cover
Contact Name
Muhammad Nur Hidayat
Contact Email
jiip@uin-alauddin.ac.id
Phone
+6281342363639
Journal Mail Official
jiip@uin-alauddin.ac.id
Editorial Address
Department of Animal Science, Faculty of Science and Technology of Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar. Jl. HM. Yasin Limpo 36 Samata, Gowa Regency, South Sulawesi, Indonesia. 92113
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Ilmu dan Industri Peternakan
ISSN : 23550732     EISSN : 27162222     DOI : 10.24252/jiip
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Ilmu dan Industri Peternakan is a published journal by the Department of Animal Science, Faculty of Science and Technology, Alauddin Islamic University (UIN) Makassar since December 2013. Publish twice a year in June and December, containing the results of research and review of fields of Animal Product Safety, Feed Nutrition and Technology, Livestock Production, Animal Health, Livestock Product Technology, and Livestock Socio-Economic
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 7 No 1 (2021): JUNI" : 7 Documents clear
Corak Sistim Peternakan Berbasis Sosio-Ecofarm di Distrik Bruyadori, Biak Numfor-Papua Deny Anjelus Iyai
Jurnal Ilmu dan Industri Peternakan Vol 7 No 1 (2021): JUNI
Publisher : State Islamic University (UIN) Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jiip.v7i1.15195

Abstract

The purpose of this study was to determine the portrait of livestock production in the neighborhood environment as a basis for livestock commodity development and animal husbandry development, to determine the needs and potential of animal husbandry development in Biak-Numfor Regency. The method in this research is descriptive survey technique. The sample of respondents selected as many as 30 heads of families who do livestock raising work in the village of Distrik Bruyadori. The object of observation is the socio-cultural aspects of the farmer, livestock production and perceptions and needs of livestock development. The findings showed that the socio-cultural portrait of farmers in the Distrik Bruyadori village was sufficient in terms of age (age) and experience, while the level of education needed to be pursued by attending training related to commodities. Livestock and animal pens need to be provided by the government with an alternative village fund program. Portrait of livestock production is not optimal, marked by the low number of livestock production per parent per birth of several commodities. Animal feed needs to be intensified. The business portrait is still not optimal because market access is not yet controlled by farmers. Thus technical assistance needs to be provided.
Fermentabilitas dan Kecernaan in Vitro pada Ransum yang diberikan Kulit Pisang Nangka (Musa paradisiaca) Iman Hernaman
Jurnal Ilmu dan Industri Peternakan Vol 7 No 1 (2021): JUNI
Publisher : State Islamic University (UIN) Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jiip.v7i1.19473

Abstract

Kulit buah pisang nangka merupakan limbah pengolahan industri pangan yang dapat digunakan sebagai sumber serat bagi ternak ruminansia. Kulit buah pisang nangka sebanyak 10, 20, 30, dan 40% digunakan dalam ransum percobaan untuk dievaluasi fermentabilitas dan kecernaannya secara in vitro. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan menggunakan rancangan acak lengkap yang terdiri atas 4 perlakuan dan 5 ulangan.Hasil menunjukkan bahwa kulit buah pisang nangka mempengaruhi konsentrasi asam lemak terbang dan N-NH3 serta persentase kecernaan bahan kering dan bahan organik. Konsentrasi asam lemak terbang, prosentase kecernaan bahan kering dan kecernaan bahan organik meningkat seiring dengan penambahan kulit buah pisang nangka sampai 30%, kemudian menurun pada penggunaan 40%.  Konsentrasi N-NH3 menurun mengikuti persamaan regresi y=-0,0635X + 5,25 dengan R2 = 0,855. Kesimpulan menunjukan bahwa kulit buah pisang nangka dapat digunakan dalam ransum ternak ruminansia sebanyak 40% tanpa menganggu kecernaan.
Evaluasi Penerapan Kesejahteraan Hewan pada Tempat Pemotongan Unggas di Kabupaten Takalar, Provinsi Sulawesi Selatan Aminah Hajah Thaha; Ichsan Nur Halim; Rasyidah Mappanganro; Jumriah Syam; Muhammad Nur Hidayat; Andi Suarda
Jurnal Ilmu dan Industri Peternakan Vol 7 No 1 (2021): JUNI
Publisher : State Islamic University (UIN) Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jiip.v7i1.20335

Abstract

Perlakuan yang tidak baik sebelum hingga saat penyembelihan berpotensi besar menyebabkan stress sehingga berpengaruh terhadap ternak dan kualitas produk yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan kesejahteraan hewan pada tempat pemotongan unggas di Kabupaten Takalar. Variabel dan indikator penelitian didasarkan pada  konsep kesejahteraan hewan berupa 1) Bebas dari rasa lapar dan haus;  2) Bebas dari rasa panas dan tidak nyaman; 3) Bebas dari luka, penyakit dan sakit;  4) Bebas dari rasa takut dan penderitaan; serta 5) Bebas mengekspresikan perilaku normal dan alami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar konsep kesejahteraan hewan telah diterapkan dengan baik pada tempat pemotongan unggas di Kabupaten Takalar kecuali pada aspek bebas dari luka, penyakit dan sakit yang masih terdapat 53% menggunakan keranjang besi untuk pengangkutan ternak yang berpotensi melukai ternak saat sebelum proses penyembelihan sebagai salah satu indikator aspek tersebut.
Ketahanan Tubuh dan Performa Puyuh (Coturnix coturnix japonica) dengan Pemberian Jus Bunga Kasumba Turate (Carthamus tinctorius L) Khusnul Khatimah; Niken Ulupi; Sri Purwanti
Jurnal Ilmu dan Industri Peternakan Vol 7 No 1 (2021): JUNI
Publisher : State Islamic University (UIN) Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jiip.v7i1.21104

Abstract

Stres panas menyebabkan puyuh mengalami stres oksidatif. Stres oksidatif menyebabkan puyuh rentan terhadap infeksi bakteri dan juga akan berpengaruh pada performanya. Stres oksidatif dapat diatasi dengan penambahan antioksidan. Salah satu sumber antioksidan alami adalah bunga kasumba turate. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis ketahanan dan performan puyuh yang diberi jus bunga kasumba turate. Materi penelitian ini terdiri dari sari bunga kasumba turate dan puyuh. Penelitian ini terdiri dari 4 perlakuan dan 4 ulangan dengan P0: 100 mL air minum tanpa JBKT (Kontrol), P1: JBKT 0,25 mg/mL dalam 100 mL air minum, P2: JBKT 0,75 mg/mL dalam 100 mL air minum, P3: JBKT 1,25 mg/mL dalam 100 mL air minum. Hasil penelitian tingkat stres menunjukkan bahwa rasio H/L P1, P2 dan P3 lebih rendah dari P0. Hasil uji clearance menunjukkan bahwa mortalitas bakteri Salmonella pullorum mencapai 67,7%. Pemberian JBKT tidak berpengaruh signifikan terhadap konsumsi pakan dan pertambahan bobot badan. Nilai konversi pakan pada perlakuan P1, P2 dan P3 lebih baik dari pada P0. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Pemberian jus bunga kasumba turate pada puyuh mampu memperbaiki ketahanan tubuh terhadap panas lingkungan, terhadap infeksi bakteri dan performa pertumbuhan. Konsentrasi 0,25 mg/100 mL JBKT mampu membunuh bakteri S.pullorum tertinggi dan menghasilkan keefisienan pakan terbaik. Kata kunci : Bunga Kasumba Turate, Ketahanan, Performa ABSTRACTHeat stress causes quail to experience oxidative stress. Oxidative stress can make quail susceptible to bacterial infections which will also affect their performance. Oxidative stress can be overcome with the addition of antioxidants. One of the natural sources of antioxidants is the kasumba turate flower. The purpose of this study was to analyze the resistance and performance of quails that were given the flower juice of kasumba turate L). The material of this study consisted of kasumba turate flower juice and quail. This study consisted of 4 treatments and 4 replications with P0: 100 mL of drinking water without JBKT (Control), P1: JBKT 0,25 mg/mL in 100 mL of drinking water, P2: JBKT 0,75 mg/mL in 100 mL of drinking water, P3: JBKT 1,25 mg/mL in 100 mL drinking water. The results of the research on stress levels showed that the H/L ratio P1, P2 and P3 were lower than P0. The clearance test showed that the mortality rate for Salmonella pullorum bacteria reached 67,7%. The provision of JBKT did not significantly affect feed consumption and body weight gain. The feed conversion values of treatment P1, P2 and P3 were better than P0. Based on the results of the study, it can be concluded that the application of kasumba turate flower juice to quails can improve the body's resistance to environmental heat, against bacterial infections and growth performance. The concentration of 0,25 mg/100 mL JBKT was able to kill the highest S.pullorum bacteria and produce the best feed efficiency.Keywords: Kasumba Turate Flower, Performance, Resistance
Analisis Fenotip, Pendugaan Bobot Tetas dan Bobot Hidup Umur 8 Minggu pada Selesi Ayam Kampung Yusnaini B. Talebe; Abdurahman Hoda; Sri Utami
Jurnal Ilmu dan Industri Peternakan Vol 7 No 1 (2021): JUNI
Publisher : State Islamic University (UIN) Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jiip.v7i1.20047

Abstract

Penelitian dengan judul Analisis fenotipe, pendugaan bobot tetas dan bobot hidup umur 12 minggu pada seleksi ayam kampung telah dilakukan di Kota Ternate. Peneltian ini menggunakan metode eksperimental design dengan tahapan sebagai berikut: Tahap awal: Perkawinan antara ayam kampung jantan berjumlah 5 ekor dengan betina berjumlah 25 ekor sebagai tetua yang berada dalam kandang individual menggunakan teknik Inseminasi Buatan (IB) sebanyak 2 kali dalam seminggu. Tahap kedua : Pengumpulan telur selama seminggu dimasukkan ke dalam mesin penetasan. Setelah telur menetas dan tubuh anak ayam kampung kering diberi Wing band sebagai identitas lalu dilakukan penimbangan untuk memperoleh data bobot tetas. Tahap ketiga: Anak ayam dimasukkan ke dalam kandang kelompok yang terbuat dari ram kawat berukuran 70 x 60 x 30 cm dilengkapi induk buatan, tempat makan dan minum. Parameter diamati adalah karakter fenotip, bobot telur, bobot tetas dan bobot hidup 8 minggu. Hasil menunjukkan  tingkat keragaman baik karakter fenotip maupun tingkat produktivitas ayam buras masih dalam kategori tinggi, upaya seleksi perlu dilakukan secara kontinyu untuk memperoleh strain ayam buras murni.
Deteksi Logam Kadmium (Cd) dan Timbel (Pb) pada Sapi Peranakan Ongole yang Digembalakan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tamangapa Makassar Fedri Rell
Jurnal Ilmu dan Industri Peternakan Vol 7 No 1 (2021): JUNI
Publisher : State Islamic University (UIN) Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jiip.v7i1.10095

Abstract

Sapi peranakan ongole adalah salah satu sapi penghasil daging. Logam berat Cd dan Pb adalah logam beracun bagi makhluk hidup. Penelitian bertujuan untuk mendeteksi adanya logam kadmium (Cd) dan timbel (Pb) pada sapi peranakan ongole yang digembalakan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tamangapa Makassar. Penelitian dilakukan pada bulan Mei sampai Juni 2019 di Laboratorium Kimia Makanan Ternak, Departemen Nutrisi dan Makanan Ternak  Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin. Sampel sebanyak 15 sampel darah dari lima lokasi peternakan. Pengukuran kadar Cd dan Pb dalam darah menggunakan metode uji Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS). Hasil dari penelitian menunjukkan keberadaan logam berat kadmium yang berada dikisaran antara 0,290 ppm - 1,008 ppm dan timbel yang berada  dikisaran antara 1,32 ppm – 9,91 ppm. Kesimpulan dari penelitian adalah terdeteksinya logam kadmium dan timbel pada sapi peranakan ongole yang digembalakan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tamangapa Makassar. 
Pengaruh Penggunaan Biji Asam Jawa (Tamarindus indica) sebagai Pengganti Bekatul Terhadap Kualitas Karkas dan Berat Organ Dalam Ayam Pedaging Osfar Sjofjan; Danung Nur Adli
Jurnal Ilmu dan Industri Peternakan Vol 7 No 1 (2021): JUNI
Publisher : State Islamic University (UIN) Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jiip.v7i1.13800

Abstract

Biji asam jawa mempunyai potensi besar sebagai penggati bekatul. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh penggantian bekatul dengan tepung biji asam jawa dalam pakan terhadap bobot karkas, persentase karkas, dan organ dalam ayam pedaging. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari 5 perlakuan : P0 = Jagung 60% + konsentrat 30% + bekatul 10% ( kontrol ), P1 = Jagung 60% + konsentrat 30% + bekatul 7,5% + tepung biji asam jawa 2,5%, P2 = Jagung 60% + konsentrat 30% + bekatul 5% + tepung biji asam jawa 5%, P3 = Jagung 60% + konsentrat 30% + bekatul 2,5% + tepung biji asam jawa 7,5%, P4 = Jagung 60% + konsentrat 30% + bekatul 0% + tepung biji asam jawa 100%, dengan 4 kali pengulangan dan pada setiap ulangan terdiri dari 5 ekor ayam pedaging. Penggantian bekatul dengan tepung biji asam jawa dilakukan pada saat umur ternak 21 hari pemeliharaan. Variabel penelitian yang diamati terdiri dari bobot karkas, persentase karkas dan berat organ dalam ayam pedaging. Pengunaan tepung biji asam jawa sebagai pengganti bekatul memberikan pengaruh tidak berbada nyata (P>0,05) terhadap berat karkas ayam pedaging. Pemberian tepung biji asam jawa sebagai pengganti bekatul dalam pakan belum mampu meningkatkan bobot karkas, persentase karkas dan berat organ dalam ayam pedaging.

Page 1 of 1 | Total Record : 7