cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa TEUB
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 2,116 Documents
ANALISIS KINERJA ORTHOGONAL FREQUENCY DIVISION MULTIPLEXING (OFDM) MENGGUNAKAN FAST FOURIER TRANSFORM (FFT) Shofia Fitriyanti; Endah Budi Purnomowati; Gaguk Asmungi
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ada beberapa metode untuk mengatasi akan kebutuhan kanal sistem komunikasi dan efek dari multipath fading, salah satu diantaranya yaitu sistem Orthogonal Frequency Division Multiplexing (OFDM). Sistem OFDM merupakan perkembangan dari teknik Frequency Division Multiplexing (FDM). Perbedaan yang mendasar dari sistem OFDM dan FDM yaitu terletak pada frekuensi subcarrier, pada sistem OFDM frekuensi subcarrier-nya diperbolehkan untuk saling overlapping sehingga dapat menghemat bandwidth kanal sistem komunikasi, dan kapasitas kanal juga meningkat. Dengan menggunakan sistem OFDM ini tidak hanya kapasitas kanal yang dapat ditingkatkan tetapi juga dapat mengurangi efek multipath fading. Dengan skripsi ini akan dilakukan analisis kinerja OFDM menggunakan FFT. Jenis modulasi Quadrature Amplitude Modulation (QAM) mempunyai nilai BER yang kurang baik dibandingkan dengan Quadrature Phase Shift Keying (QPSK). Pada kanal Rayleigh nilai BER dari OFDM dengan 64 subcarrier mempunyai BER yang lebih baik dibanding dengan OFDM dengan 32 subcarrier. Nilai Peak Average Power Ratio (PAPR) yang paling baik yaitu yang menggunakan modulasi Quadrature Phase Shift Keying (QPSK) dengan 64 subcarrier karena memiliki nilai error yang sangat kecil. Kata Kunci: OFDM, FFT, BER, PAPR   ABSTRACT There are several methods to overcome the need for communication system channels and the effects of multipath fading, one of which is the Orthogonal Frequency Division Multiplexing (OFDM) system. The OFDM system is a development of the Frequency Division Multiplexing (FDM) technique. The fundamental difference from OFDM and FDM systems is that it is located at the subcarrier frequency, in the OFDM system the subcarrier frequency is allowed to overlap so that it can save communication system channel bandwidth, and channel capacity also increases. Using this OFDM system not only can channel capacity be improved but also can reduce the effect of multipath fading. This thesis will analyze OFDM performance using FFT. The Quadrature Amplitude Modulation (QAM) modulation type has a poor BER value compared to Quadrature Phase Shift Keying (QPSK). On Rayleigh channel, the BER value of OFDM with 64 subcarriers has BER which is better than OFDM with 32 subcarriers. The best Peak Value Average Power Ratio (PAPR) is that uses Quadrature Phase Shift Keying (QPSK) modulation with 64 subcarriers because it has a very small error value. Keywords: OFDM, FFT, BER, PAPR
ANALISIS ALGORITMA MAXIMUM THROUGHPUT SEBAGAI ALGORITMA PENJADWALAN KANAL UPLINK LONG TERM EVOLUTION (LTE) Nadia Sinaga; Endah Budi Purnomowati; Rudy Yuwono
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

4G adalah salah satu jenis layanan jaringan telekomunikasi yang saat ini banyak digunakan. Dengan kemajuan teknologi saat ini yang banyak menggunakan jaringan 4G sebagai layanan berkomunikasi, maka menimbulkan permasalahan baru dimana dengan ketersediaan sumber daya radio yang terbatas provider harus mampu memenuhi kebutuhan user yang beragam dengan semaksimal mungkin. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan penggunaan algoritma penjadwalan kanal atau yang disebut dengan schedulling. Salah satu algoritma penjadwalan kanal yaitu Maximum Throughput yang memiliki keunggulan untuk memaksimalkan penggunaan throughput pada user yang memiliki kondisi kanal terbaik. Untuk mengetahui kinerja dari algoritma ini maka dilakukan penelitian pada skenario single cell dengan lintasan LOS  dan NLOS. Sebagai parameter performansinya yaitu BER (Bit Error Rate), Throughput dan Fairness. Kata Kunci: Multipath Fading, LOS, NLOS, Scheduling, QPSK, 16-QAM, SNR, BER, Throughput, Fairness. ABSTRACT 4G is a type of telecommunications service that is currently widely used. With current technological advancements that use 4G networks as communication services, it is important to consider limited radio resources providers must provide the needs of diverse users to the maximum extent possible. One method that can be done is by using a channel scheduling algorithm. One of the channel scheduling algorithms is the Maximum Throughput that has the advantage of maximizing the use of throughput for users who have the best channels. To find out the results of this algorithm, we conducted a study of single cell scenarios with LOS and NLOS condition. As a performance parameter, it is BER (Bit Error Rate), Throughput and Fairness. Keywords: Multipath Fading, LOS, NLOS, Scheduling, QPSK, 16-QAM, SNR, BER, Throughput, Fairness.
DESAIN SENSOR OPTIK MENGGUNAKAN BAHAN DASAR DYE DAN TITANIUM DIOKSIDA (〖 TIO〗_(2 )) Faradisa , Annisa' Illah; Panca Mudjirahardjo; Eka Maulana
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 4 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada penelitian ini telah dirancang desain sensor optik dengan stimulus  berupa cahaya lampu merkuri 250W, dan memberikan keluaran berupa tegangan dan arus, perancangan sensor optik  menggunakan bahan dasar organik yaitu menggunakan dye klorofil dari daun tembakau. Fabrikasi sensor optik pada penelitian ini menggunakan metode deposisi Spin Coating. Berdasarkan hasil pengujian absorbansi, dye tembakau memiliki karakteristik tingkat penyerapan cahaya tampak maksimum 4 (a.u) pada panjang gelombang 300 - 510 nm, dan minimum 1,5 (a.u)  pada panjang gelombang 750 – 800 nm . Hasil dari penelitian ini, dari  2 variasi desain sensor optik bentuk persegi dengan  yang telah dirancang,  menunjukkan bahwa sensitivitas tegangan masing – masing sensor adalah 4,2109mV/ 10 lux, dan 6,8434mV/10 lux,  sedangkan sensitivitas arus masing – masing sensor adalah 2,2525  dan 0,0002 µA/lux. Pada analisis perhitungan eror ketidakpastian tegangan pada masing – masing desain sensor ( , dan adalah 0,676%, 1,307%, dan berdasarkan perhitungan eror ketidakpastian  arus adalah  2,988%, dan 9,465%. Kata kunci : Sensor Optik, Spin Coating, Dye Tembakau, Desain Sensor.
PENGONTROLAN KETINGGIAN AIR PADA PROSES DISTILASI AIR LAUT MENGGUNAKAN YOKOGAWA DCS CENTUM VP Avif Aulia Rachman; Erni Yudaningtyas; Goegoes Dwi Nusantoro
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 4 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu cara untuk mendapatkan air tawar ialah dengan cara merubah air laut menjadi air tawar dengan proses distilasi. Distilasi merupakan proses pemisahan suatu campuran yang terdiri atas dua atau lebih jenis cairan melalui proses pemanasan yang kemudian hasil uapnya dikondensasikan kembali menjadi zat cair. Pada skripsi ini dilakukan pengontrolan ketinggian air agar air laut tidak habis pada tabung evaporasi karena pemanasan terus menerus. Pengontrolan ketinggian air dilakukan oleh Distributed Control System (DCS) karena mampu mengendalikan plant dalam skala yang besar dengan cepat dan mudah. Dari hasil pengujian menggunakan metode pengontrolan on-off didapatkan waktu untuk ketinggian air mencapai steady state ialah 40 menit dan terjadi tiga kali periode dari set point kembali ke set point lagi akibat pemanasan ialah 25 menit untuk setiap periode. Kata Kunci – Distilasi, Evaporasi, DCS, Kontroleron-off.
PENGATURAN INTENSITAS CAHAYA DALAM RUANGAN KERJA UNTUK MEMPERTINGGI AKTIVITAS DALAM BEKERJA DAN MENGURANGI CEDERA PADA MATA MENGGUNAKAN KONTROLER PID BERBASIS ARDUINO Diams Agung Al Ayobi; Bambang Siswojo; n/a Retnowati
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 4 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengaturan  intensitas cahaya merupakan solusi dalam  upaya mencegah cedera pada mata dalam ruangan kerja. Dalam penelitian ini akan memberikan  solusi untuk membatasi cahaya yang masuk ke dalam plant. Sensor LDR(Light Dependent Resistor) berfungsi untuk menangkap cahaya yang masuk pada plant setelah di feedback oleh PWM dengan kontroler PID. Kontroler PID banyak digunakan di dunia industri dikarenakan memiliki keunggulan respon cepat, overshoot dan error kecil. Proses perancangan kontroler PID menggunakan metode pertama Ziegler Nichols dan didapatkan parameter PID yaitu Kp=4.83, Ki=67.08 dan Kd=0.087. Pengendalian dirancang agar intensitas cahaya pada plant sesuai dengan setpoint yaitu 250 lux. Hasil pengujian terhadap keseluruhan sistem diperoleh error steady state sebesar 1.26 %. Percoban saat plant diberikan gangguan sensor terhalang kertas putih membutuhkan recovery time 0.55 detik, sedangkan saat diberi gangguan cahaya tambahan(senter) membutuhkan recovery time selama 0.41 detik .Setelah mengalami gangguan kontroler PID mampu kembali menuju setpoint. Kata Kunci: Pengaturan intensitas cahaya, sensor LDR, Arduino Mega 2560, Kontroler PID, Dimmer, Ruangan kerja.
PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ANTENA MIKROSTRIP EGG DENGAN SLOT PERSEGI PANJANG YANG BEKERJA PADA FREKUENSI ULTRA WIDEBAND Michael Sony Alexander; Muhammad Fauzan Edy Purnomo; Dwi Fadila Kurniawan
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 4 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai perancangan dan pembuatan antena mikrostrip dengan patch berbentuk egg dan slot pada ground plane berbentuk persegi panjang sehingga antena tersebut dapat bekerja pada frekuensi Ultra Wideband. Dimensi antena mikrostrip diperoleh melalui perhitungan dan proses optimasi. Simulator yang digunakan dalam menganalisa performansi antena adalah CST Microwave Studio Suite. Fabrikasi antenna mikrostrip ini menggunakan bahan substrat Phenolic White Paper – FR4 dengan konstanta dielektrik (εr)= 4,5. Hasil pengukuran antena mikrostrip egg dengan slot persegi panjang menunjukkan bahwa antena tersebut dapat bekerja pada frekuensi 1800 – 2400 MHz dengan bandwidth sebesar 600 MHz. Nilai gain pada frekuensi kerja 2100 MHz sebesar 6,135 dBi. Antena memiliki polarisasi elips dengan jenis pola radiasi omnidirectional. Kata Kunci : Antena Mikrostrip, Egg, Rugby Ball, Ultra Wideband
ANALISIS PEMILIHAN SEL (CELL SELECTION) PADA LONG TERM EVOLUTION (LTE) BERDASARKAN REFERENCE SIGNAL RECEIVE POWER (RSRP) DAN REFERENCE SIGNAL RECEIVE QUALITY (RSRQ) Muhammad Fauzan Aneldi; Endah Budi Purnomowati; Muhammad Fauzan Edy Purnomo
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 4 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

LTE atau juga bisa disebut dengan 4G, adalah standar komunikasi seluler generasi ke-empat, yang merupakan perkembangan dari teknologi sebelumnya yaitu HSDPA (3,5G). Untuk mengakses jaringan 4G LTE, dibutuhkan sebuah perangkat yang mendukung kinerja LTE atau biasa disebut dengan UE (User Equipment). UE harus terhubung dengan eNodeB, yang berfungsi sebagai pengirim data dan bertugas mengontrol dan  mengawasi pengiriman sinyal, serta menguji kelayakan data. eNodeB mempunyai daya cakupan yang digunakan untuk mendeteksi keberadaan UE, dan digunakan UE untuk melakukan proses pemilihan sel. Akan tetapi, ada permasalahan yang dihadapi UE ketika berada di ujung sel. Atau ketika UE berada di dalam cakupan sel, namun tidak memiliki sinyal yang cukup kuat karena jaraknya yang jauh dari eNodeB. Pada kondisi seperti ini, perlu dilakukan pengambilan keputusan oleh UE untuk pindah ke sel lain yang dapat menampung UE atau tetap di sel tersebut. Penulisan skripsi ini bertujuan untuk menganalisis proses pemilihan sel (cell selection) pada teknologi Long Term Evolution (LTE) sisi downlink E-UTRAN dengan melakukan perhitungan Reference Signal Receive Power (RSRP) dan Reference Signal Receive Quality (RSRQ) yang diukur oleh UE (User Equipment). Untuk mengetahui proses pemilihan sel diperlukan perhitungan parameter yang meliputi pathloss, RSRP, dan RSRQ dengan jarak eNodeB ke UE (User Equipment) yang bervariasi, kemudian dilakukan analisis mengenai kelayakan suatu sel untuk ditempati UE berdasarkan kriteria pemilihan sel. Jarak antara eNodeB dengan UE berpengaruh terhadap kuat sinyal yang diterima dalam suatu sel. Nilai pathloss mempengaruhi perhitungan pada parameter RSRP. RSRQ hanya dipengaruhi oleh muatan dalam suatu sel. Berdasarkan perhitungan analisis, radius yang disarankan untuk melakukan proses pemilihan sel adalah <0,5km untuk b=50m, dan <0,7km untuk b=350m. Kata Kunci : LTE, RSRP, RSRQ, Cell Selection.
Pengaruh Gelombang Wi-Fi Terhadap Kandungan Air, Lemak, Protein Telur Ayam Berdasarkan Material Penghalang Gelombang Elektromagnetik Isnainoora Trenggamayunahla; Rudy Yuwono; Dwi Fadila Kurniawan
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 4 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telur ayam merupakan bahan makanan yang banyak dikonsumsi masyarakat karena harganya yang murah, namun bergizi tinggi. Pada penelitian ini, diletakkan telur ayam dengan jarak 0,25 meter dari router wi-fi dan diberi material penghalang gelombang elektromagnetik berupa kayu dan seng. Penelitian ini dilakukan di ruang bebas sehingga, router wi-fi berfungsi sebagai tambahan peradiasi berupa gelombang wi-fi frekuensi 2,4 GHz. Dari hasil penelitian, dengan hasil pengukuran kuat medan elektromagnetik sebesar 18,24⨯  W/m, penurunan kandungan air, lemak dan protein tertinggi terdapat pada sampel telur ayam yang diletakkan 0,25 meter dari router wi-fi tanpa diberi material penghalang. Penurunan yang dihasilkan yaitu 5,629 gram; 2,815 gram; 2,9 gram atau 11,7%; 38,38%; 35,14%. Sedangkan, pada sampel telur ayam yang diletakkan 0,25 meter dari router wi-fi dan diberi material penghalang gelombang elektromagnetik berupa kayu dan seng, penurunan kandungan air, lemak dan protein tertinggi dihasilkan oleh sampel telur ayam dengan material penghalang berupa kayu yaitu sebesar 3,0745 gram; 1,811 gram; 2,218 gram atau 6,391%; 24,69% 26,87%.Kata kunci: Air, Frekuensi, Gelombang Elektromagnetik, Kayu, Lemak, Protein, Seng, Telur Ayam, Wi-Fi.
PERANCANGAN ANTENA MIKROSTRIP UNTUK KOMUNIKASI DATA SERIAL PADA FREKUENSI 2,4 GHz Desriyar Hafidh Pratama; Rudy Yuwono; Dwi Fadila Kurniawan
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 4 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada penitian ini, akan dibahas tentang perancangan antena mikrostrip untuk komunikasi data serial pada frekuensi 2,4 GHz. Untuk melakukan komunikasi ini, dilakukan perancangan sistem komunikasi yang melibatkan pengirim dan penerima. Alat yang dipakai adalah dua buah laptop yang masing-masing tersambung dengan perangkat mikrokontroler dan  NRF24L01 sebagai transmitter. Mikrokontroler yang dipakai adalah Arduino Mega 2560. Lalu antena receiver yang dipakai  adalah antena single patch dengan polarisasi circular dan antena array. Desain antena dirancang dan disimulasikan dengan menggunakan software CST (Computer Simulation Technology).  Untuk mengetahui kemampuan antena receiver dalam menerima data atau pesan, dilakukan pengujian komunikasi dua arah dan dihitung besar delay yang terjadi dengan stopwatch. Kata Kunci : Antena mikrostrip, komunikasi serial, Arduino Mega 2560
RANCANG BANGUN SISTEM PENGEREMAN REGENERATIF BRUSHLESS DC MOTOR MENGGUNAKAN BIDIRECTIONAL VOLTAGE SOURCE INVERTER (VSI) Victor Andrean; n/a Soeprapto; Rini Nur Hasanah
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 4 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Baterai merupakan catu daya yang digunakan oleh kendaraan listrik. Efisiensi penggunaan energi baterai yang rendah akan mengakibatkan semakin pendeknya jarak tempuh sebuah kendaraan listrik. Salah satu cara meningkatkan efisiensi penggunaan baterai adalah memanfaatkan regenerasi energi selama proses pengereman elektrik. Penelitian ini menggabungkan dua macam teknik pengereman, yaitu regeneratif, dan gabungan regeneratif-plugging untuk mengatasi kekurangan-kekurangan pada metode pengereman elektris yang sudah ada sebelumnya. Hanya dengan memainkan urutan pensaklaran pada Bidirectional Voltage Source Inverter (VSI), maka proses regenerasi energi dapat dilakukan secara efektif, serta dapat mewujudkan torsi pengereman sesuai dengan keinginan pengendara sampai kendaraan berhenti. Tentu saja metode ini akan menjamin kenyamanan pengendara, disamping akan menghemat biaya produksi karena tidak diperlukannya konverter tambahan. Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan dengan beban inersia mesin dan roda, didapatkan energi rata-rata yang dapat dikembalikan ke baterai adalah sebesar 0,01 Wh untuk kecepatan awal 30 km/jam dan 0,0186 Wh untuk kecepatan awal 40 km/jam. Apabila dibandingkan dengan besar energi kinetik yang dimiliki roda saat berputar, maka didapatkan prosentase energi kinetik yang dapat dikembalikan ke baterai sebesar 41,82% untuk kecepatan awal 30km/jam, dan sebesar 43,74% untuk kecepatan awal 40km/jam. Kata kunci : Plug in Electric Vehicle (PEV), Brushless DC Motor, Bidirectional Voltage Source Inverter (VSI), metode six-step, Regenerative Braking System (RBS).

Page 68 of 212 | Total Record : 2116


Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 1 (2026) Vol. 13 No. 7 (2025) Vol. 13 No. 6 (2025) Vol. 13 No. 5 (2025) Vol. 13 No. 4 (2025) Vol. 13 No. 3 (2025) Vol. 13 No. 2 (2025) Vol. 13 No. 1 (2025) Vol. 12 No. 6 (2024) Vol. 12 No. 5 (2024) Vol. 12 No. 4 (2024) Vol. 12 No. 3 (2024) Vol. 12 No. 2 (2024) Vol. 12 No. 1 (2024) Vol. 11 No. 6 (2023) Vol. 11 No. 5 (2023) Vol. 11 No. 4 (2023) Vol. 11 No. 3 (2023) Vol. 11 No. 2 (2023) Vol. 11 No. 1 (2023) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022): Vol. 10 No. 2 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol 9, No 8 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 5 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol 7, No 7 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 6 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol 4, No 8 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol 3, No 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 7 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol 1, No 5 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue