cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
protanbp@ub.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Produksi Tanaman
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23383976     EISSN : 25278452     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Produksi Tanaman adalah Jurnal Pertanian yang diterbitkan oleh Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya berisi hasil penelitian yang disusun oleh mahasiswa setelah menyelesaikan tugas akhir berupa skripsi.
Arjuna Subject : -
Articles 3,458 Documents
PENGARUH MACAM DAN KOMBINASI BAHAN ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN STEVIA (Stevia rebaudiana B.) Prasetya, M. Hanafi Eka; Maghfoer, Mochammad Dawam; Santoso, Mudji
Jurnal Produksi Tanaman Vol 2, No 6 (2014)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.991 KB) | DOI: 10.21776/137

Abstract

Stevia ialah tanaman herba yang memiliki daya regenerasi yang kuat sehingga tahan pemangkasan. Tanaman stevia sangat potensial dikembangkan sebagai gula (pemanis) alami pendamping gula tebu dan pengganti gula sintetis. Tanaman stevia bermanfaat sebagai pemanis alami untuk makanan dan minuman. Penelitian  dilaksanakan pada bulan Desember 2012 sampai Januari 2013 di rumah kaca Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Malang. Tujuan penelitian ialah memperoleh kombinasi bahan organik yang ideal bagi pertumbuhan dan hasil tanaman stevia (Stevia rebaudiana B.). Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 8 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan meliputi : A(Tanah + Kontrol (Urea 0,228 t ha-1, SP36 0,146 t ha-1, KCl 0,362 t ha-1)), B(Tanah +  12.3 t ha-1 Kompos kotoran sapi), C(Tanah + 4.423 t ha-1 T.diversifolia), D(Tanah + 4.689 t ha-1 C.juncea), E(Tanah + 6.15 t ha-1 Kompos kotoran sapi + 2.212 t ha-1 T.diversifolia), F(Tanah + 6.15 t ha-1 Kompos kotoran sapi + 2.344 t ha-1 C.juncea), G(Tanah + 3.075 t ha-1 Kompos kotoran sapi + 3.317 t ha-1 T.diversifolia), H(Tanah + 3.075 t ha-1 Kompos kotoran sapi + 3.517 t ha-1 C.juncea). Hasil penelitian perlakuan kombinasi tanah + 12,3 t ha-1 kompos kotoran sapi menunjukkan pertumbuhan vegetatif tanaman stevia lebih tinggi dari semua perlakuan. Perlakuan kombinasi tanah + 6,150 t ha-1 kompos kotoran sapi + 2,212 t ha-1 T.diversifolia menunjukkan jumlah daun tanaman terbanyak pada tanaman stevia dibandingkan dengan perlakuan lain dan hasil panen yang meliputi bobot segar total tanaman, bobot kering total tanaman, bobot daun segar, bobot batang segar, luas daun dan kadar gula. Kata kunci : Stevia rebaudiana B, Crotalaria juncea, Tithonia diversifolia, kompos kotoran sapi, pupuk NPK.
PENGARUH KOMBINASI KOMPOS KOTORAN SAPI DAN PAITAN (Tithonia diversifolia L.) TERHADAP PRODUKSI TOMAT (Lycopersicum esculentum Mill.) Prasetyo, Andhi Dwi; Nurlaelih, Euis Elih; Tyasmoro, Setyono Yudo
Jurnal Produksi Tanaman Vol 2, No 6 (2014)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.996 KB) | DOI: 10.21776/138

Abstract

Tanaman tomat merupakan salah satu komoditas hortikultura yang sangat potensial untuk dikembangkan karena mempunyai nilai ekonomis cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pengaruh dosis pemberian kompos kotoran sapi dan paitan aplikasi pupuk anorganik terhadap hasil produksi tomat. Penelitian dilaksanakan selama 4 di Kota Malang. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 6 perlakuan dan 4 kali ulangan yaitu anorganik (urea 0,526 t ha-1 + SP36 0,256 t ha-1 + KCl 0,162 t ha-1), kompos kotoran sapi 25% (4,556 t ha-1) + paitan 75% (3,876 t ha-1), kompos kotoran sapi 50% (9,113 t ha-1) + paitan 50% (2,584 t ha-1), kompos kotoran sapi 75% (13,669 t ha-1) + paitan 25%  (1,292 t ha-1), kompos kotoran sapi 100% (18,226 t ha-1), paitan 100% (5,168 t ha-1) menghasilkan hasil bobot segar buah tomat sebesar 341,7 kg dan 419,83 kg lebih tinggi dibanding perlakuan yang lain. Kata kunci: Produksi, Tomat, Kompos Kotoran Sapi, Paitan.
EFEK XENIA PADA BEBERAPA PERSILANGAN JAGUNG MANIS (Zea mays L. Saccharata) TERHADAP KARAKTER BIJI Hariyanti, Ismi Dahlia; Soegianto, Andy; Sugiharto, Arifin Noor
Jurnal Produksi Tanaman Vol 2, No 6 (2014)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.724 KB) | DOI: 10.21776/139

Abstract

Pemuliaan jagung hibrida memiliki peluang yang besar untuk berperan dalam rangka peningkatan produktivitas tanaman jagung. Perakitan  kultivar  unggul  yang mempunyai potensi hasil tinggi dapat  dilakukan  dengan salah satu caranya yakni dengan memanfaatkan efek xenia pada persilangan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efek xenia pada beberapa persilangan jagung manis (Zea mays L. Saccharata) terhadap karakter biji. Penelitian dilaksanakan pada bulan  Maret 2013 sampai Juli 2013 di Kebun Percobaan Universitas Brawijaya, Desa Jatikerto Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Single Plant, dengan perlakuan persilangan pada 11 Tetua Betina dan 4 Tetua Jantan. Evaluasi efek xenia dilakukan dengan menghitung persentase efek xenia dan uji t test pada masing masing kombinasi persilangan. efek xenia yang nyata pada karakter kuantitatif, yakni pada karakter-karakter bobot tongkol, bobot 100 biji, kadar gula dan jumlah biji dalam setiap kombinasi persilangan. Pada karakter kualitatif efek xenia mempengaruhi bentuk dan warna biji jagung. Galur A2 sebagai tetua jantan memberikan efek xenia dominan pada beberapa parameter, yakni pada bobot tongkol, bobot 100 biji, jumlah biji, kadar gula, perubahan warna dan bentuk biji. Begitupun halnya dengan galur ungu pekat sebagai tetua jantan memberikan efek xenia pada karakter, jumlah biji, bobot  100 biji, bobot tongkol, jumlah biji,  kadar gula, perubahan warna dan bentuk biji. Kata kunci: Efek Xenia, Kuantitatif Karakter, Kualitatif Karakter, Jagung Manis.
EVALUASI KEINDAHAN DAN KENYAMANAN RUANG TERBUKA HIJAU (RTH) ALUN-ALUN KOTA BATU Zahra, Amellia Firdaus; Sitawati, Sitawati; Suryanto, Agus
Jurnal Produksi Tanaman Vol 2, No 7 (2014)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.255 KB) | DOI: 10.21776/140

Abstract

Alun-alun Batu merupakan salah satu Ruang Terbuka Hijau umum di pusat kota Batu. Penelitian bertujuan mengetahui tingkat keindahan dan kenyamanan di Alun-alun Batu. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2012 yang bertempat di Alun-alun Kota Batu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ada 2 yaitu Scenic Beauty Estimation (SBE) untuk evaluasi keindahan dan Model RayMan untuk evaluasi kenyamanan. Sebagai perbandingan Model RayMan, digunakan juga metode Thermal Humidity Index (THI) untuk evaluasi kenyamanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Alun-alun Batu merupakan ruang terbuka hijau dengan perbandingan perkerasan dan vegetasi adalah 60:30. Model RayMan menunjukkan bahwa alun-alun ini mengalami kondisi yang tidak nyaman pada siang hari (pukul 06.00 sampai 15.00), memasuki kondisi nyaman pada jam 15.30 dan kembali pada kondisi tidak nyaman pada jam 18.00. Alun-alun Batu memiliki estetika tinggi (nilai SBE tinggi yaitu 102,6), tetapi memiliki waktu tidak nyaman selama 9 jam, lebih lama daripada waktu nyaman yang hanya 3 jam. Kata kunci: Alun-alun Batu, Scenic Beauty Estimation, Model RayMan, keindahan, kenyamanan
PENGARUH PUPUK KANDANG SAPI PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TERONG (Solanum melongena L) PADA POLA TANAM TUMPANGSARI DENGAN RUMPUT GAJAH (Penisetum purpureum) TANAMAN PERTAMA Evanita, Ely; Widaryanto, Eko; Heddy, Y. B. Suwasono
Jurnal Produksi Tanaman Vol 2, No 7 (2014)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.139 KB) | DOI: 10.21776/141

Abstract

Limbah peternakan yang semakin meningkat perlu dimanfaatkan sebagai pupuk kandang sapi untuk tanaman pakan ternak rumput gajah dengan sayuran terong dan dibutuhkan penanaman tumpangsari agar hasilnya lebih optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi pola tanam tumpangsari dengan pemberian dosis pupuk kandang sapi yang berbeda terhadap pertumbuhan dan hasil panen tanaman terong dan rumput gajah tanaman pertama pada lahan yang sudah pernah terkena limbah peternakan sapi. Penelitian dilaksanakan mulai bulan Juli-Desember 2012 yang bertempat di lahan PT. Green Field (Farm and Milk Product) di Ngajum Malang. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) diulang 3 kali, perlakuan-perlakuan tersebut adalah: P0: Terong monokultur+pupuk NPK, J1P1: tumpangsari barisan tunggal + Pupuk kandang sapi 5 t Ha-1, J1P2: Tumpangsari barisan tunggal + Pupuk kandang sapi 10 t Ha-1, J1P3: tumpangsari barisan tunggal + Pupuk kandang sapi 15 t Ha-1, J1P4: tumpangsari barisan tunggal + Pupuk kandang sapi 20 t Ha-1, J2P1: tumpangsari barisan ganda + Pupuk kandang sapi 5 t Ha-1, J2P2: tumpangsari barisan ganda + Pupuk kandang sapi 10 t Ha-1, J2P3: tumpangsari barisan ganda + Pupuk kandang sapi 15 t Ha-1, J2P4: tumpangsari barisan ganda + Pupuk kandang sapi 20 t Ha-1. Hasil penelitian menunjukkan kombinasi kandang sapi yang berbeda memberikan pengaruh yang nyata, perlakuan kombinasi terbaik pada pengamatan pertumbuhan tanaman juga hasil panen didapatkan pada perlakuan tumpangsari barisan ganda dengan pemberian dosis pupuk kandang sapi 5 ha-1, begitu juga dengan hasil keuntungan ekonomi.Kata kunci: Solanum melongena L, pupuk kandang sapi, tumpangsari, Penissetum purpureum
PENGENDALIAN GULMA PADA BERBAGAI TARAF PEMUPUKAN NITROGEN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KENTANG (Solanum tuberosum L.) Mubarak, Al Fath Mubin; Widaryanto, Eko; Sebayang, Husni Thamrin
Jurnal Produksi Tanaman Vol 2, No 7 (2014)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.609 KB) | DOI: 10.21776/142

Abstract

Peningkatan produksi kentang di Indonesia perlu dilakukan. Peningkatan produksi dapat dilakukan dengan menambahkan unsur hara melalui pemupukan nitrogen dan melakukan metode pengendalian gulma yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan dosis pupuk nitrogen pada kompetisi dengan gulma  sehingga dapat mengetahui waktu yang tepat dalam mengendalikan gulma dan pengaruh terhadap hasil kentang (Solanum tuberosum L.). Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei-September 2013, di Desa Sumberbrantas, Kec. Bumiaji, Kota Batu. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok dengan perlakuan pengendalian gulma (G) dan pemupukan nitrogen (P). Herbisida pra tumbuh oksifluorfen efektif dalam menurunkan pertumbuhan gulma dari 0-49 hst. Herbisida pra tumbuh oksifluorfen tidak berbeda secara nyata apabila dibandingkan dengan perlakuan bebas gulma (pengendalian gulma tujuh hari sekali sampai panen). Herbisida pra tumbuh oksifluorfen dapat menurunkan pertumbuhan gulma sampai 74.28% apabila dibandingkan dengan pengendalian gulma pada umur 21 dan 49 hst. Herbisida pra tumbuh oksifluorfen + N 130 kg ha-1 menunjukkan rata-rata lebih tinggi 20.98% dan 13.73%, dibandingkan dengan perlakuan bebas gulma (pengendalian gulma tujuh hari sekali sampai panen) + N 130 kg ha-1 pada parameter jumlah daun dan luas daun. Perlakuan herbisida pra tumbuh oksifluorfen + N 130 kg ha-1 dan pengendalian gulma pada umur 21 dan 49 hst + N 130 kg ha-1 menghasilkan produksi per hektar yang lebih tinggi yaitu sebesar 1498,93 kg ha-1 dan 1387.37 kg ha-1. Penambahan pupuk nitrogen sebesar 130 kg ha-1 merupakan perlakuan yang dapat meningkatkan hasil kentang. Kata kunci : Solanum tuberosum L, pupuk nitrogen, pengendalian gulma, hasil kentang
PENGARUH INTERVAL WAKTU DAN TINGKAT PEMBERIAN AIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI (Glycine max (L) Merril.) Nugraha, Yoga Sasmita; Sumarni, Titin; Soelistyono, Roedy
Jurnal Produksi Tanaman Vol 2, No 7 (2014)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.875 KB) | DOI: 10.21776/143

Abstract

Dalam siklus hidupnya, kedelai tergolong pada tanaman yang tidak tahan kekeringan dan kelebihan air. Kekurangan air akan menurunkan hasil, sedangkan pengairan berlebihan dalam ketersediaan air terbatas disamping menurunkan pertumbuhan juga mengurangi hasil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interval waktu dan tingkat pemberian air yang tepat bagi pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai (Glycine max (L) Merril). Penelitian dilaksanakan pada bulan April – Juli 2013, di rumah plastik Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Desa Jatikerto Kecamatan Kromengan Kabupaten Malang. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah benih kedelai varietas dering dan introduksi. Penelitian disusun dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan 0-75 sesuai kapasitas lapang (A0) memiliki pertumbuhan (Tinggi Tanaman, Saat Muncul Bunga, Jumlah Bunga, Jumlah Daun, Luas Daun, Bobot Kering Total Tanaman, dan Laju Pertumbuhan Relatif) dan hasil (Jumlah Polong, Bobot Polong dan Jumlah Biji) paling baik dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Interval waktu dan tingkat pemberian air memberikan pengaruh adanya interaksi terhadap variabel tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun dan bobot kering total tanaman. Pemberian air pada perlakuan 0-40 hari sesuai kapasitas lapang; diberi air 1 minggu sekali sampai panen (A3) menghasilkan bobot polong per tanaman, jumlah polong per tanaman dan jumlah biji per tanaman masing – masing 81%, 70,35% dan 72,38% dari perlakuan kontrol. Kata kunci : kedelai varietas dering, kekurangan air, kapasitas lapang, dan pemberian air.
KERAGAMAN GENETIK DAN PENDUGAAN JUMLAH GEN KETAHANAN KACANG PANJANG (Vigna sinensis L.) TERHADAP PENYAKIT KUNING Auliya, Afif; Damanhuri, Damanhuri; Kuswanto, Kuswanto
Jurnal Produksi Tanaman Vol 2, No 7 (2014)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.476 KB) | DOI: 10.21776/144

Abstract

Penyakit kuning pada kacang panjang berdampak pada penurunan produksi. Gejala serangan diawali dari gejala daun keriting serta mengakibatkan polong berwarna kuning. Penelitian ini bertujuan mengetahui nilai heritabilitas dan ragam genetik serta menduga jumlah gen pengendali ketahanan kacang panjang terhadap penyakit kuning. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Kediri pada bulan April sampai Juli 2013. Bahan penelitian adalah populasi UB 715 A (P1), Hitam Putih (P2), populasi F1 dan populasi F2. Berdasarkan hasil penelitian, populasi UB 715 A (P1 ) menunjukkan respon tahan terhadap penyakit kuning, populasi Hitam Putih (P2) menunjukkan respon rentan, dan populasi F1 dan F2 menunjukkan respon sedang. Karakter jumlah polong dan jumlah biji per tanaman memiliki keragaman yang sempit sedangkan karakter panjang polong, bobot segar polong, umur berbunga, dan umur panen memiliki keragaman yang luas.  Karakter panjang polong dan jumlah biji per polong memiliki nilai heritabilitas rendah, sedangkan karakter jumlah polong, bobot segar polong, umur berbunga, dan umur panen memiliki nilai heritabilitas tinggi. Rasio sifat ketahanan terhadap penyakit kuning pada populasi F2 adalah 9 tahan : 3 sedang : 4 rentan yang berarti ketahanan terhadap penyakit kuning dikendalikan oleh dua gen dengan aksi gen epistasis resesif.   Kata kunci: Kacang panjang, penyakit kuning, keragaman genetik, jumlah gen
RESPON DUA VARIETAS TOMAT (Lycopersicon esculentum Mill.) TERHADAP APLIKASI ZAT PENGATUR TUMBUH NAPHTHALENE ACETIC ACID (NAA) Puspitasari, Yuli Dwi; Aini, Nurul; Koesriharti, Koesriharti
Jurnal Produksi Tanaman Vol 2, No 7 (2014)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.759 KB) | DOI: 10.21776/145

Abstract

Upaya peningkatan mutu buah tomat dapat dilakukan dengan pemberian ZPT. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon dua varietas tomat terhadap aplikasi NAA pada konsentrasi yang berbeda. Percobaan disusun menggunakan Rancangan Petak Terbagi dengan 3 ulangan. Petak utama, varietas tomat terdiri 2 macam, yaitu V1: varietas Juliet F1, V2: varietas Tombatu F1. Anak petak, konsentrasi NAA terdiri 6 taraf, yaitu P0: 0 ppm, P1: 30 ppm, P2: 60 ppm, P3: 90 ppm, P4: 120 ppm dan P5: 150 ppm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi NAA yang diberikan pada saat awal berbunga, pada varietas Juliet F1 dengan NAA 30 ppm dapat meningkatkan tinggi tanaman dan jumlah anak daun pada akhir pengamatan. Pada varietas Tombatu F1 dengan NAA 60 ppm menunjukkan jumlah biji per buah lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan kontrol dan perlakuan aplikasi NAA 150 ppm. Pada jumlah buah terbentuk per tandan atas, konsentrasi NAA 30 ppm sampai 150 ppm yang diaplikasikan pada tanaman tomat varietas Juliet F1 dan varietas Tombatu F1 dapat menurunkan jumlah buah terbentuk per tandan atas. Varietas Juliet F1 menunjukkan persentase fruit drop lebih rendah, bobot per buah dan bobot buah panen lebih kecil, jumlah buah panen per tanaman lebih tinggi dan umur panen pertama serta umur panen terakhir lebih lambat dibandingkan dengan varietas Tombatu F1. Aplikasi NAA pada tanaman tomat dapat menurunkan jumlah bunga per tanaman, jumlah buah per tanaman, jumlah bunga per tandan, jumlah buah terbentuk per tandan, jumlah buah panen, bobot buah panen dan bobot per buah. Aplikasi NAA 150 ppm menurunkan diameter buah tomat. Kata kunci: Tomat, Varietas, NAA, Hasil Buah
PENGARUH UKURAN BIJI DAN KEDALAMAN TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata Sturt) Pratama, Hendra Wahyu; Baskara, Medha; Guritno, Bambang
Jurnal Produksi Tanaman Vol 2, No 7 (2014)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.519 KB) | DOI: 10.21776/146

Abstract

Jagung manis (Zea mays saccharata Sturt) adalah salah satu tanaman sayur yang mempunyai prospek penting di Indonesia. Kedalaman tanam dan ukuran biji merupakan komponen utama dalam bercocok tanam, hal ini dikarenakan kedalaman tanam mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan akar tanaman sedangkan ukuran biji akan mempengaruhi daya perkecambahan benih. Ukuran biji sangat berpengaruh dalam perkecambahan karena dalam biji terdapat cadangan makanan (endosperm) yang sangat berfungsi untuk menyuplai makanan bagi benih saat proses perkecambahan. Tujuan penelitian ini adalah untuk memgetahui pengaruh kedalaman tanam dan ukuran biji terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis (Zea mays saccharata Sturt.). Penelitian ini dilaksanakan di desa Banjardowo, Kecamatan Lengkong, Kabupaten Nganjuk. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Petak Terbagi (RPT) dengan 16 perlakuan yang diulang 3 kali. Faktor pertama yaitu kedalaman tanam 1,3,5 dan 7 cm, faktor kedua yaitu ukuran biji 4,5,6 dan 7 mm. Data dianalisis menggunakan uji F dengan taraf 5%,apabila berbeda nyata antar perlakuan diuji dengan BNT 5%. Hasil penelitian menunjukkan interaksi yang nyata pada parameter jumlah daun dan perkecambahan. Perlakuan kedalaman 5 cm dan ukuran biji 7 mm memiliki persentase perkecambahan dan jumlah daun yang lebih baik daripada perlakuan lain. Perkecambahan pada 5 cm dan 7 mm memiliki daya perkecambahan 100 % karena biji 7 mm memiliki energi yang besar untuk tumbuh serta ditunjang kedalaman yang ideal bagi tanaman. Namun, pada parameter hasil kedua faktor tidak menimbulkan interaksi yang nyata pada semua parameter hasil. Kata Kunci: Zea mays saccharata Sturt., Ukuran biji, Kedalaman tanam, Perkecambahan

Page 14 of 346 | Total Record : 3458


Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 08 (2025): Agustus Vol. 13 No. 07 (2025): Juli Vol. 13 No. 06 (2025): Juni Vol. 13 No. 05 (2025): Mei Vol. 13 No. 04 (2025): April Vol. 13 No. 9 (2025): September Vol. 13 No. 3 (2025): Maret Vol. 13 No. 2 (2025): Februari Vol. 13 No. 1 (2025): Januari Vol. 12 No. 12 (2024): Desember Vol. 12 No. 11 (2024): November Vol. 12 No. 10 (2024): Oktober Vol. 12 No. 09 (2024): September Vol. 12 No. 05 (2024): Mei Vol. 12 No. 04 (2024): April Vol. 12 No. 8 (2024): Agustus Vol. 12 No. 7 (2024): Juli Vol. 12 No. 6 (2024): Juni Vol. 12 No. 3 (2024): Maret Vol. 12 No. 2 (2024): Februari Vol. 12 No. 1 (2024): Januari Vol. 11 No. 12 (2023): Desember Vol. 11 No. 11 (2023): November Vol. 11 No. 10 (2023): Oktober Vol. 11 No. 9 (2023): September Vol. 11 No. 8 (2023): Agustus Vol. 11 No. 7 (2023): Juli Vol. 11 No. 6 (2023): Juni Vol. 11 No. 5 (2023): Mei Vol. 11 No. 4 (2023): April Vol. 11 No. 3 (2023): Maret Vol. 11 No. 2 (2023): Februari Vol. 11 No. 1 (2023): Januari Vol. 10 No. 12 (2022): Terbitan Bulan Desember Vol. 10 No. 11 (2022): Terbitan Bulan November Vol. 10 No. 10 (2022): Terbitan Bulan Oktober Vol. 10 No. 9 (2022): Terbitan Bulan September Vol. 10 No. 8 (2022): Terbitan Bulan Agustus Vol. 10 No. 7 (2022) Vol 10, No 7 (2022) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol 10, No 5 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol 10, No 4 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022) Vol 10, No 3 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol. 10 No. 2 (2022) Vol. 10 No. 1 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol. 9 No. 12 (2021) Vol 9, No 12 (2021) Vol. 9 No. 11 (2021) Vol 9, No 11 (2021) Vol. 9 No. 10 (2021) Vol 9, No 10 (2021) Vol 9, No 9 (2021) Vol. 9 No. 9 (2021) Vol. 9 No. 8 (2021) Vol 9, No 8 (2021) Vol. 9 No. 7 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol. 9 No. 6 (2021) Vol. 9 No. 5 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol. 9 No. 4 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol. 9 No. 3 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol. 9 No. 1 (2021) Vol 8, No 12 (2020) Vol. 8 No. 12 (2020) Vol. 8 No. 11 (2020) Vol 8, No 11 (2020) Vol 8, No 10 (2020) Vol. 8 No. 10 (2020) Vol. 8 No. 9 (2020) Vol 8, No 9 (2020) Vol 8, No 8 (2020) Vol. 8 No. 8 (2020) Vol. 8 No. 7 (2020) Vol 8, No 7 (2020) Vol. 8 No. 6 (2020) Vol 8, No 6 (2020) Vol 8, No 5 (2020) Vol. 8 No. 5 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol. 8 No. 4 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol. 8 No. 2 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol. 7 No. 12 (2019) Vol 7, No 12 (2019) Vol 7, No 11 (2019) Vol. 7 No. 11 (2019) Vol. 7 No. 10 (2019) Vol 7, No 10 (2019) Vol 7, No 9 (2019) Vol. 7 No. 9 (2019) Vol 7, No 8 (2019) Vol. 7 No. 8 (2019) Vol. 7 No. 7 (2019) Vol 7, No 7 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol. 7 No. 6 (2019) Vol. 7 No. 5 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol. 7 No. 4 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol. 7 No. 3 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019) Vol. 7 No. 1 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol. 6 No. 12 (2018) Vol 6, No 12 (2018) Vol 6, No 11 (2018) Vol. 6 No. 11 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol. 6 No. 10 (2018) Vol. 6 No. 9 (2018) Vol 6, No 9 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol. 6 No. 8 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol. 6 No. 7 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol. 6 No. 6 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol. 6 No. 5 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol. 6 No. 4 (2018) Vol. 6 No. 3 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol. 5 No. 12 (2017) Vol 5, No 12 (2017) Vol 5, No 12 (2017) Vol 5, No 11 (2017) Vol. 5 No. 11 (2017) Vol. 5 No. 10 (2017) Vol 5, No 10 (2017) Vol. 5 No. 9 (2017) Vol 5, No 9 (2017) Vol 5, No 8 (2017) Vol. 5 No. 8 (2017) Vol. 5 No. 7 (2017) Vol 5, No 7 (2017) Vol. 5 No. 6 (2017) Vol 5, No 6 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol. 5 No. 5 (2017) Vol. 5 No. 4 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 1 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol 4, No 8 (2016) Vol. 4 No. 8 (2016) Vol. 4 No. 7 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol. 4 No. 6 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol. 4 No. 5 (2016) Vol. 4 No. 4 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol. 4 No. 3 (2016) Vol. 4 No. 2 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol. 4 No. 1 (2016) Vol 3, No 8 (2015) Vol. 3 No. 8 (2015) Vol. 3 No. 7 (2015) Vol 3, No 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol. 3 No. 6 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol. 3 No. 5 (2015) Vol. 3 No. 4 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol. 3 No. 3 (2015) Vol. 3 No. 2 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 8 (2014) Vol. 2 No. 8 (2014) Vol. 2 No. 7 (2014) Vol 2, No 7 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol. 2 No. 6 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol. 2 No. 5 (2014) Vol. 2 No. 4 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol. 2 No. 3 (2014) Vol. 2 No. 2 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol 1, No 6 (2013) Vol. 1 No. 6 (2013) Vol. 1 No. 5 (2013) Vol 1, No 5 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol. 1 No. 4 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol. 1 No. 3 (2013) Vol. 1 No. 2 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) Vol. 1 No. 1 (2013) More Issue