cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa TEUB
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 2,116 Documents
Implementasi PCM (Pulse Code Modulation) sebagai Pengolah Sinyal pada Sistem Pendeteksi Musik untuk Aplikasi Robot Albar Rizka Bahar; Wahyu Adi Priyono; Ali Mustofa
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 1, No 3 (2013)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (722.202 KB)

Abstract

Dalam kontes robot seni Indonesia, setiap robot diharuskan menari pada saat musik dimainkan, kemudian berhenti menari ketika musik tidak dimainkan, sehingga robot membutuhkan sistem pendeteksi suara yang tepat. Pulse code modulation (PCM) adalah metode modulasi yang dapat digunakan sebagai pengolah sinyal suara yang dihasilkan microphone melalui proses filterisasi (lowpass filter dengan frekuensi cutoff dibawah 4kHz), penyamplingan (frekuensi sinyal penyampling 8 kHz), proses kuantisasi 10 bit ADC dan pengkodean NRZ(non return to zero) 1 bit. Lagu uji yang digunakan dalam penelitian adalah jiyuu e no shotai. Hasil pengujian menunjukan sistem yang dibuat telah dapat mengenali musik dan menyalakan LED biru ketika lagu uji dimainkan serta menyalakan LED merah ketika musik tidak dimainkan atau lagu yang dimainkan bukan lagu uji, sehingga dapat disimpulkan prinsip PCM dapat diimplementasikan sebagai pengolah sinyal dalam sistem pendeteksi musik untuk robot seni. Kata Kunci— PCM, Musik, Robot Penari, Pengolah Sinyal, microphone
Sistem Monitoring Sudut Hadap Payload terhadap Titik Peluncuran Roket Wahyudi, Cholik Hari; Rif'an, Mochammad; Nurussa'adah, n/a
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 1, No 3 (2013)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (945.342 KB)

Abstract

Payload atau muatan roket merupakan salah satu produk elektronika yang sangat bermanfaat dalam bidang teknologi dirgantara. Payload tersusun atas beberapa sensor yang berfungsi untuk mengetahui keadaan lingkungan. Selain itu payload juga dibekali sensor-sensor yang digunakan sebagai monitor pergerakan payload. Sensor kompas digital merupakan salah satu sensor yang digunakan untuk menunjukkan arah payload. Sedangkan modul GPS merupakan modul yang dapat menunjukkan koordinat titik peluncuran serta posisi payload saat bergerak di udara. Sensor kompas digital CMPS10 dan modul GPS SKM-53 dapat diimplementasikan pada payload sehingga dapat menunjukkan sudut hadap payload terhadap titik peluncurannya. Hasil pengujian menunjukan bahwa modul kompas digital CMPS10 memiliki akurasi sebesar +1°. Modul GPS receiver SKM-53 memiliki akurasi sebesar 6,63 meter (radius). Modul RF transceiver YS-1020 mampu melakukan transmisi data hingga radius 270 meter. Sistem monitoring sudut hadap payload terhadap titik peluncuran mampu menunjukkan besarnya sudut hadap dengan akurasi sebesar 1° pada jarak lebih dari 50 meter, dan akurasi berubah hingga 15° pada jarak kurang dari 50 meter.   Kata Kunci— Kompas Digital CMPS10, Modul GPS SKM-53, Sudut Hadap Payload.
PERFORMANSI SISTEM KOMUNIKASI KOOPERATIF MENGGUNAKAN TEKNIK AMPLIFY AND FORWARD (AF) DENGAN MODULASI QUADRATURE PHASE SHIFT KEYING (QPSK) Alvin Yazlin; Ali Mustofa; Muhammad Fauzan Edy Purnomo
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 1, No 3 (2013)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (966.699 KB)

Abstract

Pada media nirkabel sinyal yangdikirimkan sering mengalami gangguan yang dapatmenurunkan kinerja sistem. Hal ini dapat membuat kondisikanal menurun, mengakibatkan kapasitas kanal dankeandalan data yang dikirimkan juga menurun. Komponenyang termasuk gangguan tersebut adalah multipath fading.Salah satu cara untuk mengurangi efek fadingadalah dengan menggunakan antena jamak pada sisipenerima, proses ini disebut sistem komunikasi kooperatif.Sistem komunikasi kooperatif digunakan untuk mengurangidata rusak pada proses pengiriman data. Pada skripsi ini akandibahas mengenai pengaruh sistem komunikasi kooperatifpada bagian penerima. Dilakukan perbandingan antara sistemkomunikasi kooperatif dengan sistem komunikasi nonkooperatif. Pada sistem komunikasi kooperatif juga diterapkanteknik amplify and forward (AF) agar sistem menjadi lebihstabil terhadap gangguan AWGN dan multipath fading.Dilakukan juga perbandingan antara sistem komunikasikooperatif dengan teknik amplify and forward (AF) dansistem komunikasi kooperatif tanpa teknik amplify andforward (AF).Dari hasil perhitungan dan analisis didapatkanbahwa sistem komunikasi kooperatif membuat sistem menjadilebih stabil terhadap gangguan AWGN dan mengurangisymbol error rate (SER) sistem. Sistem komunikasi kooperatifdengan teknik amplify and forward (AF) lebih cepatmengurangi nilai SER saat penerima memiliki Eb/N0 tinggi.Pada signal noise to ratio (SNR) 30dB, sistem komunikasikooperatif tanpa teknik amplify and forward (AF) mencapainilai SER=0,001 saat penerima memilikii Eb/N0=15dB dansistem komunikasi kooperatif dengan teknik amplify andforward (AF) mencapai SER=0,001167 saat penerimamemiliki Eb/N0=13dB.
Penerapan Floating Point Unit Sebagai Co-processor yang Diimplementasikan dengan Menggunakan FPGA Kanzi Mahfi; Mochammad Rif'an; Waru Djuriatno
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 1, No 3 (2013)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (808.849 KB)

Abstract

Sirkuit aritmatika merupakan bagian penting dari sistem digital. Dengan kemajuan luar biasa dalam VLSI, banyak sirkuit yang kompleks, yang kemarin tak terpikirkan menjadi mudah terealisasi saat ini.Dalam skripsi ini unit aritmatika bekerja berdasarkan standar IEEE 754 untuk bilangan floating point presisi tunggal telah diimplementasikan pada FPGA Spartan 3E. Unit aritmatika yang diimplementasikan memiliki unit pengolahan 32 bit yang mampu untuk melakukan operasi aritmatika seperti, penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian serta mampu menangani operasi perhitungan khusus yang tidak bisa dikerjakan oleh model operasi standar. Sintesis FPGA untuk unit aritmatika dilakukan dengan menggunakan Xilinx ISE 11.1.Hasilnya unit aritmatika ini mampu bekerja menghitung dua buah bilangan floating point presisi tunggal standar IEEE 754 dengan waktu yang dibutuhkan sebesar 233.689ns.   Kata Kunci— Floating Point, FPGA, Standar IEEE 754, Unit Aritmatika, Operasi Aritmatika.
Studi Pemanfaatan Arang Tempurung Kelapa Untuk Perbaikan Resistansi Pembumian Jenis Elektroda Batang Lucky Dedy Purwantoro; n/a Soemarwanto; Harry Soekotjo Dachlan
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 1, No 3 (2013)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.211 KB)

Abstract

Gangguan yang disebabkan karena adanya arus lebih pada sistem distribusi dapat menyebabkan penurunan tegangan yang cukup besar, penurunan stabilitas sistem, membahayakan jiwa orang serta dapat merusak peralatan elektronik. Salah satu cara untuk menghindari hal tersebut adalah perlu dipasang sistem pembumian yang baik. Sistem pembumian yang baik yakni semakin kecil nilai resistansi pembumian maka kemampuan mengalirkan arus ke tanah semakin besar sehingga arus gangguan tidak mengalir dan merusak peralatan. Dalam study kasus ini dilakukan treatment terhadap tanah dengan pemberian arang tempurung kelapa untuk memperkecil nilai resistansi pembumiannya. Arang tempurung kelapa memiliki nilai resistivitas yang lebih rendah dari tanah serta memiliki struktur pori yang lebih besar sehingga dapat menyerap air lebih banyak dan memiliki sifat konduktif. Dalam penelitian ini juga dikaji mengenai faktor yang mempengaruhi sistem pembumian dengan memanfaatkan arang tempurung kelapa, diantaranya adalah pengaruh penambahan diameter arang tempurung kelapa yang ditanam konsentris elektroda batang dan pengaruh konsentrasi air dalam arang tempurung kelapa yang kemudian hasil kajian penelitian ini bisa dijadikan acuan pada perancangan sistem pembumian elektroda jenis batang untuk mendapatkan nilai resistansi pembumian terkecil. Kata Kunci – arang tempurung kelapa, elektroda batang, resistansi pembumian
Analisis Keandalan Sistem Distribusi Tenaga Listrik Penyulang Jember Kota dan Kalisat di PT. PLN APJ Jember M. Yudistya Perdana; Teguh Utomo; Harry Soekotjo Dachlan
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 1, No 3 (2013)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.078 KB)

Abstract

PT. PLN Jember mempunyai 3 gardu induk (GI), yaitu GI Jember, Tanggul dan Lumajang. Penyulang Jember Kota dan Kalisat disuplai tenaga dari satu gardu induk (GI) yaitu GI Jember. Penyulang Jember Kota mempunyai jumlah pelanggan sebanyak 19710 pelanggan. Penyulang ini mempunyai dua jenis kabel, yaitu kabel bawah tanah dan kabel saluran udara dengan panjang kabel bawah tanah 0.15 kms kabel saluran udara 172 kms. Penyulang Kalisat mempunyai jumlah pelanggan sebanyak 37119 pelanggan. Penyulang ini mempunya dua jenis kabel, yaitu kabel bawah tanah dan kabel saluran udara dengan panjang kabel bawah tanah adalah adalah 0.9 kms dan kabel saluran udara adalah 137,5 km. Kerapnya PMT trip di Penyulang Jember Kota dan Penyulang Kalisat menyebabkan Keandalan Sistem Distribusi Tenaga Listrik yang rendah, sehingga citra PLN menjadi tidak baik dihadapan pelanggannya. Sejalan dengan itu perlu dikembangkan suatu cara penilaian terhadap keandalan penyulang yang berkaitan erat dengan tingkat mutu pelayanan PLN. Keandalan Sistem Distribusi Tenaga Listrik antara  lain disebabkan oleh banyaknya gangguan, lamanya pemadaman yang diakibatkan oleh trip-nya penyulang, kondisi jaringan penyulang, dan juga jenis penghantar yang digunakan. Pada penyulang Jember Kota dan Kalisat, seringkali terjadi pemadaman yang mengakibatkna keandalan system menjadi rendah. Untuk mengukur ineks keandalan tersebut biasanya digunakan indicator SAIDI (Sistem Average Interuption Duration Index) yaitu rata-rata durasi pemadaman sistem dan indicator SAIFI (Sistem Average Interuption Frequency Index) yaitu rata-rata frekwensi padamnya system. Penyulang Jember Kota mempunyai nilai realisasi SAIDI per tahunsebesar 3,987 jam/tahun, dan SAIFI per tahun sebesar 8,343 pemadaman/tahun, dalam arti bahwa SAIDI-SAIFI di penyulang Jember Kota relatif sedikit dari nilai realisasi yang ditargetkan. Hal ini menunjukkan bahwa penyulang Jember Kota mempunyai tingkat keandalan yang tinggi. Penyulang Kalisat mempunyai nilai realisasi SAIDI per tahun sebesar 8,345 jam/tahun, dan SAIFI per tahun sebesar 7,085 pemadaman/tahun, dalam arti bahwa SAIDI-SAIFI di penyulang Kalisat relatif sedikit dari nilai realisasi yang ditargetkan. Hal ini menunjukkan bahwa penyulang Kalisat mempunyai tingkat keandalan yang tinggi Kata kunci : keandalan laju kegagalan, laju perbaikan, nilai SAIDI-SAIFI.
APLIKASI PENGENDALI SUHU RUANGAN DENGAN KONTROLER LOGIKA FUZZY BERBASIS MIKROKONTROLER AVR-ATMEGA 328 Diyan Agung W.; n/a Purwanto; Bambang Siswojo
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 1, No 3 (2013)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.855 KB)

Abstract

Kontroller Logika Fuzzy (Fuzzy Logic Controller) telah terbukti dapat digunakan sebagai kontroller dengan model plant yang sukar diprediksi. Algoritma kontroler ini diproses secara digital berdasarkan Membership Function untuk Error, Change Error dan Output. Dengan adanya mikrokontroler yang kompak sangat dimungkinkan algoritma kontroler ini ditanamkan kedalam mikrokontroler. Selain itu dengan adanya kompiler bahasa pemrograman C untuk mikrokontroler akan mempermudah mengimplementasikannya. Untuk mengimplementasikan Kontroler Logika Fuzzy digunakan mikrokontroler ATMEL AVR-ATMEGA328. Mikrokontroler ini secara internal memiliki sejumlah ADC (Analog to Digital Converter) internal. ADC (Analog to Digital Converter) internal digunakan untuk mengubah sinyal analog menjadi digital untuk setpoint dan umpan balik. Sebagai keluaran digunakan metode PWM (Pulse Width Modullation) menggunakan internal PWM (Pulse Width Modullation) yang dimiliki mikrokontroler. Keluaran PWM (Pulse Width Modullation) dimodulasi oleh keluaran defuzzyfikasi untuk mengatur daya pemanas. Kontroler Logika Fuzzy yang telah dibuat berhasil dapat menyelesaikan sistem kontrol dengan model plant yang sulit diprediksi atau tanpa mencari model dari plant. Hasil pengujian respon memiliki Time Steady State sebesar 35 detik pada set point 65 derajat celcius. Sedangkan error pada setpoint 65 derajat celcius sebesar 2 derajat celcius atau persentase error sebesar 3,08 %.
Monitoring Posisi Operasi Tim SAR - SRU (Search And Rescue Unit) Pada Daerah Bencana Dengan Memanfaatkan GPS (Global Positioning System) Septian Enggar Susanto; Mochammad Julius St.; Eka Maulana
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 1, No 3 (2013)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (918.978 KB)

Abstract

Dalam kegiatan SAR, komunikasi mempunyai peranan yang sangat penting, salah satunya sebagai sarana komando dan pengendalian yang dimaksudkan agar pada saat terjadi musibah, tim SAR - SRU di lapangan dapat dikendalikan dan dikoordinasikan secara terpadu oleh tim SAR pemantau yaitu OSC (On Scene Commender) atau SMC (SAR Mission Coordinator). Komunikasi selama operasi SAR menjadi faktor pendukung dalam pelaksanaan operasi SAR. Komunikasi yang digunakan biasanya adalah komunikasi suara (voice) yang dalam hal ini radio komunikasi VHF, HF, UHF atau telepon satelit. Oleh sebab itu sangat dituntut keandalan seluruh peralatan komunikasi SAR sebagai pendukung dalam pelaksanaan operasi SAR. Penggunaan alat komunikasi berupa tampilan visual yang efisien dalam monitoring posisi operasi tim SAR - SRU oleh tim SAR pemantau (SMC/OSC) sangat diperlukan, selain komunikasi suara (voice) yang telah biasa digunakan oleh tim SAR saat ini. Pada monitoring posisi operasi tim SAR - SRU ini memanfaatkan GPS receiver dan SMS. Dalam  sistem  ini,  digunakan ATmega162  sebagai  pusat  pengolah data dan  modem GSM wavecom untuk komunikasi via SMS. Komputer dengan akses internet dapat menampilkan posisi tim SAR - SRU melaui Google Map. Selain itu, tim SAR - SRU juga bisa memberikan informasi tentang jumlah korban yang telah ditemukan di daerah bencana. Kata Kunci— GPS receiver, SMS, modem GSM wavecom, ATmega162,  microsoft visual C# 2005
Implementasi Logika Fuzzy Sebagai Perintah Gerakan Tari Pada Robot Humanoid KRSI Menggunakan Sensor Kamera CMUCAM4 Gladi Buana; n/a Purwanto; Muhammad Aziz Muslim
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 1, No 3 (2013)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (689.362 KB)

Abstract

Pada Kontes Robot Seni Indonesia (KRSI) robot diharuskan melakukan gerakan tari yang berbeda pada tiap zona lapangan. Zona lapangan ini ditandai dengan warna yang berbeda. Untuk keperluan tersebut, pada penelitian ini dikembangkan metode pengenalan warna untuk mendeteksi zona lapangan KRSI. Metode yang digunakan untuk pengaturan ini ialah logika fuzzy. Metode ini melalui beberapa tahap, yaitu fuzzifikasi, kaidah atur (Rule-base) dan inferensi, dan defuzzifikasi. Penelitian ini menggunakan sensor kamera CMUCAM4 untuk pendeteksian warna pada lintasan. Data dari sensor diproses dengan logika fuzzy menggnakan mikrokontroler ATMega8 sebagai mikrokontroler slave. Data terkontrol dikirim ke mikrokontroler master yaitu ATMega128 untuk kemudian diproses dan dikirimkan ke motor DC servo sebagai aktuator. Hasil pengujian menunjukkan bahwa metode logika fuzzy cukup efektif digunakan untuk mendeteksi warna lapangan. Dari beberapa hasil uji yang dilakukan robot humanoid dapat melaksanakan perintah sesuai dengan yang diinginkan. Kata Kunci: robot humanoid, KRSI, perintah gerakan tari, logika fuzzy, sensor kamera.
PENGENDALIAN POSISI STAMPING ROD BERBASIS PNEUMATIC MENGGUNAKAN DCS CENTUM VP Ahmad Doniarsyah Zen; Muhammad Aziz Muslim; n/a Retnowati
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 1, No 3 (2013)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (933.504 KB)

Abstract

Distributed Control System atau lebih dikenal dengan DCS, saat ini jamak digunakan di industri besar. Dalam skripsi ini DCS diaplikasikan sebagai pengendali posisi stamping rod  yang menggunakan silinder pneumatik. Input yang diberikan berupa besaran analog dan output dari DCS adalah arus 4-20mA yang dihubungkan pada electro-pneumatic regulator untuk mengatur posisi silinder agar sesuai dengan set point. Pada umumnya posisi silinder tidak diatur sehingga piston hanya dapat di posisi minimal atau maksimal, tidak dapat berada di antara keduanya. Akibatnya  dibutuhkan banyak silinder dengan panjang stroke yang berbeda untuk melakukan stamping tanggal kadaluarsa pada produk dengan ukuran kemasan yang berbeda. Hasil pengujian seluruh sistem terhadap block kontroler ONOFF menunjukkan bahwa respon sistem untuk setpoint 10cm terjadi osilasi dengan T (periode) 7,1s dan A (amplitudo) 85%. Hasil pengujian terhadap seluruh sistem terhadap block kontroler PID dengan parameter P=150, I=100, D=0,1 respon yang dihasilkan memiliki td (waktu tunda) 520,34s, ts (time steady) 955,97s, Mp (maximum overshoot) 69,59%, dan Ess (error steady state) 1,55%. Hasil ini menunjukkan bahwa dengan blok kontroler PID, DCS dapat mengendalikan posisi silinder, namun kemampuan DCS CENTUM VP untuk menerima data dan mengeluarkan sinyal kontrol cukup lambat. Kata kunci : Distributed Control System, Stamping Rod, Sistem Pneumatik.

Page 6 of 212 | Total Record : 2116


Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 1 (2026) Vol. 13 No. 7 (2025) Vol. 13 No. 6 (2025) Vol. 13 No. 5 (2025) Vol. 13 No. 4 (2025) Vol. 13 No. 3 (2025) Vol. 13 No. 2 (2025) Vol. 13 No. 1 (2025) Vol. 12 No. 6 (2024) Vol. 12 No. 5 (2024) Vol. 12 No. 4 (2024) Vol. 12 No. 3 (2024) Vol. 12 No. 2 (2024) Vol. 12 No. 1 (2024) Vol. 11 No. 6 (2023) Vol. 11 No. 5 (2023) Vol. 11 No. 4 (2023) Vol. 11 No. 3 (2023) Vol. 11 No. 2 (2023) Vol. 11 No. 1 (2023) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022): Vol. 10 No. 2 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol 9, No 8 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 5 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol 7, No 7 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 6 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol 4, No 8 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol 3, No 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 7 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol 1, No 5 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue