cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan
ISSN : 19793472     EISSN : 25805223     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 473 Documents
PENGEMBANGAN MODEL COOPERATIVE LEARNING UNTUK PENDIDIKAN TINGGI Nurlaila Nurlaila
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 22 No 2 (2019): DECEMBER
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2019v22n2i3

Abstract

Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model cooperative learning untuk pendidikan tinggi. Model cooperative learning dipilih karena model pembelajaran ini tidak hanya menekankan pada pencapaian hasil belajar secara akademik tetapi juga mengembangkan kompetensi sosial mahasiswa, sehingga penggunaannya sangat tepat untuk pembelajaran pada pendidikan tinggi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode R&D (Research and Development). Hasil penelitian ini berupa model cooperative learning untuk pendidikan tinggi yang menerapkan prinsip-prinsip cooperative learning dalam menentukan Rencana Pembelajaran Semester (RPS), Satuan Acara Perkuliahan (SAP), materi perkuliahan, alat evaluasi, peran dan tanggung jawab mahasiswa dan dosen, struktur kelompok dan struktur tugas. Dalam praktiknya, penerapan cooperative learning dalam perkuliahan mengharuskan kesiapan segala perangkat yang mendukung, baik perangkat keras maupun perangkat lunak. Kemampuan dosen, partisipasi mahasiswa, ketersediaan sumber belajar, dan kelengkapan sarana pendukung merupakan hal-hal pokok untuk penerapan cooperative learning pada pendidikan tinggi.Abstract:This study aims to develop a cooperative learning model for higher education. The cooperative learning model was chosen because this learning model not only emphasizes the achievement of academic learning outcomes but also develops student social competence, so that its use is very appropriate for learning in higher education. The research method used is the R&D (Research and Development) method. The results of the study are in the form of cooperative learning models for higher education that apply cooperative learning principles in determining Semester Learning Plans (RPS), Lecture Program Units (SAP), lecture material, evaluation tools, roles and responsibilities of students and lecturers, group structure and task structure. In practice, the application of cooperative learning in lectures requires the readiness of all devices that support, both hardware and software. The ability of lecturers, student participation, the availability of learning resources, and the completeness of supporting facilities are the main things for implementing cooperative learning in higher education.
THE ROLE OF PARENTAL INVOLVEMENT TOWARDS THE STUDENTS’ LEARNING MOTIVATION Hendita Rifki Alfiansyah
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 22 No 2 (2019): DECEMBER
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2019v22n2i9

Abstract

Abstract:This research aimed to identify the role of parental involvement toward the students’ learning motivation. This research was conducted using quantitative method. The approach of this research was ex-post facto. The subjects of the research were 136 fourth grade students of elementary school. The instrument of the research used was questionnaire. The technique of data analysis was regression analysis. The result of the research showed that the parental involvement role on learning motivation reaches 39.7%. It could be concluded that the parental involvement role has positive effect on the fourth grade students’ learning motivation. This research showed the importance of parental involvement role towards students’ learning motivation. These results were expected to provide understanding from the school committee to assure parents that their supports were important in the process of their children education. Therefore, all parties should be involved in improving the quality of children's education.Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peranan orng tua terhadap motivasi belajar siswa. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan ex-post facto. Subjek pada penelitian ini adalah 136 siswa kelas IV Sekolah Dasar. Instrumen yang digunakan adalah angket. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peranan dalam keterlibatan orang tua terhadap motivasi siswa mencapi 39,7%. Dapat disimpulkan bahwa keterlibaatan orang tua memiliki pengaruh positif terhadap motivasi belajar siswa. Penelitian ini menujukkan pentingnya peran orang tua pada motivasi belajar siswa. Hasil penelitian ini diharapkan bisa memberi pemahaman pada pihak sekolah agar mengingatkan para orang tua siswa bahwa dukungan mereka sangat penting dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, semua pihak harus terlibat dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak.
ANALISIS SIKAP SISWA SMP TERHADAP MATA PELAJARAN IPA Dwi Agus Kurniawan; Astalini Astalini; Nugroho Kurniawan
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 22 No 2 (2019): DECEMBER
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2019v22n2i14

Abstract

Abstrak:Sikap adalah ekspresi menerima (sikap positif) ataupun menolak (sikap negatif) suatu objek. Analisis sikap terhadap IPA merupakan penilaian siswa terhadap IPA, sehingga akan diketahui apakah siswa tersebut memiliki sikap positif atau sikap negatif terhadap IPA. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan sikap siswa berdasarkan tiga indikator sikap siswa terhadap IPA. Jenis penelitian ini merupakan penelitian survey dengan menggunakan instrumen berupa angket dan wawancara. Sampel pada penelitian ini berjumlah 2815 siswa/i SMP Kabupaten Muaro Jambi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implikasi sosial dari mata pelajaran IPA menunjukkan kategori sangat baik yang mencapai hingga 53,2%, sedangkan kesenangan dalam belajar IPA menunjukkan kategori baik dengan persentase 48,1%, serta ketertarikan berkarir di bidang IPA berkategori cukup dengan persentase sebesar 41,8%. Secara umum hasil penelitian mengindikasikan bahwa sikap siswa di SMP berkategori baik, karena ketiga indikator yang diukur menunjukkan kategori baik yang menunjukkan sikap positif.Abstract:Attitude is an expression of accepting (positive attitude) or rejecting (negative attitude) of an object. Attitude Analysis towards natural sciences (IPA) was the students' assessments on Natural Sciences to know whether the students had a positive attitude or a negative attitude towards Natural Sciences. This study aimed to describe the students’ attitude towards Natural Sciences based on three indicators. This study was survey research using questionnaire and interview as instruments. The sample in this study consisted of 2815 students of junior high school in Muaro Jambi Regency. The results of the study showed that the social implications of Natural Science subject showed very good categories reaching up to 53.2%, while the interest in learning Natural Sciences showed good categories with a percentage of 48.1%, and career interest of natural science was adequate with a percentage of 41.8%. In general, the results of this study indicated that the attitude of the students in senior high school was categorized good because the three indicators showed good categories that indicated positive attitude.
ESTETIKA PERSEPSI SEBAGAI KONSEP PENGEMBANGAN TARI ISLAMI DI PERGURUAN TINGGI ISLAM Heni Siswantari; Fery Setyaningrum
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 22 No 2 (2019): DECEMBER
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2019v22n2i6

Abstract

Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan bentuk estetika persepsi pendidikan seni tari sebagai konsep dalam pengembangan seni tari perguruan tinggi Islam di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengambilan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Akurasi data dilakukan dengan teknik triangulasi teknik dan sumber, selanjutnya dianalisis dengan model analisis data Milles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep estetika persepsi seni tari muncul untuk menjembatani berbagai macam penafsiran tentang tari Islami. Estetika persepsi seni tari dalam pendidikan tinggi Islam merupakan hasil dari pertemuan antara Islam, seni tari dan pendidikan. Pendidikan sebagai lembaga penerjemah ilmu pengetahuan mengakomodasi kebutuhan estetika dalam seni dan etika dalam norma agama menjadi bagian dari dasar pembentukan tari Islami. Diharapkan rumusan estetika persepsi ini dapat digunakan sebagai acuan dalam pengembangan pendidikan seni tari di perguruan tinggi Islam di Indonesia.Abstract:This study aims to analyze and describe the aesthetic form of dance education perception as a concept in the development of dance Islamic tertiary institutions in Indonesia. The research method used was qualitative with observation, interview, and documentation data collection techniques. Data accuracy finished by triangulation techniques and source techniques, then analyzed with the miles and Huberman data analysis models. The results showed that the concept of aesthetic perception of dance emerged in order to bridge various interpretations of Islamic dance. The aesthetic perception of dance in Islamic higher education is the result of a meeting between Islam, dance, and education. Education as an institution translating knowledge accommodates the aesthetic needs in art and ethics in religious norms to be part of the basis for the formation of Islamic dance. Hopefully, this aesthetic perception formulation can use as a reference in the development of dance education in Islamic tertiary institutions in Indonesia.
DAMPAK PENGGUNAAN MODUL PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN PETUGAS PUSKESMAS Risnah Risnah; Muhammad Irwan
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 22 No 2 (2019): DECEMBER
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2019v22n2i10

Abstract

Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak penggunaan modul pendidikan kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan petugas puskesmas. Penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah petugas puskesmas Binamu Kota. Subjek dalam penelitian ini merupakan keseluruhan populasi (sampel jenuh). Proses pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, studi pustaka, dan angket. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa pengetahuan petugas puskesmas tentang gizi sebelum menggunakan modul pendidikan kesehatan dalam pelatihan memiliki rerata 3,50 dan setelah pelatihan memiliki rerata 4,67. Hal ini berarti bahwa ada perbedaan rerata pengetahuan tentang gizi sebelum dengan setelah intervensi. Adapun kolaborasi sebelum pelatihan memiliki rerata 8,75 dan setelah pelatihan memiliki rerata 10,67. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa penggunan modul dalam kegiatan pendidikan kesehatan berdampak baik terhadap peningkatan pengetahuan petugas puskesmas Binamu Kota.  Abstract:The research objective was to determine the effect of the use of Health educational modules toward the knowledge improvement of health clinic staffs. The method used was qualitative method with descriptive approach. The population of this research was the staffs of Binamu Kota health clinic center. The subject was the whole staffs (saturated sample). Data collecting procedures through observation, literature study, and questionnaire. The data was analyzed in descriptively. The findings showed that the mean score of staffs’ knowledge before using Health educational modules in training was 3,50 then increased to 4,67 after using it. It indicated that there were difference of the staffs’ knowledge before and after using modules. While the collaboration mean score before training was 8,75 the improved to 10,67 after training. Therefore, the use of modules in health educational training influenced the staffs’ knowledge of Binamu Kota health clinic center.
INCREASING LEARNING OUTCOMES AMONG PRIMARY SCHOOL STUDENTS BY USING CLASSROOM MANAGEMENT K. A. Rahman; Mohamad Muspawi; Muazza Muazza; Panji Firman Kurniawan
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 22 No 2 (2019): DECEMBER
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2019v22n2i1

Abstract

Abstract:This study aimed to determine the implementation of classroom management, and to find out the supporting and inhibiting factors in improving the students’ learning outcomes. This research used qualitative method which focused on interviewing the principal and teachers. The data were analyzed through classifying the data, coding and theme creation, then presenting the results. The finding of this study indicated that classroom management had impact on students’ learning outcomes. There were also some supporting factors, such as coordination and motivation from the school and parents who had big part in encouraging the improvement of the students’ learning outcomes. However, there were inhibiting factors, such as learning environment which was not conducive.Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk menentukan implementasi manajemen kelas, serta faktor pendukung dan penghambat dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang berfokus pada wawancara kepala sekolah dan guru. Data dianalisis melalui pengklasifikasian data, pengkodean dan pembuatan tema, kemudian menyajikan hasilnya. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen kelas berdampak pada hasil belajar siswa. Terdapat juga beberapa faktor pendukung, seperti koordinasi dan motivasi dari sekolah dan orang tua yang berperan besar dalam mendorong peningkatan hasil belajar siswa. Namun, ada beberapa faktor penghambat, seperti lingkungan belajar yang tidak kondusif.
TEKNIK PENYUSUNAN INSTRUMEN PENILAIAN HIGHER ORDER THINKING SKILL (HOTS) DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH Ulfah Nury Batubara; Ajat Sudrajat
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 22 No 2 (2019): DECEMBER
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2019v22n2i15

Abstract

Abstrak:Instrumen penilaian HOTS sangat penting mengingat standar yang harus dicapai dalam kurikulum 2013. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji teknik penyusunan instrumen untuk mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi yang terdiri dari menganalisis (C-4), mengevaluasi (C-5), dan mengkreasikan (C-6). Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif, yaitu menggambarkan masalah untuk memperoleh jawaban dengan berbagai kajian pustaka. Metode penelitian deskriptif berusaha mendeskripsikan suatu gejala, peristiwa atau kejadian yang terjadi saat sekarang. Teknik pengumpulan data penelitian berupa data-data kepustakaan yang telah dipilih, dicari, disajikan dan dianalisis berupa teknik penyusunan instrumen penilaian HOTS khususnya dalam pembelajaran sejarah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik penyusunan instrumen penilaian berbasis HOTS dalam pembelajaran sejarah terdiri dari (1) menganalisa KD; (2) mengembangkan kisi-kisi; (3) memilih stimulus yang menarik dan konstektual; (4) menulis butir pertanyaan sesuai dengan kisi-kisi soal; (5) menentukan kunci jawaban/pedoman penskoran; (6) melakukan analisis kualitatif; dan (7) melakukan analisis kuantitatif.Abstract:HOTS assessment is very important considering the standard that must be achieved in the 2013 curriculum. The purpose of this research was to study the instrument drafting techniques to asses the students’ high-level thinking skills which consisted of analyzing (C-4), evaluating (C-5), and creating (C-6). The research method used was descriptive method which described the problems to obtain answers from various literature studies. Descriptive research tried to describe phenomenon that occured in that time. Data collection were through study literatures of drafting instruments of HOTS assessment which had been choosen, searched, presented, and analyzed especially in History learning. The results of this study showed that instrument drafting techniques base on HOTS assesment in learning History consisted of (1) analysing base competency, (2) developing the main points, (3) choosing the interested and contextual stimulus, (4) making questions base on the main points, (5) deciding the answer form/score form, (6) doing qualitative analysis, and (7) doing quantitative analysis.
MATA PELAJARAN SEJARAH SMA DI KURIKULUM 2013 Febbrizal Febbrizal; Aman Aman
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 22 No 2 (2019): DECEMBER
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2019v22n2i2

Abstract

Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis materi pelajaran sejarah di kurikulum 2013 jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA/sederajat) dan mengetahui kedudukan kajian sejarahnya dalam bagian yang menjadi komponen krusial kurikulum 2013. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (research library) yang tidak hanya menelusuri sumber pustaka yang sesuai dengan kajian penelitian namun juga menjadikan data untuk penulisan. Hasil penelitian menunjukan posisi mata pelajaran sejarah membentuk dua cabang besar pada sejarah Indonesia (wajib) yang digunakan oleh semua kelompok peminatan (IPA dan IPS) dan cabang sejarah peminatan (IPS) yang ruang lingkupnya lebih komprehensif. Kelompok sejarah wajib dan peminatan pada evolusi standar kompetensi (SK) pada kurikulum sebelumnya menjadi kompetensi inti (KI) yang menunjukan perbaikan tujuan pencapaian kompetensi.Abstract:The purpose of this research was to analyze the study of the history subjects of the 2013 curriculum for high school (or equivalent), and then look at the position of their historical studies in the part which is a crucial component of the 2013 curriculum. The research library is not only tracing the source of the literature. according to research studies but also makes it data for writing. The results showed that the position of historical subjects formed two major branches in Sejarah Indonesian (wajib) used by all specialization groups (IPA and IPS) and Sejarah Peminatan (IPS) branches that were more comprehensive in scope. It was required to the history group and specialization as the evolution of competency standards (SK) which was in the previous curriculum became core competencies (KI) which indicated the improvement of the competency achievement goals.
DESCRIPTION OF STRUCTURAL OFFICERS STIFIn TEST RESULTS OF UIN ALAUDDIN MAKASSAR Muhammad Amri; Ulfiani Rahman
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 23 No 1 (2020): JUNE
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2020v23n1i1

Abstract

Abstract:One's leadership is usually influenced by intelligence and personality types that can be obtained through tests. The STIFIn test can describe an individual's intelligence directly as well as someone's personality types. Therefore, this study aims to identify the personality types possessed by structural officers (bureaucracy) at UIN Alauddin Makassar, the characteristics of each STIFIn personality type and the ratio of the number of male and female leaders. The research instrument used was in the form of STIFIn intelligence test. Data were analyzed by quantitative descriptive analysis. The results showed that of the 20 respondents tested, 4 of the 5 STIFIn personialty types were identified namely Thinking, Intuiting, Feeling and Instinct, and none of them were Sensing type. They consisted of 17 men and 3 women. Moreover each type of intelligence and personality has different characteristics. Abstrak:Kepemimpinan seseorang biasanya dipengaruhi oleh kecerdasan dan tipe kepribadian yang dapat diperoleh melalui tes. Tes STIFIn dapat memetakan kecerdasan individu secara langsung sekaligus menjadi tipe kepribadian sesorang. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tipe-tipe kepribadian yang dimiliki oleh pejabat struktural di UIN Alauddin Makassar, karakteristik dari masing-masing tipe kepribadian STIFIn, serta rasio jumlah pemimpin laki-laki dan perempuan. Instrumen penelitian yang digunakan, yakni dalam bentuk tes kecerdasan STIFIn. Data dianalisis dengan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 20 responden yang diuji, diidentifikasi menjadi 4 dari 5 jenis kepribadian STIFIn yaitu Thinking, Intuiting, Feeling dan Insting, dan tidak ada yang bertipe Sensing. Mereka terdiri dari 17 pria dan 3 wanita. Kemudian setiap jenis kecerdasan dan kepribadiaan memiliki karakteristik yang berbeda.
STUDENTS’ INTEREST IN PURSUING EDUCATION: EVIDENCE FROM THE PERSPECTIVE OF LEARNING MOTIVATION AND PARENTS’ SOCIO-ECONOMIC STATUS Mohamad Muspawi; Lusi Anesa
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 23 No 1 (2020): JUNE
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2020v23n1i13

Abstract

Abstract:This research aimed to find out the effect of learning motivation and parents' socio-economic status on the students’ interest to continue study in master degree at Education Administration Study Program in Jambi University. This research used quantitative approach with survey research design. The population was the students of Education Administration Study Program batch 2015 and 2016 in Jambi University which consisted of 71 students. This study used the entire population as sample to obtain more accurate and reliable data. Closed questionnaire using Likert scale was the instrument of collecting data. The data analysis technique used was descriptive statistical analysis. The findings indicated that there was influence of learning motivation on the students’ interest to continue study in master degree, there was influence of parents' socioeconomic status on the students’ interest to continue study in master degree, and there was influence of learning motivation and parents' socioeconomic status toward the students’ interest to continue study in master degree.Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh motivasi belajar dan status sosial ekonomi orang tua terhadap minat belajar siswa untuk melanjutkan studi S2 di Program Studi Administrasi Pendidikan Universitas Jambi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian survei. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa Program Studi Administrasi Pendidikan angkatan 2015 and 2016 di Universitas Jambi yang terdiri dari 71 mahasiswa. Penelitian ini menggunakan seluruh populasi sebagai sampel untuk mendapatkan data yang lebih akurat dan dapat diandalkan. Kuesioner tertutup menggunakan skala Likert adalah instrumen pengumpulan data. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif. Temuan menunjukkan bahwa ada pengaruh motivasi belajar terhadap minat siswa untuk melanjutkan studi di tingkat magister, ada pengaruh status sosial ekonomi orang tua terhadap minat siswa untuk melanjutkan studi di tingkat magister, dan ada pengaruh motivasi belajar dan status sosial ekonomi orang tua terhadap minat siswa untuk melanjutkan studi di tingkat master.