cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa TEUB
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 2,116 Documents
STUDI KOMPARASI KONTROLER ON-OFF KONVENSIONAL DAN KONTROLER ON-OFF BERUMPAN BALIK SYSTEM ORDE SATU PADA TEMPERATUR PLANT HEAT EXCHANGER Rosyik, Rizal; Rusli, Mochammad; Yudaningtyas, Erni
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 8, No 3 (2020)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Temperatur merupakan sebuah parameter yang memiliki karakteristik respon yang dianggap lambat. Salah satu plant yang menggunakan parameter temperatur adalah plant heat exchanger. Terdapat beberapa jenis metode dalam mengamati respon temperatur pada plant heat exchanger.Salah satunya dengan membandingkan respon dengan menggunakan kontroler on-off konvensional dan kontroler on-off berumpan balik P-T1. P-T1 merupakan salah satu jenis delay yang mana P merupakan penamaan sistem tersebut yang berarti proporsional, sedangkan Sedangkan T dengan indeks nilai 1 berarti waktu tunda respon terhadapat inputnya. Pada perancangan ini, respon kontroler on-off konvensional akan dibandingkan dengan respon kontroler on-off berumpan balik P-T1 pada plant temperatur. P-T1 berfungsi sebagai pemberi waktu tunda tingkat pertama dengan membandingkan masukan dan keluarannya. Pada kontroler on-off konvensional, sebelum diberi histeresis respon sangat bergantung pada nilai setpoint. Ketika kontroler diberikan histeresis, respon mengalami pertambahan delay yang menyebabkan respon plant dan kontroler tidak lagi sepadan dengan frekuensi switching < 0.05 Hz. Kemudian saat dilakukan pengujian dengan menggunakan umpan balik P-T1 pada kontroler on-off dua posisi, respon akan menghilangkan ripple saat diberi umpan balik internal pada kontroler. Penggunaan umpan balik P-T1 menjadikan respon menyerupai sistem linier (kontinu), namun memiliki error steady state yang besar(>15%). Kata Kunci: Umpan balik P-T1, Kontrol On-Off Dua Posisi, Plant Temperature, Heat Exchanger, Verifikasi Software   ABSTRACT Temperature is a parameter that has response characteristics that are considered slow. One of the plants that uses temperature parameters is the plant heat exchanger. There are several types of methods for observing the temperature response in a plant heat exchanger. One of them is by comparing the response using a conventional on-off controller and a P-T1 feedback controller. P-T1 is one type of deceleration where P is system’s name which means proportional, whereas T with an index value of 1 means the response delay time for the input. In this design, the conventional on-off controller response will be compared with the P-T1 feedback on-off controller response at the plant temperature. P-T1 functions as a first-level delay provider by comparing its inputs and outputs. In conventional on-off controllers, before being given a hysteresis the response is very dependent on the setpoint value. When the controller is given hysteresis, the response experiences an increase in delay which causes the response of the plant and the controller is no longer equivalent to the switching frequency <0.05 Hz. Then when tested using P-T1 feedback on the two position on-off controller, the response will eliminate ripple when given internal feedback on the controller. The use of P-T1 feedback makes the response resemble a linear (continuous) system, but has a large steady state error (> 15%). Keywords: P-T1 Feedback, Two Position On-Off Control, Plant Temperature, Heat Exchanger, software verification
PERILAKU GELEMBUNG UDARA DALAM MINYAK TRANSFORMATOR DENGAN PENGARUH MEDAN LISTRIK DC NON HOMOGEN Lita Farahdiba; Mochammad Dhofir
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 8, No 3 (2020)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transformator adalah bagian yang penting dalam sistem tenaga listrik. Hasil penelitian ini akan melihat pengaruh yang terjadi pada gelembung udara dalam minyak transformator jika diberi medan listrik DC Non Homogen serta akan menguji sifat listrik dari transformator minyak Shell Diala B berupa kekuatan dielektrik dari pengujian tegangan tembus, permitivitas dan resistivitas serta menguji perilaku gelembung udara dalam minyak transformator dengan pengaruh medan listrik DC Non Homogen. Untuk mendapatkan medan listrik non homogen maka digunakan dua elektroda yang berbeda bentuk yaitu berupa kawat-plat. Pada pengujian pengaruh medan listrik DC Non Homogen pada gelembung udara dalam minyak transformator akan di dapatkan hasil berupa waktu tempuh, kecepatan tempuh, percepatan gelembung udara, dan gaya-gaya yang mempengaruhi gelembung udara dalam minyak transformator. Objek uji yang digunakan berupa minyak transformator Shell Diala B dan gelembung udara. Pengujian dilakukan di Laboratorium Tegangan Tinggi Teknik Elektro Universitas Brawijaya. Pengujian menggunakan rangkaian pembangkitan tegangan tinggo AC dan DC  untuk mendapatkan nilai tegangan tembus, arus konduksi, dan arus bocor dari minyak transformator serta perhitungan gaya-gaya yang mempengaruhi gelembung udara dalam minyak transformator dengan pengaruh medan listrik DC Non Homogen dengan besar tegangan masukan yaitu 60 kV hingga 80 kV. Perhitungan gaya-gaya yang mempengaruhi gelembung udara dalam minyak transformator dengan pengaruh medan listrik DC Non Homogen menggunakan aplikasi FEMM 4.2 untuk mendapatkan data yang diperlukan. Kata kunci: Minyak transformator Shell Diala B, kekuatan dielektrik, perubahan bentuk, medan listrik DC Non Homogen   ABSTRACT Transformer is an important part in the electric power system. The results of this study will look at the effect that occurs in air bubbles in transformer oil if given a non-homogeneous DC electric field and will test the electrical properties of the Shell Diala B oil transformer in the form of dielectric strength from testing the breakdown voltage, permittivity and resistivity as well as testing the behavior of air bubbles in oil transformer with the influence of Non Homogeneous DC electric fields. To get a non-homogeneous electric field two electrodes of different shapes are used, which are wire plates. In testing the influence of non-homogeneous DC electric fields on air bubbles in transformer oil, the results will be in the form of travel time, travel speed, acceleration of air bubbles, and the forces that affect air bubbles in transformer oil. The test object used in the form of transformer oil Shell Diala B and air bubbles. The test was conducted at the Laboratory of Electrical Engineering's High Voltage UB. The test uses an AC and DC high voltage generation circuit to obtain the breakdown voltage, conduction current, and leakage current from the transformer oil and the calculation of the forces that affect air bubbles in the transformer oil with the influence of Non Homogeneous DC electric fields with large input voltage of 60 kV up to 80 kV. Calculation of forces that affect air bubbles in transformer oil with the influence of a Non Homogeneous DC electric field using the FEMM 4.2 application to obtain the required data. Keywords: Shell Diala B transformer oil, deformation, non-homogeneous DC electric field
SKEMA PERTAHANAN SISTEM 500KV JAWA-BALI DALAM KONDISI KONTINGENSI N-2 SALURAN PEMALANG-UNGARAN DAN DEPOK-TASIKMALAYA Kevin Rachman Firdaus; Hadi Suyono; Tri Nurwati
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 8, No 3 (2020)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Energi listrik sudah menjadi kebutuhan pokok di kehidupan masyarakat saat ini. Oleh karena itu dibutuhkan suplai energi listrik dengan jumlah yang mencukupi. Setelah listrik dibangkitkan, listrik harus terlebih dahulu disalurkan melewati saluran trasmisi kemudian menuju saluran distribusi, mengingat letak pembangkit listrik dan letak beban listrik yang berjauhan. Disini dapat dilihat bahwa saluran transmisi memiliki peran yang sangat besar dalam proses penyaluran energi listrik, dimana apabila terdapat gangguan pada saluran transmisi maka dapat memberikan dampak yang sangat besar salah satunya yang pernah terjadi pada bulan Agustus tahun 2019 yaitu pemadaman listrik (partial blackout) pada sistem kelistrikan Jawa-Bali akibat terjadinya kontingensii saluran transmisi 500 kV Pemalang-Ungaran dan Depok-Tasikmalaya. Guna mencegah kembali terjadinya pemadaman skala besar seperti itu maka diperlukan suatu skema pertahanan yang dapat mengompensasi dampak dari peristriwa kontingensi tersebut. Skema pertahanan dapat dilakukan dengan melakukan load sheding dan generator tripping, kedua metode tersebut dipilih karena mampu mengevakuasi daya dengan jumlah yang besar dalam waktu yang relatif cepat sehingga dapat memperbaiki nilai frekuensi dalam waktu singkat. Dapat dilihat bahwa respon frekuensi sistem mengalami pemulihan dengan kenaikan frekuensi pada island Jawa bagian Barat dan penurunan frekuensi pada island Jawa bagian Timur dan hasil dari load sheding berupa pemutusan 6 bus beban dalam 5 tahap utama dari sistem dan hasil dari generator tripping berupa pemutusan 2 unit pembangkit dalam 2 tahap dari sistem. Kata Kunci: Transmisi, Skema Pertahanan, Load Shedding, Generator tripping. ABSTRACT Electrical energy has become a primary need in today's society life. Therefore, so it is necessary to generate enough supply of electrical energy. Once electricity is generated, it has to be transmitted over the transmission line, and then to the distribution line, reckoning the power plants is generally located relatively far from the consumer. Here it can be seen that the transmission line has a very important role in the process of transmitting electricity, and a fault in the transmission line can cause a very large impact on the system. Like one that was occurred in August 2019, where a partial blackout happens in the Java-Bali power system due to the contingencies of 500 kV transmission lines of Pemalang-Ungaran and Depok-Tasikmalaya. To prevent the re-occurrence of such large-scaled outages, a defense scheme may be required to compensate for the impact of such contingency. Defense schemes can be done by doing load shedding and generator tripping, both methods are chosen because it can evacuate a large amount of power in a relatively fast time to improve the frequency value in a short time. It can be seen that the system frequency response was recovering with the increase of frequencies on the West Java island and the decrease of frequency on East Java island as the result of load Shedding of 6 busloads in 5 main stage and the generator tripping of 2 units of the power plant in 2 stages. Keywords: Transmission Line, Defense Scheme, Load Shedding, Generator Tripping
RANCANG BANGUN OPENBTS MENGGUNAKAN USRP N210 BERBASIS ASTERISK UNTUK LAYANAN SMS DAN LMS Aufa Rifky Fernanda; Sigit Kusmaryanto; Dwi Fadila Kurniawan
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 8, No 3 (2020)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract –  In this research, an OpenBTS design was made aimed at providing SMS services with the aim of building a functional OpenBTS. The hardware used is USRP N210 and uses several supporting software namely Asterisk, SIPauthserve, and Smqueue to be able to provide services. The process carried out in this study starts from the design, testing, until the analysis of the delay generated on the OpenBTS network. The results of the research that OpenBTS can be built and can function for SMS and LMS services. The success rate of OpenBTS handles users by 96% on testing. And from the test results obtained an average delay of 9.53 seconds for SMS services and 34.61 seconds for LMS services. In the test also obtained the effect of distance variations. The farther the distance the sender is from OpenBTS, the greater the delay time produced. The capability of OpenBTS when testing for SMS services and LMS services can be said to be good with no errors when sending both services. Keyword: OpenBTS, SMS, USRP, LMS. Abstrak — Pada penelitian ini, dibuat rancang bangun OpenBTS yang ditujukan untuk memberikan layanan SMS dengan tujuan dapat membangun sebuah OpenBTS yang fungsional. Perangkat keras yang digunakan adalah USRP N210 dan menggunakan beberapa perangkat lunak pendukung yakni Asterisk, SIPauthserve, dan smqueue untuk dapat memberikan layanan. Proses yang dilakukan pada penelitian ini dimulai dari rancang bangun, pengujian, hingga analisis delay yang dihasilkan pada jaringan OpenBTS. Hasil dari penelitian yakni OpenBTS dapat dibangun dan dapat berfungsi untuk layanan SMS dan LMS. Tingkat keberhasilan OpenBTS menangani pengguna sebesar 96% pada pengujian. Dan dari hasil pengujian didapatkan delay rata – rata sebesar 9.53 sekon untuk layanan SMS dan 34.6 sekon untuk layanan LMS. Pada pengujian juga didapatkan pengaruh variasi jarak. Semakin jauh jarak pengirim dari OpenBTS maka semakin besar waktu delay yang dihasilkan. Kapabilitas dari OpenBTS pada saat pengujian untuk layanan SMS maupun layanan LMS dapat dikatakan baik dengan tidak adanya error pada saat pengiriman kedua layanan tersebut. Kata Kunci: OpenBTS, SMS, USRP, LMS.
ANALISIS TEGANGAN KELUARAN DC-DC BOOST CONVERTER MENGGUNAKAN PI-SLIDING MODE CONTROLLER DENGAN PEMBANDING LOGIKA FUZZY-PID Sabila Nur Fitria; Hery Purnomo; Lunde Ardhenta
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 8, No 4 (2020)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Boost converter adalah salah satu jenis  pengonversi tegangan DC yang dapat menghasilkan tegangan keluaran yang lebih besar dari tegangan masukannya. Namun dapat terjadi ketidakstabilan pada tegangan keluaran boost converter karena terjadi perubahan tegangan masukan dan jatuh tegangan pada komponen-komponen semikonduktor pada konverter. Untuk mengatasi hal-hal yang tidak diinginkan tersebut maka dilakukan pengaturan tegangan keluaran menggunakan pengendali. Pada penelitian ini pengendali yang digunakan adalah pengendali logika fuzzy-PID dan PI-SMC(Sliding Mode Controller). Pengendali logika fuzzy-PID banyak digunakan karena mampu mempertahankan nilai yang diharapkan tetap konstan walaupun terjadi gangguan dan mengatasi masalah pengendalian nonlinier. Sedangkan pengendali PI-SMC(Sliding Mode Controller) adalah Sliding Mode Controller yang merupakan pengendali nonliner yang tahan terhadap gangguan dan dengan penambahan struktur pengendali PI dapat mempercepat respon sistem dan mengurangi error steady state pada sistem. Kata kunci: boost converter, pengendali logika fuzzy-PID, PI-SMC. ABSTRACT Boost converter is a type of DC voltage converter that can produce an output voltage higher than the input voltage. However, there can be instability in the output voltage of the boost converter due to changes in input voltage and voltage drop in the semiconductor components in the converter. To overcome these undesirable things, the output voltage is adjusted using a controller. The controllers that used in this study are the fuzzy logic-PID controller and PI-SMC (Sliding Mode Controller). The fuzzy logic-PID controller is widely used because it is able to keep the reference value constant despite interference and overcome the problem of nonlinear control. While the PI-SMC (Sliding Mode Controller) controller is a Sliding Mode Controller which is a nonlinear controller that is robust to interference and the addition of the PI controller structure can accelerate the system response and reduce the steady state error in the system. Keywords—boost converter, fuzzy logic-PID controller, PI-SMC.
RANCANG BANGUN PEMANCAR (TRANSMITTER) RADIO FM BERBASIS SDR MENGGUNAKAN USRP (UNIVERSAL SOFTWARE RADIO PERIPHERAL) N210 Yusuf Abdillah Aziz; Sigit Kusmaryanto; Wahyu Adi Priyono
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 8, No 4 (2020)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Software define radio (SDR) adalah Teknologi yang telah lama berkembang sejak pertengahan 1990-an, teknologi ini menggunakan pemrosesan perangkat lunak dalam pengoperasian radio yang berlangsung pada field programmable gate array (FPGA), digital signal processor (DSP), general purpose processor (GPP), programmable system on chip (SoC), dan juga komponen pemroses yang dapat diprogram lainnya. Kelebihan yang ditawarkan oleh SDR adalah modularitas dan fleksibilitas yang dimodelkan dalam bentuk perangkat keras dan perangkat lunak. Perangkat  radio merupakan perangkat audio yang berfungsi sebagai komunikasi yang dapat digunakan dalam banyak standar seperti Bluetooth, 3G/4G, GPS, WiFi, siaran radio AM/FM, serta radar. Perangkat radio sendiri dibagi menjadi 2 fungsi utama sebagai pengirim informasi (transmitter) dan penerima informasi (receiver). Perangkat siaran sendiri  adalah  alat/perangkat  radio  yang berfungsi sebagai  pemancar  (transmitter)  yang  dipergunakan  untuk  dan bekerja pada pita frekuensi MF, HF, VHF dan UHF. Penelitian ini menguji bahwa perangkat SDR dapat digunakan sebagai pengganti perangkat radio konvensional berupa transmitter yang kita kenal saat ini,sehingga potensi dari perangkat SDR dapat terlihat. Kata Kunci: SDR,USRP N210,GNU Radio,Transmitter,Radio.   ABSTRACT Software Define Radio (SDR) is a technology that has long been developing since the mid-1990s, this technology uses software processing in radio operations that take place in the field programmable gate array (FPGA), digital signal processor (DSP), general purpose processor (GPP) ), programmable system on chip (SoC), and also other programmable processing components. The advantages offered by SDR are modularity and flexibility which are modeled in the form of hardware and software. Radio device is an audio device that functions as a communication that can be used in many standards such as Bluetooth, 3G / 4G, GPS, WiFi, AM / FM radio broadcasts, and radar. The radio device itself is divided into 2 main functions as the sender of information (transmitter) and receiver of information (receiver). The broadcast device itself is a radio device / device that functions as a transmitter used for and works on the frequency band MF, HF, VHF and UHF. This study examines that SDR devices can be used as a substitute for conventional radio devices in the form of transmitters that we know today, so that the potential of SDR devices can be seen. Keywords: SDR,USRP N210,GNU Radio,Transmitter,Radio.
PERANCANGAN ALGORITMA CATU DAYA TERKONTROL PADA ELECTROFORMING JEWELLERY AND DECORATIVE MENGGUNAKAN LOGAM KUNINGAN Muhammad Praditya Romansyah; Muhammad Aziz Muslim; Mochammad Rusli
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 8, No 4 (2020)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegagalan pelapisan Electroforming yang terjadi di Kota Malang berupa kegosongan & penumpukkan dan kurangnya variasi pada kerajinan merupakan diantara sebab Pemerintah Kota Malang mengadakan pelatihan elecroforming. Kegagalan pelapisan pada proses electroforming ini disebabkan kenaikan arus selama proses pelapisan objek kerja benda. Selain itu, logam kuningan belum banyak digunakan dalam pembuatan kerajinan electroforming yang selama ini masih terbatas menggunakan logam tembaga. Pada penelitian ini perubahan arus akan dikendalikan dengan menggunakan Driver Motor H-Bridge BTS7960. Pengendalian perubahan arus dikendalikan dengan cara mengubah besar nilai PWM (pulse-width modulation) untuk memanipulasi nilai tegangan yang mengatur besarnya keluaran arus selama pelapisan berlangsung. Pemodelan sistem yang digunakkan berdasarkan penelitian sebelumnya kemudian menentukan parameter kontrol PI dengan metode Root-Locus. Hasil penelitian ini didapatkan parameter PI terbaik Kp= 3,9322 & Ki= 1,1 dengan spesifikasi kontrol yang ditentukan settling time < 130 detik & error steady state = 5%. Kegosongan dan Penumpukkan teratasi dengan metode yang digunakan dalam penelitian ini. Kata kunci: Electroforming, Pengendalian Arus, Kontroler PI, Root-Locus ABSTRACT The failure of Electroforming coatings that occurred in Malang in the form of burnt & stacking and the lack of variations in crafts are among the reasons for the Malang City Government held elecroforming training. The coating failure of the electroforming process is due to a high current increase along with the coating process of the object. Furthermore, brass has not been widely used in the manufacture of electroforming crafts which so far have been limited to use copper. In this study, the current changes were controlled using the BTS7960 H-Bridge motor driver. Control change current was controlled by tuning the value of the PWM (pulse-width modulation) which manipulates the voltage value that regulates the amount of output current during the coating. Modeling of systems used is based on previous research. The researcher then set the parameters of the PI controller using the Root-Locus method. The results of this study obtained the best PI parameters Kp = 3,9322 & Ki = 1,1 with determined control showing settling time < 130 seconds & error steady state = 5%. Burnt and Stacking were overcome by the method used in this study. Keywords: Electroforming, Control Flow, PI Controller,  Root-Locus
ANALISIS KARAKTERISTIK PENGISIAN MUATAN BATERAI PADA DC2509A ENERGY HARVESTING DEMONSTRATION BOARD Azzurri, Dean Fachruddin; Setyawati, Onny; Muttaqin, Adharul
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 8, No 4 (2020)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterbatasan dalam memberikan suplai energi untuk wireless sensor network (WSN) telah mendorong perkembangan teknologi energy harvesting (EH). Salah satu mekanisme EH yang umum digunakan adalah memanfaatkan baterai sebagai penyimpanan energi. Estimasi laju perubahan state of charge (SoC) baterai perlu dilakukan untuk mengetahui bagaimana kinerja penyimpanan energi menggunakan baterai pada sistem EH yang digunakan untuk mencatu WSN. Penelitian ini menyajikan estimasi laju perubahan SoC pada baterai Lir2032 yang didapatkan dengan mengolah data konsumsi daya oleh DC2321A sebagai beban WSN serta laju pengisian muatan baterai oleh LTC3331 yang terdapat pada sistem EH DC2509A. Hasil pengujian dan analisis menunjukkan bahwa nilai SoC baterai Lir2032 saat DC2321A beroperasi normal tanpa terhubung ke EH berkurang sebesar 0,12% setiap jamnya. Nilai SoC baterai Lir2032 saat DC2321A dioperasikan dengan terhubung ke EH bertambah hingga sebesar 1,30% per jam pada pengisian charge dan 8,9% per jam pada pengisian fast charge.   Kata kunci: energy harvesting, DC2509A, LTC3331, DC2321A, baterai li-ion   ABSTRACT Limitations in providing energy supply for wireless sensor networks (WSN) have encouraged the development of energy harvesting (EH) technology. One of the commonly used EH mechanisms is to use batteries as energy storage. Estimation of the rate of change in the state of charge (SoC) of the battery needs to be done to find out how the performance of energy storage using batteries in the EH system used to supply WSN.  This research presents estimation of the rate of change of SoC on Lir2032 batteries obtained from power consumed by DC2321A as WSN load and the rate of charge of batteries by LTC3331 contained in DC2509A EH system. Test results and analysis show that the Lir2032 battery SoC value when DC2321A is operating normally without being connected to the EH decreases by 0.12% every hour. The Lir2032 battery SoC value when DC2321A is operated by connecting to the EH increases to 1.30% per hour on normal charging and 8.9% per hour on fast charging. Keywords- energy harvesting,DC2509A,  LTC3331, DC2321A, li-ion battery
ANALISIS PENGARUH JUMLAH ANTENA DAN NILAI SNR DALAM PENTRANSMISIAN DATA MENGGUNAKAN ANTENA MIMO DENGAN TEKNIK SINGULAR VALUE DECOMPOSITION (SVD) Made Ayu Sekarrini; Muhammad Fauzan Edy Purnomo; Rusmi Ambarwati
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 8, No 4 (2020)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Antena MIMO (Multiple Input Multiple Output) adalah salah satu perkembangan teknologi antena yang andal dalam pengiriman informasi. Teknologi tersebut menggunakan penggunaan multi-antena atau antenna arrays pada sisi pengirim dan penerima sehingga dapat mencapai throughput dan keandalan yang lebih baik dibanding penggunaan single antenna. Dalam pengiriman dengan jumlah antena lebih dari satu, diperlukan sebuah informasi mengenai kanal yang dapat diperoleh dari melakukan operasi invers matriks dari matriks kanal tersebut. Namun, pada sebuah sistem antena MIMO dengan jumlah antena penerima yang tidak sama dengan jumlah antena pengirim, operasi invers tidak dapat dilakukan karna matriks yang tidak persegi. Untuk mengatasi masalah tersebut, diperlukan sebuah teknik Singular Value Decomposition (SVD) untuk mendekomposisi kanal matriks yang tidak persegi. Dalam pengiriman data yang dilakukan secara nirkabel tentu saja memiliki gangguan-gangguan atau noise yang akan mempengaruhi kualitas pengiriman data. Dalam penelitian ini, akan dilakukan analisis pengaruh jumlah antena dan besaran SNR dalam simulasi pengiriman data menggunakan antena MIMO dengan teknik SVD dengan memperhatikan kualitas pengiriman melalui nilai Bit Error Rate (BER). Kata Kunci: MIMO, Singular Value Decomposition, Jumlah Antena, Signal-to-Noise Ratio, Bit Error Rate.   ABSTRACT MIMO (Multiple Input Multiple Output) antennas are one of the most reliable developments in antenna technology in sending information. This technology uses a multi-antenna or antenna array on the sending and receiving sides so that it can achieve throughput and use better ones using a single antenna. In shipments with more than one antenna, information about the channel is required, which can be obtained from performing the inverse matrix operation of the channel matrix. However, in MIMO antenna systems with a number of receiving antennas that are not the same as the number of receiving antennas, the inverse operation cannot be performed because the matrix is ​​not square. To overcome this problem, we need a Singular Value Decomposition (SVD) technique to decompose non-square matrix channels. In sending data that is done wirelessly, there are disturbances or noise that will affect the quality of data transmission. In this study, an analysis of the number of antennas and the magnitude of the SNR will be performed in the calculation of sending data using an MIMO antenna with SVD technique by evaluating the quality of transmission using Bit Error Rate (BER) value. Keywords: MIMO, Singular Value Decomposition, Number of Antennas, Signal-to-Noise Ratio, Bit Error Rate.
PERBANDINGAN OPTIMASI PENEMPATAN DAN KAPASITAS STATIC SYNCHRONOUS COMPENSATOR (STATCOM) DAN UNIFIED POWER FLOW CONTROLLER (UPFC) MENGGUNAKAN METODE ALGORITMA GENETIKA Ibadi Mulyatama; Hadi Suyono
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 8, No 4 (2020)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lajunya pertumbuhan di bidang industri membuat kebutuhan akan energi listrik semakin meningkat, hal ini memiliki dampak yaitu sistem akan bekerja secara berlebihan dan dapat menimbulkan masalah seperti rugi daya pada saluran yang dapat diperbaiki menggunakan sebuah alat dan pengoptimasian untuk memeperbaiki profil serta rugi daya, oleh karena itu tujuan dari Penelitian skripsi ini adalah simulasi pemasangan dan mengoptimisasi dua jenis alat Flexible Alternative Current Transmition System (FACTS) yaitu Static Synchronous Compensator(STATCOM) dan Unified Power Flow Controller(UPFC) di sistem tenaga listrik Jawa Bali 500kV tahun 2016 untuk mengurangi rugi daya dengan menggunakan sebuah Artificial Inteligence(AI) yang bernama Algoritma Genetika. Dari hasil simulasi didapatkan bahwa pemasangan FACTS pada sistem Jawa Bali 500kV dapat mengurangi rugi daya aktif 265,108 MW menjadi 235,24 MW untuk pemasangan STATCOM dan mengurangi menjadi 228,031untuk pemasangan UPFC. Untuk perbaikan profil tegangan awalnya terendah yaitu 0,922 pu di gardu induk Tasikmalaya kemudian tegangan terendah menjadi 0,954 pu di gardu induk yang sama untuk pemasangan STATCOM, serta tegangan terendah menjadi 0,956 pu di gardu induk Mandiracan untuk pemasangan UPFC. Kata Kunci : STATCOM, UPFC, Peralatan FACTS, Algoritma Genetika     ABSTRACT The growth in the industry increases the demand for electrical energy, this has an impact for the system and forcing to work excessively and can cause problems such as power losses in the line that can be repaired using a tool and optimization to improve the voltage profile and power losses, therefore the purpose of this thesis research is to simulate the  installation and optimize two types of Flexible Alternative Current Transmission System (FACTS) tools namely Static Synchronous Compensator (STATCOM) and Unified Power Flow Controller (UPFC) in the Java-Bali 500kV power system in 2016 to reduce power loss by using an Artificial Intelligence (AI) called Genetic Algorithm. From the simulation results it was found that the installation of FACTS on the Java-Bali 500kV system could reduce the active power loss of 265,108 MW to 235.24 MW for the installation of STATCOM and reduce it to 228,031 for installation of UPFC. To improve the lowest initial stress profile, namely 0.922 pu at the Tasikmalaya substation, the lowest voltage was 0.954 pu at the same substation for STATCOM installation, and the lowest voltage was 0.956 pu at the Mandiracan substation for UPFC installation. Keyword : STATCOM, UPFC, FACTS devices, Genetic Algorithm

Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 1 (2026) Vol. 13 No. 7 (2025) Vol. 13 No. 6 (2025) Vol. 13 No. 5 (2025) Vol. 13 No. 4 (2025) Vol. 13 No. 3 (2025) Vol. 13 No. 2 (2025) Vol. 13 No. 1 (2025) Vol. 12 No. 6 (2024) Vol. 12 No. 5 (2024) Vol. 12 No. 4 (2024) Vol. 12 No. 3 (2024) Vol. 12 No. 2 (2024) Vol. 12 No. 1 (2024) Vol. 11 No. 6 (2023) Vol. 11 No. 5 (2023) Vol. 11 No. 4 (2023) Vol. 11 No. 3 (2023) Vol. 11 No. 2 (2023) Vol. 11 No. 1 (2023) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022): Vol. 10 No. 3 (2022) Vol. 10 No. 2 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol 9, No 8 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 5 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol 7, No 7 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 6 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol 4, No 8 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol 3, No 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 7 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol 1, No 5 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue