cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa TEUB
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 2,116 Documents
Pengoreksi Kesalahan Ejaan Bahasa Indonesia Menggunakan Metode Levenshtein Distance Rachmania Nur Dwitiyastuti; Adharul Muttaqin; Muhammad Aswin
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.59 KB)

Abstract

Penggunaan komputer, khususnya word processor, sebagai alat bantu dalam penulisan bisa meringankan kerja manusia. Meskipun demikian, kadang masih terjadi kesalahan dalam penggunaan word processor. Kesalahan yang dimaksudkan adalah kesalahan ejaan yang disebabkan oleh kelalaian pengguna. Kesalahan ejaan terjadi jika kata yang dituliskan pengguna tidak tercantum dalam kamus kata Bahasa Indonesia. Penyebab kesalahan ejaan yang umum terjadi antara lain: penggantian satu huruf, penyisipan satu huruf, penghilangan satu huruf, maupun penukaran dua huruf berdekatan. Cara untuk mengatasi terjadinya kesalahan ejaan adalah dengan membuat sistem pengoreksi ejaan. Sistem dimulai dengan memeriksa keberadaan kata dalam kamus, lalu memberikan sugesti untuk kata yang tidak terdapat pada kamus. Metode yang digunakan dalam pemberian sugesti adalah metode Levenshtein Distance, yaitu metode untuk mencari jumlah perbedaan yang terdapat dalam dua buah string. Pengujian dilakukan dengan memasukkan kata-kata secara acak untuk dikoreksi ejaannya. Dari hasil pengujian pencarian kata, sistem bisa menentukan apakah kata-kata tersebut ejaannya benar atau tidak. Dari hasil pengujian pencarian sugesti didapatkan bahwa sistem sudah bisa mendeteksi kesalahan dan memberi sugesti untuk tiap kategori kesalahan ejaan.   Kata Kunci—kesalahan ejaan, pengoreksi ejaan, Levenshtein Distance, sugesti.
Analisis Kondisi Steady-State dan Dinamik pada Sistem Kelistrikan PT. Badak NGL Bontang, Kalimantan Timur Dwi Indra Kusumah; Hadi Suyono; Mahfudz Shidiq
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1413.622 KB)

Abstract

Pada penelitian ini dilakukan analisis stabilitas sistem daya pada sistem kelistrikan di PT Badak NGL saat kondisi captive maupun kondisi interkoneksi terhadap gangguan 3 fasa pada bus generator. Analisis stabilitas ini bertujuan untuk mengetahui performa sudut rotor dan frekuensi generator sebelum, selama, dan setelah terjadi gangguan. Selain itu dilakukan juga analisis mengenai pengaruh penggunaan Turbine Governor dan kontrol Automatic Voltage Regulator (AVR) terhadap stabilitas sistem daya dan penentuan waktu pemutusan kritis generator. Setelah melakukan penelitian dan simulasi, didapatkan bahwa sistem daya pada saat kondisi awal maupun kondisi interkoneksi adalah stabil untuk kondisi dimana gangguan tiga (3) fasa ke tanah diterapkan pada sistem. Selain itu, sistem interkoneksi memiliki performa yang lebih baik dibandingkan sistem captive, hal ini dapat diketahui dari lebih cepatnya waktu pemulihan yang dibutuhkan setelah mengalami gangguan. Turbine governor juga memiliki pengaruh terhadap waktu pemulihan yang lebih cepat setelah terjadi gangguan. Kata kunci - power generator (PG), interkoneksi, frekuensi, tegangan, module, sistem NGL Bontang
Rancang Bangun Automatic Transfer Switch pada Motor Bensin Generator-Set 1 Fasa 2,8 Kw 220 Volt 50 Hertz Ardi Bawono Bimo; Hari Santoso; n/a Soemarwanto
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.524 KB)

Abstract

Automatic Transfer Switch (ATS) merupakansaklar otomatis untuk memindahkan catu daya listrik darisumber listrik PLN ke sumber listrik genset dansebaliknya. Dalam penelitian ini dirancang dan dibangungsebuah ATS yang diterapkan pada motor bensin genset 1fasa 2,8 KW 220 V 50 Hz (yang kemudian disebut genset).Komponen pensaklaran berupa TRIAC. Pelaksanaanpenelitian dimulai dengan kajian literature, penetuanspesifikas, batasan fungsi alat yang akan dibuat,perhitungan dan penentuan komponen yang akandigunakan, dilanjutkan dengan pengujian alat unjuk kerjadan analisinya, serta diakhiri dengan penarikankesimpulan. Dihasilkan suatu rancang-bangun ATS untukgenset. Proses pensaklaran dikendalikan olehmikrokontroller. Hasil pengujina menenjukkan bahwaATS yang dibuat terbukti dapat berfungsi melakukanpensaklaran otomatis sebagaimana yang dikehendaki.Index Terms—Automatic Transfer Switch (ATS), TRIAC,motor bensin generator-set 1 fasa 2,8 KW 220 V 50 Hz (genset)
Pengaturan Ulang Rele Arus Lebih Sebagai Pengaman Utama Compressor Pada Feeder 2F PT. Ajinomoto Mojokerto Bagus Ibnu Pratama; Mochammad Dhofir; Hery Purnomo
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (578.885 KB)

Abstract

Proses produksi PT. Ajinomoto terhenti selama dua setengah jam. Setelah dilakukan penyelidikan, kejadian tersebut disebabkan oleh gangguan hubung singkat pada motor induksi tiga fasa (1000 kW) yang berfungsi sebagai penggerak compressor pada feeder 2F. Rele arus lebih sebagai pengaman utama tidak bekerja, dan rele pada sisi upstream bekerja lebih dahulu. Hal ini menyebabkan terjadi kegagalan lokalisir gangguan. Akibatnya sistem yang harusnya beroperasi normal menjadi terganggu (trip). Tujuan penelitian ini adalah menghitung besar arus gangguan hubung singkat tersebut dan menyetel ulang rele arus lebih. Dengan setelan rele arus lebih yang baru yaitu Iset prim = 262 A,  Iset sek = 3.28 A dan untuk setelan OCR M=0.75, t= 0.25 s, setelan GFR M =1, t = 0.25 s diharapkan dapat meningkatkan selektifitas sistem proteksi dan memperbaiki koordinasi rele pengaman utama dengan pengaman cadangan. Untuk menampilkan grafik kerja rele digunakan software ETAP. Kata Kunci — Gangguan hubung singkat, Kesalahan lokalisir gangguan, penyetelan ulang rele arus lebih
Analisis Kestabilan Sistem Daya pada Interkoneksi PT.Ajinomoto Indonesia dan PT.Ajinex Internasional Mojokerto Factory Triyudha Yusticea Sulaksono; Hadi Suyono; Hery Purnomo
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (803.553 KB)

Abstract

PT. Ajinomoto Indonesia dan PT. Ajinex Internasional Mojokerto Factory merupakan perusahaan penghasil produk utama yaitu monosodium glutamate atau yang sering dikenal dengan MSG dan berlokasi di desa Jetis Kabupaten Mojokerto. Dalam melakukan kegiatan bisnisnya, kebutuhan energi listrik setiap perusahaan dipenuhi oleh sistem daya yang tidak diinterkoneksi. Berdasarkan kondisi tersebut, maka perlu adanya suatu sistem yang dapat menyalurkan energi listrik yang kontinuitasnya lebih terjamin, yaitu dari interkoneksi terhadap sumber daya kedua perusahaan. Suatu gangguan dalam sistem tenaga listrik dapat memicu ketidakstabilan sistem sehingga perlu dilakukan analisis terhadap kestabilan sistem daya kedua perusahaan pada kondisi awal, yaitu ketika sistem daya kedua perusahaan belum diiterkoneksi dan kondisi setelah diinterkoneksi. Berdasarkan waktu pemulihannya ataupun berdasarkan beasaran parameternya, sistem menunjukkan jika tegangan dan sudut rotor dapat kembali ke kondisi normal setelah sistem mengalami gangguan. Drop tegangan yang diakibatkan karena adanya gangguan memberikan performansi yang lebih kecil dibandingkan apabila sebelum interkoneksi. Turbine governor memiliki pengaruh terhadap waktu pemulihan yang lebih cepat setelah gangguan terjadi.Kata kunci— interkoneksi, kestabilan, sudut rotor, tegangan, sistem Ajinex, sistem Ajinomoto.
Perbandingan Algoritma Dijkstra Dan Algoritma Ant Colony Dalam Penentuan Jalur Terpendek Finsa Ferdifiansyah; Adharul Muttaqin; Muhammad Aswin
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (859.12 KB)

Abstract

Pencarian jalur terpendek merupakan pencarian sebuah jalur pada graf berbobot yang meminimalkan jumlah bobot sisi pembentuk jalur tersebut. Dengan begitu jalur yang dihasilkan merupakan jalur yang memiliki bobot atau jarak yang paling sedikit. Salah satu penerapan pencarian jalur terpendek terdapat pada aktivitas maskapai penerbangan yang mana jalur-jalur antar kota yang dilewatinya akan membentuk suatu graf berarah dan berbobot. Dari graf yang terbentuk inilah akan diproses menggunakan algoritma Dijkstra dan Ant Colony untuk menentukan jalur terpendek dari suatu kota ke kota yang lain. Pada proses Algoritma, Dijkstra memerlukan data jarak setiap kota terlebih dahulu sebelum memulai proses algortimanya. Sedangkan pada Algoritma Ant Colony, tidak memerlukan jarak setiap kota karena pada Ant Colony jarak antar kota dihitung setelah semut menyelesaikan perjalanannya. Sehingga Algoritma Dijkstra hanya bisa berjalan jika terlebih dahulu diketahui jarak tiap kota, sedangkan pada Algoritma Ant Colony tidak memerlukan jarak tiap kota untuk menjalankan prosesnya. Dari hasil proses kedua algoritma diketahui jalur yang dihasilkan oleh algoritma Dijkstra lebih konsisten dan tepat daripada algoritma Ant Colony yang mana memberikan hasil yang belum tentu sama dalam setiap prosesnya. Rata-rata memory yang digunakan pada algoritma Dijkstra sebesar 82,204 KB dan algoritma Ant Colony sebesar 90,404 KB. Sedangkan dari analisa kompleksitas waktu pada algoritma Dijkstra diperoleh persamaan dan pada Algoritma Ant Colony persamaannya . Kata Kunci— Dijkstra, Ant Colony, jalur terpendek, perbandingan algoritma
Analisis Performansi Orthogonal Frequency Division Multiple Access (OFDMA) Sistem Free Space Optic (FSO) Dalam Kondisi Cuaca Cerah Menurut Standar ITU-R P.1817 Juma'inah, n/a; Dahlan, Erfan Achmad; Setyawati, Onny
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (856.873 KB)

Abstract

Free space optic (FSO) merupakan sebuah teknologi telekomunikasi yang menggunakan propagasi cahaya dalam free space untuk mentransmisikan data antara dua titik dalam kondisi line of sight ( LOS. Dalam skripsi ini  dianalisis tentang penerapan Orthogonal Division Multiple Acces (OFDMA) pada sistem FSO yang dihitung dalam kondisi cuaca cerah yang tetap terinduksi sintilasi akibat turbulensi  atmosfer dengan menggunakan teknik modulasi Quadrature Phase Shift Keying (QPSK) pada jarak 1 km sampai 5 km. Hasil simulasi dan analisis menyatakan bahwa jarak pemancar dan penerima berbanding terbalik dengan link margin, daya terima, SNR, dan kapasitas sistem, akan tetapi berbanding lurus dengan BER sistem. Penerapan teknik OFDMA pada FSO yang dianalisis sudah memiliki performansi yang baik. Hal ini dapat dilihat bahwa pada jarak 5 km sistem mempunyai BER 10-13 (lebih kecil dari nilai BER maksimalyang diizinkan pada sistem untuk informasi data). Kata Kunci— FSO, OFDMA, untuk jarak pemancar dan penerima, BER.
Implementasi Sensor Magnetometer dan Akselerometer Untuk Memonitor Arah Muatan Roket Eko Saifulloh Noor; Mochammad Rif'an; Ponco Siwindarto
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (757.101 KB)

Abstract

Kompetisi Muatan Roket Indonesia tingkat perguruan tinggi (KOMURINDO) merupakan suatu ajang kompetisi yang diselenggarakan Dirjen DIKTI bekerjasama dengan LAPAN setiap setahun sekali dengan tujuan memupuk rasa cinta teknologi dirgantara. Tema KOMURINDO 2013 adalah high rate attitude monitoring and surveillance payload dimana muatan roket mampu melakukan penginderaan dinamik, mengambil dan mengirim data surveillance berupa foto melalui  udara. Penelitian ini membahas attitude monitoring berupa sudut hadap. Penelitian ini bertujuan membuat suatu alat untuk memantau sudut hadap muatan roket yang dapat mengkompensasi kemiringan. Sistem ini terdiri atas 3-axis accelerometer dan 3-axis magnetometer LSM303DLHC, mikrokontroler, serial konverter dan komputer. Data keluaran sensor accelerometer digunakan dalam perhitungan gerak pitch dan roll. Besar sudut pitch dan roll bersama data medan magnet bumi dalam 3-axis dari magnetometer diolah dalam rumusan peng-kompensasi kemiringan untuk mendapatkan arah hadap yang tetap presisi hingga kemiringan tertentu. Pengujian menunjukkan alat dapat berfungsi dengan baik mengukur sudut hadap dengan kemiringan berdasarkan gerak pitch hingga kemiringan ± 90° dari bidang datar, selisih sudut rata-rata terhadap sudut acuan kurang dari 5.95%. Sedangkan dengan kemiringan berdasarkan gerak roll sudut hadap dapat terukur dengan baik dalam satu putaran penuh, selisih sudut rata-rata terhadap sudut acuan kurang dari 3.04%.   Kata Kunci— KOMURINDO 2013, Magnetometer, Accelerometer, Kompensasi Kemiringan, Muatan Roket.
Simulasi Kinerja Routing Protokol Open Shortest Path First (OSPF) dan Enhanced Interior Gateway Routing Protocol (EIGRP) Menggunakan Simulator Jaringan Opnet Modeler v. 14.5 Dewi Yolanda Susi Andari; Sholeh Hadi Pramono; Muhammad Fauzan Edy Purnomo
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.356 KB)

Abstract

Salah satu teknologi sistem jaringan komputer yang sedang berkembang pesat saat ini adalah Internet. Untuk membangun sebuah jaringan Internet dibutuhkan suatu mekanisme routing yang digunakan untuk mengintegrasikan seluruh komputer dengan tingkat fleksibilitas yang tinggi. Routing merupakan bagian utama dalam memberikan suatu performansi dalam jaringan. Oleh sebab itu, muncul berbagai jenis routing protokol untuk melengkapi proses routing pada jaringan. Dengan banyaknya routing protokol yang ada, seorang administrator jaringan membutuhkan adanya referensi perbandingan mengenai kinerja dari masing-masing jenis routing protokol tersebut. Salah satunya adalah Enhanced Interior Gateway Routing Protocol (EIGRP) dan Open Shortest Path First (OSPF). Pada paper ini akan dibahas mengenai kinerja dari kedua routing protocol tersebut pada jaringan dengan topologi hybrid. Analisis dilakukan dengan menggunakan network simulator OPNET Modeler v.14.5. Hasil simulasi membuktikan bahwa EIGRP memiliki waktu konvergensi yang lebih cepat, 0,0087 detik saat link normal, 0,0093 detik saat skenario pertama link gagal, dan 0,008 detik saat skenario kedua link gagal. Pada skenario link normal maupun skenario pertama link gagal besarnya throughput rata-rata EIGRP lebih baik daripada OSPF. Besarnya throughput EIGRP yaitu 67.100,78 bps dan 22.327,2 bps. Saat skenario kedua link gagal, OSPF memiliki nilai throughput yang lebih baik yaitu sebesar 11.154,92 bps. OSPF dan EIGRP menghasilkan packet delay end-to-end rata-rata, jitter, dan prosentase packet loss yang masih berada pada rentang nilai yang dapat diterima oleh pengguna secara umum. Kata Kunci—routing, OSPF, EIGRP, OPNET
Sistem Pengendalian Level Cairan Tinta Printer Epson C90 Sebagai Simulasi Pada Industri Percetakan Menggunakan Kontroler PID Firda Ardyani; Erni Yudaningtyas; Muhammad Aziz Muslim
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (626.105 KB)

Abstract

Pengendalian ketinggian cairan tinta yang dilakukan dalam penelitian ini memberikan keuntungan pada perusahaan percetakan yang memiliki skala besar untuk mengatasi kerumitan saat mengisi ulang cairan tinta serta untuk menghindari kelalaian pengisian cairan tinta karena terbatasnya waktu, dan kurangnya pengawasan tersebut dibutuhkan sebuah sistem otomatisasi pengisian cairan tinta dapat mengurangi terjadinya maintenance pada mesin cetak. Metode yang digunakan untuk pengendalian ketinggian tinta adalah Proporsional Integral Differensial (PID). Hasil identifikasi sistem dengan menggunakan MATLAB R2010A didapatkan fungsi alih sistem . Proses perancangan parameter PID digunakan metode root locus dan didapatkan bahwa semua akar persamaan berada disebelah kiri bidang s, sehingga memenuhi syarat kestabilan. Hasil perhitungan parameter PID dengan pole s = -38 didapatkan nilai parameter PID terbaik yaitu Kp=19.14, Ki=2.5 dan Kd=0.25 dengan time settling (ts) waktu yang dibutuhkan untuk mempertahankan ketinggian tinta sebear 15.34 detik. Kata Kunci—Pengendalian Ketinggian, PID, root locus.

Page 4 of 212 | Total Record : 2116


Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 1 (2026) Vol. 13 No. 7 (2025) Vol. 13 No. 6 (2025) Vol. 13 No. 5 (2025) Vol. 13 No. 4 (2025) Vol. 13 No. 3 (2025) Vol. 13 No. 2 (2025) Vol. 13 No. 1 (2025) Vol. 12 No. 6 (2024) Vol. 12 No. 5 (2024) Vol. 12 No. 4 (2024) Vol. 12 No. 3 (2024) Vol. 12 No. 2 (2024) Vol. 12 No. 1 (2024) Vol. 11 No. 6 (2023) Vol. 11 No. 5 (2023) Vol. 11 No. 4 (2023) Vol. 11 No. 3 (2023) Vol. 11 No. 2 (2023) Vol. 11 No. 1 (2023) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022): Vol. 10 No. 3 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol. 10 No. 2 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol 9, No 8 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 5 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol 7, No 7 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 6 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol 4, No 8 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol 3, No 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 7 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol 1, No 5 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue