cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa TEUB
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 2,116 Documents
INDIKATOR KUALITAS UDARA BERDASARKAN KADAR GAS KARBON MONOKSIDA MENGGUNAKAN SENSOR MQ-7 DENGAN TAMPILAN LED DOT MATRIX Septian Iswanjaya; M. Julius St.; Onny Setyawati
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 5, No 5 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan tentang pencemaran udara di Indonesia dipengaruhi oleh beberapa penyebab, salah satunya adalah meningkatnya jumlah kendaraan bermotor. Peningkatan jumlah kendaraan bermotor mengakibatkan semakin tingginya konsentrasi gas karbon monoksida (CO). Oleh karena itu dibutuhkan sebuah alat yang mampu mendeteksi kadar gas karbon monoksida serta memberikan indikasi kualitas udaranya. Alat ini menggunakan sensor MQ-7 yang digunakan sebagai pendeteksi kadar gas karbon monoksida, mikrokontroler ATMEGA16 sebagai perangkat kendali masukan dan keluaran pada alat, IC74HC595 sebagai perangkat kendali kolom, Transistor PNP BC557 sebagai perangkat kendali baris, serta LED Dot Matrix 5x8 sebagai tampilan. Hasilnya, Nilai minimal keluaran pada pengujian rangkaian sensor MQ-7 sebesar 0.25VDC terjadi  saat kadar gas 50ppm dan nilai maksimal yang terjadi saat 350ppm sebesar 0,62VDC. Semakin tinggi nilai kadar gas yang terukur, tegangan keluaran meningkat. . Kata kunci: Karbon Monoksida, Sensor MQ-7, Mikrokontroler ATMEGA16, LED Dot Matrix   ABSTRACT Problem of air pollution in Indonesia is influenced by several causes, one of them is the increasing number of vehicles. Increasing number of vehicles resulted in the higher concentrations of carbon monoxide. Therefore we need a device that can detect gas level of carbon monoxide and can give information about the air quality. This device consisted of  MQ-7 sensor for detecting carbon monoxide gas levels, ATMEGA16 microcontroller for controlling input and output device, IC74HC595 for controlling column, PNP Transistor BC557 for controlling line devices, and a 5x8 Dot Matrix LED as the display. As a result, the minimum value of output on the MQ-7 sensor is 0.25VDC when the gas level is 50ppm and the maximum value at 350ppm is 0.62VDC. Higher value of the measured gas content, the output voltage increases. Key words : Carbon Monoxide level, MQ-7 Sensor, ATMEGA16 Microcontroller, DOT Matrix LED..
Perancangan Sensor pH Menggunakan Konduktor Palladium-Perak Pada Substrat Alumina Dengan Teknologi Film Tebal (Thick Film) Amiril Mu'minin; M. Julius St.; Eka Maulana
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 5, No 5 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kadar pH suatu larutan dapat diketahui dalam seketika dengan alat yaitu sensor pH. Sensor pH konvensional saat ini masih menggunakan elektoda gelas yang relative mahal dan kurang sensitif terhadap kadar pH. Fabrikasi sensor pH dilakukan dengan metode screen printing. Konduktor palladium-perak dirancang sebagai elektroda dengan jarak yang bervariasi. Pada penelitian ini elektroda sensor yang dirancang akan dicelupkan ke dalam larutan buffer pH 1 sampai dengan pH 14. Dari hasil pengukuran dapat dianalisa bagaimana linieritas keluaran sensor ini yang berupa tegangan terhadap pH, karakteristik yang diperoleh dari percobaan sensor dengan jarak elektroda yang berbeda-beda. Hasil dari penelitian ini diperoleh sensor pH dengan metode film tebal bekerja secara linier pada kadar pH 1 sampai dengan pH 7. Pada rentang pH tersebut sensor yang paling sensitif ditunjukkan oleh sensor sensor II (5 mm) dengan sensitifitas sebesar -0.36 volt pada suhu ruang dan -0.38 volt pada suhu 50°C setiap perubahan 1 nilai pH. Kata Kunci - Sensor pH, Palladium-Perak, Tegangan, Film Tebal ABSTRACT The pH content of a solution can be detected instantaneously with a pH sensor. Conventional pH sensors are still using relatively expensive glass electrodes and are less sensitive to pH levels. Fabrication of pH sensor is done by screen printing method. The palladium-silver conductor is designed as an electrode of varying distances. In this study the designed sensor electrode will be immersed in the buffer solution pH 1 up to pH 14. From the measurement results can be analyzed how the linearity of this sensor output is voltage to pH, the characteristics obtained from the sensor experiment with different electrode distance. The results of this study obtained pH sensor with thick film method work linearly at pH level 1 up to pH 7. In the pH range is the most sensitive sensor shown by sensor sensor II (5 mm) with sensitivity of -0.36 volts at room temperature and -0.38 volts at 50 ° C every change 1 pH value. Keywords - pH Sensor, Palladium-Silver, Voltage, Thick Film
ANALISIS DAN PENINGKATAN KEANDALAN DENGAN MENGGUNAKAN GROUND FAULT NEUTRALIZER (GFN) PADA PENYULANG KESAMBEN PT. PLN (PERSERO) RAYON WLINGI Ahmad Hadid Muntaha; Hadi Suyono; Moch. Dhofir
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 5, No 5 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas tentang analisis indeks keandalan SAIFI dan SAIDI pada penyulang Kesamben PT. PLN (PERSERO) Rayon Wlingi serta cara peningkatan keandalannya. Metode section technique merupakan suatu pengembangan dari metode FMEA (Failure Mode and Effect Analysis) yang akan digunakan untuk melakukan analisis keandalan pada Penyulang Kesamben. Peningkatan keandalan pada Penyulang Kesamben dengan penerapan skema proteksi Ground Fault Neutralizer (GFN), di mana GFN itu sendiri merupakan komponen pada sistem distribusi yang fungsinya untuk mengurangi frekuensi gangguan yang terjadi pada peralatan distribusi. Indeks keandalan SAIFI Penyulang Kesamben yang bernilai 3,275 dapat ditingkatkan lagi dengan mengurangi laju kegagalan peralatan hingga lebih dari lima puluh persen setelah diterapkan skema proteksi GFN menjadi 1,404. Hal ini berlaku juga pada indeks keandalan SAIDI yang bernilai 8,781 menjadi 3,769. Kata Kunci: Penyulang Kesamben, indeks keandalan, section technique, Ground Fault Neutralizer. ABSTRACT This study discusses the reliability index analysis of SAIFI and SAIDI on Kesamben Feeder PT. PLN (PERSERO) Rayon Wlingi and how to improve its reliability. The section technique method is a development of FMEA (Failure Mode and Effect Analysis) method which will be used to perform reliability analysis on Kesamben Feeder. Improving reliability of the feeder is using the Ground Fault Neutralizer (GFN) protection scheme, in which the GFN itself is a component of a distribution system whose function is to reduce the frequency of fault in distribution equipment. The reliability index of SAIFI for Kesamben Feeder valued at 3,275 can be increased again by reducing the rate of fault in equipment by more than fifty percent after the GFN protection scheme was implemented to 1.404. This applies also to the SAIDI reliability index from 8,781 to 3,769. Keywords: Kesamben Feeder, reliability index, section technique, Ground Fault Neutralizer.
IMPLEMENTASI COMPUTER VISION UNTUK MENDETEKSI BASE BABY CRADLE PADA KONTES ROBOT PEMADAM API INDONESIA (KRPAI) Oky Risky Dwi Santoso; Panca Mudjirahardjo; Akhmad Zainuri
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 5, No 6 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bertambahnya tingkat kesulitan dalam Kontes Robot Pemadam Api Indonesia (KRPAI) maka diperlukan pengembangan sensor salah satunya yaitu sensor kamera yang digunakan untuk mendeteksi objek baby cradle yang merupakan salah satu dari dua misi yang ada pada Kontes Robot Pemadam Api Indonesia. Dengan adanya peraturan tersebut maka akan dibuat sistem deteksi warna berbasis Computer Vision. Dalam makalah ini akan menganalisis deteksi baby cradle menggunakan metode RGB dan metode HSV serta merancang sistem dalam mendeteksi objek baby cradle. Sensor kamera yang digunakan akan dibantu dengan mini PCdan library OpenCV untuk proses kalkulasi dan konversi nilai dari gambar yang ditangkap. Berdasarkan hasil pengujian untuk metode RGB dapat mendeteksi jarak maksimum 160 cm dengan waktu komputasi 36,1 ms dan tingkat keakuratan deteksi sebesar 78,03%. Sedangkan untuk metode HSV dapat mendeteksi jarak maksimum 220 cm dengan waktu komputasi 38,8 ms dan tingkat keakuratan deteksi 93,69%. Dalam pengujian keseluruhan sistem, robot akan lebih cepat menemukan keberadaan objek menggunakan metode HSV dengan rata – rata waktu 3,93 detik dibandingkan menggunakan metode RGB dengan rata – rata waktu 4,20 detik pada parameter kecepatan serta jarak yang sama.Kata Kunci–Computer Vision, baby cradle, KRPAI, RGB, HSV, OpenCVAbstract - Increasing the level of difficulty in Indonesian Fire Extinguishers Robot Contest, it is necessary to develop a sensor one of which is a camera sensor used to detect the object baby cradle which is one of the two missions that exist in the Indonesian Fire Extinguisher Robot Contest. With the regulation it will create a color detection system based on Computer Vision. In this paper we will analyze baby cradle detection using RGB method and HSV method and designing system in detecting baby cradle object. The camera sensors used will be assisted with mini PCs and OpenCV libraries for the process of calculating and converting the values of captured images. Based on the test results for RGB method can detect a maximum distance of 160 cm with 36.1 ms computational time and detection accuracy rate of 78.03%. As for HSV method can detect a maximum distance of 220 cm with a computation time of 38.8 ms and a detection rate of 93.69% accuracy. In testing the whole system,robot will more quickly discover the existence using HSV method with the average time of 3,93 seconds compared using the RGB method with the average time of 4,2 seconds at the same parameter of sped and distance.
PERANCANGAN DAN SIMULASI CASCADE KONTROL KECEPATAN MOTOR DC BERBASIS RST DIGITAL M. Hazrirrahman Wakti; Mochammad Rusli; n/a Purwanto
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 5, No 5 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengaturan adalah suatu kegiatan yang sering dilakukan untuk mengendalikan nilai suatu variable. Pengaturan dapat dilakukan dengan berbagai macam cara dari lup terbuka hingga tertutup.. Pada laporan ini menyajikan perkembangan system kendali Kecepatan  motor DC dengan cascade yang dimana  pada loop terluar diterapkan kontrol PI dan pada  loop dalam di terapkan pengendali RST Digital, serta diterapkan gangguan ramp dengan kenaikan torsi beban sebesar 0.02Nm. Cascade lebih tahan terhadap gangguan dengan reduksi gangguan hingga 99.8% sedangkan PI single loop tidak mampu mereduksi gangguan yang diberikan  dan cascade memiliki kemampuan untuk menurunkan overshoot pada controller yaitu pada PI single loop memiliki overshoot sekitar 18% sedangkan Pada Cascade sekitar 17%, serta pada cascade starting arus begitu kecil yaitu 1 A dan Pada PI 3.03A hal ini dapat diperhitungkan karena mengontrol dengan cascade jauh lebih aman karena Starting arus cascade dibawah starting arus pada input tegangan 12 volt  yaitu sekitar 2.2A sedangkan pada PI starting arus lebih besar . Kata Kunci: Motor DC, Cascade kontrol, RST Digital, PI ABSTRACT Controlling is an activity that is often done to control the value of a variable. Control can be done in various ways from open to closed loop .. In this report presents the development of control system DC motor speed with cascade which in the outer loop applied PI control and on the inner loop in apply RST Digital controller, and applied ramp interference with increase Load torque of 0.02Nm. Cascade is more resistant to interference reduction by 99.8% while single-loop PI is not capable of reducing disturbance and cascade has the ability to decrease overshoot on controller ie single loop PI has overshoot about 18% while at Cascade about 17%, as well as on cascade Starting current is so small that 1 A and In PI 3.03A this can be considered because controlling with cascade is much safer because Starting cascade current below the starting current at 12 volt input voltage is about 2.2A while at PI of current is bigger. Keywords: Motor DC, Cascade control, RST Digital controller,PI  
ANALISIS PENEMPATAN STATIC VAR COMPENSATOR (SVC) PADA SISTEM INTERKONEKSI JAWA-BALI 500 KV DENGAN METODE BUS PARTICIPATION FACTOR Aulia, Fitrah; Suyono, Hadi; Utomo, Teguh
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 5, No 5 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Static VAR Compensator adalah salah satu jenis alat FACTS (Flexible Alternating Current Transmission System) yang berfungsi untuk mengontrol kualitas daya elektrik serta pemanfaatan yang lebih baik pada sistem daya. FACTS device ini mempunyai beberapa keuntungan diantaranya meningkatkan kemampuan transmisi daya, meningkatkan stabilitas sistem dan ketersediaan sistem, meningkatkan faktor daya dan mengurangi susut pada saluran transmisi. Pada sistem Jawa-Bali yang diambil pada tanggal 19 Februari 2016 pada pukul 19.30 WIB yang bersumber dari PT. PLN Pusat Pengaturan Beban (P2B) yang berada di Gandul, Cinere, Depok. Dari analisis yang telah dilakukan pada pembebanan 100%, terdapat beberapa bus yang tidak memenuhi syarat standar yang sudah ditetapkan pada batas 0,95 p.u sampai dengan 1.05 p.u. yaitu yang terdapat pada bus 14, bus 19 dan bus 20. Setelah penambahan SVC sebesar 132,62 MVAR, tegangan bus naik pada bus 14 dari 0,949 p.u menjadi 0,956 p.u., pada bus 19 dari 0,941 p.u menjadi 0,996 p.u dan bus 20 tegangan naik dari 0,937 p.u menjadi 0,955 p.u. dan rugi-rugi daya aktif menurun dari 261,098 MW menjadi 255,875 MW dan rugi daya reaktif turun dari 2302,619 Mvar menjadi 2246,432 Mvar. Kata Kunci: SVC, BPF, Transmisi, Jawa-Bali.   ABSTRACT   Static VAR Compensator is one type of FACTS (Flexible Alternating Current Transmission System) which serves to control the quality of electrical power and better utilization of the power system. This FACTS device has several advantages such as improving power transmission capability, improving system stability and system availability, increasing power factor and reducing shrinkage in transmission line. In the Java-Bali system taken on February 19, 2016 at 19:30 pm which comes from  PT.  PLN  Pusat  Pengaturan  Beban  (P2B)  located  in  Gandul,  Cinere,  Depok.  From  the analysis that has been done on 100% loading, there are several buses that do not meet the standard requirements set at the limit of 0.95 p.u up to 1.05 p.u. Which is found on bus 14, bus 19 and bus 20. After the addition of SVC of 132,62 MVAR, the bus voltage rises on bus 14 from 0.949 pu to 0.956 pu, on bus 19 from 0.941 pu to 0.996 pu and bus 20 voltage rises from 0.937 pu to 0.955 pu And active power losses decreased from 261,098 MW to 255,875 MW and reactive power loss decreased from 2302,619 Mvar to 2246,432 Mvar Keywords: SVC, BPF, Transmission, Jawa-Bali.
ANALISA PERBANDINGAN KONTROL LOGIKA FUZZY BERBASIS ARDUINO 2560 dan FPGA PADA PENGENDALIAN SUHU Mochammad Mukson Nunahar; Bambang Siswojo; Erni Yudaningtyas
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 5, No 5 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak— Pada pengontrolan perlu adanya sistem kontrol salah satunya menggunakan kontrol logika fuzzy (KLF). Fuzzy merupakan sistem kontrol yang modern yang dalam penggunaannya tidak perlu adanya perhitungan matematis, hanya perlu melihat respon output berdasarkan aturan fuzzy yang di buat oleh operator yang berpengalaman. Pada perkembangan zaman yang pesat ini pengontoralan dengan menggunakan fuzzy dapat menggunakan banyak metode. Selain menggunakan mikroprosessor dan arduino, salah satunya menggunakan FPGA (field progammable gate array). Pada penelitian ini menganalisis perbandingan pada  pengendalian suhu dengan menggunakan KLF dan FPGA. Hasil yang didapatkan yaitu dengan menggunakan KLF mencapai settling time 272s, error steady state 1,121%, dan rentang suhu yang dihasilkan adalah 39,90 – 42,890C. Sedangkan dengan menggunakan FPGA  mencapai settling time 243s, error steady state 1,13%, dan rentang suhu yang dihasilkan adalah 41,90 – 42,870C. Kata kunci-  KLF, FPGA, Suhu.
PENGONTROLAN SUHU AIR PADA PLANT TANGKI DENGAN FUZZY LOGIC CONTROLLER Enov Asi Uliando Siahaan; Erni Yudaningtyas; Bambang Siswojo
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 5, No 5 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air hangat menjadi kebutuhan setiap orang untuk membersihkan diri terutama ketika cuaca dingin atau setelah menjalankan rutinitas sehari-hari karena mampu mengurangi tingkat stress dan kelelahan. Demi mempermudah mendapatkan air hangat dapat dilakukan dengan mencampurkan air suhu tinggi dengan air suhu rendah. Tapi metode ini memiliki kelemahan suhu air tidak konstan dan suhu air akan segera turun. Penelitian ini bertujuan untuk membuat suatu alat yang mampu menjaga suhu air menjadi konstan dengan menerapkan metode kontrol. Metode fuzzy logic controller di pilih karena kemudahan dalam pemograman dan eksekusi program yang cepat. Sistem yang dibuat memakai beberapa komponen hardware, yaitu Arduino Uno sebagai kontroler, Motor Servo sebagai pengatur valve pada plant, sensor LM35 sebagai pembaca suhu dan feedback sistem. Pengujian sistem menunjukan Sistem memiliki overshoot sebesar 7,5 %, waktu puncak (tp) sebesar 10 detik, waktu tunda (td) sebesar 3,5 detik, waktu naik (tr) sebesar 5,5 detik, waktu steady state (ts) sebesar 17 detik dengan error sistem 1,25 % dan recovery time selama 6 detik. Kata kunci: Air hangat, Fuzzy Logic Controller SUMMARY Warm water becomes the need for everyone to clean themselves especially when the weather is cold or after running the daily routine because it can reduce the level of stress and fatigue. In order to make it easier to get warm water can be done by mixing high temperature water with low temperature water. But this method has a weakness of water temperature is not constant and water temperature will soon go down. This study aims to create a tool capable of keeping the water temperature constant by applying the control method. The fuzzy logic controller method is selected because of the ease of programming and fast program execution. The system is made using several hardware components, namely Arduino Uno as a controller, Servo Motor as the valve regulator on the plant, LM35 sensor as the temperature reader and feedback system. The system test shows that the system has an overshoot of 7,5%, peak time (tp) of 10 seconds, delay time (td) of 3,5 seconds, time rise (tr) of 5,5 seconds, steady state (ts) time of 17 seconds with system error 1,5% and recovery time of 6 seconds. Keywords: Warm water, Fuzzy Logic Controller
PENGATUR SUHU AIR PADA VALVE TANGKI AIR HANGAT MENGGUNAKAN PID KONTROLER R. Afin Priswiyandi; Erni Yudaningtyas; n/a Rahmadwati
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 5, No 5 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bagi masyarakat perkotaan yang hidupnya penuh dengan aktivitas hingga larut malam, mandi dengan air hangat kerap menjadi pilihan. Namun saat mandi dengan air hangat, pastikan suhu air yang digunakan tepat karena jika terlalu hangat atau bahkan panas akan berdampak buruk pada kulit. Seseorang membutuhkan air hangat sekitar suhu 37°C – 45°C untuk mandi. Berdasarkan permasalahan yang di temukan maka penelitian ini mencoba menerapkan kontrol PID untuk mengatur suhu air dengan suatu algoritma program pada sebuah mikrokontroler. Parameter PID yang digunakan dicari menggunakan metode Ziegler-Nichols pertama. Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan maka didapatkan kp=2,88, ki=0,288, dan kd=72 Kontroler menggunakan arduino uno sebagai pengolah data dan menghasilkan sinyal kontrol berupa PWM sehingga menghasilkan sinyal kontrol pada serial monitor. Motor servo diatur dengan dicatu oleh LM2596s dengan mengatur tegangan kerjanya. Sensor suhu LM35 diberikan catu daya oleh Arduino uno. Hasil pengujian diketahui response sistem menjadi lebih cepat 0,3s untuk settling time, 0,05s untuk time delay dan rise time, 0,4S untuk peak time. Namun memiliki overshoot 3% lebih besar dibandingkan sebelum menggunakan PID meski error steady state setelah menggunakan PID hanya 2,24%.   Kata kunci: PID, response, water heater, PWM   SUMMARY                     For urban communities whose lives are full of activity late into the night, bathing in warm water is often an option. However, when bathing with warm water, make sure the water temperature is used precisely because if too warm or even hot will have a negative impact on the skin. Someone needs warm water around 37° C - 45° C for bathing. Based on the problems found in this research tries to apply PID control to regulate the water temperature with an algorithm program on a microcontroller. PID parameters are used sought to use Ziegler-Nichols method first. Based on the testing that was done then obtained kp = 2,88, ki = 0,288, and kd = 7,2 The controller uses arduino uno as a data processor and generate PWM control signals form so as to produce a control signal on the serial monitor. Servo motors supplied by LM2596s regulated by adjusting the working voltage. LM35 temperature sensor supplied by the power supply Arduino Uno. The test results are known to be faster system response 0.3s for settling time, 0.05s for the time delay and rise time, 0.4s for peak time. However it has overshoot 3% higher than before using the PID error steady state even after using PID only 2.24%.   Keyword: PID, response, water heater, PWM
PENGONTROLAN SUHU PADA PENETAS TELUR ITIK MENGGUNAKAN KONTROLER PI Willi Bangun Iswara; Erni Yudaningtyas; Goegoes Dwi Nusantoro
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 5, No 5 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak — Penetas telur adalah sebuah alat yang membantu proses penetasan pada telur. Cara kerja mesin atau alat tersebut melalui proses pengeraman tanpa induk dengan menggunakan sebuah lampu pijar sebagai pengganti. Oleh karena itu, alat ini sering dipakai dipertenakan unggas untuk mengeramkan telur-telur yang telah dibuahi.Itik merupakan unggas petelur yang cukup produktif dalam bertelur. Tetapi itik memiliki sifat mengeram yang sangat rendah, sehingga untuk menetaskan perlu dilakukan secara buatan. Masa tetas teler itik yaitu 28 hari, telur itik dapat menetas dengan baik dipengaruhi oleh temperatur/suhu yang sesuai. Dengan perlakuan pola suhu 37,50C (hari 1-21), 39,50C (hari 22-24) selama 3 jam per hari, 37,50C (hari 25) dan 370C (hari 26-28). Perlakuan suhu ditingkatkan pada siang hari. Suhu dinaikkan selama 3 jam dihitung sejak suhu mesin tetas stabil (Sa’diah, I’an Natu, dkk. 2015). Pada penelitian ini dilakukan pengontrolan suhu dengan mengunakan kontroler PI. Sebagai kontroler yang mana akan mengoperasikan seluruh sistem karena memiliki dalam performa sistem dan menghilangkan offset.Berdasarkan perilaku yang telah dilakukan dengan metode 1 Ziegler-Nichols, maka didapatkan nilai Kp = 5,6322 dengan Ki = 0,057 dan toleransi error 2%. Parameter tersebut selanjutnya diterapkan pada program untuk menguji respon kontrol dari perangkat keras yang telah dibuat. Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan diperoleh nilai (waktu tunda) sistem sebesar 24 detik, nilai (settling time) sistem sebesar 446 detik, nilai (overshoot) sistem sebesar 6,77% dan nilai %E (error steady state) sistem sebesar 1,14%.Kata Kunci —Pengontrolan, suhu, kontroler PI

Page 91 of 212 | Total Record : 2116


Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 1 (2026) Vol. 13 No. 7 (2025) Vol. 13 No. 6 (2025) Vol. 13 No. 5 (2025) Vol. 13 No. 4 (2025) Vol. 13 No. 3 (2025) Vol. 13 No. 2 (2025) Vol. 13 No. 1 (2025) Vol. 12 No. 6 (2024) Vol. 12 No. 5 (2024) Vol. 12 No. 4 (2024) Vol. 12 No. 3 (2024) Vol. 12 No. 2 (2024) Vol. 12 No. 1 (2024) Vol. 11 No. 6 (2023) Vol. 11 No. 5 (2023) Vol. 11 No. 4 (2023) Vol. 11 No. 3 (2023) Vol. 11 No. 2 (2023) Vol. 11 No. 1 (2023) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022): Vol. 10 No. 2 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol 9, No 8 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 5 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol 7, No 7 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 6 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol 4, No 8 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol 3, No 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 7 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol 1, No 5 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue