cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa TEUB
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 25 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 5 (2016)" : 25 Documents clear
PENYANGRAI BIJI KOPI OTOMATIS UNTUK RUMAH TANGGA BERBASIS MIKROKONTROLER MENGGUNAKAN METODE PID AUTO TUNING Fandy Sandica F.; n/a Purwanto; M. Aziz Muslim
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 5 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1178.427 KB)

Abstract

Coffee roasting (penyangraian) merupakan salah satu proses terpenting dalam pengolahan biji kopi. Sehingga dibutuhkan sebuah sebuah mesin coffee roaster otomatis yang mampu menunjang proses home roasting. Pada dasarnya coffee roaster ini adalah sebuah alat pemanas yang suhunya diatur dan proses pemanasannya menggunakan hot air yang dihasilkan oleh elemen pemanas elektrik dan ditiup oleh sebuah kipas angin dibawahnya.. Metode PID dipilih sebagai metode kontrol agar sistem memiliki respon yang optimal berdasarkan karakteristik beban yang diatur. Lalu untuk menentukan hasil parameter kontroler PID ini menggunakan metode osilasi Ziegler-Nichols. Metode ini dipilih karena dapat mempersingkat waktu pencarian parameter karena menggunakan rumus-rumus sederhana dan proses trial and error hanya pada pencarian parameter Kp. Hasil parameter kontroler PID diperoleh nilai Kp= 73,8 , Ki= 53,67 dan Kd= 25,36. Dengan nilai Kp, Ki dan Kd tersebut sistem dapat berjalan dengan baik dengan mempertahankan suhu mendekati setpoint.Kata kunci: Penyangrai biji kopi, PID, Metode osilasi Ziegler-Nichols
Perancangan Sistem Gerakan Otomatis Robot Berdasarkan Musik Pengiring pada Kontes Robot Seni Indonesia Bustanul Arifin; Nanang Sulistiyanto; Akhmad Zainuri
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 5 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.093 KB)

Abstract

Pada Kontes Robot Seni Indonesia (KRSI) dengan persaingan yang ketat dan kemampuan robot yang hampir sama, perolehan nilai yang kecilpun sangat diperlukan bagi masing-masing tim untuk bisa menjadi yang terbaik. Untuk saat ini, gerakan tari robot Tim KRSI Teknik Elektro Universitas Brawijaya dan tim lain pada KRSI masih belum bisa sinkron dengan alunan musik pengiring. Padahal, hal ini dapat menghasilkan poin yang signifikan (10 dari 100). Oleh karena itu, pada skripsi ini dirancang sistem yang bisa mendeteksi alunan/ritme musik sebagai parameter dari ritme gerakan tari robot.Untuk bisa mendeteksi alunan/ritme musik, digunakan salah satu suara dari beberapa suara alat musik pada musik pengiring, yaitu suara alat musik jenis gambang. Artinya, jika suara musik gambang terdengar maka robot akan menari dengan ritme gerakan cepat sedangkan jika tidak terdengar suara musik gambang maka robot menari dengan ritme gerakan lambat. Berdasarkan hasil pengujian, bandpass filter dapat meredam suara musik selain suara musik gambang pada frekuensi antara 4263Hz dan 5249Hz. Lowpass filter dapat menentukan keadaan ada atau tidak ada suara musik pada frekuensi dibawah 5760 Hz. Perbedaan waktu rata-rata antara simulasi dan keluaran sistem maksimum adalah kurang lebih 2 detik, serta dapat membedakan keadaan ada atau tidak ada suara musik, sebagai parameter robot harus diam atau mulai melakukan gerakan tari.Kata Kunci— KRSI, Ritme Musik, Suara Musik Gambang, Bandpass Filter, Lowpass Filter.
DESAIN KONTROLER PI PADA SISTEM KONTROL KECEPATAN SEPEDA LISTRIK DENGAN METODE ROOT LOCUS Azhar, Ahmad Hanif; Rahmadwati, n/a; Nusantoro, Goegoes Dwi
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 5 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sepeda listrik merupakan salah satu alternatif kendaraan ramah lingkungan. Penggerak dari sepeda listrik ini yaitu motor Brushless DC (BLDC). Motor BLDC ini mempunyai torsi awal yang tinggi dan kecepatan yang tinggi. Motor BLDC ini memiliki output yang cepat, namun memiliki error steady state. Oleh karena itu dibutuhkan suatu kontroler yang tepat dan sesuai dengan plant sistem. Kontroler Proporsional Integral (PI) adalah kontrol yang memiliki output yang cepat, sehingga sesuai untuk mengontrol kecepatan motor BLDC. Sehingga metode yang digunakan untuk mencari parameter PI yaitu metode root locus. Dimana metode root locus diharapkan untuk mendapatkan output yang lebih baik. Oleh karena itu metode ini digunakan untuk mencari parameter dan didapatkan nilai parameter Kp = 2.7301 dan Ki = 8. Dari parameter tersebut kemudian diimplementasikan pada motor BLDC. Kata Kunci : Motor BLDC, Kontrol Kecepatan, Kontrol PI, Root Locus
Sistem Pengendalian Suhu dan Level Heat Exchanger Menggunakan DCS YOKOGAWA CENTUM VP Andri Nugraha; n/a Purwanto; M. Aziz Muslim
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 5 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi pengontrolan telah berkembang pesat sejak pertama kali ditemukan hingga sekarang. Pada duniaindustri yang semakin berkembang seperti sekarang ini, penggunaan DCS memegang peranan penting dalam suatuproses industri, plant – plant berskala besar seperti boiler, desalination, dan dematerialization. Agar lebihmemahami proses yang terjadi pada dunia industri maka dibuatlah mini-plant proses pada sebuah Heat Exchangeryang mewakili proses pengontrolan suhu dan ketinggian air. Mini-plant heat exchanger akan dikontrol denganDistributed Control System (DCS) YOKOGAWA CENTUM VP. Dalam proses pengontrolannya terbagi menjadidua sistem yaitu sistem pengontrolan ketinggan air pada tangki dan sistem pengontrolan suhu air pada tangki. Duasistem pengontrolan ini saling mempengaruhi satu sama lain. Pada penelitian ini menggunakan kontroler on-offdengan nilai histerisis 1% untuk masing – masing sistem pengontrolan. Dari hasil pengujian didapat setlling timesebesar 441 detik atau 7 menit 21 detik untuk sistem pengontrolan suhu air dengan recovery time sebesar 54 detikdan eror sebesar 4,13%. Sedangkan untuk sistem pengontrolan ketinggian air memiliki settling time sebesar 18detik dengan recovery time sebesar 5 detik dan error sebesar 3,7%.Kata Kunci: Teknologi Pengontrolan, DCS ( Distributed Control System), Heat Exchanger, on-off.
PERENCANAAN DOUBLE BUSBAR 70 kV PADA GARDU INDUK SENGKALING Rifqi Hasyemi T.; Moch Dhofir; Mahfudz Shidiq
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 5 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam merencanakan sebuah busbar perlu dilakukan kajian tentang kelistrikan, mekanikal, lingkungan, dan lokasinya. Kajian kelistrikan menyangkut daya yang akan disalurkan, pemilihan tingkat tegangan, analisis hubung singkat, jarak aman, serta tata letak peralatan Gardu Induk. Double busbar pada latar hubung 70 kV di Gardu Induk Sengkaling ditentukan menggunakan aluminium atau tembaga berbentuk kawat pilin, berdimensi 61 pilin diameter 29,1 mm untuk aluminium dan 26 mm untuk tembaga, jenis konfigurasi dua bus-satu pemutus daya. Ketinggian minimum di dalam instalasi 3,19 m dan di luar instalasi 5,25 m. Jarak aman antar peralatan di dalam instalasi 1,05 m dengan memasang rantai/tali dan di luar instalasi 2,25 m dengan memasang kawat jaring. Jarak aman minimum jalan masuk pemeliharaan untuk manusia 1,9 m dan untuk transportasi 5,85 m. Panjang busbar adalah 36,248 m. Ketinggian minimum pemasangan busbar 4,23 m untuk aluminium dan 4,58 m untuk tembaga. Gaya tarik busbar pada tiang ujung adalah 6149,15 N untuk aluminium dan 6114,7 N untuk tembaga. Jarak aman minimum pemasangan fasa ke fasa busbar 1,03 m untuk aluminium dan 0,93 m untuk tembaga.Kata kunci : double busbar, latar hubung 70 kV, Gardu Induk Sengkaling
ANALISIS PENGGUNAAN HIGH VOLTAGE DIRECT CURRENT (HVDC) PADA SISTEM TENAGA LISTRIK Indri Kusuma Dewi; Hadi Suyono; Mahfudz Shidiq
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 5 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tercatat rasio elektrifikasi di Indonesia tahun 2015 mencapai 87%. Untuk meningkatkan rasio elektrifikasi maka dibutuhkan peningkatan sistem tenaga listrik. Salah satu bagian sistem tenaga listrik yang utama adalah transmisi. Permasalahan umum yang terjadi dalam saluran transmisi adalah tegangan. Energi listrik dapat ditransmisikan dan didistribusikan dalam bentuk arus AC (Alternating Current) dan DC (Direct Current). Pada penelitian ini dikaji perbandingan tegangan dan rugi daya pada sistem dengan transmisi HVAC dan HVDC. Untuk mengetahui nilai tegangan dan rugi daya pada sistem dilakukan analisis aliran daya dengan menggunakan metode Newton Raphson. Konfigurasi saluran transmisi HVDC yang digunakan adalah monopolar link dan bipolar link. Pengujian penggunaan saluran transmsisi tersebut diterapkan pada sistem standar IEEE 30 Bus dengan kondisi pembebanan 70% dan 100%. Hasil yang didapatkan dengan menggunakan transmisi HVDC pada sistem standar IEEE 30 bus dapat mengurangi rugi daya aktif dan menambah rugi daya reaktif sistem. Kata Kunci: transmisi HVDC, tegangan, rugi daya
PENGENDALIAN GERAK SUDUT (PITCH) PROPELLER PADA KESETIMBANGAN BICOPTER MENGGUNAKAN KONTROLLER LOGIKA FUZZY Febi Syahputra; Bambang Siswojo; n/a Rahmadwati
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 5 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring dengan perkembangan zaman yang menuntut akan kecepatan, keamanan, dan ketepatan dalam melaksanakan pekerjaan manusia. Saat ini UAV (Unmaned Aerial Vehicle) yang sering digunakan untuk membantu manusia dan salah satunya UAV dapat membantu pekerjaan seperti mengintai suatu kamp – kamp musuh yang berbahaya dalam dunia militer dan masih banyak kegunaan yang lainnya. Salah contoh UAV adalah bicopter, bicopter merupakan pesawat tanpa awak dan bicopter hanya memiliki dua buah baling – baling sebagai alat penggeraknya. Guna memudahkan penulis dalam penelitian dan pengukuran, penulis akan membuat sebuah alat uji yang berupa lengan mekanik yang sisi – sisinya terdapat beban dan baling – baling (propeller). Pada perancangannya alat uji ada beberapa hal yang dapat mempengaruhi pada kesetimbangan alat uji yang antara lain berat pada alat uji, gaya dorong alat uji, dan panjang pada lengan uji. Alat uji ini mempunyai desain satu lengan dengan sebuah baling – baling (propeller) dengan aktuator motor dan sisi lainnya memiliki sebuah beban yang dapat berubah – ubah. Dan sistem ini dirancang untuk mengendalikan sebuah sudut baling – baling (pitch propeller) untuk mengendalikan lengan agar mencapai pada kondisi yang setimbang dengan menggunakan metode Kontroller Logika Fuzzy. Proses perancangan Kontroller Logika Fuzzy pada penelitian kali ini dengan menggunakan 5 MF (Membership Function) dengan metode inferensi Max – Min  dan dengan metode Defuzzifikasi Weighted Average dengan setpoint 0º yang menghasilkan suatu respon pada sistem dengan nilai error steady state sebesari 0,8 % , dan secara keseluruhan sistem menunjukan bahwa Kontroler Logika Fuzzy mampu mengendalikan sudut (pitch) pada baling – baling dengan baik.Kata kunci: Bicopter; Kontroler Logika Fuzzy; Pitch Propeller; Kesetimbangan Alat Uji
SISTEM PENGENDALIAN KADAR GAS DALAM RUANG TERTUTUP YANG MENGALAMI KEBOCORAN LPG MENGGUNAKAN KONTROLER P BERBASIS ARDUINO MEGA Muhammad Dirga Armanda; n/a Retnowati; Goegoes Dwi Nusantoro
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 5 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sumber daya alam yang bermanfaat bagi kehidupan manusia sangatlah banyak tersedia di bumi ini. Baik itu sumber daya alam yang dapat diperbaharui maupun sumber daya alam yang tidak diperbaharui. Gas LPG (Liquid Petrolium Gas) merupakan salah satu hasil dari sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui. Peranan gas LPG pada saat ini sangatlah penting bagi kehidupan manusia. Konsumen LPG bervariasi, mulai dari rumah tangga, kalangan komersial (restoran, hotel, dll) hingga industri. Semenjak pemerintah melakukan konversi minyak tanah kekompor gas, banyak sekali kejadian meledaknya tabung gas, sering terjadi kebocoran tabung gas yang berbahaya bagi pengguna maupun masyarakat sekitar. Berita kebakaran pun sering terdengar sebagai akibat tabung gas LPG meledak. Penyebab meledaknya tabung gas ini karena kebocoran pada selang, tabung atau pada regulatornya yang tidak terpasang dengan baik. Pencegahan dini atau solusinya untuk masalah diatas adalah mengendalikan kadar gas tersebut dengan membuat sistem sirkulasi udara dalam ruangan yang mengalami kebocoran gas  menggunakan kipas. Perancangan pengendalian kadar gas dengan membuat sistem sirkulasi udara untuk mengendalikan kadar gas dalam ruang menggunakan kontroler P (Proportional). Metode digunakan guna menentukan parameter P adalah metode hand tuning dan didapatkan parameter P yaitu Kp = 1.08. Pengendalian dirancang agar gas dalam ruang sesuai dengan setpoint yang diinginkan yaitu 675 ppm. Hasil pengujian keseluruhan dengan Kp = 1.08 didapatkan sistem yang steady dengan nilai error steady state sebesar 0.88 % dan settling time sebesar 22 detik. Ketika plant diberikan gangguan dengan membocorkan gas pada plant, sistem membutuhkan waktu selama 5 detik untuk mengembalikan keadaan gas sesuai dengan setpoint. Kontroler P yang bekerja menggembalikan sistem menjadi Steady state setelah diberikan gangguan. Kata Kunci: LPG, Kadar gas, Kontroler P, hand tuning
KONTROL SEKUENSIAL UNTUK KOMBINASI 8 POMPA AIR DENGAN MENGGUNAKAN PROGRAMMABLE LOGIC CONTROLLER Purwono Budi Prasetyo; Erni Yudaningtyas; Mochammad Rusli
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 5 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pompa adalah salah satu kebutuhan yang terpenting didalam dunia perindustrian, khususnya pada industri pembangkit listrik dan destilisasi air. Kebutuhan pompa pada satu industri tidak sedikit serta memerlukan sistem yang tepat. Agar dapat bekerja dengan baik dan maksimal, pompa harus bekerja dengan kondisi berurutan atau bergantian. skripsi ini pembahasan hanya terfokus pada pengontrolan sekuensial untuk kombinasi 8 pompa dengan tiga kondisi yaitu suhu pompa, level air, dan waktu pompa bekerja serta bagaimana cara membuat sistem kerja dan mengontrol pompa pada alat smart pump plant dengan menggunakan PLC dan metode grafcet agar pompa bekerja lebih baik. Proses perancangan sistem kontrol sekuensial pada alat smart pump plant pada penelitian ini menggunakan 3 keadaan dengan menggunakan metode grafcet. Pada proses pengendalian didapat hasil yang sesuai dengan yang diharapkan, dimana suhu akan mematikan pompa pertama dan akan mengaktifkan pompa kedua jika suhu pompa > 50oC,  level yang akan menyalakan pompa jika level air pada wadah mencapai ketinggian 3 cm,6 cm, dan  9 cm, maupun timer yang mengaktifkan pompa selama 60 detik dan ketika 60 detik sudah berlalu, maka akan mematikan pompa timer 1 dan mengaktifkan pompa timer 2. Kata Kunci : pompa air, kontrol sekuensial, model grafcet, Smart pump plant, PLC.
PENGENDALIAN SUHU DAN SALINITAS AIR PADA AKUARIUM IKAN BADUT (Amphiprion percula) BERBASIS MIKROKONTROLER ARDUINO DUE Ikhfal Ruhyadi; n/a Purwanto; Goegoes Dwi Nusantoro
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 5 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam penelitian ini akan dirancang alat pengendali suhu dan salinitas air pada akuarium ikan badut (Amphiprion percula). Kontroler yang digunakan adalah kontroler on/off untuk pengendalian suhu dan kontroler dengan logika fuzzy untuk pengendalian salinitas air. Perekaman yang dilakukan menggunakan sensor suhu dan sensor salinitas yang berbasis sensor hall effect yang digunakan untuk merekam kondisi suhu dan salinitas air pada akuarium. Plant pada penelitian ini adalah akuarium dan aktuator pada sistem yaitu kipas dan heater untuk akuarium sebagai aktuator penggendalian suhu dan dua pompa untuk memompa air tawar dan air asin sebagai aktuator pengendalian salinitas. Metode fuzzy yang digunakan adalah metode Mamdani weighted Average. Kata Kunci: Pengendali suhu dan salinitas, ikan badut, kontroler on/off, logika fuzzy.

Page 1 of 3 | Total Record : 25


Filter by Year

2016 2016


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 1 (2026) Vol. 13 No. 7 (2025) Vol. 13 No. 6 (2025) Vol. 13 No. 5 (2025) Vol. 13 No. 4 (2025) Vol. 13 No. 3 (2025) Vol. 13 No. 2 (2025) Vol. 13 No. 1 (2025) Vol. 12 No. 6 (2024) Vol. 12 No. 5 (2024) Vol. 12 No. 4 (2024) Vol. 12 No. 3 (2024) Vol. 12 No. 2 (2024) Vol. 12 No. 1 (2024) Vol. 11 No. 6 (2023) Vol. 11 No. 5 (2023) Vol. 11 No. 4 (2023) Vol. 11 No. 3 (2023) Vol. 11 No. 2 (2023) Vol. 11 No. 1 (2023) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022): Vol. 10 No. 3 (2022) Vol. 10 No. 2 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol 9, No 8 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 5 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol 7, No 7 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 6 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol 4, No 8 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol 3, No 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 7 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol 1, No 5 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue