cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
protanbp@ub.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Produksi Tanaman
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23383976     EISSN : 25278452     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Produksi Tanaman adalah Jurnal Pertanian yang diterbitkan oleh Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya berisi hasil penelitian yang disusun oleh mahasiswa setelah menyelesaikan tugas akhir berupa skripsi.
Arjuna Subject : -
Articles 3,493 Documents
PENAMPILAN 15 KLON HARAPAN TEBU (Saccharum spp. Hybrid) DI DUA LOKASI Irsyad F., Mochamad; Widyasari, Wiwit Budi; Soetopo, Lita; Damanhuri, Damanhuri
Produksi Tanaman Vol. 4 No. 3 (2016)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu upaya peningkatan produksi gula adalah penggunaan varietas unggul yang mampu beradaptasi di lahan basah dan lahan kering. Penelitian bertujuan untuk mengetahui penampilan pertumbuhan agronomi 15 klon tebu harapan yang ditanam di dua lokasi. Penelitian dilaksa-nakan pada bulan Oktober 2012 sampai Maret 2013 di dua lokasi bertempat di lahan KP Jatiroto terletak Kab. Lumajang dan di kebun bibit Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI), Kota Madya Pasuruan. Bahan tanam yang digunakan yaitu 15 klon harapan bibit dua mata dengan varietas pembanding yaitu PS 881, Kidang Kencana (KK) dan Bululawang (BL). Data yang diperoleh dianalisa menggu-nakan analisis ragam pada masing-masing lokasi dan dilanjutkan dengan analisis ragam gabungan. Interaksi genotip lingku-ngan yang nyata di uji lanjutan dengan DMRT taraf 5 %. Dari hasil peneitian diperoleh perbedaan penampilan pertum-buhan yang ditunjukkan pada lokasi Pasuruan yang mempunyai nilai yang lebih tinggi dibanding lokasi Jatiroto. Perbedaan penampilan agronomis tersebut dapat dilihat pada karakter persentase perkecam-bahan, jumlah tunas, jumlah batang, dan volume tebu per juring. Interaksi genotip dan lingkungan klon uji yang di tanam di dua lokasi dapat ditunjukkan pada karakter persentase perkecambahan, jumlah rumpun umur 3 bulan, jumlah tunas, persentase serangan penggerek pucuk umur 3 bulan, jumlah batang, volume tebu (cm3/juring) dan persentase serangan penyakit pokkabung umur 6 bulan.
KERAGAMAN GENETIK PADA GENERASI F3 CABAI (Capsicum annuum L.) Apriliyanti, Neny Fidiyah; Seotopo, Lita; Respatijarti, Respatijarti
Produksi Tanaman Vol. 4 No. 3 (2016)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keragaman (variabilitas) ialah suatu sifat individu pada setiap populasi tanaman yang memiliki perbedaan antara tanaman yang satu dengan tanaman yang lainnya ber-dasarkan sifat yang dimiliki. Keragaman merupakan parameter yang perlu dicermati dalam memilih suatu populasi yang akan diseleksi, disamping rerata populasinya. Be-sar kecilnya keragaman dan tinggi rendah-nya rata-rata populasi tanaman yang di-gunakan sangat menentukan keberhasilan pemuliaan tanaman. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keragaman pada generasi F3 cabai (Capsicum annuumL.) hasil persilangan TW2 x Jatilaba. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari - Juni 2014, di Desa Patok, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang. Percobaan dilak-sanakan dengan menggunakan metode single plant. Bahan yang digunakan adalah 7 famili populasi F3 cabai serta tetuanya yaitu TW2 dan Jatilaba. Hasil penelitian me-nunjukkan bahwa 7 famili generasi F3 cabai hasil persilangan TW2 x Jatilaba memiliki nilai KKG cukup tinggi terdapat pada karakter jumlah buah baik dan nilai KKF cukup tinggi sampai tinggi terdapat pada krakter jumlah buah baik dan jumlah buah jelek. Keragaman pada hasil persilangan TW2 x Jatilaba terdapat pada karakter tipe pertumbuhan, warna benang sari, warna putik, posisi putik, warna buah mentah, warna buah matang dan bentuk ujung buah, sedangkan karakter yang seragam terdapat pada karakter posisi bunga, warna mahkota dan bentuk buah.
PENGARUH PERBEDAAN UMUR MASAK BENIH TERHADAP HASIL PANEN TIGA VARIETAS LOKAL MENTIMUN (Cucumis sativus L.) Oktaviana, Zella; Ashari, Sumeru; Purnamaningsih, Sri Lestari
Produksi Tanaman Vol. 4 No. 3 (2016)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu faktor penentu keberhasilan budidaya pertanian yaitu kualitas benih yang digunakan. Benih yang berkualitas dicerminkan dari tiga mutu benih, yaitu mutu fisik, mutu genetis dan mutu fisiologis. Jika benih yang digunakan memiliki ketiga mutu benih yang tinggi, maka dapat meng-hasilkan tanaman yang tumbuh kuat dan berproduksi tinggi. Maka dari itu, perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui sejauh mana mutu benih, khususnya mutu fisiologis benih mempengaruhi produksi tanaman. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui pengaruh perbedaan umur masak benih terhadap hasil panen dan mutu fisiologis benih tiga varietas lokal mentimun. Penelitian dilaksanakan bulan Mei hingga Agustus 2014 di lahan percobaan Sekolah Tinggi penyuluhan per-tanian Malang dan di laboratorium Pemulia-an Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Malang,  menggunakan metode rancangan acak kelompok faktorial (RAKF) dengan 3 ulangan untuk budidaya mentimun dan 4 ulangan untuk uji mutu fisiologis benih. Penelitian menggunakan 3 varietas (Lokal Malang, Lokal Blitar dan Lokal Jember) dan 4 tingkat umur masak benih yaitu 18 hari setelah polinasi (hsp), 28 hsp, 38 hsp dan 48 hsp. Hasil penelitian menunjukkan terdapat interaksi antara varietas dan umur masak benih terhadap parameter keserempakan tumbuh benih. Namun, pada parameter daya ber-kecambah, laju perkecambahan, kecepatan tumbuh dan indeks vigor, serta pada hasil dan karakteristik hasil seperti diameter buah, panjang buah, bobot buah, bobot buah per tanaman, jumlah buah per tanaman, bobot buah per plot dan jumlah buah per plot hanya dipengaruhi oleh varietas. Sedangkan parameter per-tumbuhan reproduktif dan persentase tanaman tumbuh menunjukkan hasil yang tidak berbeda nyata pada semua perlakuan.
IDENTIFIKASI PERUBAHAN FENOTIP PADA EMPAT GALUR INBRED JAGUNG PAKAN (Zea mays L.) AKIBAT PERLAKUAN KOLKISIN Kamukten, Prihanti Panditia; Sugiharto, Arifin Noor; Basuki, Nur; Saptadi, Darmawan
Produksi Tanaman Vol. 4 No. 3 (2016)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Induksi poliploidi pada tanaman dengan mutagen kimiawi kolkisin memberikan peluang bagi peningkatan produksi jagung pakan yang sampai saat ini masih belum dapat terpenuhi di Indonesia. Perlakuan kolkisin pada tanaman diharapkan dapat meningkatkan dosis gen sehingga tanaman memiliki penampilan yang lebih baik dan produksi yang lebih tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perubahan fenotip pada empat galur inbred jagung pakan (Zea mays L.) akibat perlakuan kolkisin. Penelitian dilaksanakan pada bulan April sampai September 2014 di Laboratorium Sentral Jurusan Budidaya Pertanian FP-UB dan lahan yang bertempat di Desa Ampel Dento, Karangploso, Malang. Penelitian ini menggunakan empat genotip jagung pakan, yaitu SM (G1), SH (G2), SJB (G3) dan SF (G4). Pada masing-masing genotip diberi dua perlakuan, yaitu kontrol (K0) dan kolkisin (K1). K0 ialah kecambah jagung yang direndam dalam aquades (0 ppm kolkisin) selama 12 jam dan K1 ialah kecambah jagung yang direndam dalam larutan kolkisin 400 ppm selama 12 jam. Penelitian menggunakan metode single plant dan pengamatan dilakukan pada seluruh individu tanaman. Data kualitatif dianalisis menggunakan pendekatan statistika deskriptif, sedangkan data kuantitatif dianalisis menggunakan uji t-Student pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan kolkisin dengan konsentrasi 400 ppm dapat menyebabkan perubahan fenotip di sebagian besar karakter tanaman pada keempat genotip. Perubahan fenotip yang muncul bersifat spesifik genotip.
SELEKSI POPULASI F3 PADA TANAMAN TOMAT (Lycopersicon esculentum Mill.) Rosyidah, Nurtia Ni’matur; Damanhuri, Damanhuri; Respatijarti, Respatijarti
Produksi Tanaman Vol. 4 No. 3 (2016)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permintaan tomat dibeberapa daerah terus meningkat, akan tetapi tidak sejalan dengan produktivitas tomat yang semakin menurun. Sehingga diperlukan program peningkatan hasil dan salah satunya dengan  program pemuliaan tanaman. Penelitian ini di-laksanakan di Desa Torongrejo Kecamatan Junrejo Kota Batu. Tujuan penelitian ini adalah memperoleh individu-individu unggul sebagai bahan seleksi pada generasi selanjutnya. Adapun hipotesis yang diusulkan ialah diduga terdapat individu yang memiliki sifat unggul karakter yang dapat digunakan untuk seleksi pada generasi selanjutnya. Metode yang digunakan untuk penelitian ini ialah metode single plant dengan menggunakan bahan tanam 10 populasi F3 pada tanaman tomat yaitu MA-8, ME-20, ME-3, MA-12, PE-29, MA-25, PE-26, KE-5, LE-5, LE-21 dan populasi F1 sebagai penghitung ragam lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai koefisien keragaman, heritabilitas, dan kemajuan genetik harapan memiliki nilai kriteria tinggi, sehingga seleksi populasi F3 dilakukan terhadap karakter jumlah buah, jumlah buah baik, bobot buah pertanaman dan bobot perbuah. Telah terpilih 16 individu tanaman antara lain MA-12.2, MA-12.3, MA-12.38, MA-12.43, MA-25.22, MA-25.26, MA-25.44, MA-8.20, LE-21.33, LE-21.34, LE-5.32, KE-5.1, KE-5.36, PE-26.13, ME-3.6 dan ME-3.9dengan nilai jumlah buah berkisar antara 60 sampai 75, jumlah buah baik 52 sampai 69,  bobot buah per-tanaman 2741,28 g sampai  4287,62 g dan bobot per-buah 35,76 g sampai 60,83 g.
PENGARUH ADAT DALAM PENENTUAN JENIS TANAMAN DI TAMAN BALI Hazrinah, Novia Dwi; Nihayati, Ellis; Sitawati, Sitawati
Produksi Tanaman Vol. 4 No. 3 (2016)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Taman di daerah Bali memiliki sentuhan tinggi dari segi adat istiadatnya. Pemilihan tanaman di taman Bali tidak hanya dipengaruhi oleh faktor estetika tetapi dipengaruhi juga oleh fungsi adat yaitu sebagai tanaman Upakara, Usada dan tanaman dengan fungsi Filosofi adat masyarakat Bali. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui pengaruh adat dalam pemilihan dan penempatan jenis tanaman dalam taman di Puri Kanginan Singaraja – Bali. Kegiatan penelitian ini dilaksanakan di Puri Kanginan yang terletak di Jl. Gajah Mada 2 Singaraja – Bali pada bulan April - bulan Juli 2014. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Terdapat tiga tahapan dalam penelitian ini yaitu pengumpulan data atau inventarisasi, evaluasi, dan rekomendasi. Pemilihan jenis tanaman diPuri Kanginan dari 64 jenis tanaman, 55% dipengaruhi oleh adat (18 Upakara, 4 Usada, dan 13 menurut Filosofi) dan 29 jenis tanaman atau 45% pemilihan tanaman dipengaruhi oleh estetika. Penempatan tanaman sesuai dengan adat istiadat masyarakat Bali yaitu 88%, sebagian kecil kurang sesuai yaitu 6%, dan tidak sesuai sebanyak 6%.
PENGARUH KETEBALAN MEDIA TANAM DAN PUPUK DAUN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BIBIT KENTANG (Solanum tuberosum L.) G1 VARIETAS GRANOLA KEMBANG Nugrohowati, Betty Meiariani; Maghfoer, Mochammad Dawam; Wardiyati, Tatik
Produksi Tanaman Vol. 4 No. 4 (2016)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyebab penurunan produksi kentang di Indonesia ialah kurangnya ketersediaan bibit bermutu dan teknik budidaya yang khusus seperti ketebalan media tanam dan waktu pemberian pupuk. Bibit kentang G0 diperoleh hasil stek mini dari kultur jaringan yang bebas virus, oleh sebab itu perlu diperbanyak untuk menghasilkan umbi G1. Salah satu hal yang mempengaruhi hasil umbi kentang ialah ketebalan media tanam. Ketebalan media tanam yang berbeda akan mempengaruhi pada jumlah umbi. Faktor utama pada pupuk daun ialah manfaat tiap unsur hara yang dikandung oleh pupuk daun bagi perkembangan tanaman dan peningkatan hasil panen. Waktu pemberian pupuk daun yang berbeda dapat meningkat-kan hasil panen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ketebalan media tanam dan waktu pemberian pupuk daun terhadap pertumbuhan dan hasil kentang (Solanum tuberosum L.) G1 va-rietas Granola Kembang. Penelitian di-laksanakan pada bulan Mei 2014 sampai dengan Agustus 2014, di Kebun Percobaan Cangar, Desa Sumber Brantas, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 10 perlakuan yang diulang 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan ketebalan media tanam 15 cm+pemberian pupuk daun Gandasil B pada umur 21, 28, 35, dan 42 hst menghasilkan tinggi tanaman yang lebih tinggi pada umur 42 dan 56 hst dibanding perlakuan yang lain. Perlakuan ketebalan media tanam dan interval pemberian pupuk daun Gandasil B tidak mempengaruhi semua variabel pengamatan dan komponen hasil.
PENGARUH POSISI DAN WAKTU DEFOLIASI DAUN PADA PERTUMBUHAN, HASIL DAN MUTU BENIH JAGUNG (Zea mays L.) VAR. BISMA Satriyo, Taufik Adi; Widaryanto, Eko; Guritno, Bambang
Produksi Tanaman Vol. 4 No. 4 (2016)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produksi jagung (Zea mays L.) mempunyai peranan yang penting dalam pengembang-an industri di Indonesia.  Komoditi jagung menjadi bahan baku industri pengolahan pangan dan industri pakan ternak. Pada umumnya petani melakukan defoliasi seluruh daun dan menyisakan satu daun di bawah tongkol dengan tidak memperhitung-kan umur tanaman. Padahal, penurunan translokasi asimilat pada tanaman dapat mengurangi pertumbuhan, hasil dan mutu benih, apabila defoliasi daun tidak mem-perhatikan posisi, jumlah dan waktu defoliasi daun yang tepat. Pada penelitian ini dilakukan defoliasi daun pada beberapa posisi daun dan waktu defoliasi untuk mengetahui kombinasi perlakuan yang tepat guna meningkatkan pertumbuhan hasil dan mutu benih jagung. Bahan yang digunakan adalah benih jagung varietas Bisma, kertas merang, insektisida dan pupuk. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret hingga Agustus 2014 di UPT Pengembangan Benih Palawija, Singosari-Malang. Sedangkan metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada komponen pertumbuhan dan hasil. Pada perlakuan defoliasi daun di atas dan bawah tongkol pada 77 HST atau perlakuan DAB 77 menunjukkan hasil berbeda nyata dibandingkan dengan perlakuan kontrol (D0). Perlakuan DAB 77 berpengaruh nyata pada akhir pengamatan 109 hari setelah tanam yang mampu meningkatkan berat kering total tanaman dari 343,3 g tan-1 menjadi 392,3 g tan-1 atau dapat meningkat-kan sebesar 12,49% dibandingkan D0. Pada hasil panen  perlakuan DAB 77 mampu meningkatkan 6,901 t ha-1 menjadi 8,898 t ha-1 pipilan kering atau dapat meningkatkan hasil panen sebesar 22,44% dibandingkan D0. Sementara viabilitas benih bertahan baik dengan lama pe-nyimpanan selama 3 bulan dengan kadar air benih 9-12%.
PENGARUH KALIUM PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL DUA VARIETAS TANAMAN UBI JALAR (Ipomea batatas (L.) Lamb) Apriliani, Iin Nur; Heddy, Suwasono; Suminarti, Nur Edy
Produksi Tanaman Vol. 4 No. 4 (2016)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ubi jalar merupakan bahan pangan yang memiliki sumber karbohidrat, salah satu upaya peningkatan produktivitas ubi jalar dengan penambahan pupuk kalium (Wan-dana et al., 2012). Pemanfaatan unsur K merupakan salah satu langkah yang di-lakukan untuk meningkatkan produksi secara nyata. Penelitian yang bertujuan: untuk mempelajari pengaruh pemupukan kalium pada pertumbuhan dan hasil dua varietas tanaman ubi jalar, serta untuk menentukan dosis pemupukan kalium yang tepat untuk kedua varietas ubi jalar agar dapat dicapai pertumbuhan dan hasil umbi yang tinggi. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan April 2014 hingga bulan Agustus 2014 di Dusun Bulakunci, Desa Nogosari, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. Bahan yang digunakan meliputi stek pucuk tanaman ubi jalar varietas Orange madu dan varietas Ayamurasaki yang telah berumur 2 bulan, pupuk N (Urea), pupuk P (SP-36) dan pupuk K (KCl). Penelitian menggunakan rancangan petak terbagi dengan perlakuan macam varietas sebagai petak utama, terdiri dari 2 macam yaitu: varietas Orange madu (V1) dan varietas Ayamurasaki (V2). Macam dosis pupuk  Kalium sebagai anak petak terdiri dari 5 level yaitu: Kontrol (tanpa pemupukan kalium) (K0) , 70 kg K2O ha-1 setara 117,00 kg KCl ha-1 (K1), 140 kg K2O ha-1 setara 234,00 kg KCl ha-1 (K2), 211 kg K2O ha-1 setara 351,00 kg KCl ha-1 (K3) dan 281 kg K2O ha-1 setara 468,00 kg KCl ha-1 (K4). Berdasarkan hasil analisis usaha tani, penggunaan pupuk kalium dosis  211 kg K2O ha-1 adalah lebih efisien, dengan nilai B/C ratio tertinggi yaitu varietas Orange ma-du sebesar 0,76 dan varietas Ayamurasaki sebesar 0,88.
PENGARUH PENGENDALIAN GULMA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI (Glycine max L.) PADA SISTEM OLAH TANAH Arsetia, Reanida Tri; Islami, Titiek; Sebayang, Husni Thamrin
Produksi Tanaman Vol. 4 No. 4 (2016)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Suatu usaha yang dapat dilakukan untuk meningkatkan hasil tanaman kedelai ialah dengan kombinasi pengendalian gulma dan sistem olah tanah. Tujuan penelitian ialah untuk mempelajari pengaruh pengendalian gulma terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai (Glycine max L.) dengan pengolahan tanah yang berbeda. Penelitian menggunakan rancangan faktor-ial dengan 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama yaitu sistem olah tanah terdiri dari: T0  = tanpa olah tanah, T1 = olah tanah minimum, dan faktor kedua yaitu pe-ngendalian gulma terdiri dari:  P0 = tanpa disiang, P1 = disiang 21 hst, P2 = disiang 21 hst dan 42 hst, P3 = aplikasi herbisida 42 hst, P4 = disiang 21 hst + aplikasi herbisida 42 hst. Hasil penelitian menunjukkan pada pengamatan pertumbuhan tanaman kedelai, perlakuan terbaik pada olah tanah dengan disiang 21 hst dan aplikasi herbisida 42 hst. Pada hasil panen tanaman kedelai, perlakuan olah tanah dengan penyiangan gulma 21 hst dan aplikasi herbisida 42 hst (P4T1) memberikan hasil panen tidak berbeda nyata dengan sistem olah tanah dengan disiang 21 dan 42 hst (P2T1).

Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 01 (2026): Januari Vol. 14 No. 2 (2026): Februari (In-Press) Vol. 13 No. 12 (2025): Desember Vol. 13 No. 11 (2025): November Vol. 13 No. 10 (2025): Oktober (In-Press) Vol. 13 No. 08 (2025): Agustus Vol. 13 No. 07 (2025): Juli Vol. 13 No. 06 (2025): Juni Vol. 13 No. 05 (2025): Mei Vol. 13 No. 04 (2025): April Vol. 13 No. 9 (2025): September Vol. 13 No. 3 (2025): Maret Vol. 13 No. 2 (2025): Februari Vol. 13 No. 1 (2025): Januari Vol. 12 No. 12 (2024): Desember Vol. 12 No. 11 (2024): November Vol. 12 No. 10 (2024): Oktober Vol. 12 No. 09 (2024): September Vol. 12 No. 05 (2024): Mei Vol. 12 No. 04 (2024): April Vol. 12 No. 8 (2024): Agustus Vol. 12 No. 7 (2024): Juli Vol. 12 No. 6 (2024): Juni Vol. 12 No. 3 (2024): Maret Vol. 12 No. 2 (2024): Februari Vol. 12 No. 1 (2024): Januari Vol. 11 No. 12 (2023): Desember Vol. 11 No. 11 (2023): November Vol. 11 No. 10 (2023): Oktober Vol. 11 No. 9 (2023): September Vol. 11 No. 8 (2023): Agustus Vol. 11 No. 7 (2023): Juli Vol. 11 No. 6 (2023): Juni Vol. 11 No. 5 (2023): Mei Vol. 11 No. 4 (2023): April Vol. 11 No. 3 (2023): Maret Vol. 11 No. 2 (2023): Februari Vol. 11 No. 1 (2023): Januari Vol. 10 No. 12 (2022): Terbitan Bulan Desember Vol. 10 No. 11 (2022): Terbitan Bulan November Vol. 10 No. 10 (2022): Terbitan Bulan Oktober Vol. 10 No. 9 (2022): Terbitan Bulan September Vol. 10 No. 8 (2022): Terbitan Bulan Agustus Vol. 10 No. 7 (2022) Vol 10, No 7 (2022) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol 10, No 5 (2022) Vol 10, No 4 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022) Vol 10, No 3 (2022) Vol. 10 No. 2 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol. 10 No. 1 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol. 9 No. 12 (2021) Vol 9, No 12 (2021) Vol 9, No 11 (2021) Vol. 9 No. 11 (2021) Vol. 9 No. 10 (2021) Vol 9, No 10 (2021) Vol. 9 No. 9 (2021) Vol 9, No 9 (2021) Vol 9, No 8 (2021) Vol. 9 No. 8 (2021) Vol. 9 No. 7 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol. 9 No. 6 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol. 9 No. 5 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol. 9 No. 4 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol. 9 No. 3 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol. 9 No. 1 (2021) Vol. 8 No. 12 (2020) Vol 8, No 12 (2020) Vol. 8 No. 11 (2020) Vol 8, No 11 (2020) Vol. 8 No. 10 (2020) Vol 8, No 10 (2020) Vol 8, No 9 (2020) Vol. 8 No. 9 (2020) Vol 8, No 8 (2020) Vol. 8 No. 8 (2020) Vol. 8 No. 7 (2020) Vol 8, No 7 (2020) Vol 8, No 6 (2020) Vol. 8 No. 6 (2020) Vol. 8 No. 5 (2020) Vol 8, No 5 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol. 8 No. 4 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 2 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020) Vol. 7 No. 12 (2019) Vol 7, No 12 (2019) Vol 7, No 11 (2019) Vol. 7 No. 11 (2019) Vol 7, No 10 (2019) Vol. 7 No. 10 (2019) Vol. 7 No. 9 (2019) Vol 7, No 9 (2019) Vol 7, No 8 (2019) Vol. 7 No. 8 (2019) Vol. 7 No. 7 (2019) Vol 7, No 7 (2019) Vol. 7 No. 6 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol. 7 No. 5 (2019) Vol. 7 No. 4 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol. 7 No. 3 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 1 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 12 (2018) Vol. 6 No. 12 (2018) Vol 6, No 11 (2018) Vol. 6 No. 11 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol. 6 No. 10 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol 6, No 9 (2018) Vol. 6 No. 9 (2018) Vol. 6 No. 8 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol. 6 No. 7 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol. 6 No. 6 (2018) Vol. 6 No. 5 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol. 6 No. 4 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol. 6 No. 3 (2018) Vol. 6 No. 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol. 5 No. 12 (2017) Vol 5, No 12 (2017) Vol 5, No 12 (2017) Vol. 5 No. 11 (2017) Vol 5, No 11 (2017) Vol 5, No 10 (2017) Vol. 5 No. 10 (2017) Vol. 5 No. 9 (2017) Vol 5, No 9 (2017) Vol. 5 No. 8 (2017) Vol 5, No 8 (2017) Vol 5, No 7 (2017) Vol. 5 No. 7 (2017) Vol. 5 No. 6 (2017) Vol 5, No 6 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol. 5 No. 5 (2017) Vol. 5 No. 4 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017) Vol. 5 No. 1 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol. 4 No. 8 (2016) Vol 4, No 8 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol. 4 No. 7 (2016) Vol. 4 No. 6 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol. 4 No. 5 (2016) Vol. 4 No. 4 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol. 4 No. 3 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol. 4 No. 2 (2016) Vol. 4 No. 1 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol 3, No 8 (2015) Vol. 3 No. 8 (2015) Vol 3, No 7 (2015) Vol. 3 No. 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol. 3 No. 6 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol. 3 No. 5 (2015) Vol. 3 No. 4 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol. 3 No. 3 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol. 3 No. 2 (2015) Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 8 (2014) Vol. 2 No. 8 (2014) Vol 2, No 7 (2014) Vol. 2 No. 7 (2014) Vol. 2 No. 6 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol. 2 No. 5 (2014) Vol. 2 No. 4 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol. 2 No. 3 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol. 2 No. 2 (2014) Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol 1, No 6 (2013) Vol. 1 No. 6 (2013) Vol 1, No 5 (2013) Vol. 1 No. 5 (2013) Vol. 1 No. 4 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol. 1 No. 3 (2013) Vol. 1 No. 2 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue