cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Fakultas Hukum
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 5,629 Documents
ANALISIS YURIDIS TENTANG KONSEP CITY BRANDING DALAM UNDANGUNDANG NOMOR 20 TAHUN 2016 TENTANG MEREK DAN INDIKASI GEOGRAFIS (Studi Kasus “Beautiful Malang” di Kota Malang) Dwi Anang Syukrisna
Kumpulan Jurnal Mahasiswa Fakultas Hukum Sarjana Ilmu Hukum, Desember 2020
Publisher : Kumpulan Jurnal Mahasiswa Fakultas Hukum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dwi Anang Syukrisna, Afifah Kusumadara S.H., LL.M, SJD., Diah Pawestri Maharani S.H., M.H.Fakultas Hukum, Universitas Brawijayadwianang_99@yahoo.comABSTRAK Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisa bagaimana konsep city branding dalamUndang-undang Nomor 20 Tahun 2016 Tentang Merek dan Indikasi Geografis. Konsep citybranding sudah banyak digunakan oleh daerah-daerah di Indonesia untuk mempromosikanpotensi wilayahnya. Sedamglam dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2016 TentangMerek dan Indikasi Geografis tidak ditemukan definisi city branding atau merek kota/daerahsecara spesifik. Namun City Branding bisa memenuhi aspek merek sesuai dengan pengertianmerek yang terdapat pada Undang-undang tersebut. Salahsatu contohnya adalah city brandingKota Malang yaitu “Beautiful Malang” yang memenuhi unsur-unsur sebagai merek padapemahaman merek yang ada di pasal 1 butir 1 serta tidaklah memenuhi unsur sebagai merekyang tidak bisa didfatarkan dan ditolak pada pasal 4-7 Undang-undang Nomor 20 Tahun2016 Tentang Merek dan Indikasi Geografis.. Adapun jenis penelitian yang digunakanpenulis adalah jenis penelitian normatif dengan metode penelitian yuridis normatif yang dilakukan dengan meneliti bahan pustaka atau data sekunder . Analisis data akan dijabarkandengan menguraikan dan mengkaji lebih dalam bahan hukum yang telah ada dan data yangtelah diperoleh dikaitkan dengan permasalahan yang penulis angkat. Berdasarkan hasilpenelitian ini maka dapat diketahui bahwa city branding termasuk kedalam kategori merekdalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2016 Tentang Merek dan Indikasi Geografis danakibat hukumnya Instasi Daerah dapat mendaftarkan city branding daerahnya sebagai merek.Kata Kunci: City Branding, Merek, Kota Malang. ABSTRACTThis research is aimed to find out the implementation of Article 35 Paragraph (1) letter c onthe regulation of the head of Indonesian National Police Number 9 Year 2012 on DriverLicense. Article 35 Paragraph (1) letter c regulates characteristic requirement especiallyrelated to physical condition of a person in terms of the approval of driver license. However,in reality, Article 35 Paragraph (1) letter c of the Regulation of the Head of IndonesianNational Police Number 9 Year 2012 on Driver License for Disabled People in Malang,characteristic requirement regarding physical condition for the candidate disabled holders ofdriver license type D in Malang is not yet implemented accordingly due to several factors,one of which is physical characteristic requirement for disabled people is not yet regulated.So far the implementation is simply adjusted to what is seen in the field. This research iscategorized as empirical with socio-juridical approach to directly obtain data from researchfield related to Article 35 Paragraph (1) letter c of the Regulation of the Head of IndonesianNational Police Number 9 Year 2012 on Driver License for Disabled People in Malang city.Data collection was conducted by directly obtaining data from the field through interviewwith Traffic Police Unit members of Malang city. Data was analyzed by using descriptive-qualitative method, jotted down into well-organized, chronological, logical and effectivesentences. From the research result, it can be concluded that the implementation of Article 35Paragraph (1) letter c of the Regulation of the Head of Indonesian National Police Number 9 Year 2012 on Driver License for Disabled People in terms of characteristic requirement tohold driver license for disabled people is not yet well implemented due to several factors.Keywords: implementation, Article implementation, characteristic requirement for driverlicense type D for disabled people 
ANALISIS YURIDIS TERHADAP ALASAN PEMBENAR MENURUT PASAL 51 AYAT (1) KUHP PADA TINDAK PIDANA KORUPSI (STUDI PUTUSAN NOMOR 39/PID.SUS/TPK/2018/PN.JKT.PST; PUTUSAN NOMOR 29/PID.SUS-TPK/2018/PT.DKI; DAN PUTUSAN NOMOR 1555K/PID.SUS/2019) Dwi Raraswara
Kumpulan Jurnal Mahasiswa Fakultas Hukum Sarjana Ilmu Hukum, Desember 2020
Publisher : Kumpulan Jurnal Mahasiswa Fakultas Hukum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dwi Raraswara Putri, Dr. Prija Djatmika, S.H., M.S., Ardi Ferdian, S.H., M.Kn.Fakultas Hukum, Universitas Brawijaya Jl. M.T Haryono No.169 Malangraras_dumin@yahoo.comABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Dasar Pertimbangan Hakim dalam menjatuhkanputusan pada Perkara Tindak Pidana Korupsi yang dilakukan oleh Ketua BPPN bersama-samadengan Ketua KKSK dan Obligator pada Putusan Nomor 39/PID.SUS/TPK/2018/PN.JKT.PST jo.Putusan Nomor 29/PID.SUS-TPK/2018/PT.DKI jo. dan Putusan Nomor 1555K/PID.SUS/2019serta untuk mengetahui pembuktian terhadap alasan pembenar menurut Pasal 51 ayat (1)KUHP. Pada ketiga putusan tersebut merupakan satu kasus namun terjadi perbedaanpenjatuhan putusan, hal ini terjadi karena adanya perbedaan pertimbangan hakim antaraHakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dengan Pengadilan Tinggi Jakarta yang berpendapatbahwa perbuatan Terdakwa Syafruddin yang telah menerbitkan SKL masuk kedalam ranahhukum pidana dimana telah memenuhi Pasal 2 ayat (1) UU Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55ayat (1) kesatu KUHP dengan Mahkamah Agung berpendapat dengan adanya isi perjanjianMSAA adalah perjanjian perdata sehingga masuk ranah hukum perdata, adanya kesalahanprosedur administrasi sehingga masuk ke ranah hukum administrasi negara serta adanya perintah jabatan pada Pasal 51 ayat (1) KUHP sehingga menyebabkan perbedaan yangsignifikan antara Putusan Nomor 39/PID.SUS/TPK/2018/PN.JKT.PST dan Putusan Nomor29/PID.SUS-TPK/2018/PT.DKI  yang menyatakan Terdakwa bersalah dan dijatuhi hukuman 15tahun dan denda Rp 1 Milyar subsidair 3 bulan kurungan dengan Putusan Nomor1555K/PID.SUS/2019 yang menyatakan Terdakwa lepas dari segala tuntutan hukum. Penulismenggunakan metode yuridis-normatif dengan metode pendekatan undang-undang danpendekatan kasus, penulis menganalisis jenis data primer dan sekunder menggunakan teknikanalisis yuridis-normatif dengan mempelajari peraturan perundangan, putusan pengadilanterkait, literatur atau buku ilmu hukum, jurnal, skripsi, yang menjadi rujukan penulis untukmelakukan penyelesaian masalah hukum.Kata Kunci : Pembuktian, Perintah Jabatan, Tindak Pidana Korupsi ABSTRACT This research is aimed to analyse the basic consideration made by judges regarding judgementover criminal corruption committed by the Head of BPPN, the Head of KKSK and an obligator asin Decision Number 39/PID.SUS/TPK/2018/PN.JKT.PST jo. Decision Number 29/PID.SUSTPK/2018/PT.DKI.jo.and Decision Number 1555K/PID.SUS/2019 and to find out evidencepresented regarding reasons behind justification according to Article 51 paragraph (1) ofCriminal Code. All those three decisions were made for the same case but there weredifferences in the considerations of judges in District Court of Central Jakarta and District Courtof Jakarta, where it was believed that the defendant, Syafruddin, had issued SKL and it isconsidered as part of crime and meets the criterion in Article 2 Paragraph (1) of Law Number 20of 2001 in conjunction with Article 55 paragraph (1) of Criminal Code. Judges of Supreme Courtbelieved that MSAA agreement was categorised as civil matter, and errors in administrativeprocess was considered to be in state administrative law in addition to official mandate as inArticle 51 paragraph (1) of Criminal Code. These considerations led to significant differencesbetween Decision Number 39/PID.SUS/TPK/2018/PN.JKT.PST and Decision Number29/PID.SUS-TPK/2018/PT.DKI, where the defendant was sentenced to 15 years’ imprisonmentand is subject to paying fine of as much as 1 billion to replace three-year jail sentence.However Decision Number 1555/PID.SUS/2019 declares the defendant free from all charges.This research employed normative juridical method, statute, and case approach to analyse bothprimary and secondary materials. Legislation, court decisions, literature, books on legal studies,journals, and theses were studied as references for this research.Keywords: evidence, official mandate, criminal corruption
PERTANGGUNGJAWABAN PENYELENGGARA UANG ELEKTRONIK TERHADAP PENGGUNA UANG ELEKTRONIK DALAM HAL PERUSAHAAN MENGALAMI PAILIT Fatimah Padma Larasati
Kumpulan Jurnal Mahasiswa Fakultas Hukum Sarjana Ilmu Hukum, Desember 2020
Publisher : Kumpulan Jurnal Mahasiswa Fakultas Hukum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fatimah Padma Larasati, Sihabudin, Diah PawestriFakultas Hukum Universitas BrawijayaJL. MT Haryono 169 Malang 65145.Telp (0341) 553898. FAX (0341) 566505Email: Padmalrst@gmail.com Abstract In this study, the authors discuss the liability of electronic money providers to users when the company going bankrupt. This study aims to describe and analyze the liability of electronic money provider who stands as a debtor and organizer in bankruptcy cases. The research method uses normative legal research and the approaches use in this research namely statutory and analytical approaches. The results of this study is to provide clarity concerning the liability of electronic money providers to electronic money users when the provider company is declared bankrupt.Keywords: Liability, Electronic Money Providers, Electronic Money Users, Bankruptcy AbstrakDalam penelitian ini penulis membahas mengenai pertanggungjawaban penyelenggara UangElektronik terhadap pengguna dalam hal penyelenggara mengalami pailit. Penelitian inibertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis tanggung jawab penyelenggara uangelektronik yang berkedudukan sebagai debitur dan penyelenggara pada perkara kepailitan.Metode  penelitian  menggunakan jenis penelitian normatif dan pendekatan yang digunakandalam penelitian ini adalah pendekatan  Perundang-undangan (Statute approach) danpendekatan Analitis (Analytical Approach). Hasil penelitian ini yaitu memberi kejelasanterhadap pertanggungjawaban pihak penyelenggara uang elektronik terhadap pengguna uangelektronik dalam hal perusahaan penyelenggara dinyatakan pailit.Kata Kunci: Pertanggungjawaban, Penyelenggara Uang Elektronik, Pengguna UangElektronik, Kepailitan
PENERAPAN PRINSIP KEHATI – HATIAN OLEH BANK DALAM MEMBERIKAN KREDIT DENGAN JAMINAN SURAT KEPUTUSAN JABATAN (Studi di PT Bank Rakyat Indonesia Cabang Kediri) Fernando Issac Febriansyah
Kumpulan Jurnal Mahasiswa Fakultas Hukum Sarjana Ilmu Hukum, Desember 2020
Publisher : Kumpulan Jurnal Mahasiswa Fakultas Hukum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fernando Issac Febriansyah, Reka Dewantara dan Ranitya GanindhaFakultas Hukum UniversitasBrawijaya Jl. MT. Haryono No.169 MalangEmail : brianissac26@gmail.comAbstractDecree of official position officially informs in a statement that a person works for an institution, and this decree is considered worthy only to the holder and it is worthless to others and not transferrable. This is contrary to what happens in Kediri, where Bank Rakyat Indonesia branch office of Kediri provides loans to its clients with this decree as collateral. Regarding this case, the bank needs to take precautionary principle into account as governed in Article 8 and Article 29 of Law Number 10 of 1998 concerning Banking. This research has found out that the bank still implements precautionary principle in terms of decree of official position held as a collateral as governed in Article 8 and 29. Moreover, partnership built with related institutions in providing loans under the decree held as the collateral and SLIK is seen helpful for the bank in appraisal process. However, the bank faces two hampering factors involving juridical and non-juridical factors, where the former sees this type of collateral have no legal force when breach of contract should take place, while the non juridical factor is that BRI has a problem taking control of cash flow of its clients. However, some measures to tackle these two factors are taken, where partnership with an institution is built, recommendation from the top position is taken into account, and there should be an acceptance from the treasury that he/she should deduct the staff’s salary In addition, the measure also extends to assessing track record of the clients via BI checking or SLIK.Keywords: Loans, Decree of Official Position, Collateral Abstrak Surat keputusan jabatan merupakan surat yang menerangkan bahwa seseorangbekerja pada suatu instansi, dimana surat keputusan jabatan hanya berharga bagipemiliknya saja dan tidak memiliki nilai bagi orang lain serta tidak dapatdipindahtangankan, akan tetapi Bank Rakyat Indonesia cabang Kediri memberikankredit dengan jaminan surat keputusan jabatan, sehingga bank perlu menerapkanprinsip kehati – hatian dalam memberikan kredit dengan jaminan surat keputusan jabatan, sesuai dengan Pasal 8 dan Pasal 29 Undang – Undang Nomor 10 tahun1998 tentang Perbankan. Dari penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa BankRakyat Indoensia Cabang Kediri dalam memberikan kredit dengan jaminan suratkeputusan jabatan tetap menerapkan prinsip kehati – hatian seperti yang disebutdalam pasal 8 dan 29 undang – undang perbankan, selain itu juga adanyakerjasama dengan instansi terkait dalam memberikan kredit dengan jaminan suratkeputusan jabatan dan juga SLIK sangat membantu bank dalam memeriksanasabah. Hambatan yang dihadapi bank yaitu ada dua yuridis dan non yuridis,hambatan yuridis yaitu jaminan yang hanya berupa surat keputusan jabatan bankmenganggap kurang kuat apabila terjadi wanprestasi, hambatan non yuridis yangdihadapi bank yaitu instansi yang sistem penggajiannya tidak melalui BRI membuatBRI kesulitan untuk menguasai aliran keuangan nasabah. Upaya dari keduahambatan tersebut yaitu bank melakukan kerjasama dengan instansi, rekomendasidari atasan, serta kesanggupan bendahara gaji untuk memotong gaji pegawai,namun untuk hambatan non yuridis ada tambahan upaya yaitu memeriksa trackrecord nasabah melalui BI Checking atau SLIKKata Kunci : Kredit, Surat Keputusan Jabatan, Jaminan 
EFEKTIVITAS PASAL 12 AYAT (1) HURUF B PERATURAN DAERAH KOTA BALIKPAPAN NOMOR 1 TAHUN 2014 TENTANG IZIN MEMBUKA TANAH NEGARA SEBAGAI JAMINAN KREDIT ( STUDI KASUS DI KOPERASI UNIT SIMPAN PINJAM (USP) SWAMITRA KOPERASI KARYAWAN BUKOPIN (KKB)) Fitrizki Eka Sari
Kumpulan Jurnal Mahasiswa Fakultas Hukum Sarjana Ilmu Hukum, Desember 2020
Publisher : Kumpulan Jurnal Mahasiswa Fakultas Hukum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fitrizki Eka Sari, Sihabudin, Setiawan WicaksonoFakultas Hukum Universitas BrawijayaJl. MT. Haryono No. 169 Malang 65135, Telp (0341) 553898 Fax 566505Email: ftrzkieks@gmail.comAbstract In Article 12 paragraph (1) letter b of Local Regulation of Balikpapan City Number 1 of 2014 concerning License to Open State Land states that License to Open State Land (IMTN) cannot be used as a Credit Guarantee. In Balikpapan City, however, there are cooperatives that accept collateral in the form of IMTN tied with a power of attorney to grant mortgage rights, which is one of them conducted by Swamitra Saving andLoan Cooperative Unit Bukopin Bank Employee Cooperative. Therefore, by the existence of in Article 12 Paragraph (1) Letter b of Local Regulation of Balikpapan City Number 1 of 2014 concerning License to Open State Land can be interpreted that Credit Agreement carried out by Swamitra Saving and Loan Cooperative UnitBukopin Bank Employee Cooperative showed the gap between Das sollen and Das Sein which is there is a difference between the legal regulations regulated by the government and the facts occurred in society.Keywords: Effectiveness, License to Open State Land, Credit GuaranteeAbstrakPada Pasal 12 ayat 1 huruf b Peraturan Daerah Kota Balikpapan Nomor 1 Tahun 2014 tentang Izin Membuka Tanah Negara disebutkan bahwa Izin Membuka Tanah Negara(IMTN) tidak dapat dijadikan sebagai Jaminan Kredit, tetapi di Kota Balikpapan sendirimasih ada Koperasi yang menerima Jaminan berupa IMTN yang di ikat dengan SuratKuasa Untuk Memberikan Hak Tanggungan, yang salah satunya di lakukan olehKoperasi Unit Simpan Pinjam (USP) Swamitra Koperasi Karyawan Bukopin (KKB). Maka dengan adanya peraturan yang dituliskan pada Pasal 12 ayat (1) huruf BPeraturan Daerah Kota Balikpapan Nomor 1 Tahun 2014 tentang Izin Membuka TanahNegara bahwa Perjanjian Kredit yang di lakukan oleh Koperasi Unit Simpan Pinjam(USP) Swamitra Koperasi Karyawan Bukopin (KKB) terjadi suatu Perbedaan antara Das sollen dan Das Sein yaitu terjadi Perbedaan antara Peraturan Hukum yang diaturoleh pemerintah dengan fakta yang terjadi di masyarakat.Kata Kunci : Efektifitas, Izin Membuka Tanah Negara, Jaminan Kredit 
PENYELESAIAN SENGKETA ATAS PENGGUNAAN VIDEO ORIGINAL TERKAIT KEPENTINGAN YANG WAJAR DALAM UNDANG-UNDANG NOMOR 28 TAHUN 2014 TENTANG HAK CIPTA DAN FAIR USE YOUTUBE Kevin Reynaldi Sumangkut
Kumpulan Jurnal Mahasiswa Fakultas Hukum Sarjana Ilmu Hukum, Desember 2020
Publisher : Kumpulan Jurnal Mahasiswa Fakultas Hukum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kevin Reynaldi Sumangkut, Afifah Kusumadara, S.H., L.L.M., SJD,  Diah Pawestri Maharani, S.H., M.H.Email : kevinreynaldisumangkut@yahoo.co.idABSTRAKHak cipta merupakan salah satu dari bagian kekayaan intelektual yangcakupannya paling luas, karena mencakup ilmu pengetahuan, seni dan sastra.Hak cipta diatur dalam UU. No. 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta. Padakenyataannya perlindungan hak cipta atas kekayaan intelektual berupa kontenvideo pada media digital masih belum memberikan kejelasan dari sudut pandanghukum.  Polemiknya adalah sejauh mana batasan penggunaan video asli yangmemiliki hak kekayaan intelektual dapat digunakan oleh content creator laindalam sebuah Youtube Video atau dikenal dengan istilah Fair-Use. Di Amerika,tempat dimana doktrin fair-use ini sendiri berkembang, dapat ditemui berbagaikasus sengketa hak cipta berupa penggunaan video original tanpa izin oleh content creator Youtube. Adapun penyelesaian sengketa hak cipta video original ini diselesaikan melalui pengadilan. Rumusan masalah dalam penelitian ini  1. BagaimanakahPenyelesaian Sengketa Penggunaan Video Original Terkait Kepentingan Yang Wajar Dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang Hak Cipta dan Fair Use Youtube? 2.   Bagaimanakah Perbandingan Penerapan Doktrin Fair Use Terkait Dengan Penggunaan Video Konten Youtube di Indonesia Dengan diAmerika Serikat?  Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil 1. terdapat 5 (lima) poin terkaitdengan komparasi Fair Use yaitu: Pengaturan Doktrin Fair Use dan Subtanasi Fair Use dalam Norma; Ketentuan Obyek yang masuk doktrin Fair Use; Indikatortindakan Fair Use; Penyelesaian Masalah; dan Ganti Rugi atasPenyalahgunaan/salah tafsir Fair Use. Berdasarkan hasil komparasi terkaitKebijakan Fair Use disimpulkan bahwa di Amerika berada pada kondisi yang lebihrelavan terkait denganpenanganan perkara pelanggaran Fair Use apabila diterapkan di Indonesia. Selanjutnya, 2. mengenai penerapan doktrin Fair Use,  Pertama, berdasarkan kasus calon sarjana Merujuk pada ketentuan Pasal 40UUHC, maka cuplikan video yang digunakan channel Calon Sarjana merupakanciptaan yang dimaksud pada huruf (k) yaitu karya fotografi dan huruf (m) yaitukarya sinematografi, dimana Kedua kategori ciptaan tersebut merupakan ciptaanyang mendapatkan perlindungan dalam UUHC. Kemudian terkait dengan opsisengketa Penggunaan Video Original Terkait Kepentingan Yang Wajar DalamUndang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang Hak Cipta dan Fair Use Youtube terangkum dalam 3 (tiga) bentuk yaitu Jalur Pengadilan, Jalur Arbitrase, jalurAlternatif Penyelesaian Sengketa, dan Jalur platform Youtube.Kata Kunci : Penyelesaian, Sengketa, Kepentingan Wajar ABSTRACTCopyright is a part of intellectual property and it embraces a large scopecomprising science, art, and literature. Copyright is governed in Law Number 28of 2014 concerning Copyright. As a matter of fact, the protection of copyrightregarding video content as intellectual property on digital media does not giveany vivid elaboration from the perspective of law.  The issue lies on the extent that original video with intellectual propertyright can be used by another content creator on Youtube video. Disputes overcopyright in the use of original video without consent of the original contentcreator on Youtube are common in the US where the principle of fair use wasinitiated.  These disputes regarding fair use case are settled in a court of law. Theresearch problems studied involve: 1. How is the dispute over the use of originalvideo without consent in relation to fair use principle based on Law Number 28 of2014 concerning Copyright and Fair Use Youtube? 2. How are the exercise of fair use principle regarding the use of content video on Youtube in Indonesia andthat in the US compared?  The research result has found that 1. There are five points regarding thecomparison of fair use: regulation of fair use principle and substance of fair usein a norm; the provision of objects included in fair use; indicators of actionregarding fair use; dispute resolution; redress over misuse/misinterpretation offair use. The result of the comparison brings further to a conclusion implying thatthe US is in its relevant position in terms of dealing with the cases over disputeof fair use principle compared to Indonesia on this matter. 2. In theimplementation of fair use principle, first, in the case of the video of CalonSarjana, based on Article 40 of Law concerning Copyright, the video clip uploaded on Calon Sarjana channel is the creation as intended in letter (k),defined as a photography and letter (m) as a cinematography, both of which areunder the protection of the Law concerning Copyright. Regarding options ofdisputes over the use of original video with regard to fair use as in Law Number28 of 2014 concerning Copyright and Fair Use Youtube, there are threeprocedures of settling the dispute in the court of law: court proceedings,arbitration, alternative resolution to dispute, and Youtube platform.Keywords: resolution, dispute, fair use 
IMPLEMENTASI PERATURAN BADAN PEMERIKSA KEUANGAN NOMOR 4 TAHUN 2018 TERHADAP PELANGGARAN KODE ETIK OLEH PEMERIKSA BPK DALAM MELAKSANAKAN PEMERIKSAAN PENGELOLAAN DAN TANGGUNGJAWAB KEUANGAN NEGARA (Studi di Badan Pemeriksa Keuangan Perwakilan Provinsi Jawa M. Rizky Yusuf
Kumpulan Jurnal Mahasiswa Fakultas Hukum Sarjana Ilmu Hukum, Desember 2020
Publisher : Kumpulan Jurnal Mahasiswa Fakultas Hukum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

M Rizky Yusuf, Agus Yulianto, Lutfi EffendiFAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS BRAWIJAYAJl. MT. Haryono No. 169, Malang 65145, IndonesiaTelp. +62-341-553898; Fax: +62-341-566505Email: rizkyyusuf12@gmail.comABSTRAKPerilaku etika dan profesionalisme pada profesi auditor BPK perlu diperhatikan. Menjadi auditor yang memiliki sikap profesional dan kredibilitas adalah merupakanhal yang penting. Oleh karena itu, dalam melaksanakan tugasnya auditor BPKdituntut untuk dapat bersikap profesional. Layaknya seorang dokter yang terikatpada kode etik profesi, seorang auditor BPK juga berpengan teguh pada suatukode etik profesi, sebagaimana yang diatur dalam Peraturan BPK Nomor 4 Tahun2018 tentang Kode Etik BPK. Namun, sangat disayangkan masih banyak terjadikasus pelanggaran kode etik yang masih dilakukan oleh auditor BPK, baik itupelanggaran terhadap penerapan etika, presepsi profesi maupun sikap skeptismeauditor tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisisImplementasi Peraturan BPK Nomor 4 Tahun 2018 tentang Kode Etik dari persepsipemeriksa internal BPK terkait pemeriksaan pengelolaan dan tanggungjawabkeuangan negara. Serta menganalisis faktor-faktor penyebab terjadinyapelanggaran kode etik oleh Pemeriksa BPK pada saat melaksanakan pemeriksaanpengelolaan dan tanggungjawab keuangan negara. Jenis penelitian dalampenelitian ini adalah penelitian Sosio Legal, dengan menggunakan pendekatanyuridis sosiologis. Hasil dari penelitian ini didapatkan kesimpulan bahwasannyapenerapan Pasal 7 Perbup Nomor 13 Tahun 2018 telah berjalan efektif di 5 (lima)desa wisata yang penulis lakukan penelitian. Meskipun masih terdapat beberapadesa yang masih belum melaksanakan ketentuan Pasal 7 tersebut sepenuhnya.Kesimpulan selanjutnya, Faktor-faktor yang mepengaruhi Efektivitas Hukum Pasal7 Perbup Nomor 13 Tahun 2018 dipengaruhi oleh beberapa factor, yakni: Faktor Hukumnya sendiri, Faktor Penegak Hukum, Faktor Sarana atau Fasilitas, FaktorMasyarakat, dan Faktor Kebudayaan.Kata Kunci: Badan Pemeriksa Keuangan, Kode Etik, Keuangan Negara.   ABSTRACTThe code of conduct and professionalism of auditors working for State Audit Agency (BPK) needs to receive attention. It is a must for an auditor to have his/herprofessionalism and credibility. Thus, to perform their task, auditors in BPK areexpected to work professionally. The code of conduct based on which the auditorshave to act is regulated in the Regulation of BPK Number 4 of 2018 concerningCode of Conduct of State Audit Agency. However, violation of code of conduct isoften found among the auditors of BPK regarding implementation of ethics,professionalism, and scepticism of the auditors. This research is aimed to analysethe implementation of Regulation of BPK Number 4 of 2018 concerning code ofconduct from the perspective of Internal Audit of BPK regarding the Audit of StateFinancial Management and Responsibilities. This research is also intended toanalyse contributing factors to the violation of code of conduct by BPK during theprocess of audit of the state finance. This research employed socio-legal methodand socio-juridical approach. It reveals that Article 7 of Regent Regulation Number13 of 2018 has been effectively implemented in five villages where research wasconducted, and several villages were found to have not implemented the provisionof Article 7. Moreover, there are several factors affecting the effectiveness of Article7 of Regent Regulation Number 13 of 2018 including law, law enforcers, facilities,members of public, and culture.Keywords: State Audit Agency, code of conduct, state finance
DISPARITAS PUTUSAN HAKIM TENTANG PEMBERIAN REHABILITASI DALAM PERKARA TINDAK PIDANA NARKOTIKA JENIS SHABU (Studi Putusan Nomor: 68/Pid.Sus/2019/PN.Dpk dan Putusan Nomor: 695/Pid.Sus/2018/PN.Dpk) Mayang Ariesa Dimar
Kumpulan Jurnal Mahasiswa Fakultas Hukum Sarjana Ilmu Hukum, Desember 2020
Publisher : Kumpulan Jurnal Mahasiswa Fakultas Hukum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mayang Ariesa, Setiawan Nurdayasakti, Ardi FerdianFakultas Hukum Universitas Brawijaya JL. MT Haryono 169 Malang 65145. Telp (0341) 553898. FAX (0341) 566505Email: mayangariiesa@hotmail.comAbstractIn this study, the authors discussed the disparity of rehabilitation given to two defendants in Court Decision Number: 68 / Pid.Sus / 2019 / PN.Dpk and Court Decision Number: 695 / Pid.Sus / 2018 / PN.Dpk. The aim of this study is to determine what are the factors causing the disparity in the two decisions and also to find out whether the judges' decisions contained in the two decisions were in accordance with legal objectives. The research method used by the author is normative legal research, as well as statute and case approaches. The results of this study aiming to explain the factors causing the disparity in the two decisions as well as the legal objectives of the two decisions.Keywords: Disparity, Narcotics, Rehabilitation AbstrakDalam penelitian ini, penulis membahas mengenai disparitas pemberian rehabilitasiyang diberikan kepada dua terdakwa dalam Putusan Nomor: 68/Pid.Sus/2019/PN.Dpkdan Putusan Nomor: 695/Pid.Sus/2018/PN.Dpk. Tujuan dari penelitian ini adalahuntuk mengetahui apakah faktor penyebab dari terjadinya disparitas dalam keduaputusan tersebut dan juga untuk mengetahui apakah putusan hakim yang ada didalamkedua putusan tersebut sudah sesuai dengan tujuan hukum. Metode penelitian yangdigunakan oleh penulis adalah metode penelitian hukum Yuridis Normatif, sertamenggunakan pendekatan peraturan perundang-undangan (statute approach) danjuga pendekatan kasus (case approach).  Hasil dari penelitian ini adalah menjelaskanmengenai faktor penyebab terjadinya disparitas dalam kedua putusan dan juga tujuanhukum dari kedua putusan.Kata Kunci: Disparitas, Narkotika, Rehabilitasi
EFEKTIVITAS PELAKSANAAN PENGAWASAN BARANG IMPOR BERUPA PAKAIAN BEKAS OLEH BEA DAN CUKAI BERDASARKAN PERMENDAG NO.51/M-Dag/Per/7/2015 (Studi Kasus Di Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B Balikpapan) Muhammad Fahrizal
Kumpulan Jurnal Mahasiswa Fakultas Hukum Sarjana Ilmu Hukum, Desember 2020
Publisher : Kumpulan Jurnal Mahasiswa Fakultas Hukum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Muhammad Fahrizal, Tunggul Anshari, Dewi CahyandariFakultas Hukum Universitas Brawijaya Jl. MT. Haryono No. 169 MalangEmail: muhammafahrizal470@gmail.comABSTRAKPermasalahan mengenai sejauh mana pelaksanaan pengawasan barangimpor berupa pakaian bekas yang di lakukan oleh bea cukai berdasarkan PERMENDAG NO.51/M-Dag/Per/7/2015 tentang laranganimpor pakaian bekas yang ada di Kota Balikpapan. Pemilihan tematersebut dilatar belakangi oleh banyaknya kasus-kasus yang terjaditentang kasus selundupan impor pakaian bekas di Kota Balikpapan danjuga semakin maraknya dan menjamurnya jumlah pedagangan yangberjualan pakaian bekas di Kota Balikpapan. Kemudian penulisan karyatulis ini menggunakan metode yuridis empiris dengan metode penelitianlapangan. Bahan hukum primer dan sekunder yang diperoleh penulisakan dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskripsi analisisyaitu dengan memaparkan data yang diperoleh di lapangan di pasarpandansari dan juga di kantor bea cukai. Dari hasil penelitian denganmetode di atas, penulis memperoleh jawaban atas permasalahan yang ada bahwa belum sepenuhnya Peraturan tersebut dalampengaplikasiannya berjalan dengan efektiv dikarenakan beberapa faktordi antaranya kurangnnya jumlah personil yang ada, sarana prasara yangkurang memadai, kurangnya pengetahuan masyarakat akan peraturantersebut dan masih beberapa faktor lainnya, meskipun demikian beacukai tetap berusaha semaksimal mungkin dengan kondisi yangsekarang agar tetap melaksanakan tugas yang telah dibebankan dariperaturan tersebut.Keywords: Faktor, Efektivitas, Pakaian Bekas, Impor.ABSTRACTThis research topic departs from the growing number of cases of illegalimport of second hand clothes in Ballikpapan city and of vendors ofsecond hand clothes in the city. This research employed empirical juridicalmethod that involved field observation. Primary and secondary materialswere analysed by means of descriptive analysis where the data obtainedfrom Pandansari market and customs and excise control and service officewas analysed. The result has found out that the regulation has not beeneffectively implemented due to some factors impeding the process likelack of human resources involved in the operation, lack of neededfacilities, and lack of awareness of the members of society regarding theregulation. However, customs and excise control and service office isgiving its best to enforce the regulation accordingly.Keywords: factor, effectiveness, second hand clothes, import 
UPAYA BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH UNTUK MENINGKATKAN KEDISIPLINAN PEGAWAI NEGERI SIPIL BERDASARKAN PASAL 229 AYAT 2 PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 11 TAHUN 2017 TENTANG MANAJEMEN PEGAWAI NEGERI SIPIL (Studi di Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Kediri) Nugradenta Wisnu Wicaksana
Kumpulan Jurnal Mahasiswa Fakultas Hukum Sarjana Ilmu Hukum, Desember 2020
Publisher : Kumpulan Jurnal Mahasiswa Fakultas Hukum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nugradenta Wisnu Wicaksana, Lutfi Effendi, Agus YuliantoFakultas Hukum, Universitas Brawijaya Jl. MT. Haryono No. 169 MalangAbstrakSaat ini kedisiplinan PNS sangat perlu ditingkatkan, mengingat semakin banyak permasalahan mengenai kepegawaian yang terjadi. Permasalahan tersebut yaitu,besarnya jumlah PNS Daerah dan tingkat pertumbuhan yang tinggi dari tahun ke tahun,rendahnya kualitas dan ketidaksesuaian kompetensi yang dimiliki, serta kesalahanpenempatan dan ketidak jelasan jalur karier yang dapat ditempuh Pegawai Negeri Sipil.Oleh karena itu, sangat diperlukan upaya Badan Kepegawaian Daerah untukmeningkatkan kedisplinan Pegawai Negeri Sipil, mengingat permasalahan itu berdampakmunculnya berbagai pelanggaran terhadap peraturan disiplin, yang menyebabkan rodapemerintahan tidak dapat berjalan dengan baik. Pelanggaran terhadap peraturan disiplinpegawai telah diatur dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 53 Tahun2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil. Sesuai yang diamanatkan oleh pasal 229 ayat2 Peraturan Pemerintah No 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis upaya yangdilakukan oleh badan kepegawain daerah untuk meningkatkan kedisiplinan pegawainegeri sipil di kabupaten kediri berdasarkan Pasal 229 ayat 2 Peraturan PemerintahNomor 11 Tahun 2017. Serta mengetahui dan menganalisa apa saja kendala yangdihapai dan mengetahui bagaimana solusi badan kepegawaian daerah kabupaten kedirimengatasi kendala yang ada dalam meningkatkan kedisiplinan Pegawai Negeri Sipil diKabupaten Kediri.Jenis penelitian ini adalah penelitian Sosio Legal, dengan menggunakan pendekatanyuridis sosiologis. Hasil dari penelitian ini, didapatkan kesimpulan bahwa upaya BadanKepegawaian Daerah untuk Meningkatkan Kedisiplinan Pegawai Negeri Sipil BerdasarkanPasal 229 Ayat 2 Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 Tentang ManajemenPegawai Negeri Sipil (Studi Di Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Kediri) telahterlaksana dan terimplementasikan kedalam setiap Satuan Kerja Pemerintah Daerah(SKPD) Kabupaten Kediri oleh Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Kediri sesuaiaturan dan ketentuan yang berlaku. Namun, dalam penerapannya, masih terdapathambatan yaitu pelanggaran dan penyimpangan diatas yang membuat aturan tidakdapat berjalan efektif sesuai dengan tujuan yang dikehendaki dalam pembentukanaturan tersebut. Oleh karena itu, terdapat beberapa upaya yang dilakukan oleh BKDdalam meningkatkan kedisiplinan Pegawai Negeri Sipil antara lain dengan pembinaan,sosialiasi, absensi elektronik, dan sidak secara acak bisa ditujukan kepada SKPD tertentuatau ke wilayah Kantor kecamatan dan desa yang ada di Kabupaten Kediri.Kata Kunci: BKD, PNS, Manajemen Kepegawaian, KedisiplinanAbstractDiscipline of civil servants needs to be improved due to low quality and competence ofcivil servants, misplacement of civil servants, and unclear career ladder civil servants canachieve. These issues have led to violation of disciplinary regulations that interruptsgovernment activities. Violation of disciplinary regulations for civil servants is governedin Government Regulation Number 53 of 2010 concerning Discipline of Civil Servants. Asmandated in Article 229 paragraph 2 of Government Regulation Number 11 of 2017concerning Management of Civil Servants, the aim of this research is to find out andanalyse the measures taken by regional civil service body to improve the discipline ofcivil servants in the Regency of Kediri according to Article 229 paragraph 2 of Government Regulation Number 11 of 2017 and to investigate and analyse hamperingfactors that are farced and to find out the solution given by the agency to tackle the thisproblem to help to improve the discipline of civil servants in the Regency of Kediri. This research was conducted based on socio-legal method and socio-juridical approach.The research has found out that the measures taken by regional civil service agency toimprove the discipline of civil servants according to Article 229 Paragraph 2 ofGovernment Regulation Number 11 of 2017 concerning Management of Civil Servantshave been implemented into local government unit (SKPD) of the Regency of Kediri byCivil Service Agency according to current regulations. However, the violation hashampered the regulation so that it is not implemented effectively as expected. Therefore,several measures are taken by the agency to improve the discipline of civil servantsincluding training, workshop, electronic attendance check, and random unannouncedinspections addressed to SKPD or to district office or village office in the Regency ofKediri. Keywords: BKD, PNS, management of civil service, discipline    

Filter by Year

2012 2023


Filter By Issues
All Issue Sarjana Ilmu Hukum, Juli 2023 Sarjana Ilmu Hukum, April 2023 Sarjana Ilmu Hukum, Januari 2023 Sarjana Ilmu Hukum, September 2023 Sarjana Ilmu Hukum, Juni 2023 Sarjana Ilmu Hukum, Maret 2023 Sarjana Ilmu Hukum, Agustus 2023 Sarjana Ilmu Hukum, Mei 2023 Sarjana Ilmu Hukum, Februari 2023 Sarjana Ilmu Hukum, Oktober 2023 Sarjana Ilmu Hukum, Maret 2022 Sarjana Ilmu Hukum, November 2022 Sarjana Ilmu Hukum, Agustus 2022 Sarjana Ilmu Hukum, Mei 2022 Sarjana ilmu Hukum, Januari 2022 Sarjana Ilmu Hukum, Oktober 2022 Sarjana Ilmu Hukum, Februari 2022 Sarjana Ilmu Hukum, Juli 2022 Sarjana Ilmu Hukum, April 2022 Sarjana Ilmu Hukum, Desember 2022 Sarjana Ilmu Hukum, September 2022 Sarjana Ilmu Hukum, Juni 2022 Sarjana Ilmu Hukum, Juni 2021 Sarjana Ilmu Hukum, Maret 2021 Sarjana ilmu Hukum, November 2021 Sarjana ilmu Hukum, September 2021 Sarjana Ilmu Hukum, Mei 2021 Sarjana Ilmu Hukum, Februari 2021 Sarjana Ilmu Hukum, Juli 2021 Sarjana Ilmu Hukum, April 2021 Sarjana ilmu Hukum, Desember 2021 Sarjana Ilmu Hukum, Januari 2021 Sarjana ilmu Hukum, Oktober 2021 Sarjana Ilmu Hukum, Januari 2020 Sarjana Ilmu Hukum, Oktober 2020 Sarjana Ilmu Hukum, Juni 2020 Sarjana Ilmu Hukum, Maret 2020 Sarjana Ilmu Hukum, Desember 2020 Sarjana Ilmu Hukum, September 2020 Sarjana Ilmu Hukum, Mei 2020 Sarjana Ilmu Hukum, Februari 2020 Sarjana Ilmu Hukum, November 2020 Sarjana Ilmu Hukum, Juli 2020 Sarjana Ilmu Hukum, April 2020 Sarjana Ilmu Hukum, Juni 2019 Sarjana Ilmu Hukum, April 2019 Sarjana Ilmu Hukum, Oktober 2019 Sarjana Ilmu Hukum, Januari 2019 Sarjana Ilmu Hukum, Agustus 2019 Sarjana Ilmu Hukum, Mei 2019 Sarjana Ilmu Hukum, Desember 2019 Sarjana Ilmu Hukum, Maret 2019 Sarjana Ilmu Hukum, Juli 2019 Sarjana Ilmu Hukum, November 2019 Sarjana Ilmu Hukum, Februari 2019 Sarjana Ilmu Hukum, September 2019 Sarjana Ilmu Hukum, Juni 2018 Sarjana Ilmu Hukum, Mei 2018 Sarjana Ilmu Hukum, September 2018 Sarjana Ilmu Hukum, Juni 2018 Sarjana Ilmu Hukum, Februari 2018 Sarjana Ilmu Hukum, November 2018 Sarjana Ilmu Hukum, Agustus 2018 Sarjana Ilmu Hukum, April 2018 Sarjana Ilmu Hukum, Januari 2018 Sarjana Ilmu Hukum, Desember 2018 Sarjana Ilmu Hukum, Oktober 2018 Sarjana Ilmu Hukum, Juli 2018 Sarjana Ilmu Hukum, Maret 2018 Sarjana Ilmu Hukum, Maret 2017 Sarjana Ilmu Hukum, November 2017 Sarjana Ilmu Hukum, Mei 2017 Sarjana Ilmu Hukum, Januari 2017 Sarjana Ilmu Hukum, Februari 2017 Sarjana Ilmu Hukum, Oktober 2017 Sarjana Ilmu Hukum, Juli 2017 Sarjana Ilmu Hukum, April 2017 Sarjana Ilmu Hukum, Desember 2017 MAGISTER ILMU HUKUM DAN KENOTARIATAN, 2017 Sarjana Ilmu Hukum, Agustus 2017 Sarjana Ilmu Hukum, September 2017 Sarjana Ilmu Hukum, Juni 2017 Sarjana Ilmu Hukum, Juni 2016 Sarjana Ilmu Hukum, Februari 2016 Sarjana Ilmu Hukum, Desember 2016 Sarjana Ilmu Hukum, Oktober 2016 Sarjana Ilmu Hukum, Agustus 2016 Periode I Sarjana Ilmu Hukum, Maret 2016 Sarjana Ilmu Hukum, Januari 2016 MAGISTER ILMU HUKUM DAN KENOTARIATAN, 2016 Sarjana Ilmu Hukum,September 2016 Sarjana Ilmu Hukum, Juli 2016 Sarjana Ilmu Hukum, November 2016 Sarjana Ilmu Hukum, Mei 2016 Sarjana Ilmu Hukum, Agustus 2016 Periode II Sarjana Ilmu Hukum, April 2016 MAGISTER ILMU HUKUM DAN KENOTARIATAN, 2015 Sarjana Ilmu Hukum, September 2015 Sarjana Ilmu Hukum, Oktober 2015 Sarjana Ilmu Hukum, Juni 2015 Sarjana Ilmu Hukum, Maret 2015 MAGISTER ILMU HUKUM DAN KENOTARIATAN, 2015 Sarjana Ilmu Hukum, Agustus 2015 Sarjana Ilmu Hukum, Desember 2015 Sarjana Ilmu Hukum, Mei 2015 Sarjana Ilmu Hukum, Februari 2015 Sarjana Ilmu Hukum, November 2015 Sarjana Ilmu Hukum, Juli 2015 Sarjana Ilmu Hukum, April 2015 Sarjana Ilmu Hukum, Februari 2014 Magister Ilmu Hukum dan Kenotariatan, 2014 Sarjana Ilmu Hukum, Juni 2014 Sarjana Ilmu Hukum, November 2014 Sarjana Ilmu Hukum, Agustus 2014 Magister Ilmu Hukum dan Kenotariatan, 2014 Sarjana Ilmu Hukum, Mei 2014 Sarjana Ilmu Hukum, Oktober 2014 Sarjana Ilmu Hukum, April 2014 Sarjana Ilmu Hukum, Juli 2014 Sarjana Ilmu Hukum, Maret 2014 Sarjana Ilmu Hukum, Desember 2014 Sarjana Ilmu Hukum, September 2014 Sarjana Ilmu Hukum, Februari 2013 Sarjana Ilmu Hukum, Januari 2013 Sarjana Ilmu Hukum, Mei 2013 Doktor Ilmu Hukum 2013 Sarjana Ilmu Hukum, Oktober 2013 Sarjana Ilmu Hukum, Desember 2013 Magister Ilmu Hukum dan Kenotariatan 2013 Sarjana Ilmu Hukum, Februari 2013 Sarjana Ilmu Hukum, Juli 2013 Sarjana Ilmu Hukum, April 2013 Doktor Ilmu Hukum 2013 Sarjana Ilmu Hukum, Maret 2013 Sarjana Ilmu Hukum, September 2013 Sarjana Ilmu Hukum, Agustus 2013 Sarjana Ilmu Hukum, Juni 2013 Magister Ilmu Hukum dan Kenotariatan 2013 Sarjana Ilmu Hukum, Desember 2012 Sarjana Ilmu Hukum, November 2012 Sarjana Ilmu Hukum, Agustus 2012 Sarjana Ilmu Hukum, September 2012 Sarjana Ilmu Hukum, Oktober 2012 More Issue