cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa TEUB
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 2,116 Documents
SISTEM PENGONTROLAN SUHU DAN PH AIR MENGGUNAKAN KONTROLER PI DAN ON/OFF PADA AKUARIUM IKAN MASKOKI (Carassius Auratus) BERBASIS MIKROKONTROLER M. Faisal Nur Ryas R.; n/a Rahamdwati; Erni Yudaningtyas
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 8, No 5 (2020)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam penelitian ini dirancang suatu alat yang berfungsi untuk mengendalikan suhu dan pH pada akuarium ikan maskoki, sehingga suhu dan pH dapat terkontrol sesuai dengan parameter kualitas air yang dibutuhkan. Kontroler yang digunakan pada penelitian ini adalah kontroler Proporsional Integral (PI) dan On-Off. Setpoint untuk suhu air diatur sebesar 24°C. Sedangkan untuk pH air diatur sebesar 7,5 . Perancangan kontroler PI pada suhu air menggunakan metode pertama dari Ziegler-Nichols, didapatkan nilai Kp = 12,2 dan Ki = 0,0187. Kata Kunci: Kontroler PI, Kontroler On/Off, Metode Ziegler-Nichols, Suhu, pH.
IMPLEMENTASI IOT UNTUK SISTEM MONITORING VENTILATOR TRANSPORT DARURAT BERBASIS WEB Jibril Asida Angkara; Raden Arief Setyawan; Eka Maulana
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 8, No 5 (2020)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak – Pada tanggal 2 Maret 2020, Presiden Joko Widodo mengumumkan kasus pertama di Indonesia bahwa ada dua WNI yang positif corona (Covid-19). Sebelumnya, virus corona muncul di Wuhan, China. Virus ini kemudian menular dari manusia ke manusia dengan perantara cairan dari hidung atau mulut. Wabah ini telah berkembang sangat cepat. WHO lalu melabeli wabah virus corona Covid-19 ini sebagai pandemi global. Salah satu penanganan untuk pasien covid-19 adalah penggunaan ventilator sedangkan ventilator yang beredar di rumah sakit jumlahnya sedikit dan relatif mahal sehingga banyak pasien yang tidak bisa ditangani dengan baik. Oleh karena itu, dibutuhkan ventilator yang yang mampu menyelesaikan permasalahan tersebut. Penelitian ini adalah implementasi konsep Internet of Things pada ventilator transport darurat dengan harga murah, mampu bekerja secara optimal dan mampu dikendalikan dari jarak jauh. Ventilator ini bekerja menggunakan mode kontrol. Ventilator memiliki indikator yang harus diperhatikan antara lain Respiratory Rate, Tidal Volume, dan I:E Ratio. Untuk Respiratory Rate memiliki batas 5-30 napas per menit, Tidal Volume memiliki batas oksigen sebanyak 300-650 mL dan I:E Ratio 1:1 hingga 1:5. Ventilator menggunakan ambu bag sebagai sumber oksigen sehingga dibutuhkan sistem mekanis agar mampu menjalankan sistem keseluruhan. Servo MG996R adalah alat penggerak yang digunakan di ventilator ini. Untuk mengukur tekanan oksigen yang dihasilkan menggunakan sensor tekanan MPX5010DP. Mikrokontroler yang digunakan untuk membangun web server adalah nodemcu ESP8266 dan tempat pengolahan data adalah arduino uno yang datanya didapat dari web server melalui nodemcu. Dari hasil penelitian ini, sistem mampu bekerja secara optimal dan sesuai dengan yang sudah ditentukan serta tingkat keakuratan output tidal volume menunjukkan angka 96,73%. Rata-rata waktu delay dari pengiriman data dari sensor tekanan ke web server selama 83,03 ms. Pengguna mampu mengontrol dan memantau sistem secara daring menerapkan konsep Internet of Things.   Kata kunci: Covid-19, Ventilator, Internet of Things
RANCANG BANGUN SISTEM ENERGI STORAGE PADA SMART GRID Muhammad Haekal; Eka Maulana; Ponco Siwindarto
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 8, No 5 (2020)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Smart grid membutuhkan sistem energi storage, sebagai sumber catu daya sistem apabila terjadi gangguan. Baterai merupakan sistem storage pada penelitian ini. Pada baterai, pengukuran nilai State of Charge (Soc) yang didefenisikan sebagai kapasitas yang tersedia (Ah) adalah parameter yang penting dalam penggunaan baterai. Begitu juga dengan pengukuran estimasi dari State of Health (SoH) yang merepresentasikan dari kemampuan baterai menyimpan dan menyalurkan enrgi. Pada penelitian ini perhitungan State of Charge (SoC) dan State of Health (SoH) menggunakan metode Couloumb Counting. Metode Couloumb Counting ialah metode yang digunakan untuk menghitung muatan listrik yang masuk atau keluar melalui baterai. Hasil penelitian ini disajikan dalam grafik karakteristik tegangan terhadap waktu pengisian, grafik karakteristik arus terhadap waktu pengisian serta grafik kapasitas terhadap waktu pengisian. Hasil perhitungan State of Health (SoH) dengan spesifikasi baterai 12V12Ah memiliki nilai sebesar 72,03% dengan kemampuan menyimpan kapasitas 8,6445Ah. Sedangkan nilai State of Charge (SoC) yang didapatkan setelah perhitungan State of Health (SoH) menujukkan bahwa kapasitas maksimum yang dapat dicapai dengan rata – rata sebesar 31120,42 As. ABSTRACT Smart grid requires an enegy storage system, as a source of power supply if there is any disturbance. Battery is a storage system in this study. In batteries, measure the State of Charge (SoC) value that defined as avalaible capacity (Ah) is an important paramater in battery usage. Likewise measurement of estimate of the State of Health (Soh) which represents the ablity of the battery to store and deliver electrical energy. In this study, measure of State of Charge (SoC) and State of Health (SoH) are using Cououmb Counting method. Couloumb counting method is a method use to calcullate the electric charge that enters or released capacity to the load. This results of this reseacrch are presented in  voltage characteristic graph compare charging time, a graph of current characteristic compare charging time and graph of capacity compare charging time. The result of measurement of State of Health using battery with 12V12Ah has a value of 72,03%. While the value of State of Charge (SoC)is 31120,42As.
IMPLEMENTASI FPGA (FIELD PROGRAMMABLE GATE ARRAY) SEBAGAI PENGENDALI ROBOT LENGAN 4 DOF Yosef Moscati Kresna Chrisnadi; Adharul Muttaqin; Zainul Abidin
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 8, No 5 (2020)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Robot lengan merupakan salah satu jenis robot yang bentuknya menyerupai lengan manusia dan banyak digunakan dalam bidang industri saat ini. Robot lengan 4 DoF memiliki 4 aktuator yang digunakan agar ujung robot lengan dapat mencapai tujuan yang diinginkan. Dalam pengontrolannya, dibutuhkan suatu pengontrol yang dapat membangkitkan sinyal PWM yang digunakan untuk mengontrol aktuator pada robot lengan. Dalam bidang industri, diperlukan kecepatan dan ketepatan yang tinggi untuk mengontrol robot lengan. Saat masukan sistem berupa titik koordinat X, Y, dan Z, maka sistem perlu menghitung sudut tujuan masing-masing aktuator. Sehingga dibuatlah sistem pengendali robot lengan menggunakan FPGA yang terdiri dari beberapa bagian yaitu serial data parser, data processing, PWM generator, dan ADC reader. Sistem ini mampu menerima koordinat tujuan dan mengirimkan nilai sudut tujuan dan juga posisi sudut aktuator melalui komunikasi serial dengan PC, menghitung sudut tujuan untuk masing-masing aktuator berdasarkan koordinat tujuan yang diberikan, membangkitkan sinyal PWM sesuai dengan sudut tujuan, dan membaca posisi sudut dari aktuator. Dari implementasi yang dilakukan didapatkan rata-rata kesalahan hasil penghitungan sebesar 2.92% dan hasil titik tujuan sebesar 22.35% yang disebabkan faktor motor. Kata kunci: Robot Lengan 4 DoF, FPGA, PWM, Pemrosesan Paralel   ABSTRACT Arm robot is one type of robot that look like human arm and widely used in industry today. Arm robot 4 DoF has 4 actuators that used so that end-effector can reach desired goal. In controlling it, we need a controller that can generate a PWM signal which is used to control the actuator on the robot arm. In the industrial field, high speed and accuracy are needed to control the robot arm. When the system inputs are X, Y, and Z coordinate points, the system needs to calculate the destination angle of each actuators. So that the arm robot control system is made using FPGA which consists of several parts, namely the serial data parser, data processing, PWM generator, and ADC reader. This system is capable of receiving destination coordinates and sending the value of the destination angle and also the angular position of the actuator through serial communication with a PC, calculating the destination angle for each actuator based on the given destination coordinates, generating a PWM signal according to the destination angle, and reading the angular position of the actuator. From the implementation, the average error of calculation was 2.92% and the destination point was 22.35% caused by motor factor. Keyword: Arm Robot 4 DoF, FPGA, PWM, Parallel Processing
PENGARUH SUHU DAN LAMA PEMANASAN MINYAK KELAPA SAWIT TERHADAP TINGKAT KADAR AIR DAN TEGANGAN TEMBUS Andreas Parningotan S.; Mochammad Dhofir; Teguh Utomo
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 8, No 5 (2020)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dielektrik adalah suatu bahan yang memiliki daya hantar arus yang sangat kecil atau bahkan hampir tidak ada, yang dapat berwujud padat, cair dan gas. Salah satu penggunaan dielektrik cair adalah minyak isolasi yang digunakan pada transformator daya, yaitu dalam bentuk minyak mineral. Minyak kelapa sawit menjadi salah satu alternatif untuk menggantikan minyak mineral yang telah digunakan selama lebih dari seratus tahun. Sebelum digunakan sebagai minyak isolasi, minyak kelapa sawit memerlukan pengolahan dan modifikasi untuk meningkatkan kinerja dielektriknya. Penelitian ini akan melihat bagaimana pengaruh pemanasan minyak kelapa sawit terhadap tingkat kadar air dan tegangan tembusnya. Dengan menggunakan oven, akan dilihat besar pengaruh pemanasan terhadap kadar air pada minyak kelapa sawit. Kemudian minyak kelapa sawit yang sudah dipanaskan akan diuji kekuatan dielektriknya, yaitu lewat pengujian tegangan tembus. Dari hasil penelitian didapatkan semakin besar suhu dan lama pemanasan, maka semakin kecil tingkat kadar air yang didapatkan. Adapun tingkat kadar air terendah yang didapatkan sebesar 449 ppm pada pemanasan 70oC selama 60 menit. Penurunan tingkat kadar air mampu  memperbaiki tegangan tembus minyak kelapa sawit, tetapi hanya sampai pada pemanasan suhu 60oC dengan waktu 30 menit. Tegangan tembus yang didapatkan sebesar 30,61 kV. Kata kunci: minyak isolasi, minyak kelapa sawit, kadar air, tegangan tembus.   ABSTRACT Dielectric is a material that has very little or no current conductivity, which can be solid, liquid and gas. One of the uses for liquid dielectrics is the insulating oil used in power transformers, which is in the form of mineral oil. Palm oil is one of the alternatives to replace mineral oil that has been used for more than a hundred years. Before being used as an insulating oil, palm oil requires processing and modification to improve its dielectric performance. This research will look at the effect of heating palm oil on moisture content and its breakdown voltage. By using an oven, it will be seen the effect of heating on the moisture content of palm oil. Then palm oil that has been heated will be tested for its dielectric strength, namely through a breakdown voltage test. From the research results, it was found that the greater the temperature and heating time, the smaller the level of moisture obtained. As for the lowest moisture content level which is obtained at 449 ppm on 70oC in 60 minutes.  The decrease in moisture content can improve the breakdown voltage of palm oil, but only until the heating temperature is 60oC in 30 minutes. The breakdown voltage obtained is 30.61 kV. Keyword: insulating oil, palm oil, moisture content, breakdown voltage.
PEMBANGKITAN KUAT MEDAN LISTRIK TINGGI HOMOGEN UNTUK OZONISASI UDARA Habriansyah Basta Nugraha; Mochammad Dhofir; Rini Nur Hasanah
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 8, No 5 (2020)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak - Medan listrik memiliki banyak manfaat salah satu contohnya adalah sebagai produksi gas ozon (O3). Hal ini terjadi dikarenakan peningkatan polusi udara yang tinggi sehingga butuh adanya perubahan dengan cara mengionisasikan udara menjadi gas ozon (O3). Gas ozon memiliki manfaat yang banyak salah satunya untuk membersihkan polusi udara. Sehingga pada penelitian ini akan dilakukan pengujian membangkitkan medan listrik tinggi menggunakan variabel 1 rongga udara dan 2 rongga udara. Hal ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kecepatan dalam pembentukan gas ozon (O3). Dielektrik yang akan digunakan adalah berbahan keramik, dielektrik ini memiliki koefisien bernilai 7 dan dielektrik udara dengan koefisien bernilai 1. Nilai tegangan yang dilakukan pada penelitian ini adalah 6 kV hingga 30 kV. Medan listrik yang dibangkitkan dengan prinsip peluahan partial (Partial discharge). Prinsip ini dapat terjadi dengan adanya prinsip dari dielektrik berlapis. Prinsip dari dielektrik berlapis dengan adanya koefisien lapisan lebih kecil dibandingkan lapisan lain yang memiliki koefisien dielektrik lebih besar. Maka medan listrik yang terjadi akan lebih besar didaerah tersebut.. Medan listrik dalam pengujian ini akan diaplikasikan untuk memproduksi gas ozon (O3) dengan cara mengionisasikan suatu udara. Gas ozon yang dihasilkan akan diamati dengan cara perubahan air yang berwarna. Hasil dari penelitian ini menunjukkan pada rongga udara 1 tegangan input 6 kV, medan listrik yang dihasilkan 32,308 kV/cm dengan waktu 15 menit dan hasil dari penjernihan tersebut adalah warna tidak mengalami perubahan. Pada pengujian tegangan input 30 kV medan listrik yang dihasilkan 161,539 kV/cm dengan waktu 9 menit dan hasil dari penjernihan tersebut adalah jernih. Pada hasil rongga udara 2 tegangan input 6 kV, medan listrik yang dihasilkan 18,261 kV dengan waktu 15 menit dan hasil dari penjernihan tersebut adalah warna tidak mengalami perubahan. Pada tegangan input 36 kV medan listrik yang dihasilkan 109,565 kV/cm dengan waktu 10 menit dan hasil dari penjernihan tersebut adalah jernih. Kata Kunci – dielektrik berlapis, peluahan partial, rongga udara, gas ozonAbstract – Electric fields have many benefits one example is as the production of ozone gas (O3). This is due to the increase in high air pollution so there needs to be a change in the way air is ionized into ozone gas (O3). Ozone gas has many benefits for cleaning up air pollution. So in this study, tests will be conducted to generate a high electric field using variable 1 air cavity and 2 air cavities. It aims to know the difference in speed in the formation of ozone gas (O3). The dielectric to be used is ceramic, this dielectric has a coefficient of 7 and air dielectric with efficiency worth 1. The voltage value in this study was 6 kV to 30 kV. Electric field raised with the principle of partial discharge. This principle can occur in the absence of the principle of layered dielectrics. The principle of layered dielectrics with the coefficient of layers is smaller than other layers that have larger dielectric coefficients. Then the electric field that occurs will be larger in the area.. The electric field in this test will be applied to produce ozone gas (O3) by ionizing an air. The resulting ozone gas will be observed by means of colored water changes. The results of this study showed in the air cavity 1 input voltage 6 kV, the electric field generated 32,308 kV/cm with a time of 15 minutes and the result of such clearing is that the color does not change. In the input voltage test 30 kV the electric field generated 161,539 kV/cm with a time of 9 minutes and the result of the clearing was clear. In the resulting air cavity 2 input voltage 6 kV, the electric field generated 18,261 kV with a time of 15 minutes and the result of the clearing is that the color does not change. At an input voltage of 36 kV the electric field is generated 109,565 kV/cm with a time of 10 minutes and the result of such clarity is clear.Keyword – layered dielectric, partial depletion, air cavity, ozone gas 
IMPLEMENTASI LOGIKA FUZZY PADA PENGENDALI SUHU 3 LEVEL ROASTING MESIN MINI ROASTER Ahmad Farid Nurrohman S.; Goegoes Dwi Nusantoro; n/a Rahmadwati
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 8, No 5 (2020)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses penyangraian (roasting) terdapat 3 level yaitu, level light dengan suhu akhir 185  - 195  dengan rentan waktu 12 menit. Level medium dengan suhu akhir 190  - 205  dengan rentan waktu 14 menit. Level dark dengan suhu akhir 200  - 220  dengan rentan waktu 14 menit. Kontrol Logika Fuzzy menyediakan metodologi yang bersifat formal untuk merepresentasikan, memanipulasi, dan mengimplementasikan pengetahuan heuristik manusia tentang bagaimana mengontrol sebuah sistem berdasarkan sistem basis aturan (rule based system) untuk pengambilan keputusan. Aturan (fuzzy rule) dibuat dengan menggunakan pernyataan “IF-THEN” untuk memperoleh data crips. Pada tahap pengujian dilakukan dengan cara memilih level kopi yang diharapkan. Output dari Kontrol Logika Fuzzy (KLF) adalah mengatur level duty cycle pada range 0-100 untuk memberikan tegangan input pada Robotdyn AC Light Dimmer yang akan memberikan tegangan input pada elemen pemanas 1000W pada mesin mini roaster kopi. Dilakukan pengujian alat pada sensor thermocouple – K dengan memperoleh error suhu sebesar 1,108%. Kemudian dilakukan pengujian sistem tanpa diberikan green bean kopi pada level light roast, diperoleh nilai Mean Square Error sebesar 14,212. Pada level medium roast, diperoleh nilai Mean Square Error sebesar 11,533. Kemudian saat level dark roast, diperoleh nilai Mean Square Error sebesar 17,321. Pada pengujian sistem dengan diberikan green bean kopi pada level light roast, medium roast, dan dark roast didapatkan nilai Mean Square Error sebesar 14,115, 26,536, dan 29,427. Sehingga dapat disimpulkan bahwa implementasi Kontrol Logika Fuzzy (KLF) pada mesin mini roaster kopi dengan 3 level roasting bekerja sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan pada mode light sedangkan pada mode medium dan dark belum memenuhi spesifikasi sistem dikarenakan pada saat kenaikan suhu setelah kondisi awal setpoint telah berubah. Kata kunci: Mesin Mini Roaster Kopi, Thermocouple – K, Level Roasting, Robotdyn AC Light Dimmer   ABSTRACT The roasting process has 3 levels, namely, light level with a final temperature of 185 ℃ - 195 ℃ with a vulnerable time of 12 minutes. Medium level with a final temperature of 190 ℃ - 205 rentan with a vulnerable time of 14 minutes. Dark level with a final temperature of 200 ℃ - 220 ℃ with a vulnerable time of 14 minutes. Fuzzy Logic Control provides a formal methodology for representing, manipulating, and implementing human heuristic knowledge about how to control a system based on a rule-based system for decision making. Fuzzy rules are created using the statement "IF-THEN" to obtain crips data. In the testing phase, it is done by selecting the expected level of coffee. The output of the Fuzzy Logic Control (FLC) is to set the duty cycle level in the range 0-100 to provide input voltage to the Robotdyn AC Light Dimmer which will provide input voltage to the 1000W heating of element on the mini coffee roaster machine. The instrument testing was carried out on the K-thermocouple sensor with a temperature error of 1.108%. Then the system testing was carried out without being given green bean coffee at the light roast level, obtained a Mean Square Error value of 14,212. At the medium roast level, the Mean Square Error value is 11,533. Then at the dark roast level, the Mean Square Error value is 17,321. In testing the system by giving green coffee beans at light roast, medium roast, and dark roast, the Mean Square Error value is 14,115, 26,536, and 29,427. So it can be concluded that the implementation of Fuzzy Logic Control (KLF) on a mini roaster coffee machine with 3 roasting levels works according to the desired specifications in light mode, while in medium and dark modes it does not meet the system specifications because at the time the temperature rises after the initial setpoint conditions have changed. Keywords- Mini Coffe Roaster Machine,Thermocouple – K, Roasting Level, Robotdyn AC Light Dimmer
RANCANG BANGUN MESIN MINI ROASTER KOPI OTOMATIS UNTUK DESA WISATA EDUKASI KOPI HARJOKUNCARAN Ubaid Ikbar Najib Nur Fauzi; Akhmad Zainuri; Onny Setyawati
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 8, No 5 (2020)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kualitas kopi konsumsi dipengaruhi oleh beberapa faktor, meliputi pertanian kopi (50%), kegiatan roasting (30%) dan brewing (20%). Kegiatan roasting kopi sering kali dilaksanakan secara subjektif sehingga kualitas dan tingkat kematangan roasting sangat bergantung pada penyangrai. Pada saat roasting, kopi akan mengalami tiga fase yaitu: fase dehidrasi, fase maillard dan fase development. Tiap penyangrai harus memiliki keahlian khusus dan pengalaman terutama dalam kepekaan memantau tiap fase proses roasting, mengatur suhu dan waktu roasting. Apabila penyangrai salah dalam penerapan manajemen proses akan menyebabkan kecacatan hasil roasting. Pengaturan manajemen proses yang sesuai standar dan teruji oleh profesional dengan menerapkan otomatisasi diharapkan masyarakat secara umum pun dapat melaksanakan kegiatan roasting ini dengan mudah. Perancangan ini mengatur tiga jenis mode roasting yaitu light roast, medium roast dan dark roast. Komponen yang digunakan antara lain sensor suhu thermocouple, pembaca kecepatan putar rotary encoder, elemen pemanas, motor DC mikrokontroler ESP32 sebagai pengontrol bagian suhu menggunakan metode kontrol ON/OFF dan Arduino Mega 2560 sebagai pengontrol bagian motor dan LCD 20x4, serta komponen pendukung lainnya. Waktu yang dibutuhkan pada proses roasting mode light roast= 13 menit 30 detik, medium roast= 14 menit 30 detik dan dark roast=15 menit 30 detik. Penilaian hasil roasting oleh 3 orang barista profesional di kota Malang menggunakan parameter penilaian mutu SNI antara lain flavor, fragrance, aftertaste, acidity, body, sweetness, uniformity, clean cup, balance dan overall. Kata kunci: mesin roasting kopi otomatis, teknik roasting, thermocouple, rotary encoder,   ABSTRACT The quality of coffee consumption is affected by several factors, there are agricultural processes coffee (50 %), roasting activity (30 %) and brewing (20 %). Roasting coffee activities often carried out very subjective and the quality and level of roasting maturity depend on roaster.  During the roasting process, coffee will be in the three phases and: dehydration phase, maillard phase and development phase. Each roaster must have special skills and experience especially in monitoring each roasting phase, regulating temperature and roasting time. When roaster wrong in the implementation of the management process will cause defect results. The management process according to standard and tested by professional that will be implemented in automation method, general people can carry on a roasting process easily. This design set three types of roasting mode. There are light roast, medium roast and dark roast. The components needed are thermocouple as temperature sensor, rotary encoder as speed reader, a heating element, microcontroller esp32 as a temperature control with ON/OFF control methode, and Arduino Mega 2560 control as the controller of motorcycle and lcd 20x4, and other component supports. The Roasting time to do overall process are light roast= 13 minutes 30 seconds, medium roast= 14 minutes 30 seconds and dark roast=15 minutes 30 seconds. The results of the testing by the 3 proffesional baristas in Malang City use parameter from Indonetia National Standarized  (SNI) are flavor, fragrance, aftertaste, acidity, body, sweetness, uniformity, clean cup, balance dan overall. Keywords: Automatic coffee roaster machine, roasting technique, thermocouple, rotary encoder
PENGARUH BOMBARDIR PARTIKEL BERMUATAN PADA PERMUKAAN PLAT TEMBAGA DENGAN DIELEKTRIK GAS KARBONDIOKSIDA MENGGUNAKAN HVAC Hakim, Luqman; Dhofir, Mochammad; Suyono, Hadi
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 8, No 5 (2020)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bombardir partikel merupakan efek yang timbul akibat adanya benturan partikel bermuatan terhadap permukaan elektroda. Bombardir partikel bersifat merusak dan dapat menurunkan kualitas material elektroda. Penelitian ini dilakukan dengan variasi pengujian meliputi perubahan tegangan, tekanan, dan jarak sela. Pengujian menggunakan plat tembaga dilakukan di dalam Vacuum Chamber selama satu menit. Dilakukan perhitungan dan analisis untuk mengetahui nilai jumlah molekul, jarak bebas, kecepatan molekul, energi kinetik, serta pengambilan gambar struktur mikro permukaan plat tembaga menggunakan Scanning Electron Microscope (SEM) untuk menunjukkan efek dari bombardir partikel dengan perbesaran hingga 2000 kali. Bombardir partikel bermuatan pada suatu kondisi ditemukan terjadi hanya jika nilai tegangan mampu menyebabkan ionisasi pada gas. Bombardir partikel terkuat terjadi dengan  kecepatan 6,4199x103 m/s dengan energi kinetik partikel 9,40 eV. Bombardir tersebut menghasilkan banyak lubang berukuran kecil yang mengumpul pada satu sisi plat dan dan lubang berukuran besar pada sisi plat lain namun berjumlah sedikit. Lubang terbesar akibat bombardir ditemukan sebesar 3,2 µm. Variasi tekanan, tegangan, dan jarak sela dapat mempengaruhi besarnya nilai energi kinetik yang kemudian menimbulkan efek bombardir partikel pada plat tembaga. Kata kunci: Bombardir, muatan, energi kinetik, plat tembaga ABSTRACT Particle bombardment is an effect from the collision of charged particles against the electrode surface. Particle bombardment is destructive and can degrade the quality of the electrode material. This research was conducted with a variety of tests including changes in voltage, pressure, and gap. Testing using a copper plate was carried out in the Vacuum Chamber for one minute. Then calculate and analyze to determine the value of the number of molecules, free distance, molecular velocity, kinetic energy, and taking picture of the plate surface’s microstructure using Scanning Electron Microscope (SEM) to show the damage caused by the ion bombardment with magnification up to 2000 times. It was found that charged particle bombardment in a condition only happens when the voltage value enough for causing ionization of the gas. The strongest ion particle bombardment occured with a velocity at 6,4199x103 m/s with kinetic energy at 9,40 eV. There are many small holes that collect on one side of the plate and the large holes on the other side of the plate but are small in number. The biggest hole due to the bombardment was formed at diameter of 3,2 µm. Variations in pressure, voltage, and gap can affect the value of the kinetic energy which then has an impact on the level of damage to copper plate Keywords: Bombardment, charged, kinetic energy, copper plate.
PENGENDALIAN KECEPATAN MOTOR DC MENGGUNAKAN BUCK KONVERTER DENGAN PENGENDALI SLIDING MODE DAN DIFFERENTIAL FLATNESS Fadhil Ilma; Rini Nur Hasanah; Lunde Ardhenta
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 8, No 5 (2020)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Makalah ini menjelaskan mengenai pengendalian kecepatan motor DC dengan tegangan masukan motor DC berasal dari keluaran buck converter. Motor DC yang digunakan ialah motor DC magnet permanen. Pengendalian kecepatan motor DC pada penelitian ini dengan mengendalikan switching pada buck converter menggunakan pengendali sliding mode. Sementara pengendali differential flatness digunakan untuk mengonversi keluaran motor DC yang berupa kecepatan sudut menjadi tegangan untuk selanjutnya diproses oleh pengendali. Untuk menguji kestabilan keluaran dari motor DC dengan memberi nilai pada torsi beban dan mengubah nilai tegangan masukan dari buck converter . Nilai kecepatan sudut yang diinginkan sebesar 25 rad/s. Untuk pengujian dengan memberi torsi beban. dengan torsi beban 0,01 Nm didapatkan kecepatan sudutnya sebesar 25,02 rad/s, untuk torsi beban 0,02 Nm sebesar 25,06 rad/s, untuk torsi beban 0,03 Nm sebesar 25,06 rad/s, untuk torsi beban 0.04 Nm sebesar 25,01 rad/s, dan untuk torsi beban 0,05 Nm sebesar 25 rad/s. Lalu untuk pengujian dengan mengubah nilai tegangan masukan dari buck converter, kecepatan sudut yang dihasilkan tetap 25 rad/s. Kata kunci : buck converter, motor DC, sliding mode, differential flatness. ABSTRACT This paper describes the speed control of a DC motor with the DC motor input voltage coming from the buck converter output. And it uses a permanent magnet DC motor. The controlling speed of DC motor in this research is by controlling the switching on the buck converter it using a sliding mode control. While the differential flatness control is used to convert the DC motor output in the form of angular velocity into a voltage which is then processed by the controller. To test the output stability of the DC motor by giving a value to the load torque and changing the value of the input voltage of the buck converter. The desired angular velocity value is 25 rad/s. For testing by giving load torque, with a load torque of 0.01 Nm, the angular speed is 25.02 rad/s, for a load torque 0.02 Nm of 25.06 rad/s, for a load torque 0.03 Nm of 25.06 rad/s, for a load torque 0.04 Nm of 25.01 rad/s, and for load torque 0.05 Nm of 25 rad/s. Then for testing by changing the voltage input value of the buck converter, the resulting angular velocity remains 25 rad/s. Keyword : buck converter, DC motor, sliding mode, differential flatness.

Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 1 (2026) Vol. 13 No. 7 (2025) Vol. 13 No. 6 (2025) Vol. 13 No. 5 (2025) Vol. 13 No. 4 (2025) Vol. 13 No. 3 (2025) Vol. 13 No. 2 (2025) Vol. 13 No. 1 (2025) Vol. 12 No. 6 (2024) Vol. 12 No. 5 (2024) Vol. 12 No. 4 (2024) Vol. 12 No. 3 (2024) Vol. 12 No. 2 (2024) Vol. 12 No. 1 (2024) Vol. 11 No. 6 (2023) Vol. 11 No. 5 (2023) Vol. 11 No. 4 (2023) Vol. 11 No. 3 (2023) Vol. 11 No. 2 (2023) Vol. 11 No. 1 (2023) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022): Vol. 10 No. 3 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol. 10 No. 2 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol 9, No 8 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 5 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol 7, No 7 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 6 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol 4, No 8 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol 3, No 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 7 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol 1, No 5 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue