cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
protanbp@ub.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Produksi Tanaman
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23383976     EISSN : 25278452     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Produksi Tanaman adalah Jurnal Pertanian yang diterbitkan oleh Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya berisi hasil penelitian yang disusun oleh mahasiswa setelah menyelesaikan tugas akhir berupa skripsi.
Arjuna Subject : -
Articles 3,458 Documents
KARAKTERISASI TUJUH GENOTIP JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata Sturt.) HIBRIDA Wigathendi, Agatha Eritza; Soegianto, Andy; Sugiharto, Arifin Noor
Jurnal Produksi Tanaman Vol 2, No 8 (2014)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.591 KB) | DOI: 10.21776/157

Abstract

Karakterisasi merupakan tahapan penting dalam pemuliaan tanaman jagung sebelum dilakukan pelepasan varietas. Karakterisasi dilakukan untuk mendapatkan informasi mengenai genotip yang memiliki produksi yang lebih baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan karakter ketujuh genotip jagung manis (Zea mays L.) hibrida. Tujuh genotip jagung manis hibrida yang digunakan adalah KF9 x Self nganjuk, KG1 x Bon 1, Nganjuk x Bon 1, LIA x Bon 1, K15 x Bon 1, KA11 x Self nganjuk, BIA3 x Bon 1. Sampel penelitian terdiri dari 20 tanaman. Terdapat 5 dan 24 karakter yang diamati pada sifat kualitatif dan sifat kuantitatif. Analisis data terhadap sifat kualitatif dilakukan secara deskriptif, sedangkan terhadap sifat kuantitatif menggunakan analisis statistik (ANOVA) dan Uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat ciri umum  pada karakter kualitatif yaitu pada bentuk percabangan malai dan warna biji, serta ciri khusus pada bentuk ujung daun pertama, penutupan klobot dan bentuk ujung tongkol. Pengamatan pada karakter kuantitatif menunjukkan hasil berbeda nyata, kecuali pada sifat umur berbunga jantan.   Kesimpulan penelitian ini adalah masing-masing genotip menunjukkan nilai pengamatan yang berbeda dan memiliki keunikan pada sifat tertentu, sehingga ketujuh genotip bisa diajukan untuk dilakukan pengujian pelepasan varietas. Kata kunci : Karakterisasi, genotip, jagung manis, hibrida
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK ORGANIK (BLOTONG) DAN PUPUK ANORGANIK (ZA) TERHADAP TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) Halifah, Unik Nur; Soelistyono, Roedy; Santoso, Mudji
Jurnal Produksi Tanaman Vol 2, No 8 (2014)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.158 KB) | DOI: 10.21776/158

Abstract

Bawang merah merupakan salah satu komoditas hortikultura yang penting bagi masyarakat baik secara ekonomis ataupun kandungan gizinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bokashi  blotong dan pupuk ZA terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah dan untuk mendapatkan interaksi dari bokashi blotong dan pupuk ZA. Penelitian dilaksanakan di Ds. Babadan, Kec. Pangkur, kab. Ngawi. Penelitian dilaksanakan selama bulan Desember 2013 sampai dengan Februari 2014. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak kelompok (RAK) Faktorial dengan sembilan taraf perlakuan pupuk bokashi blotong dan pupuk ZA yaitu B0P0, B0P1, B0P2, B1P0, B1P1, B1P2, B2P0, dan B2P2 yang terdiri atas tiga ulangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak ada interaksi dari kedua perlakuan yang ada. Aplikasi bokashi blotong berpengaruh nyata terhadap parameter jumlah daun dan parameter hasil berpengaruh nyata pada bobot segar umbi panen sebesar 1900.27 g.m-2 dan bobot kering tanaman panen sebesar 1560,60 g.m-2. Aplikasi pupuk ZA memberikan pengaruh nyata pada hasil tanaman bawang merah. Pemberian pupuk ZA 20 kg.ha-1 memberikan hasil bobot segar umbi panen sebesar 2144.83 g.m-2, berat kering umbi panen sebesar 1678.70 g.m-2 dan berat kering total tanaman sebesar 1711.53 g.m-2. Perlakuan bokashi blotong denga dosis 5 ton.ha-1 dengan pupuk ZA 20 kg.ha-1 bahan organik dalam tanah yang dihasilkan 6,39% dan awalnya hanya 1,82%, yang mana perlakuan ini merupakan perlakuan terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah.Kata Kunci : Bokashi Blotong, Pupuk ZA, Bawang Merah dan Bahan Organik
PENGARUH FREKUENSI DAN VOLUME PEMBERIAN AIR PADA PERTUMBUHAN TANAMAN Crotalaria mucronata Desv. Marsha, Nikita Dwi; Aini, Nurul; Sumarni, Titin
Jurnal Produksi Tanaman Vol 2, No 8 (2014)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.923 KB) | DOI: 10.21776/159

Abstract

Kontribusi pupuk hijau sebagai sumber bahan organik telah banyak diteliti dan telah menjadi salah satu metode perbaikan (remedial tools) untuk merehabilitasi lahan terdegradasi. Namun sumber pupuk hijau ber-kualitas tinggi mulai sulit ditemukan. Oleh karena itu, perlu dilakukan suatu penelitian untuk mengembangkan sumber tanaman pupuk hijau berkualitas dan dapat tumbuh pada lahan yang terdegradasi. Crotalaria mucronata Desv. memiliki sifat-sifat yang menguntungkan sebagai sumber bahan organik, yaitu menghasilkan biomasa yang tinggi, mampu meningkatkan kadar N total tanah serta mampu tumbuh pada lahan marginal dan relatif toleran terhadap ke-keringan. Penentuan kapasitas air tersedia perlu ditetapkan agar pemberian air sesuai dengan kebutuhan tanaman. Pemberian air yang tepat akan menghasilkan pertumbu-han tanaman yang optimal serta meningkat-kan efisiensi pemberian air pada tanaman. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Pangarangan, Kabupaten Sumenep, pada bulan Juni hingga Agustus 2013. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian air dengan volume 75% kapasitas lapang dengan frekuensi tiga hari sekali lebih efisien dilakukan karena menghasilkan rata-rata tinggi tanaman, jumlah daun dan panjang akar tanaman yang tidak berbeda nyata dengan perlakuan lainnya. Kata kunci : Pupuk Hijau, Crotalaria mucronata Desv., Kebutuhan Air, Kapasitas Lapang
PENGARUH TANAMAN PENUTUP TANAH DAN JARAK TANAM PADA GULMA DAN HASIL TANAMAN JAGUNG (Zea mays L.) Probowati, Rahajeng Arinda; Guritno, Bambang; Suminarti, Titin
Jurnal Produksi Tanaman Vol 2, No 8 (2014)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.535 KB) | DOI: 10.21776/160

Abstract

Jagung dan gulma merupakan satu ke-satuan yang tidak terpisahkan. Penyebab penurunan produksi utama yang sering di-temukan di lapangan adalah adanya gulma. Penelitian dilakukan untuk mengetahui in-teraksi antara perlakuan jarak tanam dan peng-gunaan jenis LCC pada gulma dan hasil tanaman jagung (Zea mays L.) Pe-nelitian ini dilaksanakan di Desa Jatikerto, Kec. Kromengan, Kab. Malang pada bulan April– Agustus 2013. Percobaan ini disusun menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) dengan 3 ulangan. Petak utama, jarak tanam jagung terdiri dari 3 taraf, yaitu -J1 : 50-x30 cm dengan populasi 66.667 ta-naman ha-1, J2 : 60x25 cm dengan populasi 66.667 tanaman ha-1, dan J3 : 75x20 cm dengan populasi  66.667 tanaman ha-1. A-nak petak, jenis LCC terdiri dari 4 taraf, -yaitu L0 : tanpa penggunaan LCC, L1 : Centrosema pubescens, L2 : Crotalaria -juncea, dan L3 : Pueraria javanica. Hasil pe-nelitian menunjukkan bahwa dengan jarak tanam 75x20 cm diikuti dengan peng-gunaan Crotalaria juncea mampu me-nurunkan populasi gulma jika dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Penggunaan jarak tanam 60x25 cm lebih efektif dalam meningkatkan hasil biji ton ha-1 jika di-bandingkan dengan penggunaan jarak ta-nam 50x30 cm dan jarak tanam 75x20 cm. Penggunaan P. javanica mampu me-ningkatkan hasil biji ton ha-1, namun peng-gunaan LCC tersebut tidak berbeda jauh ji-ka dibandingkan dengan penggunaan Cen-trosema pubescens dan Crotalaria juncea. Kata kunci : Interaksi, Jarak Tanam, Penggunaan LCC , Gulma, Tanaman Jagung
OPTIMASI ENZIM RETRIKSI (ECORI, HINDIII, TASI) DALAM METODE CAPS (CLEAVED AMPLIFIED POLYMORPHICS SEQUENCE) DENGAN MENGGUNAKAN MARKA MTSSR UNTUK IDENTIFIKASI GENETIK POPULASI JERUK F1 HASIL FUSI PROTOPLASMA Setyawan, Erlangga; Martasari, Chaerani; Ainurrasjid, Ainurrasjid; Basuki, Nur
Jurnal Produksi Tanaman Vol 2, No 8 (2014)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.483 KB) | DOI: 10.21776/161

Abstract

Marka molekuler merupakan alat efektif untuk mendeteksi keberhasilan hasil fusi protoplasma antara jeruk siam madu dan satsuma mandarin berdasarkan variasi genetik, yang tidak dipengaruhi lingkungan. Sehingga metode ini digunakan untuk mendeteksi adanya variasi mitokondria pada tanaman hasil fusi protoplasma menggunakan metode CAPS (Cleaved Amplified Polymorphism Sequences) dengan dibantu enzim retriksi(ecoRI, hindIII, dan tasI). Analisis efektifitas waktu inkubasi mempengaruhi hasil informasi genetik yang didapatkan, oleh karena itu diperlukan percobaan untuk analisis efektifitas dari waktu inkubasi. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi kombinasi dari primer dan enzim retriksi yang paling tepat berdasarkan waktu inkubasi tertentu yang memunculkan frekuensi pola fragmen yang polimorfis pada tanaman sampel baik parentalnya maupun F1 hasil fusi protoplasmanya berdasarkan penanda molekuler mitokondria (mtSSR) dengan metode CAPS. Penelitian dilaksanakan pada bulan April-Juni 2013 di laboratorium pemuliaan Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (BALITJESTRO) Tlekung, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan menganalisis hasil visualisasi DNA tanaman yang diberi perlakuan. Parameter yang diamati meliputi waktu inkubasi, jumlah dari frekuensi band yang polimorfis berdasarkan tipe enzim retriksi dan tipe primer, informasi, identifikasi penurunan sifat berdasarkan visualisasi DNA parental dan F1 hasil fusi protoplasma. Hasil terbaik adalah kombinasi antara enzim retriksi tasI dengan primer 18S_rRNA_F/R dan primer nad 1 exon C/B, hal ini dikarenakan konsistensinya memunculkan pola fragmen DNA sampel dengan baik pada kedua pasangan primer pada perlakuan T1(3 jam) dan T2(6 jam), hasil analisis visualisasi antara tanaman parental dan F1 jeruk menunjukkan bahwa pola fragmen DNA mitokondria tanaman parental identik dengan fragmen DNA mitokondria tanaman F1 jeruk hasil fusi protoplasma. Kata kunci : enzim retriksi, marka molekuler, metode CAPS, jeruk
PENGARUH BIOURINE SAPI DAN BERBAGAI DOSIS N TERHADAP TANAMAN KAILAN (Brassica oleraceae L.) Puspita, Putri Bella; Sitawati, Sitawati; Santoso, Mudji
Jurnal Produksi Tanaman Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.956 KB) | DOI: 10.21776/162

Abstract

Tanaman kailan (Brassica oleraceae L.) merupakan sayuran yang memiliki kandungan gizi seperti protein, mineral, dan vitamin serta rasa daun dan batang yang manis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh biourine sapi dan dosis N dengan komposisinya yang terbaik pada tanaman kailan. Penelitian di-laksanakan di Dusun Ngujung, Batu. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial. Faktor 1 yaitu B1 = 10.000 ppm; B2 = 20.000 ppm; B3 = 30.000 ppm. Faktor 2 yaitu P1= 100% N anorganik (urea 220 kg ha-1); P2 = 50% N anorganik : 50% N organik (urea 110 kg ha-1 + pupuk kandang sapi 5 ton ha-1); P3 = 100% N organik (pupuk kandang sapi 10 ton ha-1). Sehingga didapatkan 9 perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi konsentrasi biourine dan dosis nitrogen pada semua parameter pertumbuhan dan hasil. Pemberian biourine 20.000 ppm dan pupuk anorganik 110 kg urea ha-1 dan pupuk organik 5 ton ha-1 memberikan hasil bobot segar total tanaman sebesar 21,28 ton  ha-1 dan meningkatkan 46,65% dari biourine 20.000 ppm dan pupuk organik 10 ton ha-1 sebesar 14,51 ton ha1.Kata kunci : Kailan, Biourine, Pupuk Kandang Sapi, Pupuk Anorganik (Urea).
KARAKTERISASI BUNGA DAN BUAH MANGGA HASIL PERSILANGAN ARUMANIS-143 (A) X SWARNARIKA (S), ARUMANIS-143 (A) X HADEN (H) DAN ARUMANIS-143 (A) X CARABAO (A) Fitriani, Ristianing Dwi; Roviq, Mochammad; Wardiyati, Tatik
Jurnal Produksi Tanaman Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (648.917 KB) | DOI: 10.21776/163

Abstract

Mangga merupakan salah satu komoditas ekspor Indonesia. Tujuan penelitian untuk mengkarakterisasi bunga dan buah mangga hasil persilangan Arumanis-143(A) x Swarnarika(S), Arumanis143(A) x Haden(H) dan Arumanis143(A) x Carabao(C). Percobaan dengan metode deskriptif. Parameter pengamatan karakter bunga yaitu saat muncul bunga, jumlah klaster bunga per pohon, jumlah bunga dan jumlah buah per klaster, fruitset, warna tangkai, petal dan bakal buah. Parameter pengamatan karakter buah yaitu umur panen, jumlah buah dan berat buah per pohon, panjang dan lebar buah, tebal daging dan kulit buah, kekerasan buah, panjang dan lebar biji, bentuk buah dan ujung buah, warna kulit buah masak, kulit biji dan daging buah. Uji organoleptik parameter kesukaan rasa dan kesukaan ukuran buah. Hasil pada karakter bunga persilangan 34 progeni (97,14%) mirip dengan tetua Arumanis-143. AS 2 (2,86%) memiliki jarak kekerabatan yang jauh dengan tetua Arumanis-143 dan progeny lain. Karakter buah, 22 progeni (84,61%) mirip tetua Arumanis-143. Progeni AH 6.1, AH 1.2 dan AC 17 dan AS 2 membentuk klaster baru. Uji organoleptik 61,53% memiliki rasa mirip tetua Arumanis-143. Kata Kunci : Persilangan, Progeni, Morfologi, Organoleptik, Deskriptif.
KARAKTERISASI BEBERAPA GALUR INBRIDA JAGUNG PAKAN (Zea mays L.) Siswati, Anini; Basuki, Nur; Sugiharto, Arifin Noor
Jurnal Produksi Tanaman Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.759 KB) | DOI: 10.21776/164

Abstract

Saat ini, masih terdapat beberapa kendala yang menghambat produksi maksimum jagung. Penggunaan varietas unggul adalah salah satu upaya untuk peningkatan produksi. Karakterisasi merupakan salah satu tahapan penting dalam pembentukan varietas unggul yang bertujuan untuk mengetahui karakter-karakter penting yang bernilai ekonomis dan sebagai penciri dari varietas yang bersangkutan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sejumlah galur jagung hasil dari proses seleksi yang akan digunakan sebagai tetua dalam pembuatan varietas hibrida. Pelaksanaan penelitian di Kebun Percobaan Jatikerto, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Malang pada bulan Nopember 2013 sampai Pebruari 2014. Penelitian dilakukan dengan RAK sederhana sebanyak 3 ulangan dengan cara menanam 4 galur jagung yang disusun dengan pola persilangan. Penanaman dua baris Seri A (tetua jantan) diselang satu baris dengan G6, G3-34 dan G 10 (tetua betina). Data pengamatan terdiri dari karakter kuantitatif dan kualitatif yang mana masing-masing karakter dibedakan menjadi dua yaitu komponen morfologi tanaman (Seri A, G6, G3-34 dan G10) dan komponen hasil (G 6, G3-34 dan G 10). Hasil penelitian dari 4 galur jagung yang diuji, secara umum karakter morfologi dan karakter komponen hasil telah menunjukkan karakteristik yang khas. Bahkan pada beberapa galur telah menunjukkan karakter umur berbunga betina, tinggi tanaman, tinggi tongkol, letak tongkol, panjang tangkai, panjang kelobot, tip filling, diameter tongkol, jumlah baris tongkol-1 dan bobot 100 butir yang menunjukkan potensi untuk dipilih sebagai galur tetua pembuatan varietas hibrida. Kata kunci : jagung, Zea mays L., karakterisasi, karaker kualitatif dan kuantitatif
UJI KADAR ANTOSIANIN DAN HASIL ENAM VARIETAS TANAMAN BAYAM MERAH (Alternanthera amoena Voss) PADA MUSIM HUJAN Pebrianti, Charolin; Ainurrasjid, Ainurrasjid; Purnamaningsih, Sri Lestari
Jurnal Produksi Tanaman Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.022 KB) | DOI: 10.21776/165

Abstract

Bayam merah (Alternanthera amoena Voss) ialah salah satu jenis dari varietas bayam cabut yang mempunyai ciri khusus yaitu tanamannya berwarna merah. Dikenal sebagai salah satu sayuran bergizi tinggi karena banyak mengandung protein, vitamin A, vitamin C dan garam-garam mineral yang sangat dibutuhkan oleh tubuh dan mengandung antosianin yang berguna dalam menyembuhkan penyakit anemia. Antosianin adalah senyawa fenolik yang masuk kelompok flavonoid dan berfungsi sebagai antioksidan (Damanhuri, 2005). Bayam terkenal dengan sayuran sumber zat besi, selain mengandung vitamin A, vitamin C, dan kalsium (Suwita, Maryam, dan Rizqa, 2010). Purnawijayanti (2009), juga menyebutkan bahwa bayam mengandung karotenoid dan flavonoid yang merupakan zat aktif dengan khasiat antioksidan.  Penelitian ini menitikberatkan pada tingkat kadar antosianin dan hasil enam varietas bayam merah pada musim hujan. Varietas yang digunakan yaitu varietas Clara, Delima, Abbang, Red Leaf, Baret Merah dan Red Spinach. Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan, Lawang, Malang pada bulan Desember 2013 – Maret 2014. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 1 perlakuan dan 3 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman bayam merah pada varietas Red Leaf menghasilkan tertinggi kadar antosianin pada daun sebesar 6350 ppm dan kadar antosianin pada batang sebesar 2480 ppm. Sedangkan bobot segar terberat yaitu varietas Delima 13 ton/ Ha. Kata kunci: Kadar Antosianin, Enam Varietas, Bayam Merah, Hasil Produksi
KERAGAMAN JENIS SALAK BANGKALAN {Salacca Zalacca (Gaertner) Voss} MENGGUNAKAN PENANDA MORFOLOGI DAN ANALISIS ISOZIM Ariestin, Yuliamita; Kuswanto, Kuswanto; Ashari, Sumeru
Jurnal Produksi Tanaman Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.317 KB) | DOI: 10.21776/166

Abstract

Kabupaten Bangkalan merupakan salah satu daerah yang memiliki potensi cukup besar dalam sektor pertanian khususnya salak. Keragaman tanaman salak yang ada di Kabupaten Bangkalan perlu diidentifikasi untuk melihat sifat dan keragaman genetik. Untuk tujuan pemuliaan tanaman salak, telah dilakukan penelitian identifikasi tanaman pada bulan Februari sampai bulan Maret 2014. Berdasarkan hasil survey dan wawancara dengan petani telah ditemukan enam jenis tanaman salak antara lain salak Apel, Bunter, Cocor, Kerbau, Penjalin, dan Senase. Jenis-jenis salak tersebut selanjutnya dianalisis dengan menggunakan metode morfologi dan isozim. Pengamatan morfologi kualitatif berdasarkan Radford (1986) dan Departemen  Pertanian  Rebuplik  Indonesia (2006), sedangkan analisis isozim menggunakan metode Wendel dan Weeden (1989) dan beberapa modifikasi menurut prosedur Fajriani (2008). Pengamatan morfologi dilakukan di Desa Bilaporah, Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan dan analisis isozim di Laboratorium Sentral Ilmu Hayati (LSIH) Universitas Brawijaya Malang. Analisis isozim mengunakan enzim esterase dan peroksidase. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan hasil dari 2 metode yang digunakan.  Berdasarkan karakter morfologi, salak Bangkalan memiliki jarak genetik sebesar 18-25%, sedangkan analisis isozim menghasilkan jarak genetik yang lebih longgar, yaitu 0-70%. Dua jenis enzim yang digunakan juga menunjukkan hasil yang berbeda. Enzim Esterase mempunyai pola pita yang sama. Sedangkan enzim Peroksidase menunjukkan keragaman. Berdasarkan enzim Peroksidase terdapat 3 variasi pola pita. Pola pita I adalah Apel, Bunter, dan Cocor, pola pita ke-II adalah Kerbau dan Senase dan pola pita ke-III adalah Penjalin. Keragaman genetik kultivar-kultivar salak tersebut sesuai dengan sifat salak Bangkalan yang menyerbuk silang sehingga keturunannya akan berbeda satu sama lain.Kata kunci : Salak Bangkalan, Salacca Zalacca (Gaertner) Voss, Morfologi kualitatif, Analisis Isozim.

Page 16 of 346 | Total Record : 3458


Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 08 (2025): Agustus Vol. 13 No. 07 (2025): Juli Vol. 13 No. 06 (2025): Juni Vol. 13 No. 05 (2025): Mei Vol. 13 No. 04 (2025): April Vol. 13 No. 9 (2025): September Vol. 13 No. 3 (2025): Maret Vol. 13 No. 2 (2025): Februari Vol. 13 No. 1 (2025): Januari Vol. 12 No. 12 (2024): Desember Vol. 12 No. 11 (2024): November Vol. 12 No. 10 (2024): Oktober Vol. 12 No. 09 (2024): September Vol. 12 No. 05 (2024): Mei Vol. 12 No. 04 (2024): April Vol. 12 No. 8 (2024): Agustus Vol. 12 No. 7 (2024): Juli Vol. 12 No. 6 (2024): Juni Vol. 12 No. 3 (2024): Maret Vol. 12 No. 2 (2024): Februari Vol. 12 No. 1 (2024): Januari Vol. 11 No. 12 (2023): Desember Vol. 11 No. 11 (2023): November Vol. 11 No. 10 (2023): Oktober Vol. 11 No. 9 (2023): September Vol. 11 No. 8 (2023): Agustus Vol. 11 No. 7 (2023): Juli Vol. 11 No. 6 (2023): Juni Vol. 11 No. 5 (2023): Mei Vol. 11 No. 4 (2023): April Vol. 11 No. 3 (2023): Maret Vol. 11 No. 2 (2023): Februari Vol. 11 No. 1 (2023): Januari Vol. 10 No. 12 (2022): Terbitan Bulan Desember Vol. 10 No. 11 (2022): Terbitan Bulan November Vol. 10 No. 10 (2022): Terbitan Bulan Oktober Vol. 10 No. 9 (2022): Terbitan Bulan September Vol. 10 No. 8 (2022): Terbitan Bulan Agustus Vol. 10 No. 7 (2022) Vol 10, No 7 (2022) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol 10, No 5 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol 10, No 4 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022) Vol 10, No 3 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol. 10 No. 2 (2022) Vol. 10 No. 1 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol. 9 No. 12 (2021) Vol 9, No 12 (2021) Vol. 9 No. 11 (2021) Vol 9, No 11 (2021) Vol. 9 No. 10 (2021) Vol 9, No 10 (2021) Vol 9, No 9 (2021) Vol. 9 No. 9 (2021) Vol. 9 No. 8 (2021) Vol 9, No 8 (2021) Vol. 9 No. 7 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol. 9 No. 6 (2021) Vol. 9 No. 5 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol. 9 No. 4 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol. 9 No. 3 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol. 9 No. 1 (2021) Vol 8, No 12 (2020) Vol. 8 No. 12 (2020) Vol. 8 No. 11 (2020) Vol 8, No 11 (2020) Vol 8, No 10 (2020) Vol. 8 No. 10 (2020) Vol. 8 No. 9 (2020) Vol 8, No 9 (2020) Vol 8, No 8 (2020) Vol. 8 No. 8 (2020) Vol. 8 No. 7 (2020) Vol 8, No 7 (2020) Vol. 8 No. 6 (2020) Vol 8, No 6 (2020) Vol 8, No 5 (2020) Vol. 8 No. 5 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol. 8 No. 4 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol. 8 No. 2 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol. 7 No. 12 (2019) Vol 7, No 12 (2019) Vol 7, No 11 (2019) Vol. 7 No. 11 (2019) Vol. 7 No. 10 (2019) Vol 7, No 10 (2019) Vol 7, No 9 (2019) Vol. 7 No. 9 (2019) Vol 7, No 8 (2019) Vol. 7 No. 8 (2019) Vol. 7 No. 7 (2019) Vol 7, No 7 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol. 7 No. 6 (2019) Vol. 7 No. 5 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol. 7 No. 4 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol. 7 No. 3 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019) Vol. 7 No. 1 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol. 6 No. 12 (2018) Vol 6, No 12 (2018) Vol 6, No 11 (2018) Vol. 6 No. 11 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol. 6 No. 10 (2018) Vol. 6 No. 9 (2018) Vol 6, No 9 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol. 6 No. 8 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol. 6 No. 7 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol. 6 No. 6 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol. 6 No. 5 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol. 6 No. 4 (2018) Vol. 6 No. 3 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol. 5 No. 12 (2017) Vol 5, No 12 (2017) Vol 5, No 12 (2017) Vol 5, No 11 (2017) Vol. 5 No. 11 (2017) Vol. 5 No. 10 (2017) Vol 5, No 10 (2017) Vol. 5 No. 9 (2017) Vol 5, No 9 (2017) Vol 5, No 8 (2017) Vol. 5 No. 8 (2017) Vol. 5 No. 7 (2017) Vol 5, No 7 (2017) Vol. 5 No. 6 (2017) Vol 5, No 6 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol. 5 No. 5 (2017) Vol. 5 No. 4 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 1 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol 4, No 8 (2016) Vol. 4 No. 8 (2016) Vol. 4 No. 7 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol. 4 No. 6 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol. 4 No. 5 (2016) Vol. 4 No. 4 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol. 4 No. 3 (2016) Vol. 4 No. 2 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol. 4 No. 1 (2016) Vol 3, No 8 (2015) Vol. 3 No. 8 (2015) Vol. 3 No. 7 (2015) Vol 3, No 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol. 3 No. 6 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol. 3 No. 5 (2015) Vol. 3 No. 4 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol. 3 No. 3 (2015) Vol. 3 No. 2 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 8 (2014) Vol. 2 No. 8 (2014) Vol. 2 No. 7 (2014) Vol 2, No 7 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol. 2 No. 6 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol. 2 No. 5 (2014) Vol. 2 No. 4 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol. 2 No. 3 (2014) Vol. 2 No. 2 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol 1, No 6 (2013) Vol. 1 No. 6 (2013) Vol. 1 No. 5 (2013) Vol 1, No 5 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol. 1 No. 4 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol. 1 No. 3 (2013) Vol. 1 No. 2 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) Vol. 1 No. 1 (2013) More Issue