cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan
ISSN : 19793472     EISSN : 25805223     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 26 No 2 (2023): DECEMBER" : 15 Documents clear
ANALYSIS ABILITIES OF STUDENTS ABOUT ISLAMIC LAW MATERIALS IN THE CONTEXT OF DAILY LIFE Suhartini, Andewi; Nursobah, Asep; Basri, Hasan; Ruswandi, Uus
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 26 No 2 (2023): DECEMBER
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2023v26n2i1

Abstract

Abstract: Learning fiqh should be able to strengthen students' beliefs about the moderation of Islamic law. As a scientific discipline, fiqh discusses syara law based on how it is formulated and implemented in everyday life. This study aims to reveal the ability of Senior High School (SMA) students in analyzing the moderation of Islamic law that they learn in accordance with the 2013 curriculum in the subject of Islamic Religious Education and Character, which includes the law of janazah review, and the law of khutbah, tablig and da'wah by linking it to the context of everyday life. This study used a survey method, with tests as a data collection tool conducted at SMANs in Semarang, Bogor and Makassar in the even semester of the 2019/2020 school year. The results showed that by thinking at a high level at the level of analysis, students could find the moderate values ​​of Islamic law in the context of everyday life. Abstrak: Pembelajaran fiqih semestinya dapat memperkuat keyakinan peserta didik tentang kemoderatan hukum Islam. Sebagai disiplin ilmu, fiqih membahas hukum syara berdasarkan cara perumusan dan implementasinya dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan mengungkap kemampuan peserta didik Sekolah Menengah Atas (SMA) dalam menganalisis kemoderatan hukum Islam yang dipelajarinya sesuai dengan kurikulum 2013 pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti, yang meliputi hukum pemulasaraan Janazah, hukum khutbah, tablig dan dakwah dengan mengaitkannya kepada konteks kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menggunakan metode survei, dengan tes sebagai alat pengumpul data yang dilakukan di SMAN di Semarang, Bogor, dan Makassar pada semester genap tahun ajaran 2019/2020. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan berpikir tingkat tinggi pada tingkat analisis, peserta didik dapat menemukan nilai-nilai kemoderatan hukum Islam dalam konteks kehidupan sehari-hari.
MEANINGFUL LEARNING IN THE PERSPECTIVE OF INFORMAL ECONOMIC EDUCATION Hasan, Muhammad; Kamaruddin, Citra Ayni; Nurdiana, Nurdiana; Nurjannah, Nurjannah; Elpisah, Elpisah
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 26 No 2 (2023): DECEMBER
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2023v26n2i13

Abstract

Abstract: This study aims to determine the informal economic education in the family through the habit of saving for children, which results in meaningful learning. This study uses a qualitative approach. The data collection techniques used in this study were observation and interviews. The informants in this study were five parents and five children in urban farming family households in Makassar City. The data obtained in this study will be analyzed using data coding techniques. The results of this study indicate that (1) parents have understood their children from an early age regarding informal economic education, especially saving; (2) the formation of knowledge, attitudes, and saving behavior makes children feel that parents have a role in guiding and teaching them about saving, which later became a meaningful learning for children and continues to stick in their memories to this day; and (3) the freedom given by parents and the absence of coercion to save are also meaningful lessons that are embedded in children's memories. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendidikan ekonomi informal yang berlangsung di dalam keluarga melalui pembiasaan menabung kepada anak yang menghasilkan pembelajaran bermakna. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Informan dalam penelitian ini adalah 5 orang tua dan 5 anak pada rumah tangga keluarga petani perkotaan di Kota Makassar. Data yang diperoleh dalam penelitian ini akan dianalisis dengan mengunakan teknik coding data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) para orang tua sejak dini telah memahamkan kepada anak terkait pendidikan ekonomi informal khususnya menabung, (2) pembentukan pengetahuan, sikap, dan perilaku menabung membuat anak merasakan bahwa orang tua mempunyai peran dalam membimbing dan mengajarkan mereka terkait menabung, yang kemudian hal tersebut menjadi pembelajaran yang bermakna bagi anak dan terus melekat di ingatan mereka hingga saat ini; dan (3) adanya kebebasan yang diberikan oleh orang tua dan tidak adanya paksaan untuk menabung juga menjadi pembelajaran bermakna yang melekat dalam ingatan anak.
THE EFFECT OF ICE BREAKING ON MOTIVATING GRADE IV STUDENTS TO LEARN SCIENCE Mulyadi, Mulyadi; Nurdiansyah, Erwin; Rachman, Sidrah Afriani; Sadaruddin, Sadaruddin
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 26 No 2 (2023): DECEMBER
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2023v26n2i3

Abstract

Abstract: The purpose of this study was to investigate the effect of using one of ice breaking strategies in science learning contexts on students' motivation. This study employed a quantitative approach. The participants involved were 26 students from Class IV A of SD Negeri Daya 1 Makassar City using purposive sampling. Data were collected through observation and questionnaire sheets consisting 30 statements to find students’ motivation levels. Descriptive and inferential statistics were utilized for data analysis. The result indicated that most students’ learning motivation was categorized as good (53.85%) and very good (38.46%) categories after applying yel-yel, one of ice breaking strategies. Therefore, the implementation of ice breaking strategy had a positive impact on enhancing students' motivation to learn science subjects. Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan salah satu strategi ice breaking dalam konteks pembelajaran IPA terhadap motivasi siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Partisipan yang terlibat adalah 26 siswa Kelas IV A dari SD Negeri Daya 1 Kota Makassar dengan menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan melalui lembar observasi dan angket yang terdiri dari 30 pernyataan untuk mengetahui tingkat motivasi siswa. Statistik deskriptif dan inferensial digunakan untuk analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar motivasi belajar siswa berada pada kategori baik (53,85%) dan sangat baik (38,46%) setelah diterapkannya strategi yel-yel yang merupakan salah satu strategi ice breaking. Oleh karena itu, penerapan strategi icebreaking memberikan dampak positif terhadap peningkatan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran IPA.
Bahasa Inggris Sahabuddin, Erma Suryani; Widya Karmila Sari Achmad; Nur Fadhilah Alam; Latri, Latri
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 26 No 2 (2023): DECEMBER
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2023v26n2i5

Abstract

Abstract: Thematic learning with a scientific approach is being implemented in elementary schools. This approach highlights integrated and comprehensive learning on specific topics or themes, using the scientific method as the foundation for learning. This study aims to analyze teachers' perceptions of thematic learning with a scientific approach in elementary schools. The research employs a quantitative descriptive method, with teachers from upper-grade classes, specifically grades 4, 5, and 6, in 10 clusters of Mariorawa District Gugus 26 Primary Schools in Soppeng Regency as the subjects. The data collection was conducted by distributing questionnaires based on the topic. The results indicate that teachers' knowledge, thinking abilities, and emotional responses fall into the 'very good' category. However, the aspect of teachers' experience falls into the 'good' category. Therefore, this research is expected to contribute to the development of more effective policies and learning programs and to improve student learning outcomes. Abstrak: Pembelajaran tematik dengan pendekatan saintifik merupakan salah satu pendekatan yang dapat digunakan dalam pembelajaran di sekolah dasar. Pendekatan ini menitik beratkan pada pembelajaran yang terpadu dan komprehensif pada suatu topik atau tema tertentu, dengan menggunakan metode saintifik sebagai landasan pembelajarannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi guru terhadap pembelajaran tematik dengan pendekatan saintifik di sekolah dasar. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan subjek penelitian yaitu guru pada kelas tingkat tinggi yaitu kelas 4, 5, dan 6 pada 10 kelompok Sekolah Dasar Gugus 26 Kecamatan Mariorawa Kabupaten Soppeng. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner sesuai topik. Hasilnya menunjukkan bahwa aspek pengetahuan, kemampuan berpikir, dan perasaan guru berkategori sangat baik. Namun, aspek pengalaman guru berkategori baik. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi dalam membuat kebijakan dan program pembelajaran yang lebih efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa.
THE EFFECT OF STUDENTS’ MATHEMATICAL DISPOSITION ON MATHEMATICAL CRITICAL THINKING ABILITY OF ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS Arifuddin, Ahmad; Wahyudin, Wahyudin; Prabawanto, Sufyani
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 26 No 2 (2023): DECEMBER
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2023v26n2i4

Abstract

Abstract: This study investigates the effect of students' mathematical dispositions on elementary school students' mathematical critical thinking abilities. The existing problems are related to low critical thinking skills and poor mathematical disposition of students, including low curiosity, low ability to ask questions during the mathematics learning, and poor ability to provide logical reasons for communicating ideas. This research was quasi-experimental, where the participants in this study amounted to 49 5th-grade students in two integrated Islamic elementary schools in Cirebon City, Indonesia. Data was collected through a questionnaire of students' mathematical disposition and a test of mathematical critical thinking ability. The data analysis employed descriptive statistical analysis and simple regression analysis. The research found that the students' mathematical disposition significantly affects elementary school students' mathematical critical thinking ability. The significance value is significant (sig. 0.000 <0.05) with a correlation coefficient of 0.597. The results also reveal that students with a high level of mathematical disposition perform better in mathematical critical thinking ability than students with medium and low mathematical dispositions. So, it can be concluded that the mathematical disposition influences students' mathematical critical thinking abilities. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi pengaruh disposisi matematis siswa terhadap kemampuan berpikir kritis matematis siswa sekolah dasar. Dengan adanya permasalahan terkait rendahnya kemampuan berpikir kritis dan disposisi matematis siswa yang kurang baik, seperti rasa ingin tahu yang rendah, kemampuan bertanya ketika proses belajar matematika yang rendah serta kemampuan memberikan alasan yang logis dalam mengkomunikasikan ide-ide yang kurang. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 49 siswa kelas 5 di 2 (dua) sekolah dasar Islam terpadu di Kota Cirebon, Indonesia. Data dikumpulkan melalui angket disposisi matematis dan tes kemampuan berpikir kritis matematis. Sementara itu, data hasil penelitian dianalisis melalui analisis statistik deskriptif dan analisis regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa disposisi matematis siswa berpengaruh signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis matematis siswa sekolah dasar. Nilai signifikansinya sebesar sig. 0.000 < 0.05 dengan koefisien korelasi 0.597. Hasil penelitian juga mengungkapkan bahwa siswa yang memiliki level disposisi matematis tinggi, kemampuan berpikir kritis matematisnya lebih baik dibandingkan dengan siswa yang memiliki level disposisi matematis sedang dan rendah. Sehingga dapat disimpulkan bahwa disposisi matematis berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis matematis siswa.
ANALYSIS OF TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL IN THE LEARNING PROCESS IN JUNIOR HIGH SCHOOL/MADRASAH TSANWIYAH TEACHERS IN KONAWE DISTRICT Samrin, Samrin; Patih, Tandri; Syamsuddin, Syamsuddin; Resmono, Puguh
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 26 No 2 (2023): DECEMBER
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2023v26n2i14

