) to study of the effect of guano walet fertilizer and Ratu Biogen foliar fertilizeras well as their interaction on the growth and yield of tomato plants; and (2) to find proper dosage of guano walet fertilizer and proper concentration of Ratu Biogen foliar fertilizer for better growth and yield of tomato plants.The research carried out from May 2014 to July 2014, in the Village Melak Ulu RT.20 Subdistrict Melak, West Kutai. It applied Completely Randomized Design with factorial experiment 4 x 4 and five replications.  The first factor is the dosage of the guano walet fertilizer (G) consists of 4 levels, namely: no fertilizer application guano walet (g0), 10 Mg ha ̵ ¹, or 100 g of polybag ̵ ¹ (g1), 15 Mg ha ̵ ¹ or 150 g polibag ̵ ¹ (g2), 20 Mg ha ̵ ¹ or 200 g polybag ̵ ¹   (g3). The second factor is the concentration of Ratu Biogen (B) consists of 4 levels: without POC Ratu Biogen (b0), 1 ml 1 ̵ ¹ water (b1), 2 ml 1 ̵ ¹ water (b2), 3 ml 1 ̵ ¹  water (b3).Result of the research revealed that : (1) application of guano walet fertilizer affect very significantly on plant height at 14, 28, 42 days after planting, the number of fruits per plant, and weight of fruit per plant, but the effect is not significant on the days of plant flowered and days of plant harvest.  The best production is attained by the 200 g polybag-1 fertilizer guano walet (g3), namely 282,50 plant-1, In reverse, the least production is attained by without fertilizer guano walet (g0), namely 227,25 g plant ̵ ¹; (2) application of Ratu Biogen foliar fertilizer after significantly to very significantly on the plant height at 14 days after planting  and the number of fruits per plant, but the effect is no significant on the plant height at 28 and 42 days after planting, days of plant flowered, days of plant harvest, and weight of fruit per plant; and (3) interaction between guano walet fertilizer and Ratu Biogen foliar fertilizer no significantly on the plant height at 14, 28, and 42 days after planting, days of plant flowered, days of plant harvest, number of fruit per plant, and fruit weight per plant.
PENGELOLAAN KONFLIK DAN PEMETAAN BLOK PEMANFAATAN BERSAMA MASYARAKAT DI KHDTK LOA HAUR, KALIMANTAN TIMUR Rifadi, ELfa; Sumaryono, Muhammad; Rujehan, Rujehan
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 18, No 2 (2019): Oktober 2019
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v18i2.4359

Abstract

Sebagai bagian kawasan yang terletak di KPA Taman Hutan Raya Bukit Soeharto, KHDTK Hutan Pendidikan dan Pelatihan (HPP) Loa Haur memiliki potensi dan ancaman yang sama dalam hal penebangan liar, penambangan liar, kebakaran dan perambahan. Perambahan diantaranya telah menimbulkan konflik kepentingan dalam pemanfaatan ruang di KHDTK Loa haur. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan studi pengelolaan konflik dan menyediakan strategi pengelolaan bersama masyarakat dalam KHDTK Loa HPP Loa Haur. Penelitian dilakukan dalam 5 (lima) tahapan, yaitu pengumpulan peta dasar dan citra SPOT 6 interpretasi citra, pendataan perambahan, identifikasi kebijakan pengelolaan, pengelolaan konflik dan kelembagaan KTH. Pengelolaan konflik diantara dilakukan melalui grup diskusi yang terarah yang dilengkapi dengan analisis terhadap kekuatan, kelemahan, peluang dan tantangan yang tersedia.  Dihipotesakan bahwa konflik dapat diubah menjadi satu kesepakatan yang dapat dipetakan dalam Sistem Informasi Geografis (SIG) dalam bentuk peta blok pemanfaatan ruang bersama masyarakat.  Penelitian ini memberi hasil bahwa jumlah lahan yang dimanfaatkan sebanyak 20 lokasi lahan, dengan luas 43,58 ha dan rata-rata 2,18 ha. Jumlah lahan yang teridentifkasi pernah dimanfaatkan dan lalu ditelantarkan dan tanpa identitas adalah lebih banyak. Diindikasikan lahan-lahan tersebut disimpan (land bank) untuk motif ekonomi dari isu kandungan batubara di KHDTK HPP Loa Haur. Komoditi tanaman yang diusahakan adalah dari jenis karet dan buah-buahan (durian, lai dan rambutan). Jenis  potensial untuk dapat dikembangkan dalam pemanfaatan ruang bersama masyarakat adalah Gaharu, Kopi dan Kakao. Jenis kelembagaan yang diperlukan untuk mendukung program Kemitraan Kehutanan adalah Kelompok Tani Hutan. Disamping itu, Forum Komunikasi KTH perlu diinisiasikan untuk membuka ruang komunikasi antara petani dengan pengelola sehingga menstimulasi kemajuan program ke depan.
FLUKTUASI IKLIM MIKRO DI HUTAN PENDIDIKAN FAKULTAS KEHUTANAN UNIVERSITAS MULAWARMAN Karyati, Karyati; Ardianto, Sidiq; Syafrudin, Muhammad
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 15, No 1 (2016): Maret
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v15i1.1785

Abstract

Fluktuasi Iklim Mikro di Hutan Pendidikan Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui fluktuasi beberapa unsur iklim (suhu udara, kelembaban udara, intensitas cahaya, dan curah hujan) di Hutan Pendidikan Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman, Samarinda, Kalimantan Timur. Suhu udara rata-rata di dalam hutan sebesar 25,4°C dan di luar hutan sebesar 27,4°C. Kelembaban relatif rata-rata di dalam hutan lebih besar (91,6%) dibandingkan di luar hutan (83,9%). Intensitas cahaya maksimum sebesar 188.80 µmol tercapai pada pukul 12:00 dan intensitas cahaya minimum pada pukul 05:00, 06:00 dan 20:00 sebesar 0.00 µmol. Selama 30 hari pengamatan, tercatat 11 hari hujan dan curah hujan tertinggi sebesar 3 mm pada tanggal 2 Juni 2015.
PENGARUH PUPUK ORGANIK GRANUL DAN PUPUK UREA TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KARET (Hevea brasiliensis Muell.Arg.) OKULASI Akas Pinaringan Sujalu dan Marisi Napitupulu, Tabita,
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 16, No 1 (2017): Maret
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v16i1.2596

Abstract

Pengaruh Pupuk Organik Granul Dan Pupuk Urea Terhadap Pertumbuhan Bibit Karet (Hevea brasiliensis Muell.Arg.) Okulasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pupuk organik granul dan Urea, dan juga untuk menentukan harga dosis yang tepat pupuk organik granul dan urea untuk pertumbuhan yang lebih baik dari bibit karet okulasi. Penelitian dilakukan dari Maret 2014 sampai Juni 2014 di Desa Sekolaq Darat, Kecamatan Sekolaq Darat, Kabupaten Kutai Barat, Provinsi Kalimantan Timur. Desain penelitian diterapkan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial 3 x 3, dan ulangi 4 kali, yang terdiri dari 2 faktor penelitian. Faktor pertama adalah pupuk organik granul (G), terdiri dari tiga tingkatan yaitu: tidak ada aplikasi granul organik pupuk (kontrol) atau (g0), 5 g granul polybag (G1), dan 10 g butiran / polibeg (g2). Faktor kedua adalah urea (N), yang terdiri dari 3 tingkatan, yaitu: tidak ada aplikasi urea (kontrol) atau (n0), 6g urea / polybag (n1), dan 9g urea / polybag (n2).Hasil penelitian mengungkapkan bahwa pupuk organik granul tidak mempengaruhi secara signifikan terhadap tinggi tanaman pada 2 dan -3 bulan setelah okulasi, jumlah daun pada 3 bulan setelah okulasi, dan diameter bibit pada 2 bulan setelah okulasi. Ini mempengaruhi secara signifikan pada jumlah daun pada 2 bulan setelah okulasi dan bibit diameter 3 bulan setelah okulasi. Ini mempengaruhi sangat signifikan terhadap tinggi tanaman pada 4 bulan, jumlah daun pada 4 bulan dan bibit diameter 4 bulan setelah pencangkokan. urea treatmentdid tidak mempengaruhi secara signifikan terhadap tinggi tanaman pada 2-, 3- dan 4- bulan setelah okulasi, jumlah daun pada 2-, 3-, dan 4- bulan setelah okulasi, diameter bibit di 2- dan 3- bulan setelah Grafing, tapi itu mempengaruhi secara signifikan pada diameter bibit pada 4 bulan setelah pencangkokan.Interaksi antara pupuk organik granul dan pengobatan urea tidak berpengaruh secara signifikan terhadap tinggi tanaman pada 2-, 3- dan 4- bulan setelah okulasi, jumlah daun pada 2- dan 3- bulan setelah okulasi, dan bibit diameter di 2-, 3 - dan 4 bulan setelah okulasi. Tapi itu mempengaruhi secara signifikan pada jumlah daun pada 4 bulan setelah okulasi.
PEMANFAATAN SUMBER DAYA HUTAN OLEH MASYARAKAT DI SEKITAR TAMAN NASIONAL KUTAI Rahmah, Rahmah; Rayatin, Yaya; Aipassa, Marlon Ivanhoe
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 18, No 2 (2019): Oktober 2019
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v18i2.4298

Abstract

Kondisi masyarakat di sekitar TN Kutai perlu mendapat perhatian karena bisa berpengaruh terhadap kondisi TN Kutai baik langsung maupun tidak langsung.Data pemanfaatan sumber daya hutan oleh masyarakat sekitar kawasan bisa menjadi rujukan untuk pengelolaan TN Kutai yang lestari dan memperhatikan masyarakat sekitar.Tujuan penelitian ini adalah (1) Mengetahui pemanfaatan sumber daya hutan oleh masyarakat desa sekitar TN Kutai; (2) Mengetahui kontribusi pendapatan dari hasil hutan terhadap pendapatan totalmasyarakat desa sekitar TN Kutai. Lokasi penelitian merupakan desa yang penduduknya bermukim di sekitar Taman Nasional Kutai SPTN Wilayah II dan ada informasi awal tentang pemanfaatan sumber daya hutan oleh penduduk.Lokasi penelitian adalah 5 desa di sisi barat TN Kutai yaitu Desa Menamang Kanan dan Desa Menamang Kiri di Kabupaten Kutai Kartanegara serta Desa Mawai Indah, Desa Beno Harapan dan Desa Himba Lestari di Kabupaten Kutai Timur. Metode penelitian ini adalah accidental sampling.Responden adalah kepala rumah tangga yang dipilih secara acak tersebar di areal pemukimandengan intensitas sampel 10%.Pemanfaatan sumber daya hutan oleh masyarakat berupa pengambilan tumbuhan dan satwa liar (TSL) bernilai ekonomis tinggi antara lain ulin, meranti, payau, kijang dan kancil. Lokasi pengambilanTSL sangat dekat dengan kawasan TN Kutai. sehingga dikhawatirkan mengancam kelestarian kawasan TN Kutai. Pendapatan dari hasil hutandan kontribusi terhadap pendapatan total responden dari yang tertinggihingga paling rendah adalah : (1) Desa Himba Lestari sebesar Rp36.700.000,- (70,04%); (2) Desa Beno Harapan sebesar Rp26.550.000,- (26,81%); (3) Desa Mawai Indah sebesar Rp27.000.000,- (25,27%); (4) Desa Menamang Kanan sebesar Rp6.700.000,- (4,89%). Desa Menamang Kiri tidak ada pendapatan dari hasil hutan.
STUDI PEMANFAATAN LEMBO RUMAH UNTUK PENINGKATAN EKONOMI MASYARAKAT DI DESA MENCIMAI KECAMATAN BARONG TONGKOK KABUPATEN KUTAI BARAT Hutiq, Katarina; Ismail, Ismail; Yahya, Zuhdi
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 12, No 2 (2013): Oktober
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v12i2.345

Abstract

The average total income of Respondents. Rp 3.080.000. Every month from the average income of Primary Works Rp. 2.070.000. and the average income of part time job. Rp 1.165.384. Every month. Income from  Lembo Rumah can increase the average income of Rp. 1.097.200. Every month with 35.62% percent / household / month. This shows that Lembo Rumah can increase economic income of family in the village of Mencimai.
PERTUMBUHAN Kappaphycus alvarezii PADA TINGKAT KEDALAMAN BERBEDA DI PERAIRAN TELUK PERANCIS, SANGATTA SELATAN KABUPATEN KUTAI TIMUR Haryasakti, Anshar
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 16, No 1 (2017): Maret
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v16i1.2583

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui produksi rumput laut (Kapphaphycus alvareziii) pada tingkat kedalaman yang berbeda di Perairan Teluk Perancis Kecamatan Sangatta Selatan Kabupaten Kutai Timur. Penelitian ini dilaksanakan di Perairan Teluk Lombok Desa Sangkima Kecamatan Sangatta Selatan Kabupaten Kutai Timur selama 42 hari. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Dari hasil penelitian diperoleh data bahwa pertambahan berat rumput laut (Kapphaphycus alvareziii) terbesar diperoleh pada kedalaman 100 cm yaitu sebesar 10.870 gr, kedalaman 150 cm yaitu sebesar 9.240 gr, dan terkecil diperoleh pada kedalaman 200 cm sebesar 7.724 gr.
Inventory Distribution and potential of the type Macaranga Spp Forest IUPHHK PT. Ratah Timber in the village Mamahak Teboq District of Long Hubung Mahakam Ulu Regency of East Kalimantan Kukumeo, Yanuardus Edmond; Tirkaamiana, Taufan; Kamarubayana, Legowo
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 17, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v17i2.3626

Abstract

The purpose  of  this study was to determine the types of trees at the potential and deployment  Macaranga Spp haul roads around  wood PT. Ratah Timber particularly at Km  23.26 and 30 villages  Mamahak  Teboq  District of  Long Hubung Mahakam  Ulu Regency. Data collection  and research done by the preparation method of  sampling  is  done  using  a 20x20 meter plots  were arranged in lines of research.  Number of PU in daloam each path varies according to the field conditions, distance of between 9-10 plots.Also in  the   interview  did also  used to obtain  data and information from officers in the field, officials of relevant agencies and  the  local population  that  has  to do with the  activities  of research and from the literature that support.Research results can be sorted by diameter class is 10-15, 16-20, 21-30, and> 30 cm  and are obtained  1) Volume  Macaranga Spp tree on plot  1, 2 and 3 with a diameter  of  10-15 cm  class is 10 , 58 m³ with 236 trees, the diameter  class 16-20 cm  was 6.35 m³ there  are 62 trees,  while the volume with a diameter of 21-30 cm class is 15.64 m³ there  are 75 trees  while the number  of  overall diameter  is  32.97  m³.  Distribution  Macaranga Spp  tree   most commonly found on the second plot  with 173 trees  including the number of trees under 10 cm  in diameter (not measured).Suggestions submitted on the results of  this study are 1) To    the   PT.  Ratah   Timber   trying   keep  the   existence  and preservation  of   trees   Macaranga  Spp.  existing   in  PT.  Ratah Timber from forest fires disorders; 2) Keep an inventory of  trees Macaranga  Spp.  on  the   whole  area   of   PT.  Ratah  Timber  to determine the distribution and potential Macaranga Spp.
ANALISIS KEBERLANJUTAN EKOWISATA LAHAN PASCA TAMBANG BUKIT KANDIS DI KABUPATEN BENGKULU TENGAH PROVINSI BENGKULU Yurike, Yurike; Wiryono, Wiryono; Lestari, Aisah
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 23, No 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v23i2.7625

Abstract

Lahan pasca tambang memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi objek wisata. Salah satunya ekowisata lahan pasca tambang Bukit Kandis. Wisata Bukit Kandis sempat menjadi primadona bagi wisatawan, namun saat ini kondisinya sudah tidak terawat lagi. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis status indeks keberlanjutan ekowisata Bukit Kandis ditinjau dari sisi ekologi, ekonomi, sosial, teknologi dan infrastruktur, kelembagaan dan kebijakan, serta menganalisis atribut-atribut sensitif apa saja yang mempengaruhi keberlanjutan ekowisata Bukit Kandis. Menggunakan pendekatan Multidimensional Scaling (MDS) dengan bantuan software Rap-Fish (The Rapid Appraisal for Fisheries) yang di modifikasi menjadi Rap-Tourism. Hasil penelitian menunjukkan secara umum status indeks keberlanjutan ekowisata Bukit Kandis diantaranya dimensi ekologi sebesar 66,54% (cukup berkelanjutan), dimensi ekonomi sebesar 47,83% (kurang berkelanjutan), dimensi sosial budaya sebesar 56,99% (cukup berkelanjutan), dimensi infrastuktur sebesar 52,68% (cukup berkelanjutan), dimensi layanan ekowisata dengan nilai 48,13% (kategori kurang berkelanjutan). Atribut-atribut sensitif yang menjadi hambatan terhadap keberlanjutan ekowisata Bukit Kandis, diantaranya keanekaragaman landskap, rapatan tutupan, dana pengelolaan, kontribusi PA desa, kearifan lokal, pemberdayaan masyarakat, kejelasan kepemilikan, koordinasi antar lembaga, dan fasilitas persampahan. Hal-hal yang perlu menjadi perhatian adalah fasilitas umum yang rusak dan tidak berfungsi. Saat ini pengelolaan Bukit Kandis masih berada pada pemerintah daerah. Untuk itu pemerintah perlu memberdayakan masyarakat di sekitar kawasan Bukit Kandis untuk mengelola kawasan tersebut agar lebih terawat dan dapat mengembangkan perekonomian masyarakat di sekitar kawasan.