cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan
ISSN : 19793472     EISSN : 25805223     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 473 Documents
INVESTIGASI MEMBACA PERMULAAN PADA SISWA KELAS II SD DI KECAMATAN SEKARBELA Nur Aprilia Utami; Muhammad Nur Wangid
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 22 No 1 (2019): JUNE
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2019v22n1i13

Abstract

Abstrak:Penelitian ini merupakan penelitian survei dengan tujuan mengetahui sejauh mana kemampuan membaca siswa SD kelas 2 khususnya yang berada di kecamatan Sekarbela, Lombok, NTB. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini  berjumlah 6 orang guru dan 179 orang siswa dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara kepada guru, tes membaca dan penyebaran angket kepada siswa. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan deskriptip kuantitatif dengan melihat persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan membaca siswa SD kelas II yang berada di Kecamatan Sekarbela, Lombok, NTB berdasarkan tes yang dilakukan rata-rata mencapai 59.49 % (kategori rendah) dan persentase rata-rata pengisian angket kemampuan membaca siswa mencapai hasil 57.04% (kategori rendah). Dari hal tersebut jelaslah jika kemampuan membaca siswa masih perlu ditingkatkan. Abstract:This research is a survey research with the aim of knowing the extent of abilitiy of the 2nd grade elementary students especially in Sekarbela Sub-district, Lombok, NTB. This research involved 6 teachers and 179 students. The data were gained through observation, interview to the teachers, reading test and questionnaire distributed to the students. The data obtained were analyzed using quantitative descriptive by looking at the percentage. The result of the research revealed that the reading ability of the 2nd grade students of elementary school in Sekarbela Sub-district, Lombok, NTB. Based on the test, the average reached 59.49% and the average percentage of the questionnaire about the students’ reading ability reached 57.04%. Based these finding, it shows students’ reading skill needs to be improved.
MATHEMATIC TEACHERS’ PERCEPTION TOWARD THE IMPLEMENTATION OF CURRICULUM 2013 Suharti Suharti; Ulfiani Rahman; Habibah Ulfayana
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 22 No 1 (2019): JUNE
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2019v22n1i7

Abstract

Abstract:This study aimed to find out the mathematic teachers’ perception about the implementation of Curriculum 2013 the tenth grade in one of schools in Makassar. This research was qualitative descriptive research. The subjects of this study were 4 Mathematic teachers of the tenth grade. Data obtained through interviews, observation and documentation. Data analysis was done by reducing data through summarizing all of the result from interview, observation and documentation. Then, the data were presented in the form of narration and conclusion. The results of this study indicated that the Mathematic teachers’ perception toward the implementation of Curriculum 2013 got negative response. This result based on research analysis: First, the teachers described that Curriculum 2013 was complicated because the core competencies assessed the students from all aspects of attitude, knowledge and skills. Second, the teachers had misconceptions about the scientific approach implemented in Curriculum 2013 which was using discovery/inquiry learning or project based learning model however in reality the teachers used STAD model of cooperative learning. In this case, the lack of socialization had an impact on teachers in applying the Curriculum 2013.Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi guru matematika tentang penerapan Kurikulum 2013 kelas sepuluh di salah satu sekolah di Makassar. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah 4 guru Matematika kelas X. Data diperoleh melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan mengurangi data melalui meringkas semua hasil dari wawancara, observasi dan dokumentasi. Kemudian, data disajikan dalam bentuk narasi dan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi guru matematika terhadap penerapan Kurikulum 2013 mendapat respon negatif. Hasil ini berdasarkan analisis penelitian: 1) guru menggambarkan bahwa Kurikulum 2013 rumit karena kompetensi inti menilai siswa dari semua aspek sikap, pengetahuan dan keterampilan. 2) guru memiliki kesalahpahaman tentang pendekatan ilmiah yang diterapkan dalam Kurikulum 2013 yang menggunakan pembelajaran penemuan/penyelidikan atau model pembelajaran berbasis proyek namun pada kenyataannya guru menggunakan model pembelajaran kooperatif STAD. Dalam hal ini, kurangnya sosialisasi berdampak pada guru dalam menerapkan Kurikulum 2013.
MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MATEMATIKA MELALUI METODE DISKUSI PADA SISWA KELAS VII MTs NEGERI 1 MAKASSAR Hasmiah Mustamin
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 22 No 1 (2019): JUNE
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2019v22n1i15

Abstract

Abstrak:Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan motivasi belajar matematika melalui metode diskusi pada siswa Kelas VII MTs Negeri 1 Makassar. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan subjek penelitian siswa Kelas VII.11 MTs Negeri 1 Makassar yang berjumlah 40 orang. Instrumen pengumpulan data yang digunakan berupa observasi, kuesioner/angket, dan tes. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif berupa tabel frekuensi dan rata-rata (mean). Hasil penelitian diperoleh bahwa aktivitas belajar siswa pada siklus I dan II mengalami peningkatan terutama pada siswa yang mengajukan pertanyaan kepada guru/ temannya tentang materi yang belum dipahami dari 10% pada siklus I meningkat 29,38% pada siklus II, siswa yang aktif memberi tanggapan atas pendapat kelompok lain sebanyak 16,25% pada siklus I meningkat menjadi 38,75% pada siklus II, dan siswa yang mempresentasikan hasil pekerjaannya sebanyak 23,13% pada siklus I meningkat menjadi 48,75% pada siklus II.Motivasi belajar matematika siswa juga mengalami peningktan dari 70% siswa yang mempunyai motivasi belajar sedang pada siklus I menjadi 67,50% siswa yang mempunyai motivasi belajar yang tinggi pada siklus II. Berdasarkan skor hasil belajar matematika siswa setelah diadakan pembelajaran dengan metode diskusi terjadi peningkatan skor rata-rata hasil belajar matematika siswa pada siklus I sebesar 7,92 menjadi 8,80 pada siklus II. Hal ini menunjukan bahwa metode diskusi dapat meningkatkan motivasi belajar matematika siswa, yang pada akhirnya akan sangat berpengaruh dalam menentukan hasil belajar matematika siswa Kelas VII.11 MTs Negeri 1 Makassar.AbstractThe study aimed at increasing the students’ mathematics learning motivation by using the discussion method of the seventh class at the State MTs 1 Makassar City. This study was a classroom action research with the total number of 40 seventh class students at the State MTs 1 Makassar as the research subjects. The instruments of the data collection used were observations, questionnaires, and tests. The data analysis technique used was descriptive analysis such as the frequency tables and the mean. The findings showed that the students' learning activities in cycles I and cycle II improved, especially the students who addressed questions to the teacher or their friends about the material that was difficult in understanding it. It could be seen through the percentage increase form cycle I to cycle II, from 10% to 29.38%. The students who actively responded to another group opinions were as many as 16.25% in cycle 1 increased to 38.75% in cycle 11, and the students who presented their work results were as many as 23.13% in cycle 1 increased to 48.75% in cycle 11. The students’ mathematics learning motivation also increased. It could be seen that 70% of the students who had the medium motivation in the cycle 1, became 67.50% of students who had high learning motivation in cycle II. Based on the scores of students' mathematics learning outcomes after learning by using the discussion method, there was an increase in the mean scores of the students’ mathematics learning outcomes. It could be seen on the mean score increase from cycle I to cycle II, from 7.92 to 8.80. Based on those findings, it inferred that the discussion method could increase the students' mathematics learning motivation that was very influential in determining the students’ mathematics learning outcomes of the seventh class at the State MTS 1 Makassar.
PERBANDINGAN KOMPETENSI WIRAUSAHA MAHASISWA MELALUI PEMBELAJARAN KEWIRAUSAHAAN BERBASIS BUDAYA LOKAL DENGAN YANG TIDAK BERBASIS BUDAYA LOKAL Elpisah Elpisah; Muhammad Hasan
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 22 No 1 (2019): JUNE
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2019v22n1i10

Abstract

Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kompetensi kewirausahaan mahasiswa program studi pendidikan ekonomi di Kota Makassar yang memperoleh pembelajaran kewirausahaan berbasis budaya lokal dengan mahasiswa yang tidak mendapatkan pembelajaran kewirausahaan berbasis budaya lokal. Penelitian menggunakan metode eksperimen untuk mengidentifikasi hubungan sebab akibat dari satu atau lebih variabel terikat dengan melakukan manipulasi variabel bebas pada suatu keadaan yang terkendali (variabel kontrol). Populasi dalam penelitian adalah seluruh mahasiswa program studi pendidikan ekonomi di Kota Makassar sebanyak 621 mahasiswa, dengan sampel responden sebanyak 487 mahasiswa. Pengambilan data menggunakan kuesioner. Analisis data yang digunakan adalah analisis data deskriptif kuantitatif dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi kewirausahaan yang dimiliki oleh mahasiswa yang memperoleh pembelajaran kewirausahaan berbasis budaya lokal lebih tinggi daripada mahasiswa yang tidak memperoleh pembelajaran kewirausahaan berbasis budaya lokal.Abstract:The study aimed to find out the comparison of the students’ entrepreneurship competency of economics education study program in Makassar City between who obtained entrepreneurship learning based on the local culture and those who did not get entrepreneurship learning based on the local culture. The research used the experimental method to identify the causal-effect relationship of one or more dependent variables by manipulating independent variables in a controlled state (control variable). The population on the study were 621 students from the economics education study program in Makassar City, with the sample of 487 students. The data were collected by using questionnaire. The data analysis techniques used were descriptive quantitative t-test. The findings showed that the entrepreneurial competencies possessed by the students who obtained entrepreneurship learning based on the local culture were higher than the students who did not obtain entrepreneurship learning based on the local culture.
HUBUNGAN ANTARA BUDAYA MADRASAH DENGAN MOTIVASI KERJA GURU DI MTS SE-KECAMATAN SINJAI BARAT Danial Danial; Muljono Damopolii; St. Syamsudduha
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 22 No 1 (2019): JUNE
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2019v22n1i12

Abstract

Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan realitas budaya madrasah, mendeskripsikan realitas motivasi kerja guru, dan menguji korelasi antara budaya madrasah dengan motivasi kerja guru di MTs se-Kecamatan Sinjai Barat. Penelitian ini merupakan penelitian korelasional dengan metode ex post facto. Responden dalam penelitian ini adalah semua guru di MTs se-Kecamatan Sinjai Barat yang berjumlah 64 orang. Instrumen yang digunakan adalah angket kemudian hasilnya dianalisis menggunakan analisis korelasi product moment. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa realitas budaya madrasah berada pada kategori kondusif dengan persentase 83% dari kriteria yang ditetapkan; realitas motivasi kerja guru berada pada kategori tinggi dengan persentase 79% dari kriteria yang ditetapkan; dan korelasi antara budaya madrasah dengan motivasi kerja guru di MTs se-Kecamatan Sinjai Barat menunjukkan korelasi positif dengan nilai koefisien korelasi 0,559 dan berada pada tingkat hubungan yang sedang.Abstract:The research aimed to describe the Islamic schools’ (madrasah) culture reality, to describe the teachers’ work motivation reality, and to examine the correlation between the Islamic schools’ culture and the teachers’ work motivation at MTs (Islamic Junior High School) in West Sinjai District. This research was a correlational study by using the ex-post facto method. The Participants of this research were 64 teachers from all MTs in West Sinjai District. The instrument used was questionnaire then the data were analyzed by using product moment correlation analysis. This research revealed some significant findings that the reality of the Islamic schools’ culture could be considered as conducive with the percentage of 83%, the reality of the teachers’ work motivation was reported to be high with percentage of 79%, and the findings indicated a positive correlation between the Islamic schools’ culture and the teachers’ work motivation at MTs in West Sinjai District signified by correlational coefficient value of 0.559, which was categorized as moderate level of correlation.
PERANGKAT PEMBELAJARAN BIOLOGI BERORIENTASI PENDIDIKAN KARAKTER UNTUK MENINGKATKAN SIKAP DAN PENGETAHUAN SISWA Muhammad Irwansyah; Ariyansyah Ariyansyah
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 22 No 1 (2019): JUNE
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2019v22n1i8

Abstract

Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tahapan pengembangan perangkat pembelajaran berorientasi pendekatan saintifik dipadu pendidikan karakter yang memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif atau untuk meningkatkan kompetensi sikap dan pengetahuan siswa. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang mengacu pada model pengembangan Thiagarajan yang terdiri dari 4 tahapan (4-D) yaitu pendefenisian (define), perancangan (design), pengembangan (develop), dan penyebaran (disseminate). Subyek penelitian adalah siswa SMAN 2 Kota Bima kelas X tahun pelajaran 2017/2018. Instrumen yang digunakan  berupa lembar validasi, instrumen penilaian sikap, tes uraian, pilihan ganda, lembar observasi, dan angket respon siswa. Hasil pengembangan perangkat pembelajaran secara umum memenuhi kriteria kelayakan, efektif untuk meningkatkan sikap, dan pengetahuan siswa. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa  perangkat pembelajaran biologi berorientasi pendidikan karakter dapat meningkatkan kompetensi sikap dan pengetahuan siswa.Abstract:The study aimed to find out the development, the validity, the practicality, and the effectiveness of biology learning media based on the scientific approach and the character education to enhance students’ attitudes and knowledge competencies. The study used Research and evelopment method of Thiagarajan’s development model consisting of 4 stages, namely, define, design, develop, and disseminate. The try-out phase of research product was conducted on the 10th grade students of SMAN 2 Kota Bima of academic year 2017/2018. The validation sheet,  attitude observation sheet, essay test, multiple choice test, observation sheet, and student’s response questionnaire were used as the instruments of this study. The research findings showed that generally, the biology learning media based on scientific approach and character education orientation was valid, practical, and effective to enhance students’ attitudes and knowledge competencies. 
ANALISIS KEMAMPUAN GURU IPA DALAM MELAKUKAN PENILAIAN KETERAMPILAN Enny Susiyawati; Wahono Widodo; Siti Nurul Hidayati
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 22 No 1 (2019): JUNE
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2019v22n1i1

Abstract

Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan guru-guru IPA SMP dalam menyusun instrumen penilaian keterampilan. Penelitian deskriptif ini melibatkan 25 guru IPA SMP anggota MGMP Kabupaten dan Kota Kediri yang memiliki pengalaman mengajar lebih dari lima tahun. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah metode tes menggunakan intrumen validasi uji keterampilan. Kemampuan guru dalam menyusun intrumen ditentukan berdasarkan rubrik penilaian yang dibuat oleh peneliti yang kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar guru peserta penelitian belum terampil dalam menyusun instrumen penilaian keterampilan. Kesulitan mereka terutama terletak pada pembuatan kisi-kisi, petunjuk pelaksanaan tugas dan rubrik penilaian. Implikasi dari penelitian ini juga dibahas lebih lanjut. Abstract:The study aimed to analyze the teachers’ ability to develop the assessment instrument of the students’ skills in science. This descriptive study was conducted by involving 25 in-service science teachers who have more than five years teaching experiences at the secondary level. Those teachers are the members of the Teacher Association in Kediri region. In this study, the intended information was collected by using the instrument of skill test validation. The teachers’ abilities in developing the instrument for assessing students’ skills in science were determined by using the assessment criteria developed by the researchers. The data then were analyzed by using descriptive statistics. The findings indicated that most of the teachers had the difficulties in developing the instruments for assessing students’ skills in science. Most of the teachers were difficult to create blue prints, task instructions, and rubrics for assessment. In addition, the implications of the research findings were discussed further.
PENERAPAN METODE PROJECT-BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN METODOLOGI PENELITIAN BIDANG KONSELING Ardimen Ardimen; Rina Yulitri; Gustina Gustina
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 22 No 1 (2019): JUNE
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2019v22n1i6

Abstract

Abstrak:Tujuan penelitian adalah meningkatkan keaktifan dan keterampilan mahasiswa dalam penguasaan metodologi penelitian bidang konseling, terutama keterampilan merumuskan masalah penelitian, keterampilan memilih teori yang relevan dengan masalah penelitian, keterampilan merumuskan tujuan penelitian, keterampilan memilih metode penelitian, keterampilan memilih teknik sampling, keterampilan memilih teknik pengolahan data, dan meningkatkan hasil belajar mahasiswa dalam memahami metodologi penelitian bidang konseling. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas sebanyak dua siklus. Subjek penelitian ini mahasiswa semester VI berjumlah 32 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa antusiasme dan aktivitas mahasiswa meningkat dengan penerapan metode Project-Based Learning. Proses pembelajaran metode Project-Based Learning dapat meningkatkan penguasaan mahasiswa tentang metodologi penelitian bidang konseling, Project-Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar mahasiswa, khususnya metodologi penelitian kuantitatif bidang konseling, dengan Project-Based Learning mahasiswa mendapatkan pengalaman langsung dalam mengerjakan tugas sesuai dengan project yang disiapkan sebelumnya.Abstract:The study objective was to increase the students’ activities and skills in mastering the research methodology in the field of counseling, especially the skills in formulating research problems, selecting theories relevant to the research problems, formulating research objectives, selecting research methods, selecting sampling techniques, and selecting data analysis techniques, and to improve the students’ learning outcomes in understanding the research methodology in the field of counseling. This study used classroom action research method in two cycles. The research subjects were 32 students of the sixth semester. The sampling technique used was purposive sampling. The results of the study indicated that; the students’ enthusiasm and activity increased with the application of Project-Based Learning method. the learning process using Project-Based Learning method could improve the students’ mastery about research methodology in the field of counseling, Project-Based Learning could improve the students’ learning outcomes, especially quantitative research methodology in the field of counseling,  and with Project-Based Learning, the students got on hand-experience in doing assignments in accordance with the project prepared in advance.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS MAHASISWA PGSD PADA MATA KULIAH PENDIDIKAN IPA MENGGUNAKAN MODEL PROJECT-BASED LEARNING Frestika Mulia
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 22 No 1 (2019): JUNE
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2019v22n1i5

Abstract

Abstrak:Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis mahasiswa pendidikan guru sekolah dasar semester 2 melalui penerapan model project-based learning pada mata kuliah Pendidikan IPA. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang terdiri dari tiga tahap, yaitu (1) perencanaan, (2) tindakan dan observasi, dan (3) refleksi. Penelitian dilakukan dalam tiga siklus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan tes. Pelaksanaan penerapan model project-based learning dari siklus I, siklus II, dan siklus III berturut-turut yaitu 85,75%; 89,65%; dan 93,30% pada aktivitas dosen, sedangkan pada aktivitas mahasiswa, dari siklus I, siklus II, dan siklus III berturut-turut yaitu 87,85%; 89,63%; dan 94,12%. Melalui penerapan model project-based learning yang telah dilaksanakan, terjadi peningkatan nilai rata-rata keterampilan berpikir kritis mahasiswa dari siklus I, siklus II, dan siklus III berturut-turut yaitu 76,13; 82,75; dan 86,50; sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan model project-based learning dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis mahasiswa.                                                                         Abstract:          The study aims to improve the students’ critical thinking skills of Primary School Teacher Education of the 2nd semester through the implementation of Project-Based Learning models in the Science Education course. This research was the Classroom Action Research consisting of three steps, i.e. (1) planning, (2) action and observation, and (3) reflection. This research was conducted in three cycles. Observation, interview, and test were use as the instruments for data collection techniques. The implementation of the Project-Based Learning models from the cycle I, cycle II, and cycle III in lecturer activities were 85.75%; 89.65%; and 93.30%, while in student activities were 87.85%; 89.63%; and 94.12%. Through the implementation of Project-Based Learning models, the average score of students' critical thinking skills increased from cycle I, cycle II, and cycle III i.e. 76.13; 82.75; and 86.50; it can be concluded that the implementation of the Project-Based Learning models could improve the students' critical thinking skills.
UNIVERSITY RANKING: Criteria of What Makes a Great University Muhammad Wayong
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 11 No 2 (2008): DECEMBER
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2008v11n2a1

Abstract

The THES mungkin lembaga paling kredibel dalam menetapkan renking perguruan tinggi level internasional. Menurut lembaga ini Amerika Serikat mendominasi peringkat teratas dalam daftar peringkat universitas terbaik dunia. Seba-liknya, perguruan tinggi di negara-negara mayoritas Muslim, termasuk Indonesia, perlu menanti waktu yang amat panjang untuk meraih status universitas bertaraf internasional. Untuk kasus Indonesia, ada beberapa perguruan tinggi negeri yang ternama, namun demikian, dalam dua dekade terakhir perguruan tinggi swasta baru telah menjamur dan menawarkan bukan hanya fasilitas pembelajaran modern, tetapi juga program pendidikan yang lebih holistik. Untuk memilih perguruan tinggi mana yang terbaik, Globe Asia telah menetapkan kriteria yang mencakup tiga kategori pokok: ekselensi akademik, pendi-dikan holistik dan dinamisme kampus, serta pengaruhnya ter-hadap masyarakat.