Abstract

Abstract: This quantitative causal study aims to determine the technology acceptance in the learning process among SMP/MTs teachers in Konawe, Southeast Sulawesi. Cluster random sampling was used to select the sample, considering the sampling area. The data collection was carried out through survey techniques using a questionnaire. The results show that the experience has a significant effect on perceived ease of use; both perceived usefulness and perceived ease of use have a significant effect on usage attitudes; the usage attitude, in turn, has a significant effect on the behavioral intention to use at α = 0.05. Whereas at α = 0.1, the innovativeness variable affects the perception of perceived usefulness, and facilitating conditions affect the perception of perceived ease of use. The influence of experience and facility conditions is the key for teachers to easily accept and use learning technology. Experience is also related to teachers' perceptions of the usefulness of technology in classroom learning. This requires teachers to continue to improve their skills. School leaders and policy makers are also expected to pay more attention to teacher skills and facilities that support the implementation of learning in the classroom. The more positive and interested teachers are in using learning technology, the easier it is for them to accept the technology. Abstrak: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif kausalitas yang bertujuan untuk menganalisis penerimaan teknologi dalam proses pembelajaran pada populasi guru-guru SMP/MTs di Kabupaten Konawe Sulawesi Tenggara. Sampel dipilih menggunakan cluster random sampling, dengan memperhatikan wilayah pengambilan sampel. Pengambilan data dilakukan dengan teknik survei menggunakan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman (Experience) berpengaruh signifikan terhadap presepsi kemudahan dalam menggunakan (Perceived Ease of Use); presepsi kegunaan yang dirasakan (Perceived Usefulness) dan kemudahan dalam menggunakan (Perceived ease of use) berpengaruh signifikan terhadap sikap untuk menggunakan (Attitudde toward using); sikap untuk menggunakan (Attitude toward using) berpengaruh signifikan terhadap niat/minat untuk menggunakan (Behavioral Intention to Use) pada = 0,05. Sedangkan pada = 0,1 variabel Inovasi (Innovativeness) berpengaruh terhadap presepsi kegunaan yang dirasakan (Perceived Usefulness); dan kondisi fasilitas (Facilitating Conditions) berpengaruh terhadap presepsi kemudahan dalam menggunakan (Perceived Ease of Use). Berpengaruhnya pengalaman dan kondisi fasilitas menjadi kunci bagi guru agar mudah menerima dan menggunakan teknologi pembelajaran. Pengalaman juga berkaitan dengan persepsi guru akan kegunaan teknologi dalam pembelajaran di kelas. Hal ini mengharuskan guru untuk terus meningkatkan keterampilannya. Pimpinan sekolah dan para pemangku kebijakan juga diharapkan lebih memperhatikan keterampilan guru serta fasilitas yang menunjang pelaksanaan pembelajaran di kelas. Semakin positif dan tertarik guru dalam menggunakan teknologi pembelajaran, maka semakin mudah mereka menerima teknologi tersebut.
THE PLANT STUDY OF GUNUNG SARI UNM CAMPUS AREA AS A HIGHER PLANT BOTANY LEARNING RESOURCES Syamsiah, Syamsiah; Mushawwir Taiyeb; Lodang, Hamka
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 26 No 2 (2023): DECEMBER
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2023v26n2i2

Abstract

Abstract: The study aimed to describe the diversity of flora in the UNM Gunung Sari Campus area. This research is qualitative descriptive research, namely research conducted by describing the research data that have been carried out systematically and accurately regarding the characteristics of higher plants with varied habitus, such as herbs, bushes, shrubs, and trees. The observation of plants was carried out by roaming method by exploring all research locations. The data collection techniques were conducted by carrying out direct identification in the field, and further identification for unknown species concerning literature/ books, identification keys, and plantNet applications. In addition, the documentation was carried out by taking pictures of each plant sample found, both habitus pictures and pictures of each organ. The results of the study revealed that the flora of the UNM Gunung Sari Campus area was quite diverse consisting of 121 species belonging to 51 families, representing all of the higher plants, Pinophyta division (open seed plant group/Gymnosperm) and Magnoliophyta division (closed seed plant group/ Angiosperm), included in the class of Magnoliopsida (Dicotyledon), class of Liliopsida (Monocotyledon). All of these species represent all habitus categories, namely herbs, bushes, shrubs, and trees. Thus, the flora in UNM Gunung Sari Campus Area is representative to serve as a source of learning for several Botany hump courses in the Department of Biology. Abstrak: Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui gambaran keragaman flora di kawasan Kampus UNM Gunung Sari. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yaitu penelitian yang dilakukan dengan menggambarkan dan mendeskripsikan data hasil penelitian yang telah dilakukan secara sistematis dan akurat mengenai ciri-ciri tumbuhan tingkat tinggi dengan habitus bervariasi, seperti herba, semak, perdu, dan pohon. Pengamatan tumbuhan dilakukan dengan metode jelajah dengan menjelajahi seluruh lokasi penelitian. Teknik pengambilan data dengan melakukan identifikasi langsung di lapangan, dan identifikasi lanjutan untuk spesies yang belum diketahui dengan mengacu pada literatur/ buku, kunci identifikasi, dan aplikasi plantNet. Di samping itu dilakukan dokumentasi dengan pengambilan gambar setiap sampel tumbuhan yang ditemukan, baik gambar habitus maupun gambar setiap organ. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa flora Kawasan Kampus UNM Gunung Sari cukup beragam terdiri dari 121 species termasuk ke dalam 51 familia, mewakili tumbuhan tingkat tinggi yaitu divisio Pinophyta (tumbuhan biji terbuka/Gymnospermae) dan divisio Magnoliophyta (tumbuhan biji tertutup/Angiosperm), tercakup dalam classis Magnoliopsida (Dicotyledonae), classis Liliopsida (Monocotyledonae). Semua species tersebut mewakili kategori habitus, yaitu herba, semak, perdu, dan pohon. Dengan demikian flora pada Kawasan Kampus UNM Gunung Sari representatif untuk dijadikan sebagai sumber belajar beberapa mata kuliah Botani pada Jurusan Biologi.
THE CONCEPT OF RELIGIOUS MODERATION OF MUSLIM MINORITY COMMUNITY IN CHARACTER BUILDING OF WEST PAPUA SOCIETY Chalik , Sitti Aisyah
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 26 No 2 (2023): DECEMBER
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2023v26n2i11

Abstract

Abstract: Religious moderation is essential for all levels of society, especially students in West Papua City and Regency. This study was conducted to analyze the perceptions and constraints faced by students on the concept of religious moderation of Muslim minority communities in character building in West Papua. This qualitative research intended to explore the phenomenon experienced by the research subjects using methodological and scientific approaches. The data collection method was carried out through observation, interview, and documentation with researchers as the main instrument and supporting instruments using an observation list (checklist), interview guidelines, and media. The results showed that from the point of social relations, ordinary Muslim communities carry out activities blending with the communities, both non-Muslims and fellow Muslims. Abstrak: Moderasi beragama sangat penting bagi seluruh lapisan masyarakat khususnya mahasiswa yang berada di Kota dan Kabupaten Papua Barat.Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis persepsi serta kendala yang dihadapi mahasiswa terhadap Konsep moderasi beragama masyarakat minoritas muslim dalam pembentukan karakter di Papua Barat.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian, dengan pendekatan yakni dari segi pendekatan metodologis dan dari segi pendekatan keilmuan. metode pengumpulan data dilakukan melalui kegiatan observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan peneliti sebagai instrument utama serta instrument penunjang berupa: daftar observasi (check list observation), pedoman wawancara, dan media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari sudut hubungan sosial masyarakat muslim biasa melakukan kegiatan yang merupakan pembauran dengan masyarakat nonmuslim sekitar baik itu sesama muslim maupun yang lain.
21ST CENTURY SKILLS LEARNING USING LEMMANG LEARNING RESOURCES: A STUDY OF ETHNOMATHEMATICAL BUGIS MAKASSAR Tampa, Alimuddin; Firdaus, Andi Mulawakkan; Ja’faruddin, Ja’faruddin; Chen, Wen-Haw
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 26 No 2 (2023): DECEMBER
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2023v26n2i6

Abstract

Abstract: 21st century learning demands the application of skills and knowledge that are relevant to everyday life. While mathematics is a subject taught at all levels of education, it remains challenging for many students. Often perceived as disconnected from culture, students may find learning mathematics less meaningful. This perception is partly due to the lack of integration between mathematics education in schools and cultural context. However, mathematics is inherently connected to culture, and one approach recognizing this connection is called ethnomathematics. This approach emphasizes a culture-based learning process, and has the potential to improve students' learning outcomes. One example of how culture can be used as a source of mathematics learning is through the study of the traditional food of the Bugis-Makassar ethnic heritage called "lemmang". The process of making lemmang involves mathematical creativity, and researchers have used a descriptive qualitative research method with an ethnographic approach to explore this creativity. This involved collecting data through interviews, observation, and documentation. The research results showed that in lemmang making process, there is mathematical creativity related to the concepts of division, cylinder, and the principles of the Pythagorean theorem. This demonstrates that culture can be a valuable source of mathematics learning for teachers and students. Abstrak: Pembelajaran abad 21 menuntut penerapan keterampilan dan pengetahuan yang relevan dalam kehidupsn sehari-hari. Matematika adalah mata pelajaran yang diajarkan di semua tingkat pendidikan, tetapi tetap menjadi tantangan bagi banyak siswa. Mereka sering memandang matematika sebagai mata pelajaran yang terputus dari budaya dan kurang bermakna. Hal ini disebabkan karena pendidikan matematika di sekolah belum mengintegrasikan mata pelajaran dengan budaya. Matematika secara inheren terhubung dengan budaya, dan satu pendekatan yang mengakui hubungan ini disebut etnomatematika. Pendekatan ini menekankan proses pembelajaran berbasis budaya, dan berpotensi meningkatkan hasil belajar siswa. Salah satu contoh bagaimana budaya dapat dijadikan sebagai sumber pembelajaran matematika adalah melalui pembelajaran tentang makanan tradisional peninggalan etnis Bugis-Makassar yang disebut lemmang. Proses pembuatan lemmang melibatkan kreativitas matematis, dan peneliti telah menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan etnografi untuk menggali kreativitas tersebut. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam proses pembuatan lemmang terdapat kreativitas matematika yang berkaitan dengan konsep pembagian, silinder, dan prinsip teorema Pythagoras. Hal ini menunjukkan bahwa budaya dapat menjadi sumber pembelajaran matematika yang berharga bagi guru dan siswa.
PROBLEMATICS OF ONLINE LEARNING IN INDONESIA Nur, Haerani; AR, Hasniar; Damayanti, Eka; Hadisaputra, Hadisaputra
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 26 No 2 (2023): DECEMBER
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2023v26n2i12

Abstract

Abstract: This study aims to explore the dynamics of online learning in Indonesia and reflect on the effectiveness of the teaching and learning processes. A question of interest is: How have people adapted to these changes? This was investigated via a systematic literature review (SLR), which involved 30 journal articles. Google Scholar was the source of these articles. The literature review reveals that teacher and lecturer readiness, student independence, availability of facilities, and parental support are the principal factors in determining the effectiveness of online learning across all education levels. The adaptation process is marked by deliberate attempts to enhance teaching skills (from teachers and lecturers), undergo the learning process (from students and university students), provide online learning facilities (from education providers such as schools and colleges), and offer support (from parents). Failure to adapt to any of these parties could potentially create issues that affect the effectiveness of online learning. The findings of this research can serve as a foundation for initiating programs aimed at improving the quality of online learning in Indonesia. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dinamika pembelajaran online di Indonesia dan merefleksikan efektivitas proses belajar mengajar. Pertanyaan yang menarik adalah: Bagaimana masyarakat beradaptasi terhadap perubahan ini? Hal ini diselidiki melalui tinjauan literatur sistematis (SLR), yang melibatkan 30 artikel jurnal. Google Cendekia adalah sumber artikel ini. Tinjauan literatur mengungkapkan bahwa kesiapan guru dan dosen, kemandirian siswa, ketersediaan fasilitas, dan dukungan orang tua merupakan faktor utama dalam menentukan efektivitas pembelajaran daring di semua jenjang pendidikan. Proses adaptasi ditandai dengan upaya yang disengaja untuk meningkatkan keterampilan mengajar (dari guru dan dosen), menjalani proses pembelajaran (dari pelajar dan mahasiswa), menyediakan fasilitas pembelajaran online (dari penyelenggara pendidikan seperti sekolah dan perguruan tinggi), dan menawarkan dukungan (dari orang tua). Kegagalan beradaptasi dengan salah satu pihak tersebut berpotensi menimbulkan permasalahan yang mempengaruhi efektivitas pembelajaran online. Temuan penelitian ini dapat menjadi landasan untuk memulai program yang bertujuan meningkatkan kualitas pembelajaran online di Indonesia.

Page 1 of 2 | Total Record : 15